JURNAL ONLINE INSAN AKUNTAN, Vol.2, No.1, Juni 2017, E-ISSN:

Please download to get full document.

View again

of 20
6 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
JURNAL ONLINE INSAN AKUNTAN, Vol.2, No.1, Juni 2017, E-ISSN: Pengaruh Debt to Equity Ratio, Firm Size, Inventory Turnover, Assets Turnover dan Pertumbuhan Penjualan Terhadap Profitabilitas
Document Share
Document Transcript
JURNAL ONLINE INSAN AKUNTAN, Vol.2, No.1, Juni 2017, E-ISSN: Pengaruh Debt to Equity Ratio, Firm Size, Inventory Turnover, Assets Turnover dan Pertumbuhan Penjualan Terhadap Profitabilitas (Studi Kasus Pada Industri Makanan dan Minuman yang Terdaftar di BEI Periode ) Lucya Dewi Wikardi 1, Natalia Titik Wiyani 1,* 1 Akuntansi; Akademi Akuntansi Bina Insani; Jalan Siliwangi no.6 Rawa Panjang Bekasi Timur Indonesia. Telp. (021) / (021) Fax. (021) ; *Korespondensi: Diterima: 16 Mei 2017 ; Review: 23 Mei 2017; Disetujui: 30 Mei 2017 Cara Sitasi: Wikardi,LD, Wiyani, NT Pengaruh Debt to Equity Ratio, Firm Size, Inventory Turnover, Assets Turnover dan Pertumbuhan Penjualan Terhadap Profitabilitas. Jurnal Online Insan Akuntan. 2 (1): Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruhdebt to equity ratio, firm size, inventory turnover, assets turnover dan pertumbuhan penjualan terhadap profitabilitas. Penelitian ini dilakukan pada industri makanan dan minuman yang terdaftar di BEI tahun Sampel penelitian ini mencakup 8 perusahaan yang dipilih melalui teknik purposive random sampling. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan hanya debt to equity ratio, firm size, inventory turnover, dan assets turnover yang berpengaruh secara parsial terhadap profitabilitas dan analisis secara simultan menunjukkan bahwa debt to equity ratio, firm size, inventory turnover, assets turnover dan pertumbuhan penjualan berpengaruh terhadap profitabilitas. Kata kunci: assets turnover, debt to equity ratio, firm size, inventory turnover, pertumbuhanpenjualan, profitabilitas Abstract: The purpose of this research is to examinethe effect of the debt to equity ratio, firm size, inventory turnover, asset turnover and sales growth to profitability. This Research was conducted on food and beverage industry are listed on the Indonesia Stock Exchange in The research sample includes eight companies selected through purposive random sampling technique. The methods of analysis using multiple regression analysis. The result of this research showed only a debt to equity ratio, firm size, inventory turnover and asset turnover are partial influence on profitability and simultaneous analysis showed that the debt to equity ratio, firm size, inventory turnover, asset turnover and sales growth influence on profitability.. Key word: assets turnover, debt to equity ratio, firm size, inventory turnover, sales growth, profitability 1. Pendahuluan Persaingan bisnis yang semakin kompetitif didukung pula dengan adanya perdagangan bebas dan dimulainya Masyarakat Ekonomi Asean serta nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika yang bergejolak sepanjang tahun 2015 lalu membuat industri dalam negeri harus bekerja lebih keras dalam menghasilkan profitabilitas. Semakin P2M AAK BINA INSANI 100 E-ISSN: ; tinggi tingkat profitabilitas menunjukkan bahwa perusahaan menghasilkan kinerja yang baik.menurut Kasmir (2016:196) tujuan akhir yang ingin dicapai suatu perusahaan yang terpenting adalah memperoleh laba atau keuntungan yang maksimal, disamping hal-hal lainnya.industri makanan dan minuman dinilai palingsiap dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Industri makanan dan minuman di Indonesia memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Sektor tersebutmenjadisalahsatudarisejumlahsektoryangdijadikanprioritaspemerintahdalam mendorongindustrisebagaipenggerakekonominasional( 4292/Menakar-Prospek-Industri-Makanan-dan-Minuman).Capaian positif diraih oleh industri makanan dan minuman karena pada triwulan I tahun 2016, pertumbuhan industri makanan dan minuman sebesar 7,55 persen atau lebih tinggi dibandingkan periode 2015 yang mencapai 7,54 persen. Bahkan, kinerja industri makanan dan minuman tersebut melampaui pertumbuhan industri non migas pada triwulan I tahun 2016 sebesar 4,46 persen. Industri makanan dan minuman merupakan sektor yang sangat strategis dan berkontribusi terhadap industri pengolahan non migas sebesar 31,51 persen, dimana industri pengolahan non migas berkontribusi sebesar 18,41 persen terhadap PDB nasional ( Profitabilitas mempunyai arti penting bagi perusahaan karena merupakan salah satu dasar untuk menilai kondisi suatu perusahaan.salah satu faktor yang mempengaruhi profitabilitas perusahaan adalah kewajiban yang dimiliki perusahaan. Semakin tinggi tingkat kewajiban perusahaan akan menurunkan profit yang akan dicapai oleh perusahaan. Banyak cara untuk mengukur tingkat kewajiban yang dimiliki suatu perusahaan salah satunya yaitu Debt to Equity Ratio (DER). Penelitian yang dilakukan Sari (2014) mengungkapkan bahwa Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh pada profitabilitas dan penelitian yang dilakukan oleh Putra (2015) menyimpulkan bahwa leverage yang diproksikan dengan Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas. Firm size merupakan hal penting dalam penentuan tingkat profitabilitas. Suatu perusahaan yang mempunyai ukuran yang cukup besar tentu dapat dikatakan memperoleh profit yang tinggi karena mampu mengolah sumber daya yang ada di perusahaan tersebut.penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Putra (2015) mengungkapkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan tidak signifikan JURNAL ONLINE INSAN AKUNTAN E-ISSN: ; terhadap profitabilitas berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Purnamasari (2015) mengungkapkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap profitabilitas. Perusahaan industri merupakan perusahaan manufaktur yang mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi kemudian menjadi barang siap untuk dijual. Barang siap dijual itulah yang kemudian dikonsumsi oleh masyarakat. Perusahaan manufaktur tentu mempunyai persediaan untuk melakukan aktivitas produksinya. Persediaan adalah sejumlah barang yang dimiliki oleh perusahaan untuk diolah kembali atau siap untuk dijual.jika persediaan dapat terjual dengan cepat akan dapat meningkatkan tingkat profitabilitas perusahaan sebaliknya jika persediaan terjual dengan lambat maka akan mempengaruhi profit yang dicapai oleh perusahaan. Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Hastuti (2010) menyimpulkan bahwa perputaran persediaan berpengaruh negatif terhadap Return on Asset (ROA) sementara penelitian yang dilakukan oleh Satriya (2014) menyatakan bahwa perputaran persediaan, berpengaruh positif terhadap profitabilitas. Aset merupakan bagian penting yang dimiliki oleh perusahaan. Penggunaan aset yang efisien akan berdampak pada penjualan yang dihasilkan oleh perusahaan. Semakin efisien penggunaan suatu aset akan menghasilkan penjualan yang tinggi. Rasio perputaran aset adalah rasio yang mengukur sejauh mana total aset perusahaan menghasilkan penjualan. Penjualan adalah salah satu faktor yang mempengaruhi profitabilitas perusahaan. Penjualan merupakan bagian paling utama atas aktivitas perusahaan. Pertumbuhan penjualan dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa permintaan barang dagang mengalami peningkatan, hal itu menyebabkan kemampuan perusahaan dalam memperoleh profit semakin tinggi. Penelitian yang dilakukan oleh Putra (2015) menyimpulkan bahwa pertumbuhan penjualan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap profitabilitas sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Farhana dkk (2016) menyimpulkan bahwa pertumbuhan penjualan berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas. Penelitian ini merupakan penelitian replikasi yang dilakukan oleh Ni Made Veronika Sari (2014) yang membedakan adalah penambahan variabel pertumbuhan penjualan, periode penelitian tahun serta industri yang diteliti yaitu industri makanan dan minuman. Tinjauan Pustaka 102 E-ISSN: ; Laporan Keuangan Hery (2015:3) mengemukakan bahwalaporan keuangan (financial statement) merupakan produk akhir dari serangkaian proses pencatatan dan pengikhtisaran data transaksi bisnis. Seorang akuntan diharapkan mampu untuk mengorganisir seluruh data akuntansi hingga menghasilkan laporan keuangan yang dibuatnya.halim dan Hanafi (2016:49) juga mengemukakan bahwalaporan keuangan perusahaan merupakan salah satu sumber informasi yang penting di samping informasi lain seperti informasi industri, kondisi perekonomian, pangsa pasar perusahaan, kualitas manajemen dan lainnya 2. Tujuan laporan Keuangan Menurut Fahmi (2015:26) tujuan laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi kepada pihak yang membutuhkan tentang kondisi suatu perusahaan dari sudut angka-angka dalam satuan moneter. 3. Rasio keuangan Hery (2015:161) mengemukakan bahwa Rasio keuangan merupakan suatu perhitungan rasio dengan menggunakan laporan keuangan yang berfungsi sebagai alat ukur dalam menilai kondisi keuangan dan kinerja perusahaan. 4. Profitabilitas Menurut Kasmir (2016:114) rasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan atau laba dalam suatu periode tertentu. Rasio ini juga memberikan ukuran tingkat efektivitas manajemen suatu perusahaan yang ditunjukkan dari laba yang dihasilkan dari penjualan atau dari pendapatan investasi. Hery (2015:228) mengungkapkan bahwa Hasil pengembalian atas aset merupakan rasio yang menunjukkan seberapa besar kontribusi aset dalam menciptakan laba bersih. Adapun rumusnya sebagai berikut 5. Faktor-faktor yang mempengaruhi profitabilitas a. Debt to Equity Ratio Hery (2015:196) mengemukakan bahwa Rasio utang terhadap modal merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur besarnya proporsi utang JURNAL ONLINE INSAN AKUNTAN E-ISSN: ; terhadap modal. Adapun rumus debt to equity ratio menurut Hery (2015:198) adalah : b. Firm size Ukuran perusahaan dapat diukur dengan total aset yang dimiliki perusahaan. Besar kecilnya perusahaan dapat mencerminkan bagaimana perusahaan tersebut dapat mengelola sumber daya yang dimiliki dengan semaksimal mungkin. Menurut Purnamasari (2015), total aset dijadikan sebagai indikator ukuran perusahaan karena sifatnya jangka panjang dibandingkan dengan penjualan. Mengacu kepada penelitian yang dilakukan Purnamasari (2015) tentang ukuran perusahaan yang diukur dengan Ln Total Aset. c. Perputaran Persediaan (Inventory Turnover) Hery (2015:214) mengemukakan bahwaperputaran persediaan merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur berapa kali dana yang tertanam dalam persediaan akan berputar dalam satu periode atau berapa lama (dalam hari) ratarata persediaan tersimpan di gudang hingga akhirnya terjual. Adapun rumus perputaran persediaan menurut Hery (2015:216) adalah: d. Perputaran Aset (Assets Turnover) Hery (2015:221) mengemukakan bahwa perputaran total aset merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur keefektifan total aset yang dimiliki perusahaan dalam menghasilkan penjualan, atau dengan kata lain untuk mengukur berapa jumlah penjualan yang akan dihasilkan dari setiap rupiah dana yang tertanam dalam total aset.adapun rumus perputaran total aktiva menurut Kasmir (2016:186) adalah: e. Pertumbuhan Penjualan 104 E-ISSN: ; Menurut Harahap (2016:310) rasio kenaikan penjualan menunjukkan persentase kenaikan penjualan tahun ini dibanding dengan tahun lalu. Semakin tinggi rasio pertumbuhan penjualan maka semakin baik. Adapun rumus pertumbuhan penjualan menurut Harahap (2016:309) adalah: 6. Perumusan Hipotesis a. Pengaruh Debt to Equity Ratio Terhadap Profitabilitas Menurut Hery (2015:198) semakin tinggi debt to equity ratio berartisemakin kecil jumlah modal pemilik yang dapat dijadikan sebagai jaminan utang. Semakin kecil jumlah modal yang dimiliki perusahaan dapat menimbulkan dampak beban perusahaan kepada pihak kreditor semakin besar. Besarnya beban utang yang ditanggung oleh perusahaan dapat menurunkan jumlah laba yang diperoleh perusahaan. Penelitian yang dilakukan oleh Putra (2015) menyatakan bahwa leverage yang diproksikan dengan debt to equity ratio (DER) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas. Dari uraian di atas maka hipotesis yang dapat dibuat adalah: H 1 = debt to equity ratio berpengaruh negatif terhadap profitabilitas b. Pengaruh Firm Size Terhadap Profitabilitas Ukuran perusahaan merupakan faktor yang mempengaruhi profitabilitas karena perusahaan besar mempunyai kesempatan masuk ke dalam pasar modal yang dapat menarik minat investor karena perusahaan besar mempunyai fleksibilitas penempatan investasi yang lebih baik.penelitian yang dilakukan oleh Purnamasari (2015) mengungkapkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap profitabilitas. Dari uraian di atas hipotesis yang dapat dibuat adalah: H 2 = firm size berpengaruh positif terhadap profitabilitas c. Pengaruh Inventory Turnover Terhadap Profitabilitas Persediaan menjadi hal yang penting bagi perusahaan manufaktur baik untuk dijual atau diolah kembali. Hery (2015:215) mengemukakan bahwa semakin tinggi rasio perputaran persediaan menunjukkan bahwa modal kerja yang JURNAL ONLINE INSAN AKUNTAN E-ISSN: ; tertanam dalam persediaan barang dagang semakin kecil dan hal ini berarti semakin baik bagi perusahaan. Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Satriya (2014) menyatakan bahwa perputaran persediaan berpengaruh positif terhadap profitabilitas. Dari uraian di atas maka hipotesis yang dapat dibuat adalah.: H 3 = perputaran persediaan berpengaruh positif terhadap profitabilitas d. Pengaruh Assets Turnover Terhadap Profitabilitas Perputaran aset mengukur sejauh mana aset di perusahaan dapat menghasilkan penjualan. Aset yang digunakan secara optimal dan efisien dapat meningkatkan pendapatan serta dapat menurunkan biaya tetap yang berasal dari aset tetap yang dimiliki perusahaan sehingga dapat memicu peningkatan laba. Penelitian yang dilakukan oleh Anum (2014) menyatakan bahwa total asset turnover tidak berpengaruh signifikan terhadap gross profit margin. Dari uraian di atas hipotesis yang dapat dibuat adalah: H 4 = perputaran aset berpengaruh positif terhadap profitabilitas e. Pengaruh Pertumbuhan Penjualan Terhadap Profitabilitas Penjualan merupakan bagian penting dalam aktivitas perusahaan. Salah satu sumber pendapatan perusahaan berasal dari penjualan. Jika perusahaan dapat mencapai sasaran penjualan yang tepat maka akan menambah pendapatan yang akan diperoleh perusahaan. Perusahaan juga harus mengelola penjualan dengan baik dan optimal karena jika dikelola dengan baik dan optimal maka akan berdampak kepada tingkat profit yang akan diperoleh perusahaan. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Farhana dkk (2016) menyimpulkan bahwa pertumbuhan penjualan berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas. Dari uraian di atas hipotesis yang dapat dibuat adalah: H 5 = pertumbuhan penjualan berpengaruh positif terhadap profitabilitas 2. Metode Penelitian a. Jenis Data Dalam penelitian ini peneliti menggunakan data sekunder eksternal yang diambil dari Bursa Efek Indonesia, berupa laporan keuangan industri makanan dan minuman periode dan buku-buku literatur serta jurnal yang mendukung penelitian. b. Teknik Pengumpulan Data 106 E-ISSN: ; Teknik pengumpulan data menggunakan teknik studi pustaka dan dokumentasi. Teknik studi pustaka dilakukan dengan cara mempelajari dan mengumpulkan informasi melalui buku-buku literatur, jurnal, internet, dan skripsi. Teknik dokumentasi dilakukan dengan cara memperoleh data berupa laporan keuangan industri makanan dan minuman melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia c. Teknik Pengumpulan Sampel Populasi penelitian yang digunakan adalah perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Teknik pengumpulan sampel adalah random purposive samplingdengan kriteria: 1. Perusahaan makanan dan minuman yang secara berturut-turut menyajikan laporan keuangannya periode tahun Perusahaan makanan dan minuman yang memiliki nilai return on asset (ROA) positif secara berturut-turut selama periode pengamatan. 3. Perusahaan makanan dan minuman yang mengalami pertumbuhan penjualan dari tahun Berdasarkan kriteria tersebut, dari total populasi jumlah perusahaan makanan dan minuman sebanyak 14 perusahaan, diperoleh sampel sebanyak 8 perusahaan dengan periode penelitian selama lima tahun, sehingga jumlah sampel perusahaan yang diamati menjadi 40 pengamatan. d. Teknik Analisis Penelitian ini dilakukan menggunakan statistik deskriptif. Statistik deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan suatu data yang dilihat dari mean, deviasi standar, nilai minimum, dan nilai maksimum. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda. Sebelum melakukan analisis regresi liniear berganda dilakukan uji asumsi klasik terlebih dahulu. Persamaan regresi linier berganda adalah sebagai berikut: Y= α + β 1 X 1 + β 2 X 2 + β 3 X 3 + β 4 X 4 + β 5 X 5 + ε Keterangan: Y= Profitabilitas α = Konstanta β 1 β 5 = Koefisien Regresi X 1 = Debt to Equity Ratio JURNAL ONLINE INSAN AKUNTAN E-ISSN: ; X 2 = Firm size X 3 =Inventory Turnover X 4 =Assets Turnover X 5 =Pertumbuhan Penjualan 3. Hasil dan Pembahasan a. Deskripsi Objek Penelitian Berdasarkan random purposive sampling yang telah dilakukan, maka terpilih 8 perusahaan yang digunakan sebagai objek penelitian. Adapun 8 perusahaan yang terpilih adalah sebagai berikut: Tabel 1. Data Perusahaan Sesudah Sampling Kode Saha Nomor m Nama Perusahaan 1 AISA PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk 2 ICBP PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk 3 INDF PT Indofood Sukses Makmur Tbk 4 MYOR PT Mayora Indah Tbk 5 ROTI PT Nippon Indosari Corpindo Tbk 6 SKLT PT Sekar Laut Tbk 7 STTP PT Siantar Top Tbk 8 ULTJ PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk Sumber: Hasil Pengolahan Data (2017) b. Analisis Data 1) Statistik Deskriptif Variabel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: return on assets (ROA), debt to equity ratio (DER), firm size, inventory turnover, assets turnover dan pertumbuhan penjualan. Hasil olah data deskriptif dapat dilihat dari tabel 2. 108 E-ISSN: ; Tabel 2. Hasil Uji Statistik Deskriptif Descriptive Statistics N Minimu m Maximu m Mean Std. Deviation DER, , Firm 26, ,1509 size Invento ry 40 turnove r Assets turnove 40 r Pertum buhan 40 penjual an ROA 40 Valid N 2, , , , , , ,027897, (listwis 40 e) Sumber: Hasil Pengolahan Data (2017), , , , , , , , , , , , Berdasarkan hasil perhitungan di atas, diketahui bahwa jumlah data pada setiap variabel yaitu 40 sampel. Variabel DER menunjukkan nilai minimum sebesar 0, , nilai maksimum sebesar 1, , nilai rata-rata sebesar 0, dan standar deviasi sebesar 0, Variabel firm sizemenunjukkan nilai minimum sebesar 26, , nilai maksimum sebesar 32, dengan nilai rata-rata sebesar 29, dan standar deviasi JURNAL ONLINE INSAN AKUNTAN E-ISSN: ; sebesar 1, Variabel inventory turnover menunjukkan nilai minimum sebesar 2, , nilai maksimum sebesar 45, dengan nilai rata-rata 9, dan standar deviasi sebesar 11, Variabel assets turnover menunjukkan nilai minimum sebesar 0, , nilai maksimum sebesar 2, dengan nilai rata-rata sebesar 1, dan standar deviasi sebesar 0, Variabel pertumbuhan penjualan menunjukkan nilai minimum sebesar 0, , nilai maksimum sebesar 1, dengan nilai rata-rata sebesar 0, dan standar deviasi sebesar 0, Variabel yang terakhir adalah variabel ROA menunjukkan nilai minimum sebesar 0, , nilai maksimum sebesar 0, , nilai rata-rata sebesar 0, dan standar deviasi sebesar 0, ) Uji Asumsi Klasik a) Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk menguji apakah variabel independen dan dependen berdistribusi normal atau tidak. Hasil uji normalitas dapat dilihat pada gambar 3.1 dan gambar 3.2. Sumber: Hasil Penelitian (2017) Gambar 1. Grafik histogram 110 E-ISSN: ; Sumber: Hasil Penelitian (2017) Gambar 2. Grafik P-Plot Berdasarkan grafik histogram maupun grafik normal p-plot di atas terlihat bahwa grafik histogram menunjukkan grafik yang simetris dan tidak menceng melenceng ke kanan atau kiri dan grafik p-plot juga menunjukkan titik-titik yang menyebar di sekitar garis diagonal serta penyebarannya mengikuti arah garis diagonal. Grafik histogram dan grafik normal p-plot menunjukkan bahwa variabel terdistribusi normal. b) Uji Multikolinearitas Dalam penelitian ini pengujian multikoliniearitas dengan menguji nilai tolerance atau nilai variance inflation factor (VIF), b
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks