HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN LAMA PERSALINAN PADA MULTIGRAVIDA MULTIPARA DI PUSKESMAS COLOMADU I KARANGANYAR SKRIPSI. Untuk Memenuhi Persyaratan

Please download to get full document.

View again

of 47
0 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN LAMA PERSALINAN PADA MULTIGRAVIDA MULTIPARA DI PUSKESMAS COLOMADU I KARANGANYAR SKRIPSI Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran Dinar Handayani
Document Share
Document Transcript
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN LAMA PERSALINAN PADA MULTIGRAVIDA MULTIPARA DI PUSKESMAS COLOMADU I KARANGANYAR SKRIPSI Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran Dinar Handayani Asri Hariadi G FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET Surakarta 2011 i ii PERNYATAAN Dengan ini menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan penulis juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah dan disebutkan dalam daftar pustaka. Surakarta, 12 Oktober 2011 Dinar Handayani Asri Hariadi NIM : G iii ABSTRAK Dinar Handayani Asri Hariadi, G , Hubungan antara Status Gizi dengan Lama Persalinan pada Multigravida Multipara di Puskesmas Colomadu 1 Karanganyar. Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Tujuan penelitian :Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dengan lama persalinan pada multigravida multipara di Puskesmas Colomadu 1 Karanganyar Metode penelitian :Metode penelitian statistik dengan pendekatan kasus kontrol. Sampel penelitian yang diambil yaitu sebanyak 32 sampel ibu bersalin, yang dibagi dalam 2 kelompok, yaitu: 16 sampel pada kelompok kasus (lama persalinan memanjang), dan 16 sampel pada kelompok kontrol (lama persalinan normal). Data diambil menggunakan kuesioner, dan observasi. Hasilnya dianalisis dengan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian : Hasil analisis multivariat, menunjukkan bahwa ketiga variabel meningkatkan risiko kejadian lama persalinan memanjang. Nilai OR untuk variabel usia ibu 20 atau 35 tahun OR = 2,707; paritas 2 OR = 3,581; status gizi tidak baik OR = 2,398. Tetapi, tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik, nilai p 0,05. Hasil analisis multivariat, diperoleh probabilitas sebesar 63,7 %. Simpulan penelitian : Tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara status gizi ibu hamil dengan lama persalinan pada multigravida multipara, dengan mengendalikan variabel usia, dan paritas. Kata kunci: Status gizi, Lama persalinan memanjang, Lama persalinan normal, Multigravida multipara. iv ABSTRACT Dinar Handayani Asri Hariadi, G , The Relationship between Nutritional Status and the Length of Labour on Multigravida Multiparity Population in Community Health Center of Colomadu 1 Karanganyar. Faculty of medicine Sebelas Maret University, Surakarta. Objective: The aim of this study is to knowing the relationship between nutritional status and the length of labour on multigravida multiparity population in community health center of Colomadu 1 Karanganyar. Methods: The methods which used is case control approach. This study use 32 sample of women on the labour process. The sample was devided into two group. The first group is the case group (prolonged labour) and the second group is the control group (normal labour), each of them consist of 16 sample. A questioner and an observation used to collect the information from the sample. The results analysed with a double regression logistic test. Results: The result of analysis multivariat is those dependent variables (nutritional status, parity,and age) increasing risk of prolonged labour process. The OR score for age 20 or 35 years old = 2,707; parity 2 = 3,581; nutritional status = 2,398. But, the result is not proven statistically associated. The probability of multivariat analysis is 63,7 % to get prolonged labour process. Conclusion: There is not significantly relationship between nutritional status and the length of labour process on multigravida multiparity population, by restricting age, and parity variable. Keywords: Nutritional status, Prolonged labour, Normal labour, Multigravida multiparity. v PRAKATA Syukur Alhamdulillah penulis ucapkan ke hadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayahnya yang telah menuntun jalan penulis dari awal hingga bisa menyelesaikan skripsi dengan judul Hubungan antara Status Gizi dengan Lama Persalinan pada Multigravida Multipara di Puskesmas Colomadu 1 Karanganyar. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar sarjana kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta. Pada kesempatan ini perkenankanlah penulis ucapkan terima kasih kepada: 1. Prof. Dr. Zainal Arifin Adnan, dr., Sp.PD-KR-FINASIM, selaku dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta. 2. Dr Soetrisno, dr., SpOG(K) dan dr Tri Budi Wiryanto, SpOG(K) selaku pembimbing yang telah membimbing, memberikan ide, membagi ilmu, meluangkan waktu, tenaga, pikiran, dan selalu mendukung, memberi semangat penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. 3. dr Rustam Sunaryo, SpOG dan dr Margono, M.Kes selaku penguji yang telah memberikan banyak saran dan nasihat dalam penulisan skripsi. 4. Prof. Bhisma Murti, dr., MPH., M.Sc., Ph.D yang telah membantu penulis dalam hal statistik yang berhubungan dengan penelitian ini. 5. Ibu, ayah, kakak, adik, kakek, dan semua keluarga yang telah sabar dan selalu memberikan dukungan dan doa kepada penulis. 6. Kepala Puskesmas Colomadu 1, bidan - bidan di Puskesmas Colomadu 1, yang telah memberikan ijin, dan membimbing penulis selama di lapangan. 7. Responden (pasien ibu bersalin) yang menjadi sumber ilmu dalam penelitian ini. 8. Asih, Etika, Puput, Anung, Dea, Endika, Vita, dan teman teman lain yang telah memberi semangat kepada penulis. 9. Pihak pihak lainnya yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu. Penulis menyadari dalam penulisan skripsi ini masih jauh dari sempurna, sehingga penulis menerima kritik dan saran yang membangun. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Surakarta, Oktober 2011 Penulis vi DAFTAR ISI PRAKATA... vii DAFTAR ISI... viii DAFTAR TABEL... x DAFTAR SINGKATAN... xi DAFTAR LAMPIRAN... xii BAB I : PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah... 1 B. Rumusan Masalah... 4 C. Tujuan Penelitian... 4 D. Manfaat Penelitian... 4 BAB II: LANDASAN TEORI... 5 A. Tinjauan Pustaka... 5 B. Kerangka Pemikiran C. Hipotesis BAB III: METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian B. Lokasi dan Waktu Penelitian C. Subjek Penelitian D. Teknik Pengambilan Sampel E. Skema Penelitian F. Instrument Penelitian G. Identifikasi Variabel Penelitian H. Definisi Operasional Variabel I. Teknik Analisis BAB IV: HASIL PENELITIAN A. Karakteristik Sampel B. Analisis Uji Bivariat C. Analisis Uji Multivariat Regresi Logistik BAB V: PEMBAHASAN vii BAB VI: SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan B. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN viii DAFTAR TABEL Hal. Tabel 1 : Rekomendasi Penambahan Berat Badan Selama Kehamilan 9 Berdasarkan Indeks Massa Tubuh Menurut International of Medicine Tabel 2 : Uji Chi Square 23 Tabel 3 : Karakteritik Sampel Menurut Lama Persalinan 25 Tabel 4 : Karakteristik Sampel Menurut Usia 25 Tabel 5 : Karakteristik Sampel Menurut Paritas 26 Tabel 6 : Karakteristik Sampel Menurut Status Gizi 26 Tabel 7 : Hubungan antara Usia dengan Lama Persalinan 27 Tabel 8 : Hubungan antara Paritas dengan Lama Persalinan 28 Tabel 9 : Hubungan antara Status Gizi dengan Lama Persalinan 29 Tabel 10 : Hasil Analisis Regresi Logistik Ganda 31 Skema 1 : Kerangka Pemikiran 16 Skema 2 : Skema Penelitian 20 ix DAFTAR SINGKATAN Hal. BB : Berat Badan 9 BPS : Badan Pusat Statistik 2 IMT : Indeks Massa Tubuh 9 IOM : International of Medicine 9 MDGs : Millennium Development Goals 2 SPSS : Statistical Package for the Social Science 23 TB : Tinggi Badan 21 WHO : World Health Organitation 2 x DAFTAR LAMPIRAN Hal. Lampiran 1 : Data Identitas Responden 40 Lampiran 2 : Partograf 42 Lampiran 3 : Surat Ijin Penelitian Universitas 44 Lampiran 4 : Surat Ijin Penelitian Kesbangpolinmas 45 Lampiran 5 : Surat Ijin Penelitian Dinas Kesehatan Kabupaten 46 Lampiran 6 : Surat Ijin Penelitian Bappeda 47 Lampiran 7 : Data Sampel 48 Lampiran 8 : Tabel Analisis Bivariat dan Multivariat 49 xi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Masa kehamilan merupakan periode yang sangat menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan (Atmarita, 2003). Di masa inilah pertumbuhan dan perkembangan janin dimulai, dengan memenuhi kebutuhan zat gizi selama kehamilan. Zat gizi juga diperlukan bagi ibu hamil untuk memenuhi kebutuhannya (Marie,1997). Kebutuhan zat gizi wanita hamil jauh lebih banyak daripada yang diperlukan dalam keadaan biasa. (Moehji, 2003). Masalah gizi yang sering dihadapi ibu hamil yaitu kekurangan energi kalori dan anemia gizi. Data menunjukkan bahwa sepertiga (35,65 %) wanita usia subur menderita kurang energi kalori, masalah ini mengakibatkan pada saat hamil akan menghambat pertumbuhan janin sehingga menimbulkan risiko pada bayi dengan berat badan lahir rendah (Depkes RI, 2002). Kenaikan berat badan dapat dipakai sebagai indeks untuk menentukan status gizi wanita hamil (Samsudin, 1986). Usia kehamilan trimester III laju pertumbuhan janin pesat dan kenaikan berat badan ibu juga pesat. Pertambahan berat badan yang terjadi selama kehamilan disebabkan oleh peningkatan ukuran berbagai jaringan reproduksi (uterus), pertumbuhan janin, plasenta, cairan amnion, 1 2 peningkatan darah, cairan ekstraseluler, dan cadangan lemak dalam tubuh ibu (Moehji, 2003). Status gizi ibu hamil, kesehatan ibu hamil, dan kondisi kesehatan lingkungan secara tidak langsung tergambar dari angka kematian ibu (Halim dkk, 1998). Angka kematian ibu di dunia berdasarkan data World Health Organitation tahun 2003 didapatkan bahwa dalam setiap menit seorang perempuan meninggal karena komplikasi yang terkait dengan proses kehamilan dan persalinan (Subowo, 2008). Angka kematian ibu melahirkan di Indonesia mengalami penurunan dari 390 (kematian per kelahiran hidup) pada 1994 menjadi 307 pada 2002, dan menjadi 228 tahun Dan Diharapkan pada tahun 2015 angka kematian ibu bisa ditekan menjadi 102 sesuai rencana dalam Millennium Development Goals. Sementara proporsi kelahiran yang ditolong tenaga kesehatan (nakes) pada 2007 mencapai 72,41 %. Di Jawa Tengah, angka kelahiran yang ditolong oleh tenaga kesehatan pada 2007 mencapai 83 % dari 2308 kelahiran. Meskipun gejalanya membaik, setiap tahunnya di Indonesia masih ada sekitar ibu meninggal akibat komplikasi kehamilan atau persalinan yang belum sepenuhnya dapat ditangani (Badan Pusat Statistik, 2008). Penyebab langsung kematian ibu adalah pendarahan (30 %), eklampsia (25 %), infeksi (12 %), partus lama (5 %), dan komplikasi aborsi (5 %). Risiko kematian dapat meningkat bila ibu menderita anemia, 3 kekurangan energi kronik, atau terkena penyakit menular (Subowo, 2008). Masalah gizi pada wanita hamil, merupakan salah satu penyebab dari kematian maternal dan anak (Halim dkk, 1998). Pada hasil Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun ) dilaporkan dari seluruh persalinan, 64 % ibu tidak mengalami komplikasi dalam persalinan, persalinan lama sebesar 31 %, perdarahan berlebih sebesar 7 %, infeksi sebesar 5 % (Badan Pusat Statistik, 2003). Penyebab partus lama di antaranya malpresentasi, kelainan panggul, kelainan his, pimpinan partus yang salah, janin besar atau kelainan kongenital, primitua perut gantung, grandemulti, anemia, dan ketuban pecah dini (Mochtar, 1998). Partus lama rata-rata di dunia menyebabkan kematian ibu sebesar 8 % dan di Indonesia sebesar 9 %. Kejadian partus lama di Rumah Sakit Ibu Anak Siti Fatimah Makassar untuk tahun 2006 adalah 74 kasus dari 2552 persalinan yaitu sekitar 2,89 % dari seluruh persalinan (Indriyani, 2007). Penelitian yang dilakukan Soekiman di Rumah Sakit Mangkuyudan di Yogyakarta didapatkan bahwa dari 3005 kasus partus lama, terjadi kematian pada bayi sebanyak 16,4 % (50 bayi), sedangkan pada ibu didapatkan 4 kematian, 17 perdarahan, 1 robekan portio dan robekan perineum subtotal (Indriyani, 2007). 4 B. Rumusan Masalah Adakah hubungan antara status gizi dengan lama persalinan pada multigravida multipara di Puskesmas Colomadu 1 Karanganyar? C. Tujuan Penelitian Untuk mengetahui adanya hubungan antara status gizi dengan lama persalinan pada multigravida multipara di Puskesmas Colomadu 1 Karanganyar. D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat teoritis : Sebagai informasi yang dapat bermanfaat dalam usaha pengembangan ilmu kebidanan dan penyakit kandungan. 2. Manfaat praktis : Dengan diketahuinya hubungan antara status gizi dengan lama persalinan pada multigravida multipara diharapkan dapat dilakukan upaya peningkatan status gizi dan kesehatan ibu hamil, sehingga kejadian partus lama dapat ditekan. 5 BAB II LANDASAN TEORI A. Tinjauan Pustaka 1. Pengertian Status Gizi Status gizi (nutrition status) merupakan ekspresi dari keadaan keseimbangan dalam bentuk variabel tertentu, atau perwujudan dari nutrition dalam bentuk variabel tertentu (Supariasa dkk, 2002). Gizi (nutrition) adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absorbsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme, dan pengeluaran zat zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan, dan fungsi normal dari organ organ, serta menghasilkan energi (Supariasa dkk, 2002). 2. Gizi Wanita Hamil Perencanaan gizi untuk wanita hamil sebaiknya mengacu pada Recomended Daily Allowances. Kebutuhan energi wanita hamil diperhitungkan dengan acuan kebutuhan untuk individu normal, aktivitas normal, serta kebutuhan kehamilan normal dengan mempertimbangkan perubahan fisiologi, nafsu makan, dan pertambahan berat badan selama kehamilan (Atmarita, 2003). 6 Banyaknya energi yang harus disiapkan hingga kehamilan berakhir sekitar kkal, atau kira kira 300 kkal/hari di atas kebutuhan wanita tidak hamil yaitu sebesar 2500 kkal/hari (Arisman, 2004). Sama seperti energi kebutuhan akan protein membumbung sampai 68 %, jumlah protein yang harus tersedia sampai akhir kehamilan yaitu sebanyak 925 gram yang tertimbun dalam jaringan ibu, plasenta, dan bayi (Arisman, 2004). Kebutuhan protein ibu sebesar 85 gram/hari, yang diperoleh dari tumbuh tumbuhan (kacang kacangan) atau hewani (ikan, ayam, telur). Defisiensi protein, dapat menyebabkan kelahiran prematur, anemia, dan edema (Adriaansz, 2008) Kebutuhan akan zat besi meningkat %, atau sekitar 1040 mg selama hamil (30mg/hari). Kebutuhan akan zat besi itu tidak dapat terpenuhi hanya dalam diet, sehingga diperlukan suplemen penambah zat besi (Arisman, 2004). Preparat suplementasi asam folat yang diberikan sebesar 280, 660, 470 µg per hari, masing masing pada trimester I, II, III (Arisman, 2004). 7 3. Faktor Faktor yang Mempengaruhi Status Gizi Wanita Hamil Kehamilan yang sehat didefinisikan sebagai kehamilan tanpa gangguan patologi maupun psikologi pada ibu dan janin selama kehamilan, dan menghasilkan outcome bayi yang sehat (Arisman, 2004). Kondisi kehamilan yang sehat dipengaruhi oleh (Arisman, 2004): a. Kondisi ibu sebelum hamil Menggambarkan kondisi kesehatan kehamilan secara umum, sehingga dapat digunakan sebagai dasar pengambilan langkah langkah pencegahan sejak dini. Riwayat obstetri ibu (paritas, jarak kelahiran, usia hamil pertama) untuk mengetahui kebutuhan zat gizi akibat seringnya hamil sehingga cadangan zat gizi ibu terkuras. Riwayat sosial ekonomi ibu, akan menjadi bahan pertimbangan tenaga kesehatan untuk memberikan saran kepada ibu dalam upaya pemenuhan kebutuhan zat gizinya (Arisman, 2004). b. Kondisi ibu selama hamil Kegiatan fisik yang berat akan mempengaruhi kesehatan ibu dan janin, karena ibu memerlukan energi yang lebih besar untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Asupan pangan yang adekuat, diperlukan untuk mencapai pertambahan berat badan yang optimal bagi tumbuh kembang janin (Arisman, 2004). 8 4. Asuhan Antenatal Jadwal kunjungan asuhan antenatal selama kehamilan: a. Pemeriksaan pertama kali yang ideal adalah sedini mungkin ketika haidnya terlambat satu bulan. b. Periksa ulang 1 x sebulan sampai kehamilan 7 bulan. c. Periksa ulang 2 x sebulan sampai kehamilan 9 bulan. d. Periksa ulang setiap minggu sesudah kehamilan 9 bulan e. Periksa khusus bila ada keluhan-keluhan (WHO, 2006). Setiap kunjungan dilakukan pemeriksaan rutin pengukuran berat badan ibu, tekanan darah, tinggi fundus uteri, pemeriksaan Leopold, dan dengar denyut jantung janin (Mansjoer, 2005). Pemeriksaan penelusuran penyulit kehamilan dilakukan pemeriksaan laboratorium (analisis urin rutin, analisis tinja rutin, hemoglobin, hitung jenis sel darah, gula darah) (Adriaansz, 2008). 5. Kenaikan Berat Badan Ibu Selama Kehamilan Sebagian besar penambahan berat badan selama kehamilan berasal dari uterus dan isinya, payudara, volume darah, cadangan lemak, dan cairan ekstraseluler. Diperkirakan selama kehamilan berat badan akan bertambah 12,5 kg (Sulin, 2008). Pada trimester ke-2 dan ke-3, dianjurkan rata rata pertambahan berat badan sebesar: 9 a. 0,5 kg/minggu untuk wanita dengan gizi kurang b. 0,4 kg/minggu untuk wanita dengan gizi baik c. 0,3 kg/minggu untuk wanita dengan gizi berlebih (Sulin, 2008). Tabel 1. Rekomendasi penambahan berat badan selama kehamilan berdasarkan indeks massa tubuh menurut International of Medicine (Kathleen, 2009). Kategori IMT (kg/m 2 ) Total pertambahan BB (kg) Rata-rata pertambahan* BB/minggu (kg/mgg)pada trimester 2 dan 3 Rendah 18,5 12,5 18 0,51 (0,44-0,58) Normal 18,5-24,9 11,5 16 0,42 (0,35-0,5) Tinggi 25,0-29,9 7-11,5 0,28 (0,23-0,33) Obesitas 30, ,22 (0,17-0,27) * Dengan asumsi pertambahan berat badan pada trimester pertama = kg. Maksimal peningkatan berat badan ibu selama 9 bulan kehamilan adalah 20 % dari berat badan ibu sebelum hamil (Mochtar, 1998). 6. Gangguan Gizi Ibu Hamil Kelebihan berat badan, walaupuan tingkat sedang merupakan risiko diabetes melitus terkait kehamilan, dan peningkatan tekanan darah (Perlow dkk, 1992). Risiko infeksi saluran kencing juga lebih tinggi daripada yang tidak obesitas. Wanita dengan obesitas, juga cenderung memerlukan induksi untuk persalinan (Perlow dkk, 1992). Sedangkan bayi yang dilahirkan ibu dengan obesitas, mempunyai risiko cacat bawaan lebih tinggi, seperti neural tube defect, serta risiko kematian perinatal dan commit neonatal to lebih user tinggi (Ibrahim, 2003). 10 Kurang gizi berat pada ibu hamil akan mempengaruhi fungsi reproduksi. Selain itu, laju tumbuh kembang janin akan menurun, sehingga jaringan ibu akan dibongkar untuk membuat keseimbangan zat gizi dalam sirkulasi darah (Ibrahim, 2003). Kekurangan zat gizi mikro (asam folat, vitamin A, yodium) dilaporkan menyebabkan cacat bawaan spesifik pada bayi dan gangguan kehamilan pada ibu (Sulin, 2008). 7. Penilaian Status Gizi Ibu Hamil Metode penilaian status gizi bisa secara langsung yaitu antropometri, klinis, biokimia, dan biofisik; maupun tidak langsung yaitu survei konsumsi makanan (anamnesis asupan pangan), statistik vital, dan faktor ekologi (Supariasa dkk, 2002). Ditinjau dari sudut pandang gizi, maka pengertian antropometri gizi berhubungan dengan berbagai macam pengukuran dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai tingkat umur dan tingkat gizi. Antropometri secara umum digunakan untuk melihat ketidakseimbangan asupan protein dan energi. Ketidakseimbangan ini terlihat pada pola pertumbuhan fisik dan proporsi jaringan tubuh seperti lemak, otot, dan jumlah air dalam tubuh (Supariasa dkk, 2002). 11 8. Persalinan Normal Persalinan normal adalah proses persalinan dengan usia kehamilan cukup bulan letak memanjang atau sejajar sumbu badan ibu, presentasi belakang kepala, serta dengan tenaga ibu sendiri (Saifuddin, 2002). Menjelang kala dua persalinan, otot polos uterus mulai menunjukkan aktifitas kontraksi secara terkoordinasi, diselingi dengan suatu periode relaksasi, dan mencapai puncaknya menjelang kala dua, serta secara berangsur menghilang pada periode postpartum (Kusnarman, 2008). Faktor faktor yang berperan dalam persalinan adalah: a. Kekuatan yang mendorong janin keluar (power): 1) His adalah kontraksi uterus karena otot otot polos rahim bekerja dengan baik dan sempurna dengan sifat sifat: 1) kontraksi simetris, 2) kontraksi paling kuat dengan dominasi fundus uteri, 3) setelah itu relaksasi. 2) Kontraksi otot otot dinding perut 3) Kont
Similar documents
View more...
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks