Jurnal-INTEGRITAS-Volume-3-No-2-tahun-2017-06

Please download to get full document.

View again

of 26
104 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
Hubungan antara Pola Konsumsi, Intensitas Diskusi tentang Berita Korupsi terhadap Partisipasi Politik Konstituen Pilkada DKI Jakarta 2017
Document Share
Document Transcript
  Hubungan Antara Pola Konsumsi dan Intensitas Diskusi Berita Korupsi Terhadap Partisipasi Politik Konstituen Pilkada DKI Jakarta 2017 157 Volume 3 Nomor 2 - Desember 2017 Hubungan Antara Pola Konsumsi dan Intensitas Diskusi Berita Korupsi Terhadap Partisipasi Politik Konstituen Pilkada DKI Jakarta 2017 Melisa Indriana Putri Universitas Pertaminamelisaiputri@gmail.com  p-ISSN : 2477-118X A b s t r a k   Perjuangan pemberantasan korupsi di Indonesia telah menjadi  perjalanan panjang yang hingga kini masih menjadi perhatian ban-yak pihak. Media menjadi salah satu pihak yang memiliki kapasitas untuk mengawal aparat dalam menumpas tindakan tidak beretika tersebut. Korupsi kerap kali bersanding dengan sektor politik yang dapat ditunjukkan melalui tema-tema berita di beberapa media dar-ing terpopuler seperti detik.com, republika.co.id, tribunnews.com, kompas.com, dan viva.co.id. Selama setahun sebelum dihelatnya  Hubungan Antara Pola Konsumsi dan Intensitas Diskusi Berita Korupsi Terhadap Partisipasi Politik Konstituen Pilkada DKI Jakarta 2017 158 Volume 3 Nomor 2 - Desember 2017 Pilkada DKI Jakarta 2017, pemberitaan di berbagai kanal media dengan kompak menampilkan kasus korupsi yang melibatkan na-ma-nama seperti Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Sylviana Murni, dan Anies Baswedan. Ketiga sosok tersebut sama-sama melaju ke Pilkada DKI Jakarta 2017. Hasil analisis isi terhadap konten berita korupsi pada lima kanal berita daring tersebut menunjukkan bahwa Ahok menjadi sosok yang paling banyak disebut pada berita-berita kasus korupsi. Namun, hasil Pilkada putaran pertama berhasil di-menangkan oleh Ahok-Djarot. Efek media yang memiliki pengaruh kuat pada khalayak menjadi perlu dicermati kembali. Penelitian ini juga bertujuan untuk menjelaskan hubungan faktor-faktor se-lain faktor media yang memiliki kaitan dengan partisipasi politik warga DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan paradigma positi-vis dengan pendekatan survei. Populasi penelitian mencakup semua masyarakat yang terdata pada Daftar Pemilih Tetap dalam Pilkada Jakarta 2017 yang sekaligus pernah mengonsumsi berita-berita tersebut. Penarikan sampel dilakukan dengan teknik cluster random  sampling   dengan batas kelonggaran 10% sehingga diperoleh 100 orang responden. Variabel dan kategori diturunkan dari Teori Uses and Gratication  yang kemudian dianalisis menggunakan Kendall’s Tau. Penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan antara intensitas diskusi berita korupsi paslon dengan partisipasi politik konstituen lebih kuat dari pada hubungan antara pola konsumsi berita korupsi  paslon dengan partisipasi politik konstituen. Para konstituen cend-erung lebih memercayai informasi yang bersumber dari orang-orang terdekat mereka. Penelitian ini merekomendasikan, media tidak cukup dalam memainkan peran sebagai agen antikorupsi, karena orang-orang terdekat konstituenlah yang memiliki kekuatan paling  besar dalam memengaruhi pandangan khalayak mengenai korupsi secara umum maupun kasus korupsi yang dilekatkan oleh media ter-hadap para paslon.  Kata Kunci: Berita Korupsi, Media Daring, Pilkada DKI Jakar-ta, Uses and Gratication.  Hubungan Antara Pola Konsumsi dan Intensitas Diskusi Berita Korupsi Terhadap Partisipasi Politik Konstituen Pilkada DKI Jakarta 2017 159 Volume 3 Nomor 2 - Desember 2017 A b s t r a c t   Combating corruption in Indonesia has been a crucial concern among the people. Media becomes one of the crucial factors in the  ght against corruption effectively. Corruption has long become a  political issue which can be identied through the news in some of the most famous online media such as detik.com, republika.co.id, tri- bunnews.com, kompas.com, and viva.co.id. A year before the 2017  DKI Jakarta Gubernatorial Election, media coverage on various media channels published corruption issues involving gubernatorial candidates such as Basuki Tjahaja Purnama, Sylviana Murni, and  Anies Baswedan. The three gures are running for Governor and Vice Governor to DKI Jakarta Gubernatorial Election 2017 with their political partner. The result of content analysis on corruption news among ve daring news channels shows that the Ahok’s name has been most mentioned in the corruption news before the election.  However, Ahok-Djarot won the rst round of the election. That in -dicates that we need to rethink whether the media messages have a  powerful effect on their audience. This research also aims to explain the relationship of other factors that have relevance to the political  participation of DKI Jakarta citizens. This study describes reality through positivistic paradigm with survey approach. The population includes all the registered Voters in the DKI Jakarta Gubernato- rial Election 2017 which once consumed the news. Cluster random  sampling technique determined sampling in margin error of 10% to obtain 100 respondents. Variables and categories are derived from Uses and Gratication theory and then analyzed using Kendall’s Tau. This study shows the strong relationship between the intensity of corruption news discussion activities with the political participa-tion of voters. The relationship between the consumption of corrup-tion news with political participation of citizens is not stronger than the previous variable. In the end, this research recommends that the media insufcient in playing its role as an anti-corruption agent be - cause the people nearby to constituents are the ones who have the  greatest inuence.  Hubungan Antara Pola Konsumsi dan Intensitas Diskusi Berita Korupsi Terhadap Partisipasi Politik Konstituen Pilkada DKI Jakarta 2017 160 Volume 3 Nomor 2 - Desember 2017  Keywords: Corruption News, DKI Jakarta Gubernatorial Elec- tion, Online Media, Uses and Gratication. P e n d a h u l u a n   Kasus korupsi di Indonesia menjadi masalah yang mengakar kuat dan belum kunjung usai hingga kini. Tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia masih rendah. Lem- baga Indonesia Network Election Survey (INES) menemukan bah-wa 94,8 persen masyarakat Indonesia belum puas dengan kinerja  penegakan hukum dan pemberantasan korupsi yang telah dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan, Kepolisian, serta Kehakiman. Hasil survei tersebut juga menunjukkan bahwa masyarakat tidak puas dengan lemahnya efek jera dalam penanga-nan kasus korupsi di berbagai sektor, termasuk sektor politik (Wibi-sono, 2012). Indonesian Corruption Watch (ICW) berhasil memantau data ka-sus korupsi di Indonesia pada tahun 2014. Fakta yang ditunjukkan melalui data-data tersebut adalah adanya 629 kasus korupsi yang melibatkan 1.328 orang tersangka hingga menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 5,29 triliun. Pada kesempatan lain, Lembaga Transparency   International (TI) yang berbasis di Berlin merilis data Corruption Perception Index (Indeks Persepsi Korupsi-IPK) pada tahun 2015 yang melibatkan 168 negara. Berdasarkan data terse- but, Indonesia menduduki peringkat 88. Hal tersebut menunjukkan adanya efektivitas dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi di Indonesia. Namun, level Indonesia dalam survei tersebut masih  belum mencapai target pemerintah dan berada di bawah IPK rata- rata negara Asia Pasik dan Asia Tenggara. Hal ini berarti bahwa kasus korupsi di Indonesia masih perlu mendapat perhatian berbagai  pihak serta didukung dengan langkah-langkah inovatif dan preventif untuk mereduksi berbagai upaya yang menimbulkan tindakan ko-rupsi (Anugerah, 2016; indonesia-investments.com, 2017; tempo.co, 2016).
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks