IDENTIFIKASI JENIS-JENIS EKTOPARASIT PADA IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) Identification of Ectoparasites in Dumbo Catfish (Clarias gariepinus)

Please download to get full document.

View again

of 10
217 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
IDENTIFIKASI JENIS-JENIS EKTOPARASIT PADA IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) Identification of Ectoparasites in Dumbo Catfish (Clarias gariepinus) Ayu Syahfitri Daulae 1), Dwi Suryanto 2), Desrita 3)
Document Share
Document Transcript
IDENTIFIKASI JENIS-JENIS EKTOPARASIT PADA IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) Identification of Ectoparasites in Dumbo Catfish (Clarias gariepinus) Ayu Syahfitri Daulae 1), Dwi Suryanto 2), Desrita 3) 1) Mahasiswa Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, 2) Staf Pengajar Departemen Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Sumatera Utara 3) Staf Pengajar Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara ABSTRACT Dumbo catfish (Clarias gariepinus) is usually cultured with high density in pond. This fish is tolerant to low oxygen level and grow rapidly. However, in culture, this fish is often attached by some parasites. The purpose of this study is to find out what kinds of ectoparasites infect Dumbo catfish and to know dominant ectoparasitic infecting Dumbo catfish. This study was conducted from May until June This research was conducted with three repeated with the comparison of two ponds, then each pond is taken fish samples three pond fish samples were taken from two ponds with three reflication. Total sample were 18 fish. The result showed that Ichthyophthirius multifiliis, Trichodina, Chilodonella, Dactylogyrus,were dominant ectoparasites in the fish and water. Keywords : Catfish, Ectoparasitic. PENDAHULUAN Lele (Clarias sp) adalah salah satu ikan air tawar yang masuk ke Indonesia pada tahun Lele Dumbo merupakan salah satu dari berbagai jenis ikan yang sudah banyak dibudidayakan di Indonesia. Dalam habitatnya Ikan Lele sangat fleksibel, dapat dibudidayakan dengan padat penebaran tinggi, pertumbuhannya sangat pesat, dan dapat hidup pada lingkungan dengan kadar oksigen rendah, karena Lele Dumbo mempunyai organ pernapasan tambahan yaitu arborescent organ (Madinawati, 2011). Permasalahan yang sering dihadapi dalam budidaya ikan adalah penyakit yang dapat menyebabkan menurunnya tingkat produksi ikan. Masalah lain seperti kualitas air yang menurun akibat pencemaran, tingkat pengetahuan dan keterampilan pembudidayaan ikan yang masih rendah, dan juga penggunaan faktor produksi lainnya yang belum efisien dalam pembudidayaan ikan di perairan tawar (Pujiastuti, 2015). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis parasit apa saja yang menginfeksi pada Ikan Lele Dumbo, untuk mengetahui jenis-jenis parasit apa yang paling dominan menginfeksi pada Ikan Lele, serta jenis parasit apa yang menginfeksi air tempat Ikan Lele itu hidup. Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai informasi bagi pembudidaya ikan dengan mengetahui parasit-parasit apa yang dapat menginfeksi ikan khususnya pada Ikan Lele Dumbo, serta parasitparasit yang terdapat pada air tempat ikan itu hidup. METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan dari bulan Mei sampai dengan Juni Penelitian ini dilakukan di Desa Buntu Bedimbar, Kecamatan Tanjung Morawa, kabuapaten Deli Serdang. Metode yang saya gunakan menurut Kumalasari, Pengambilan sampel ikan dan air dilakukan di kolam yang merupakan tempat Ikan Lele Dumbo yang diduga terkena penyakit. Identifikasi ektoparasit sampel ikan dan air dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan. Alat dan Bahan Alat yang digunakan antara lain Dissecting set, Mikroskop, ember, nampan, object glass, cover glass, botol sampel, Toolbox, magnetic stirer, botol winkler, jarum ose, alat tulis, komputer, dan camera. Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah sebagai berikut sampel ikan uji dan air, buku identifikasi ektoparasit, Aquades, lugol, Tisu dan NaCl. Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan pengambilan sampel Ikan Lele Dumbo yang mengalami gejala penyakit di kolam. Pengambilan sampel yang dilakukan dalam penelitian ini 3 kali ulangan dalam dua kolam ikan kolam yang digunakan yaitu ada dua kolam untuk perbandingan antara kolam 1 dan kolam 2, lalu setiap pengambilan sampel dalam 1 kali ulangan dapat diambil 3 ekor ikan perkolamnya dan ini dilakukan sampai 3 kali ulangan, sehingga jumlah sampel ikan yang diambil dalam 3 kali ulangan dalam dua kolam terdapat 18 ekor ikan. Sampel ikan uji yang terserang parasit berukuran ikan konsumsi. Sumber air kolam budidaya ikan tersebut dari sumur bor. Kemudian sampel air diambil dengan menggunakan botol gelap dan diidentifikasi. Identifikasi ektoparasit pada ikan dan air dilakukan di laboratorium. Pengambilan Sampel Ikan dan Sampel Air Sampel Ikan Lele Dumbo diambil dari kolam ikan. Sebelumnya air telah dilakukan pengukuran suhu, ph, kecerahan, oksigen terlarut, nitrit, posfat dan amoniak. Sampel diambil yang mengalami gejala penyakit seperti terdapatnya borok atau luka pada permukaan tubuh ikan. Pengambilan sampel air dilakukan dengan mengambil contoh air kolam dengan menggunakan botol steril. Diambil sampel air dan sampel ikan, dimasukkan dalam kantong plastik dan sampel air dimasukkan dalam botol gelap, lalu sampel air dan sampel ikan tersebut dibawa ke laboratorium untuk diperiksa dan dilakukan pengidentifikasian. Identifikasi Ektoparasit dari Sampel Ikan Sampel ikan dibawa ke Laboratorium dengan menggunakan Toolbox. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi bagian luar ikan. Pemeriksaan ektoparasit dilakukan dengan cara mengamati tanda-tanda luar pada permukaan tubuh, insang, sirip ekor, sirip dada dan operkulum ikan untuk menentukan keberadaan parasit pada ikan tersebut. Kemudian, proses pengambilan lendir pada tubuh ikan dilakukan dengan cara dikerok pada permukaan tubuh ikan, meletakkan di atas object glass dan ditetesi dengan aquades dan NaCl, kemudian ditutup dengan cover glass dan selanjutnya diamati dibawah mikroskop. Pengamatan pada sirip ikan dilakukan dengan cara sirip ekor dan sirip dada ikan diamati kemudian dikerok lalu diletakkan pada object glass, ditetesi aquades dan NaCl dan selanjutnya diamati di bawah mikroskop. Pada pemerikasaan insang, kedua belah insang diamati, kemudian dikerok lendirnya diletakkan di atas object glass dan ditetesi NaCl dan aquades lalu ditutup dengan cover glass agar insangnya tidak bergerak-gerak, kemudian diamati di bawah mikroskop. Identifikasi Ektoparasit dari Sampel Air Pengambilan sampel air dilakukan dengan menggunakan botol gelap. Sampel air diambil dari permukaan menggunakan botol gelap dan diawetkan dengan menggunakan lugol. Kemudian sampel air dibawa ke laboratorium untuk diidentifikasi dengan menggunakan mikroskop dan selanjutnya diidentifikasi menggunakan buku identifikasi. Karakterisasi dan Identifikasi Ektoparasit Pemeriksaan secara mikroskopis pada organ tubuh seperti kulit, sirip ekor, sirip dada dan insang, sebelum diperiksa ikan terlebih dahulu dilumpuhkan dengan cara menusukkan jarum penusuk dibagian kepalanya. Kemudian dilakukan pemeriksaan pada kulit, sirip ekor, sirip dada dengan cara mengerik lendir yang terdapat pada kulit dan sirip ekor dan sirip dada dan insang dengan menggunakan scapel. Selanjutnya masing-masing lendir yang didapat diletakkan diatas object glass, ditutup dengan kaca penutup dan diberi setetes aquades dan NaCl kemudian diamati di bawah mikroskop dan diambil gambarnya untuk diidentifikasi. Pengamatan pada morfologi parasit diamati secara makroskopik sedangkan bentuk, tepian, dan elevasi diamati secara mikroskopik dengan pembesaran 100 kali. Pengamatan parasit dilakukan dengan menggunakan mikroskop binokuler dan identifikasi parasit, buku yang digunakan dalam identifikasi ektoparsit Budiprayito, (2013). HASIL DAN PEMBAHASAN Penyakit Ikan Tanda-tanda ikan yang terinfeksi penyakit pada kolam ditunjukkan dengan adanya lesi, borok atau luka dan lendir yang berlebihan pada sampel ikan dan hal ini merupakan gejala klinis dari ikan sakit dan terkena luka (borok) yang akan di uji seperti pada Gambar 1. bintik-bintik putih luka atau borok Hasil dari pengamatan yang dilakukan dilapangan gejala klinis yang dapat terlihat pada Ikan Lele yang diambil dari kolam menunjukkan terdapatnya bintikbintik putih pada tubuh ikan, luka atau borok pada. Pada pengamatan di lapangan Ikan Lele yang diduga sakit lebih sering berenang keatas permukaan dan mengapung diatas permukan kolam, pergerakan lambat dan berada disudut atas kolam. Kumalasari (2016), menyatakan bahwa penyakit yang disebabkan oleh organisme parasit disebut penyakit. Penularan penyakit dapat terjadi melalui beberapa mekanisme, antara lain melalui kontak langsung antara ikan sakit dan ikan sehat, bangkai ikan sakit maupun melalui air, penularan ini biasanya terjadi pada satu kolam budidaya. Pada saat dilakukan penelitian dilapangan di kolam budidaya di dapat panjang bobot Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) yaitu panjang nya 25 cm dengan berat bobot satu ekor ikan sekitar 125 gram/ekor ukuran tersebut untuk bobot ikan konsumsi. Untuk mendapatkan hasil ikan konsumsi budidaya Ikan Lele dilakukan selama 2,5 bulan atau 75 hari baru dipanen, pakan yang diberikan pada Ikan Lele yaitu pelet dan daun, pemberian pakan Ikan Lele dilakukan 3 kali sehari pada pagi hari, siang dan malam hari pakan yang diberikan harus rutin diberikan setiap harinya agar perkembangan Ikan Lele cepat dan terkontrol serta kualitas air harus dijaga agar ikan cepat dalam pertumbuhannya. Ikan yang terserang penyakit bisa di karenakan kualitas air yang tidak bagus dan tidak terjaga dan pemberian pakan yang telat atau berlebihan. Ikan yang terdapat borok bisa dikarenakan ikan tersebut saling memangsa satu sama lain karena kurangnya pemberian pakan dan kualitas airnya yang tidak bagus ikan yang terserang penyakit akan berenang dipermukaan kolam atau di pinggir kolam untuk menggosokgosok kan badan nya dipinggir kolam maka akan timbul luka-luka borok pada tubuh ikan. Ikan yang sudah terserang penyakit maka ikan tersebut akan dibuang agar tidak terkena pada ikan yang lainnya, perbaiki sistem sanitasi air kolam agar tidak menular ke ikan lain diberikan probiotik pada ikan dan ditebarkan garam pada kolam agar terhindar dari serangan penyakit dan mengurangi zat keasaman pada air hujan. Ikan Lele Dumbo (Clarias ga riepinus) ditemukan pada kolam budidaya yang merupakan tempat ikan itu hidup. Dari hasil yang diperoleh pada sampel ikan dan air kolam budidaya dengan menggunakan metode identifikasi ektoparasit, dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Jenis Ektoparasit Pada Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus). No Jenis Ektoparasit Kolam Kolam 1 Ichthyophthirius multifiliis 1 (ind) 2 (ind) Chilodonella Trichodina Dactylogyrus 8 7 Berdasarkan hasil dari penelitian jenis ektoparasit pada Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) pada Tabel 1 diperoleh data pada penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan parasit pada Ikan Lele yang diduga terserang penyakit. Hasil identifikasi pada Ikan Lele terdapat bintik-bintik putih, luka atau borok pada ikan uji serta sampel air yang diambil dikolam budidaya tempat ikan itu hidup didapatkan ektoparasit yaitu Ichthyophthirius multifiliis,trichodina, Chilodonella, Dactylogyrus, parasit-parasit ini bisa menyebabkan infeksi pada ikan yang menyebabkan ikan terserang penyakit, dan mengakibatkan stres pada ikan yang akan berujung kematian pada ikan. Pada sampel Ikan Lele diambil yang sudah terkena penyakit, ektoparasit yang menyerang Ikan Lele lebih dominan Ichthyophthirius multifiliis karena ektoparsit tersebut yang lebih sering menginfeksi. Menurut Kumalasari (2016), keberadaan parasit dapat menyebabkan efek mematikan pada polusi ikan. Perkembangan ektoparasit dalam perairan dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti suhu pada suatu perairan. Jika kualitas air nya tidak bagus akan menjadi media bagi ektoparsit untuk berkembang biak serta akan menginfeksi ikan. Stres yang berlangsung lama akan semakin menurunkan efektifitas sistem imun. Dari hasil penelitian yang dilakukan pada Ikan Lele Dumbo yang terinfeksi ektoparasit yang terserang pada sirip ekor, sirip dada dan insang pada kolam 1 dan kolam 2 dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Bagian Ikan Yang Terserang Ektoparasit Kolam 1 Dan Kolam 2. Terserang Kolam 1 Kolam 2 (ind) (ind) Sirip Ekor Sirip Dada 9 12 Insang Dari hasil penelitian yang dilakukan didapatkan hasil bagian ikan yang terserang ektoparasit pada kolam 1 dan kolam 2 dapat dilihat pada Tabel 2 yang merupakan hasil dari ikan yang terserang penyakit terdapat pada sirip ekor, sirip dada, dan insang. Ektoparasit yang paling banyak menginfeksi terdapat pada sirip ekor ikan. Pada saat penelitian sampel ikan diambil 3 ekor/ kolamnya, karena tidak banyak ikan yang terserang penyakit pada saat pengambilan sampel ikan dilakukan. Sampel ikan diambil setiap kolamnya pengambian sampel dilakukan di dua kolam yang berdeda, sampel ikan diambil bersamaan dengan pengambilan sampel air supaya penyakit yang menginfeksi pada ikan akan terkena pada air karena penyakit menular melalui air tempat ikan itu hidup. Kualitas Air Kondisi lingkungan perairan merupakan faktor yang dapat mempengaruhi kehidupan ikan pada habitatnya, satu diantaranya kolam. Hasil pengamatan kondisi kualitas air dan ektoparasit di kolam perairan di Desa Buntu Bedimbar disajikan pada pada Tabel 3. Tabel 3. Jenis Ektoparasit Pada Air Kolam Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus). No Jenis Kolam Kolam Ektoparasit 1 Ichthyophthirius multifiliis 1 (ind) 2 (ind) Chilodonella Trichodina Dactylogyrus 2 1 Dari hasil pengamatan yang dilakukan di dapat kan hasil jenis ektoparasit pada air dapat dilihat pada Tabel 3 pada ektoparasit Chilodonella pada identifikasi ektoparasit pada sampel air dan ikan uji merupakan ektoparasit golongan protozoa pada ikan uji dan pada sampel air. Ektoparasit ini terdapat paling banyak pada air dan ikan uji bagian lendir ikan. Menurut Mulia et al (2006), parasit ini menyebabkan penyakit Chilodonelliasi dalam keadaan yang tidak menguntungkan beberapa individu dapat memproduksi cystys. Ikan yang terserang Chilodonella sp. mengalami luka-luka, kulit yang terkena infeksi menjadi rusak. Pada ektoparasit Ichthyophthirius multifiliis pada identifikasi pada sampel air dan ikan uji merupakan ektoparasit yang paling dominan ditemukan pada Ikan Lele Dumbo dan sampel air ektoparasit Ichthyophthirius multifiliis yang ditemukan pada Ikan Lele merupakan parasit jenis protozoa. Menurut Kumalasari (2016), Ichthyophthirius multifiliis dapat menyebabkan penyakit bintik putih atau juga disebut white spot. Ichthyophthirius multifiliis berdiameter hingga 100 µm, berwarna gelap karena silia tebal yang menutupi seluruh sel, bagian anterior yang berbentuk lingkaran dinamakan sitosoma atau mulut, yang mempunyai diameter mikron. Ichthyophthirius multifiliis menginfeksi pada kulit atau permukaan tubuh, sirip dan insang. Pada kolam budidaya Ikan Lele sumber air yang digunakan adalah sumur bor, karena masyarakat lebih banyak menggunakan sumur bor dan air dapat menjadi perantara penularan penyakit apabila air yang digunakan dalam budidaya tidak memiliki kualitas yang bagus. Menurut Hadiroseyani et al (2006), Penggunaan sumber air sangat mempengaruhi keberadaan dan jenis parasit yang menginfeksi ikan budidaya. Semakin buruk sumber air yang digunakan memungkinkan semakin beragamnya ektoparasit yang menginfeksi. Buruknya sistem sanitasi juga dapat menjadi penyebab melimpahnya organisme parasit. Oleh karena itu perlu dijaga kondisi kualitas air yang optimum bagi ikan sehingga ikan selalu sehat dan tidak stres serta tidak mudah terserang penyakit maupun ektoparasit. Ektoparsit Trichodina pada identifikasi ektoparasit pada pada ikan uji ektoparasit tersebut masuk pada golongan protozoa, paling banyak terdapat pada bagian lendir dan insang ikan, pada sampel uji dan air. Menurut Rahmi et al(2016), parasit dapat menyerang ikan baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Secara langsung dapat terjadi dengan adanya kontak langsung antara ikan yang sehat dengan ikan yang terinfeksi, sedangkan secara tidak langsung dapat terjadi apabila kekebalan tubuh ikan mulai menurun akibat stres sehingga parasit dengan mudah dapat menyerang ikan tersebut. Dactylogyruspada identifikasi ektoparasit pada ikan uji, paling banyak hidup di insang, insang yang terdapat pada sampel ikan uji berwarna kepucatan. Menurut Prasetyaet al (2013), parasit ini menyerang inang dengan cara melekat pada bagian tubuh inang dengan menggunakan opisthaptor yang ada pada bagian ujung tubuh untuk menghisap dan memakan jaringan inang. Dari hasil penelitian yang dilakukan pada kolam Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) didapatkan hasil data kualitas air fisika dan kimia pada kolam 1 dan kolam 2 dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. Kualitas Air Fisika dan Kimia Kolam 1 dan Kolam 2. No Parameter Satuan Kolam Kolam 1. Suhu C ph 6, Kecerahan Cm DO Mg/l Nitrit Mg/l 0,05 0,05 6. Fospat Mg/l 0,06 0,07 7. Amoniak Mg/l 0,015 0,01 Kualitas air merupakan salah satu faktor penting dalam pemeliharaan Ikan Lele Dumbo. Karena kualitas air tempat pemeliharaan ikan akan sangat mempengaruhi kerentanan ikan terinfeksi berbagai penyakit. Menurut Winaruddin et al (2015), menyatakan bahwa kasus infestasi ektoparasit pada ikan air tawar sangat bergantung pada kualitas sirkulasi air. Sisa-sisa makanan yang mengendap pada dasar kolam dapat menjadi media yang baik bagi perkembangan ektoparasit. Hasil pengamatan yang dilakukan pada kualitas air kolam budidaya Ikan Lele ditemukannya ikan sakit pada kolam akibat serangan ektoparasit, karena air merupakan media perantara penyebaran ektoparasit dan ikan yang merupakan organisme air yang selalu kontak dengan lingkungan perairan, sehingga mudah terinfeksi ektoparasit melalui air. Menurut Manurung et al (2015), penyakit infeksi parasit dapat menyebabkan penurunan kualitas air, populasi yang tinggi akan mempermudah penularan parasit karena kemungkinan kontak antara ikan yang sakit dengan ikan yang sehat akan semakin meningkat. Manajemen kesehatan ikan yang tidak dilakukan dapat menajadi pemicu timbulnya parasit dalam lingkungan budidaya. Dari hasil penelitian yang dilakukan didapatkan jenis-jenis ektoparasit pada Ikan Lele Dumbo dan kualitas air pada kolam dapat dilihat pada Gambar 2. A. B. C. D. Gambar 2. Jenis-Jenis Ektoparasit Pada Ikan dan Air A. Ichthyophthirius multifiliis, B. Trichodina, C.Chilodonella, D.Dactylogyrus. Pengamatan morfologi pada Ichthyophthirius multifiliis ditemukan ikan yang terinfeksi ektoparasit ini biasanya menjadi malas berenang dan cenderung mengapung diatas permukaan air. Menurut Kumalasari (2016), berwarna gelap karena silia tebal yang menutupi seluruh sel dan bergerak amoeboid, mudah di identifikasi dengan keberadaan makronukleus besar yang berbentuk seperti tapal kuda. Nukleus yang berbentuk seperti huruf C hanya terlihat pada ukuran dewasa. Ichthyophthirius multifiliis berrgerak bebas dengan berputar-putar seperti gerakan amoeba. Pada penelitian yang dilakukan morfologi Chilodonella yang terinfeksi mengalami luka, berenang dipermukaan, menjadi lemah dan tidak responsif serta banyak mengeluarkan lendir. Menurut Pujiastuti (2015) Chilodonella sp. berkembangbiak pada suhu 0,5-20 o C. Dalam kondisi yang tidak baik, akan membentuk kista. Chilodonella sp. tidak dapat hidup tanpa adanya inang dalam jangka waktu lebih dari jam. Pengamatan yang dilakukan pada morfologi Trichodina merupakan ektoparasit yang menyerang/menginfeksi kulit dan insang, biasanya menginfeksi semua jenis ikan air tawar. Menurut Rokhmani et al (2015), Trichodina sp. berbentuk cakram bulat seperti mangkuk dengan gigi-gigi yang terdapat di bagian tengah. Trichodina sp. berbentuk datar dorsovenfial, agak concave pada salah satu sisi dan conyex pada sisi lainnya. Bagian sisi concave melekat pada inang dan berperan seperti disc penghisap. Parasit ini memiliki dua inti, yaitu inti besar dan irrti kecil. Inti kecil memiliki bentuk bundar menyerupai vakuola dan inti besar berbentuk tapal kuda. Bentuk tubuh Trichodina besar agak cekung dengan adoral ciliari melingkar lebih dari 400 o, berukuran μm. Tubuh dikelilingi oleh border membran, bagian tengah adhesive membentuk bulatan-bulatan, dentikel blade melengkung tajam dengan bagian menonjol pada sisi anterior dan meruncing pada sisi posterior blade. Dari
Similar documents
View more...
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks