Fakutas Teknik UGM; Pusat Studi Lingkungan Hidup UGM. Abtsrak. Abstract

Please download to get full document.

View again

of 15
0 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
J. MANUSA DAN LNGKUNGAN, Vol. 16, No.3, Novernber 2009: NDEKS BOTK TNGKAT FAMLY: UPAYAAWAL PENYUSUNAN NDEKS BOTK UNTUK SUNGA TROPS NDONESA (Famely Biotic ndex: Prelimenary Establishment of Biotic
Document Share
Document Transcript
J. MANUSA DAN LNGKUNGAN, Vol. 16, No.3, Novernber 2009: NDEKS BOTK TNGKAT FAMLY: UPAYAAWAL PENYUSUNAN NDEKS BOTK UNTUK SUNGA TROPS NDONESA (Famely Biotic ndex: Prelimenary Establishment of Biotic ndex for ndoensian Tropical Stream) Sri Puji Saraswati Laboratorium Teknik Penyehatan dan Lingkungan, Jurusan Teknik Sipil & Lingkungan, Fakutas Teknik UGM; Pusat Studi Lingkungan Hidup UGM. Diterima : 3 Agustus 2009 Disetujui: l4 September 2009 Abtsrak Suatu indeks biotik dicoba dikembangkan untuk sungai tropik di ndonesia, dengan menggunakan uji penelitian di sungai Gajahwong di Yogyakarta. Variabel lingkungan yang diperoleh pada musim kemarau dan musim hujan diklasifikasikan berdasarkan lokasi sampel menurut penurunan gradien di sumbu dan sumbu 2 darianalisis Komponen Utama (Principle Component Analysis). Tiga metode analisis digunakan untuk menghasilkan indeks biotik makroinvertebrata/ makrobenthos yang ada di sungai yang dipengaruhi oleh limbah rumah tangga dan industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks biotik yang disusun dapat digunakan sebagai indikator yang baik untuk merefleksikan kondisi habitat di sungai yang diteliti dan memberikan nilai korelasi yang baik dengan indeks lain yang menggunakan identifikasi tingkat famili. Kata kunci : indeks biotik, makroinvertebrata, Analisa Komponen Utama Abstract A biotic index wa.s tried to be developed for ndonesian tropical stream, taking as a test case Ga.jahwong Stream in Yog,takarta. Environmenlal variables investigated in dry season and rainy season are classifed based on the sampling sites according to decreasing gradienl in axis and axis 2 of Principal Component Analysis. Three metrics were used to derive the tolerance value of macroinvertebrates assemblages in stream affected by municipal and industrial waste. The result showed that the tolerance values derived is a good indicator in reflecting the habitat condition in the studv.stream and ltave good relationship to the other index of family level identifcation. Keltv,ords : hiotic index, macroinvertebrates, Principal Componen Analysis PENDAHULUAN Kualitas biologi sungai sudah banyak dikaji dengan menggunakan berbagai indeks (Hellawell,l986, Cairns and Pratt, 1993). Beberapa peneliti membuktikan bahwa indeks biotik tertentu terbukti terkait langsung dengan lingkungan yang dikaji sehingga dapat menggambarkan kualitas biologi perairan (Zamora Munoz and Tercedor, 1996), meskipun peneliti lain (Hellawell, 1986, Nonis and Georges, 1993) menyarankan untuk menggunakan beberapa indeks agar bisa merefleksikan problem lingkungan dengan lebih baik. Sebagian besar indeks biotik tersebut dikembangkan secara empiris di Eropa atau 154 J. MANUSA DAN LNGKLTNGAN Voi. 16, No.3 Amcrika (Nonis and Georges, 1993) dengan pendekatan analisis data secara kuantitatif dan semikuantitatif (Wright et al, 1984, Moss et al, 1987, Ormerod and Edwards, 1987, Lenat. 1993) maupun kualitatif ((Hellawell,, 1986, Martin' 2004). Penggunaan indeks tersebut khususnya yang berdasarkan data kualitatif, termasuk dalam pendekatan kajian biologi secara cepatlrapid bioasessment approach (Rosenberg and Resh, 1993), telah banyak digunakan secara luas oleh peneliti lokal dalarn kajian habitat atau kajian-kualitas air sungai di ndonesia. Tcntunya penggunaan indeks ini patut diragukan, apakah indeks yang sama dapat diaplikasikan dengan baik di ndonesia mengingat beberapa fauna secara tipikal berbeda dengan kondisi lingkungan keairan di negara bermusim dingin (Payne, 1986, Dudgeon, 1999). Dalam penelitian ini, akan dikembangkan indeks biotik yang merangkum informasi lingkungan tentang indeks biotik suatu makrobenthos yang ada di sungai yang menerima limbah dari pemukiman dan industri. Analisis Komponen Utama digunakan untuk mengklasifikasikan lokasi sarnpel menurut data fisik-kimia dan menyederhanakan struktur dan dimensi variabel kualitas airnya untuk membantu mengintepretasikan data. Tiga metode digunakan dalam menyusun indeks biotik yang diteliti dan BMWP (Bi ilogical Monitoring Working Party) atau indeks biotik BMWP terkoreksi tingkat identifikasi famili (Martin, 2004) dipilih untuk dibandingkan dengan 3 jenis indeks biotik yang disusun tersebut. LOKAS PENELTAN Tcrdapat tiga daerah aliran sungai di Propinsi DY yaitu Serang, Progo dan Opak. Sungai Gajahwong, sungai yang diteliti merupakan anak sungai dari Sungai Opak. Semua sungai mengalir kearah selatan ke Samudra Hindia dengan kemiringan 0-4o (0,011). Sungai Gajahwong dengan panjang! 33,265 km dengan luas daerah tangkapan air sekitar 65,163 km2, Tiga puluh lokasi sampel di sungai Gajahwong terletak rnulai dari hulu 60,745 km sampai kira-kira 31,01 km dari rnuara (atau 3 km di hulu pcrtemuan airnya dengan sungai Opak) dengan rerata kemiringan 0,016. (lihat Gambar l). Debit sungai terganfung musim dan mata air sungai. Kondisi geologi dan geomorfologi dari sistem sungai ini memiliki koefisien permeabilitas yang tinggi sebagai hasil sediment volkanologi yang tidak terkonsolidasi, dari gunung Merapi yang terletak di hulu sungai. Kondisi hujan di sungai Gajahwong berdasarkan data hujan tahun l99l di 5 stasiun bervariasi antara 3-23 mm/hari dalam musim hujan dan 0-6 mm/hari di musim kemarau. Musirn hujan terjadi pada bulan Novernber - April, dan musim kemarau Mei - Oktober (Saraswati, 2000). Hujan tertinggi di rnusim hujan tercatat l0 mm/jam berlangsung lebih dari 3.5 jam ((Kompas, February 24'n 2005). Polusi di Sungai Gajahwong Ada banyak sumber polutan ke sungai dari sumber point dan non point , termasuk di dalamnya iri gasi pertanian, pembuan gan imbah pemukiman, industri makanan skala rumah tangga, pabrik susu dan pabrik kulit (selatan daerah aglomerasi, di Kabupaten Bantul, di lokasi 14,21,23,24 dan 28) sernentara di bagian hulu (Kabupaten Sleman, di lokasi -17) dari pertanian, pemukilnan, peternakan ayam (Gambar 2). Air sungai ini ternyata juga digunakan untuk keperluan dornestik seperti rumah tangga, irigasi, perikanan dan penggelontor saluran limbah. Terdapat banyak bendung di sungai rnulai dari hulu hingga hilir, dan perubahan lahan dari pertanian ke pemukiman sangat intensif. Beberapa bagian sungai rendah dan sering terjadi banjir saat intensitas hujan tinggi,, area tersebut di lokasi dan lokasi Kondisi tipikal beberapa lokasi studi seperti tersaji dalam Gambar 2. Sebagian daerah di daerah tangkapan air sungai Gajahwong difasilitasi dengan saluran November 2009 SARASWAT, S.P., NDEKS BOTK TNGKAT FAML r55 Gambar l. Lokasi penelitian (30 titik) di sungai Gajahwongr DY, ndonesia drainase dan sistem saluran air limbah, dan sebagian air limbahnya diolah di nstalasi Pengolahan Air Limbah Terpadu, Sewon Kabupaten Bantul (YUMS, 1999).'Ke hilir sungai (ke arah selatan) banyak terjadi konversi lahan pertanian menjadi pemukiman, oleh karenanya banyak titik-titik buangan limbah dan drainase ke sungai. Walaupun pemerintah setempat telah mendeklarasikan sungai ini sebagai salah satu target PROKASH sejak tahun 1991, polusi tetap berlangsung. Nilai variabel kualitas air rerata bulanan pada musim hujan bervariasi antara 4-5 mg/l untuk DO dan l0-20 mgil untuk kualitas COD di bagian hulu sungai (lokasi - l6); sementara itu konsentrasi DO 3-4 ngll dan konsentrasi COD rng/l di bagian tengah sungai (lokasi 17-27) ; scdangkan di bagian hilir sungai yaitu lokasi 27 konsentrasi DO 4-5 mg/l dan COD 15 * 20 mgll dan saat ini kurang lebih tetap sama (Bapedalda, 1999). METODE Metode Pengambilan Sampel Kualitas Air Survei Lapangan Sampel air sungai di kumpulkan dari 3 musim: musim kemarau 2002 (Agustus - Novernber 2002), musim hujan December April 2003 dan musim kemarau Juli - Oktober 2003 di 30lokasi pengambilan sampel makrobenthos. ntensitas hujan harian rerata terukur di stasiun hujan Kemput, Prumpung, Santan, Karangploso, Tanjungtirto pada musim kemarau pada umurnnyakurang dari 5 mm/hari sementara intensitas hujan harian rerata pada musim hujan + l0 mm/hari (Anugrah, 2006). 156 J. MANUSA DAN LNGKUNGAN Vol. 16, No.3 LPSTREAM _J Domeslic Donrestic- CiW cafe lrrigation Domestic. pig cultureipoultry rrigation. restaurant. f f)omestic -4; university. poultry. domestic rrigation. 0 9 S rri gation. domcstic.. frylf lrrigatiorr. donres tic j5 _t [d -l --l tr i'or, *,\r*jo N :H Fr'{9 }.a4, - -l s..fg hra t:r., lorei.r t! Dornestic, zoo Domestic. pig cuhure )onrestic. prawn factory Domeslic 'l'enrpe honre industry. dorrrestic Dorrrestic Donrestic J DOWNSTREAM l)omestic -\:;rr lkt t , c L Note : Source is either point, non point, distributed point Gambar 2. Sumber polusi di Sungai Gajahwong Nor cnrher 2(X)9 SARASWAT. S.P.. NDEKS BOTK TNGKAT FAML t57 (a) (c ) (d) Gambar 3. Kondisi lingkungan beberapa lokasi sampel penelitian (a) di hulu di lokasi 3, (b) ttagian tengah di lokasi 16, (c) hilir di lokasi 25, (d) lokasi rawan banjir di lokasi Sanrpcl arr clianalisis untuk paranratcr clasar kualitas air yaitu suhu. ph. daya hantar listrik (tlci Elcctric Concluctivity). oksigcn tcrlarut (DO). kckcruhan. dan COD. mcnunrt standar nasional lndoncsia (SN. 1989) yang sclaras dcngan Standar Metode Analisis Air Amcrika (APHA. l99tt), Scribu ( 1000) rnl air diarnbil dari sctiap lokasi sarnpel bcrsarla-saffla dcngan pcngarnbilan 3 botol DO bcrukuran 125 rnl. Untuk nlcnlpcrolch nilai rcrata kualitas air dan untuk mcneliti variabilitas data, pcnganrbilan sanrpcl harian dilakukan dcngan 3 kali kc lapangan dalam sctiap musim. Pcngukuran langsung di lapangan dilakukan tuntuk suhu udara dan air dengan nlcngguuakan thennometcr, ph dan daya hantar listrik dcngan HACH CO 150. Pcngambilan sanrpel di 30 lokasi bcrlangsung dari pukul hingga pukul Dcbit, kedalaman. lcbar dan kecepatan air diukur di 3 titik di sctiap lokasi sarntrrcl sclarna hari pcngambilan sampcl. ANA, S S LABORATOR TJ NT DO di arralisis clcnsan nrctoc{c yodorlrctric (n:itlu modilit'utiorr) scsuai SN yang diadopsi clari methodc Wrinklcr clari Stan-dard Method (APHA, 1998). Kckcruhun (turbitlit1,) diukur rncltgqunakarr Lanrottc 2020 scrncntara COD di analisis dcrrgarr nrctodc t i r ime ric' mcnggunakan lamtan stanclar KMnO.. Sclama di analisis di labora-toriunr, saunpcl disimpan clalanr lcurari pcrrdingin (* { 9. Sampel Makroinvertebrata Data makrobenthos dikumpulkan dalam 3 musim, pada br.rlan Oktober untuk akhir musirn kering 2002 (curah hujan harian rcrata harian bulan Oktobcr nirn/hari), bulan April trntuk akhir musim hujan (curah hujan harian rcrata bulan April + (r rnnr/hari) 2003 dan bulan Scptcmbcr trntuk musim kcmarau 2003 (curah hulan harian rcrata bulan 158 J. MANUSA DAN LNGKUNGAN Vol. l6,no.3 September 0,5 mmihari). Sampel invertebrata dasar sungai di kumpulkan di setiap lokasi sampel, di areal l0 m ke hulu dan l0 m ke hilir dari titik pengambilan sampel air. Pada setiap lokasi pengambilan sarnpel mengikuti pola 2,,4 survevormengutip batu secara random dan makrobenthos dikurnpulkan dengan menggunakan kuas cat kemudian disimpan dalam botol polyvinyl A 2.5 cn yang berisi 70% ethanol. Sementara memungut batu kerakal alat surber (0.09 m2, 500 um mesh) diletakkan di bagian hilir segmen lokasi pengambilan sampel untuk menjaring makrobenthos lain. nvertebrata yang terjaring dikumpulkan bersama dalam 4 botol sampel. Lama pengambilan sampel di lapangan 20 menit untuk setiap lokasi dengan 4 surveyor. Di lokasi di mana dasar sungai berupa substrat didominasi pasir dan lumpur dengan sedikit kerikil dan kerakal, sampel diambil menggunakan weighted bottom sampler (30 cm long, 30 cm Ahome made sampler which adopt the Eickman grab sampler) dan sedimentnet O 30 cm. Semua sampel disimpan dalam ethanol 70% dan diidentifikasi di laboratorium sampai taxa serendah mungkin, genera dari famili dengan binokuler lapangan Nikon (Fabre mini). ANALSS DATA Rcrata dan standard deviasi dari parameter kualitas air di setiap lokasi dalam 3 musim penelitian dihitung seperti disajikan dalam Gambar 4. Analisis Komponen Utama (PCA) digunakan untuk mengevaluasi variasi total dan mengidentifikasi gradient lingkungan mayor. Rerata variabel kualitas air di transformasi dan matriks covarian digunakan untuk men standari sasi data dan memin imalkan variasi yang disebabkan oleh perbedaan skala kualitas air. Sebelum analisis multivariate dilakukan, data lokasi 6 dikeluarkan dari data musim kemarau 2002 karena tidak terdapat air di lokasi tersebut, kemudian data diuji multikolinearitas untuk 89 unit sampel. nterpolasi linear digunakan untuk melebarkan nilai sumbu- Komponcn Utanra (Principal Component) menjadi rentang skala - l0 nilai/skorkualitas air untuk menyusun indeks biotik untuk beberapa famili yang ditemukan berjumlah sekurang-kurangnya 0 individu famili. Untuk memperkirakan indeks biotik makrobenthos, digunakan data keberadaan/ tidaknya Qtresence/absence data) dan kelimpahan relatif (relative ahundance) juga jumlah individu dasar (raw individual numbers). Famili dengan intoleran polutan mempunyai skor tinggi dan famili dengan toleran polutan mempunyai nilai skor rendah. Pengukuran indeks polusi di setiap lokasi sampel berdasarkan ketiga metode perhitungan indeks biotik digunakan untuk'menghitung indeks biotik. Kondisi/performa indeks selanjutnya akan dibandingkan dalam hal kemudahan aplikasinya dan keakuratan mendeteksi dampak dari kondisi lapangan yang ada, sebagai suatu caralalat untuk mengkaji kualitas perairan sungai (stream water quality ossessment). HASL DAN PEMBAHASAN Di awal analisis PCA, 2 sumbu pertama rnampu menjelaskan lebih dari 8 5o/o dan sumbu nya dapat menjelaskan lebih dari 70% variabel lingkungan nya dan COD, daya hantar listrik (Electric conductivity/ec) dan kekeruhan (turbidiry) mempunyai nilai positif yang si gn ifi kan di sumbu ny a. N e ga t if o adingl' dipresentasikan oleh DO di sumbu 2. Analisis PCA digunakan untuk memposisikan kelompok lokasi sampel terhadap 3 musim kondisi perubahan variabel kualitas airllingkungan. Gambar 5 menyajikan sumbu dan sumbu 2 analisis PCAdan plot dari lokasi-lokasi sampel yang terklaster mengikuti urutan penurunan kualitas air sepanjang gradien sumbu 1. Dua sumbu pertama PCA menunjukkan 81.70% varian, dengan 59.01%o menjelaskan varian di sumbu. Variabel EC dan kekeruhan (turbidity) memiliki positive loading yang signifikan pada sumbu sementara DO mempunyai signifikan negative loading . Loading yang signifikan pada sumbu 2 merepresentasikan gradien positif kenaikan COD. November 2009 SARASWAT, S.P., NDEKS BOTK TNGKAT FAML ^ 350 E :oo {. zso? zoo tso loo 50 o ^-,,.lr tlgr.t Performa EC di 3 muslm a 91O11t EC rerata 2OO2 +EC rerata Z0OZ2OO3 EC rerata 2OO3 Lokasl l4 Qrz 910 g o Performa COD dt 3 mushn r Lok sl.- COO rerata 2OO2 COD rerata 2OO2/2OO3 --a-cod rerata 2OO3 Per{orma DO di 3 musim ^6-5oE4 3 2 o DO rerata 2OO2 DO rerata 2OO2/2OO3 --*-DO rerata 2OO3 Slte Gambar 4. Performa EC, COD dan DO pada 3 musim data penelitian o'.2- cod -o o lar rs r 6 lot.,? {tr' t.23 f28,r.29 ro #, LaRL zt {?,'.30 Turbidity Gambar 5. Biplot dari variabel kualitas air di 30 lokasi sampel, pada 3 musim observasi 160 J. MANUSA DAN LNGKL-NGAN Vol. 16, No.3 Koefisien struktur dari variabel kualitas air yang terukur pada 2 sumbu pertama PCA disajikan dalam Tabel 2 Koefisicn struktur adalah hubungan antara nilai asli/awal variabel dan komponen utama. Gambar 6 menunjukkan kondisi kualitas air di 3 musim observasi yang ditunjukkan dcngan data skor kualitas air dari sumbu PCA, dengan nilai rerata skor kualitas air adalah 6.31! 2.30 di mana pada musim kemarau 2002 data lokasi sampel 6 dikeluarkan dari analisis karena di lapangan tidak ada air. Sebagai prosedur awal untuk menurunkan indeks biotik, skor kualitas air dihitung dari 89 lokasi sarnpel dalam 3 musim observasi dengan sumbu PCA. Rentang skor sampel adalah - 0,1708 sampai 0,2462 ditansformasi ke rentang nilai l0 - skor kualitas air dengan interpolasi linear. Skor kualitas air l0 - menunjukkan urutan kualitas air jelek, cukup, Tabel l. Koefisien stuktur dari variabel yang rerata, baik dan sangat baik. ndeks biotik setiap taxa, kemudian dihitung, yang mengubah data invertebrata dan skor kualitas air dari setiap lokasi sampel dengan menggunakan 3 sistem/ rnetode hitung Metode hitung di aplikasikan ke identifikasi tingkat farnili dan famili yangjarang dikeluarkan dari hitungan Cara pertama adalah cacah individu dasar (raw individual number) dari taxa yang ada, dengan menggunakan rumus T, :, (N,.i. S,Y, Ni;....(l) Dengan T adalah indeks biotik dari taxa ke i, N,., adalah kelimpahan of taxa ke i pada lokasi j, S adalah skor sampel kualitas air di lokasi j yang dihitung sumbu PC,, N,, adalah jumlah cacah individu famili (the total nttmber of individual families) yang terdapat di semua lokasi. diukur, untuk 2 komponen pertama PCA Variabel Axis 1 Axis 2 EC cod DO Kekeruhan 0, , , , , , , , Total varian 59,01% 22,686% Histograrn skor kualitas air dl sungal GadJah vt ong a a!! o E g E = 2A t2 10 a o 1 F:: 1 to skor Gambar 6. Kondisi kualitas air fisik/kimia di sungai Gajahwong selama 3 musim observasi, yang sajikan dalam data skor kualitas air yang dihitung dengan sumbu PCA November 2009 SARASWAT, S.P., NDEKS BOTK TNGKAT FAML l6t Cara ke dua adalah distribusi dan kelimpahan relatif dari individu yang ada (relative abundance of individuals present), dengan nrmus T, : (, (N t /t NiJ). Sj)/tj (N,,,/,N,))...(2) Dengan T adalah indeks biotik dari taxa ke i, N,.,/, N,,, adalah kelimpahan relatif (relative abundance) dari taxa ke i di lokasi j, S,adalah skor sampel kualitas air di lokasi j yang dihitung dengan sumbu PC. t, (N,rD, N,) adalah total kelimpahan relatif di semua lokasi sampel Cara ke tiga adalah berdasarkan pada kehadiran/ ketidak hadiran Qtresence /ahsence) dari makroinvertebrata dengan memberi skor untuk kehadiran dan 0 ketidak hadiran. Rumusnya adalah T, =, (A,,,). S, /, A,, Dengan T,adalah indeks biotik dari taxa ke i, A,j adalah kehadiran (: ) dan ketidakhadiran (:0), 2 Ai.r adalah jumlah skor kehadiran dan ketidak-hadiran. Tiga jenis indcks biotik disajikan dalam table 2 dengan standard deviasi berbagai famili berkisar antara -'31-0,55 untuk metode kelimpaharr mutlak (number of abundance), untuk metode kelimpahan relativc (relative ahundance) dan trntuk metode keberadaanqtresence/ absence) taxa. Kualitas habitat di setiap lokasi sampel disajikan dalam sebuah indeks biotik dan dihitung menggunakan masing-masing indeks biotik tersebut di atas, dengan mmus B, :, ( T,r. Nij) /,N,... Dengan B, adalah indeks biotik di lokasi j, T adalah indeks biotik dari taxa ke i di lokasi j, N,, adalah kelimpahan cacah individu dari taxa i di lokasit dan,n,, adalah total cacah famili individu di lokasit Performa indeks kemudian dibandingkan, dengan menyajikan nilai indeks biotik dari semua titik lokasi sampel yang direpresentasikan dengan skor kualitas air (Gambar 7). Tabel 2. ndeks biotik yang dihitung berdasarkan (a) cacah individu (b) kelimpahan relatif, dan (c) keberada an (ltresence/absence) taxa Family Totalsites number appeared absent Raw indv numb Relative Abundc Pres/Abs BMWP/ REVSED BMWP Diptera Chironomidae r f t t3.7 Ephemeroptera Baetidae t r t Ephemeroptera Caenidae ,524 r i r1.7' Ephemeroptera Ephemerellidae r r r Ephemeroptera Heptageniidae '13 r r t / 9.8 Ephemeroptera Leptophlebiidae * r r / 8.9 Trichoptera Hydropsychidae t t 0.4't r t- Trichoptera Philopotamidae * r t t10.6 Plecoptera Perlidae r t r Coleoptera Elmidae r t t /6.4 Coleoptera Scirtidae r t r /6.5 Lepidoptera Pyralidae 108 2A r r t Hirudinea Glossiphoniidae r t t 162 J. MANUSA DAN LNGKUNGAN Vol. 16, No.3 Skor l(rralitas Air - fndeks Biotik t. c) 9 J 9o.9 -o x5 (u! cd, H a 7 a ^ U a a,l J*^ a* es*bbqb* o idn^n 5'n F ^^.f ^ab ^r ea EBsooe ' *.'r:t C' C' CDO o 234 o Nurnb Abundc a Skor cr Reltv Abundc A Presc Abs Gambar 7. Performa indeks biotik masing-masing metode penghitungan indeks biotik menurut skor kualitas air. Hasil indeks biotik yang hampir tidak berbeda, diperoleh dari indeks biotik yang dihitung dengan metode raw individual numbers dan relative abundance of individual fam i ies dari makroinvertebrata. Penclitian ini memberikan hasil bahwa COD dan E,C sa
Similar documents
View more...
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks