GAMBARAN PENGETAHUAN BAHAYA MEROKOK TERHADAP KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA MASYARAKAT DI DUSUN NGEBEL, KASIHAN BANTUL

Please download to get full document.

View again

of 12
8 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
GAMBARAN PENGETAHUAN BAHAYA MEROKOK TERHADAP KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA MASYARAKAT DI DUSUN NGEBEL, KASIHAN BANTUL THE DESCRIPTION OF KNOWLEDGE ABOUT THE DANGERS OF SMOKING FOR ORAL HEALTH AMONG THE
Document Share
Document Transcript
GAMBARAN PENGETAHUAN BAHAYA MEROKOK TERHADAP KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA MASYARAKAT DI DUSUN NGEBEL, KASIHAN BANTUL THE DESCRIPTION OF KNOWLEDGE ABOUT THE DANGERS OF SMOKING FOR ORAL HEALTH AMONG THE SOCIETY OF DUSUN NGEBEL, KASIHAN BANTUL Puspitasari 1, Iwan Dewanto 2 1 Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Gigi FKIK UMY 2 Departemen Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat, Program Studi Pendidikaan Dokter Gigi FKIK UMY ABSTRAK Background: Most of the Indonesian people have a habbit of smoking that usually doing in their life activity, has danger effect for our oral health. Based on the Dusun Ngebel s statistic data showed that Dusun Ngebel has of population and dominated by people aged years. The low level of knowledge about danger effect of smoking for oral health in Dusun Ngebel, still consumed by the society. Purpose: The aim of this research is to determine the level of knowladge about the danger of smoking to oral health in the Dusun Ngebel, Kasihan Bantul society. Method: The method of this research is an observational research with crosssectional design and quantitative data types. This research was conducted at Dusun Ngebel in January 2015 with the subject of research is 105 people who lived at Dusun Ngebel. Results: The result of this research showed the knpwlaadge based one age dominated by aged years old or 58 responden (55,2%), based on education dominated by senior high school categorized or 46 respondent (43,8%) and based on knowledge from Dusun Ngebel society is on the moderate level with 54 respondent (51,4%). Conclusion: The conclusion of this research showed the knowledge of Dusun Ngebel society about danger effect of smoking for oral health categorized is on moderate. Key words: The description of knowledge, Smoking dangers 1 INTISARI Latar belakang: Merokok merupakan aktivitas yang biasa dilakukan oleh masyarakat indonesia, merokok mempunyai efek yang berbahaya bagi kesehatan rongga mulut. Berdasarkan data statistik penduduk, Dusun Ngebel memiliki penduduk sebesar jiwa dan didominasi oleh masyarakat berusia tahun. Pengetahuan dan kesadaran masyarakat pada pentingnya bahaya merokok pada kesehatan gigi dan mulut masih sangat kurang, hal ini ditunjukkan dengan masih banyaknya masyarakat di Dusun Ngebel yang mengkonsumsi rokok. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan bahaya merokok pada masyarakat di Dusun Ngebel, Kasihan Bantul. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional dengan desain cross sectional dan jenis data kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di Dusun Ngebel, Kasihan Bantul pada bulan Januari Subyek penelitian merupakan masyarakat Dusun Ngebel yang berjumlah 105 orang. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan berdasarkan usia terbanyak pada usia tahun sebanyak 58 responden (55,2%), pengetahuan 46 responden berdasarkan pendidikan terbanyak adalah SMA sebanyak (43,8%) dan pengetahuan masyarakat Dusun Ngebel adalah cukup yaitu dengan total 54 responden (51,4%). Kesimpulan: Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat Dusun Ngebel dikategorikan cukup. Kata kunci: Gambaran pengetahuan, Bahaya merokok. PENDAHULUAN Merokok merupakan hal yang biasa di jumpai saat ini sehingga menjadi kebiasaan umum dan hampir kita jumpai disemua kalangan masyarakat. Konsumsi rokok di Indonesia menempati posisi ketiga tertinggi di dunia setelah China dan India 1. Konsumsi rokok Indonesia setiap tahun mencapai 199 miliar batang rokok, akibatnya tingkat kematian mencapai 5 juta orang setiap tahunnya 2. Asap rokok yang dihisap menghasilkan kandungan zat-zat kimia berbahaya yang berada di rongga mulut, secara otomatis akan mempengaruhi jaringan organ yang ada di dalam rongga mulut, termasuk gigi 3. Berdasarkan data statistikpenduduk, diketahui bahwa 2 DusunNgebeljumlah penduduknya maupun usia tua. Kelainan yang sebesar jiwa didominasi oleh masyarakat berusia tahun. Pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan gigi dan mulut akibat rokok masih sangat kurang, hal ini ditunjukkan dengan masih banyaknya masyarakat di Dusun Ngebel yang mengkonsumsi rokokdan yang menjadi penyebabnya adalah pengetahuan yang rendah, pergaulan, kemudahan mendapatkan rokok dan adanya pengaruh budaya masyarakat. Derajat kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh 4 faktor utama, yakni lingkungan, pelayanan kesehatan, keturunan (herediter), dan perilaku 4. Perilaku merokok tidak pernah surut dan merupakan perilaku terjadi dirongga mulut akibat merokok antara lain pada gusi berupa gingivitis, sukarnya penyembuhan luka, pembentukan kalkulus karena aktifitas plak gigi dan Leukoplakia 5. Pada perokok berat, noda atau stain pada gigi akibat pembakaran tembakau juga sering ditemukan dan noda tersebut dapat masuk ke lapisan gigi dan sukar untuk dihilangkan. Pengetahuan adalah merupakan hasil tahu, dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng daripada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan. Pengetahuan yang dicakup di dalam domain kognitif yang masih ditolerir oleh masyarakat mempunyai 6 tingkat, yakni: tahu mulai dari anak-anak, remaja (know), memahami (comprehension), 3 aplikasi (application), analisis (analysis), sintesis (synthesis) dan evaluasi (evaluation) 6. Tingkat pendidikan sangat berpengaruh terhadap pengetahuan, sikap dan di bidang kedokteran gigi mengenai gambaran pengetahuan bahaya merokok terhadap kesehatan gigi dan mulut pada masyarakat di Dusun Ngebel, Kasihan Bantul. perilaku sehat. Pendidikan adalah faktor kedua terbesar dari faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi kesehatan 7. Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan, maka perlu dilakukan penelitian tentang gambaran pengetahuan bahaya merokok pada masyarakat di Dusun Ngebel, Kasihan Bantul. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran pengetahuan bahaya merokok pada masyarakat di Dusun Ngebel, Kasihan Bantul. Manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah memberikan informasi ilmiah METODE PENELITIAN Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah observasional dengan desain cross sectional dan jenis data kuantitatif dengan kuesioner. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Dusun Ngebel, Kasihan Bantul. Waktu penelitian ini dilaksankan pada bulan Januari Populasi dan subyek penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat di Dusun Ngebel, Kasihan, Bantul. Jumlah penduduk adalah warga. Subyek pada penelitian ini adalah masyarakat 4 Dusun Ngebel laki-laki yang berusia Analisis deskriptif bertujuan untuk tahun.untuk menentukan mendeskripsikan atau subyek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan Teknik Probability Sampling yaitu teknik pengambilan menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau sampel yang memberikan peluang generalisasi 8. yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel 8. Metode yang digunakan adalah Simple Random Sampling yaitu pengambilan anggota sampel populasi yang dilakukan secara acak.jumlah subyek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah 105 orang. Analisis Data HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Hasil penelitian gambaran pengetahuan bahaya merokok pada masyarakat Dusun Ngebel, Kasihan Bantul berdasarkan karakteristik responden berdasarkan usia dan pendidikan: Analisis data pada penelitian ini adalah dengan analisis deskriptif. 5 Tabel 1. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Usia No Usia Banyaknya % tahun 58 55, tahun tahun 6 5,7 Jumlah Sumber : WHO, Global Adult Tobacco Survey 2011 Berdasarkan pada Tabel 1 menunjukkan bahwa hasil penelitian terhadap 105 responden laki-laki maka didapatkan data usia responden terbanyak adalah tahun sebanyak 58 responden (55,3%). Usia responden tahun sebanyak 41 responden (39%) dan usia tahun sebanyak 6 responden (5,7%). Tabel 2. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan No Tingkat pendidikan Banyaknya % 1. Tidak Sekolah 9 8,6 2. Tidak Tamat SD 7 6,7 3. SMP 16 15,2 4. SMA 46 43,8 5. Perguruan Tinggi 27 25,7 Jumlah Berdasarkan Tabel 2 menunjukkan bahwa didapatkan tingkat pendidikan responden adalah perguruan tinggi sebanyak 27 responden (25,7%), SMA sebanyak 46 responden (43,8%), tingkat pendidikan SMP sebanyak 16 responden (15,2%), tidak tamat SD sebanyak 7 responden (6,7%) dan tidak sekolah sebanyak 9 responden (8,6%). Disimpulkan bahwa tingkat pendidikan responden di Dusun Ngebel Kasihan Bantul terbanyak adalah SMA. 6 Gambaran pengetahuan dan mulut dapat dilihat pada tabel 6 masyarakat Dusun Ngebel tentang sebagai berikut: bahaya merokok bagi kesehatan gigi Tabel 3. Distribusi Frekuensi Pengetahuan Responden No Pengetahuan Banyaknya % 1. Rendah 28 26,7 2. Cukup 54 51,4 3. Tinggi 23 21,9 Jumlah Berdasarkan Tabel 3 Distribusi frekuensi menunjukkan bahwa hasil penelitian pengetahuan responden dalam kategori tinggi sebanyak 23 responden (21,9%), kategori cukup sebanyak 54 responden (51,4%) dan kategori rendah sebanyak 28 pengetahuan bahaya merokok pada masyarakat Dusun Ngebel, Kasihan Bantul berdasarkan usia dapat dilihat pada Tabel 4 sebagai berikut: responden (26,7%). Usia Tabel 4. Distribusi Frekuensi Pengetahuan Berdasarkan Usia Pengetahuan Kurang Cukup Baik Jumlah tahun tahun tahun Jumlah % 28 26,7% 54 51,4% 23 21,9% % Sumber : WHO, Global Adult Tobacco Survey, Berdasarkan Tabel 4 menunjukkan hasil analisis data diperoleh sebagian besar responden mempunyai pengetahuan cukup dan umur tahun sebanyak 34 orang, namun ada sedikitnya 1 orang responden mempunyai umur Distribusi dan frekuensi pengetahuan bahaya merokok pada masyarakat Dusun Ngebel, Kasihan Bantul berdasarkan pendidikan dapat dilihat pada tabel berikut: tahun dengan pengetahuan yang cukup dan tinggi. Tabel 5. Distribusi Dan Frekuensi Pengetahuan Pada Masyarakat Dusun Ngebel Kasihan Bantul Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tingkat pendidikan Pengetahuan Rendah Cukup Tinggi Jumlah Tidak Sekolah Tidak Tamat SD SMP SMA PT Jumlah % 26,7% 51,4% 21,9% 100% Berdasarkan Tabel 5 menunjukkan hasil analisis data diperoleh sebagian besar responden mempunyai pengetahuan cukup dan 25 orang, namun ada sedikitnya 1 orang responden mempunyai pendidikan tidak tamat SD dan SMP dengan tingkat pengetahuan tinggi. tingkat pendidikan SMA sebanyak 8 Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian gambaran pengetahuan terhadap kesehatan gigi dan mulut pada masyarakat Dusun Ngebel, Kasihan Bantul terhadap 105 responden lakilaki dan perokok aktif, maka didapatkan responden terbanyak berusia tahun dengan total 58 responden (55,3%). Masyarakat Dusun Ngebel dengan usia tahun mempunyai pengetahuan kategori cukup yaitu dengan total 34 responden (32,4%). Hal ini sesuai dengan penelitian Setianingrum, yang menyebutkan bahwa kategori kurang terbanyak terdapat pada usia tahun yaitu dengan total 15 responden (14,3%). Usia tahun dengan total 6 responden (5,7%). Masyarakat dengan usia 45 sampai 50 tahun masuk dalam kategori middle age atau usia pertengahan 10. Usia tua biasanya mempunyai pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut yang baik karena pengetahuan usia tua dapat diperoleh oleh beberapa hal yaitu, pendidikan, status sosial ekonomi, pengalaman, informasi media massa dan lingkungan 4. pengetahuan remaja yang tinggi Dari hasil penelitian terdapat dapat memudahkan responden mengenali penyakit. Usia tahun mempunyai responden dengan total 41 responden (39%) 9. Pada penelitian ini responden dengan pengetahuan yang masuk kedalam 46 responden (43,8%) yang berpendidikan SMA dan memiliki pengetahuan cukup. Pengetahuan kategori cukup juga terdapat pada perguruan tinggi dengan total 12 responden (11,4%). Responden 9 dengan tingkat pendidikan paling sedikit adalah tidak tamat SD dengan total 7 responden (6,7%) dengan pengetahuan kategori rendah yaitu sebanyak 4 responden (3,8%). Tingkat pendidikan SMA sederajat dari responden menunjukkan kemampuan dalam berfikir dan memahami semakin bertambah dan dalam mengambil keputusan sesuai apa yang dikehendaki dan menurut Bantul adalah cukup yaitu sebesar 54 responden (51,4%). Kategori rendah pada peringkat kedua dengan jumlah 28 responden (26,7%) dan pengetahuan kategori tinggi pada peringkat terakhir dengan total 23 responden (21,9%). Usia dan tingkat pendidikan seseorang tidak dapat mempengaruhi pengetahuan, hal ini ditunjukkan dengan hasil penelitian yang sudah dilakukan yaitu mereka benar serta sesuai dengan pengetahuan kategori cukup realita sesuai dengan pengalaman pengetahuan yang diperoleh. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan tentang bahaya merokok bagi kesehatan gigi dan mulut pada masyarakat Dusun Ngebel, Kasihan berdasarkan pendidikan diperoleh sebagian besar dari responden dengan tingkat pendidikan SMA dengan total 25 responden (23,8%) dan usia usia tahun dengan pengetahuan kategori cukup dengan total 58 responden (55,2%). KESIMPULAN Penelitian mengenai gambaran pengetahuan bahaya merokok pada masyarakat di Dusun Ngebel, 10 Kasihan Bantul dapat disimpulkan bahwa : 1. Pengetahuan bahaya merokok pada masyarakat di Dusun Ngebel, Kasihan Bantul adalah cukup. 2. Pengetahuan bahaya merokok pada masyarakat di Dusun berdasarkan pada usia tahun dengan tingkat pendidikan SMA dikategorikan cukup, pada usia tahun dan usia tahun dikategorikan rendah. 3. Usia dan pendidikan berpengaruh terhadap pengetahuan bahaya merokok terhadap kesehatan gigi dan mulut pada masyarakat di Dusun Ngebel, Kasihan Bantul. Ngebel, Kasihan Bantul SARAN Adapun saran yang dapat kesehatan gigi dan mulut dengan penelti berikan pada penelitian ini adalah : memberikan kesehatan. penyuluhan 1. Diharapkan pelayanan kesehatan sekitar Dinas Kesehatan ke puskesmas untuk meningkatkan pengetahuan responden tentang pentingnya bahaya merokok bagi DAFTAR PUSTAKA 1. World Health Organization. (2008). WHO Report on the 2. Peneliti berikutnya diharapkan dapat memperluas area penelitian dengan jumlah responden lebih banyak sehingga mendapatkan keakuratan data. Global Tobacco Epidemic: Tobacco-Global Agent of Death,Diaskes pada 27 Maret 2014, dari 11 er/mpower_report_tobacco_crisis _2008_pdf. 2. Gondodiputro S. (2010). Bahaya Tembakau Dan Bentuk-Bentuk Sediaan Tembakau. Bandung : Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran. 3. Kusuma, Andina R. P. (2011). Pengaruh Merokok Terhadap Kesehatan Gigi dan Rongga Mulut. Majalah Sultan Agung, 49 (124). Purworejo.Skripsi. dipublikasikan. Tidak 10. World Health Organization. (2011). Global Adult Tobacco Survey: Indonesia Report Dsiaskes pada 16 April 2014, dari bacco/data/gats_indonesia_2011. pdf. 4. Notoatmodjo, S. (2007). Promosi Kesehatan & Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta. 5. Lelyati, S. (1996). Kalkulus Hubungannya dengan Penyakit Periodontal dan Penangannya, Cermin Dunia Kedokteran, no.113, h Notoatmodjo, S. (2003). Ilmu Kesehatan Masyarakat.Jakarta: Rineka Cipta. 7. Thirthankar, R. (2002). Economic History and Modern India:Redefining the Link. Journal of Economic Perspectives. 8. Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. 9. Setianingrum, Ratri. (2009). Hubungan Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Bahaya Merokok Dengan Perilaku Merokok Pada Remaja Di Desa Boro Wetan Kecamatan Banyu Urip 12
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks