JST Kesehatan, Januari 2015, Vol.5 No.1 : ISSN

Please download to get full document.

View again

of 7
23 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
JST Kesehatan, Januari 2015, Vol.5 No.1 : ISSN HUBUNGAN MOTIVASI EKSTRINSIK DENGAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DALAM PELAKSANAAN ASUHAN KEPERAWATAN The Correlation between the Extrinsic Motivation
Document Share
Document Transcript
JST Kesehatan, Januari 2015, Vol.5 No.1 : ISSN HUBUNGAN MOTIVASI EKSTRINSIK DENGAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DALAM PELAKSANAAN ASUHAN KEPERAWATAN The Correlation between the Extrinsic Motivation and the Performance in the Implementation of the Nursing Cares Haerani, Julianus Ake, Suryani As ad Bagian Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin ( ABSTRAK Secara umum kinerja perawat masih rendah, antara lain karena faktor motivasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan motivasi ekstrinsik dengan kinerja perawat pelaksana dalam pelaksanaan asuhan keperawatan di ruang rawat inap RSUD Haji, Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan rancangan kajian potong lintang. Sampel sebanyak 98 orang perawat pelaksana yang diambil dari sepuluh ruang rawat inap. Teknik penyampelan yang digunakan, yaitu penyampelan acak bertingkat tidak proporsional. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan Chi-Square dan regresi logistik. Hasil analisis Chi-Square menunjukkan bahwa ada hubungan antara hubungan interpersonal dan kinerja perawat (p=0,001); ada hubungan kondisi kerja dan kinerja perawat (p=0,001); ada hubungan pendapatan dan kinerja perawat (p=0,001). Hasil analisis regr esi logistik menunjukkan bahwa hubungan interpersonal merupakan variabel yang paling berhubungan dengan kinerja perawat. Kata Kunci: Motivasi Ekstrinsik, Kinerja, Perawat Pelaksana ABSTRACT In general, the performance of nurses is low, which is influenced by low motivation. This research aimed to investigate the correlation between the extrinsic motivation and the performance of the onduty nurses in the implementation of the nursing cares in the live-in wards of Haji Local General Hospital, South Sulawesi Province. The research was observational-analytical and used the design of the cross-sectional study. The samples comprised 98 nurses who had been chosen from 10 live-in wards through the disproportionate stratified random sampling technique. The data were collected data were than analyzed using the Chi-square and the logistic regression analyses. The results of the Chi-square analysis indicated that there was a correlation between the interpersonal relationship and the performance of the nurses (p=0,001), between the work condition and the performance of the nurses (p=0,001), and between the incomes and the performance of the nurses (p=0,001). The result of the logistic regression analysis revealed that variable of the interpersonal relationship had the dominant effect on the performance of the nurses. Keywords: Extrinsic Motivation, Performance, On-Duty Nurses PENDAHULUAN Pada sistem pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, para dokter dan perawat mendapat banyak perhatian karena peran dan fungsi mereka memberi bentuk terhadap upaya pelayanan kesehatan. Perhatian yang besar banyak diberikan kepada profesi perawat dan peran mereka dalam memberikan pelayanan kesehatan. Sehingga setiap upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit harus juga disertai upaya untuk meningkatkan pelayanan keperawatan salah satunya dengan peningkatan kinerja perawat (Nursalam, 2011). 90 Motivasi Ekstrinsik, Kinerja, Perawat Pelaksana ISSN Kinerja keperawatan adalah prestasi kerja yang ditunjukkan oleh perawat pelaksana dalam melaksanakan tugastugas asuhan keperawatan sehingga menghasilkan output yang baik kepada customer (organisasi, pasien, perawat sendiri) dalam kurun waktu tertentu (Kurniadi, 2013). Adam (2014), menunjukkan bahwa kinerja perawat dalam pendokumentasian asuhan keperawatan dengan kategori rendah sebesar 43,6%. Burdahyat (2009), menemukan persepsi kinerja perawat di rumah sakit pemerintah dalam kategori baik hanya sebesar 49,5% dan sisanya 50,5% dalam kategori kurang. Sastradijaya (2004) menemukan kinerja perawat dalam pemberian asuhan keperawatan di Rumah Sakit Pemerintah Daerah Cilegon dengan kategori baik hanya sebesar 56,25%. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata kinerja perawat di rumah sakit tersebut masih relatif rendah. Rendahnya kinerja perawat dalam pelaksanaan asuhan keperawatan dipengaruhi oleh beberapa faktor, namun beberapa peneliti menemukan bahwa kinerja banyak dihubungkan dengan faktor eksternal, salah satunya adalah motivasi ekstrinsik. Beberapa ahli menyebut motivasi kerja ekstrinsik sebagai motivasi yang ditingkatkan oleh lingkungan kerja atau adanya penghargaan eksternal (Marquis & Huston, 2010; Nawawi, 2011; Kurniadi, 2013). Yang termasuk motivasi ekstrinsik adalah hubungan interpersonal, kondisi kerja, supervisi, kebijakan organisasi dan reward. Studi literatur pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Adam (2014) terhadap 101 perawat pelaksana di RSUD Haji Provinsi Sulawesi Selatan menganalisis tentang hubungan supervisi kepala ruangan dengan kinerja perawat pelaksana dalam pendokumentasian asuhan keperawatan menemukan bahwa dari 101 perawat, sebanyak 44 perawat (43,6%) yang memiliki kinerja yang rendah dalam melaksanakan pendokumentasian asuhan keperawatan. Zenah N (2014), mengatakan bahwa ada hubungan positif antara pemberian insentif dengan motivasi kerja perawat di ruang rawat inap kelas III RSUD Inche Abdul Moeis Samarinda. Perlu adanya perhatian yang diberikan oleh pihak manajemen RSUD Haji Provinsi Sulawesi Selatan dalam upaya peningkatan kinerja perawat pelaksana dalam melaksanakan tugas-tugas asuhan keperawatan. Sehingga, antisipasi dini terhadap masalah mutu pelayanan keperawatan dapat diketahui dan dilakukan upaya untuk mengurangi faktor-faktor yang dapat menyebabkan menurunnya kinerja perawat, terutama dengan memperhatikan motivasi kerja ekstrinsik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan motivasi ekstrinsik dengan kinerja perawat pelaksana dalam pelaksanaan asuhan keperawatan di ruang rawat inap RSUD Haji Provinsi Sulawesi Selatan. BAHAN DAN METODE Desain penelitian Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian Cross Sectional (Budiman, 2011), yang bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi ekstrinsik dengan kinerja perawat pelaksana dalam pelaksanaan asuhan keperawatan di ruang rawat inap RSUD Haji Provinsi Sulawesi Selatan. Populasi dan teknik sampel Populasi merupakan keseluruhan sumber data yang diperlukan dalam suatu penelitian (Saryono & Anggraeni, 2013). Populasi dalam penelitian ini adalah semua perawat pelaksana yang bertugas di Ruang Rawat Inap RSUD Haji Provinsi Sulawesi Selatan berjumlah 131 orang. Penarikan sampel menggunakan teknik Disproportionate Random sampling. Dalam Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 98 responden. Metode pengumpulan data Pengumpulan data dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan kuesioner, 91 Haerani ISSN wawancara, serta observasi untuk mengukur kinerja perawat pelaksana dalam pelaksanaan asuhan keperawatan. Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data tentang hubungan interpersonal, kondisi kerja, dan pendapatan. Kuesioner yang digunakan sebelumnya telah memenuhi syarat uji validitas dan reliabilitas. Analisis data Data dianalisis berdasarkan skala ukur dan tujuan penelitian dengan menggunakan perangkat lunak program komputerisasi. Data dianalisis secara: (1). Analisis Univariat, Analisis dilakukan untuk melihat proporsi. (2). Analisis Bivariat, Uji bivariat dilakukan untuk mencari hubungan antara variabel independen dan variabel dependen dengan uji yang digunakan adalah chi-square bila memenuhi syarat, dan akan dilakukan uji fisher s exact sebagai alternative. Interval kepercayaan yang diambil adalah 95% dan batas kemaknaan yang diterima apabila p 0,05. (3). Analisis multivariat, uji multivariat dilakukan untuk mencari variabel yang paling berhubungan antara variabel independen dan variabel dependen dengan uji yang digunakan adalah uji regresi logistik. HASIL Analisis univariat Berdasarkan (Tabel 1) menunjukkan bahwa sebagian besar umur responden berada pada kategori dewasa madya (63,3%), sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (79,6 %), sebagian besar telah menikah (69,4 %), sebagian besar pendidikan vokasional (91,9%), status kepegawaian paling banyak tenaga PNS (41,8%) dan masa kerja hampir berimbang jumlahnya yang bekerja kurang dari 5 tahun (49 %) dan lebih dari 5 tahun sebanyak (51%). Tabel 2 menunjukkan bahwa sebagian besar hubungan interpersonal perawat dalam kategori baik (60,2%), sebagian besar kondisi kerja ruang rawat inap baik (62,2%), sebagian besar pendapatan yang diterima perawat cukup (55,1%) dan sebagian besar kinerja perawat baik (60,2%). Analisis univariat Motivasi ekstrinsik perawat pelaksana dalam pelaksanaan asuhan keperawatan dengan kinerja perawat. Motivasi ekstrinsik terdiri dari hubungan interpersonal, kondisi kerja dan pendapatan. Tabel 2 menunjukkan bahwa sebagian besar hubungan interpersonal perawat dalam kategori baik sebanyak 59 orang (60,2 %), sebagian besar perawat merasa kondisi kerja baik sebanyak 61 orang (62,2 %), sebagian besar perawat merasa pendapatan yang diterima cukup sebanyak 54 orang (55,1 %) dan sebagian besar kinerja perawat baik sebanyak 59 orang(60,2 %). Analisis bivariat Berdasarkan (Tabel 3) menunjukkan hubungan antara hubungan interpersonal dengan kinerja perawat menunjukkan bahwa bahwa sebanyak 55 perawat (56,1 %) yang memiliki hubungan interpersonal yang baik memperlihatkan kinerja yang baik. Hasil uji statistik didapatkan nilai p = 0,001 (p 0,05) maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara hubungan interpersonal dengan kinerja perawat Hubungan kondisi kerja dengan kinerja perawat menunjukkan bahwa sebanyak 53 perawat (54,1 %) yang memiliki kondisi kerja yang baik memperlihatkan kinerja yang baik. Hasil uji statistic didapatkan nilai p = 0,001 (p 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara kondisi kerja dengan kinerja perawat (Tabel 4). Hubungan pendapatan dengan kinerja perawat menunjukkan bahwa sebanyak 50 perawat (51,0 %) yang memiliki pendapatan yang cukup memperlihatkan kinerja yang baik. Hasil uji statistik didapatkan nilai p = 0,001 (p 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pendapatan dengan kinerja perawat. 92 Motivasi Ekstrinsik, Kinerja, Perawat Pelaksana ISSN Tabel 1. Distribusi frekuensi berdasarkan karakteristik responden (n=98). No Karakteristik respoden n (%) 1 Usia Jenis kelamin Laki laki Perempuan Pendidikan Profesional Vokasional Status pernikahan Menikah Belum menikah 5 Status kepegawaian PNS Outsourching 6 Masa Kerja Sukarela 5 Tahun tahun Sumber : Data Primer, Tabel 2. Distribusi frekuensi variabel yang berhubungan dengan motivasi ekstrinsik (hubungan interpersonal, kondisi kerja dan pendapatan) dengan kinerja perawat Varibel n % Hubungan interpersonal Baik Kurang Kondisi kerja Baik Kurang Pendapatan Cukup Kurang Kinerja Perawat Baik Kurang Jumlah Sumber : Data Primer, Haerani ISSN Tabel 3. Hubungan antara hubungan interpersonal dengan kinerja perawat pelaksana (n = 98). Kinerja Total Hubungan interpersonal Baik Kurang p N % n % n % Baik Kurang ,001 Tabel 4. Hubungan kondisi kerja dengan kinerja perawat pelaksana (n = 98) Kinerja Total Kondisi kerja Baik Kurang p N % n % n % Baik Kurang ,001 Tabel 5. Hubungan pendapatan dengan kinerja perawat pelaksana (n = 98) Kinerja Total Pendapatan Baik Kurang p n % n % n % Cukup Kurang ,001 Analisis multivariat Berdasarkan hasil uji regresi logistik pada Tabel 4 menunjukkan bahwa variabel yang paling berhubungan dengan kinerja perawat dalam pelaksanaan asuhan keperawatan adalah hubungan interpersonal dengan nilai (B : -3,867, Exp B 0,021), dan pendapatan dengan nilai (B : -2,693, Exp B : 0,068) PEMBAHASAN Pada penelitian ini terlihat bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan interpersonal, kondisi kerja, dan pendapatan dengan kinerja perawat pelaksana dalam pelaksanaan asuhan keperawatan di Ruang Rawat Inap RSUD Haji Provinsi Sulawesi Selatan. Dari Hasil uji Pearson Chi-Square didapatkan nilai p = (p 0,05), maka disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara hubungan interpersonal dengan kinerja perawat. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Handoko (2010), yang menunjukkan bahwa variabel hubungan interpersonal terbukti mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pelaksanaan dokumentasi proses keperawatan. Kurniadi (2013) menga - takan hubungan interpersonal yang baik yang dibina oleh perawat diharapkan akan berdampak positif dalam penyelesaian pelayanan keperawatan yang tampak dalam lingkungan kerja seperti saling mendukung dan memberikan perhatian, merasa puas dan secara teknis mampu melaksanakan tugas dengan baik. 94 Motivasi Ekstrinsik, Kinerja, Perawat Pelaksana ISSN Berdasarkan hasil penelitian menggunakan uji Pearson Chi-Square didapatkan nilai p = 0.001, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kondisi kerja dengan kinerja perawat dalam pelaksanaan asuhan keperawatan. Sejalan dengan hasil penelitian Hakim A (2014) menunjukkkan bahwa terdapat hubungan positif antara lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja perawat di RSUD Salewangang Maros. Hasil penelitian ini memperkuat teori Mardiana (2009) yang mengatakan bahwa lingkungan kerja yang kondusif memberikan rasa aman dan memungkinkan para pegawai untuk dapat bekerja optimal. Hasil uji statistik penelitian menggunakan uji Pearson Chi-Square didapatkan nilai p = 0.001, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pendapatan dengan kinerja perawat pelaksana dalam pelaksanaan asuhan keperawatan. Sejalan dengan hasil penelitian Handoyo dan Hartati (2010), bahwa variabel kompensasi mempunyai pengaruh signifikan terhadap pelaksanaan pendokumentasian proses keperawatan. Kesalahan dalam menerapkan sistem penghargaan (insentif) akan berakibat timbulnya demotivasi dan tidak adanya kepuasan kerja dikalangan pekerja. Apabila hal tersebut terjadi dapat menyebabkan turunnya kinerja baik pekerja maupun organisasi (Wibowo, 2012). KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian di atas maka disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan interpersonal, kondisi kerja dan pendapatan dengan kinerja perawat pelaksana dalam pelaksanaan asuhan keperawatan di Ruang Rawat Inap RSUD Haji Provinsi Sulawesi Selatan. Hasil penelitian ini hendaknya dijadikan sebagai salah satu referensi tambahan pihak manajemen rumah sakit perlunya melakukan penataan dan merencanakan pengelolaan sumber daya manusia khususnya pemberian motivasi ekstrinsik yaitu hubungan interpersonal, kondisi kerja dan pendapatan untuk meningkatkan kinerja perawat. DAFTAR PUSTAKA Adam (2014). Hubungan Supervisi Kepala Ruangan dengan Kinerja Perawat Pelaksana Dalam Pendokumentasian Proses Keperawatan di RSUD Haji Provinsi Sulawesi Selatan. Tesis PSMIK UNHAS. Budiman (2011). Penelitian Kesehatan. Penerbit: PT Refika Aditama. Hakim A & Yassir M (2014). Pengaruh Hubungan Interpersonal dan Lingkungan Kerja terhadap Kepuasan Kerja Perawat di Ruangan UGD RSUD Salewangang Maros. Jurnal Ilmiah Diagnosisi Volume 4 Nomor 5. Handoyo & Hartati. (2010). Pengaruh Motivasi Ekstrinsik terhadap Pelaksanaan Dokumentasi Proses Keperawatan di Instalasi Rawat Inap RSUD Purbalingga. Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, Volume 6, No.2/ Juni. Kurniadi, A. (2013). Manajemen Keperawatan dan Prospektifnya: Teori, Konsep dan Aplikasi. Badan Penerbit FK UI. Mardiana (2009). Manajemen Kerja. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Marquis, L.B & Huston, J.C (2010). Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan: Teori & Aplikasi. Jakarta: EGC. Nawawi, H. (2011). Manajemen Sumber Daya Manusia. Cetakan 8. Yogyakarta: UGM Nursalam, M. (2011). Manajemen Keperawatan: Aplikasi Dalam Praktik Keperawatan Profesional. Edisi 3, Jakarta; Salemba Medika. Sastradijaya, H.J (2004). Faktor Faktor yang Berhubungan Kinerja Perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Cilegon. Tesis FIK UI, tidak dipublikasikan. 95 Haerani ISSN Saryono & Anggraeni, M.D. (2013). Metodologi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif dalam Bidang Kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika. Wibowo (201 2). Manajemen Kinerja. Cetakan pertama. Edisi ketiga. Jakarta: Penerbit RajaGrafindo Persada. 96
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks