HUBUNGAN ANTARA WORK-LIFE BALANCE DAN KEPUASAN PERKAWINAN PADA ISTRI YANG BEKERJA SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Please download to get full document.

View again

of 53
240 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
HUBUNGAN ANTARA WORK-LIFE BALANCE DAN KEPUASAN PERKAWINAN PADA ISTRI YANG BEKERJA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi Disusun oleh:
Document Share
Document Transcript
HUBUNGAN ANTARA WORK-LIFE BALANCE DAN KEPUASAN PERKAWINAN PADA ISTRI YANG BEKERJA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi Disusun oleh: Nazirah Adhania PROGRAM STUDI PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2017 ii iii HALAMAN MOTTO Kesabaran adalah pilar iman (Umar ibn al-khattab) Sulit untuk bersabar, tetapi menyia-nyiakan pahala dari kesabaran jauh lebih buruk (Abu-Bakar Ash-Shiddiq) iv Karya ini saya persembahkan untuk : Allah SWT, Orang Tua Terkasih Bapak Gunawan dan Ibu Marjorie, Teman-teman seperjuangan, dan Universitas Sanata Dharma v vi HUBUNGAN ANTARA WORK-LIFE BALANCE DAN KEPUASAN PERKAWINAN PADA ISTRI YANG BEKERJA Nazirah Adhania ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara work-life balance (keseimbangan kehidupan-kerja) dengan kepuasan perkawinan. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan yang positif dan signifikan antara work-life balance dengan kepuasan perkawinan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif korelasional. Responden dalam penelitian ini adalah istri yang bekerja dengan rentang usia tahun. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala work-life balance yang terdiri dari 32 item dengan koefisien reliabilitas 0,865 serta skala kepuasan perkawinan yang terdiri dari 21 item dengan koefisien reliabilitas 0,845. Uji korelasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi Spearman s rho, karena sebaran data pada kedua variabel tidak normal. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan (p 0.05) dengan koefisien korelasi sebesar 0,718 antara work-life balance dengan kepuasan perkawinan. Kata kunci: Work-life balance (keseimbangan kehidupan-kerja), kepuasan perkawinan, istri bekerja. vii THE RELATIONSHIP BETWEEN WORK-LIFE BALANCE AND MARITAL SATISFACTION OF WORKING WIVES Nazirah Adhania ABSTRACT This research aimed to entail extant relations between work- life balance and marital satisfaction. The hypothesis of this study was that there was a positive relationship between work-life balance marital satisfaction. The type of this research was quantitative correlational research. The respondents in this study was working wives who are actively working in the age range of years old. Collection data in this study used work- life balance scales consisted of 32 items with coeffiecient reliability and marital satisfaction scales consisted of 21 items with coefficient reliability The data analysis being used was Spearman s rho correlation test because data on both variables were not normal. Result of the study showed that there was a significant positive correlation (p 0,05) between work-life balance and marital satisfaction of working wives. Keywords : Work-life balance, Marital Satisfaction, Working Wives. viii ix KATA PENGANTAR Terima kasih kepada Allah SWT atas karunia dan berkat yang diberikan kepada penulis, sehingga dapat menyelesaikan skripsi dengan judul Hubungan antara Work-life Balance dengan Kepuasan Perkawinan pada Pasangan Suami Istri dengan baik. Skripsi ini disusun untuk memenuhi syarat memperoleh gelar Sarjana Psikologi di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Tugas akhir ini terselesaikan karena dukungan, bantuan dan doa dari banyak pihak. Maka, melalui tulisan ini penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada : 1. Universitas Sanata Dharma yang sudah memberikan berbagai pelajaran yang diperlukan secara akademik maupun pelajaran hidup. Terima kasih atas pengalamannya selama kurang lebih 5 tahun. 2. Bapak Dr. T. Priyo Widiyanto, M. Psi., selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma yang terus memotivasi mahasiswa untuk melakukan yang terbaik. 3. Bapak P. Eddy Suhartanto, M.Si., selaku Ketua Program Studi Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. 4. Ibu Ratri Sunar Astuti M.Si., selaku Dosen Pembimbing Akademik. 5. Dr. Titik Kristiyani M.Psi.. selaku Dosen Pembimbing Skripsi yang sudah mau mendengarkan keluh kesah mengerjakan skripsi dan terutama sudah membimbing penulis dengan sabar dari awal hingga selesai. Semoga selalu diberikan kesehatan dan diberkati dalam setiap hal yang dikerjakan. 6. Bapak Drs. Hadrianus Wahyudi M.Si.,dan bapak P. Eddy Suhartanto, M.Si., selaku dosen penguji skripsi atas saran dan masukan yang membantu untuk x menjadi lebih baik. Semoga selalu diberikan kesehatan dan menjadi berkat bagi orang lain. 7. Seluruh dosen Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma yang sudah memberikan ilmu selama penulis mengikuti perkuliahan di Fakultas Psikologi. Semoga selalu menjadi berkat bagi orang lain. 8. Seluruh staff yang bekerja di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. 9. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Ternate, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kota Ternate, dan Dinas Kesehatan Provinsi Kota Ternate yang sudah memberikan izin untuk melakukan penelitian. 10. Karyawan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Ternate, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kota Ternate, dan Dinas Kesehatan Provinsi Kota Ternate yang sudah meluangkan waktunya untuk mengisi skala di tengah kesibukan pekerjaan. Semoga selalu diberikan kemudahan dalam melaksanakan pekerjaan. 11. Mama Marjorie S. Amal, Papa Gunawan Ohorella yang selalu mendukung dan mendoakan dalam setiap situasi. Saya bersyukur kepada Allah karena diberikan orang tua yang baik. Sungguh terima kasih sebesar-besarnya atas segala yang kalian berikan hingga saat ini. Semoga sehat selalu. 12. Terima kasih kepada Nabila Auliani dan Nadya Ramadhany yang selalu mendukung dan memberikan semangat kepada saya selama proses mengerjakan skripsi. Semoga selalu dimudahkan dalam menggapai cita-cita kalian. Love you! 13. Om, tante, saudara-saudara sepupu yang selalu memberikan semangat dan menghibur subjek dikala merasa lelah mengerjakan skripsi. Semoga selalu diberikan kesehatan oleh Allah. 14. Kepada partner mengerjakan skripsi saya yang sama-sama menyukai pisang goreng, yaitu Olivia, dan Indri yang selalu membantu penulis dikala pusing xi dan pasrah ketika mengerjakan skripsi ini. Sukses untuk rencana kedepannya!! 15. Sahabat penulis yang selalu ada sedari dulu wkwk, Nur Insan Amrin S.H, Inggid Winarsih Arief Amd. Farm, Husnul Hasanah S.psi., Indriani Karnila Andili dan Serliana Kadir, Terima kasih atas doa serta dukungan yang diberikan. 16. Cabe-cabean yang selalu ada dari awal masuk ke Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma kepada Gung is, Igan, Putri, Seprina, Olivia, Anggie, Nona, Itha, Bincik dan Mitha untuk cerita dan cinta yang kalian berikan selama kita bersama. : ) 17. Cucok rempong, Itha, Nona, Nata, Sawilda, Monic dan Cik Desi, terima kasih atas kebersamaan kita selama bersama di kelas C hehe. 18. Teman-teman satu bimbingan, semoga semuanya bisa cepat lulus jadi Ibu Titik juga bangga dan senang :D 19. Teman-teman psikologi angkatan 2012 atas dinamika kita dan bertumbuh bersama di Psikologi. Semangat dan sukses dalam apapun yang dikerjakan! 20. Seluruh pihak yang sudah membantu penulisan skripsi ini baik secara langsung atau tidak langsung. Terima kasih atas segala bantuan dan dukungan. Semoga selalu diberikan kemudahan dalam setiap apapun yang dikerjakan. xii DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL HALAMAN PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING... HALAMAN PENGESAHAN PENGUJI..... HALAMAN MOTTO... HALAMAN PERSEMBAHAN... HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA IL MIAH.... ABSTRAK... ABSTRACT... HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH.... KATA PENGANTAR.... DAFTAR ISI... i ii iii iv v vi vii viii ix x xiii DAFTAR TABEL.... xvii DAFTAR BAGAN... xviii DAFTAR LAMPIRAN.... xix BAB I. PENDAHULUAN... 1 A. Latar Belakang Masalah B. Rumusan Masalah C. Tujuan Penelitian... 8 xiii D. Manfaat Penelitian Manfaat Teoritis Manfaat Praktis... 8 BAB II. LANDASAN TEORI A. Kepuasan Perkawinan Definisi Kepuasan Perkawinan Aspek Kepuasan Perkawinan Area Kepuasan Perkawinan Faktor-faktor yang Memengaruhi Kepuasan Perkawinan B. Work-Life Balance Definisi Work-Life Balance Komponen Work-Life Balance C. Dinamika Hubungan antara Work-Life Balance dan Kepuasan Perkawinan pada Istri yang Bekerja D. Bagan Hubungan antara Work-Life Balance dan Kepuasan Perkawinan pada Istri yang Bekerja E. Hipotesis Penelitian BAB III. METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian B. Variabel Penelitian C. Definisi Operasional Variabel Penelitian xiv D. Responden Penelitian E. Metode Pengumpulan Data Penyusunan Blue Print Focus Group Discussion Penulisan Item Review dan Revisi Item Penghitungan Validitas Isi Uji Coba Skala Kepuasan Perkawinan dan Work-Life Balance F. Pemeriksaan Reliabilitas Alat Ukur Penelitian G. Metode Analisis Data BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Pelaksanaan Penelitian Deskripsi Responden Penelitian Deskripsi Data Penelitian Analisis Data Penelitian Analisis Data Penelitian Tambahan B. Pembahasan BAB V. PENUTUP A. Kesimpulan B. Keterbatasan Penelitian xv C. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN xvi DAFTAR TABEL Tabel 1 Blue Print Skala Kepuasan Perkawinan (sebelum uji coba) Tabel 2 Blue Print Skala Work Live Balance (sebelum uji coba) Tabel 3 Pemberian Skor Berdasarkan Pilihan Jawaban Tabel 4 Distribusi Item Skala Kepuasan Perkawinan (sebelum uji coba) Tabel 5 Distribusi Item Skala Work Live Balance (sebelum uji coba) Tabel 6 Blue Print Skala Kepuasan Perkawinan (setelah uji coba) Tabel 7 Distribusi Item Skala Kepuasan Perkawinan (setelah uji coba) Tabel 8 Blue Print Skala Work Live Balance (setelah uji coba) Tabel 9 Distribusi Item Skala Work Live Balance (setelah uji coba) Tabel 10 Deskripsi Responden Penelitian berdasarkan Jenis Kelamin dan Usia Tabel 11 Deskripsi Responden Penelitian berdasarkan Asal Daerah dan Gaji Tabel 12 Deskripsi Responden Penelitian berdasarkan Urutan Perkawinan dan Usia Perkawinan Tabel 13 Deskripsi Responden Penelitian berdasarkan Jumlah Anak Tabel 14 Deskripsi Responden Penelitian Tabel 15 Hasil Uji Normalitas Tabel 16 Hasil Uji Linearitas Tabel 17 Hasil Uji Hipotesis Tabel 18 Hasil Uji Korelasi Komponen Work Lice Balance dan Kepuasan Perkawinan xvii Tabel 19 Hasil Uji Beda Mean Kepuasan Perkawinan berdasarkan Asal Daerah xviii DAFTAR BAGAN Bagan 1 Bagan Hubungan antara Work-Life Balance dengan Kepuasan Perkawinan pada Istri yang Bekerja xix DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Tabel Daftar Pertanyaan Kepuasan Perkawinan untuk FGD Lampiran 2 Tabel Daftar PertanyaanWork-Life Balance untuk FGD Lampiran 3 Form Penilaian Validitas Isi Skala Kepuasan Perkawinan Lampiran 4 Form Penilaian Validitas Isi Skala Work-Life Balance Lampiran 5 Skala Work-Life Balance dan Kepuasan Perkawinan (sebelum uji coba) Lampiran 6 Skala Work-Life Balance dan Kepuasan Perkawinan (setelah uji coba) Lampiran 7 Uji Reliabilitas dan Analisis Item Skala Kepuasan Perkawinan (sebelum uji coba) Lampiran 8 Uji Reliabilitas dan Analisis Item Skala Work-Life Balance (sebelum uji coba) Lampiran 9 Reliabilitas Skala Kepuasan Perkawinan (setelah uji coba) Lampiran 10 Reliabilitas Skala Work-Life Balance (setelah uji coba) Lampiran 11 Hasil Uji Normalitas Lampiran 12 Hasil Uji Linearitas Lampiran 13 Hasil Uji Hipotesis Lampiran 14 Hasil Uji Korelasi Komponen Work-Life Balance terhadap Kepuasan Perkawinan Lampiran 15 Uji Beda Kepuasan Perkawinan Berdasarkan Asal Daerah Pasangan 128 Lampiran 18 Surat Izin Penelitian dari Pemerintahan Kota Ternate Lampiran 19 Surat Izin Penelitian Fakultas Psikologi Universitas Sanata xx Dharma xxi BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Setiap individu memiliki sifat dasar saling tertarik antara pria dan wanita. Ketertarikan tersebut direalisasikan ke dalam bentuk perkawinan. Perkawinan merupakan ikatan lahir batin antara pria dengan wanita sebagai suami istri dengan tujuan untuk membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa (Undang-Undang Republik Indonesia No.1 Tahun 1974 Pasal 1 tentang Perkawinan). Setiap individu membawa harapan dan kebutuhan akan suatu hubungan yang tentunya berbeda satu sama lain. Untuk menyelaraskan perbedaan adalah bukan hal yang mudah, pasangan yang menikah akan mengalami tantangan untuk mengelola perbedaan yang ada. Kegagalan mengelola perbedaan tersebut akan menimbulkan ketidakpuasan pasangan pada kehidupan perkawinan. Pasangan yang saling mengetahui harapan dan kebutuhan masing-masing, baik suami maupun istri akan berusaha untuk memenuhinya sehingga kepuasan perkawinan dapat tercapai (Sadarjoen, 2005). Kepuasan perkawinan individu ditentukan oleh terpenuhinya harapan, kebutuhan dan keinginan individu tersebut. Kepuasan perkawinan individu Kepuasan perkawinan adalah sebuah istilah yang pas untuk menggambarkan atau menjelaskan keberhasilan dan kebahagiaan di dalam kehidupan perkawinan. Menurut Lemme (1995) kepuasan perkawinan adalah 1 2 penilaian terhadap kehidupan perkawinan yang dijalani oleh pasangan suami istri yang berubah-ubah dari waktu ke waktu. Terdapat beberapa tolok ukur yang diungkapkan oleh ahli dalam menilai keberhasilan di dalam kehidupan perkawinan, yaitu: langgengnya suatu perkawinan, kebahagiaan yang dirasakan oleh pasangan suami istri, kepuasan di dalam kehidupan perkawinan, penyesuaian seksual, penyesuaian perkawinan dan kesatuan pasangan (Burgess & Locke, 1960). Pada dasarnya, perkawinan yang mulia tidak selamanya bisa dilaksanakan oleh pasangan suami istri, hal ini ditunjukkan dengan banyaknya kasus perceraian yang terjadi di Indonesia (Afni & Indrijati, 2011). Menurut Kementrian Agama selama lima tahun terakhir terjadi peningkatan angka perceraian. Dilansir dari kemenag.go.id, dua juta pasangan yang menikah sebanyak 15 sampai 20 persen bercerai. Sementara jumlah perceraian yang dinyatakan oleh Pengadilan Tinggi Agama seluruh Indonesia di tahun 2014 mencapai , naik sebanyak kasus dibanding tahun 2010 sebanyak kasus perceraian. Perceraian adalah salah satu indikasi adanya ketidakpuasan dalam hubungan perkawinan, hal ini didukung oleh pendapat Hurlock (1999) bahwa perceraian adalah puncak dari ketidakpuasan dalam pernikahan dan terjadi apabila suami dan istri sudah tidak mampu untuk saling melayani, saling memuaskan dan penyelesaian masalah yang menguntungkan bagi kedua pihak. Tingginya angka perceraian yang tentunya ingin dihindari banyak pasangan dan pentingnya kepuasan perkawinan untuk 3 mencapai keberhasilan perkawinan, maka mengupas tentang kepuasan perkawinan merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada kepuasan perkawinan. Dewasa ini, peran perkawinan di Indonesia sudah mengalami pergeseran dari traditional marriages menjadi egalitarian marriages. Traditional Marriages melibatkan pembagian peran suami dan istri yang jelas. Suami sebagai kepala rumah tangga dan bertanggung jawab atas kesejahteraan ekonomi keluarga, sedangkan istri berperan untuk merawat suami dan anak, serta menciptakan rumah yang aman dan nyaman (Berk, 2006). Di sisi lain, egalitarian marriages dicirikan oleh adanya fenomena dual career pada pasangan. Pasangan egalitarian marriages saling berbagi kekuasaan dan wewenang, mencoba menyeimbangkan waktu dan energi untuk berbagi cerita terkait pekerjaan, anak-anak, dan hubungan mereka (Berk, 2006). Selain itu, pasangan suami istri egalitarian marriage memiliki tanggung jawab yang sama untuk pekerjaan rumah tangga, merawat anak, keuangan dan pengambilan keputusan (Matlin, 2012). Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi kepuasan perkawinan menurut Ayub (2010), diantaranya pasangan suami istri yang sama-sama bekerja, pembagian tugas rumah tangga dan status keuangan. Salah satu faktor yang menjadi perhatian peneliti adalah faktor pekerjaan dan status finansial. Sekarang ini, prosentase wanita bekerja terus meningkat dibandingkan tahuntahun sebelumnya. Menurut Dhamayanti (2006), dunia pekerjaan saat ini mulai 4 banyak diisi oleh partisipasi wanita. Berdasarkan data dari badan pusat statistik dari tahun 2009 hingga tahun 2012, prosentase wanita yang bekerja di desa maupun di kota terus meningkat. Pada tahun 2009 prosentase wanita bekerja sebesar 0,54%, pada tahun 2010 sebesar 60,92%, pada tahun (2011) sebesar 61,72% dan pada tahun (2012) sebesar 60,67%. Peningkatan tersebut mengindikasikan bahwa kesempatan kerja pada wanita semakin besar dan seimbang antara laki-laki dan wanita. Peran ganda yang dijalani oleh wanita dalam bekerja dan mengurusi keluarga menuntut lebih banyak waktu serta energi untuk memenuhi tanggung jawab pada masing-masing peran tersebut. Pekerjaan yang dijalani oleh wanita secara tidak langsung memberikan efek pada keluarga mereka (Greenhaus, Parasuraman & Collins, 2001). Pekerja wanita yang sudah menikah dan mempunyai anak memiliki tuntutan dalam menyeimbangkan kehidupan pekerjaan dan keluarga (balancing work and family life karena memiliki peran ganda yang harus dijalani secara bersamaan dan akan menimbulkan konflik ketika kedua peran tersebut tidak dapat berjalan dengan baik. Salah satu hal yang bisa dijalani untuk meminimalisir terjadinya konflik antar peran tersebut ialah dengan menyeimbangkan antara aktivitas di keluarga dan di pekerjaan Handayani (2013). Hal ini sejalan dengan temuan yang dilakukan oleh Puspitawati (2009) bahwa strategi dalam menyeimbangkan antara karir dan pekerjaan diperlukan agar terbentuk keharmonisan antara kehidupan keluarga dan kehidupan pekerjaan, sehingga tuntutan kedua kehidupan tersebut 5 dapat terpenuhi. Jika tidak mencapai keseimbangan, maka dapat menjadi penyebab dalam timbulnya konflik di dalam kehidupan keluarga, yang menjadi faktor menurunnya kepuasan dalam pekerjaan, hidup, perkawinan serta meningkatkan stress yang berakibat buruk terhadap kesehatan, dan kesejahteraan dalam sebuah kehidupan keluarga (Frone, Russell, & Barnes, 2003). Wanita yang aktif bekerja yang bekerja lebih banyak mengalami permasalahan dibandingkan pria karena tuntutan peran yang berbeda yang dimiliki oleh wanita di tengah-tengah keluarga. Terdapat dampak positif dan negatif terkait aktifnya wanita berpartisipasi di dalam dunia kerja. Dampak positifnya antara lain istri dapat memperoleh keseimbangan dalam pengambilan keputusan dan kekuasaan di dalam kehidupan perkawinan yang dapat menciptakan suatu kepuasan perkawinan bagi pihak istri (Sadarjoen, 2005), sedangkan dampak negatifnya menurut Azeez (2013) adalah berpengaruh terhadap kehidupan keluarga karena menimbulkan tuntutan peran yang bertentangan. Rumah tangga dengan suami istri bekerja menghadapi tantangan untuk memenuhi tugas dan peran di lingkungan pekerjaan maupun rumah tangga. Masalah mendasar pada keluarga dengan istri bekerja adalah keterbatasan waktu untuk melakukan kewajiban, baik terhadap keluarga maupun pekerjaan. Di satu sisi, istri yang bekerja perlu mengelola kebutuhan keluarga sehari-hari, di sisi lain juga perlu melakukan tanggung jawab di tempat kerja. Kewajiban yang berbeda di kehidupan keluarga dan kehidupan pekerjaan memicu konflik dalam kehidupan keluarga dan menjadi sumber menurunnya kepuasan dalam 6 perkawinan, pekerjaan, hidup, serta meningkatkan distress yang berakibat buruk bagi kesehatan dan kesejahteraan suatu keluarga (Barnes, Frone & Russell, 2003; Boles, Hair & Johnston 1997). Istri harus memiliki keseimbangan antara kehidupan pribadinya dengan karirnya. Keseimbangan antara kehidupan pribadi dan karir biasa disebut dengan work-life balance. Greenhaus, Collins dan Shaw (2003) mendefinisikan Work-life balance (keseimbangan kehidupan-kerja) sebagai tahap di mana individu dapat menyeimbangkan antara tanggung jawab pekerjaan dan tanggung jawab di dalam keluarga, dan individu tersebut puas dengan hal tersebut. Permasalahan lain yang muncul pada keluarga dengan istri yang bekerja adalah pembagian tugas rumah tangga. Suami yang turut berperan dalam mengurus tugas rumah tangga, telah membantu istri dalam menjalankan peran lebih dari satu. Sobur dan Septiawan (dalam Supriyantini, 2002) menyebutkan bahwa ketika suami turut mengambil peran dalam aktivitas rumah tangga, maka istri akan berkurang kewajibannya serta
Similar documents
View more...
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks