Garis Beban Dioda

Please download to get full document.

View again

of 5
9 views
DOCX
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
GARIS BEBAN DIODA
Document Share
Document Transcript
  JOBSHEET LABORATORIUM ELEKTRONIKA ANALOG 1 NAMA : SUCI SYALIFA DWI ZARA NIM : 061640341871 KELAS : 3ELA JUDUL : GARIS BEBAN DIODA DOSEN PEMBIMBING : EVELINA, ST.,M.Kom. NIDN : 0013116402 JURUSAN TEKNIK ELEKTRO PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO KONSENTRASI MEKATRONIKA POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA PALEMBANG 2017/2018    TUJUAN    Menggambarkan garis beban dioda dan menunjukkan penggunaannya DASAR TEORI Beban yang diberikan pada rangkaian secara normal akan mempinyai implikasi pada daerah kerja (operasi) dan piranti elektronik. Bila analisis disajikan dalam bentuk grafik, sebuah garis dapat digambarkan sebagai karakteristik diode yang mewakili efek dari beban.   Sedangkan untuk garis beban diode dapat ditarik dari sumbu Id ke sumbu Vd. Karena  berpotongan dengan sumbu Id   Vd = 0. Rumus untuk titik Id=Vs-VdRl      Id=VsRl .   Untuk sumbu tegangannya, karena nilai Id=0 maka Vd=Vs   Dari kedua nilai Id tersebut dan nilai Vd masing-masing ke dalam kurva dioda maka dapat ditarik garis yang nantinya akan disebut garis beban. Karena kemiringan statis tersebut tergantung RL maka disebut garis beban. Karena arus yang dipergunakan arus DC maka garis beban tersebut disebut garis beban DC   Perpotongan garis beban tersebut disebut garis beban DC dengan karakteristik static disebut titik kerja (Q = quiescent point = arus tenang. Pada gambar ditunjukkan titik A ). Maka arus yang melalui dioda Id dan tegangan antara kedua ujung dioda Vd dan tegangan antara kedua dioda Vd dapat dicari secara grafis seperti terlihat pada Gambar 2.      ALAT-ALAT YANG DIGUNAKAN 1.   Sumber daya searah (1-15)V : 1 buah  2.   Multimeter analog : 2 buah  3.   Dioda Si : 1 buah  4.   Dioda Ge : 1 buah  5.   Resistor : 470Ω, 1kΩ, 2kΩ  6.   Kabel-kabel penghubung   LANGKAH  –   LANGKAH PERCOBAAN A. Pembuatan garis beban diode  1.   Membuat garis beban diode dengan tegangan sumber sebesar 1,5V dan R sebesar 470Ω pada kurva karakteristik diode silicon yang telah dibuat pada percobaan 1.  2.   Melengkapi table dibawah ini:      Pada titik cut off  : tidak ada arus diode (diode putus) = Seperti saklar terbuka      Pada titik saturasi: arus diode maksimum = diode seperti saklar tertutup   Tegangan Dioda (Vd) Arus Dioda (Id) Titik Operasi (Q) Titik Cut Off   Titik Saturasi  B. Pengukuran arus dan tegangan diode pada titik operasi, cut off   dan saturasi  3.   Membuat rangkaian seperti gambar 3, dengan R sebesar 470Ω dan Vs sebesar 1,5V.  4.   Mengukur Id, Vd   dan Vo (pengukuran pada titik operasi).  5.   Melepas salah satu kaki diode dari rangkaian dan Vs tetap sebesar 1,5V, lalu mengukur Id, Vd, dan Vo (pengukuran pada titik cut off  ).  6.   Menghubung singkat diode dan Vs tetap sebesar 1,5V, lalu mengukur Id, Vd, dan Vo (pengukuran pada titik saturasi).  7.   Mengulangi langkah 1) sampai dengan 6) dengan menggunakan diode germanium   DATA HASIL PERCOBAAN    Tabel 1 Dioda Silikon Vs (V) R (Ω)  Kondisi Dioda Id (mA) Vd (Volt) Vo (Volt) Kurva Ukur Kurva Ukur Kurva Ukur Terpasang 1,5 470 Lepas Hubung Singkat Terpasang 3 2000 Lepas hubung Singkat    Tabel 2 Dioda Germanium Vs (V) R (Ω)  Kondisi Dioda Id (mA) Vd (Volt) Vo (Volt) Kurva Ukur Kurva Ukur Kurva Ukur Terpasang 1,5 1000 Lepas Hubung Singkat Terpasang 3 2000 Lepas hubung Singkat TUGAS DAN PERTANYAAN 1. Selain pada dioda, dimana lagi kita menggunakan garis beban ? Jelaskan jawaban saudara ! 2. Apa sebenarnya fungsi dari garis beban dioda ?
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks