INTEGRASI PROGRAM TAH}FIZ QUR A>N MARKAZ DIRA>SAT QUR A>NIYAH DAN SMA TAHFIDZ DARUL ULUM DI PONDOK PESANTREN BANYUANYAR PAMEKASAN

Please download to get full document.

View again

of 126
45 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
INTEGRASI PROGRAM TAH}FIZ QUR A N MARKAZ DIRA SAT QUR A NIYAH DAN SMA TAHFIDZ DARUL ULUM DI PONDOK PESANTREN BANYUANYAR PAMEKASAN TESIS Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Magister
Document Share
Document Transcript
INTEGRASI PROGRAM TAH}FIZ QUR A N MARKAZ DIRA SAT QUR A NIYAH DAN SMA TAHFIDZ DARUL ULUM DI PONDOK PESANTREN BANYUANYAR PAMEKASAN TESIS Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Magister pada Program Studi Pendidikan Agama Islam Oleh: LAWHIEM MAHFUDZ S. NIM: F PASCASARJANA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL S U R A B A Y A 2017 ABSTRAK Tesis Integrasi Program Tah}fiz Qur a n Markaz Dira sat Qur a niyah dan SMA Tahfidz Darul Ulum di Pondok Pesantren Banyuanyar Pamekasan Oleh: Lawhiem Mahfudz S., NIM. F , Dosen Pembimbing: Dr. Hj. Hanun Asrohah, M.Ag. Konsentrasi Pendidikan Agama Islam, Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya. Rumusan masalah tesis ini membahas tentang 1) Bagaimana pembelajaran Tahfidz di Markaz Dira sat Qur a niyah dan SMA Tahfidz Darul Ulum? 2) Bagaimana Integrasi Program Tahfidz Qur a n Markaz Dira sat Qur a niyah dan SMA Tahfidz Darul Ulum? 3) Bagaimana output dari Tahfidz Qur a n di Markaz Dira sat Qur a niyah dan SMA Tahfidz Darul Ulum? 4) Apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam program Tahfidz Qur a n di Markaz Dira sat Qur a niyah dan SMA Tahfidz Darul Ulum? Metode yang digunakan dalam penelitian tesis ini adalah menggunakan penelitian lapangan yang ditinjau melalui metode kualitatif. Metode yang digunakan peneliti dalam mencari dan mengumpulkan data adalah teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara. Tehnik analisis data dalam penelitian ini menggunakan reduksi data, display data, kemudian penarikan kesimpulan. Uji kredibelitas data dalam penelitian ini menggunakan 4 teknik, yaitu; 1) triangulasi data, 2) observasi yang diperdalam, 3) perpanjangan kehadiran peneliti, 4) diskusi antar teman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) Pembelajaran Tahfidz di MDQ dan SMA Tahfidz Darul Ulum adalah menggunakan metode pembelajaran ceramah, diskusi, dan tanya jawab yang ditambah dengan menghafal ayat al- Qur an yang mempunyai keterkaitan dengan materi pelajaran pada setiap mata pelajaran. Sedangkan di MDQ menggunakan metode klasik yakni menambah hafalan, muroja ah (mengulang hafalan). 2) Integrasi Program Tahfidz Qur an Markaz Dira sat Qur a niyah dan SMA Tahfidz Darul Ulum mempunyai beberapa keintegrasian, diantaranya a). integrasi lembaga, b) integrasi Guru, c) integrasi siswa, dan d) integrasi ketahfidzan. 3) Output dari Tah}fiz Al-Qur a n di SMA Tahfidz Darul Ulum menunjukkan bahwa 50% siswa berprestasi baik di bidang akademik maupun non-akademik di tingkat regional maupun nasional dan 20% siswanya diterima di perguruan tinggi baik negeri maupun swasta, dalam maupun luar negeri. 4) Faktor pendukungnya adalah bahwa keintegrasian antara SMA Tahfidz Darul Ulum dan MDQ memberikan dampak baik proses pendidikan terhadap siswa khususnya dalam pengembangan menghafal al-qur an dan keilmuan al-qur an. Sedangkan faktor penghambatnya a) Siswa SMA Tahfidz tidak dijadikan dalam satu asrama, sehingga menghambat program yang telah ditentukan SMA Tahfidz Darul Ulum, khususnya dalam penyetoran hafalan al- Qur a n yang selama ini kurang efektif pelaksanaannya. b) Siswa SMA Tahfidz yang bukan anggota MDQ sulit fokus pada target pencapaian hafalan al-qur a n. Karena kebebasan mereka untuk mengikuti berbagai macam ekstrakurikuler baik yang dilaksanakan oleh sekolah ataupun di Pesantren. Berbeda dengan siswa SMA yang menjadi anggota MDQ. DAFTAR ISI Halaman Judul... i Pernyataan Keaslian... ii Pengesahan Pembimbing... iii Pengesahan Tim Penguji... iv Motto... v Pedoman Transliterasi... vi Persembahan... viii Ucapan Terima Kasih... ix Abstrak... xii DAFTAR ISI... xiii BAB I PENDAHULUAN... 1 A. Latar Belakang Masalah... 1 B. Identifikasi dan Batasan Masalah C. Rumusan Masalah D. Tujuan Penelitian E. Kegunaan Penelitian F. Penelitian Terdahulu G. Metodologi Penelitian H. Sistematika Pembahasan BAB II KAJIAN TEORI A. Tinjauan Umum tentang Tah}fiz Qur a n Pengertian Tah}fiz Qur a n Hukum dan Tujuan Menghafal Al-Qur a n Sejarah teknik penghafalan Al-Qur a n pada masa Rasulullah SAW.. 41 B. Tinjauan Umum tentang Pembelajaran Tah}fiz} Perencanaan Pembelajaran Pelaksanaan Pembelajaran Evaluasi Pembelajaran Model Pembelajaran Memorisasi (Memorization) Teori Pemrosesan Informasi (Memori)... 57 C. Tinjauan Umum tentang Integrasi} Pengertian Integrasi Integrasi Kurikulum Pendidikan Formal Pendidikan Non-Formal BAB III PAPARAN HASIL PENELITIAN A. Kondisi Umum Objek Penelitian Sejarah Singkat PP. Banyuanyar Pamekasan Latar Belakang dan Sejarah Berdirinya Markaz Dira sat Qur a niyah Latar Belakang dan Sejarah Berdirinya SMA Tahfidz Darul Ulum B. Paparan Data Pembelajaran Tahfidz di Markaz Dira sat Qur a niyah dan SMA Tahfidz Darul Ulum ) Perencanaan Pembelajaran ) Pelaksanaan Pembelajaran ) Evaluasi Pembelajarn Integrasi Program Tahfidz Qur an Markaz Dira sat Qur a niyah dan SMA Tahfidz Darul Ulum Output Pendidikan BAB IV ANALISIS PENELITIAN A. Integrasi Program Tah}fiz Qur a n Markaz Dira sat Qur a niyah dan SMA Tahfidz Darul Ulum Pola Integrasi Program Tah}fiz Qur a n a. Integrasi Lembaga b. Integrasi Guru (Pengelola) c. Integrasi Siswa d. Integrasi Ketahfidzan e.tujuan Integrasi Program Tah}fiz Qur a n Markaz Dira sat Qur a niyah dan SMA Tahfidz Darul Ulum B. Pembelajaran Tahfidz di Markaz Dira sat Qur a niyah dan SMA Tahfidz Darul Ulum Perencanaan Pembelajaran Pelaksanaan Pembelajaran Evaluasi Pembelajarn Pembelajaran Memorasi C. Output Pendidikan D. Faktor Pendukung dan Penghambat BAB V PENUTUP A. Kesimpulan B. Kritik dan Saran DAFTAR PUSTAKA BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan yang bermutu sangat tergantung pada keberadaan sumber daya manusia yang profesional dan bermartabat karena keberadaan sumber daya manusia yang bermutu merupakan syarat mutlak hadirnya sistem praktek pendidikan dan pengajaran yang berkualitas. Sebab dengan pendidikan akan membentuk suatu bangsa yang lebih beradab dan berbudi luhur. Melalui pendidikanlah akan diwariskan nilai-nilai luhur yang dimiliki oleh suatu bangsa, karena pendidikan tidak hanya berfungsi (ketetapan UNESCO tahun 1996 tentang empat dari tujuh pilar pendidikan) sebagai learning to know yaitu belajar untuk menguasai ilmu pengetahuan, learning to do yaitu belajar untuk menguasai ketrampilan, learning to live together yaitu belajar untuk hidup permasyarakat, tetapi juga berfungsi sebagai learning to be yaitu belajar untuk mengembangkan diri secara maksimal. 1 Hal ini mengacu dalam Undang-Undang Sisdiknas (Sistem Pendidikan Nasional) No. 20 Tahun 2003 pada bab I pasal 1 ayat 1 bahwasannya Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian 1 Hamdani, Strategi Belajar Mengajar (Bandung: CV Pustaka Setia, 2011), 2 diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. 2 Pendidikan merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan kita. Ini berarti bahwa setiap manusia berhak mendapatkannya dan diharapkan untuk selalu berkembang di dalamnya. Pendidikan tidak akan ada habisnya. Pendidikan secara umum mempunyai arti suatu proses kehidupan dalam mengembangkan diri tiap individu untuk dapat hidup dan melangsungkan kehidupan. Menjadi seorang yang terdidik itu sangat penting. Kita dididik menjadi orang yang berguna baik bagi negara, nusa dan bangsa. Pendidikan pertama kali yang kita dapatkan di lingkungan keluarga (Pendidikan Informal), lingkungan sekolah (Pendidikan Formal), dan lingkungan masyarakat (Pendidikan Nonformal). Pendidikan Informal adalah pendidikan yang diperoleh seseorang dari pengalaman sehari-hari dengan sadar atau tidak sadar, sejak seseorang lahir sampai mati. Proses pendidikan ini berlangsung seumur hidup, sehingga peranan keluarga itu sangat penting bagi anak terutama orang tua. Orang tua mendidik anaknya dengan penuh kasih sayang. Kasih sayang yang diberikan orang tua tidak ada habisnya dan terhitung nilainya. Orang tua mengajarkan kepada kita hal-hal yang baik misalnya, bagaimana kita bersikap sopan-santun terhadap orang lain, menghormati sesama, dan berbagi dengan mereka yang kekurangan. Menurut Sismono La ode, pendidikan adalah proses pendewasaan anak melalui berbagai program dan kegiatan dalam konteks, baik formal maupun 2 Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003, Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Jakarta: Sinar Grafika, 2007), 2 3 nonformal. Dan hasil akhir pendidikan adalah pembentukan insan yang berkualitas, berakhlak mulia, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mandiri dan berguna bagi sesama manusia, masyarakat dan bangsanya. 3 Dasar keimanan merupakan pendidikan pertama yang harus ditanam dan dipupuk sejak dini pada anak-anak. Dimulai sejak mereka berusia 7 tahun, anak didik harus diajarkan dan dididik untuk cinta dan meyakini bahwa Allah adalah Pencipta seluruh makhluk hidup, di seluruh alam jagat raya, dan meyakinkan mereka bahwa kita harus penuh syukur kepada-nya. Mengajarkan dan mendidik secara perlahan akan arti beriman kepada Allah. Anak adalah amanah dari Allah yang Dia berikan kepada siapa saja yang dikehendaki-nya, atau Dia tidak akan memberikannya kepada siapa saja yang dikehendaki-nya sesuai dengan Qadha dan Qadar-Nya. Amanah ini senantiasa memerlukan pemeliharaan yang berkesinambungan, juga memerlukan pendidikan dan pengajaran yang sesuai dengan dasar-dasar yang benar. Oleh karena itulah, setiap pendidik (orang tua dan guru) harus mengetahui bagaimana cara memberikan pemahaman bahwa pendidikan itu mempunyai peranan penting untuk menjadikan manusia bermartabat, dan mendapatkan pendidikan yang layak adalah hak bagi setiap anak. Selain itu, setiap pendidik juga harus mengetahui perangkat dan sarana yang membantunya untuk melaksanakan tugasnya agar dia dapat meraih hasil yang maksimal. Diantara tugas yang memerlukan keseriusan yang sangat dan kepedulian yang ekstra dari setiap pendidik (orang tua dan guru) adalah tugas mencari metode terbaik untuk 3 La ode Sismono, Di Belantara Pendidikan Bermoral (Yogyakarta: UNY Press, 2006), 15. 4 mengajarkan berbagai macam ilmu, wabil khusus mengajarkan Al-Qur a n kepada anak-anak, sebab mengajarkan Al-Qur a n kepada mereka merupakan salah satu pokok dalam ajaran Islam. Tujuannya adalah agar mereka tumbuh sesuai dengan fithrahnya dan hati mereka pun bisa dikuasai oleh cahaya hikmah, sebelum dikuasai oleh hawa nafsu dengan berbagai nodanya yang terbentuk melalui kemaksiatan dan kesesatan. Para sahabat Nabi SAW telah mengetahui urgensi memelihara Al- Qur a n dan pengaruh yang akan ditimbulkannya dalam jiwa anak-anak. Para sahabat Nabi SAW mengajarkan Al-Qur a n kepada anaknya sesuai dengan anjuran Nabi SAW. ح دث ن ا أ ب و ن ع ی م ح دث ن ا س ف ی ان ع ن ع ل ق م ة ب ن م ر ث د ع ن أ ب ي ع ب د ال رح م ن ال سل م ي ع ن ع ث م ان ب ن ع ف ان ق ال ق ال الن ب ي ص ل ى الله ع ل ی ھ و س ل م إ ن أ ف ض ل ك م م ن ت ع ل م ال ق ر آن و ع ل م ھ (رواه البخارى : (٤٦٤٠ Telah menceritakan kepada kami Abu Nu'aim Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Alqamah bin Martsad dari Abu Abdurrahman As Sulami dari Utsman bin 'Affan ia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Orang yang paling utama di antara kalian adalah seorang yang belajar Al Quràn dan mengajarkannya. [HR. Bukhari 4640] 4 Berdasarkan hal itu, mengajarkan Al-Qur a n dapat memberikan sifatsifat terpuji kepada manusia apalagi jika pengajaran dan pendidikan ini dikhususkan. Pada saat yang sama jika pengajaran Al-Qur a n ini terlaksana dengan baik maka anak-anak pun akan dapat mencintai Al-Qur a n. Dalam Islam pendidikan tidak hanya dilaksanakan dalam batasan waktu tertentu saja, melainkan dilakukan sepanjang usia ( long life education). Islam 4 Diakses di Lidwa Pusaka i-software - Kitab 9 Imam Hadist 5 memotivasi pemeluknya untuk selalu meningkatkan kualitas keilmuan dan pengetahuan. Tua atau muda, pria atau wanita, miskin atau kaya mendapatkan porsi sama dalam pandangan Islam dalam kewajiban untuk menuntut ilmu (pendidikan). Bukan hanya pengetahuan yang terkait urusan ukhrowi saja yang ditekankan oleh Islam, melainkan pengetahuan yang terkait dengan urusan duniawi juga. Tidak mungkin manusia mencapai kebahagiaan di hari kelak tanpa melalui jalan kehidupan dunia ini. Pendidikan Al-Qur a n tak hanya membawa siswa ke arah baca tulis Al- Qur a n dengan benar dan fasih dalam membaca, namun lebih diarahkan kepada pemahaman, penghayatan, serta pengamalan kandungan ayat Al-Qur a n. Jika semua perilaku siswa dalam melakukan setiap gerakannya tanpa dipikirkan lebih dahulu sesuai dengan ajaran Al-Qur a n, tak dapat disangkal lagi mereka telah terbangun akhlak mulianya, karena akhlaknya adalah Al-Qur a n sebagaimana akhlak Rasulullah SAW. Jika kesadaran dan amalan beragama berbanding lurus dengan pola pendidikan yang jauh dari praktik kekerasan, kejahatan, dan perilaku negatif lainnya, maka penciptaan suasana kegiatan belajar mengajar yang baik, efektif, dan efisien dapat terwujud. Dengan begitu, akhlak mulia pun akan tercermin dari para siswa dan remaja. Terlebih, masalah kenakalan remaja dapat teratasi. 5 Hal ini harus dimulai dengan adanya kepedulian keluarga untuk terus memperhatikan proses pendidikan anaknya dengan baik, koordinasi perhatian 5 Abdullah Sukri, Pendidikan Agama dan Kenakalan Remaja, dalam (20 Januari 2016), 49 6 orang tua dengan sekolah dalam mengontrol siswa atau anaknya dan mengontrol pergaulan sang anak dengan lingkungan sekitar. Pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang telah berakar secara nasional sejak sebelum kolonialisme bangsa Eropa. Sampai saat ini pesantren menjadi bagian integral pendidikan Islam dan bangsa Indonesia. Pesantren sebagai cikal bakal sistem pendidikan di Indonesia dengan corak dan karakter yang khas dianggap telah menjadi ikon masyarakat pribumi dalam memancangkan ideologi pendidikan di Indonesia. 6 Pondok pesantren merupakan sebuah lembaga pendidikan yang sudah ada sejak 500 tahun yang lalu di tanah Jawa ini, yang mengalami banyak perubahan dan menduduki berbagai peran dalam masyarakat Indonesia. Pesantren adalah lembaga pendidikan Islam dengan ciri khas Indonesia. Di negara-negara Islam lainnya tidak ada lembaga pendidikan yang memiliki ciri dan tradisi persis pesantren, walau mungkin ada lembaga pendidikan tertentu di beberapa negara lain yang dianggap memiliki kemiripan dengan pesantren, seperti ribath, sakan dakhili, atau jam iyyah. Namun ciri pesantren yang ada di Indonesia jelas khas ke-indonesiannya karena berhubungan erat dengan sejarah dan proses penyebaran Islam di Indonesia. 7 Seiring perkembangan, telah banyak pesantren yang mendirikan sekolah formal di dalamnya. Bukan hanya memberikan pembelajaran dengan pengajaran yang seperti biasa dilakukan di sekolah formal luar. Akan tetapi pesantren 6 Ainurrofiq Dawan, Manajemen Madrasah Berbasi Pesantren (Yogyakarta: Lista fariska Putra, 2005), 2. 7 KH. Mohammad Tidjani Djauhari, MA, Masa Depan Pendidikan Pesantren; Agenda Yang Belum Terselesaikan. (Jakarta; Taj Publishing, 2008), 27 7 memberikan banyak jawaban untuk menjawab tantangan zaman, artinya proses pendidikan yang ditanggapi positif oleh masyarakat. Pesantren memberikan jawaban bahwa pendidikan yang mengedepankan moralitas dan pendidikan selalu dalam koridor Islami, sehingga diharapkan output bukan hanya handal dalam Iptek, akan tetapi Imtaq harus dijadikan bekal awal. Dikaitkan dengan SMA Tahfidz yang berada di naungan Pondok Pesantren Banyuanyar Pamekasan, dan pesantren ini dikenal dengan sistem salafinya namun tidak mengenyampingkan adanya modernitas pendidikan, yakni terhadap adanya perkembangan sains yang kemudian menggabungkan antara pengetahuan umum dan agama. Jenjang sekolah menengah diluar, lebih menekankan aspek pengetahuan ilmu umum dibandingkan keagamaan. Maka kemudian SMA Tahfidz memberikan corak baru bahwa sekolah yang hidup dalam lingkungan pesantren mengadaptasikan ilmu umum bersanding dengan ilmu agama, di mana Al-Qur a n bukan hanya sekedar kitab suci agama Islam, melainkan sumber dari segala ilmu baik umum maupun agama, yang biasa dikenal dengan ilmu duniawi dan ilmu ukhrowi. Seiring perkembangan zaman, dengan permasalahan hidup yang semakin kompleks. Pendidikan merupakan kunci utama dalam membentuk SDM yang bukan hanya paham dalam sains, akan tetapi pengetahuan secara mendalam tentang agamapun juga tidak ditinggalkan. Artinya, pengembangan IQ dan SQ berjalan dengan seimbang. Pembelajaran di sekolah diharapkan tidak berhenti di dalam lingkungan sekolah, akan tetapi diharapkan siswa mampu mempraktekkan hal-hal positif dalam kehidupan sehari-hari. Pesantren 8 merupakan lembaga yang di dalamnya menganut tri pusat pendidikan, dimana ada lingkungan keluarga ( Kyai, asatidz, dan santri), lingkungan sekolah (madrasah), dan lingkungan masyarakat (para santri dari berbagai tingkatan, para asatidz, kyai dan komponen pondok lainnya). Penulis menyebutkan bahwa Pesantren merupakan miniatur kehidupan berbangsa dan bermasyarakat, sarana bersosialisasi yang dipersiapkan lembaga untuk kemudian akan terjun ke masyarakat yang penuh dengan permasalahan hidup. Program ketah}fizan di setiap lembaga tah}fiz mempunyai perbedaan dan corak masing-masing. Salah satunya adalah Pondok Pesantren Tah}fiz Daarul Quran Ketapang Tangerang Banten, di bawah pimpinan Ustadz Yusuf Mansur, dinobatkan sebagai lembaga tah}fiz terbaik se-dunia yang diterima pada tanggal 29 Juni Pesantren yang sukses dalam dakwah Sedekah dan menghafal Al-Qur a n ini mempunyai Program I daad. Di mana lewat program I daad ini, anak-anak dibentuk dulu karakternya dengan Al-Qur a n dan as-sunnah dengan cara mengenalkan Al-Qur a n dan as-sunnah sebagai pegangan hidup, membenarkan bacaan Al-Qur a n, menjadikan anak-anak asyik terlebih dahulu mempelajari Al-Qur a n, menjadikan santri hafal sedikit demi sedikit yang diawali dari menghafal surat-surat pendek di juz ke-30, barulah setelah hafal semua juz ke-30, kemudian barulah memulai menghafal Al-Qur a n mulai dari juz 1. Dan akhirnya tanpa sadar terbangun karakter Al-Qur a n dalam dirinya. 8 Nurcholis, Daarul Qur'an Raih Lembaga Tahfidz Terbaik se-dunia, dalam (30 Januari 2016) 9 Akhlaknya, Al-Qur a n. Seperti Rasulullah yang akhlaknya adalah Al-Qur a n; Kaana khuluquhul Qur a n. 9 SMA Tahfidz Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan, adalah salah satu sekolah menengah yang juga menjadikan hafalan Al-Qur a n sebagai identitas output lembaga ini. Program ketah}fizannya adalah menggabungkan antara Kurikulum Ke-Al-Qur a nan dan Kurikulum Nasional yang ada, artinya dalam menunjang pembelajaran khususnya Al-Qur a n para santri tidak hanya dibekali dengan menghafal saja, akan tetapi pemahaman isi kandungan Al-Qur a n, tafsir dan Ulumul Qur a n merupakan bekal yang tidak boleh dikesampingkan. Dan dalam tahapan menghafal, terlebih dahulu para santri dibenahi dulu bacaan Al- Qur a nnya sampai benar, jika sudah benar barulah mereka bisa masuk ke lembaga MDQ (Markaz Dira sat Qur a niyah) dan menghafal dimulai dari juz 1. SMA Tahfidz Darul Ulum Banyuanyar sebagai lembaga pendidikan formalnya bersama MDQ (Markaz Dira sat Qur a niyah) sebagai pengembangan hafalan Al-Qur a n (pendidikan non formal). Integrasi antara keduanya yang kemudian diharapkan menghasilkan output yang hafal sampai 30 Juz. Ini menjadi suatu hal yang lebih, di mana para siswa di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan begitu banyak mata pelajaran yang harus mereka pelajari dan pahami, di satu sisi mereka harus mempunyai waktu untuk menghafal Al- Qur a n. Ditambah lagi pemenuhan pembelajaran/metode yang disyaratkan dan 9 Prasetya, SMP-SMA Pesantren Daarul Quran, dalam (5 Februari 2016) 10 diterapkan oleh MDQ sebagai lembaga otonom dalam pengembangan hafalan Al-Qur a n. Oleh sebab demikian, penulis tertarik untuk meneliti tentang integrasi program tah}fiz qur a n kedua lembaga ini. SMA Tahfidz sebagai lembaga dalam mengembangkan ilmu pengetahuan umum ditambah dengan pembelajaran hafalan dan MDQ sebagai lembaga penunjang dalam mengembangkan hafalan para sa
Similar documents
View more...
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks