HUKUM PERJANJIAN DAN AKAD TRANSAKSI SYARIAH DI INDONESIA (Tujuh Indikator Keberhasilan Dan Kegagalan Dalam Kacamata Islam) KOMARI*

Please download to get full document.

View again

of 12
8 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
70 Eksyar, Volume 04, Nomor 01, Juni 2017 : HUKUM PERJANJIAN DAN AKAD TRANSAKSI SYARIAH DI INDONESIA (Tujuh Indikator Keberhasilan Dan Kegagalan Dalam Kacamata Islam) KOMARI* *STAI Diponegoro Tulungagung
Document Share
Document Transcript
70 Eksyar, Volume 04, Nomor 01, Juni 2017 : HUKUM PERJANJIAN DAN AKAD TRANSAKSI SYARIAH DI INDONESIA (Tujuh Indikator Keberhasilan Dan Kegagalan Dalam Kacamata Islam) KOMARI* *STAI Diponegoro Tulungagung Abstrak A contract or agreement must meet the requirements of the validity of the agreement, that is an agreement, proficiency, certain things and a lawful cause, as defined in article 1320 of the Civil Code. With the fulfillment of four conditions of validity of the agreement, then a treaty becomes lawful and legally binding for the parties that make it. The Definition of the Law The Syariah Agreement is a deliberately written engagement, so it can be used as evidence for the parties concerned. The contemporary forms of ijtihad of the ulama have now been formed by the National Sharia Council (DSN) which is part of the Indonesian Ulema Council (MUI). This is what enables the Law of the Shariah Covenant to keep up with the times. By using ijtihad result, contemporary scholars who are well versed in the technicalities of business transactions prevailing in today's modern times, but the Law of the Syariah Agreement can still be executed in accordance with the original rules. Keyword: contract, agreement 71 Eksyar, Volume 04, Nomor 01, Juni 2017 : A. Latar Belakang Pertumbuhan ekonomi Islam di Indonesia dapat dilihat dari maraknya transaksi bisnis yang mewarnainya. Hal ini yang akhirnya menciptakan variasi bisnis yang menuntut para pelaku bisnis untuk dapat saling bekerja sama. Dalam pergaulan hidup, setiap manusia memiliki kepentingan dengan yang lainnya. Sehingga timbullah apa yang disebut sebagai hak dan kewajiban. Hubungan antara hak dan kewajiban ini diatur dalam pedoman hukum yang berlaku. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya berbabai bentrokan kepentingan yang ada. Dalam Islam pedoman hukum yang mengatur masalah hak dan kewajiban dalam bermasyarakat disebut sebagai hukum mu amalat yang termasuk didalamnya adalah hukum perjanjian. Dalam hukum Islam kontenporer digunakan istilah iltizam untuk menyebut perikatan (verbintenis) dan istilah akad untuk menyebut perjanjian (overeenkomst) dan bahkan untuk menyebut kontrak (contract). 1 Meski telah ada pranata yang mengatur hubungan mu amalah manusia, tidak jarang masih banyak terjadi penyimpangan-penyimpangan yang mengakibatkan gagalnya hukum perjanjian maupun akad transaksi khususnya yang terjadi di Indonesia. Dalam penelitian singkat ini peneliti akan berusaha memaparkan tentang indikator keberhasilan dan kegagalan hukum perjanjian dan akad transaksi di Indonesia sebagi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan bisnis dengan menggunakan kacamata Islam. B. Definisi 1. Indikator Terdapat banyak literatur yang menyebutkan tentang definisi indikator. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut : Indikator adalah variabel yang membantu kita dalam mengukur perubahan-perubahan yang terjadi baik secara langsung maupun tidak langsung. Indikator adalah variabel-variabel yang mengindikasi atau memberi petunjuk kepada kita tentang segala sesuatu keadaan tertentu, sehingga dapat digunakan untuk mengukur perubahan. 2 Dari definisi diatas indikator dapat diartikan sebagai sesuatu yg dapat memberikan (menjadi) pe-tunjuk atau keterangan: seseorang yg akan melakukan suatu pekerjaan sebaiknya menggunakan -- yang sudah ada; kenaikan harga dapat menjadi -- adanya inflasi; kejujuran seseorang dapat menjadi -- keberhsilan akad transaksi. 2. Makna Keberhasilan dan Kegagalan dalam Islam Dalam Islam pemaknaan keberhasilan atau kegagalan tidak dapat diartikan hanya menggunakan kaca mata duniawi atau ukhrowi semata. 1 Syamsul Anwar, Hukum Perjanjian Syariah : Study tentang Teori Akad dalam fiqih Mu amalah, (Jakarta : Rajawali Persada, 2007), hal Departemen Kesehatan RI, Indikator Indonesia Sehat 2010 dan Pedoman Penetapan Indikator Provinsi Sehat dan Kabupaten Kota Sehat : Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1202/Menkes/SK/VIII/2003, (Jakarta : Departemen Kesehatan, 2003), hal. 12 72 Eksyar, Volume 04, Nomor 01, Juni 2017 : Akan tetapi pemaknaan kesuksesan atau keberhasilan maupun kegagalan harus dipandang melalui dua-duanya. Dengan kata lain yang perlu kita sadari bersama bahwa indikator kesukesan dalam pandangan ajaran Islam bukan semata-mata pada aspek materi dan bukan pula sebaliknya hanya pada aspek rohani. Bukan pula pada aspek hablumminallah SWT saja dengan mengabaikan hablumminannas atau sebaliknya, akan tetapi keseimbangan antara keduanya (tawazun) saling melengkapi dan saling mengisi. Indikator kesuksesan yang bersifat tawazun ini, antara lain, seperti firman Allah SWT SWT dalam Surat Al-Mukminun: 1-11 yang artinya: ق د أ ف ل ح ال م ؤ م ن و ن, ٱل ذين ى م يف ص ال ت م خاش ع و ن, و ال ذين ى م ع ن الل غ و م ع ر ض ون, و ال ذين ى م ل لز كاة فاع ل ون, و ال ذين ى م ل ف ر وج ه م حاف ظ و ن, إ ال ع لى أ ز واج ه م أ و ما م ل ك ت أ ي ان ه م ف إ ن ه م غ ي ر م ل وم ي, ف م ن اب ت غى و راء ذل ك ف أ ولئ ك ى م العاد و ن, و ال ذين ى م ل ماان ت م و ع ه د ى م راع و ن, و ال ذين ي اف ظ و ن, ص ل وا ت م ى م ع لى أ ولئ ك ى م ال وار ث ون, ٱل ذين ي ر ث ون ال ف ر د و س ى م Artinya: فيها خال د ون. Sesunggunya beruntuhlah orang-orang yang beriman (1), (yaitu) orang-orang yang khusyu dalam shalatnya (2), Dan orang-orang yang menjadikan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna (3), Dan orang-orang yang menunaikan zakat (4), Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya (5), Kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela (6), Barang siapa yang mencari di balik itu maka mereka itulah orangorang yang melampaui batas (7), Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya (8), Dan orang-orang yang memelihara sholatnya (9), Mereka itulah orang yang mewarisi (10), (yakni) yang akan mewarisi syurga Firdaus.Mereka kekal di dalamnya (11). (Q.S. Al-Mukminun: 1-11). 3 Sehingga dapat dikatakan bahwa hukum perjanjian maupun akad transaksi dapat dikatakan berhasil jika dapat mendatangkan kemanfaatan dunia dan akhirat. Dan sebaliknya jika keduanya tidak mendatangkan kebahgiaan dunia dan akhirat secara beriringan walaupun hanya salah satu yang tercapai maka itu belum dapat dikatakan berhasil. Perjanjian dan Akad Transaksi 3 Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Qur'an dan terjemahnya, (Semarang: PT. Karya Toha Putra, 2007). h. 342 73 Eksyar, Volume 04, Nomor 01, Juni 2017 : Perjanjian dalam hukum Islam dikenal dengan istilah al- aqd yang berarti perikatan, perjanjian, permufakatan. Secara terminologi fiqh akad didefinisikan dengan : Pertalian ijab (pernyataan melakukan ikatan) dan qabul (pernyataan penerimaan ikatan) sesuai dengan kehendak syariat yang berpengaruh pada objek perikatan. Pencantuman kalimat dengan kehendak syariat maksudnya adalah seluruh perikatan yang dilakukan oleh dua pihak atau lebih tidak dianggap sah apabila tidak sejalan dengan kehendak syara. Misalnya, kesepakatan untuk melakukan transaksi riba, menipu orang lain, atau merampok kekayaan orang lain. Sedangkan pencatuman kalimat berpengaruh pada objek perikatan maksudnya terjadi perpindahan pemilikan/hak dari satu pihak (yang melakukan ijab) kepada pihak lain (yang melakukan qabul). 4 C. Hukum Perjanjian Dan Akad Transaksi Syariah Di Indonesia (Tujuh Indikator Keberhasilan Dan Kegagalan Dalam Kacamata Islam) Terdapat berbagai sumber yang menyebutkan tentang persyaratan yang harus dipenuhi dalam menggambarkan indikator. Syarat yang paling utama adalah ketepatannya dalam menggambarkan atau mewakili (mempresentasikan) informasinya. Sehingga dalam menentukan indikator harus mempertimbangkan persyaratan yang telah dirumuskan dalam istilah Inggris, yang dapat disingkat menjadi SMART. Yaitu Simpel (sederhana), Measurable (dapat diukur), Atributable (bermanfaat), Reliable (dapat dipercaya), Timely (tepat waktu). 1. Tuhaniyah (ketuhanan) Esensi dasar yang terkandung dalam kegiatan ekonomi tidak terlepas dari nilai ibadah dalam makna yang luas. Ekonomi Islam adalah ekonomi Langit karena bertitik berangkatnya dari Allah SWT, dengan tujuan mencari ridha Allah SWT, dan cara-caranya tidak bertentangan dengan syariat-nya. Termasuk didalamnya hukum perjanjian dan akad transaksi yang dilakukan selalu berdasar pada ketentuan-ketenyuan Langit. Sebagaimana Firman Allah SWT dalam surat al-mulk ayat 15 : ى و ال ذ ي ج ع ل ل ك م ا ل ر ض ذ ل وال ف ام ش وا يف م ن اك ب ه ا و ك ل وا م ن ر ز ق و و إ ل ي و الن ش ور. Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, Maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-nya. dan hanya kepada-nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan. (Q.S. al-mulk ayat 15). 5 4 Nasrun Harun, Fiqh Muamalat, (Jakarta: Gaya Media Pratama, 2000), h Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Qur'an dan terjemahnya,, h. 563. 74 Eksyar, Volume 04, Nomor 01, Juni 2017 : Yusuf Qardhawi dalam Daurul Qiyam wal Akhlaq fil Iqtishodil Islami menyebutkan bahwa dalam nilai ketuhanan mengandung derivasi nilai: a. Keimanan/Aqidah ى و ال ذ ي س او ات خ ل ق ل ك م م ا يف ا ل ر ض ج يع ا ث اس ت و ى إ ل الس م اء ف س و اى ن س ب ع ش ي ء ع ل يم. و ى و ب ك ل Dia-lah Allah SWT, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-nya tujuh langit. dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu. (QS. Al- Baqarah : 29). 6 b. Ibadah ى و ال ذ ي ج ع ل ل ك م ا ل ر ض ذ ل وال ف ام ش وا يف م ن اك ب ه ا و ك ل وا م ن ر ز ق و و إ ل ي و الن ش ور. Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, Maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-nya. dan hanya kepada-nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan (Q.S.al-Mulk : 15). 7 c. Syariah ي أ ي ه ا ال ذ ين آم ن وا ال ت ك ل وا أ م و ال ك م ب ي ن ك م ب ل ب اط ل إ ال أ ن ت ك ون ت ار ة ع ن ت ر اض م ن ك م و ال ت ق ت ل وا أ ن ف س ك م إ ن ا لل ك ان ب ك م ر ح يم ا. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang Berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. (Q.S. Al-Nisa : 29). 8 d. Tazkiyah (halal-thayyib) 6 Ibid,h Ibid,h Ibid,h. 83. 75 Eksyar, Volume 04, Nomor 01, Juni 2017 : ي أ ي ه ا الن اس ك ل وا م ا يف ا ل ر ض ح ال ال ط ي ب ا و ال ت ت ب ع وا خ ط و ات الش ي ط ا ن إ ن و ل ك م ع د و م ب ي. Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan adalah musuh yang nyata bagimu (Q.S. Al-Baqarah : 168). 9 e. Pemilikan mutlak Dalam al-qur an Surat al-an am : 152 yang artinya : و ال ت ق ر ب وا م ال ال ي ت يم إ ال ب ل ت ى ي أ ح س ن ح ت ي ب ل غ أ ش د ه و أ و ف وا ال ك ي ل و ال م يز ان ب ل ق س ط ال ن ك ل ف ن ف س ا إ ال و س ع ه ا و إ ذ ا ق ل ت م ف اع د ل وا و ل و ك ان ذ ا ق ر ب و ب ع ه د ا لل أ و ف وا ذ ل ك م و ص اك م ب و ل ع ل ك م ت ذ ك ر ون. Artinya: Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, hingga sampai ia dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada sesorang melainkan sekedar kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil, kendatipun ia adalah kerabat(mu), dan penuhilah janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat. (Q.S. al-an am : 152). 10 Dari devinisi nilai ketuhanan diatas dapat ditetapkan indikator negatif yang dapat menunjukan kegagalan hokum perjanjian dan akad transaksi adalah atheisme dan sekulerisme. 2. Khilafah (kepemimpinan) Selain nilai ketuhanan nilai selanjutnya yang dapat dijadikan indikator dalam menilai apakah hukum perjanjian dan atau akad transaksi dapat dikatakan berhasi atau gagal adalah dengan melihat nilai khilafah yang di emban oleh manusia. Dalam mengukur keberhasilan dan kegagalan hukum perjanjian dan atau akad transaksi dalam Islam dapat diukur dari segi kemampuan seorang dalam menjalankan amanah sebagai pemimpin yang didalamnya 9 Ibid,h Ibid,h. 149. 76 Eksyar, Volume 04, Nomor 01, Juni 2017 : mengandung derivasi nilai (prinsip) akhlakul karimah/etika, senantiasa memperhatikan aspek insaniyah (sosial), ukhuwah (persaudaraan), ta awun (saling membantu), profesionalitas dan pertanggungjawaban. Dalam tataran negatif dari nilai khilafah ini dapat ditarik indikator dalam mengukur kegagalan hukum perjanjian dan atau akad transaksi adalah individualisme dan free competition. إ ن ج اع ل يف ا ل ر ض خ ل يف ة ف يه ا م ن ق ال وا أ ت ع ل و إ ذ ق ال ر ب ك ل ل م ال ئ ك ة ي ف س د ف يه ا و ي س ف ك الد م اء و ن ن ن س ب ح ب م د ك و ن ق د س ل ك ق ال إ ن أ ع ل م م ا ال ت ع ل م ون. Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi . Mereka berkata: Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau? Tuhan berfirman: Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui . (Al- Baqarah : 30) Keadilan Dalam al-qur an surat Al-Hadid ayat 25 disebutkan bahwa Allah SWT berfirman: ل ق د أ ر س ل ن ا ر س ل ن ا ب ل ب ي ن ات و أ ن ز ل ن ا م ع ه م ال ك ت اب و ال م يز ان ل ي ق وم الن اس ب ل ق س ط ب و أ ن ز ل ن ا ا ل د يد ف يو ب س ش د يد و م ن اف ع ل لن اس و ل ي ع ل م ا لل م ن ي ن ص ر ه و ر س ل و ب ل غ ي إ ن ا لل ق و ي ع ز يز. Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka al-kitab dan Neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-nya dan rasul-rasul-nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (Q.S. al-hadid : 25) Ibid,h Ibid,h. 535. 77 Eksyar, Volume 04, Nomor 01, Juni 2017 : Selain itu disebut pula dalam al-qur an Surat Al-a raf ayat 29 : م س ج د و اد ع وه م ل ص ي ل و ق ل أ م ر ر ب ب ل ق س ط و أ ق يم وا و ج وى ك م ع ن د ك ل الد ين ك م ا ب د أ ك م ت ع ود ون. Katakanlah: Rabbku menyuruh menjalankan keadilan. Dan (katakanlah): Luruskan muka (diri)mu di setiap sholat dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah) kamu akan kembali kepada-nya. (Q.S. Al-a raf : 29). 13 Dari kedua ayat diatas menunjukkan bahwa indikator selanjutnya yang dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan atau kegagalan hukum perjanjian dan akad transaksi. Dari sini pula dapat ditemukan indikator negatif yang dapat menentukan kegagalannya yaitu adanya kedzaliman, diskriminasi, riba, gharar, maisir dan tadlis Tawazun (keseimbangan) Islam adalah agama pertengahan Islam tidak menginginkan kelebihan, Islam juga tidak membiarkan kekurangan. Islam menganjurkan posisi tawazun (keseimbangan). Dalam kitab-nya Al-Qur an, Allah SWT telah menjelaskan : ف ار ج ع ال ذ ي خ ل ق س ب ع س او ات ط ب اق ا ال ب ص ر ى ل ت ر ى م ن ف ط ور, ح س ي. م ا ت ر ى يف خ ل ق الر ح ن م ن ت ف او ت ث ار ج ع ال ب ص ر ك ر ت ي ي ن ق ل ب إ ل ي ك ال ب ص ر خ اس ئ ا و ى و...yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. kamu sekalikali tidak melihat pada ciptaan Tuhan yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, Adakah kamu Lihat sesuatu yang tidak seimbang? (3), Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah (4). (QS. Al-Mulk : 3-4). 15 Dalam pandangan Islam, keberagaman harus diseimbangkan agar menghasilkan tatanan sosial yang baik, sebagaimana dalam firman Allah SWT dalam al-qur an Surat Al-Qamar ayat 49 : إ ان ك ل ش ي ء خ ل ق ن اه ب ق د ر. 13 Ibid,h Gemala Dewi dkk, Hukum Perikatan Islam di Indonesia, (Jakarta : Kencana Pranada Media Group, 2006), Cetakan ke-2, hal Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Qur an dan Terjemahannya, h. 562. 78 Eksyar, Volume 04, Nomor 01, Juni 2017 : sesungguhnya Kami telah menciptakan segala sesuatu berdasarkan ukurannya,. (Q.S. al-qamar : 49). 16 Makna keseimbangan sosial tidaklah dalam makna yang statis, melaikan lebih bersifat dinamis yang senantiasa mengarahkan segala kekuatan untuk menentang segenap ketidak adilan. Dengan demikian indikator negatif sebagai pengukur kegagalan hukum perjanjian dan atau akad transaksi adalah dengan terpeliharanya nilai-nilai hedonisme, materialisme, individualisme, komunisme dan konsumerisme Mabda ar-rada iyyah (konsensualisme/kerelaan). Dalam al-qur an Surat menegaskan: Al-Nisa ayat 29 Allah SWT telah ي أ ي ه ا ال ذ ين آ م ن وا ال ت ك ل وا أ م و ال ك م ب ي ن ك م ب ل ب اط ل إ ال أ ن ت ك ون ت ار ة ع ن ت ر اض م ن ك م و ال ت ق ت ل وا أ ن ف س ك م إ ن ا لل ك ان ب ك م ر ح يم ا. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang Berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. (Q.S. Al-Nisa : 29) 18 Sehingga untuk menilai keberhasilan hukum perjanjian dan atau akad transaksi dilihat dari ada tidaknya kerelaan antara pihak yang berkontrak. Tidak dibenarkan adanya tekanan, paksaan, dan penipuan. 6. Kitabah (tertulis) Suatu perjanjian hendaknya dilakukan secara tertulis agar dapat dijadikan sebagai alat bukti apabila dikemudian hari terjadi persengketaan. 19 Dalam surat Al-Baqarah : 282 ini dapat difahami bahwa Allah SWT memerintahkan kepada manusia untuk menulis suatu perikatan yang dilakukan. ي ا أ ي ها ال ذ ين آم ن وا إ ذ ا ت د اي ن ت م ب د ي ن إ ل أ ج ل م س م ى ف اك ت ب وه و ل ي ك ت ب ب ي ن ك م ك ات ب ب ل ع د ل و ال ي ب ك ات ب أ ن ي ك ت ب ك م ا ع ل م و ا لل ف ل ي ك ت ب و ل ي م ل ل ال ذ ي ع ل ي و ا ل ق و ل ي ت ق ا لل ر ب و و ال ي ب خ س م ن و ش ي ئ ا ف إ ن ك ان ال ذ ي ع ل ي و ا ل ق 16 Ibid,h Arif Hamid, Hukum Ekonomi Islam (Ekonomi Syariah) di Indonesia Aplikasi da n Prospektifnya,, (Bogor : Ghalia Indonesia, 2007), Cetakan ke-1, hal Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Qur an dan Terjemahannya, h Muhammad Daud Ali, Asas-asas Hukum Islam, (Jakarta : CV. Rajawali, 1990), hal. 124 79 Eksyar, Volume 04, Nomor 01, Juni 2017 : س ف يه ا أ و ض ع يف ا أ و ال ي س ت ط يع أ ن ي ل ى و ف ل ي م ل ل و ل ي و ب ل ع د ل و اس ت ش ه د وا ش ه يد ي ن م ن ر ج ال ك م ف إ ن ل ي ك وان ر ج ل ي ف ر ج ل و ام ر أ ت ن م ن ت ر ض و ن م ن الش ه د اء أ ن ت ض ل إ ح د ا ه ا ف ت ذ ك ر إ ح د ا ه ا ا ل خ ر ى و ال ي ب الش ه د اء إ ذ ا م ا د ع وا و ال ت س أ م وا أ ن ت ك ت ب وه ص غ ي ا أ و ك ب ي ا إ ل أ ج ل و ذ ل ك م أ ق س ط ع ن د ا لل و أ ق و م ل لش ه اد ة و أ د ن أ ال ت ر ت ب وا إ ال أ ن ت ك ون ت ار ة ح اض ر ة ت د ير ون ه ا ب ي ن ك م ف ل ي س ع ل ي ك م ج ن اح أ ال ت ك ت ب وى ا و أ ش ه د وا إ ذ ا ت ب اي ع ت م و ال ي ض ار ك ات ب و ال ش ه يد و إ ن ت ف ع ل وا ف إ ن و ف س وق ب ك م و ات ق وا ا لل و ي ع ل م ك م ا لل و ا لل ب ك ل ش ي ء ع ل ي. Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu'amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah mengajarkannya, meka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya. Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan, maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki (di antaramu). Jika tak ada dua oang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa maka yang seorang mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu
Similar documents
View more...
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks