JURNAL Akuntansi & Keuangan Vol.4, No.2, September 2013 Halaman JURNAL Akuntansi & Keuangan Volume 4, Nomor 2, September PDF

Please download to get full document.

View again

of 19
3 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
JURNAL Akuntansi & Keuangan Vol.4, No.2, September 2013 Halaman JURNAL Akuntansi & Keuangan Volume 4, Nomor 2, September 2013 PENGARUH KUALITAS PENGUNGKAPAN INFORMASI TERHADAP VOLUME PERDAGANGAN
Document Share
Document Transcript
JURNAL Akuntansi & Keuangan Vol.4, No.2, September 2013 Halaman JURNAL Akuntansi & Keuangan Volume 4, Nomor 2, September 2013 PENGARUH KUALITAS PENGUNGKAPAN INFORMASI TERHADAP VOLUME PERDAGANGAN SAHAM DAN RETURN SAHAM STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN LQ-45 DI BEI Maristiana Ayu (Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai Bandar Lampung) Abstract The influence of disclosure and time accuracy value is as an indicator to determine information expression quality degree. The completement of disclosure which has a high index and time accuracy is faster after auditing. Its give an instruction to the investors, that is a quality information. It will influence share trade volume and share return. The purpose of this research is to exam the quality of information expression toward share -trade volume and share- return at LQ-45 Company in Global Crisis Context since 2008 until The researcher conducts the supervision about the circulation of share for 10 days: 5 days before and 5 days after the expression. To analysys data in this research uses Multiple Linear Regresion Analysis Into two regression model to know the influence of Information expression quality toward share-trade volume and share-return. The result of this reearch indicates that statistically expression quality which is seen by disclosure fulfilment and time accuracy of monetary report has a siqnificant influence 0,05 toward share-trade volume and share-return. Disclosure fulfilment influence positively toward share-trade volume. Seeing on time accuracy, expression quality which influence share-return has a siqnificant influence. On the other hand disclosure fulfilment has a negative influence toward share-return. All result indicate that information expression quality which is shown in annual report is not an important information in giving a good signal to take a decision for investors to invest, especially in global crisis context. Key words: Information Expression Quality, Share-trade volume and share-return 1. PENDAHULUAN Krisis ekonomi global merupakan peristiwa di mana seluruh sektor ekonomi pasar dunia mengalami keruntuhan dan mempengaruhi sektor-sektor lainnya, termasuk di Indonesia. Negara adidaya yang memegang kendali ekonomi pasar dunia juga tidak terlepas mengalami keruntuhan besar dari sektor ekonominya. Bangkrutnya Lehman Brothers yang terjadi pada bulan September 2008 langsung mengguncang bursa saham di seluruh dunia. Bursa saham di kawasan Asia seperti di Jepang, Hongkong, China, Australia, Singapura, India, Taiwan dan Korea Selatan mengalami penurunan drastis mencapai 7-10 persen. Begitu juga bursa saham di kawasan Timur Tengah, Rusia, Eropa, Amerika Selatan dan Amerika Utara tak terkecuali di AS sendiri, para investor di bursa Wall Street mengalami kerugian besar, termasuk pasar modal Indonesia dimana sebagian besar investor pasar modal Indonesia adalah investor asing (Nuh, 2008). Besarnya investor asing di Indonesia dan perilaku investor dalam menjual saham yang meningkat tajam menyebabkan IHSG mengalami penurunan, hal ini mendorong JURNAL Pengaruh Akuntansi Kualitas Pengungkapan & Keuangan Informasi (Maristiana Volume 4, Nomor 2, September Ayu) peran Bursa Efek Indonesia untuk melakukan penghentian perdagangan saham (suspend) karena penurunan indeks IHSG yang besar yakni mencapai 10,30%. Fundamental ekonomi Indonesia yang menguat membuat investor global menilai Indonesia sebagai safe heaven. Arus dana asing ( hot money) mengalir deras ke pasar saham dan Surat Utang Negara (SUN) sehingga cadangan devisa membengkak, rupiah menguat dan IHSG mencatat rekor tertinggi di level 4.132,78 di akhir tahun Krisis ekonomi nampaknya belum selesai dan mulai dirasakan di Indonesia sejak awal September 2011 sebagai dampak dari krisis utang di Eropa dan Amerika Serikat akibat gejolak pasar modal dan pasar uang. Kenyataannya pada akhir tahun pasar saham indonesia memberikan hasil yang menggembirakan dengan terjadinya kenaikan IHSG sebesar 3% dibandingkan tahun Dampak krisis keuangan global sejak tahun 2008 an mengakibatkan para investor dan kreditur sangat berhati - hati dalam menginvestasikan modalnya untuk mengantisipasi risiko yang akan terjadi, termasuk menelaah secara teliti laporan keuangan yang dimiliki suatu perusahaan untuk mengetahui kelangsungan hidup perusahaan tersebut. Para Investor menilai, diantaranya : bagaimana sistem manajemen melakukan pengungkapan yang lebih berkualitas dalam laporan keuangan, menjelaskan kinerja perusahaan secara keseluruhan dan informasi lainnya dapat dipahami, dipercaya, relevan dan transparan. Kualitas yang memadai dapat ditunjukkan dari pengungkapan, karena : Pengungkapan laporan keuangan oleh perusahaan merupakan accountability perusahaan kepada para penyedia modal yang berada diluar perusahaan dan memudahkan alokasi sumberdaya untuk pemanfaatan yang paling produktif. Pengungkapan laporan keuangan dapat dilakukan dalam bentuk penjelasan mengenai kebijakan akuntansi, sehingga informasi yang diungkapkan oleh perusahaan dapat dipahami dan tidak menimbulkan salah interprestasi. Kualitas informasi keuangan, tercermin pada sejauh mana luas pengungkapan laporan dan tingkat kelengkapan pengungkapan yang di terbitkan oleh perusahaan. Pengungkapan dalam laporan tahunan merupakan sumber informasi untuk mengambil keputusan investasi. Keputusan investasi sangat tergantung dari kualitas dan luas pengungkapan yang terdapat dalam laporan tahunan. Tingkat pengungkapan yang lengkap, luas dan ketepatan waktu penyampaian informasi keuangan adalah menentukan kualitas dalam pengungkapan informasi keuangan (Buzby,1975 ; Baret,1976 ; Whittred,1980 dan Imhoff,1992 dalam Andrian, 2010). Beberapa penelitian menguji reaksi investor terhadap publikasi laporan keuangan dan hasilnya menunjukkan adanya pengaruh kandungan informasi keuangan terhadap volume perdagangan dan harga saham (Holthausen dan Verrecchia,1990 ; Kim dan Verrecchia, 1991; Jennings, 1990 ; Bamber, 1986; Husnan, Hanafi dan Wibowo, 1995 dalam Anwar, 2010 ; Bessembinder dan Seguin, 1993 dalam Michael Gruning, 2011 ; Medeiros, 2003 dan Mouselli, 2009 dalam Anwar, 2010). Penelitian Leuz dan Verrecchia (1999) yang di teliti kembali Heflin, Bushee, Noe (1999) dan diperkuat penelitian Grinning (2011) menyimpulkan bahwa kualitas pengungkapan yang tinggi mengurangi asymetri informasi, sehingga akan meningkatkan likuiditas pasar yang berdampak positip pada volume perdagangan saham. Penelitian yang dilakukan Bushee, Brian J & Noe (2000) menyimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara volatilitas harga dan omset saham atau pergerakan harga saham setelah adanya pengungkapan, sehingga mengurangi terjadinya asymetri 14 JURNAL Akuntansi & Keuangan Volume 4, Nomor 2, September 2013 informasi. Namun penelitian yang dilakukan di Indonesia melihat kualitas informasi yang diproksikan dalam tingkat kelengkapan seperti oleh Junaedy (1995) menunjukkan bahwa pengungkapan informasi yang komprehensif atau lengkap berpengaruh tidak begitu kuat atau kecil terhadap aktivitas atau volume perdagangan dan tidak berpengaruh terhadap return saham. Sedangkan penelitian suharli (2008) melihat return terhadap ketepatan waktu menunjukkan bahwa return saham tidak berpengaruh terhadap ketepatan waktu, namun penelitian Priyastiwi (2000) dan Wirakusuma (2008) menunjukkan bahwa ketepatan waktu berpengaruh terhadap kandungan kualitas informasi laba akuntansi atau return saham. Berdasarkan hal tersebut peneliti ingin menguji kembali mengenai pengaruh kualitas pengungkapan dengan melihat tingkat kelengkapan pengungkapan(disclosure) dan ketepatan waktu terhadap aktivitas volume perdagangan saham dan return saham, atau melihat apakah kualitas pengungkapan masih mempunyai pengaruh terhadap pergerakan volume perdagangan saham dan return saham terutama pada masa krisis global yang terjadi di tahun pada bursa efek di Indonesia, dimana masa tersebut khususnya Indonesia memiliki tingkat pergerakan saham yang dinilai cukup baik meskipun mengalami sedikit pengaruh terhadap krisis global. Penelitian ini mempunyai beberapa tujuan: (1) menguji secara empiris apakah kualitas pengungkapan informasi berpengaruh terhadap volume perdagangan saham (2) menguji secara empiris apakah kualitas pengungkapan informasi berpengaruh terhadap return saham. Hasil studi ini diharapkan: ( 1) kontribusi pada pengembangan teori yang berkaitan dengan pengaruh kualitas pengungkapan terhadap volume perdagangan dan return saham dipasar modal (2) memberikan informasi kepada emiten tentang respon investor atas kelengkapan pengungkapan dan ketepatan waktu pengungkapan sehingga emiten dapat melakukan koreksi agar dapat memenuhi harapan investor. Dalam penelitian ini, peneliti membatasi permasalahan yaitu:(1) faktor lain yang dapat mempengaruhi kondisi masa krisis global yaitu fundamental ekonomi seperti kondisi finansial, pembiayaan ekonomi, dan pertumbuhan ekonomi dianggap bersifat tetap / konstan.(2) penelitian dilakukan pada perusahaan yang sahamnya listed di bursa efek,dan memiliki tingkat kapitalisasi pasar yang tinggi yaitu perusahaan yang di kelompokkan dalam LQ-45.(3) kualitas pengungkapan yang digunakan dalam penelitian ini diproxikan pada kelengkapan pengungkapan ( disclosure), yaitu pengungkapan wajib dan pengungkapan sukarela serta ketepatan waktu pengungkapan informasi. 2. TINJAUAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS 2.1 Kualitas Pengungkapan Kualitas Pengungkapan dalam laporan tahunan perusahaan dikenal dengan berbagai konsep, antara lain : kecukupan ( adequacy) (Buzby, 1975), kelengkapan (comprehensiveness) (Barret, 1976), infor matif ( informativeness) (Alford et al, 1993), dan tepat waktu (time lines) (Courtis, 1976; Whittred, 1980). Imhoff (1992) menunjuk tingkat kelengkapan sebagai karakteristik kualitas pengungkapan, Menurut Singhvi dan Desai (1971) : kelengkapan ( completeness), akurasi (a ccuracy), dan keandalan (reliability) sebagai karakteristik kualitas pengungkapan. Indikator empiris kualitas ungkapan tersebut berupa indeks pengungkapan ( disclosure index) yang merupakan rasio (ratio) antara jumlah elemen/item informasi yang dipenuhi dengan jumlah elemen Pengaruh JURNAL Akuntansi Kualitas Pengungkapan & KeuanganInformasi (Maristiana Volume 4, Nomor 2, September Ayu) yang mungkin dipenuhi. Makin tinggi angka indeks pengungkapan, maka makin tinggi kualitas pengungkapan (Andrian, 2010). Kualitas dalam pengambilan keputusan dipengaruhi oleh kualitas pengungkapan perusahaan yang diberikan melalui laporan tahunan (a nnual report). Agar informasi yang disajikan dalam laporan keuangan dapat di pahami dan tidak menimbulkan salah interpretasi, maka penyajian laporan keuangan harus disertai dengan pengungkapan yang cukup (adequate disclosure). 2.2 Kelengkapan Pengungkapan (disclosure) Laporan Keuangan Kelengkapan ( comprehensiveness) merupakan suatu bentuk kualitas dimana menurut Imhoff dalam Na'im dan Fuad (2000) dalam Binsar H. Simanjuntak dkk (2004), kualitas tampak sebagai atribut-atribut yang penting dari suatu informasi. Namun kualitas akuntansi masih memiliki makna ganda ( ambiguous), dimana banyak penelitian yang menggunakan index of disclosure methodology mengemukakan bahwa kualitas kelengkapan pengungkapan laporan keuangan dapat di ukur dan digunakan untuk menilai manfaat potensial dari isi suatu laporan keuangan tahunan. Tingginya kualitas informasi akuntansi sangat berkaitan dengan tingkat kelengkapan pengungkapan laporan keuangan. 2.3 Ketepatan Waktu Ketepatan waktu dalam penyampaian informasi keuangan sangat berpengaruh terhadap kualitas informasi keuangan, karena informasi yang tercantum tersebut masih bersifat baru dan tidak out of date. Pernyataan ini dapat dijadikan pedoman bagi investor untuk menilai bahwa laporan keuangan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. McGee, dalam Sulistyo ( 2010) dalam RS. Sidauruk (2012) menyatakan bahwa rentang waktu antara tanggal laporan keuangan perusahaan dan tanggal ketika informasi keuangan di umumkan ke publik berhubungan dengan kualitas informasi keuangan yang dilaporkanƒ. Selain mengenai kualitas, ketepatan waktu juga menentukan transparansi laporan keuangan. Apabila perusahaan terlambat dalam mempublikasikan laporan keuangannya, besar kemungkinan transparansi dari laporan tersebut tidak akan baik. Akumulasi, peringkasan, dan penyajian selanjutnya informasi akuntansi harus dilakukan secepat mungkin untuk menjamin tersedianya informasi di tangan pemakai informasi akuntansi tersebut. Ketepatan waktu juga menunjukkan bahwa laporan keuangan harus di sajikan pada kurun waktu yang teratur untuk memperlihatkan perubahan keadaan perusahaan yang pada gilirannya mungkin akan mempengaruhi prediksi dan keputusan pemakai. Sesuai dengan peraturan X.K.6 yang diterbitkan Bapepam, penyampaian laporan keuangan tahunan yang telah di audit dikatakan tepat waktu apabila diserahkan sebelum atau paling lambat pada akhir bulan ke empat setelah tanggal laporan keuangan tahunan perusahaan publik tersebut. 2.4 Aktivitas Volume Perdagangan (Trading Volume Activity /TVA) Volume perdagangan merupakan bagian yang diterima dalam analisis teknikal. Kegiatan perdagangan dalam volume yang sangat tinggi di suatu bursa, akan di tafsirkan sebagai tanda pasar akan membaik. Peningkatan volume perdagangan saham yang dibarengi dengan peningkatan harga, merupakan gejala yang semakin kuat akan kondisi yang bullish (Neni dan Mahendra, 2004, dalam Munawarah, 2009). 16 JURNAL Akuntansi & Keuangan Volume 4, Nomor 2, September 2013 Volume perdagangan saham dapat digunakan oleh investor untuk melihat apakah saham yang dibeli tersebut merupakan saham yang aktif di perdagangkan di pasar (Neni dan Mahendra, 2004). Saham yang aktif perdagangannya sudah pasti memiliki volume perdagangan yang besar dan saham dengan volume yang besar akan menghasilkan return saham yang tinggi (Tharun, 2000). Men urut Husnan, dkk (1996) untuk mengukur kegiatan perdagangan saham melalui indikator TVA (Trading Volume Activity) dapat digunakan untuk melihat apakah investor individual menilai laporan keuangan informatif, dalam arti apakah informasi tersebut membuat keputusan perdagangan di atas keputusan perdagangan normal. Sedangkan menurut Neni dan Mahendra (2004), perubahan volume perdagangan saham di pasar modal menunjukkan aktivitas perdagangan saham di bursa dan mencerminkan keputusan investasi oleh investor. Informasi sangat berperan penting dalam pengambilan keputusan investasi bagi para investor. Adanya publikasi laporan keuangan menjadi informasi relevan yang dapat digunakan sebagai dasar keputusan dalam melakukan investasi di pasar modal. Disamping itu tentunya akan berdampak positif, sehingga pergerakan nilai perdagangan saham akan meningkat atau volume perdagangan menjadi besar. Konsep diatas sesuai dengan penelitian Chang, Most, dan Brain (1983) yang menunjukkan pentingnya laporan keuangan tahunan perusahaan sebagai suatu informasi untuk keputusan investasi. Penelitian yang dilakukan Beaver (1968) dan dikembangkan kembali oleh Kim and Verrecchia (1990) dalam Bandi dan Jogiyanto (1999) menyatakan informasi akuntansi mempunyai kandungan informasi dipasar modal. Kandungan informasi tersebut terwujud dari laporan annual report atau laporan tahunan yang dikeluarkan oleh perusahaan yang menggambarkan tentang kinerja perusahaan secara komprehensif, baik mengenai informasi keuangan maupun non keuangan. Pengungkapan ( disclosure) yang dilakukan perusahaan melalui laporan tahunan secara komprehensif (lengkap) dan tepat waktu menunjukkan adanya pengungkapan informasi yang berkualitas, sehingga akan menjadi rujukan bagi investor maupun calon investor untuk memutuskan berinvestasi pada suatu perusahaan. Pengungkapan ini akan berdampak pada pergerakan saham yang di perdagangkan atau likuiditas saham serta return saham. Berdasarkan uraian diatas maka dapat dikembangkan suatu kerangka pemikiran sebagai berikut : JURNAL Pengaruh Akuntansi Kualitas Pengungkapan & Keuangan Informasi (Maristiana Volume 4, Nomor 2, September Ayu) Kualitas pengungkapan 1. Kelengkapan disclosure 2. Timeliness (Ketepatan waktu ) Trading Volume Activity (Y1) Kualitas pengungkapan 1. Kelengkapan disclosure 2. Timeliness (Ketepatan waktu ) Return Saham (Y2) 2.5 Pengaruh Kelengkapan disclosure terhadap Trading Volume Activity (TVA) Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan informasi sebelum pengumuman mempunyai reaksi yang berbeda dibandingkan setelah adanya pengumuman terhadap pergerakan volume perdagangan. Penelitian Jennings(1990) dan Bamber (1986), menguji apakah para investor bereaksi terhadap laporan keuangan yang di publikasikan sehingga berdampak adanya pengaruh kandungan informasi terhadap volume perdagangan. Penelitian yang dilakukan Peter D. Wysocki (2000), menguji kembali penelitian Kim and Verrecchia (1991) yang menunjukkan bahwa pengumuman laba berpengaruh secara positif terhadap volume perdagangan dibandingkan sebelum adanya pengumuman. Penelitian Dedi junaidi (2005), melihat perbedaan tingkat pengungkapan informasi baik secara komprehensif (lengkap) dan tidak secara komprehensif (tidak secara lengkap). Hasilnya menunjukkan bahwa pengungkapan yang komprehensif (lengkap) berpengaruh positif terhadap v olume perdagangan saham. Berdasarkan penelitian yang dilakukan beberapa peneliti tersebut diatas, maka dapat ditarik suatu hipotesis, yaitu : H1 : Kelengkapan disclosure saham. berpengaruh positif terhadap volume perdagangan 2.6 Pengaruh ketepatan waktu pengungkapan terhadap Trading volume activity (TVA) Pengungkapan informasi yang berkualitas tentunya tidak hanya dilihat dari pengungkapan wajib dan sukarela saja, namun waktu pengungkapan menjadi suatu indikator untuk menentukan kualitas suatu informasi. Ketepatan waktu pelaporan keuangan menunjukkan tingkat relevan suatu informasi (Niarchos dan Georgapoulos, 1986; Haw et al,2000; dalam Septiani,2005). Ketepatan waktu informasi mengindikasikan bahwa informasi yang disampaikan akan memberikan good news sebagai sinyal positif bagi investor, sehingga akan bereaksi pada pasar modal yang mengindikasikan tingkat perdagangan saham di pasar saham ikut berpengaruh. Penelitian Chamber dan Penman (1984); Leventis dan Weetman (2004), di pasar modal yang sedang berkembang dengan menggunakan surrogate variabel volume perdagangan dan penerbitan saham publik, hasilnya menunjukkan bahwa volume perdagangan berasosiasi negatif dengan leadtime atau dengan kata lain volume perdagangan saham akan tinggi jika keterlambatan pengungkapan laporan keuangan yang rendah atau menunjukkan adanya ketepatan waktu yang tinggi. Hasil penelitian terbukti sesuai prediksi Diamond (1985) dan Verrechia (1983,1990). Berdasarkan uraian diatas dapat ditarik suatu hipotesis, yaitu : 18 JURNAL Akuntansi & Keuangan Volume 4, Nomor 2, September 2013 H2 : Ketepatan waktu pengungkapan berpengaruh positif terhadap aktivitas volume perdagangan. 2.7 Pengaruh Kelengkapan disclosure terhadap return saham Kualitas pengungkapan yang di ukur berdasarkan kelengkapan disclosure akan memberikan reaksi investor secara positif, sehingga pergerakan harga saham akan naik. Penelitian Brian J. Bushee & Cristopher F. Noe (2000) menyimpulkan bahwa kualitas pengungkapan yang tinggi mempengaruhi volatility return saham, sehingga return saham berpengaruh secara positif. Penelitian ini sejalan dengan yang dilakukan oleh Medeiros (2003) di Brazil dan Mouselli (2009) di Inggris dalam Anwar (2010), yang menyatakan bahwa kualitas informasi yang di ukur dari tingkat disclosure yang tinggi dapat mempengaruhi return saham. Penelitian Hsiu-i-Ting (2008), menyatakan bahwa disclosure yang lebih baik berdampak pada return saham akan lebih baik, khususnya pada perusahaan yang memiliki informasi spesifik dan stabil. Berdasarkan uraian diatas dapat ditarik suatu hipotesis, yaitu : H3 : Kelengkapan disclosure berpengaruh positif terhadap return saham. 2.8 Pengaruh ketepatan waktu pengungkapan terhadap return saham Ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan merupakan suatu alat yang berpengaruh secara sign
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks