IMPLEMENTASI MANAJEMEN KELAS PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP NEGERI 2 PEKAITAN KECAMATAN PEKAITAN KABUPATEN ROKAN HILIR

Please download to get full document.

View again

of 23
222 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
IMPLEMENTASI MANAJEMEN KELAS PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP NEGERI 2 PEKAITAN KECAMATAN PEKAITAN KABUPATEN ROKAN HILIR Suriyah Dosen STAI Ar-Ridho Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk
Document Share
Document Transcript
IMPLEMENTASI MANAJEMEN KELAS PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP NEGERI 2 PEKAITAN KECAMATAN PEKAITAN KABUPATEN ROKAN HILIR Suriyah Dosen STAI Ar-Ridho Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi manajemen kelas dan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam manajemen kelas di SMP Negeri 2 Pekaitan. Permasalahan yang muncul di SMP Negeri 2 Pekaitan adalah Pengaturan ruangan belajar di kelas guru belum begitu baik, kurang akrabnya guru dengan siswa maupun siswa dengan siswa, terkait dengan kegiatan pembelajaran, masih ditemukan perilaku siswa yang kurang kooperatif terhadap pembelajaran, sekolah belum bisa menyediakan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan siswa, sebagian besar guru juga memang kurang sungguh-sungguh melakukan manajemen kelas. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. lokasi penelitian ini di SMP Negeri 2 Pekaitan. Pengumpulan data yang dilakukan menggunakan observasi dan wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian bahwa Implementasi manajemen kelas pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 2 Pekaitan, dengan indikator yakni merencanakan, mengorganisasikan, memimpin, mengendalikan dan evaluasi pada pelaksanaannya sudah berjalan dengan baik. faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam manajemen kelas di SMP Negeri 2 Pekaitan Faktor dari luar (Eksternal), meliputi faktor lingkungan dan faktor instrumental seperti; kurikulum, program/ bahan pengajaran, sarana dan fasilitas, serta faktor guru itu sendiri Faktor dari dalam (Internal), meliputi kondisi fisiologis dan psikologis siswa berupa minat, bakat dan kemampuan yang dimiliki masing-masing siswa. Kata Kunci: Manajemen Kelas, Pendidikan Agama Islam PENDAHULUAN Manajemen kelas merupakan salah satu keterampilan yang harus dimiliki guru dalam memahami, mendiagnosis, memutuskan dan kemampuan bertindak menuju perbaikan suasana kelas yang dinamis. 1 Maka dari itu seorang guru memiliki andil yang sangat berperan terhadap keberhasilan pembelajaran di sekolah. Guru sangat berperan 1 Mulyadi, Cllassroom Management Mewujudkan Suasana Kelas Yang Menyenangkan Bagi Siswa (Bandung: Aditya Media, 2009), hlm. 4. Suriyah Implementasi Manajemen Kelas Pada Mata Pelajaran. 214 dalam membantu perkembangan peserta didik untuk mewujudkan tujuan hidupnya secara optimal. Didalam kelas guru melaksanakan dua kegiatan pokok yaitu kegiatan mengajar dan kegiatan mengelola kelas. Kegiatan mengajar pada hakikatnya adalah proses mengatur, mengorganisasi lingkungan yang ada disekitar siswa. Sedangkan kegiatan mengelola kelas tidak hanya berupa pengaturan kelas, fasilitas fisik dan rutinitas. Kegiatan mengelola kelas yang dimaksudkan untuk menciptakan dan mempertahankan suasana dan kondisi kelas, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan efesien. Untuk mengimplementasikan manajemen kelas secara efektif dan efisien, guru perlu memiliki pengetahuan mengelola pembelajaran dalam kelas, guru di tuntut untuk melakukan fungsinya sebagai manajer/guru dalam meningkatkan proses pembelajaran, dengan memanajemen kelas, membina, dan memberikan saran-saran positif kepada siswa. Di samping itu, guru juga harus melakukan tukar fikiran, sumbangan saran dan lain sebagainya. Pada dasarnya ada tiga hal pokok yang harus dimiliki seorang guru dalam menghadapi situasi apapun, termasuk dalam menghadapi tantangan yang penuh persaingan pada era globalisasi. ketiga hal tersebut adalah: Kepribadian yang mantap, wawasan yang luas, dan kemampuan profesional yang memadai. Sesuai dengan tuntutan perubahan, maka guru pun dituntut untuk memiliki kemampuan dalam penyesuaianpenyesuaian dengan kebutuhan perubahan tersebut. 2 SMP Negeri 2 adalah salah satu SMP yang ada di Kecamatan Pekaitan yang notaben nya adalah sekolah unggulan. Guru-gurunya tentu 2 A. Ruhiat, Pengelolaan Kelas Berbasis Kurikulum 2013 (Bandung: Gaza Publising, 2014), hlm. 19. Suriyah Implementasi Manajemen Kelas Pada Mata Pelajaran. 215 juga memenuhi kualifikasi sebagai pengajar dan pendidik yang baik. Selain itu, fasilitas pendidikan seharusnya juga cukup memadai. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. karena datanya akan dipaparkan secara analisis deskriptif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang digunakan untuk mengungkapkan gejala secara menyeluruh dan sesuai dengan konteks melalui pengumpulan data dari latar belakang alami dengan memanfaatkan peneliti sebagai instrumen kuat. 3 Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif merupakan penelitian terhadap fenomena atau populasi tertentu untuk menjelaskan aspek-aspek yang relevan dengan fenomena yang diamati, menjelaskan karakteristik fenomena atau masalah yang ada. Pada umumnya, penelitian deskriptif tidak menggunakan hipotesis (non hipotesis) sehingga dalam penelitiannya tidak perlu merumuskan hipotesis. 4 Adapun tempat yang digunakan sebagai lokasi penelitian ini adalah SMP Negeri 2 Pekaitan Kecamatan Pekaitan Kabupaten Rokan Hilir KAJIAN TEORI 1. Pengertian Manajemen Kelas Manajemen adalah kata yang aslinya dari bahasa inggris, yaitu management yang berarti ketatalaksanaan, tata kepemimpinan, pengelolaan. Sedangkan secara umum manajemen atau pengelolaan 3 Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2002), hlm Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta: Rineka Cipta, 2002), hlm Suriyah Implementasi Manajemen Kelas Pada Mata Pelajaran. 216 dalam pengertian umum adalah pengadministrasian, pengaturan atau penataan suatu kegiatan. Mengutip beberapa pendapat para ahli tentang pengertian manajemen adalah sebagai (1) mengelola orang-orang, (2) Pengambilan keputusan (3) proses pengorganisasian dan memakai sumber-sumber untuk menyelesaikan tujuan yang sudah ditentukan. 5 Kelas merupakan segmen sosial dari kehidupan sekolah secara keseluruhan. Gairah proses belajar dan semangat pencapaian prestasi belajar yang tinggi, amat tergantung pada pembiasaan sehari-hari atas kehidupan yang terjadi diantara guru dan para anak didiknya di dalam kelas. 6 Menurut Djamarah & Zaini secara sederhana manajemen kelas berarti kegiatan pengaturan kelas untuk kepentingan pengajaran. Sedangkan menurut mulyasa manajemen kelas merupakan keterampilan seorang guru untuk menciptakan kondisi iklim pembelajaran yang kondusif dan mengendalikanya apabila terjadi gangguan dalam pembelajaran. 7 Manajemen Kelas dapat dikatakan efektif, apabila memperhatikan unsur-unsur dalam pembelajaran, yaitu: 1) Bahan belajar; 2) Suasana belajar; 3) Media dan sumber belajar; dan 4) Guru sebagai Subyek Pembelajar. 8 Syaiful Bahri Djamarah berpendapat bahwa Manajemen Kelas adalah suatu upaya memberdayagunakan potensi kelas yang ada seoptimal mungkin untuk mendukung proses interaksi edukatif mencapai tujuan pembelajaran. 9 Dalam rangka mengimplementasikan manajemen 5 Maisah, Manajemen Pembelajaran Kelas 2012 (Jakarta: Gaung Persada; 2012), hlm Ahmad hidajat, Pengelolaan Kelas Berbasis Kurikulum 2013 (Bandung: Gaza Publising, 2014), hlm Martinis Yamin dan Maisah, Manajemen Pembelajaran Kelas Strategi Meningkatkan Mutu Pembelajaran (Jakarta: Gaung Persada Press, 2009), hlm Ibid, hlm Syaiful Bahri Djamarah, Guru dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif (Jakarta :Rineka Cipta, 2000 ), hlm Suriyah Implementasi Manajemen Kelas Pada Mata Pelajaran. 217 kelas secara efektif dan efisien, guru harus berkreasi dalam meningkatkan manajemen kelas. Guru adalah teladan dan panutan langsung para peserta didik dikelas. Oleh karena itu, guru perlu siap dengan segala kewajiban, baik manajemen maupun persiapan isi materi pengajaran. Guru juga harus mengorganisasikan kelasnya dengan baik. Jadwal pelajaran, pembagian peserta didik, kebersihan, keindahan dan ketertiban kelas, pengaturan tempat duduk peserta didik, penempatan alat-alat dan lain-lain harus dilakukan dengan sebaik-baiknya. Suasana kelas yang menyenangkan dan penuh disiplin sangat diperlukan untuk mendorong semangat belajar peserta didik. Kreativitas dan daya cipta guru untuk mengemplementasikan manajemen kelas perlu terus menerus di dorong dan dikembangkan. 10 Guru ketika mengembangkan strategi manajemen kelas harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1) Menyampaikan kurikulum dan pelajaran yang menarik, relevan, dan sesuai; 2) Menerapkan kegiatan yang efektif; 3) Menyediakan daftar kegiatan rutin kelas; 4) Memberikan pengarahan yang jelas; 5) Menggunakan dorongan yang bermakna; 6) Memberikan bantuan mengatasi rintangan; 7) Merencanakan perubahan lingkungan; 8) Mengatur kembali struktur situasi. 11 Dalam pelaksanaan manajemen kelas juga ada prosedur manajemen kelas yaitu: upaya untuk menciptakan dan mempertahankan suasana yang diliputi oleh motivasi siswa yang tinggi, dapat dilakukan secara preventif maupun kuratif. Perbedaan kedua jenis manajemen kelas tersebut, akan berpengaruh terhadap perbedaan langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh seorang guru dalam menerapkan kedua jenis 10 E. Mulyasa, Manajemen Berbasis Sekolah Konsep, Strategi, dan Implementasi (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2002), hlm Yuyus Suherman Dan Nurjanah, Manajemen Kelas Untuk Efektifitas Pembelajaran (Bandung: PT. Wahana Iptek, 2013), hlm. 31. Suriyah Implementasi Manajemen Kelas Pada Mata Pelajaran. 218 manajemen kelas tersebut. Di katakan secara preventif apabila upaya yang dilakukan atas dasar inisiatif guru untuk menciptakan suatu kondisi dari kondisi interaksi biasa menjadi interaksi pendidikan dengan jalan menciptakan kondisi baru yang menguntungkan bagi Pembelajaran. Sedangkan yang dimaksud dengan manajemen kelas secara kuratif adalah yang dilaksanakan karena terjadi penyimpangan pada tingkah laku siswa, sehingga mengganggu jalannya proses pembelajaran. 2. Tujuan Manajemen Kelas Secara umum tujuan Manajemen Kelas adalah penyediaan fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional dan intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa untuk belajar dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional dan sikap, serta apresiasi para siswa. 12 Manajemen Kelas secara khusus dibagi menjadi dua yaitu tujuan untuk siswa dan guru. 1. Tujuan Untuk Siswa: a. Mendorong siswa untuk mengembangkan tanggung-jawab individu terhadap tingkah lakunya dan kebutuhan untuk mengontrol diri sendiri. b. Membantu siswa untuk mengetahui tingkah laku yang sesuai dengan tata tertib kelas dan memahami bahwa teguran guru merupakan suatu peringatan dan bukan kemarahan. c. Membangkitkan rasa tanggung-jawab untuk melibatkan diri dalam tugas maupun pada kegiatan yang diadakan Sudirman N, dkk, Ilmu Pendidikan (Bandung: CV. Remadja Karya, 2000), hlm. Suriyah Implementasi Manajemen Kelas Pada Mata Pelajaran. 219 Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tujuan dari pada Manajemen Kelas adalah agar setiap anak dikelas dapat bekerja dengan tertib, sehingga segera tercapai tujuan pengajaran secara efektif dan efisien. 2. Tujuan Untuk Guru: a. Untuk mengembangkan pemahaman dalam penyajian pelajaran dengan pembukaan yang lancar dan kecepatan yang tepat. b. Untuk dapat menyadari akan kebutuhan siswa dan memiliki kemampuan dalam memberi petunjuk secara jelas kepada siswa. c. Untuk mempelajari bagaimana merespon secara efektif terhadap tingkah laku siswa yang mengganggu. d. Untuk memiliki strategi remedial yang lebih komprehensif yang dapat digunakan dalam hubungan dengan masalah tingkah laku siswa yang muncul didalam kelas. 13 Maka dapat disimpulkan bahwa agar setiap guru mampu menguasai kelas dengan menggunakan berbagai macam pendekatan dengan menyesuaikan permasalahan yang ada, sehingga tercipta suasana yang kondusif, efektif dan efisien. 3. Fungsi Manajemen Kelas Fungsi fungsi manajerial yang harus dilakukan oleh guru itu meliputi: a. Merencanakan Merencanakan adalah membuat suatu target target yang akan dicapai atau diraih di masa depan. Dalam organisasi merencanakan adalah suatu proses memikirkan dan menetapkan secara matang arah, tujuan 13 Syaiful Bahri Djamarah, Guru dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif (Jakarta: Rineka Cipta, 2000 ), hlm Suriyah Implementasi Manajemen Kelas Pada Mata Pelajaran. 220 dan tindakan sekaligus mengkaji berbagai sumber daya dan metode / teknik yang tepat. b. Mengorganisasikan Mengorganisasikan berarti : (1) menentukan sumber daya dan kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi, (2) merancang dan mengembangkan kelompok kerja yang berisi orang yang mampu membawa organisasi pada tujuan, (3) menugaskan seseorang atau kelompok orang dalam suatu tanggung jawab tugas dan fungsi tertentu, (4) mendelegasikan wewenang kepada individu yang berhubungan dengan keleluwasaan melaksanakan tugas. Dengan rincian tersebut, manajer membuat suatu struktur formal yang dapat dengan mudah dipahami orang dan menggambarkan suatu posisi dan fungsi seseorang di dalam pekerjaannya. c. Memimpin Seorang pemimpin dalam melaksanakan amanatnya apabila ingin dipercaya dan diikuti harus memiliki sifat kepemimpinannya yang senantiasa dapat menjadi pengarah yang di dengar ide dan pemikirannya oleh para anggota organisasi. Hal ini tidak semata mata mereka cerdas membuat keputusan tetapi dibarengi dengan memiliki kepribadian yang dapat dijadikan suri tauladan. d. Mengendalikan Mengendalikan adalah proses untuk memastikan bahwa aktivitas sebenarnya sesuai dengan aktivitas yang direncanakan. Proses pengendalian dapat melibatkan beberapa elemen yaitu ; (1) menetapkan standar kerja, (2) mengukur kinerja, (3) membandingkan unjuk kerja dengan standar yang telah ditetapkan, (4) mengambil tindakan korektif saat terdeteksi penyimpangan. e. Evaluasi Suriyah Implementasi Manajemen Kelas Pada Mata Pelajaran. 221 Evaluasi merupakan komponen untuk melihat pencapaian tujuan. Selain itu evaluasi dapat berfungsi untuk mengetahui apakah tujuan yang telah ditetapkan telah tercapai atau belum. Atau evaluasi digunakan sebagai umpan balik dalam perbaikan strategi yang ditetapkan Komponen Keterampilan Manajemen Kelas Komponen-komponen keterampilan manajemen kelas ini pada umumnya dibagi menjadi dua bagian, yaitu ketrampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal (bersifat preventif) dan ketrampilan yang berhubungan dengan pengembangan kondisi belajar yang optimal. Keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal (bersifat preventif). Keterampilan ini berkaitan dengan kemampuan guru dalam mengambil inisiatif dan mengendalikan pelajaran serta kegiatan - kegiatan yang berhubungan dengan hal-hal tersebut yang meliputi keterampilan sebagai berikut: a) Menunjukkan sikap tanggap; b) Memberikan Perhatian; c) Memusatkan Perhatian Kelompok; d) Memberikan Petunjuk-petunjuk Yang Jelas; e) Menegur; dan f) Memberi Penguatan Teknik Manajemen Kelas Berbagai teknik, metode, strategi dan juga pendekatan dapat dilakukan oleh guru dalam melakukan manajemen kelas. Sebagai upaya guru menciptakan manajemen disiplin kelas yang berhasil guna, agar kegiatan manajemen kelas dapat berjalan secara maksimal. 14 Tim Dosen Administrasi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia, Ade Rukmana Dan Asep Suryana Manajemen Pendidikan (Bandung: Alfabeta, 2011), hlm A. Ruhiat, Pengelolaan Kelas Berbasis Kurikulum 2013 (Bandung: Gaza Publising, 2014), hlm. 17. Suriyah Implementasi Manajemen Kelas Pada Mata Pelajaran. 222 a. Pendekatan berdasarkan perubahan tingkah laku (Behavior-Modification Approach) Pendekatan ini bertolak dari sudut pandang Psikologi Behavior yang berasumsi sebagai berikut: 1) Semua tingkah laku yang baik dan yang kurang baik merupakan hasil proses belajar. Asumsi ini mengharuskan seorang guru kelas menyusun program dan suasana yang merangsang terwujudnya proses belajar yang membuat murid mewujudkan tingkah laku yang baik menurut ukuran norma yang berlaku di lingkungan sekitar. 2) Di dalam proses belajar terdapat proses psikologis fundamental berupa penguatan positif (positive reinforcement), hukuman, penghapusan (extinction) dan penguatan negatif (negative reinforcement). Asumsi ini mengharuskan guru melakukan usahausaha mengulang-ulangi program atau kegiatan yang dinilai baik (perangsang) bagi terbentuknya tingkah laku tertentu terutama dikalangan murid (respon). b. Pendekatan berdasarkan suasana emosi dan hubungan sosial (Socio emotional Climate Approach) Pendekatan manajemen kelas ini terdapat dua asumsi pokok yang dipergunakan dalam manajemen kelas, yaitu: 1) Iklim sosial dan emosional yang baik dalam arti ada hubungan yang harmonis antara guru dengan guru, guru dengan siswa dan siswa dengan siswa merupakan kondisi yang memungkinkan berlangsungnya proses belajar yang efektif. Asumsi ini mengharuskan seorang guru berusaha menyusun program kelas dan pela ksanaanya yang didasari oleh hubungan manusiawi yang Suriyah Implementasi Manajemen Kelas Pada Mata Pelajaran. 223 diwarnai sikap saling menghargai dan menghormati antar personal di kelas. 2) Iklim sosial dan emosional yang baik tergantung pada guru dalam usahanya melaksanakan kegiatan belajar mengajar, yang didasari dengan hubungan manusiawi yang efektif. Asumsi ini seorang guru harus mendorong guru-guru agar dapat mewujudkan hubungan manusiawi yang penuh saling pengertian, menghormati, dan saling menghargai. c. Pendekatan berdasarkan proses kelompok (Group-Process Approach) Dasar dari pendekatan ini adalah Psikologi Sosial dan Dinamika Kelompok yang mengetengahkan dua asumsi sebagai berikut: 1) Pengalaman belajar di sekolah bagi murid berlangsung dalam konteks kelompok sosial. Asumsi ini mengharuskan guru kelas dalam manajemen kelas selalu mengutamakan kegiatan yang dapat mengikutsertakan seluruh personal di kelas. Dengan kata lain lebih mementingkan kepentingan bersama dari pada kegiatan individual. 2) Tugas guru terutama adalah memelihara kelompok belajar agar menjadi kelompok yang efektif dan produktif. Seorang guru harus mampu membentuk dan mengaktifkan murid dalam bekerja sama dalam kegiatan belajar mengajar. Bagi murid proses belajar dalam kelompok (group studies) harus dilaksanakan secara efektif agar hasilnya lebih baik daripada bilaman murid belajar sendiri (produktif). Suriyah Implementasi Manajemen Kelas Pada Mata Pelajaran. 224 d. Pendekatan Electic (Alectic Approach) Pendekatan ini menekankan pada potensial, kreativitas, dan inisiatif guru kelas dalam memilih berbagai pendekatan tersebut di atas berdasarkan situasi yang dihadapinya Pengertian Pendidikan Agama Islam Didalam UU RI No. 20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional, pasal 1 dijelaskan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. 17 Muhaimin dalam bukunya Paradigma Pendidikan Islam, mendefenisikan bahwa pembelajaran pendidikan agama Islam suatu upaya membuat peserta didik dapat belajar, butuh belajar, terdorong belajar, mau belajar, dan tertarik untuk terus menerus mempelajari agama Islam, baik untuk kepentingan mengetahui bagaimana cara beragama yang benar maupun mempelajari Islam sebagai pengetahuan. 18 Bila dicermati secara mendalam dari pengertian pembelajaran Pendidikan Agama Islam, di atas terdapat beberapa hal antara lain: a. Pendidikan Agama Islam sebagai usaha sadar, yakni suatu kegiatan bimbingan, pengajaran atau latihan yang dilakukan secara berencana dan sadar untuk mencapai tujuan yang akan dicapai. 16 A. Ruhiat, Pengelolaan Kelas Berbasis Kurikulum 2013 (Bandung: Gaza Publising, 2014), hlm Undang-undang Republik Indinesia No. 14 tahun 2005 (Bandung: Citra Umbara, 2006), hlm Muhaimin, Parad
Similar documents
View more...
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks