ejournal keperawatan (e-kp) Volume 6 Nomor 1, Mei PDF

Please download to get full document.

View again

of 7
56 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
ejournal keperawatan (e-kp) Volume 6 Nomor 1, Mei 218 PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN PERAWATAN LUKA AKIBAT KECELAKAAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP PERTOLONGAN PERTAMA PADA SISWA KELAS X DI SMK
Document Share
Document Transcript
ejournal keperawatan (e-kp) Volume 6 Nomor 1, Mei 218 PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN PERAWATAN LUKA AKIBAT KECELAKAAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP PERTOLONGAN PERTAMA PADA SISWA KELAS X DI SMK NEGERI 6 MANADOl Natalia Gabriela Christy Lasut Mulyadi Maikel Killing Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Abstract: Indonesia is the fifth country with the highest accident rate. Accidents can happen to anyone, anytime, and everywhere including at school that can cause acute injuries such open wounds and bruises. The severity of injuries sustained in addition to being determined by the potential for accidents is also determined by knowledge and attitude in first aid provision. Research objectives: To know the effect of health education on first aid knowledge and attitude to students of class X at SMK Negeri 6 Manado. Research Methods: This research uses pre-experiment research design with one group pre test - post test design. Sample: There are 16 respondents using the systematic random sampling technique. The results: Using the Wilcoxon statistical test yields a p-value =, ( α =,5). Conclusion: there is an effect of accidental wound care health education on first aid knowledge and attitude to students of class X at SMK Negeri 6 Manado. Keyword: Health Education, Level of Knowledge, Attitude, First Aid in Accidental Injuries Abstract: Indonesia merupakan negara kelima dengan angka kecelakaan tertinggi. Kecelakaan dapat terjadi pada siapa saja, kapan saja, dan dimana saja termasuk di sekolah yang juga dapat menyebabkan luka akut seperti luka robek atau memar. Tingkat keparahan dari luka yang terjadi akibat kecelakaan selain ditentukan oleh potensi kecelakaan juga dapat ditentukan oleh tingkat pengetahuan dan sikap dalam memberikan pertolongan pertama. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan perawatan luka akibat kecelakaan terhadap tingkat pengetahuan dan sikap pertolongan pertama pada siswa kelas X di SMK Negeri 6 Manado. Desain Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain penelitian pre-experiment dengan rancangan penelitian one group pre test - post test. Sampel: Sebanyak 16 responden dengan teknik Systematic Random Sampling. Hasil Penelitian: Menggunakan uji statistik Wilcoxon dengan tingkat kepercayaan 95% (α=,5%), didapatkan nilai p- value =, (α),5%. Kesimpulan: Ada pengaruh pendidikan kesehatan perawatan luka akibat kecelakaan terhadap tingkat pengetahuan dan sikap pertolongan pertama pada siswa kelas X di SMK Negeri 6 Manado. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Tingkat Pengetahuan, Sikap, Pertolongan Pertama Luka Akibat Kecelakaan 1 ejournal keperawatan (e-kp) Volume 6 Nomor 1, Mei 218 PENDAHULUAN Kecelakaan sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang dapat menimpa seseorang atau sekelompok orang. Kecelakaan bisa terjadi dimana saja seperti di rumah, di jalan, di tempat kerja bahkan di sekolah, misalnya anak terpeleset yang menyebabkan luka akut seperti luka robek atau memar, bisa juga berupa cedera ringan, sedang, berat, bahkan sampai meninggal dunia. (Waryono, 215). Setiap tahunnya di seluruh dunia terdapat sekitar 1,2 juta orang meninggal akibat kecelakaan sedangkan 5 juta lainnya mengalami luka-luka. Unicef melaporkan bahwa remaja usia 1 sampai dengan 19 tahun berjumlah 1,2 milyar sedunia dimana bahwa setiap tahun rata-rata 1,4 juta remaja mengalami kecelakaan (Saputro, 217). Indonesia sendiri merupakan negara kelima dengan angka kecelakaan tertinggi. Kecelakaan di Indonesia oleh World Health Organisation (WHO) dinilai menjadi pembunuh terbesar ketiga setelah penyakit jantung koroner dan tuberculosis (TBC). Pada tahun 214 terdapat kejadian kecelakaan dengan korban jiwa, luka berat dan jiwa luka ringan (Fika, 214). Di Sulawesi Utara, menurut data yang diperoleh dari Direktorat lalu lintas Polda Sulut, pada tahun 212 jumlah kecelakaan lalu lintas tercatat kejadian. Tahun 21 tercatat 1.28 kejadian. Sedangkan pada tahun 214, tercatat ada 41 kecelakaan lalu lintas. Data Direktorat Lalu Lintas Polda Sulut (21) menjabarkan dalam kurun waktu 1 januari hingga september 21, tercatat 248 orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Sulawesi Utara, 441 orang luka berat, dan ada 918 orang luka ringan (Fitria, 214). Pertolongan pertama pada kecelakaan (PK) ditujukan untuk memberikan perawatan darurat bagi para korban sebelum pertolongan lebih lanjut diberikan oleh petugas kesehatan lainnya. Manusia sebagai makhluk sosial hendaknya senantiasa memberikan bantuan kepada orang lain yang membutuhkan, diantaranya adalah memberikan pertolongan. Sementara itu meningkatnya suatu pengetahuan dapat dilakukan dengan pemberian pelatihan atau dengan pendidikan kesehatan (Sudiatmoko, 211). Saat ini masih kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penanganan yang tepat terhadap luka yang terjadi akibat kecelakaan dan dapat memperparah kondisi luka. Kondisi kegawatdaruratan seperti ini dapat terjadi dimana saja, maka peran serta dari orangorang yang berada di lingkungan sekitar diperlukan untuk membantu korban sebelum ditangani oleh petugas kesehatan. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilaksanakan pada tanggal 9 November 217 berdasarkan wawancara dengan salah satu guru SMK Negeri 6 Manado, didapatkan bahwa terdapat 169 siswa yang bersekolah di SMK Negeri 6 Manado dengan jumlah siswa kelas X sebanyak 179. Peneliti memilih melakukan wawancara dengan siswa kelas X karena siswa kelas X berusia tahun dimana merupakan masa transisi dalam rentang kehidupan manusia yang menghubungkan masa kanak-kanak dan masa dewasa yang ditandai oleh adanya perkembangan intelektual, pada masa ini juga mereka mulai dapat berfikir logis dan memiliki wawasan berfikir yang semakin meluas. Hasil wawancara yang diperoleh dengan beberapa siswa dan guru didapatkan bahwa kejadian kecelakaan di sekolah mengakibatkan terjadinya cedera, luka robek dan luka lecet. Hasil survey dengan melakukan wawancara pada 1 siswa kelas X, didapatkan bahwa 6 siswa masih belum paham hal apa yang harus dilakukan saat terjadi kecelakaan di sekolah.berdasarkan uraian tersebut, peneliti tertarik melakukan penelitian untuk mengetahui Pengaruh Pendidikan Kesehatan Perawatan Luka Akibat Kecelakaan Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap Pertolongan Pertama Pada Siswa Kelas X Di SMK Negeri 6 Manado. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan desain penelitian pre-experiment dengan rancangan penelitian one group pre test - post test. Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 6 Manado pada bulan Desember 217 sampai Maret 218. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas X keperawatan SMK Negeri 6 Manado yang berjumlah 179 siswa. Sampel diambil dengan perhitungan sampel eksperimental menurut Supranto J (2) dengan teknik pengambilan sampel 2 ejournal keperawatan (e-kp) Volume 6 Nomor 1, Mei 218 menggunakan systematic random sampling yaitu pengambilan sampel secara acak sistematik, pengambilan sampel dilakukan dengan membagi jumlah sampel yang diinginkan. Sampel diambil dengan membuat daftar anggota populasi secara acak antara 1 sampai dengan banyaknya anggota populasi. Kemudian membagi dengan jumlah sampel yang diinginkan, hasilnya sebagai interval adalah X, maka yang terkena sampel adalah setiap kelipatan dari X tersebut (Notoatmodjo. 212).. Instrumen yang digunakan yaitu jenis kuesioner skala Guttman dan Likert yang dibuat sendiri oleh peneliti berdasarkan materi pertolongan pertama pada luka akibat kecelakaan untuk mengukur tingkat pengetahuan dan sikap siswa tetang pertolongan pertama pada luka akibat kecelakaan. Dimana terdapat 14 pertanyaan untuk kuesioner tingkat pengetahuan dan terdapat 1 pertanyaan untuk kuesoner sikap. HASIL dan PEMBAHASAN Karakteristik Responden Tabel 1. Distribusi Responden Berdasarkan Usia Usia n % 14 tahun 15 tahun 16 tahun ,8 75, 6,2 Total 16 1 Sumber: Data Primer, 218 Hasil distribusi tabel 1 karakteritik responden menurut umur yaitu sebagian besar responden adalah 15 tahun dengan jumlah responden 12 responden (75,%). Tabel 2. Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin n % Perempuan Laki-Laki 1 81,2 18,8 Total 16 1 Sumber: Data Primer, 218 Hasil distribusi table 2 karakteristik responden menurut jenis kelamin yaitu sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan dengan jumlah responden 1 responden (81,2 %). Analisa Univariat Tabel. Distribusi Tingkat Pengetahuan Responden Pre Test - Post Test Variabel Mean Median SD Min- Max Pre Test Post Test 6,62 1,62 7, 11, Sumber: Data Primer, Hasil uji statistik pada tabel menunjukkan bahwa rata-rata pre test tingkat pengetahuan dari responden yaitu 6,62 dengan standar deviasi, sedangkan post test tingkat pengetahuan dari responden rata-ratanya lebih tinggi yaitu 1,62 dengan standar deviasi. Berdasarkan nilai tersebut, maka tingkat pegetahuan tentang pertolongan pertama pada kecelakaan adalah sebagai berikut: Tabel 4. Distribusi Frekuensi dan Kriteria Pengetahuan Pre Test - Post Test Tingkat Pre Test Post Test Pengetahuan n % n % Kurang Cukup Baik 1 18,8 81, , 75, Total Sumber: Data Primer, 218 Pengetahuan responden tentang pertolongan pertama pada kecelakaan sebelum diberikan pendidikan kesehatan sebagian besar adalah cukup yaitu 81,2%. Pengetahuan tentang pertolongan pertama pada luka adalah pemahaman responden yang diperoleh dari sumber informasi ataupun dari pengalaman yang mereka dapatkan di lingkungan mereka. Ketika seseorang mendapati orang disekitar mereka mengalami kecelakaan, maka dilakukanlah upaya tindakan pertolongan pertama oleh orang yang pada saat itu dianggap paling mengerti dan memahami tentang pertolongan pertama. Ketika melihat kejadian tersebut, maka orang tersebut telah memperoleh informasi tentang tindakan pertolongan pertama dan mereka akan menganalisisnya dan menjadikannya sebagai pengetahuan tentang pertolongan pertama (Saputro, 217). Hubungan informasi dan pengalaman terhadap pengetahuan ejournal keperawatan (e-kp) Volume 6 Nomor 1, Mei 218 sebagaimana dikemukakan oleh Notoatmodjo (21) bahwa, salah satu faktor yang mempengaruhi pengetahuan adalah pengalaman. Penelitian ini juga terdapat 18,8% responden yang memiliki pengetahuan tentang pertolongan pertama pada luka yang kurang baik. Kondisi ini salah satunya disebabkan adanya rasa takut remaja pada kecelakaan, sehingga mereka cenderung menghindari sesuatu yang berkaitan dengan kecelakaan. Hal ini sebagaimana ditunjukan dalam penelitian Saptaningrum (216) yang menyebutkan bahwa salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya pengetahuan remaja tentang pertolongan pertama pada suatu penyakit, adalah adanya rasa takut remaja terhadap penyakit tersebut misalnya keracunan, kecelakaan dan sebagainya, sehingga remaja cenderung menghindari semua hal yang berkaitan dan menyebabkan pengetahuannya menjadi rendah. Pengetahuan siswa tentang pertolongan pertama pada luka setelah diberikan pendidikan kesehatan sebagian besar adalah baik yaitu 12 siswa (75%) dan terdapat 4 siswa (25%) yang menunjukan pengetahuan cukup baik. Dari 4 responden yang memiliki pengetahuan cukup baik setelah diberikan pendidikan kesehatan 2 responden sebelumnya memiliki pengetahuan kurang baik dan 2 responden yang lain sebelumnya memiliki pengetahuan cukup baik yang sama. Sedangkan dari 12 responden yang memiliki pengetahuan baik setelah diberikan pendidikan kesehatan 11 responden sebelumnya memiliki pengetahuan cukup dan 1 responden sebelumnya memiliki pengetahuan kurang baik. Hasil data tersebut setelah dilakukan perlakuan dengan pendidikan kesehatan yang paling banyak yaitu responden yang memiliki pengetahuan baik, hal ini menunjukan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan terhadap pengetahuan siswa. Menurut teori yang dikemukakan oleh Notoatmodjo (21) bahwa pengetahuan adalah hasil tahu dan terjadi setelah seseorang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan terjadi melalui pancaindra manusia, yaitu indra penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Sebagian besar pengetahuan diperoleh melalui mata dan telinga. Salah satu faktor juga yang dapat memengaruhi pengetahuan seseorang yaitu pendidikan. Pre Test Post Test 2,18,4 21,, Sumber: Data Primer, 218 4,2 4,788 Tabel 5. Distribusi Sikap Responden Pre Test - Post Test Variabel Mean Median SD Min- Max Hasil uji statistik pada tabel 5 menunjukkan bahwa rata-rata pre test sikap dari responden yaitu 2,18 dengan standar deviasi 4,2, sedangkan tingkat pengetahuan post test dari responden rata-ratanya lebih tinggi yaitu,4 dengan standar deviasi 4,788. Berdasarkan nilai tersebut, maka tingkat pegetahuan tentang pertolongan pertama adalah sebagai berikut: Tabel 6. Distribusi Frekuensi dan Kriteria Sikap Pre Test - Post Test Sikap Pre Test Post Test n % n % Kurang Cukup Baik ,5 87, ,2 68,8 Total Sumber: Data Primer, 218 Sikap responden tentang pertolongan pertama pada luka sebelum diberikan pendidikan kesehatan yaitu 87,5% siswa memiliki sikap cukup baik dan terdapat 12,5% siswa yang memiliki sikap tentang pertolongan pertama pada luka yang kurang baik. Berdasarkan data sikap tersebut, maka disimpulkan bahwa sikap tentang pertolongan pertama pada luka sebelum diberikan pendidikan kesehatan sebagian besar adalah cukup. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Avinda (214) tentang Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan dan Sikap Siswa tentang Abortus bahwa sebelum diberikan pendidikan kesehatan rata-rata sikap dari responden cukup baik yaitu 6,4%. 4 ejournal keperawatan (e-kp) Volume 6 Nomor 1, Mei 218 Sikap responden tentang pertolongan pertama pada luka setelah diberikan pendidikan kesehatan yaitu 11 siswa (68,8%) memiliki sikap yang baik dan terdapat 5 siswa (1,2%) yang menunjukan sikap cukup baik. Dari 5 responden yang memiliki sikap cukup baik setelah diberikan pendidikan kesehatan 1 responden sebelumnya memiliki sikap kurang baik dan 4 responden lainnya sebelumnya memiliki sikap cukup baik yang sama. Sedangkan dari 11 responden yang memiliki pengetahuan baik setelah diberikan pendidikan kesehatan 1 responden sebelumnya memiliki sikap cukup baik dan 1 responden sebelumnya memiliki sikap kurang baik. Hasil data tersebut setelah dilakukan perlakuan dengan pendidikan kesehatan yang paling banyak yaitu responden yang memiliki sikap baik, hal tersebut menunjukan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan terhadap sikap siswa. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Sisca (214) tentang Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap Remaja tentang Penyakit Menular Seksual di SMK Fajar Bolaang Mogondow Timur bahwa setelah dilakukan pendidikan kesehatan dengan metode ceramah dan disertai media leaflet, terdapat pengaruh pemberian pendidikan kesehatan terhadap sikap remaja tentang penyakit menular seksual. Menurut teori yang dikemukakan oleh Notoatmodjo (212) bahwa, sikap belum merupakan suatu tindakan atau aktivitas, akan tetapi merupakan tindakan suatu perilaku. Pendidikan juga merupakan suatu sistem yang mempunyai pengaruh dalam pembentukan sikap dikarenakan dapat meletakkan dasar pengertian dan konsep moral dalam diri individu. Analisa Bivariat Tabel 7. Analisa Pre Test - Post Test Tingkat Pengetahuan Variabel Mean SD Z P- Value PreTest PostTest 6,62 1,62 -,542, Sumber: Data Primer, 218 Hasil analisa data yang dilakukan dengan uji statistic Wilcoxon (Signed Rank Test) didapatkan tingkat signifikan α =,. Karena nilai signifikan α =, dari taraf nyata yaitu,5, maka Ho ditolak. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa rata-rata tingkat pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan adalah 6,62, kemudian meningkat menjadi 1,62 setelah diberikan pendidikan kesehatan. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pemberian pendididkan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan responden, maka Ha diterima. Hasil penelitian ini juga didukung penelitian sebelumnya oleh Dewi (217) dengan judul Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Tingkat Pengetahuan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan di Sekolah pada Siswa Kelas VII dimana terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan tentang pertolongan pertama pada kecelakaan. Hal ini dipengaruhi oleh adanya pemberian pendidikan kesehatan dengan metode ceramah dan diskusi dengan media leaflet dan power point yang diberikan kepada responden saat penelitian. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Karina (214) bahwa pemberian penyuluhan melalui metode ceramah dengan media power point berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan siswa tentang kesehatan reproduksi. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Fatahillah (216), keuntungan dari metode ceramah yaitu bahasa yang disampaikan dengan cara yang mudah dapat dipahami oleh responden serta dengan adanya komunikasi dua arah antara peneliti yaitu pemberi pendidikan kesehatan dan responden dengan memberikan pertanyaan dapat menjadikan responden lebih memahami materi yang disampaikan oleh pemberi pendidikan kesehatan. Responden yang mendapatkan pendidikan kesehatan tentang pertolongan pertama pada luka mengalami peningkatan pengetahuan. Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Notoatmodjo (212) bahwa pendidikan kesehatan dapat mengubah pengetahuan seseorang atau masyarakat dalam pengambilan tindakan yang berhubungan dengan kesehatan. 5 ejournal keperawatan (e-kp) Volume 6 Nomor 1, Mei 218 Tabel 8. Analisa Pre Test - Post Test Sikap Variabel Mean SD Z P- Value PreTest PostTest 2,18,4 4,2 4,788 -,529, Sumber: Data Primer, 218 Hasil analisa data yang dilakukan dengan uji statistic Wilcoxon (Signed Rank Test) didapatkan tingkat signifikan α =,. Karena nilai signifikan α =, dari taraf nyata yaitu,5, maka Ho ditolak. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa rata-rata sikap sebelum diberikan pendidikan kesehatan adalah 2,18, kemudian meningkat menjadi,4 setelah diberikan pendidikan kesehatan. Dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan pemberian pendididkan kesehatan terhadap sikap responden, maka Ha diterima. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Fatahillah (216), bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan metode ceramah terhadap sikap responden tentang karies gigi, dimana sikap sebelum diberikan pendidikan kesehatan rata-ratanya 64,4 dan setelah diberikan pendidikan kesehatan nilai rata-ratanya meningkat menjadi 7,. Sikap responden pada pre test masih banyak yang negatif sedangkan pada post test sikap responden lebih banyak yang positif. Kenaikan nilai dikarenakan responden telah mendapatkan informasi melalui pendidikan kesehatan. Berdasarkan hasil di atas peneliti berpendapat bahwa pendidikan kesehatan sangat berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan dan seiring dengan meningkatnya pengetahuan siswa maka akan berdampak juga pada pembentukan sikap siswa. Perubahan sikap juga dapat dipengaruhi oleh cara pemberian penyuluhan dengan ceremah yang dilakukan seefektif mungkin sehingga dapat dimengerti dan dipahami oleh siswa. Dalam mengikuti pendidikan kesehatan, responden melibatkan indera pendengaran dan penglihatan, sehingga responden bisa menerima informasi dan mengerti dengan mudah. Menurut teori yang dikemukakan oleh Azwar (27), dengan adanya informasi yang baru tentang sautu hal dalam hal ini yaitu pendidikan kesehatan tentang pertolongan 6 pertama, maka dapat memberikan landasan kognitif pada diri seseorang yang pada akhirnya dapat membentuk sikap terhadap sesuatu hal tersebut. Menurut Notoatmodjo (21) salah satu faktor yang dapat mempengaruhi sikap dari seseorang yaitu orang lain yang dianggap penting, dalam hal ini adalah pemberi pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan adalah upaya untuk mempengaruhi dan atau mengajak orang lain baik individu, kelompok, atau masyarakat agar melaksanakan perilaku sehat. Secara operasional adalah kegiatan untuk memberikan pengetahuan, sikap dan praktek masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri (Notoatmodjo, 29). Sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Nursalam dkk (28) bahwa, tujuan pendidikan kesehatan adalah suatu perubahan sikap dan tingkah laku individu, keluarga,
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x