IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN BERBASIS KURIKULUM 2013 DIKELAS X SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 8 SURAKARTA

Please download to get full document.

View again

of 16
140 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN BERBASIS KURIKULUM 2013 DIKELAS X SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 8 SURAKARTA Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata I Jurusan
Document Share
Document Transcript
IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN BERBASIS KURIKULUM 2013 DIKELAS X SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 8 SURAKARTA Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata I Jurusan Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Oleh : Ririn Indah Kurniawati A PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2017 HALAMAN PERSETUJUAN IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN BERBASIS KURIKULUM 2013 DIKELAS X SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 8 SURAKARTA PUBLIKASI ILMIAH oleh: Ririn Indah Kurniawati A Telah diperiksa dan disetujui untuk diuji oleh: Pembimbing Dr. Djalal Fuadi, M.M. NIK 276 i PENGESAHAN IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN BERBASIS KURIKULUM 2013 DIKELAS X SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 8 SURAKARTA Yang Dipersiapkan dan disusun oleh: Ririn Indah Kurniawati A Telah dipertahankan di depan Dewan Penguji Pada hari kamis, tanggal 09 Februari 2017 Dan dinyatakan telah memenuhi syarat Susunan Dewan Penguji: 1. Dr. Djalal Fuadi, M.M. (...) 2. Drs. H. Sami an, MM ( ) 3. Drs.Djoko Suwandi, S.E.M.Pd (...) Surakarta, 09 Februari 2017 Universitas Muhammadiyah Surakarta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Dekan, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum. NIP ii PERNYATAAN Saya yang bertanda tangan di bawah ini, Nama : Ririn Indah Kurniawati NIM : A Program Studi : Pendidikan Akuntansi Judul Skripsi :IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN BERBASIS KURIKULUM 2013 DIKELAS X SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 8 SURAKARTA Menyatakan dengan sebenarnya bahwa naskah publikasi yang saya serahkan ini benar-benar hasil karya sendiri dan bebas plagiat karya orang lain, kecuali secara tertulis diacu dalam naskah dan disebutkan dalam daftar pustaka.apabila dikemudian hari terbukti skripsi ini hasil plagiat, saya bertanggung jawab sepenuhnya dan bersedia menerima sanksi sesuai peraturan yang berlaku. Surakarta, 9 Februari 2017 Yang membuat pernyataan, Ririn Indah Kurniawati A iii IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN BERBASIS KURIKULUM 2013 DIKELAS X SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 8 SURAKARTA ABSTRAK Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) implementasi metode pembelajaran kewirausahaan pada kurikulum 2013, (2) perbedaan antara metode pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 8 Surakarta dengan metode pembelajaran berbasis kurikulum 2013, (3) rancangan implementasi pembelajaran kewirausahaan yang sesuai dalam kurikulum 2013 Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian adalah guru kelas X SMK Negeri 8 Surakarta. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Validitas data dilakukan dengan triangulasi yaitu dengan hasil wawancara, observasi dan hasil dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif yang meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa, Pelaksanaan penggunaan metode pembelajaran pada mata pelajaran kewirausahaan berbasis kurikulum Penggunaan metode pembelajaran dengan mengkombinasikan beberapa metode pembelajaran. Metode pembelajaran yang digunakan sesuai dengan kurikulum 2013 dan kombinasi dari beberapa metode yang dilakukan oleh guru adalah pendekatan kontekstual, metode ceramah, metode tanya jawab, dan metode pemberian tugas. Selain itu guru juga mengkombinasikan pendekatan kontekstual, metode ceramah, metode diskusi, dan metode pemberian tugas. Kombinasi metode ini membantu siswa berperan aktif dalam pembelajaran, kreatif dalam mengerjakan tugas, suasana kelas dan waktu pembelajaran lebih efektif, pembelajaran menyenangkan sudah diterapkan guru. Kata kunci : metode pembelajaran, kewirausahaan, kurikulum 2013 ABSTRAC The purpose in this study to determine: (1) implementation method entrepreneurial learning in the curriculum in 2013, (2) the difference between the methods of teaching in the School SMK Negeri 8 Surakarta method based learning curriculum, 2013, (3) the design implementation of entrepreneurial learning that fits in the curriculum 2013 This research is a qualitative research. The research subject is the teacher of class X SMK Negeri 8 Surakarta. Data collection techniques in this study were interviews, observation and documentation. The validity of the data is done by triangulation is the result of interviews, observation and documentation of results. Data were analyzed using qualitative analysis that includes data reduction, data presentation and conclusion. The research showed that, implementation of the use of learning methods on the subjects of entrepreneurship-based curriculum, The use of the learning method by combining multiple learning methods. The learning method used in accordance with the curriculum of 2013 and a combination of several methods done by teachers is a contextual approach, lectures, question and answer method, and the method of administration tasks. In addition, teachers also combine contextual approach, lectures, discussion method, and the method of administration tasks. The combination of these methods help students play an active role in learning, creative tasks, classroom atmosphere and learning time more effective, enjoyable learning has been applied to teachers. Keywords: methods of learning, entrepreneurship, curriculum 1. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan jalan seseorang untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik. Sedangkan menurut Undang-Undang No 20 Tahun 2012 Pasal 1 tentang sistem Pendidikan Nasional yang berbunyi: Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk mewakili kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Dari kedua definisi diatas dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah proses perubahan sikap dan tingkah laku yang mengarah pada kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Pendidikan merupakan hal yang penting dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan, baik dalam keluarga, masyarakat maupun bangsa. Secara umum penyelenggaraan pendidikan dapat dilakukan melalui pendidikan informal, formal, dan nonformal. Pendidikan informal adalah pendidikan keluarga dan lingkungan. Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Sedangkan pendidikan non formal adalah jalur pendidikan diluar pendidikan formal. Dalam setiap jenjang pendidikan, belajar akan menghasilkan perubahanperubahan dalam diri seseorang. Untuk mengetahui seberapa jauh perubahan pada siswa yang mengikuti suatu pendidikan selalu diadakan penilaian dalam hasil belajarnya. Salah satu elemen terpenting dalam sebuah kegiatan pembelajaran adalah metode pembelajaran yang di gunakan oleh seorang pendidik. Selama ini ketika kita melihat kenyataan yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran di sekolah menengah,mungkin yang terjadi di benak kita adalah bagaimana kegiatan pembelajaran di sekolah menengah tanpa menggunakan metode pembelajaran yang baik tentunya kegiatan pembelajaran tidak akan berlangsung dengan efektif. Berdasarkan contoh kasus tersebutlah maka sangat diperlukan kegiatan pembelajaran yang menggunakan metode pembelajaran agar kegiatan pembelajaran berlangsung secara maksimal. Dan hal ini bukan hanya perlu untuk diperhatikan oleh seorang yang bergerak dalam bidang pendidikan saja tetapi juga mencakup seluruh elemen yang terlibat di dalam kegiatan pembelajaran khusunya dalam metode pembelajaran tersebut. Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas maka peneliti tertarik untuk mengkaji permasalahan penelitian tersebut dengan judul IMPLEMENTASI 2 METODE PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN BERBASIS KURIKULUM 2013 DIKELAS X SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 8 SURAKARTA. 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, karena dalam penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, sikap, dan pemikiran orang secara individual atau kelompok. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan metode wawancara, metode observasi, dan metode kajian dokumen. Wawancara adalah caracara memperoleh data dengan berhadapan langsung, bercakap-cakap, baik antara individu maupun dengan kelompok (dalam nyoman, 2010:222).Observasi adalah metode pengumpulan data yang digunakan untuk menghimpun data penelitian, dan data penelitian tersebut dapat diamati oleh peneliti (dalam Burhan, 2013:143).Dokumen diartikan sebagai suatu catatan tertulis / gambar yang tersimpan tentang sesuatu yang sudah terjadi (dalam Rofiq, 2013: 88). 3. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 3.1 Bagaimana implementasi metode pembelajaran kewirausahaan pada kurikulum 2013 Pada penelitian yang dilakukan oleh peneliti, berikut ini hasil penelitian di kelas X SMK Negeri 8 Surakarta. Peneliti ingin mengetahuai sejauh mana pengetahuan guru tentang Kurikulum Guru Sri Tarmiyati mengungkapkan dalam wawancara pada hari kamis, 24 November kurikulum yang disusun dan dilaksanakan di masing-masing pendidikan. (Lihat hasil wawancara lampiran) Guru mengaku bahwa kurikulum 2013 menurut beliau adalah kurikulum yang bertujuan untuk membentuk karakter para siswa agar kuat, cerdas, dan dapat bersaing. Selain itu pendidikan akademik hanya menjamin 10% keberhasilan dan 90% ditentukan dari karakter, untuk itu dibuatlah kurikulum Lalu kurikulum 2013 juga bertujuan agar para siswa sadar kalau malas itu tidak berguna. Siswa dituntut untuk selalu aktif bertanya. Guru atau pengajar hanya masuk kelas memberi tugas dan siswa belajar sendiri lewat buku dan internet. Setiap hari diberi tugas misalnya presentasi dan peran saya sebagai pendidik hanya meluruskan presentasi siswa yang salah lalu memberi nilai. Guru kelas X mengungkapkan tentang metode pembelajaran pada saat wawancara. 3 Cara yang digunakan guru untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. (Lihat hasil wawancara lampiran) Guru mengaku metode pembelajaran menurut beliau merupakan cara yang digunakan untuk mengimplementasikan kegiatan pembelajaran yang bertumpu pada tujuan yang tersusun secara optimal. Menurut Adrian siswa kelas X Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 8 Surakarta, Kewirausahaan adalah suatu proses seseorang guna mengejar peluang-peluang memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui inovasi, tanpa memperhatikan sumber daya yang mereka kendalikan. Sedangkan menurut Niken siswa kelas X Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 8 Surakarta, Kewirausahaan adalah kemampuan untuk mendirikan usaha sendiri dengan modal sendiri. Pelaksanaan metode pembelajaran pada mata pelajaran kewirausahaan yang digunakan guru kelas X. Metode pembelajaran yang guru gunakan sesuai dengan materi pembelajaran. Adapun praktik penggunaan metode mengajar tidak digunakan sendiri-sendiri tetapi merupakan kombinasi dari beberapa metode mengajar. (Lihat hasil wawancara lampiran) Guru mengaku bahwa dalam pelaksanaan penggunaan metode pembelajaran sesuai dengan materi pembelajaran yang dilaksanakan. Praktiknya guru kelas X mengkombinasikan beberapa metode pembelajaran. Setiap mengajar menggunakan metode pembelajaran memudahkan guru dalam menyampaikan materi, bisa selaras dengan tujuan pembelajaran. Beberapa metode pembelajaran menurut guru Sri Tarmiyati, Sebagai berikut: Pendekatan kontekstual merupakan pembelajaran dengan menghubungkan atau mengaitkan dengan apa yang ada di sekitarnya. (Lihat hasil wawncara lampiran) Guru Sri Tarmiyati mengemukakan bahwa pendekatan kontekstual merupakan pendekatan yang menghubungkan atau mengaitkan dengan sekitarnya, bersifat alamiah. Metode ceramah merupakan metode yang digunakan dengan memberi informasi lisan dari seorang guru. (Lihat hasil wawancara lampiran) Guru Sri Tarmiyati mengemukakan bahwa metode ceramah merupakan metode pembelajaran yang digunakan dengan memberi informasi dari seorang guru. 4 Metode diskusi merupakan cara penyajian pelajaran, di mana siswa-siswi dihadapkan kepada suatu masalah yang bisa berupa pernyataan yang bersifat problematis untuk dibahas dan dipecahkan. (Lihat hasil wawancara lampiran) Guru Sri Tarmiyati berpendapat bahwa metode diskusi merupakan cara untuk mengajar siswa-siswi yang dihadapkan pada suatu masalah, baik berupa pernyataan maupun pertanyaan untuk dipecahkan bersama. Metode tanya jawab merupakan metode yang bagaimana guru melakukan tanya jawab dengan sebaik-baiknya, sehingga siswa dapat memperoleh pengetahuan. (Lihat hasil wawancara lampiran) Guru Sri Tarmiyati mengaku bahwa metode tanya jawab merupakan metode pembelajaran yang memungkinkan guru melakukan tanya jawab dengan sebaik-baiknya, sehingga siswa mendapatkan pengetahuan. Metode pemberian tugas merupakan tugas yang diberikan guru pada muridnya, baik individu maupun kelompok, diberikan di dalam kelas maupun di luar kelas. (Lihat hasil wawancara lampiran) Guru Sri Tarmiyati mengemukakan bahwa metode pemberian tugas merupakan seorang guru memberikan tugas pada muridnya yang bersifat individu maupun kelompok dan dapat dilaksanakan di dalam kelas maupun di luar kelas. Adapun dalam praktiknya dengan mengkombinasikan beberapa metode pembelajaran. Berikut ini beberapa kombinasi metode yang dilakukan oleh guru kelas X. 3.2 Pendekatan Kontekstual, Metode Ceramah, Metode Tanya jawab, dan Metode Pemberian Tugas Guru memberikan materi, memotivasi siswa agar aktif. Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang cara menjadi wirausaha yang sukses dengan berceramah, siswa mengamati beberapa gambar tentang kerajinan, melalui tanya jawab, siswa menyebutkan kerajinan apa saja yang ada digambar yang ditunjuk oleh guru, siswa mencatat materi, siswa mencari informasi, baik melalui buku kewirausahaan maupun sumber lain tentang kewirausahaan, Siswa membuat laporan tentang langkah-langkah menjadi wirausaha sukses, Siswa mengumpulkan laporan masing-masing pada guru. Guru bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran, Guru menilai/merefleksi kegiatan pembelajaran, Guru bersama siswa menutup pelajaran dengan mengucapkan hamdalah, dan salam kepada siswa dan siswa menjawab salam. (Lihat hasil wawancara lampiran) 5 Guru Sri Tarmiyati mengaku setelah guru menyampaikan materi dengan ceramah, kemudian guru memberikan waktu untuk siswa melakukan tanya jawab. Tanya jawab untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Agar siswa lebih menguasai bahan yang telah disampaikan, selanjutnya siswa diberi tugas, membuat kesimpulan tentang materi cara menjadi wirausaha yang sukses, mengerjakan pekerjaan rumah. Langkah-langkahnya seperti tabel dibawah ini. No. Langkah Jenis Kegiatan Belajar Mengajar 1. Persiapan 1) Siswa mempersiapkan buku pelajaran dan membuka materi yang akan dipelajari 2) Guru menjelaskan secara singkat materi yang akan diajarkan dan menyampaikan tujuan yang akan dicapai 3) Guru memotivasi siswa dan mengajaknya aktif dalam pembelajaran. 2. Pelaksanaan 4) Guru menyampaikan materi tentang cara menjadi wirausaha yang sukses. 5) Siswa mengamati beberapa gambar tentang kerajinan, kemudian melakukan tanya jawab kepada guru. 6) Siswa diberi tugas untuk membuat laporan tentang cara menjadi wirausaha yang sukses. 3. Evaluasi/tindak lanjut 7) Dengan bimbingan guru, siswa merefleksi kegiatan pembelajaran guna menggali pengalaman. 8) Memotivasi siswa yang kurang aktif 9) Melakukan penilaian mengenai bahan pelajaran yang telah diterimanya, baik lisan maupun tulisan atau pemberian tugas lain. Tabel IV.2.Pendekatan Kontekstual, Metode Ceramah, Tanya jawab, dan Pemberian tugas 3.3 Pendekatan Kontekstual, Metode Ceramah, Metode Diskusi, dan Metode Pemberian Tugas Gurumemberikan materi dan tujuan yg akan dicapai, guru memotivasi siswa untuk aktif dalam pembelajaran. Guru menyampaikan materi pelajaran, siswa mengamati kejadian sehari-hari atau kegiatan yang sering dilakukan di sekolah yang menunjukkan sikap seorang wirausaha dengan berceramah, kemudian siswa berdiskusi tentang sifat- 6 sifat yang patut ditiru dari berbagai rangkaian kegiatan untuk mempersiapkan diri menjadi seorang wirausaha dalam kehidupan sehari-hari, siswa mencatat materi, siswa mengerjakan latihan soal yang telah disediakan oleh guru, siswa mengumpulkan hasil pekerjaan. guru bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran, guru menilai/merefleksi kegiatan pembelajaran, guru bersama siswa menutup pelajaran dengan mengucapkan hamdalah, dan salam kepada siswa dan siswa menjawab salam. (Lihat hasil wawancara lampiran) Guru Sri Tarmiyati mengaku pertama guru menyampaikan materi dengan ceramah untuk memberikan penjelasan/informasi mengenai bahan yang akan dibahas dalam diskusi materi sikap seorang wirausaha, sehingga diskusi dapat berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan yangn ingin dicapai. Pada akhir diskusi siswa diberikan beberapa tugas yang harus dikerjakan saat itu (maksudnya untuk mengetahui hasil yang dicapai siswa melalui diskusi). Tugas ini sekaligus merupakan umpan balik bagi guru terhadap hasil diskusi yang dilakukan siswa. Langkah-langkahnya seperti tabel dibawah ini. No. Langkah Jenis Kegiatan Belajar Mengajar 1. Persiapan 1) Guru menjelaskan dengan singkat materi dan tujuan yang akan dicapai. 2) Guru memotivasi dan mengajak siswa aktif dalam pembelajaran. 2. Pelaksanaan 3) Guru menyampaikan materi tentang sikap seorang wirausaha. 4) Siswa melakukan diskusi tentang sifat-sifat yang patut ditiru dari materi tersebut. 3. Evaluasi/tindak lanjut 5) Siswa dibantu guru menyimpulkan hasil diskusi dan merefleksi kegiatan pembelajaran. 6) Guru memotivasi siswa yang kurang aktif. 7) Guru melakukan penilaian. Tabel IV.3. Pendekatan Kontekstual, Metode Ceramah, Diskusi, dan Pemberian Tugas Adrian siswa kelas X Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 8 Surakarta mengaku bahwa mata pelajaran kewirausahaan Tidak sulit,karena setiap hari pasti kita melihat disekitar kita orang yang sedang berwirausaha. 7 Sedangkan Niken siswa kelas X Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 8 Surakarta berpendapat bahwa mata pelajaran kewirausahaan tidak sulit, karena pelajaran kewirausahaan merupakan pelajaran yang menyenangkan yang bisa melatih siswa untuk mandiri. 3.4 Adakah perbedaan antara metode pembelajaran di SMK Negeri 8 Surakarta dengan metode pembelajaran berbasis kurikulum 2013 Berdasarkan wawancara dengan guru kelas X, dapat diketahui minat dan respon siswa terhadap penggunaan metode pembelajaran berbasis kurikulum Minat siswa terhadap penggunaan metode pembelajaran berbasis kurikulum 2013 sangat besar. Karena setiap mengikuti pembelajaran siswa mendengarkan dan memperhatikan sewaktu guru menyampaikan materi, bahkan ada sebagian siswa yang aktif saat diberi pertanyaan dan siswa berani untuk bertanya tentang materi yang sulit dipahami. (Lihat hasil wawancara lampiran) Guru mengaku minat siswa dalam penggunaan metode pembelajara berbasis kurikulum 2013 sangat besar, karena setiap pembelajaran berlangsung siswa mendengarkan dan memperhatikan dengan baik, saat guru memberikan pertanyaan ada beberapa siswa yang berani menjawabnya. Setiap berlangsungnya pembelajaran pasti ada siswa yang kurang paham dengan materi yang diberikan siswa, tetapi siswa yang kurang paham dengan materi berani bertanya, ini merupakan suatu proses pembelajaran yang berjalan dengan baik. Berdasarkan wawancara dengan Adrian siswa kelas X Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 8 Surakarta, materi kewirausahaan kelas X yang paling susah adalah saat praktik membuat kerajinan. Alasannya, karena teknik membuat kerajinan sangat rumit. Niken siswa kelas X Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 8 Surakarta berpendapat bahwa materi kewirausahaan kelas X yang paling susah adalah pembuatan kerajinan dan wirausaha tekstil. Alasannya karena membuat suatu kerajinan tekstil memerlukan ketelatenan, kerapian dan kesabaran.
Similar documents
View more...
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks