Jurnal Akuntansi Indonesia Vol. 12, No. 2, Agustus 2016, Hal

Please download to get full document.

View again

of 17
12 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI BUTIK UNTUK MENETAPKAN HARGA SEWA Dwi Winarno Elok Nurul Ula Program Studi Akuntansi, Universitas Gajayana Malang Abstrak Penelitian ini bertujuan
Document Share
Document Transcript
PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI BUTIK UNTUK MENETAPKAN HARGA SEWA Dwi Winarno Elok Nurul Ula Program Studi Akuntansi, Universitas Gajayana Malang Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode perhitungan harga pokok produksi untuk menentukan harga jual dan harga sewa pada butik Allona Collection. Metode full costing adalah metode menentukan harga pokok produksi yang memperhitungkan semua unsur biaya produsi yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik baik yang bersifat variabel maupun tetap. Harga jual dapat diperoleh dari hasil perhitungan harga pokok produksi ditambah dengan laba yang diharapkan. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Butik Allona Collection, penelitian terdahulu, dan sumber buku yang terkait. Setelah melakukan perhitungan harga pokok produksi sebagai dasar penetapan harga jual dengan menggunakan metode full costing diperoleh hasil yang berbeda dengan metode yang dilakukan perusahaan. Hasil perhitungan harga jual dengan metode full costing sebesar Rp sedangkan dengan metode perusahaan sebesar Rp Selisih perhitungan harga jual tersebut untuk satu gaun sebesar Rp Hal ini dikarenakan metode full costing memasukkan semua biaya produksi baik yang bersifat tetap maupun variabel. Diharapkan Butik Allona Collection menerapkan metode full costing dalam perhitungan harga pokok produksi dalam menentukan harga jual, karena metode full costing lebih akurat dibanding dengan metode perusahaan. Dan harga sewa 30% dari harga jual yaitu Rp gaun tersebut disewakan dalam 5x sewa total laba harga sewa sebesar Rp Kata kunci: harga pokok produksi, harga jual, metode full costing PENDAHULUAN Perkembangan teknologi yang semakin canggih di era modern mempengaruhi perkembangan dunia usaha sehingga mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Para pelaku usaha diharapkan mampu mengikuti perkembangan tersebut serta mampu menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat agar tujuan perusahaan dapat tercapai secara optimal. Persaingan harga, kualitas, dan sebagainya menjadikan sebagian perusahaan harus membenahi berbagai aspek di dalam perusahaannya agar mampu menghadapi persaingan tersebut. Perusahaan harus memaksimalkan pemakaian sumber daya yang dimiliki agar dapat berproduksi secara optimal, meminimumkan pemborosan, dan melakukan proses produksi yang efisien dan efektif. Menurut Blocher dkk (2000:90) harga pokok produksi adalah harga pokok produk yang sudah selesai dan ditransfer ke produk dalam proses pada periode berjalan. Sedangkan menurut Hansen dan Mowen (2009:60) menyatakan harga pokok produksi mencerminkan total biaya barang yang diselesaikan selama periode berjalan. Harga pokok produksi juga disebut biaya produksi. Biaya produksi adalah biaya yang dikeluarkan untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi. Seperti yang telah dikemukakan oleh Simamora (2000:547) yang mendefinisikan biaya produksi adalah biaya yang digunakan untuk membeli bahan baku yang dipakai dalam membuat produk serta biaya yang dikeluarkan dalam mengkonversi bahan baku menjadi produk jadi. Perhitungan harga pokok produksi merupakan kegiatan yang sangat penting dilakukan oleh setiap perusahaan. Dalam perhitungan harga pokok produksi yang tepat, maka harga jual suatu produk dapat diketahui dan ditentukan dengan tepat sehingga produk tidak overcost (dibebani biaya lebih dari yang seharusnya) dan juga tidak undercost (dibebani biaya kurang dari yang seharusnya). ISSN Hal. 320 Penentuan harga pokok produk menurut Mulyadi (2001:49), dapat dihitung dengan dua pendekatan, yaitu dengan menggunakan full costing dan variable costing. Full Costing merupakan salah satu metode penentuan cost produk, yang membebankan seluruh biaya produksi sebagai kos produk, baik biaya produksi yang berperilaku variabel maupun tetap. Variable costing merupakan salah satu metode penentuan cost produk, di samping full costing, yang membebankan hanya biaya produksi yang berperilaku variabel saja kepada produk. Full costing dan variable costing merupakan metode penentuan cost produk konvensional, yang dirancang berdasarkan kondisi teknologi manufaktur pada masa lalu. Alokasi biaya yang tepat dibutuhkan untuk menentukan harga pokok produksi yang akurat. Biaya langsung dapat ditelusuri dengan mudah namun biaya overhead sulit untuk ditelusuri. Maka dibutuhkan suatu metode yang dapat mengalokasikan biaya overhead secara tepat ke tiap produk. Selama ini perusahaan menggunakan biaya konvensional yang membebankan biaya secara tidak tepat ke tiap produk. Butik Allona Collection merupakan salah satu industri yang memproduksi berberapa jenis gaun. Lokasi Butik berada dijalan Terusan Kawi, Malang. Butik Allona Collection memproduksi tiga jenis gaun, yaitu gaun pesta, pengantin dan remaja. Fakta yang ada di lapangan menunjukkan bahwa butik allona collection masih menggunakan sistem biaya konvensioanal dalam menentukan harga pokok produksinya. Oleh karna itu diperlukan kecermatan dalam menghitung biaya-biaya yang dikeluarkan. Perhitungan biaya produksi sangat berpengaruh terhaap penentuan harga pokok produksi dan penentuan harga jual serta dapat mempengaruhi profitabilitas perusahaan. METODE PENELITIAN Penelitian yang telah dilaksanakan di di Butik Allona Collection sejak Desember 2014 sampai dengan bulan Juni Alasan memilih Butik Allona Collection karena masih menerapkan sistem penentuan harga pokok produksi yang konvensional sehingga akurasinya belum terstandar. Penelitian deskriptif ini mengoptimalkan teknik analisis dokumen sebagai dumber informasi sekunder yang bersumber dari Butik Allona Collection. Dengan mengoptimalkan analisis dokumen tersebut, data dianalisis dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif bersifat deskriptif dengan fokus analisis pada, Harga Pokok Produksi (HPP), dan Perhitungan penentuan Harga jual. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Produk utama yang dihasilkan adalah gaun pengantin, gaun remaja dan pesta. Berikut ini penjelasan jenis produk dan penyelesaiannya. 1. Gaun pengantin yang diproduksi berupa gaun pengantin modern (barat ataupun Eropa). Untuk menyelesaikan gaun pengantin dapat dilakukan kurang lebih selama 2 bulan, tergantung tingkat kesulitan. Untuk satu gaun pengantin dapat dikerjakan dengan 3 orang. Jumlah produk yang dihasilkan dalam setahun adalah 4 gaun. 2. Gaun remaja merupakan produk pakaian untuk remaja yang glamor untuk pesta. Untuk menyelesaian produk ini dapat dilakukan oleh 1 orang dengan waktu penyelesaian sekitar 3 atau 4 minggu, tergantung tingkat kesulitan. Jumlah produk yang dihasilkan dalam setahun adalah 12 gaun. 3. Gaun pesta merupakan produk gaun untuk wanita dewasa. Untuk menyelesaian produk ini dapat dilakukan oleh 1 orang dengan waktu penyelesaian sekitar 3 atau 4 minggu, tergantung tingkat kesulitan. Jumlah produk yang dihasilkan dalam setahun adalah 18 gaun. Adapun biaya produksi dalam penelitian ini masing-masing jenis produk diambil satu model. Dalam menghitung biaya produksi, perusahaan belum memisahkan antara biaya bahan baku, tenaga kerja dan overhead. Dengan kata lain Butik Allona Collection dalam menentukan harga pokok produksi masih menggunakan sistem konvensional. Perusahaan hanya melakukan pencatatan biaya untuk masing-masing produk secara rinci sebagai berikut. 1. Gaun Pengantin Biaya yang dikeluarkan untuk pembuatan gaun pengantin pada dasarnya dapat dibedakan sebagai berikut: ISSN Hal. 321 a. Biaya bahan utama adalah biaya yang dikeluarkan untuk pembelian bahan baku utama sehingga terbentuklah gaun pengantin. Bahan utama untuk pembuatan gaun pengantin adalah kain broklat, kain satin dain tile (halus dan kaku) serta furing. b. Biaya bahan penolong adalah biaya yang dikeluarkan untuk melengkapi gaun sehingga tampak indah dan nyaman digunakan. Bahan penolong untuk pembuatan gaun pengantin antara lain renda, batu permata, resleting, serta bahan lain yang fungsinya untuk memperindah gaun ataupun untuk memperbaiki bentuk gaun. c. Biaya tenaga kerja adalah biaya tenaga kerja langsung yang terkait dengan produk yang dibuat. Biaya ini meliputi biaya tenaga kerja untuk penjahit pakaian, biaya tenaga kerja untuk bordir, biaya tenaga kerja untuk pemasangan payet, serta biaya tenaga kerja desain dan pola. d. Biaya lain-lain merupakan biaya yang turut dikeluarkan untuk pembuatan gaun pengantin, tetapi tidak terkait secara langsung. Biaya tersebut adalah biaya listrik, biaya telpon pembungkus, perawatan mesin, ongkos pengiriman bahan, tenaga pembelian bahan, pencucian. Adapun rincian biaya produksi gaun pengantin adalah sebagai berikut Tabel 1. Rincian Biaya Produksi Gaun Pengantin Harga per Bahan Jumlah Satuan Nilai unit (Rp) Kain Satin 5 Meter Kain brokat 1 potong (2,5 Meter) Kain tile halus 23 Meter Kain tile i/2 kaku 13,8 Meter Kain tile kaku 9,2 Meter Furing gm 2 Meter Total Bahan penolong Busa angin 10 Meter Fiselin 2 Meter M 33 (pelapos) 1,5 Meter Trikot 2 Meter Cup bra 1 Pasang Tulang baju 5 Meter Reseting 1 Buah Renda 1 Pasang Permata bunga 7 Buah Permata swaroski besar 22 Buah Permata swaroski tanggung 30 Buah Permata swaroski kecil 20 Buah Total bahan Biaya Tenaga Kerja Ongkos bordir Ongkos memayet Ongkos menjahit Biaya desain dan pola Total biaya tenaga kerja biaya lain-lain Total Biaya ISSN Hal. 322 Sumber: Butik Allona Collection Berdasarkan rincian biaya produksi tersebut, maka dapat dihitung Harga Pokok Produksi gaun pengantin untuk, karena masing-masing gaun pengantin memiliki biaya yang berbeda, sebagai berikut. Perhitungan Harga Pokok Produksi Bahan utama Rp Bahan finising Rp Upah tenaga kerja Rp Lain-lain Rp Biaya produksi Rp Barang dalam proses awal Rp. 0 Barang dalam proses akhir Rp. (0) Rp Harga Pokok Produksi Rp Harga Pokok Produksi pergaun Rp Berdasarkan Harga Pokok Produksi tersebut ditentukan harga jual produk gaun pengantin, dengan mark up laba sebesar 15% dari Harga pokok produksi. Perhitungan harga jual Harga Pokok Produksi Rp ,00 Laba (15% dari Harga Pokok Produksi) Rp ,50 Harga jual Rp ,50 Harga jual pergaun Rp Untuk menentukan harga sewa gaun didasarkan kebijakan perusahaan, yaitu sebesar 30% dari harga jual. Berikut ini adalah perhitungan harga sewa gaun pengantin. Perhitungan harga sewa Harga jual Rp Biaya sewa (30% harga jual) Rp Gaun Pesta Sebagaimana biaya gaun pengantin, gaun pesta dibedakan sebagai berikut: a. Biaya bahan utama adalah biaya yang dikeluarkan untuk pembelihan bahan baku utama sehingga terbentuklah gaun pesta. Bahan utama untuk pembuatan gaun pesta adalah kain kain satin halus, kain brokat, kain sifon dan kain furing. b. Biaya bahan penolong adalah biaya yang dikeluarkan untuk melengkapi gaun sehingga tampak indah dan nyaman digunakan. Bahan penolong untuk pembuatan gaun pesta antara lain renda, batu permata, resleting, serta bahan lain yang fungsinya untuk memperindah gaun ataupun untuk memperbaiki bentuk gaun. c. Biaya tenaga kerja adalah biaya tenaga kerja langsung yang terkait dengan produk yang dibuat. Biaya ini meliputi biaya tenaga kerja untuk penjahit pakaian, biaya tenaga kerja untuk pemasangan payet, serta biaya tenaga kerja desain dan pola. ISSN Hal. 323 d. Biaya lain-lain merupakan biaya yang turut dikeluarkan untuk pembuatan gaun pesta, tetapi tidak terkait secara langsung. Biaya tersebut adalah biaya listrik, biaya telpon pembungkus, perawatan mesin, ongkos pengiriman bahan, tenaga pembelian bahan, pencucian. Adapun rincian biaya produksi gaun pengantin adalah sebagai berikut: Tabel 2. Rincian Biaya Produksi Gaun Pesta Bahan Jumlah Satuan Harga per unit (Rp) Nilai Kain Satin 4 Meter Kain brokat 0,5 Meter Furing gm 5 Meter Kain sifon 6 Meter Total Bahan penolong Fiselin 2 Meter Trikot 2 Meter Cup bra 1 Pasang Reseting 1 buah Permata swaroski besar 12 buah Permata swaroski tanggung 6 Buah Permata swaroski kecil 8 Buah Batu pecah 1 Pack Pasir kotak 2 pack Total bahan Biaya Tenaga Kerja Ongkos memayet Ongkos menjahit Biaya desain dan pola Total biaya tenaga kerja Biaya lain-lain Total Biaya Sumber: Butik Allona Collection Berdasarkan rincian biaya produksi tersebut, maka dapat dihitung Harga Pokok Produksi gaun pesta untuk, karena masing-masing gaun pesta memiliki biaya yang berbeda sebagai berikut Perhitungan Harga Pokok Produksi Bahan utama Rp Bahan finising Rp Upah tenaga kerja Rp Lain-lain Rp Biaya Produksi Rp Barang dalam proses awal Rp. 0 Barang dalam proses akhir Rp. (0) Rp Harga Pokok Produksi Rp ISSN Hal. 324 Harga Pokok Produksi pergaun Rp Berdasarkan Harga Pokok Produksi tersebut ditentukan harga jual produk gaun pesta, dengan mark up laba sebesar 15% dari Harga pokok produksi. Perhitungan harga jual Harga Pokok Produksi Rp Laba (15% dari Harga Pokok Produksi) Rp Harga jual Rp Harga jual pergaun Rp Untuk menentukan harga sewa gaun didasarkan kebijakan perusahaan, yaitu sebesar 30% dari harga jual. Berikut ini adalah perhitungan harga sewa gaun pesta. Perhitungan harga sewa Harga jual Rp Biaya sewa (30% harga jual) Rp Gaun Remaja Biaya gaun remaja dibedakan sebagai berikut: a. Biaya bahan utama adalah biaya yang dikeluarkan untuk pembelihan bahan baku utama sehingga terbentuklah gaun remaja. Bahan utama untuk pembuatan gaun remaja adalah kain songket, kain silk jepang, kain furing dan kain sifon. b. Biaya bahan penolong adalah biaya yang dikeluarkan untuk melengkapi gaun sehingga tampak indah dan nyaman digunakan. Bahan penolong untuk pembuatan gaun remaja antara lain accesoris, permata, resleting, serta bahan lain yang fungsinya untuk memperindah gaun ataupun untuk memperbaiki bentuk gaun. c. Biaya tenaga kerja adalah biaya tenaga kerja langsung yang terkait dengan produk yang dibuat. Biaya ini meliputi biaya tenaga kerja untuk penjahit pakaian, biaya tenaga kerja untuk pemasangan payet, serta biaya tenaga kerja desain dan pola. d. Biaya lain-lain merupakan biaya yang turut dikeluarkan untuk pembuatan gaun remaja, tetapi tidak terkait secara langsung. Biaya tersebut adalah biaya listrik, biaya telpon pembungkus, perawatan mesin, ongkos pengiriman bahan, tenaga pembelian bahan, pencucian. ISSN Hal. 325 Adapun rincian biaya produksi gaun pengantin adalah sebagai berikut: Tabel 3. Rincian Biaya Produksi Gaun Remaja Harga Per Unit Bahan Jumlah Satuan (Rp) Kain Songket 3,5 Meter Kain silk jepang 1 Meter Furing gm 4 Meter Kain sifon 1 Meter Total Bahan penolong Fiselin 2 Meter Cup bra 1 Pasang Reseting 1 Buah Bisban 2 Buah Accesoris bunga 1 Buah Permata swaroski kecil 48 Buah Total bahan Biaya Tenaga Kerja Ongkos menjahit Biaya desain dan pola Total biaya tenaga kerja biaya lain-lain Total Biaya Sumber : Butik Allona Collection Berdasarkan rincian biaya produksi tersebut, maka dapat dihitung Harga Pokok Produksi gaun remaja untuk, karena masing-masing gaun remaja memiliki biaya yang berbeda sebagai berikut Perhitungan harga pokok produksi Bahan utama Rp Bahan finising Rp Upah tenaga kerja Rp Lain-lain Rp Biaya produksi Rp Barang dalam proses awal Rp. 0 Barang dalam proses akhir Rp. (0) Rp Harga Pokok Produksi Rp Harga Pokok Produksi pergaun Rp Berdasarkan Harga Pokok Produksi tersebut ditentukan harga jual produk gaun pesta, dengan mark up laba sebesar 15% dari Harga pokok produksi. Perhitungan harga jual Harga Pokok Produksi Rp Laba (15% dari Harga Pokok Produksi) Rp Harga jual Rp Harga jual pergaun Rp Nilai ISSN Hal. 326 Untuk menentukan harga sewa gaun didasarkan kebijakan perusahaan, yaitu sebesar 30% dari harga jual. Berikut ini adalah perhitungan harga sewa gaun pesta. Perhitungan harga sewa Harga jual Rp Biaya sewa (30% harga jual) Rp PEMBAHASAN 1. Perhitungan Harga Pokok Produksi Berdasarkan Full Costing Berdasarkan data yang diperoleh menunjukkan bahwa Butik Allona Collection dalam menentukan harga pokok produksi masih menggunakan sistem konvensional dan belum memperhatikan aturan-aturan akuntansi. Perusahaan hanya melakukan rincian pencatatan pengeluaran biaya untuk membuat suatu gaun. Selanjutnya berdasarkan rincian tersebut, perusahaan menentukan harga jual dan harga sewa suatu gaun. Dengan kondisi ini perusahaan akan dapat mengalami kesalahan dalam menentukan harga jual dan sewa, karena tidak memperhitungkan biayabiaya yang ada secara benar. Biaya harga jual yang ditetapkan dari rincian biaya tersebut bisa terlalu tinggi ataupun terlalu rendah. Jika harga jual dan sewa yang ditetapkan terlalu tinggi, maka perusahaan akan sulit untuk memasarkan produk dan tidak dapat bersaing dengan produk dari perusahaan lain. Begitu juga jika harga jual atau harga sewa yang ditetapkan terlalu rendah, maka perusahaan dapat mengalami kerugian, karena harga jual dan harga sewa tidak sesuai dengan biaya yang dikeluarkan. Perhitungan harga pokok produksi yang dilakukan oleh Butik Allona Collection masih sangat sederhanan. Biaya yang dihtung sebagai biaya produksi masih belum memperhatikan biaya overhead yang turut menjadi beban suatu produk seperti belum memasukkan biaya penyusutan mesin, biaya pemeliharaan mesin, biaya tenaga kerja tidak langsung. Hal ini menjadikan penetapan harga pokok produksi yang digunakan menjadi kurang akurat, sehingga kurat tepat untuk penetapan harga jual dan harga sewa. Untuk mengatasi permasalahan perusahaan tersebut, maka dapat digunakan metode penentuan Harga Pokok Produksi (HPP) dengan menggunakan metode Full costing. Full costing merupakan metode penentuan harga pokok produksi yang memperhitungkan semua unsur biaya produksi ke dalam harga pokok produksi, yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik baik yang berperilaku variable maupun tetap. Dengan menggunakan Metode Full Costing, perusahaan akan memperoleh beberapa manfaat sebagai berikut. 1. Biaya Overhead pabrik baik yang variabel maupun tetap, dibebankan kepada produk atas dasar tarif yang ditentukan di muka pada kapasitas normal atau atas dasar biaya overhead yang sesungguhnya. 2. Selisih BOP akan timbul apabila BOP yang dibebankan berbeda dengan BOP yang sesungguhnya terjadi. Berikut ini ditunjukkan perhitungan Harga Pokok Produksi berdasarkan full costing 1. Biaya produksi gaun pengantin berdasarkan full costing Berdasarkan data rincian biaya yang ada, serta informasi biaya lainnya dari perusahaan, maka dapat disusun Harga Pokok Produksi untuk gaun pengantin, dengan metode full costing sebagai berikut. ISSN Hal. 327 Tabel 4. Harga Pokok Produksi Gaun Penganting Dengan Metode Full Costing Jumlah Satuan Harga per unit (Rp) Nilai Bahan Baku Kain Satin 5 Meter Kain brokat 1 potong (2,5 meter) Kain tile halus 23 Meter Kain tile i/2 kaku 13,8 Meter Kain tile kaku 9,2 Meter Furing gm 2 Meter Total Biaya Tenaga Kerja Langsung Tenaga kerja desain dan pola Tenaga kerja menjahit Tenaga kerja bordir Tenaga kerja payet Total Biaya Overhead Produksi Tenaga kerja tidak langsung Tenaga kerja pengiriman bahan 1 Baju Tenaga kerja perawatan/pencucian 1 Baju Total Biaya bahan penolong Busa angin 10 Meter Fiselin 2 Meter M 33 (pelapos) 1,5 Meter Trikot 2 Meter Cup bra 1 Pasang Tulang baju 5 Meter Reseting 1 Buah Renda 1 Pasang Permata bunga 7 Buah Permata swaroski besar 22 Buah Permata swaroski tanggung 30 Buah Permata swaroski kecil 20 Buah Lain-lain (benang, obras) Total Biaya penyusutan mesin 1 Baju Biaya pemeliharaan mesin 1 Baju Biaya listrik 1 Baju Biaya telpon 1 Baju Biaya pengemasan 1 Baju Total Biaya Overhead Pabrik Biaya produksi Barang dalam proses awal ISSN Hal. 328 Jumlah Satuan Harga per unit (Rp) Nilai Barang dalam proses akhir (0) Harga Pokok Produksi Sumber: Hasil analisis Berdasarkan perhitungan harga pokok produksi gaun pengantin dengan metode full costing tersebut, selanjutnya dapat dihitung Harga Pokok Produksi sebagai berikut Perhitungan harga pokok produksi Biaya Bahan Baku Rp Biaya Tenaga Kerja Langsung Rp Biaya Overhead Pabrik Rp Biaya produksi Rp Barang dalam proses awal Rp. 0 Barang dalam proses akhir Rp. (0) Rp Harga Pokok Produksi Rp Harga Pokok Produksi pergaun Rp Sebagaimana kebijakan perusahaan, harga jual gaun pengantin ditetapkan sebesar 15% dari Harga Pokok Produksi. Adapun perhitungan harga jual berdasarkan metode full costing adalah sebagai beriku
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks