JURNAL KEPERAWATAN. Volume 3, Nomor 2, Tahun 2013 ISSN :

Please download to get full document.

View again

of 26
40 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
Volume 3, Nomor 2, Tahun 2013 ISSN : JURNAL KEPERAWATAN Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Breast Care Terhadap Perilaku Pencegahan Bendungan Asi Pada Ibu Nifas di Rumah Bersalin Kasih Murni
Document Share
Document Transcript
Volume 3, Nomor 2, Tahun 2013 ISSN : JURNAL KEPERAWATAN Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Breast Care Terhadap Perilaku Pencegahan Bendungan Asi Pada Ibu Nifas di Rumah Bersalin Kasih Murni Tanjungpinang Faktor Faktor yang Berhubungan dengan Motivasi Mahasiswa S1 Tingkat IV Untuk Melanjutkan ke Profesi Ners Di Stikes Hang Tuah Tanjungpinang Pengaruh Kompres Panas Terhadap Penurunan Nyeri Kasus Low Back Pain pada Lansia Dirumah Bahagia Bintan Kelurahan Kawal Faktor- Faktor yang Berhubungan dengan Minat Membaca Mahasiswa Kesehatan Tanjungpinang Kepulauan Riau Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Pada Siswa Kelas I Dan Ii Sdn 04 Dan Sdn 010 Kelurahan Senggarang Tanjungpinang Pengaruh Buncis terhadap Penurunan Kadar Gula Darah pada Lansia Anggota Prolanis dengan Diabetes Mellitus Tipe II Di Puskesmas Batu X Tanjungpinang Tahun 2014 Hubungan Tingkat Stres Mahasiswa Prodi SI Dengan Perilaku Prokratinasi Akademik Di Stikes Hang Tuah Tanjungpinang Penerbit: Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang Kepulauan Riau, Indonesia JURNAL KEPERAWATAN STIKES HANG TUAH TANJUNGPINANG VOLUME 3 NOMOR 2 TAHUN 2013 PENELITIAN Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Breast Care Terhadap Perilaku Pencegahan Bendungan Asi Pada Ibu Nifas Di Rumah Bersalin Kasih Murni Tanjungpinang (Nur Meity Sulistia Ayu) Faktor Faktor Yang Berhubungan dengan Motivasi Mahasiswa S1 Tingkat IV Untuk Melanjutkan Keprofesi Ners Di Stikes Hang Tuah Tanjungpinang (Heri Priatna, Lili Sartika, Komala Sari) Pengaruh Kompres Panas Terhadap Penurunan Nyeri Kasus Low Back Pain pada Lansia di Rumah Bahagia Bintan Kelurahan Kawal (Endang Abdullah, Lidia Wati, Komala Sari) Faktor- Faktor Yang Berhubungan Dengan Minat Membaca Mahasiswa Kesehatan Tanjungpinang Kepulauan Riau (Soni Hendra Sitindaon, Meily Nirnasari, Umu Fadhilah, Ikha Rahardiantini) HAL Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Pada Siswa Kelas I Dan II SDN 04 Dan SDN 010 Kelurahan Senggarang Tanjungpinang (Ernawati, Lili Sartika) Pengaruh Buncis Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Lansia Anggota Prolanis Dengan Diabetes Mellitus Tipe II Di Puskesmas Batu X Tanjungpinang (Fitri Susilawati, Hotmaria Julia Dolok Saribu, Yunita) Hubungan Tingkat Stres Mahasiswa Prodi SI Dengan Perilaku Prokratinasi Akademik Di Stikes Hang Tuah Tanjungpinang (Irma Yuni, Eka Yusdiana, Zainudin, Tiara Angraini) JURNAL KEPERAWATAN STIKES HANG TUAH TANJUNGPINANG Terbit dua kali setahun pada bulan Januari dan Juli Penanggung Jawab : Heri Priatna Penasehat : Nur meity Sulistia Ayu Penyunting : Ketua : Ernawati Sekretaris : Rian Yuliana Bendahara : Ria Muazizah Penyunting Pelaksana : Wasis Pujiati Liza Wati Yusnaini Siagian Hotmaria Julia Dolok Pasaribu Linda Widiastuti Pelaksana Tata Usaha: Siti Halimah Cian Ibnu Sina Ummu Fadhilah Distribusi dan Pemasaran : Agus Bahtiar Ade Pardi Anas Fajri Alamat Redaksi: STIKES Hang Tuah Tanjungpinang Jl. Baru Km.8 atas Tanjungpinang Kepulauan Riau - Telp / Fax. (0771) PRAKATA Jurnal Keperawatan STIKES Hang Tuah Tanjungpinang berfungsi untuk memfasilitasi para penulis ilmiah keperawatan dan non keperawatan menghasilkan karya-karya terbaiknya melalui penulisan karya ilmiah untuk menambah pengetahuan dan wawasan keperawatan. Bertolak dari pandangan diatas maka Stikes Hang Tuah Tanjungpinang merasa perlu memberikan wadah bagi para dosen/peneliti dalam bidang keperawatan baik dari Stikes Hang Tuah Tanjungpinang maupun dari luar untuk turut menyebarluaskan hasil penelitiannya. Diharapkan Jurnal Keperawatan yang diterbitkan oleh Stikes Hang Tuah ini mampu menambah khasanah ilmu pengetahuan dalam bidang keperawatan dan menambah motivasi bagi para dosen-dosen yang lain agar melakukan penelitian. Pembaca yang budiman, semoga jurnal ini dapat menambah wawasan pengetahuan bagi pembaca. Kami mohon maaf bila ada kesalahan dan kekurangan dalam penulisan jurnal. Oleh karena itu tak lupa kami mohon saran dan kritik demi kelancaran penerbitan edisi jurnal keperawatan berikutnya. Tanjungpinang, Juli 2013 STIKES Hang Tuah Tanjungpinang Drs.Heri Priatna, SStFT,SKM, MM PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG BREAST CARE TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN BENDUNGAN ASI PADA IBU NIFAS DI RUMAH BERSALIN KASIH MURNI TANJUNGPINANG Nur Meity Sulistia Ayu 1 ABSTRAK Air susu ibu (ASI) merupakan nutrisi alamiah yang mengandung kebutuhan energi dan zat yang sangat baik bagi bayi. Kematian bayi baru lahir (usia di bawah 28 hari) di Indonesia dapat dicegah melalui pemberian ASI pada satu jam pertama setelah lahir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang breast care terhadap perilaku pencegahan bendungan ASI pada ibu nifas di Rumah Bersalin Kasih Murni tahun Jenis penelitian Quasi eksperimen dengan pre and post test without control dan sampel dengan teknik accidental sampling berjumlah 20 orang. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu perilaku pencegahan bendungan ASI sebelum diberikan pendidikan kesehatan didapatkan sebagian besar responden memiliki perilaku kurang sebanyak 16 orang (80%). Perilaku pencegahan bendungan ASI sesudah diberikan pendidikan kesehatan didapatkan sebagian besar responden memiliki perilaku baik sebanyak 12 orang (60%). Uji Wilcoxon menunjukkan bahwa ρ = 0,005 (ρ α = 0,05) yang menyimpulkan pendidikan kesehatan tentang breast care berpengaruh terhadap perilaku pencegahan bendungan ASI pada ibu nifas. Penelitian ini merekomendasikan agar pendidikan kesehatan mengenai breast care menjadi intervensi mandiri perawat yang harus diberikan pada ibu nifas guna mencegah terjadinya bendungan ASI. Kata kunci : Pendidikan kesehatan, Breast care, Perilaku ibu nifas, Pencegahan bendungan ASI ABSTRACT Mother milk (ASI) is a natural nutrition which contain energy s necessity and good substance for baby. Baby s new born death (under age 28 days) in Indonesia can prohibit with ASI s giving at the first hour after born. The purpose of this research is to knowing the effect of health education about breast care in behavior of ASI s dam prevention for postpartum in Kasih Murni s maternity home Tanjungpinang year The kind of this research is Quasy s experiment with pre and post test without control and 20 postpartums which using accidental s sampling technique. The hypotheses s test has used is Wilcoxon s test. The result of this research is behavior of ASI s dam prevention before health education has given from most of respondent that had behavior less of 8 peoples (80%). The behavior of ASI s dam prevention after gives health education get most of respondent that had good behavior about 6 peoples (60%). Wilcoxon test showed that ρ = (ρ α = 0.05), which concluded health education about breast care prevention dams affect the behavior of breastfeeding on postpartum mothers. This study recommends that health education about breast care nurses become independent intervention should be given to mothers to prevent post-partum breastfeeding dam. Key words : Health education, breast care, postpartum s behavior, ASI s dam 339 LATAR BELAKANG Air susu ibu (ASI) merupakan nutrisi alamiah yang mengandung kebutuhan energi dan zat yang sangat baik bagi bayi. ASI merupakan makanan satu-satunya yang paling sempurna untuk menjamin tumbuh kembang bayi, menunjang perkembangan kognitif, emosi, spiritual yang baik, dan memperkuat ikatan batin antara ibu dan anak. Pemberian ASI selama enam bulan pertama tanpa diberikan makanan pendamping apapun disebut ASI ekslusif. Pemberian ASI ekslusif serta proses menyusui yang benar merupakan sarana yang dapat diandalkan untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Terkait dengan hal ini, ada suatu hal yang sangat disayangkan, yakni rendahnya pemahaman ibu, keluarga dan masyarakat mengenai pentingnya ASI bagi bayi. Akibatnya program pemberian ASI tidak berlangsung secara optimal. Organisasi kesehatan sedunia World Health Organization (WHO) menyatakan pemberian ASI ekslusif hingga usia enam bulan bisa mencegah kematian lebih dari 200 ribu bayi setiap tahun. Data menunjukkan dari 10 anak di dunia hanya 4 anak yang saat ini memperoleh ASI ekslusif. Menurut penelitian WHO menunjukkan banyak perempuan putus asa dalam memberikan ASI dan menggunakan susu formula sebagai penggantinya. Penelitian ini juga menunjukkan hanya 1 dari 5 negara di dunia yang benarbenar menerapkan aturan pemberian ASI ekslusif. WHO menyatakan jika setiap negara mampu menerapkan peraturan pemberian ASI selama enam bulan pertama, maka akan dapat menyelamatkan 220 nyawa bayi setiap tahunnya. Menurut Soetjiningsih dalam Rosmha (2013), berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2006 dan 2007 lebih dari 95% ibu pernah menyusui bayinya, tetapi ibu yang menyusui dalam satu jam pertama cenderung menurun yaitu hanya 8% pada tahun 2006 dan 3,7% pada tahun Ditegaskan oleh dr. Utami Roesli bahwa sekitar kematian bayi baru lahir (usia di bawah 28 hari) di Indonesia dapat dicegah melalui pemberian ASI pada satu jam pertama setelah lahir. Riset kesehatan dasar (Riskesdas) menunjukkan cakupan ASI pada bayi di Indonesia hanya 42%. Angka ini jelas berada di bawah target WHO yang mewajibkan cakupan ASI hingga 50%. Data Riskesdas pada tahun 2007 menunjukkan kenaikan yaitu 32%, tetapi tetap saja cakupan ASI tahun ini masih memprihatinkan. Kenaikan 340 cakupan ASI pertahun hanya berkisar 2% dan angka kelahiran di Indonesia mencapai 4,7 juta jiwa pertahun, maka bayi yang memperoleh ASI selama 6 bulan hingga 2 tahun tidak mencapai dua juta jiwa. Kesehatan dan kemauan ibu untuk menyusui bayinya setelah persalinan dapat mempengaruhi cakupan ASI secara optimal. Ada sebagian ibu mengalami masalah dalam proses menyusui, sehingga menghambat proses menyusui. Salah satu masalah dalam proses menyusui yaitu terjadinya pembengkakan payudara disertai rasa nyeri dikarenakan saluran ASI yang tersumbat. ASI tidak dikeluarkan dan tidak disusui oleh bayi mengakibatkan payudara mengalami bendungan ASI. Setelah muncul masalah tersebut, ibu tidak mengetahui jelas tentang kondisi serta apa yang harus mereka lakukan. Berdasarkan penelitian Ratna Murniati tahun 2012, masalah bendungan ASI di Indonesia paling banyak terjadi pada ibu-ibu pekerja. Kesibukan keluarga dan pekerjaan yang membuat ibu tidak memberikan ASI pada bayinya. ASI yang tersimpan penuh di payudara akan mengakibatkan bendungan. Data di salah satu puskesmas daerah Semarang menunjukkan dari 157 orang terdapat 45 orang (28,6%) kasus ibu menyusui dengan bendungan ASI. Hal ini disebabkan karena masih relatif rendahnya kesadaran ibu untuk memberikan ASI dan mencegah terjadinya masalah dalam proses menyusui. Pada masa nifas dibutuhkan upaya untuk mencegah masalah bendungan ASI. Upaya yang perlu diketahui yaitu dengan melakukan perawatan payudara (breast care). Melakukan perawatan payudara selain berguna untuk mencegah masalah dalam proses menyusui, juga berguna untuk menjaga kesehatan dan keindahan payudara ibu. Hasil penelitian Ratna Murniati tahun 2012 menyatakan bahwa ibu nifas melakukan praktik breast care dengan tidak baik sebanyak 21 responden (65,6%). Ibu nifas yang melakukan praktik breast care dengan baik sebanyak 11 responden (34,4%). Berdasarkan data dari Puskesmas Batu X Tanjungpinang, jumlah ibu nifas tahun 2013 di Kelurahan Pinang Kencana yaitu 597 orang dan dari data tersebut, termasuk di dalamnya 279 orang ibu nifas terbanyak berasal dari RB (Rumah Bersalin) Kasih Murni Tanjungpinang. Studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti pada bulan Februari 2014, peneliti melakukan wawancara terbuka pada ibu yang bersalin di RB Kasih Murni Tanjungpinang. Peneliti menggunakan orang ibu nifas sebagai responden. Hasil dari 20 orang responden, didapatkan 14 orang ibu yang menyusui mengalami bendungan ASI dan tidak melakukan pencegahan sebelumnya dengan perilaku perawatan payudara (breast care). Sebagian dari responden mengatakan kurang mendapatkan informasi atau pendidikan kesehatan tentang perawatan payudara sesudah bersalin untuk mencegah terjadinya bendungan ASI. Berdasarkan wawancara yang dilakukan peneliti terhadap pihak RB Kasih Murni, ada beberapa ibu nifas yang berkunjung dengan keluhan nyeri payudara saat menyusui. Menurut Prawirohardjo (2007) faktor penyebab masalah dalam proses menyusui termasuk di dalamnya adalah tingkat pendidikan dan kurangnya informasi kesehatan tentang perawatan payudara. Pemberian pendidikan kesehatan ditujukan pada ibu nifas. Informasi ini berguna untuk memotivasi ibu melakukan perawatan payudara sendiri setelah persalinan. Pendidikan kesehatan yang diberikan yaitu tentang teknik breast care yang baik, mencegah terjadinya bendungan ASI, cara menyusui yang benar, dan hal-hal lain yang erat hubungannya dengan proses menyusui. Berdasarkan uraian permasalahan di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai Pengaruh Pendidikan Kesehatan tentang Breast Care terhadap Perilaku Pencegahan Bendungan ASI pada Ibu Nifas di RB Kasih Murni tahun BAHAN DAN METODE PENELITIAN Desain penelitian adalah model atau metode yang digunakan peneliti untuk melakukan suatu penelitian yang memberikan arah terhadap jalannya penelitian. Desain penelitian ditetapkan berdasarkan tujuan dan hipotesis penelitian. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Quasi eksperimen dengan desain penelitian pre and post test without control. Desain penelitian ini tidak menggunakan kelompok kontrol, peneliti hanya melakukan intervensi pada satu kelompok saja. Efektifitas perlakuan dinilai dengan cara membandingkan nilai post test dengan pre test. Populasi ibu nifas tahun 2013 di RB Kasih Murni berjumlah 279 orang. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik accidental sampling yaitu dengan sampel pada penelitian ini berjumlah 20 orang responden ibu nifas. Penelitian ini dilakukan selama 6 bulan pada Oktober 2013 s/d April Pada setiap responden diberikan intervensi berupa pendidikan kesehatan melalui ceramah, leaflet dan alat peraga. 342 Alat yang digunakan dalam pengumpulan data adalah kuesioner yang memuat 11 pertanyaan terstruktur untuk menilai perilaku ibu nifas. Penilaian kuesioner dengan jawaban yang benar diberi nilai 1 (satu) dan jawaban yang salah diberi nilai 0 (nol). Kuesioner memuat pertanyaan yang berisikan tentang perilaku ibu dalam melakukan perawatan payudara dan melakukan pengosongan payudara dengan benar. Peneliti melakukan uji validitas dengan 20 pertanyaan yang diberikan kepada 20 responden ibu nifas di wilayah Kelurahan Pinang Kencana dan diperoleh 11 pertanyaan yang valid. Jadi jumlah pertanyaan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah 11 pertanyaan dengan nilai r hitung r tabel 0,361. Uji reliabilitas dilakukan dengan uji Alpha Cronbach. Instrumen disebut reliable apabila didapatkan nilai alfa (α) 0,60 (Dempsey, 2002). Peneliti melakukan uji reliabilitas kuesioner dan hasil nilai α (0,733). Peneliti menggunakan pemberian kode pada data untuk memudahkan pengelompokan dan klasifikasi. Hasil jawaban dengan menggunakan kode yaitu kode 3 masuk dalam kategori perilaku baik ( 75%), kode 2 yaitu kategori cukup (50 75%), dan kode 1 yaitu kategori kurang ( 50%). No HASIL PENELITIAN A. Hasil Analisis Univariat Setelah data diolah dan dilakukan analisa univariat untuk mengetahui distribusi perilaku pencegahan bendungan ASI dengan pemberian pendidikan kesehatan tentang breast care pada ibu nifas, dapat dilihat seperti pada tabel 1 berikut ini : Tabel 1 Distribusi Frekuensi Responden dengan Perilaku Pencegahan Bendungan ASI Sebelum dan Sesudah Diberikan Pendidikan Kesehatan di RB Kasih Murni Tanjungpinang Tahun 2014 Perilaku Pencegahan Bendungan ASI Pre test Post test F % F % 1 Kurang Cukup Baik Jumlah Berdasarkan Tabel 1 distribusi frekuensi perilaku pencegahan bendungan ASI sebelum diberikan pendidikan kesehatan menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki perilaku kurang sebanyak 16 orang (80%), sedangkan perilaku pencegahan bendungan ASI sesudah diberikan pendidikan kesehatan 343 didapatkan sebagian besar responden memiliki perilaku baik yaitu 12 orang (60%). B. Hasil Analisis Bivariat Analisa bivariat untuk menunjukkan adanya pengaruh pendidikan kesehatan tentang breast care (variabel independen) terhadap perilaku pencegahan bendungan ASI pada ibu nifas (variabel dependen). Pada analisis ini dilakukan uji kenormalan data dengan melihat hasil test of normality Shapiro-wilk diperoleh hasil nilai kemaknaan untuk kedua kelompok data pre test 0,000 dan post test 0,002 maka data tidak berdistribusi normal (ρ 0,05). Analisis pengaruh pendidikan kesehatan tentang breast care terhadap perilaku pencegahan bendungan ASI dapat dilihat pada tabel 2 berikut ini : Berdasarkan Tabel 2 analisis pengaruh pendidikan kesehatan tentang breast care terhadap perilaku pencegahan bendungan ASI menunjukkan bahwa sebelum diberikan pendidikan kesehatan sebagian besar responden memiliki perilaku kurang sebanyak 16 orang (80%), sedangkan sesudah diberikan pendidikan kesehatan didapatkan sebagian besar responden memiliki perilaku baik yaitu 12 orang (60%). Hasil statistik yang telah dilakukan dengan menggunakan uji Wilcoxon dan diperoleh nilai kemaknaan dengan nilai ρ = 0,005. Tabel 2 Analisis Pengaruh Sebelum dan Sesudah Pendidikan Kesehatan tentang Breast Care terhadap Perilaku Pencegahan Bendungan ASI pada Ibu Nifas di RB Kasih Murni Tanjungpinang Tahun 2014 Pendidikan Kesehatan Pre test 1 6 Post test 2 Statistik ( ρv ) Perilaku Pencegahan Bendungan ASI Kurang Cukup Baik F F % , PEMBAHASAN A. Analisis Univariat Berdasarkan hasil dari penelitian menunjukkan bahwa 80% perilaku pada ibu nifas untuk melakukan pencegahan bendungan ASI termasuk dalam kategori kurang. Menurut Notoatmodjo (2007), perilaku manusia adalah semua kegiatan atau aktivitas yang dapat diamati langsung maupun yang tidak dapat diamati oleh pihak luar. Aktivitas manusia yang timbul juga dapat dipengaruhi adanya stimulus atau rangsangan, baik dalam dirinya sendiri (internal) maupun dari luar individu (eksternal). Jumlah 344 Menurut peneliti, perilaku pencegahan bendungan ASI yang dilakukan oleh ibu nifas tersebut dapat dibentuk ke arah yang lebih baik dengan cara pemberian pendidikan kesehatan. Berdasarkan teori yang telah dijelaskan di atas bahwa stimulus untuk mengubah perilaku manusia menjadi perilaku yang baik juga dapat dirangsang oleh faktor eksternal. Pemberian pendidikan kesehatan adalah termasuk salah satu cara stimulus yang berasal dari luar individu. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa perubahan perilaku yang dilakukan oleh ibu nifas ke arah yang lebih baik masih dapat dipengaruhi dengan cara memberikan informasi kesehatan. Berdasarkan hasil dari penelitian menunjukkan 60% perilaku pencegahan bendungan ASI yang dilakukan oleh ibu nifas termasuk dalam kategori baik. Pada tahap evaluasi, peneliti juga melakukan wawancara kepada responden bahwa perubahan perilaku yang terjadi pada ibu nifas ini karena adanya penambahan informasi kesehatan yang lebih baik. Hasil penelitian ini didukung oleh teori Green dalam Noorkasiani (2009), bahwa bentuk perubahan perilaku dipengaruhi oleh salah satu faktor pendukung yaitu pendidikan kesehatan. Pemberian informasi kesehatan yang baik akan menghasilkan perubahan perilaku yang positif dari diri seseorang. Perubahan perilaku juga dapat dipengaruhi oleh salah satu faktor lain yaitu sikap ibu yang telah menyadari akan pentingnya melakukan perilaku pencegahan sejak dini untuk menghindari dari masalah-masalah kesehatan yang ada selama proses menyusui. Ibu yang telah mendapatkan pendidikan kesehatan yang baik, akan merespon dirinya sendiri untuk menerapkan perilaku kesehatan ke arah yang lebih baik lagi. Menurut Nursalam (2008), pendidikan kesehatan adalah suatu proses yang direncanakan dengan sadar untuk menciptakan peluang bagi individuindividu untuk senantiasa belajar. Hal ini menjadikan suatu proses perkembangan atau perubahan ke arah yang lebih tahu dan lebih baik. Pemberian pendidikan kesehatan juga bertujuan untuk membangun kesadaran
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks