Jurnal Akuntansi. Vol 4 No. 2 Juli 2017 p-issn e-issn

Please download to get full document.

View again

of 14
24 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
PENGARUH KARAKTERISTIK KOMITE AUDIT DAN KUALITAS AUDIT TERHADAP PROFITABILITAS PERUSAHAAN (Studi Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di BEI Periode ) Roza Mulyadi Universitas Ageng Tirtayasa
Document Share
Document Transcript
PENGARUH KARAKTERISTIK KOMITE AUDIT DAN KUALITAS AUDIT TERHADAP PROFITABILITAS PERUSAHAAN (Studi Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di BEI Periode ) Roza Mulyadi Universitas Ageng Tirtayasa ABSTRAK Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh karakteristik komite audit dan kualitas audit terhadap profitabilitas perusahaan. Profitabilitas perusahaan yaitu sebagai variabel dependen diukur dengan menggunakan ROA (Return on Assets). Sementara karakteristik komite audit sebagai variabel independen terdiri dari ukuran komite audit yang diukur dengan jumlah anggota komite audit, komposisi komite audit diukur dengan persentase anggota komite audit yang independen terhadap jumlah seluruh anggota komite audit, frekuensi pertemuan komite audit di ukur dengan jumlah pertemuan atau rapat yang diadakan pertahun, dan kemampuan komite audit diukur dengan jumlah anggota yang memiliki pengetahuan keuangan. Variabel independen yang terakhir yaitu kualitas audit diukur dengan variabel dummy yaitu jika perusahaan perbankan menggunakan KAP BIG 4 nilainya 1 dan KAP non BIG 4 nilainya 0. Sampel yang digunakan adalah perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode Metode pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling. Jenis data yang dipakai adalah data sekunder. Dalam penelitian ini, dari total sampel sebanyak 155, hanya 100 sampel yang dapat memenuhi persyaratan sampel yang diperlukan. Berdasarkan hasil dari pengujian hipotesis, ditemukan bahwa ukuran komite audit, komposisi komite audit, dan kualitas audit berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas perusahaan. Sedangkan frekuensi pertemuan komite audit dan kompetensi komite audit tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas perusahaan. Kata kunci : profitabilitas perusahaan, karakteristik komite audit, dan kualitas audit Latar Belakang Penelitian Banyak perusahaan dalam negeri yang juga mengalami hilangnya profitabilitas. Salah satunya yaitu terjadi pada perusahaan PT. Bank Permata Tbk. Hal ini dikarenakan buruknya kinerja perusahaan di bidang perbankan tersebut sampai semester dengan kerugian bersih sebesar Rp 836 miliar. Kinerja bank berkode emiten BNLI ini berbanding terbalik dengan semester yang untung Rp 837 miliar. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi, penyebab kerugian Bank Permata karena beban operasional yang naik 73,12% yoy menjadi Rp 5,26 triliun. Selain itu, pendapatan bunga bersih juga mengalami penurunan sebesar 1,51% yoy (Kontan.co.id, 2016). Buruknya kinerja perusahaan PT. Bank Permata Tbk tersebut dikarenakan kurangnya memperketat pengawasan terhadap risiko perusahaan. Hal itu bisa diatasi dengan menerapkan tata kelola perusahaan yang baik dengan cara dibentuknya komite audit perusahaan. Selain itu, auditor eksternal juga dibutuhkan untuk mengawasi perusahaan serta mengurangi terjadinya kecurangan sehingga kinerja yang dihasilkan perusahaan akan terus meningkat. Dalam hal ini, komite audit ikut berperan dalam mewujudkan Good Corporate Governance, seperti yang telah diatur dalam Kep339/BEJ/ menyatakan bahwa dalam rangka penyelenggaraan pengelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), perusahaan tercatat wajib memiliki komite audit. Menurut Peraturan OJK Nomor. 55/POJK.03/2016 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Umum menyatakan bahwa anggota komite audit paling kurang terdiri dari seorang komisaris independen, seorang dari Pihak Independen yang memiliki keahlian di bidang keuangan atau akuntansi, dan seorang dari Pihak Independen yang memiliki keahlian di bidang hukum atau perbankan.komite audit memiliki karakteristik yang terdiri dari ukuran komite audit, komposisi komite audit, frekuensi pertemuan komite audit dan kompetensi komite audit. Karakteristik tersebut mempunyai peran penting dalam 22 J u r n a l A k u n t a n s i meningkatkan profitabilitas serta kualitas laporan keuangan. Selain itu, profitabilitas perusahaan juga dapat dipengaruhi oleh kualitas audit dari auditor eksternal. Hasil audit dari auditor eksternal yang handal akan di gunakan oleh investor untuk dijadikan dasar keputusan alokasi sumber daya perusahaan. Ketika investor memiliki keyakinan dan kepercayaan dalam laporan keuangan yang telah diaudit oleh auditor eksternal, maka mereka tertarik untuk memberikan dana lebih pada perusahaan itu yang pada akhirnya akan menghasilkan peningkatan pada kinerja keuangan. Ketika kinerja keuangan meningkat, maka profitabilitas perusahaan juga naik. Berikut merupakan hasil dari beberapa penelitian mengenai hubungan karakteristik komite audit, kualitas audit terhadap profitabilitas perusahaan. Fulop (2013) yang menyatakan jumlah anggota komite audit dapat mempengaruhi kinerja perusahaan. Ketika kinerja suatu perusahaan baik, maka perusahaan dapat meningkatkan profitabilitas. Pendapat tersebut di tolak oleh Aryan (2015) yang mengatakan bahwa ukuran komite audit tidak dapat mempengaruhi profitabilitas perusahaan. Pendapat tersebut didukung oleh beberapa peneliti seperti Fulop (2013) dan Narwal et. al (2015). Karakteristik yang kedua yaitu komposisi komite audit, namun tidak dapat meningkatkan profitabilitas perusahaan. Seperti yang sudah ditemukan Aryan (2015) yang menyatakan bahwa komposisi komite audit tidak dapat mempengaruhi profitabilitas perusahaan karena direktur noneksekutif tidak memainkan peran apapun untuk meningkatkan laba perusahaan. tapi pendapat tersebut ditolak oleh Fulop (2013) menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif komposisi komite audit terhadap profitabilitas perusahaan. Karakteristik yang ketiga yaitu frekuensi pertemuan komite audit dapat mempengaruhi profitabilitas perusahaan. Aryan (2015) menyatakan bahwa frekuensi pertemuan komite audit dapat mempengaruhi profitabilitas perusahaan. Penelitian tersebut tidak konsisten, AlMatari (2012) dan Fulop (2013) berpendapat lain. Para peneliti tersebut menyatakan bahwa pertemuan komite audit tidak dapat mempengaruhi profitabilitas perusahaan. Karakteristik yang keempat yaitu kompetensi komite audit dapat meningkatkan profitabilitas perusahaan. Sesuai dengan penelitian Amer, et. al (2014) bahwa kompetensi komite audit berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Ketika kinerja perusahaan baik maka perusahaan akan lebih mudah dalam meningkatkan profitabilitas. Pendapat tersebut di bantah oleh hasil penelitian Wulandari (2011), Fulop (2013) dan Aryan (2015) menyatakan bahwa kompetensi komite audit tidak dapat mempengaruhi profitabilitas perusahaan. Hal ini didukung oleh Lisic (2011) dalam Hamdan, et al (2013) menyatakan bahwa memiliki seorang komite audit yang ahli di bidang keuangan, tidak secara otomatis dapat mewujudkan pengawasan yang lebih efektif. Pengawasan efektif sesungguhnya bergantung pada manajemen puncak. Jika manajemen puncak ikut melakukan pengawasan maka pengawasan akan lebih efektif. Dengan begitu akan lebih mudah tercapai tujuan suatu perusahaan salah satunya tujuan untuk meningkatkan profitabilitas.dan yang terakhir yaitu kualitas audit. akan tetapi, kualitas audit tidak dapat meningkatkan profitabilitas seperti yang di temukan oleh Aryan (2015). Pendapat lain seperti Farouk (2014) menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh kualitas audit terhadap kinerja keuangan. Ketika kinerja keuangan naik maka profitabilitas perusahaan juga akan meningkat. Merawati dan Hatta (2014) menyimpulkan bahwa secara parsial terdapat pengaruh kualitas audit terhadap profitabilitas perusahaan. Dengan adanya kualitas audit yang baik dari auditor eksternal maka perusahaan dapat meminimalisir terjadinya kecurangan atau prilaku oportunistik. Jika prilaku oportunistik dapat diatasi maka akan mempengaruhi peningkatan pada kinerja suatu perusahaan. Ketika kinerja perusahaan dapat meningkat maka profitabilitas perusahaan akan baik Kerangka Teoritis Teori Agensi Teori keagenan dikemukakan oleh Michael C. Jensen dan William H. Meckling (1976). Teori keagenan merupakan sebuah teori yang membahas hubungan pemilik (principal) dengan manajer (agent). Teori keagenan ini menjelaskan hubungan kontraktual antara manajer (agent) dengan pemilik (principal). Pemilik perusahaan memberikan kewenangan pengambilan 23 J u r n a l A k u n t a n s i keputusan kepada manajer sesuai dengan kontrak kerja.pemilik yang tidak mampu mengelola perusahaannya sendiri menyerahkan tanggung jawab operasional perusahaannya kepada manajer sesuai dengan kontrak kerja. Manajer sebagai agent bertanggung jawab menjalankan perusahaan sebaik mungkin untuk menjalankan kegiatan operasi dan meningkatkan laba perusahaan. Sementara pihak principal melakukan kontrol terhadap kinerja manajer untuk memastikan operasional perusahaan dikelola dengan baik. Eisenhard (dalam Arifin, 2005), membagi teori keagenan menjadi 3 (tiga) buah asumsi yaitu: asumsi tentang sifat manusia, asumsi tentang keorganisasian, dan asumsi tentang informasi. Asumsi tentang sifat manusia menjelaskan bahwa manusia memiliki sifat untuk mementingkan diri sendiri (self interest), memiliki keterbatasan rasionalitas (bounded rationality), dan tidak menyukai risiko (risk aversion) (Arifin, 2005). Asumsi keorganisasian menjelaskan konflik antar anggota organisasi, efisiensi sebagai kriteria produktivitas, dan adanya Asymmetric Information (AI) antara pemilik perusahaan dan manajemen. Asumsi tentang informasi adalah konsep yang menjelaskan bahwa informasi merupakan sebuah komoditi. Informasi yang tidak seimbang dapat menyebabkan masalah bagi prinsipal dalam mengontrol dan memonitor kinerja agen. Jensen dan Meckling (1976) menjelaskan dua permasalahan yang muncul akibat asimetri informasi. Asimetri yang terjadi antara prinsipal dengan agen akan membuka peluang bagi pihak agen untuk melakukan aktivitas yang bertujuan memperoleh keuntungan pribadi. Bukhori (2012) menjelaskan bahwa semakin tinggi asimerti informasi antara manajer dengan pemilik yang mendorong pada tindakan manajemen laba oleh manajemen akan memicu semakin tingginya biaya keagenan (agency cost). Posisi tawar antara prinsipal dengan agen membuat pengambilan keputusan pada perusahaan seringkali menghasilkan keputusan yang bertolak belakang. Prinsipal sebagai pemilik perusahaan memiliki kewenangan dalam mengambil keputusan perusahaan sedangkan agen selaku pelaksana operasional perusahaan menguasai informasi tentang operasi dan kinerja perusahaan. Adanya posisi, fungsi, kepentingan, dan latar belakang prinsipal dan agen yang berbeda dan saling bertolak belakang namun saling membutuhkan ini, mau tidak mau dalam praktiknya akan menimbulkan pertentangan dengan saling tarik menarik kepentingan dan pengaruh antara satu sama lain (Arifin, 2005). Agen berperan sebagai penyedia informasi bagi prinsipal dalam pengambilan keputusan. Agen dapat melakukan upaya sistematis yang dapat menghambat prinsipal dalam pengambilan keputusan strategis melalui penyediaan informasi yang tidak transparan. Sedangkan prinsipal selaku pemilik modal bertindak semaunya ataupun sewenangwenang karena ia merasa sebagai pihak yang paling berkuasa dan penentu keputusan dengan wewenang yang tak terbatas. Perbedaan cara bepikir antara prinsipal dengan agen yang terjadi menyebabkan pertentangan yang semakin tajam sehingga menyebabkan konflik yang berkepanjangan yang pada akhirnya merugikan semua pihak (Arifin, 2005).Menurut Arifin (2005) dalam konsep Agency Theory, manajemen sebagai agen semestinya on behalf of the best interest of the shareholders, akan tetapi tidak tertutup kemungkinan manajemen hanya mementingan kepentingannya sendiri untuk memaksimalkan utilitas. Manajemen yang melakukan aktivitas operasi yang tidak menguntungkan perusahaan dalam jangka panjang dapat merugikan kepentingan perusahaan. Kecurangan yang dilakukan oleh pihak manajemen dalam rangka memperoleh keuntungan pribadi dapat mengganggu aktivitas perusahaan dan profitabilitas perusahaan secara keseluruhan. Perbedaan kepentingan antara prinsipal dan agen inilah disebut dengan Agency Problem yang salah satunya disebabkan oleh adanya Asymmetric Information (Arifin, 2005).Untuk mengatasi perbedaan penelitian antara prinsipal dan agen, Keberadaan komite audit penting dalam memoderasi perilaku tim manajemen yang preferensi yaitu dalam memilih suatu alternatif atau keputusan yang memaksimalkan pribadi mereka daripada kepentingan perusahaan. Oleh karena itu, komite audit yang efektif dan efisien diperlukan untuk menyelesaikan konflik tersebut dan untuk menjaga kinerja yang baik (Ainudin dan Abdullah, 2001 dalam Rahmat et al., 2008) 24 J u r n a l A k u n t a n s i Profitabilitas Profitabilitas merupakan kemampuan suatu perusahaan untuk mendapatkan laba (keuntungan) dalam suatu periode tertentu. Pengertian yang sama disampaikan oleh Husnan (2001) bahwa Profitabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan keuntungan (profit) pada tingkat penjualan, aset, dan modal saham tertentu. Sedangkan Menurut Michelle & Megawati (2005) Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan menghasilkan laba (profit) yang akan menjadi dasar pembagian dividen perusahaan. Menurut Wicaksono (2014) profitabilitas menunjukkan kinerja suatu perusahaan untuk menghasilkan keuntungan sehingga dapat berpengaruh pada pembuatan keputusan investasi. Artinya, semakin baik kinerja keuangan yang dimiliki investor perusahaan, maka akan memiliki kepercayaan yang tinggi untuk mengungkapkan tanggung jawab sosialnya. Menurut Jati (dalam Widianto, 2011) tingkat profitabilitas yang tinggi pada perusahaan akan meninkatkan daya saing antar perusahaan. Komite Audit Pada umumnya dewan komisaris membentuk komitekomite dibawahnya sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan peraturan perundangan yang berlaku untuk membantu dewan komisaris dalam melaksanakan tanggungjawab dan wewenangnya secara efektif. Komite yang dibentuk oleh dewan komisaris tersebut adalah komite audit, komite kebijakan risiko, komite remunerasi dan nominasi, komite kebijakan corporate Governance (Komite Nasional Kebijakan Governance, 2006). Namun, menurut peraturan yang dikeluarkan oleh Bapepam No:KEP339/BEJ/2001, yang sifatnya wajib dimiliki oleh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek hanya komite audit. Menurut Aryan (2015) menyatakan bahwa karakteristik komite audit itu terdiri dari ukuran komite audit, komposisi komite audit, frekuensi pertemuan dan kompetensi komite audit. Komite audit pada prinsipnya memiliki tugas pokok dalam membantu dewan komisaris melakukan fungsi pengawasan atas kinerja perusahaan. Sesuai dengan Keputusan Bursa Efek Indonesia melalui Kep.Direksi BEJ No.Kep315/BEJ/06/2000 menyatakan bahwa: Komite audit adalah komite yang dibentuk oleh dewan komisaris perusahaan, yang anggotanya diangkat dan diberhentikan oleh dewan komisaris, yang bertugas untuk membantu melakukan pemeriksaan atau penelitian yang dianggap perlu terhadap pelaksanaan fungsi direksi dalam pengelolaan perusahaan. Kualitas Audit Kualitas audit menurut De Angelo (1981) yaitu sebagai kemungkinan/ probabilitas auditor mampu mengungkapkan dan melaporkan suatu pelanggaran dalam sistem akuntansi kliennya. Sedangkan De Angelo (1991) mendefinisikan kualitas audit sebagai probabilitas bahwa auditor akan menemukan baik dan jujur melaporkan kesalahan material, keliru dan kelalaian terdeteksi dalam sistem akuntansi klien. Menurut Himawan dan Emarila (2010) kualitas audit adalah proses pemeriksaan sistematis sistem mutu yang dilakukan oleh auditor mutu internal atau eksternal atau tim audit. Dari pengertian kualitas audit diatas dapat disimpulkan bahwa seorang auditor dituntut untuk memberikan pendapatnya tentang kewajaran laporan keuangan yang dibuat oleh manajemen dalam bentuk laporan audit yang berkualitas dengan mempertahankan berbagai atribut kualitas audit. Menurut Hartadi (2012) bahwa kualitas merupakan profesionalisme kerja yang harus benarbenar dipertahankan oleh akuntan publik profesional. Independen sangat penting dimiliki oleh auditor dalam menjaga kualitas audit dimana akuntan publik lebih mengutamakan kepentingan publik diatas kepentingan manajemen atau kepentingan auditor sendiri dalam membuat laporan auditan. Hasil audit yang berkualitas dapat mempengaruhi citra dari Kantor Akuntan Publik sendiri, dimana kualitas audit yang mengandung kejelasan informasi dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh auditor atas laporan keuangan yang diaudit sesuai dengan standar auditing. Menurut Kartika (2012) berpendapat bahwa economics of scale yang besar akan memberikan insentif yang kuat untuk 25 J u r n a l A k u n t a n s i mematuhi aturan SEC sebagai cara pengembangan dan pemasaran pada keahlian KAP. KAP dapat dibedakan menjadi dua yaitu KAP yang berafiliasi dengan KAP Big Four dan KAP Non Big Four. Seorang auditor yang telah memiliki banyak klien dalam industri yang sama akan memiliki pemahaman yang lebih dalam tentang risiko audit terhadap industri tersebut, tetapi dalam pengembangan keahlian yang lebih daripada auditor dibutuhkan fee audit. Hipotesis Penelitian H 1 : Ukuran komite audit berpengaruh positif terhadap profitabilitas perusahaan H 2 :Komposisi Komite Audit Berpengaruh Positif Terhadap Profitabilitas Perusahaan H 3 : frekuensi pertemuan komite audit berpengaruh positif terhadap profitabilitas perusahaan H 4 : Kompetensi Komite Audit Berpengaruh Positif Profitabilitas Perusahaan H 5 : Kualitas audit berpengaruh positif terhadap profitabilitas perusahaan METODE PENELITIAN Peneliti akan melakukan penelitian di perusahaan perbankan yang diambil dari annual report di Bursa Efek Indonesia. Data yang digunakan yaitu data sekunder. Data sekunder yaitu data yang diperoleh lewat pihak lain, tidak langsung diperoleh oleh peneliti dari subjek penelitiannya. Data Sekunder biasanya berwujud data dokumentasi atau data laporan yang telah tersedia. Populasi dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode Penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah dengan mengumpulkan data empiris yaitu berupa sumber data yang dibuat oleh perusahaan seperti laporan tahunan (annual report). Metode Analisis Data Data yang digunakan di analisis menggunaka regresi berganda, sebelum dilakukan analisis bergandi terlebih dahulu dilakukan Uji asumsi klasik yang dilakukan ada empat yaitu uji normalitas, uji multikolonieritas, uji autokolerasi dan uji heterokedastisitas. Guna melakukan pengujian hipotesis, penelitian ini menggunakan analisis regresi linier karena untuk mengetahui apakah dua variabel mempunyai hubungan yang linear atau tidak secara signifikan. Adapun persamaan regresi berganda (multiple regression) untuk pengujian hipotesis dalam penelitian ini adalah: Model Regresi berganda : PROFIT = α + β1 ACSIZE + β2 ACCOMP + β3 ACMEET + β4aclitr + β5aufsize + ε Keterangan : Profit = Laba α = Konstanta ACSIZE = Komposisi Komite Audit ACCOPM = Ukuran Komite Audit ACMEET = Frekuensi Pertemuan ACLITR = Kemampuan Finansial Anggota Komite Audit AUFSIZE = Ukuran Perusahaan Audit ε = error Hasil Penelitian dan Pembahasan Penelitian ini telah lolos uji asumsi klasi baik normalitas, uji multikolonieritas, uji autokolerasi dan uji heterokedastisitas. Makan pengujian boleh dilanjutkan ke uji regresi Menilai Goodness of Fit Suatu Model Koefisien Determinasi Koefisien determinasi (R 2 ) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel independen. Nilai R 2 yang kecil berarti kemampuan variabelvariabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas (Ghozali, 2016:95). Berdasarkan tabel diatas, model summary besarnya adjusted R 2 square 26 J u r n a l A k u n t a n s i adalah 0,122, hal ini berarti 12,2% artinya ukuran komite audit, komposisi komite audit, frekuensi pertemuan komite audit, kompetensi komite audit dan kualitas audit hanya dapat mempengaruhi profitabilitas perusahaan sebesar 12,2% saja. Sedangkan sisanya (100% 12,2% = 87,8%) dipengaruhi oleh halhal lain yang tidak diteliti. Uji Hipotesis Analisis Regresi Berdasarkan hasil uji asumsi klasik yang te
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks