Jurnal Keperawatan, Volume IX, No. 2, Oktober 2013 ISSN

Please download to get full document.

View again

of 10
26 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
PENELITIAN PENGARUH MINYAK JINTEN HITAM (NEGELLA SATIVA) TERHADAP KADAR GLUKOSA DAN KOLESTEROL PADA PENDERITA DIABETES Abdul Halim *, Tori Rihiantoro * Perkembangan pengobatan penyakit DM dalam rangka
Document Share
Document Transcript
PENELITIAN PENGARUH MINYAK JINTEN HITAM (NEGELLA SATIVA) TERHADAP KADAR GLUKOSA DAN KOLESTEROL PADA PENDERITA DIABETES Abdul Halim *, Tori Rihiantoro * Perkembangan pengobatan penyakit DM dalam rangka mencegah komplikasi terus dilakukan riset. Penggunaan obat-obat herbal dalam rangka menyembuhkan dan mengontrol penyakit juga sudah semakin banyak diteliti. Salah satunya adalah penelitian tentang jinten hitam (Nigella sativa). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh minyak jinten hitam terhadap kadar glukosa dan kolesterol penderita diabetes. Desain penelitian Kuasi Eksperimen dengan metode pengambilan data Pre and Post Test Two Group. Populasi penelitian seluruh pasien diabetes tipe 2 yang berkunjung ke poliklinik penyakit dalam Rumah Sakit Abdul Moeloek Propinsi Lampung dalam kurun waktu 28 Juni 19 Juli 2012 dengan jumlah sampel sebanyak 49 responden, terdiri dari 24 kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang yang ditentukan dengan teknik consecutive sampling. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan uji t dependen dan t independen. Hasil penelitian ada perbedaan bermakna kadar glukosa (p value = 0,000) dan kolesterol (p value = 0,000) sebelum dan sesudah terapi minyak jinten hitam pada. Sehingga terdapat pengaruh terapi minyak jinten hitam terhadap kadar glukosa dan kolesterol pada penderita diabetes. Ada perbedaan kadar glukosa (p value = 0,011) dan kolesterol (p value = 0,000 sebelum dan sesudah terapi placebo. Disimpulkan ada pengaruh terapi plasebo terhadap kadar glukosa dan kolesterol pada penderita diabetes. Hasil lain menyimpulkan bahwa minyak jinten hitam lebih efektif dalam menurunkan glukosa darah dari pada placebo (p value = 0,006). Sedangkan untuk kolesterol minyak jinten hitam memiliki efektifitas yang sama dengan placebo (p value = 0,188). Saran agar minyak jinten hitam dijadikan terapi alternataif bagi penderita diabetes melalui uji klinik yang ketat. Kata kunci : minyak jinten hitam, glukosa darah, kolesterol darah LATAR BELAKANG Pandemi diabetes melitus (DM), khususnya DM tipe 2 (DMT2) kini menjadi ancaman yang serius bagi umat manusia didunia. Di tahun 2003, WHO memperkirakan 194 juta atau 5,1% dari 3,8 milyar penduduk dunia usia tahun menderita DM dan di tahun 20 meningkat menjadi 333 juta jiwa. Ditahun yang sama International Diabetes Federation (IDF) menyebutkan bahwa prevalensi DM dunia adalah 1,9% dan telah menjadikan DM sebagai penyebab kematian urutan ke-7 dunia. Proyeksi prevalensi diabetes tahun 1994 sampai 2010 diperkirakan 215,6 juta jiwa, namun dari evaluasi tahun 2007 jumlah penderita diabetes sudah mencapai 246 juta jiwa bahkan tahun 20 dikhawatirkan jumlah tersebut akan meningkat sampai lebih dari 300 juta jiwa. Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2008, juga menunjukan prevalensi DM di Indonesia rata-rata sebesar 5,7%, sedangkan di Provinsi Lampung sebesar 6,2%. Bila kita melihat angka prevalensi DM di Provinsi Lampung tersebut, angkanya berada diatas nilai rata-rata nasional, tetapi bukan yang tertinggi di Indonesia, yang harus menjadi kewaspadaan kita semua, karena penyakit DM memiliki kontribusi yang signifikan terhadap kejadian penyakit kardiovaskuler dan kecacatan akibat amputasi ulkus diabetikum. Menurut WHO pasien diabetes di Indonesia akan mengalami kenaikan dari 8,4 juta jiwa pada tahun 2000 dan menjadi sekitar 21,3 juta jiwa pada tahun Tingginya angka kesakitan ini menjadikan Indonesia menduduki peringkat 4 dunia setelah China, India dan Amirika Serikat (depkes, [170] Semua komplikasi penyakit DM berawal dari tidak terkontrolnya kadar gula darah. Gula darah yang tinggi dalam pembuluh darah (hiperglikemia) memicu terjadinya lipolisis sehingga meningkatkan kadar kolesterol di dalam darah yang jangka waktu lama akan menyebabkan terjadinya penyempitan pembuluh darah sehingga menjadi penyebab terjadinya beberbagai komplikasi baik mikro maupun makrovaskuler. Sehingga segala upaya pencegahan komplikasi harus diarahkan dalam rangka pengendalian gula darah dan kolesterol. Penatalakasanaan pada penderita DM sesungguhnya adalah melakukan upaya pencegahan agar penderita DM dapat terhindar dari komplikasikomplikasi yang diakibatkan peningkatan kadar gula darah. Penggunaan obat-obat farmakologi kimia pada penyakit DM dalam jangka panjang dan jangka pendek dapat menimbulkan dampak negatif. Penggunaan obat-obat herbal dalam rangka menyembuhkan dan mengontrol penyakit juga sudah semakin banyak diteliti. Salah satunya adalah penelitian tentang jinten hitam (Nigella sativa). Jinten hitam atau habbatus sauda (nigella sativa) adalah tanaman yang memiliki banyak sekali manfaat untuk menjaga kesehatan dan menyembuhkan berbagai penyakit. Rasulullah Shallallahu alaihi wa salam menyebutkan bahwa Habbatus sauda adalah obat bagi semua penyakit kecuali kematian. Disebutkan oleh Imam Al-Bukhari (Hadits no. 5687), beliau meriwayatkan hadits dari Aisyah radhiyallahu anha bahwa dia pernah mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam bersabda, artinya: Sesungguhnya di dalam Habbatus sauda terkandung obat untuk segala penyakit, kecuali as-sam. Aku bertanya, Apakah as-sam itu? Beliau menjawab, Maut. Di dalam riwayat Muslim (no. 2215) disebutkan: Tidak ada satupun penyakit melainkan di dalam habbatus sauda terdapat kesembuhan baginya, kecuali kematian. Beberapa penelitian melaporkan bahwa jintan hitam memiliki aktivitas sebagai antidiabetes dimana pemberian ekstrak jintan hitam mentah dapat menormalkan konsentrasi serum glukosa dan kolesterol yang tinggi pada tikus diabetes (Khanam & Dewan, 2008). Jinten hitam juga bisa sebagai zat antiulcer, antitumor dan antikanker (Mbarek et al., 2007). Jinten hitam memiliki juga memiliki efek menguntungkan pada glukosa darah puasa, kolesterol total, dan kolesterol LDL. Jinten hitam merupakan obat yang mungkin terbukti bermanfaat dalam pencegahan dan pengobatan sindrom resistensi insulin (Ahmad et al., 2008). Pengembangan riset pengobatan dengan jinten hitam baik di luar negeri maupun di Indonesia lebih banyak pada pengujian melalui hewan percobaan. Sedangkan uji klinik terhadap manusia masih sangat terbatas. Bedasarkan fakta dan fenomena di atas maka penulis tertarik untuk melakukan salah satu uji klinik sederhana dengan meneliti pengaruh minyak jinten hitam (nigella sativa) terhadap kadar gula darah dan kolesterol penderita diabetes. METODE Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi experimental two group pre post test design. Dalam penelitian ini akan diuji hubungan sebab akibat antara pemberian minyak jinten hitam dengan kadar glukosa dan kolesterol darah pada penderita diabetes. Desain penelitian ini dirancang dengan dengan melakukan perlakuan tindakan pemberian obat herbal minyak jinten hitam pada penderita diabetes kelompok eksperimen dan plasebo pada penderita diabetes kelompok kontrol. Kemudian dilakukan pengukuran kadar glukosa dan kolesterol darah sebelum dan sesudah pada kedua kelompok. [171] Alat pengumpul data adalah hasil pemeriksaan laboratorium kadar glukosa dan kolesterol darah. Data hasil pemeriksaan laboratorium kadar glukosa darah sewaktu serta kadar kolesterol total darah. Pemeriksaan kadar glukosa dan kolesterol darah dilakukan oleh petugas laboratorium Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan uji t dependen dan t independen. HASIL Analisis Univariat Berdasarkan karakteristik, maka didapatkan sebagian besar umur responden penderita DM berusia 50 tahun ke atas (77,6 %), dengan jenis kelamin relatif lebih banyak perempuan, 55,1 % dan laki-laki 44,9 %, dan lamanya menderita DM, menderita DM kurang dari 10 tahun (63,3 %). Kelompok Kontrol Tabel 1: Distribusi Rata-rata Glukosa dan Kolesterol Darah Sebelum dan Sesudah Pemberian Plasebo Variabel Mean Median Glu kosa Pra GluKosa Post Kolesterol Pre Kolesterol Post Deviasi Error Nilai Min Maks Berdasarkan tabel 1 rata-rata GDS sebelum dilakukan dilakukan terapi sebesar 264,08 mg/dl dengan standar deviasi 57,008 mg/dl, adapun GDS terendah 192 mg/dl dan tertinggi 390 mg/dl dan rata-rata GDS sesudah dilakukan terapi sebesar 0,48 mg/dl dengan standar deviasi 59,581 mg/dl, N adapun GDS terendah sebesar 142 mg/dl dan tertinggi 378 mg/dl. Sedangkan ratarata kolesterol total sebelum dilakukan terapi sebesar 175,58 mg/dl dengan standar deviasi 38,936 mg/dl, adapun kadar kolesterol total terendah 116 mg/dl dan tertinggi 9 mg/dl dan rata-rata kolesterol total sesudah terapi 165,48 mg/dl dengan standar deviasi 39,293 mg/dl, adapun kolesterol total terendah 98 mg/dl dan tertinggi 245 mg/dl. Kelompok Eksperimen Tabel 2: Distribusi Rata-rata Glukosa dan Kolesterol DarahSebelum dan Sesudah Pemberian Minyak Jinten Hitam Variabel Mean Median Deviasi Error Nilai Min Maks Glukosa sebelum Glukosa sesudah Kolesterol sebelum Kolesterol sesudah Berdasarkan tabel 2 rata-rata GDS sebelum dilakukan dilakukan terapi sebesar 272,62 mg/dl dengan standar deviasi 50,097 mg/dl, GDS terendah 201 mg/dl dan tertinggi 378 mg/dl dan ratarata GDS sesudah dilakukan dilakukan terapi 236,67 mg/dl dengan standar deviasi 45,419 mg/dl, GDS terendah sebesar 178 mg/dl dan tertinggi 328 mg/dl. Sedangkan rata-rata kolesterol total sebelum dilakukan terapi sebesar 183,83 mg/dl dengan standar deviasi 38,128 mg/dl, kolesterol total terendah sebesar 137 mg/dl dan tertinggi 322 mg/dl dan rata-rata kolesterol total sesudah dilakukan terapi sebesar 169,08 mg/dl dengan standar deviasi 39,452 mg/dl, kolesterol total terendah sebesar 128 mg/dl dan tertinggi 308 mg/dl. n [172] Analisis Bivariat Kelompok Eksperimen Tabel 3: Distribusi Perbedaan Rata-rata Glukosa dan Kolesterol Sebelum dan Sesudah Pemberian Minyak Jinten Hitam Variabel Glukosa pre-post Kolesterol pre- post Mean Deviasi S.E p Value , , Berdasarkan tabel 3 rata-rata penurunan GDS setelah dilakukan terapi mg/dl dengan standar deviasi mg/dl. Hasil uji statistik ada perbedaan yang bermakna antara rata-rata GDS sebelum dan sesudah terapi minyak jinten hitam (p value = 0,000). Dengan demikian terdapat pengaruh terapi minyak jinten hitam terhadap kadar glukosa darah pada penderita diabetes. Selanjutnya untuk kolesterol total terjadi penurunan sebesar mg/dl dengan standar deviasi 9,497 mg/dl. Hasil uji statistik lebih lanjut dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang bermakna antara rata-rata kadar kolesterol total sebelum dan sesudah terapi minyak jinten hitam (p value = 0,000). Dengan demikian terdapat pengaruh terapi minyak jinten hitam terhadap kadar kolesterol darah pada penderita diabetes. Kelompok Kontrol Tabel 4: Distribusi Perbedaan Rata-rata Glukosa dan Kolesterol Sebelum dan Sesudah Pemberian Plasebo Variabel Glukosa prepost Kolesterol pre- post Mean Deviasi S.E P Value , ,000 n n Berdasarkan tabel 4 rata-rata penurunan GDS setelah dilakukan terapi sebesar 13,60 mg/dl dengan standar deviasi 24,831 mg/dl. Hasil uji statistik lebih lanjut dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang bermakna antara rata-rata GDS sebelum dan sesudah terapi plasebo (p value = 0,011). Dengan demikian ada pengaruh terapi plasebo terhadap kadar glukosa darah pada penderita diabetes. Selanjutnya untuk kolesterol total terjadi penurunan sebesar 10,080 mg/dl dengan standar deviasi 9,708 mg/dl. Hasil uji statistik lebih lanjut dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang bermakna antara rata-rata kadar kolesterol total sebelum dan sesudah terapi plasebo (p value = 0,000). Dengan demikian ada pengaruh terapi plasebo terhadap kadar kolesterol darah pada penderita diabetes. Perbedaan Kelompok Eksperimen dan Kontrol Hasil uji normalitas data pada data perubahan kadar glukosa dan kolesterol darah menunjukan hasil nilai p value Kolmogorov-Smirnova untuk data kadar glukosa 0,146 dan untuk data kadar kolesterol 0,179, dengan demikian hasil uji normalitas data untuk distribusi kedua data tersebut disimpulkan berdistribusi normal. Adapun hasil pengujian lebih lanjut diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 5: Distribusi Perbedaan Rata-rata Perubahan Glukosa dan Kolesterol Kelompok Eksperimen dan Kontrol Variabel Glukosa kel. Eksperimen Glukosa kel. kontrol Kolesterol kel. Eksperimen Kolesterol kel. kontrol Mean Deviasi P S.E Value n , , [173] Berdasarkan tabel 5 rata-rata penurunan GDS pada kelompok eksperimen setelah dilakukan terapi sebesar 35,96 mg/dl dengan standar deviasi 29,758 mg/dl, sedangkan pada kelompok kontrol terjadi penurunan sebesar mg/dl dengan standar deviasi 24,831, sehingga terdapat perbedaan sebesar 22,36 mg/dl. Hasil uji statistik lebih lanjut dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang bermakna antara rata-rata GDS pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (p value = 0,006), dimana minyak jinten hitam lebih efektif dalam menurunkan glukosa darah dari pada plasebo. Selanjutnya untuk kolesterol total pada kelompok eksperimen terjadi penurunan sebesar 13,75 mg/dl dengan standar deviasi 9,479 mg/dl, sedangkan pada kelompok kontrol terjadi penurunan sebesar 10,08 mg/dl dengan standar deviasi 9,708 mg/dl, sehingga terdapat perbedaan sebesar 3,67 mg/dl. Hasil uji statistik lebih lanjut dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang bermakna antara rata-rata kadar kolesterol total kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (p value = 0,188). Sehingga disimpulkan minyak jinten hitam memiliki efektifitas yang sama dalam menurunkan kadar kolesterol darah dengan plasebo. PEMBAHASAN Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes Hasil penelitian diperoleh rata-rata kadar GDS pada kelompok eksperimen sebelum dilakukan dilakukan terapi sebesar 272,62 mg/dl dan pada kelompok kontrol sebesar 264,08 mg/dl. Berdasarkan standar rata-rata glukosa darah pada kedua kelompok di atas normal, (hiperglikemia). Sedangkan untuk kelompok tanpa keluhan khas, hasil pemeriksaan kadar glukosa darah abnormal tinggi (hiperglikemia) satu kali saja tidak cukup kuat untuk menegakkan diagnosis DM. Diperlukan konfirmasi kadar gula darah sewaktu yang abnormal tinggi ( 200 mg/dl) pada hari lain, kadar glukosa darah puasa yang abnormal tinggi ( 126 mg/dl), atau dari hasil uji toleransi glukosa oral didapatkan kadar glukosa darah paska pembebanan 200 mg/dl (Soegondo, 2004). Umumnya tingkat gula darah bertahan pada batas-batas yang sempit sepanjang hari: 4-8 mmol/l ( mg/dl). Tingkat ini meningkat setelah makan dan biasanya berada pada level terendah pada pagi hari, sebelum orang makan (http://wikepedia.org, 6 Mei 2012) Peningkatan kadar glukosa darah merupakan tanda klinis khas pada penderita diabetes. Secara patofisiologi peningkatan kadar glukosa darah menurut Corwin (2001) disebabkan karena proses penuaan, gaya hidup, infeksi, keturunan, obesitas dan kehamilan akan menyebabkan kekurangan insulin atau tidak efektifnya insulin sehingga sehinga terjadi gangguan permeabilitas glukosa di dalam sel. Di samping itu juga dapat di sebabkan oleh karena keadaan akut kelebihan hormon tiroid, prolaktin dan hormon pertumbuhan dapat menyebabkan peningkatan glukosa darah.peningkatan kadar hormon hormon tersebut dalam jangka panjang terutama hormon pertumbuhan di anggap diabetogenik (menimbulkan diabet ). Pada penderita diabetes kadar glukosa darah turun naik secara fluktuatif tergantung kondisi tubuh dan kemampuan penderita untuk mengontrol kadar glukosa darahnya. Untuk menghindari komplikasi akibat peningkatan glukosa darah (hiprglikemia), maka perlu dilakukan upaya-upaya untuk mengendalikan glukosa darah. Pada penderita diabetes yang dijadikan responden pada penelitian ini kadar glukosa darah sebelum terapi ratarata di atas normal. Sehingga dalam penelitian ini dipilih responden yang [174] memiliki kadar glukosa darah diantara mg/dl. Walaupun kadar glukosa darah tinggi saat penelitian, kemungkinan terjadi sesaat pada saat penelitian karena faktor seleksi, dan bukan gambaran glukosa darah sehari-hari responden. Hal ini dikarenakan reponden yang dipilih adalah responden yang cukup patuh dalam penatalakanaan diabetes baik diet, obat maupun latihan. Kadar Kolesterol Penderita Diabetes Hasil penelitian rata-rata kadar kolesterol total darah pada kelompok eksperimen sebelum dilakukan terapi sebesar 182,83 mg/dl dan kelompok kontrol sebesar mg/dl, dalam katagori baik. Walaupun bila dilihat satu per satu masih ada responden yang kadar kolesterol totalnya lebih dari 200 mg/dl, tapi jumlahnya sedikit. Hasil pemeriksaan kolesterol total pada penderita diabetes pada penelitai ini tidak mengidentifikasi kolesterol buruk Low Density Lipoprotein (LDL) dan kolesterol baik High Density Lipoprotein (HDL), sehingga tidak diketahui apakah kolesterol LDL penderita diabetes ini dalam keadaan baik atau tidak baik. LDL inilah yang akan berpengaruh besar tarhadap terjadinya komplikasi-komplikasi pada penderita diabetes. LDL yang bersifat buruk bagi kesehatan dan HDL yang bersifat baik bagi kesehatan. Kolesterol total tidak begitu cepat berubah setelah kita makan, jadi darah untuk tes ini dapat diambil kapan saja. Tingkat kolesterol total di bawah 200mg/dl dianggap baik, dan di atas 240 mg/dl dianggap buruk. Peningkatan kadar glukosa darah pada pendeita diabetes akan memicu terjadinya proses glukoneogenesis sebagai alternatif pemenuhan kebutuhan energi tubuh. Salah satu proses glukoneogenesis yang paling sering terjadi adalah proses lipolisis, yaitu proses pemecahan lemak yang akan diubah menjadi glukosa bentuk baru. Akibatnya penderita diabetes yang tidak mampu mengontrol glukosa darahnya (tinggi) akan mengalami peningkatan kadar kolesterol di dalam darahnya. Dampak dari peningkatan kadar kolesterol dalam jangka panjang adalah dapat terjadi komplikasi pada semua tingkat sel dan semua tingkat anatomik. Komplikasi lain DM dapat berupa kerentanan berlebih terhadap infeksi dengan akibat mudahnya terjadi infeksi saluran kemih, tuberkulosis paru, dan infeksi kaki, yang kemudian dapat berkembang menjadi ulkus/gangren diabetes (Waspadji, 2007). Pengaruh Jinten Hitam terhadap Kadar Glukosa Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan penurunan glukosa darah dengan pemberian minyak jinten hitam 6 kapsul sehari selama dua minggu pada penderita DM tipe 2, hal ini sesuai dengan penjelasan Hawsawi et al. (2001) yang meneliti pengaruh berbagai dosis jinten hitam pada glukosa darah pada tikus albino. Hasilnya, tikus yang diobati dengan dosis 50 mg jinten hitam menunjukkan penurunan yang signifikan dalam glukosa darah hanya dalam durasi tujuh hari. Pengobatan dengan 100, 200 dan 300 mg / kg berat badan menghasilkan penurunan kadar glukosa darah dalam semua jangka waktu kecuali jangka waktu satu hari. Organ yang paling terlibat dalam kontrol glukosa darah adalah hati, pankreas dan otot. Kerusakan organ tersebut dapat merusak toleransi glukosa tubuh, tetapi peningkatan glukosa berkelanjutan selalu menyiratkan kegagalan sekresi insulin atau efektivitasnya. Dengan demikian penurunan glukosa darah yang dipengaruhi oleh pemberian jinten hitam, kemungkinan karena proses insulinotropik dan efek glukoneogenesis yang menurun, yang juga telah dilaporkan dalam beberapa studi [175] pada hewan dibetes tipe 2 sebagai model (Rchid et al, 2004;. Fararh et al, 2004;. Al- Awadi et al, 1991 dan El-Dakhakhny et al, 2002.). Biji jinten hitam juga kaya sterol, terutama betasitosterol, yang diketahui memiliki aktivitas anti kanker dan juga membantu dalam menyeimbangkan sistem hormonal (Badani, 2002). Tingkat glukosa darah mempengaruhi sekresi insulin, jika beban glukosa meningkat insulin disekresikan dalam jumlah besar dan sebaliknya. Hasil penelitian yang dilakukan pada individu normal melaporkan penurunan yang signifikan kadar glukosa darah setelah satu minggu konsumsi oral bubuk jinten hitam dengan dosis 2 gram / hari. Mereka juga mengamati bahwa tingkat glukosa naik lagi tetapi tetap tidak signifikan bawah baseline pada akhir dua minggu. Hal ini mungkin disebabkan oleh efek perlindungan terapi NSP dengan mengurangi stres oksidatif, mempertahankan keutuhan sel beta pankreas dan regenerasi parsial / proliferasi sel-sel Beta pankreas seperti yang dijelaskan oleh Kanter et.a
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks