Information Richness, Retailer Brand, Extended Offers pada Niat Beli Konsumen Menggunakan T-Cash

Please download to get full document.

View again

of 6
69 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 6, No. 1, (2017) ISSN: ( X Print) D-1 Information Richness, Retailer Brand, Extended Offers pada Niat Beli Konsumen Menggunakan T-Cash Alit Trihernindya
Document Share
Document Transcript
JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 6, No. 1, (2017) ISSN: ( X Print) D-1 Information Richness, Retailer Brand, Extended Offers pada Niat Beli Konsumen Menggunakan T-Cash Alit Trihernindya Koesetyo Putri, Bustanul Arifin Noer, dan Satria Fadil Persada Jurusan Manajemen Bisnis, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya Indonesia Abstrak Pada era yang menuntut serba cepat dan instan, pembayaran elektronik memberikan kemudahan dan kecepatan dalam bertransaksi. Dari berbagai macam jenis pembayaran elektronik, Telkomsel T-Cash muncul sebagai jenis pembayaran elektronik berupa uang elektronik untuk menyimpan uang dan bertransaksi saat membeli produk di merchant atau peritel. Konsumen hanya perlu memiliki stiker T-Cash yang diletakkan di smartphone kemudian menempalkannya (tap) ke mesin NFC yang tersedia di merchant. Meski demikian, jumlah pengguna T-Cash masih belum mencapai target, sehingga Telkomsel perlu memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi niat beli Melalui penyebaran kuesioner ditujukan kepada pengguna T-Cash, penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh faktor information richness, retailer brand, extended offers, serta pengaruh hubungan ketiganya pada niat beli Hierarchical moderator regression analysis, simple slope analysis dan structural equation modelling (SEM) digunakan sebagai metode penelitian dengan confirmatory factor analysis untuk melakukan studi konfirmasi terhadap penelitian terdahulu. Penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga faktor berpengaruh positif terhadap niat beli konsumen mengunakan T-Cash, information richness berhubungan komplemen dengan extended offers, extended offers menjadi substitusi retailer brand, serta information richness dengan retailer brand berhubungan substitusi dalam meningkatkan niat beli menggunakan T-Cash. Disarankan untuk penelitian selanjutnya dapat menyelidiki pengaruh faktor lainnya serta diaplikasikan pada jenis layanan yang lebih bervariasi. Kata Kunci extended offers, information richness, niat beli konsumen, retailer brand, uang elektronik P I. PENDAHULUAN EMBAYARAN elektronik menjadi metode pembayaran yang popular untuk transaksi jual beli online, terutama pada perdagangan elektronik atau electronic commerce (ecommerce). Pertumbuhan internet mendukung popularitas metode pembayaran ini, sebagaimana e-commerce telah membawa dampak baru pada kebutuhan finansial, yang mana tidak efektif jika dilakukan menggunakan metode pembayaran tradisional [1]. Pembayaran elektronik seperti internet banking, mobile banking, dan e-money memberi kenyamanan, keamanan, kecepatan, fleksibilitas, dan keuntungan saat bertransaksi [1]-[4]. T-Cash merupakan layanan e-money dari Telkomsel berupa aplikasi penyimpan uang, serta alat transaksi Near Field Communication (NFC) berupa stiker yang diletakkan di smartphone, lalu menempelkannya (tap) di mesin NFC merchant. T-Cash dirilis sebagai dukungan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT), dan bekerjasama dengan peritel seperti McDonald s, KFC, dan Cinema XXI. Meski demikian, hingga awal tahun 2016, Telkomsel belum mencapai target pengguna T-Cash, tercatat hanya 6 juta pengguna aktif yang memanfaatkan layanan ini untuk transaksi. Penelitian terdahulu telah meneliti niat beli konsumen pada e-commerce dipengaruhi oleh faktor kelengkapan informasi atau information richness, merek peritel, penawaran ekstra atau extended offers [5]. Faktor-faktor tersebut merupakan faktor eksternal, sedangkan pengunaan pembayaran elektronik banyak dipengaruhi oleh faktor internal seperti perceived usefulness, perceived trust, perceived ease of use [2]-[4]. Masih sedikit yang meneliti pengaruh faktor-faktor eksternal terhadap niat beli konsumen menggunakan pembayaran elektronik, seperti informasi produk, merek peritel, dan penawaran ekstra. Penelitian ini akan membahas celah tersebut sebagai permasalahan dan tujuan penelitian berikut: 1) Pengaruh information richness, retailer brand, extended offers terhadap niat beli 2) Pengaruh hubungan komplemen dan substitusi antara information richness, retailer brand, extended offers terhadap niat beli A. Electronic Money II. LANDASAN TEORI Electronic money (e-money) atau uang elektronik merupakan alat pembayaran elektronik yang memberikan kemudahan untuk bertransaksi melalui perangkat teknologi seperti smartphone [4]. Pembayaran elektronik mewakili seluruh pembayaran non-tunai, diartikan pula sebagai transaksi elektronik dari pembeli ke penerima melalui sebuah akun tabungan menggunakan jaringan elektronik [1]. B. Niat Beli Konsumen Dalam ilmu pemasaran, terdapat empat tahapan respon konsumen, yaitu awareness, interest, desire, action yang sering disebut dengan teori AIDA [6]. Niat beli konsumen tergolong tahap interest, yaitu saat konsumen tertarik pada sebuah JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 6, No. 1, (2017) ISSN: ( X Print) D-2 produk. Tahap ini muncul setelah awareness yaitu tahap menarik perhatian konsumen pada sebuah produk. Niat beli konsumen diartikan sebagai respon perilaku konsumen terhadap faktor rangsangan [7]. Faktor yang dapat memepengaruhi niat beli konsumen anatara lain reputasi peritel [7], [8], citra merek [9], informasi produk [10]-[12], dan penawaran ekstra [13], serta hubungan komplemen dan substitusi antar faktor-faktor tersebut [5]. C. Information Richness Information richness adalah informasi produk yang disampaikan peritel melalui berbagai media komunikasi kepada konsumen berupa tulisan, gambar, suara, dan video [5], [14]. Informasi produk yang lengkap dapat membantu konsumen memperoleh deskripsi dan spesifikasi produk, dan untuk memastikan kualitas produk yang akan dibeli [5], [15], [16]. Makin lengkap informasi produk, makin berpengaruh positif pada kepuasan konsumen terhadap informasi produk, serta meningkatkan niat beli konsumen [12]. Dengan demikian, information richness merupakan salah satu faktor yang mendorong niat beli D. Retailer Brand Retailer brand atau merek peritel adalah faktor penting sebagai pertimbangan saat akan membeli produk, sebab merek peritel yang terkenal dapat mengurangi keraguan konsumen dan membantu membangun kepercayaan konsumen [5], [17]. Merek peritel yang terkenal dapat diukur berdasarkan citra atau reputasi toko sebab berpengaruh signifikan pada respon dan perilaku konsumen [8], [18]. Makin mudah konsumen mengingat merek, makin tinggi niat pembelian [19]. Dengan demikian, retailer brand menjadi faktor penting yang mendorong niat beli E. Extended offers Extended offers diartikan sebagai layanan tambahan berupa penawaran ekstra untuk menciptakan value (nilai) dan experience (pengalaman) saat konsumen melakukan pembelian [5], [20]. Penawaran berupa promosi harga, diskon, dan kupon dapat membantu menarik calon konsumen potensial [21]. Hal ini menjadi faktor pendorong niat beli konsumen dengan tujuan mengurangi risiko biaya, waktu, dan usaha saat transaksi [1]. Makin menarik penawaran, makin besar niat beli konsumen menggunakan T-Cash. F. Hubungan Information Richness dan Retailer Brand Pada tahap awal pembelian, konsumen menilai merek peritel terlebih dahulu, kemudian melihat informasi produk untuk mengevaluasi kualitas produk. Hal ini disebut sebagai pengaruh konfirmasi (confirmation effect) yang umumnya terjadi pada experiential purchasing seperti pembelian makanan dan pakaian [22]. Hubungan antara information richness dan retailer brand dapat digolongkan hubungan komplemen karena pengaruh kedua faktor tersebut sama besarnya, maka keduanya saling melengkapi dalam meningkatkan niat beli konsumen. Makin lengkap informasi produk, maka dapat melengkapi pengaruh merek peritel dalam meningkatkan niat beli G. Hubungan Information Richness dan Extended Offers Information richness berperan sebagai layanan inti, sedangkan extended offers adalah layanan tambahan sebagai pelengkap dari informasi produk [5], [20]. Confirmation effect juga terjadi dalam hubungan keduanya, sebab konsumen memanfaatkan informasi produk untuk menemukan produk yang diinginkan, sementara penawaran ekstra mendorong terjadinya pembelian langsung, karena faktor ini membuat proses pembelian lebih menguntungkan [22]. Keduanya berpengaruh besar terhadap niat beli konsumen, sehingga extended offers dan information richness dapat saling melengkapi atau hubungan komplemen dalam meningkatkan niat beli H. Hubungan Extended Offers dan Retailer Brand Selain merek peritel, konsumen juga memiliki preferensi untuk memperoleh keuntungan moneter secara tidak terduga saat berbelanja berupa penawaran diskon, bonus, dan lainnya [23]. Penawaran ekstra dapat meningkatkan niat beli konsumen walaupun merek peritel kurang dikenal, sehinga beberapa konsumen memilih extended offers daripada kualitas atau merek peritel [5], [21]. Apabila merek peritel kurang dikenal, peritel perlu memberikan penawaran ekstra untuk menarik pelanggan. Dengan demikian, extended offers menjadi substitusi retailer brand dalam meningkatkan niat beli konsumen menggunakan T-Cash, jika merek kurang dikenal. III. METODE PENELITIAN Penelitian ini menguji 6 hipotesis dengan model penelitian ditunjukkan Gambar 1 diolah dari penelitian Yen [5]. Keenam hipotesis yang diuji adalah: H1. Information richness berpengaruh positif pada niat beli H2. Retailer brand berpengaruh positif pada niat beli H3. Extended offers berpengaruh positif pada niat beli H4. Information richness melengkapi retailer brand dalam meningkatkan niat beli konsumen menggunakan T-Cash, peritel dengan information richness yang tinggi akan meningkatkan pengaruh niat beli konsumen menggunakan T-Cash jika merek peritel terkenal. H5. Extended offers melengkapi information richness dalam meningkatkan niat beli konsumen menggunakan T-Cash, peritel dengan extended offers yang tinggi akan meningkatkan pengaruh niat beli konsumen menggunakan T-Cash jika information richness tinggi. H6. Extended offers menjadi subtitusi retailer brand dalam meningkatkan niat beli konsumen menggunakan T-Cash, peritel dengan extended offers yang tinggi akan meningkatkan pengaruh niat beli konsumen menggunakan T-Cash walaupun merek peritel kurang dikenal. JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 6, No. 1, (2017) ISSN: ( X Print) D-3 bagian. Pertama screening untuk menentukan responden yang lolos kriteria sampel yaitu pengguna T-Cash, kedua demografi responden, ketiga berupa persetujuan dari instrumen pernyataan yang ditunjukkan pada Tabel 1, menggunakan skala likert 5 (lima) poin, yaitu poin 1 (satu) sangat tidak seuju, hingga poin 5 (lima) sangat setuju. Pengumpulan data mulai 11 November 10 Desember 2016 dan terkumpul 214 kuesioner lolos screening dari 234 yang tersebar, yang kemudian dilakukan analisis data. IV. HASIL DAN DISKUSI Gambar. 1. Model penelitian pengaruh information richness, retailer brand, extended offers, serta interaksi ketiganya terhadap niat beli konsumen menggunakan T-Cash. Pengujian model pada hipotesis 1, 2, dan 3 menggunakan metode structural equation modeling (SEM), sedangkan hipotesis 4, 5, 6 diuji menggunakan hierarchical moderator regression analysis dan simple slope analysis. Tabel 1. Instrumen Pernyataan Kuesioner Variabel Dimensi Sumber Information IR1. T-Cash memungkinkan konsumen untuk [5] Richness (IR) memperoleh banyak informasi dan manfaat IR2. T-Cash menyediakan berbagai macam bentuk informasi dan pelayanan Retailer Brand (RB) Extended Offers (EO) Niat Beli Konsumen (NBK)T- Cash IR3. T-Cash menyediakan informasi dan pelayanan produk yang relevan IR4. T-Cash menyediakan informasi dan pelayanan produk yang konsisten RB1. T-Cash adalah produk dari perusahaan besar yang semua orang kenali RB2. T-Cash memiliki reputasi yang bagus RB3. T-Cash merupakan produk yang terkenal RB4. Konsumen pernah mengalami menggunakan T- Cash EO1. Diskon dan promosis yang ada di T-Cash membuat konsumen nyaman dan percaya diri EO2. T-Cash mendukung promosi tambahan di sekitar konsumen sejak pertama kali ada EO3. Proses pembayaran dan pengisian T-Cash tersedia dan cukup nyaman EO4. T-Cash bekerja sama dalam hal promosi dengan merchant atau peritel NBK1. Jika konsumen bisa, konsumen ingin membeli produk dengan menggunakan T-Cash NBK2. Dimungkinkan konsumen akan membeli produk dengan T-Cash di waktu mendatang NBK3. Konsumen berminat membeli produk dengan T-Cash di waktu mendatang NBK4. Konsumen akan membeli produk yang konsumen lihat ada layanan T-Cash di waktu mendatang [10] [18] Penelitian ini megumpulkan data melalui penyebaran kuesioner secara offline dan online di Surabaya dengan convenience sampling method. Kuesioner terdiri dari tiga [5] [5] [21] [5] [18] A. Demografi Demografi responden terdiri dari jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir, dan pekerjaan. Dari 214 respon, 138 responden perempuan dan 76 laki-laki. Sebanyak 200 responden berusia tahun, sedangkan usia tahun dan tahun masing-masing sebanyak 12 dan 2 responden. Pendidikan terakhir sekolah menengah sebanyak 138 responden, 72 bergelar sarjana, serta magister sebanyak 4 responden. Pekerjaan responden sebanyak 182 adalah pelajar atau mahasiswa, diikuti oleh pegawai dan wirausaha secara berurutan 16 dan 4 responden, serta 12 pekerjaan lainnya seperti ibu rumah tangga dan fresh graduate sebanyak. B. Analisis Model Penelitian SEM Penelitian ini melakukan uji model penelitian SEM menggunakan respesifikasi model dengan motode eliminasi untuk memperoleh model penelitian yang paling sesuai dengan data. Metode eliminasi dilakukan dengan mengurangi indikator tertentu untuk memperoleh nilai factor loadings yang memenuhi nilai minimum. dengan menghilangkan RB1, RB3, EO1, dan EO3, sehingga respesifikasi model ini dilakukan pengujian validitas, reliabilitas, serta model fit. Tabel 2. Uji validitas dan reliabilitas Validitas Reliabilitas Factor Loadings ( 0.60) AVE ( 0.50) Composite Reliability ( 0.70) α ( 0.70) Inormation Richness IR IR IR IR Retailer Brand RB RB Extended Offers EO EO Niat Beli Konsumen NBK NBK NBK NBK Data dianalisis mengunakan confirmatory factor analysis (CFA) yang diolah dengan software AMOS untuk menguji validitas konvergen dan validitas diskriminan melalui nilai factor loadings (FL), composite reliability (CR), dan average JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 6, No. 1, (2017) ISSN: ( X Print) D-4 variance extracted (AVE). Variabel penelitian dikatakan valid apabila nilai FL melebihi 0.60, CR melebihi 0.70, dan AVE melebihi 0.50 [24], [25]. Uji reliabilitas menggunakan software SPSS untuk mengetahui nilai Cronbach s α lebih dari 0.70 dapat dikatakan reliabel [26]. Tabel 2 menunjukkan bahwa data memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Uji model fit dilakukan menggunakan software AMOS untuk mengukur kelayakan model penelitian atau goodness of fit (GOF). Nilai yang memenuhi adalah Goodness of Fit Index (GFI), Normed Fit Index (NFI), Comparative Fit Index (CFI), Increment Fit Index (IFI), dan Tucker-Lewis Index (TLI) yaitu lebih dari 0.80 menunjukkan model penelitian memenuhi uji kelayakan model. Analisis uji model dan hipotesis SEM diolah menggunakan software AMOS untuk menguji hipotesis 1, 2, 3 layak dan dapat diterima. Pengujian menggunakan pendekatan bootstrap dengan estimasi maximum likelihood untuk memperoleh hasil yang signifikan ketika ukuran sampel relatif kecil (kurang dari 400). Pengujian hipotesis SEM ditunjukkan pada Tabel 3. Tabel 3. Uji hipotesis SEM Variabel Correlation (β) Significance (p) Hipotesis NBK IR *** H1 diterima NBK RB *** H2 diterima NBK EO *** H3 diterima ***p 0.001; NBK (R 2 ) = Nilai R-square NBK mencapai 60 persen (R 2 =0.609), menunjukkan bahwa prediktor niat beli konsumen menggunakan T-Cash menjelaskan 60.9 persen dari variansnya. Information richness (p=0.003; β=0.25), retailer brand (p=0.002; β=0.66), extended offers (p=0.002; β=0.34) berpengaruh positif secara signifikan terhadap niat beli konsumen menggunakan T-Cash, dengan retailer brand berkorelasi paling besar yaitu 66 persen. Dengan demikian hipotesis 1, 2, 3 pada model penelitian SEM diterima. C. Hierarchical Moderator Regression Analysis Analisis ini digunakan untuk menguji pengaruh interaksi antara information richness, retailer brand, dan extendedd offers terhadap niat beli konsumen menggunakan T-Cash yang diolah melalui software SPSS untuk menguji hipotesis 4, 5, dan 6. Berikut persamaan regresi bersumber dari penelitian Yen [5]: Y = α + β1x1 + β2x2 + β3x3 + β 4X1X2 + β 5X1X3 + β 6X2X3 + ɛ Y adalah niat beli konsumen, X1 adalah information richness, X2 retailer brand, X3 extended offers, α merupakan konstanta, β1-6 koefisien regresi, dan ɛ standard error. Analisi ini menggunakan teknik least squares untuk menguji tiga tahap iterasi. Tabel 4 menunjukkan hasil analisis dengan control variables pada tahap pertama adalah jenis kelamin dan usia, dilanjutkan dengan main effects adalah information richness, retailer brand, dan extended offers, serta interactions pada tahap ketiga. Pengujian control variables mengindikasi bahwa jenis kelamin (B=0.111; P=0.104) dan usia (B=0.108; P=0.113) berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap niat beli Nilai R-square (R 2 =0.025) menunjukkan hanya 2.5 persen varians pada variabel outcome dapat dijelaskan oleh variabel prediktor. Tabel 4. Hierarchical moderator regression analysis Step Variabel prediktor Correlation (B) Sig. (P) Control Variables *P 0.05; **P 0.01 Pengujian main effects mengindikasi bahwa information richness (B=0.185; P=0.001), retailer brand (B=0.466; P=0.000), dan extended offers (B=0.236; P=0.000) berpengaruh positif terhadap niat beli konsumen menggunakan T-Cash. Nilai R-square (R 2 =0.590) menunjukkan bahwa 59 persen varians pada niat beli konsumen menggunakan T-Cash dapat dijelaskan oleh variabel prediktor. Hal ini serupa dengan hasil uji model dan hipotesis SEM. Pengujian interaksi mengindikasi hubungan information richness dengan retailer brand (B=-0.096; P=0.184) berpengaruh signifikan negatif menunjukkan bahwa keduanya tidak berkomplemen sehingga Hipotesis 4 ditolak. Hubungan information richness dengan extended offers (B=0.038; P=0.636) berpengaruh signifikan positif menunjukkan bahwa keduanya berkomplemen sehingga Hipotesis 5 diterima. Hubungan retailer brand dengan extended offers (B=-0.030; P=0.723) berpengaruh siginifikan negatif menunjukkan bahwa keduanya berhubungan substitusi sehingga Hipotesis 6 diterima. Nilai R-square (R 2 =0.597) menunjukkan bahwa 59,7 persen varians pada niat beli konsumen menggunakan T-Cash dapat dijelaskan oleh variabel prediktor. D. Simple Slope Analysis Jenis Kelamin Usia R Main Efects Jenis Kelamin Usia 0.126** Information richness (IR) 0.185** Retailer brand (RB) 0.466** Extended offers (EO) 0.236** R Interactions Jenis Kelamin Usia 0.114* IR 0.200** RB 0.425** EO 0.214** IR x RB IR x EO RB x EO R Pengujian hipotesis 4, 5, dan 6 dilakukan melalui two-way interaction effects menggunakan simple slope analysis yang dikembangkan oleh Aiken dan West untuk meneliti hubungan antara variabel independen dan variabel dependen yang dimoderasi oleh variabel indpenden lainnya [5]. Tujuannya untuk mengetahui hubungan komplemen dan substitusi antara inormation richness, retailer brand, dan extended offers berdasarkan tinggi rendahnya pengaruh faktor dalam meningkatkan niat beli JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 6, No. 1, (2017) ISSN: ( X Print) D-5 Tinggi rendahnya suatu faktor ditentukan dengan mengambil satu nilai standar deviasi di atas (tinggi) dan di bawah (rendah) nilai mean faktor tersebut [27]. Gambar. 2. Interaksi information richness dengan retailer brand terhadap niat beli Interaksi antara information richness (IR) dengan retailer brand (RB) ditunjukkan pada Gambar 2 dengan dua garis nonparalel bersifat konvergen atau saling bertemu pada satu titik. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terjadi hubungan komplemen antara keduanya dalam meningkatkan niat beli konsumen menggunakan T-Cash. Hubungan antara information richness dengan retailer brand cenderung berhubungan substitusi, sehingga Hipotesis 4 ditolak. Gambar. 3. Interaksi information richness dengan extended offers terhadap niat beli Interaksi antara information ric
Similar documents
View more...
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks