JENIS WACANA, KOHESI, DAN KOHERENSI PADA FIKSI MINI DALAM MEDIA SOSIAL TWITTER

Please download to get full document.

View again

of 44
33 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
JENIS WACANA, KOHESI, DAN KOHERENSI PADA FIKSI MINI DALAM MEDIA SOSIAL TWITTER Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Sastra Indonesia Program Studi Sastra Indonesia
Document Share
Document Transcript
JENIS WACANA, KOHESI, DAN KOHERENSI PADA FIKSI MINI DALAM MEDIA SOSIAL TWITTER Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Sastra Indonesia Program Studi Sastra Indonesia Oleh Amry Nur Hidayat PROGRAM STUDI SASTRA INDONESIA FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2018 Skripsi JENIS WACANA, KOBESI, DAN KOBERENSI PADA FIKSI MINI DALAM MEDIA SOSIAL TWITTER Oleh tanggal 31 0::.L.n~ ; '1018. ii Skripsi JENIS WACANA, KOBESI, DAN KOHERENSI PADA FIKSI MINI DALAM MEDIA SOSIAL TWITTER Dipersiapkan dan ditulis oleh Amry NUT Hidayat Ketua Sekretaris Penguji 3. Prof Dr. I. Praptomo Baryadi, M.Hum. iii PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 11 Januari 2018 Penulis Amry Nur Hidayat iv Pernyataan Persetujuan Publikasi Karya Ilmiah untuk Kepentingan Akademis Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Amry Nur Hidayat Nim : Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul Jenis Wacana, Kohesi, dan Koherensi pada Fiksi Mini dalam Media Sosial Twitter. Dengan demikian, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak menyimpan, mengalihkan dalam bentuk lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas dan mempublikasikannya di internet atau media yang lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta izin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai pemilik. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada Tanggal 11 Januari 2018 Yang menyatakan, Amry Nur Hidayat v Skripsi ini saya persembahkan untuk Bapak Komari dan Mamak Suparmi sebagai piala. vi Bismilahirohmanirohim Al-Fatihah Segala sesuatu yang bisa kau bayangkan adalah nyata Pablo Picaso vii KATA PENGANTAR Dengan nama Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang. Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah Swt. atas segala rencana-nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Jenis Wacana, Kohesi, dan Koherensi pada Fiksi Mini dalam Media Sosial Twitter. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Sastra (S.S) pada Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma. Skripsi ini terselesaikan berkat dukungan dari berbagai pihak, baik langsung atau pun tidak langsung. Oleh sebab itu, penulis bertanggung jawab untuk mengucapkan terima kasih kepada beberapa pihak tersebut. Pertama, almarhum Dr. Paulus Ari Subagyo, M.Hum. sebagai dosen pembimbing I pada awal skripsi ini dimulai. Beliau telah menyediakan banyak waktu untuk mendengarkan dan mengoreksi argumen penulis sehingga akhirnya diperoleh kematangan cara mengolah rumusan masalah. Kedua, Prof. Dr. I. Praptomo Baryadi, M.Hum. sebagai pembimbing II yang akhirnya menjadi dosen pembimbing tunggal bagi penulis dalam mengerjakan skripsi. Selain keahlian dalam bidangnya, kesantunan dan kerendahhatian Profesor Praptomo membuat penulis sangat termotivasi untuk menyelesaikan skripsi ini. Ketiga, seluruh dosen Program Studi Sastra Indonesia: almarhum Drs. Hery Antono, M.Hum., S.E. Peni Adji, S.S., M.Hum., Drs. B. Rahmanto, M.Hum., Dr. Yoseph Yapi Taum, M.Hum., Sony Christian Sudarsono, S.S., M.A., M.M. Sinta Wardani, S.S., M.A., dan Dra. F. Tjahdrasih Adji, M.Hum. viii yang telah menuntun dan membekali berbagai ilmu pengetahuan selama perkuliahan. Keempat, penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada segenap staf sekretariat Fakultas Sastra atas pelayanan administrasi, baik pelayanan mengenai perkuliahan atau pun bantuan selama penulis berkegiatan dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia. Pihak lain yang mendorong dan menyemangati penulis dalam mengerjakan skripsi ini adalah keluarga dan sahabat. Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Komari, Mamak Suparmi, Dik Anisa, serta Maria Anna Wulan Wahyuni. Yogyakarta, 11 Januari 2018 Penulis Amry Nur Hidayat ix ABSTRAK Hidayat, Amry Nur Jenis Wacana, Kohesi, dan Koherensi pada Fiksi Mini dalam Media Sosial Twitter. Skripsi Strata Satu (S1). Program Studi Sastra Indonesia, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma. Fiksi mini adalah karya sastra Indonesia pendek yang berkembang di media sosial twitter. Skripsi ini membahas tentang jenis wacana, kohesi, dan koherensi pada karya sastra tersebut. Jenis wacana yang dimaksud didasarkan pada keaktifan partisipan, sementara kohesi dan koherensi digunakan untuk menentukan kepaduan (hanya) pada tubuh fiksi mini, tidak termasuk topik dan unsur lain. Tiga teori tersebut ditujukan untuk menentukan jenis-jenis wacana pada fiksi mini, mendeskripsikan kohesi pada fiksi mini, dan mendeskripsikan koherensi pada fiksi mini. Data penelitian ini diambil dari akun menggunakan teknik catat sebanyak 100 data pada tahun Selanjutnya, data dianalisis menggunakan metode agih dan teknik bagi unsur langsung (BUL). Hasil analisis tersebut kemudian disajikan menggunakan metode informal, yaitu penyajian menggunakan bahasa dan kata-kata. Hasil penelitian ini meliputi tiga hal. Pertama, jenis wacana dalam fiksi mini, yaitu wacana monolog dan wacana campuran monolog dan dialog. Kedua, kohesi pada fiksi mini, yaitu kohesi kolokasi, kohesi penunjukan, kohesi penggantian, kohesi pelesapan, kohesi antonimi, kohesi sinonimi, dan kohesi hiponimi. Ketiga, koherensi pada fiksi mini, yaitu koherensi logis, koherensi perian, koherensi kronologis, dan stimulus-respons. Kata kunci : fiksi mini, jenis wacana, kohesi, koherensi x ABSTRACT Hidayat, Amry Nur Kind of Discourse, Cohesion, and Coherence at Fiksi Mini in Social Media Twitter. Undergraduate thesis. Study Program of Indonesian Literary, Indonesia Literatuture Course, Sanata Dharma University. Fiksi mini is Indonesia short literature in social media twitter. This thesis discusses kind of discourse, cohesion, and coherence in fiksi mini. Kind of discourse that mentioned is basis to active participan, while cohesion and coherence used for determine of discourses solid. That is mean only in fiksi mini body, not included topic or another element. Three teory that mentioned used for determine kind of discourse, describing cohesion in fiksi mini, and describing coherence in fiksi mini. Data of this research taked from twitter by note technique. Furthrmore, datas analyzing by opportion method and straight devide element (BUL). The result dished by informal method, that is dishing with language and words. Result of this research included three matter. First, kind of discourse in fiksi mini, that is monologue discourse, mixed discourse monologue and dialogue, and mixed discourse monologue and monologue. Second, cohesion in fiksi mini, that is collocation cohesion, refence cohesion, subtitution cohesion, ellypsis cohesion, antonymi cohesion, synonimi cohesion, and hyponimi cohesion. Third, coherence in fiksi mini, that is time sequence coherence, logic coherence, perian coherence, and stimulus-respons coherence. Keyword : fiksi mini, kind of discourse, cohesion, coherence xi DAFTAR ISI HALAMAN PENGESAHAN PEMBIMBING... ii HALAMAN PENGESAHAN... iii HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA... iv HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI... v HALAMAN PERSEMBAHAN... vi MOTTO... vii KATA PENGANTAR... viii ABSTRAK... x ABSTRACT... xi DAFTAR ISI... xii DAFTAR SIMBOL... xiv BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Hasil Penelitian Manfaat Teoritis Manfaat Praktis Tinjauan Pustaka Landasan Teori Fiksi Mini Jenis Wacana Berdasarkan Keaktifan Partisipan Kohesi Koherensi Metode Penelitian Metode dan Teknik Pengumpulan Data Metode dan Teknik Analisis Data Metode Penyajian Hasil Analisis Data Sistematika Penyajian xii BAB II JENIS WACANA PADA FIKSI MINI 2.1 Pengantar Wacana Monolog Wacana Campuran Monolog dan Dialog BAB III KOHESI PADA FIKSI MINI 3.1 Pengantar Kohesi Kolokasi Kohesi Penunjukan Kohesi Penggantian Kohesi Pelesapan Kohesi Antonimi Kohesi Sinonimi Kohesi Hiponimi BAB IV KOHERENSI PADA FIKSI MINI 4.1 Pengantar Koherensi Logis Koherensi Logis Kausalitas Koherensi Logis Kontras Koherensi Perian Koherensi Kronologis Koherensi Stimulus-respons BAB V PENUTUP 1.1 Kesimpulan Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN xiii DAFTAR SIMBOL i kalimat ii kalimat kata/frasa i kata/frasa ii : kalimat/ bagian (i) fiksi mini : kalimat/ bagian (ii) fiksi mini; dst. : kata atau frasa yang ada pada kalimat atau bagian (i) fiksi mini : kata atau frasa yang ada pada kalimat atau bagian (ii) fiksi mini; dst. xiv BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Fiksi mini merupakan karya sastra di Indonesia yang memiliki bentuk singkat serupa puisi namun memiliki isi serupa prosa. Berdasarkan bentuk, pada awalnya fiksi mini memiliki panjang maksimal 140 karakter termasuk spasi dengan atau tanpa judul. Hal tersebut karena dalam produksinya, fiksi mini memanfaatkan media sosial twitter yang pada awalnya hanya memperbolehkan 140 karakter atau kurang dalam sekali unggahan teks (tahun 2018 telah berubah menjadi 280 karakter). Sementara berdasarkan isi, fiksi mini tetap berusaha menyampaikan adegan-adegan lengkap dan sistematis kepada pembaca seperti prosa panjang. Dalam diktum yang ditulis oleh salah satu pionir fiksi mini, Agus Noor (2010), diungkapkan bahwa konsep karya sastra ini menyampaikan cerita seluas mungkin menggunakan kalimat sependek mungkin. Artinya, dengan bentuk singkatnya fiksi mini diharapkan mampu menunjukan gagasan luas. Oleh karena itu, penulis mengimpretasikan kalimat singkat yang dirangkai dalam karya sastra ini harus memenuhi syarat sebagai sebuah wacana utuh. Berikut ini adalah contohcontoh fiksi mini: (1) (Topik: DI BAWAH PURNAMA - Cinta Romi dan Juli bersemi diikuti ekor mereka yang berkelindan. (Diunggah pada 25 Juli 2017) (2) (Topik: PEDANG DAN TOMBAK - Tuanku dan tuanmu telah berdamai, lantas? Entahlah, yang penting aku nampak menakutkan bagimu! (Diunggah pada 16 Mei 2017) 1 2 (3) (Topik: MENAMBANG - Diam! teriak Ibu. Di mulut kami emasemas menggumpal. (Diunggah pada 14 Maret 2017) Ketiga contoh fiksi mini di atas merupakan contoh yang telah ditulis lengkap dengan topik dan tanggal pengunggahan oleh akun media sosial twitter fiksi mini, Adapun tubuh fiksi mini yang sebenarnya dari tiga contoh tersebut adalah sebagai berikut: (1) DI BAWAH PURNAMA - Cinta Romi dan Juli bersemi diikuti ekor mereka yang berkelindan. Fiksi mini (2) PEDANG DAN TOMBAK - Tuanku dan tuanmu telah berdamai, lantas? Entahlah, yang penting aku nampak menakutkan bagimu! (3) MENAMBANG - Diam! teriak Ibu. Di mulut kami emas-emas berikut: menggumpal. Adapun penampakan fiksi mini di dalam media sosial twitter adalah sebagai 3 Fiksi mini juga memiliki bagian-bagian tertentu yang tidak dapat diabaikan. Fiksi mini selalu didahului oleh nama penulisnya, yaitu satu kata atau gugus huruf yang diawali Kemudian, meskipun tidak selalu ada, umumnya fiksi mini diawali dengan judul. Judul tersebut ditulis menggunakan kata atau kalimat bercetak kapital. Selanjutnya, di sebelah kanan judul terdapat isi fiksi mini. Isi fiksi mini dapat terdiri dari satu atau dua kalimat. Oleh sebab itu, untuk selanjutnya peniliti akan menulis data lengkap dengan topik dan tanggal pengunggahan, serta 4 angka romawi bercetak superscript di setiap awal kalimat yang menjadi bagian fiksi mini, sebagai berikut: (1) (Topik: i DI BAWAH PURNAMA - ii Cinta Romi dan Juli bersemi diikuti ekor mereka yang berkelindan. (Diunggah pada 25 Juli 2017) (2) (Topik: i PEDANG DAN TOMBAK ii Tuanku dan tuanmu telah berdamai, lantas? iii Entahlah, yang penting aku nampak menakutkan bagimu! (Diunggah pada 16 Mei 2017) (3) (Topik: i MENAMBANG ii Diam! teriak Ibu. iii Di mulut kami emas-emas menggumpal. (Diunggah pada 14 Maret 2017) Berdasarkan fiksi mini di atas dapat terlihat bahwa ketiganya memiliki perbedaan. Pada fiksi mini (1) terlihat bahwa penulis menyajikan karyanya menggunakan satu partisipan yang mengungkapkan cerita, yaitu narator yang dijalankan oleh pembaca. Berlainan dengan data (1), pada fiksi mini (2), selain pada bagian judul yang menggunakan satu partisipan sebagai narator, terlihat bahwa fiksi mini ini menampilkan dua partisipan lain yang saling bercakap. Hal tersebut terlihat dari adanya dua tuturan yang masing-masing diapit tanda petik ganda ( ). Sementara itu, pada fiksi mini (3), gaya tuturan langsung seperti fiksi mini (2) muncul berdampingan dengan gaya pemaparan seperti fiksi mini (1). Namun, kedua tuturan tersebut tidak saling bersahutan dan kedua partisipannya tidak bertukar peran sebagai pendengar dan pembicara. Hal ini membuktikan adanya keberagaman bentuk dalam fiksi mini terkait tokoh atau partisipan yang ada di dalamnya. 5 Mengenai keaktifan partisipan dalam sebuah wacana, Baryadi (2002:9) menyebutkan bahwa wacana dapat dibedakan menjadi wacana monolog, wacana dialog, dan wacana polilog. Wacana monolog atau monologue discourse adalah wacana yang dalam pemproduksiannya hanya melibatkan pihak pembicara. Wacana dialog atau dialogue discourse adalah wacana yang dalam pemproduksiannya melibatkan dua pihak yang bergantian peran sebagai pembicara dan pendengar. Sementara itu, wacana polilog atau poyilogue discourse adalah wacana yang diproduksi melalui pertukaran tiga jalur atau lebih. Maka apabila melihat pembagian jenis wacana berdasarkan keaktifan partisipan tersebut, dapat disimpulkan bahwa fiksi mini (1) merupakan wacana monolog karena hanya melibatkan satu partisipan. Sementara itu, fiksi mini (2) adalah wacana campuran monolog dan dialog karena di dalamnya terdapat dua bagian, yaitu bagian yang disampaikan oleh satu partisipan dan bagian yang disampaikan oleh dua partisipan yang saling bertukar peran sebagai pendengar dan pembicara. Pada contoh (3), fiksi mini ditampilkan penulis melalui dua partisipan, yaitu partisipan sebagai tokoh ibu, dan partisipan tokoh aku. Akan tetapi, kedua partisipan tersebut tidak saling bertukar peran meskipun keduanya saling menghasilkan tuturan. Oleh sebab itu dapat disimpulkan kedua tuturan oleh masing-masing partisipan hanya sebagai monolog. Dengan mengesampingkan terlebih dahulu jenis wacana pada fiksi mini, jika dilihat lebih teliti maka karya sastra pendek ini akan menampakkan penanda tertentu yang membuat kalimat-kalimat di dalamnya padu. Kepaduan merupakan syarat mutlak untuk menciptakan keutuhan wacana. Oleh karena itu, di dalam 6 wacana harus terdapat kepaduan bentuk atau cohesion dan kepaduan makna atau coherence. Perhatikan contoh berikut: (4) (Topik: i MENAMBANG - ii Diam! teriak Ibu. iii Di mulut kami emas-emas menggumpal. (Diunggah pada 14 Maret 2017) Pada fiksi mini (4), ada beberapa kata yang membuat fiksi mini menjadi padu, yaitu: (1) menambang i, (2) diam ii, dan (3) emas-emas iii. Ketiga penanda tersebut memiliki hubungan kolokatif. Kita ketahui bersama bahwa salah satu tujuan dan hasil dari kegiatan menambang adalah emas. Sementara diam adalah bagian dari adagium diam itu emas. Penanda-penanda yang ditemukan dalam fiksi mini di atas merupakan bukti adanya kohesi pada fiksi mini yang membuatnya utuh, yaitu kohesi kolokasi. Kohesi atau cohesion adalah kepaduan yang berkenaan dengan hubungan bentuk antara bagian-bagian dalam suatu wacana. Berdasarkan perwujudan lingualnya, Halliday dan Hasan membedakan dua jenis kohesi, yaitu kohesi gramatikal (gramatical cohesion) dan kohesi leksikal (lexical cohesion). Kohesi gramatikal adalah keterikatan gramatikal antar bagian-bagian wacana, sedangkan kohesi leksikal adalah keterikatan leksikal bagian-bagian wacana (Baryadi, 2002:17). Selain kepaduan bentuk, keutuhan wacana juga dibangun oleh kepaduan makna, atau koherensi. Koherensi atau coherence merupakan keterkaitan semantis antara bagian-bagian wacana (Baryadi, 2002:29). Beberapa koherensi dalam wacana adalah koherensi logis(kausalitas, kontras, aditif, rincian, dan temporal), koherensi perian, koherensi kronologis atau hubungan perangkaian waktu, 7 koherensi pentahapan, koherensi stimulus-respons (fatis, informatif, pengukuhan, penolakan, dan negosiatif). Perhatikan contoh berikut: (5) (Topik: i PEDANG DAN TOMBAK - ii Tuanku dan tuanmu telah berdamai, lantas? iii Entahlah, yang penting aku nampak menakutkan bagimu! (Diunggah pada 16 Mei 2017) Fiksi mini (5) disampaikan penulis melalui tiga partisipan. Dalam fiksi mini tersebut partisipan 1 menuturkan bagian (1), partisipan 2 menuturkan bagian (ii), dan partisipan 3 menuturkan bagian (iii). Berdasarkan pembagian tersebut dapat terlihat bahwa partisipan 2 memberi stimulus berupa pertanyaan, yaitu Tuanku dan tuanmu telah berdamai, lantas?. Selanjutnya pertanyaan tersebut direspons oleh partisipan 3 dalam bentuk jawaban, yaitu Entahlah, yang penting aku nampak menakutkan bagimu!. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa fiksi mini (5) mengandung koherensi stimulus-respons. Berdasarkan pemaparan di atas, fiksi mini sebagai karya sastra baru di Indonesia menjadi topik menarik untuk dikaji. Dalam mengkaji fiksi mini, penelitian mengenai jumlah serta peran partisipan yang dilibatkan dalam fiksi mini menjadi sangat perlu dilakukan untuk mengetahui gaya bercerita yang tepat dalam rangka memperoleh keluasan makna dengan kepadatan bentuk. Oleh sebab itu, penulis ingin menganalisis jenis-jenis wacana yang ada di dalam fiksi mini didasarkan pada keaktifan partisipan. Selain itu, kohesi dan koherensi merupakan unsur penting dalam membangun keutuhan gagasan yang belum pernah dibahas dalam penelitian bertopik fiksi mini sebelumnya. Oleh sebab itu, dalam skripsi ini 8 dilakukan penelitian mengenai kohesi untuk mengetahui kepaduan bentuk serta penelitian koherensi untuk mengetahui kepaduan makna. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini adalah sebagai berikut: 1. Apa saja jenis wacana pada fiksi mini berdasarkan keaktifan partisipan? 2. Bagaimana kohesi pada fiksi mini? 3. Bagaimana koherensi pada fiksi mini? 1.3 Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah yang telah disebutkan di atas, tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Menentukan jenis-jenis wacana pada fiksi mini berdasarkan keaktifan partisipan 2. Mendeskripsikan kohesi pada fiksi mini 3. Mendeskripsikan koherensi pada fiksi mini 1.4 Manfaat Hasil Penelitian Penelitian ini berusaha menentukan jenis-jenis wacana berdasarkan keaktifan partisipan, mendeskripsikan bentuk-bentuk kohesi, dan mendeskripsikan bentuk-bentuk koherensi pada fiksi mini. Penelitian ini diharapkan memberi 9 sekurang-kurangnya dua manfaat kepada pembaca dan penulis. Adapun dua manfaat hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: Manfaat Teoritis Secara teoritis, penelitian ini menjelaskan jenis wacana yang terdapat pada fiksi mini berdasarkan partisipan yang aktif membangun cerita. Selain itu, penelitian ini menjelaskan kepaduan di dalam fiksi mini sebagai sebuah wacana. Kepaduan tersebut berupa kepaduan bentuk dan kepaduan makna. Oleh sebab itu manfaat hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi mengenai topik fiksi mini dan referensi mengenai jenis wacana, kohesi, dan koherensi Manfaat Praktis Dalam sudut pandang linguistik, penelitian ini membahas jenis wacana dengan cara melihat jumlah partisipan dalam fiksi mini. Selain itu, penelitian ini juga menjelaskan kepaduan bentuk dan kepaduan makna pada fiksi mini yang membuatnya dapat menyampaikan gagasan utuh. Oleh sebab itu, hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan secara praktis oleh pembaca sebagai salah satu acuan dalam menulis wacana pendek dan dalam membuat karya sastra fiksi mini. 1.5 Tinjauan Pustaka Penelitian mengenai fiksi mini pernah dilakukan oleh beberapa peneliti lain. Penelitian tersebut dilakukan oleh Anggino Tambunan pada tahun 2014, Iftaria Nur Ariesta pada tahun 2013, dan Cicik Tri Jaya
Similar documents
View more...
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks