Diterbitkan oleh: Program Pascasarjana Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Bengkulu

of 71
210 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
Diterbitkan oleh: Program Pascasarjana Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Bengkulu Volume 1 Nomor 1 Oktober 2017 PENERBIT : Program Pascasarjana Pendidikan
Document Share
Document Transcript
Diterbitkan oleh: Program Pascasarjana Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Bengkulu Volume 1 Nomor 1 Oktober 2017 PENERBIT : Program Pascasarjana Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Bengkulu KETUA REDAKSI : Dr. M. Lutfi Firdaus, M.T DEWAN REDAKSI : Dr. Agus Sundaryono, M.Si Dr. Aceng Ruyani, M.S Dr. Bhakti Karyadi, M.Si Dr. Afrizal Mayub, M.S Dr. Sumpono, M.Si MANAGER EDITOR ADMINISTRASI ALAMAT : Annisa Puji Astuti, M.Pd.Si : Deni Parlindungan, M.Pd.Si : Ria Kusuma Dewi, S.Kom : Sekretariat Pascasarjana Pendidikan IPA Gedung Lab.Pembelajaran FKIP, Lantai 2 Jl. W.R. Supratman, Bengkulu Telp: https://ejournal.unib.ac.id/index.php/pendipa Redaksi menerima kiriman tulisan / artikel di bidang Fisika, Kimia, Biologi dan Pendidikan IPA. Jurnal PENDIPA terbit dua kali setahun, yaitu setiap bulan April dan Oktober. Tata cara penulisan artikel dapat diunduh di website PENDIPA. Pasca PENDIPA 2017 The publication is in copyright. Subject to statutory exception and to the provisions of relevant collective licensing agreements, no reproduction of anypart may take place without the written permission of Pasca PENDIPA. ii KATA PENGANTAR Pengelola Program Pascasarjana (S2) Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidika (FKIP), Universitas Bengkulu (UNIB) dengan bangga mempersembahkan Penerbitan Jurnal PENDIPA (ISSN ). Penerbitan Jurnal PENDIPA merupakan salah satu upaya penting untuk mewujudkan cita-cita Program S2 Pendidikan IPA menjadi lembaga pendidikan dan keguruan dalam bidang IPA berkelas internasional yang berwawasan Natural Conservation Education for a Better Life di tahun Semua artikel yang dimuat pada volume ini merupakan penulisan ulang tesis alumni yang melaporkan secara utuh dan berhubungan antara hasil riset sains (science research) dan riset pembelajaran (learning research), serta terkait dengan tiga kata kunci yaitu green teacher, teaching green, dan green school. Kami menyimpan cukup banyak tesis alumni yang dapat ditulis ulang menjadi artikel / publikasi, sehingga kami optimis mengenai sumber paper bagi penerbitan Jurnal PENDIPA di masa yang akan datang. Selanjutnya besar harapan Jurnal PENDIPA akan tampil menjadi tempat publikasi unggulan untuk hasil riset pendidikan IPA. Kehadiran Jurnal PENDIPA tidak bisa lepas dari rintisan awal yang telah dilakukan oleh Dr. Kancono almarhum. Kami menghaturkan banyak terimakasih kepada almarhum, dan semoga menjadi salah satu amal sholeh beliau di alam barzah. Rasa terimakasih juga disampaikan kepada Annisa Puji Astuti, M.Pd,Si sebagai manager dan Deni Parlindungan, M.Pd,Si sebagai editor yang telah bekerja keras sehingga penerbitan jurnal ini terselenggara dengan baik. Partisipasi aktif dan kerjasama yang baik dari anggota dewan redaksi, mitra bestasi, dan staf administrasi akan menentukan keberhasilan Jurnal PENDIPA di masa yang akan datang. Semoga! Bengkulu, Oktober 2017 Ketua Dewan Redaksi Dr. M. Lutfi Firdaus, M.T iii DAFTAR ISI Cover... i Susunan Dewan Redaksi... ii Kata Pengantar... iii Daftar Isi... iv STUDI KOMPONEN KIMIA PELEPAH SAWIT VARIETAS TENERA DAN PENGEMBANGANNYA SEBAGAI MODUL PEMBELAJARAN KIMIA Arpinaini, Sumpono, Ridwan Yahya... 1 PENJERAPAN ZAT WARNA SINTETIS MENGGUNAKAN KARBON AKTIF KELAPA SAWIT DAN PENGEMBANGANNYA SEBAGAI BAHAN AJAR Efa Susanti, M.Lutfi Firdaus, Sumpono PRODUKSI BIOFUEL DARI LIMBAH CPO DENGAN KATALIS BERBASIS TITANIUM OKSIDA DAN IMPLEMENTASINYA PADA PEMBELAJARAN KIMIA Nurlia Latipah, Agus Sundaryono, Rina Elvia PENGGUNAAN DATA MIKROTREMOR DAN Vs30 UNTUK MENGETAHUI HUBUNGAN KETEBALAN SEDIMEN TERHADAP PRODUKTIVITAS KELAPA SAWIT DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA Riska Marwanti,M.L. Firdaus, M. Farid PENENTUAN NILAI EMISIVITAS WARNA MENGGUNAKAN PENERANGAN PADA MINIATUR RUANG BERBENTUK KUBUS DAN PROSES PEMBELAJARAN FISIKA KELAS X SMK NEGERI 2 BENGKULU TENGAH Cariti Dassa Urra, A. Mayub, M. Farid PEMBELAJARAN FISIKA KONSEP KALOR DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PIROLISIS SAMPAH PLASTIK UNTUK MENINGKATKAN KETRAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA DI SMAN 3 BENGKULU TENGAH Umi Kalsum, Agus Sundaryono,Muhammad Farid RESPONS MAHASISWA TERHADAP BUKU PANDUAN DAN KEGIATAN PELATIHAN TEKNIK MONITORING KURA-KURA Cyclemys oldhamii Annisa Puji Astuti, Aceng Ruyani, Wiryono STUDI KOMUNITAS NEKTON DI KAWASAN KONSERVASI KURA-KURA UNIVERSITAS BENGKULU DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS LINGKUNGAN Desi Enersy, Bhakti Karyadi, Endang Widi Winarni STUDI KEANEKARAGAMAN MAKROBENTOS DI WILAYAH KONSERVASI KURA- KURA UNIVERSITAS BENGKULU SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPA Winda Zulistia, Bhakti Karyadi, Agus Susanta iv STUDI KOMPONEN KIMIA PELEPAH SAWIT VARIETAS TENERA DAN PENGEMBANGANNYA SEBAGAI MODUL PEMBELAJARAN KIMIA (Study of Chemical Components of Pelepah Sawit the Variety of Tenera and the Development as a Chemical Learning Module) Arpinaini 1 *, Sumpono 2, Ridwan Yahya 2 1 Mahasiswa Pascasarjana Pendidikan IPA, Universitas Bengkulu, Dosen Pascasarjana Pendidikan IPA, Universitas Bengkulu, * ABSTRACT This study aims to (1) determine the levels of the components of the Tenera variety of palm oil compounds including extractives, holocellulose, α - cellulose, and lignin. (2) Analyze the utilization of the pulp of Tenera varieties as pulp raw materials based on their chemical components; (3) application of chemistry learning module to improving student learning outcomes. Determination of extractive substance content with TAPPI test methods Q: 204; lignin content T: 222; holocellulose Q: 9 levels and α-cellulose content with TAPPI test methods T: 204. then lignin, holocellulose and α-cellulose produced from the procedure were characterized by an IR spectrophotometer. The results of the study were module and implemented in ICHO students in SMAN 2 Kota Bengkulu. The data of the research results were analyzed by ANOVA test at 5% level. The results of the characterization of lignin, holocellulose and α-cellulose with FTIR obtained a distinctive peak of the respective functional groups of the macromolecules. From the research also obtained the average value of chemical component content on the palm velvet varieties of tenera according to their part of base, middle, ends with mean for extractive substance 8.49%, 7,87%, 6,74%, lignin 20,7 %, 18.95%, 16.69%. holocellulose 81.57%, 80.33%, 79.24% and α- cellulose 44.57%, 43.56%, 43.26%. Based on the results of the variance analysis, the difference in position (base, center, tip) on the palm oil of the tenera varieties on extractive, lignin, holocellulose and α-cellulose substances has significant differences. Based on the chemical component classification of Indonesian wide wood leaf, sheep betera varieties of tenera in all three positions are used as pulp raw materials because they have moderate lignin content, high levels of Holocellulose and moderate levels of α-cellulose. The result of module implementation in students there is a significant difference between pretest and posttest value. The use of modules in learning in science groups can improve student learning outcomes. Keywords: Density, Chemical component, Varietal Varietal of Tenera, module ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1) menentukan kadar komponen kimia pelepah sawit varietas Tenera yang meliputi zat ekstraktif, holoselulosa, α selulosa, dan lignin (2)Menganalisis pemanfaatan pelepah sawit varietas Tenera sebagai bahan baku pulp berdasarkan komponen kimianya, (3) Mengetahui pengaruh penerapan modul pembelajaran kimia terhadap peningkatan hasil belajar siswa.penentuan kadar zat ekstraktif dengan TAPPI test methods T:204; kadar lignin T:222 ; kadar holoselulosa T:9 dan kadar α-selulosa dengan TAPPI tes methods T:204. kemudian lignin, holoselulosa dan α-selulosa yang dihasilkan dari prosedur tersebut dikarakterisasi dengan Spektrofotometer IR. Hasil penelitian dibuat modul dan diimplementasikan pada siswa ICHO di SMAN 2 Kota Bengkulu. Data hasil penelitian di analisis dengan uji ANOVA pada taraf 5%. Hasil penelitian dari karakterisasi lignin, holoselulosa dan α-selulosa dengan FTIR diperoleh puncak yang khas dari gugus 1 fungsi penyusun masing-masing makromolekul tersebut. Dari penelitian juga diperoleh nilai rerata kadar komponen kimia pada pelepah sawit varietas tenera menurut bagiannya dari pangkal, tengah, ujung berturut-turut dengan rerata untuk kadar zat ekstraktif 8,49%, 7,87%, 6,74%, lignin 20,7%, 18,95%, 16,69%. holoselulosa 81,57%, 80,33 %, 79,24% dan α- selulosa 44,57 %, 43,56%, 43,26%. Berdasarkan hasil analisis variannya, perbedaan posisi (pangkal, tengah, ujung) pada pelepah sawit varietas tenera pada zat ekstraktif, lignin, holoselulosa dan α- selulosa memiliki perbedaan yang nyata. Berdasarkan klasifikasi komponen kimia kayu daun lebar indonesia, pelepah sawit varietas tenera pada ketiga posisinya baik dijadikan sebagai bahan baku pulp karena memiliki kadar lignin yang sedang, kadar Holoselulosa yang tinggi dan kadar α- selulosa yang sedang. Hasil implementasi modul pada siswa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest. Penggunaan modul dalam pembelajaran pada kelompok sains dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Kata kunci: Kerapatan, komponen Kimia, Pelepah sawit Varietas Tenera, modul PENDAHULUAN Perkembangan industri pulp dan kertas sekarang mengalami kemajuan yang sangat pesat khususnya di Indonesia. Hal ini disebabkan semakin meningkatnya kebutuhan manusia akan pulp dan kertas. Kurun waktu tahun , kapasitas produksi pulp nasional mengalami peningkatan rata-rata 0,6% per tahun, yaitu 2,5 juta ton per tahun menjadi 6,4 juta ton per tahun. Sedangkan, konsumsi kertas dunia naik 2,5 3% per tahun (Cahya, 2011). Kekurangan bahan baku pulp dan kertas dari bahan kayu memaksa pihak industri harus mencari alternatif bahan baku yang lain, misalnya bahan baku bukan kayu dan limbah. Penggunaan limbah sebagai bahan baku pulp dan kertas akan memberikan dampak yang positif yaitu memberikan penghasilan tambahan bagi penghasil limbah serta dapat mengurangi dampak pencemaran dari limbah tersebut. Syarat limbah yang dapat dijadikan bahan baku pulp dan kertas yaitu mengandung lignoselulosa. Di Provinsi Bengkulu jenis sawit yang banyak ditanam para petani maupun perusahaan perkebunan adalah jenis sawit dari varietas Tenera. Hal ini karena varietas tersebut dapat tumbuh dengan baik di daerah dataran rendah seperti di Kabupaten Bengkulu Tengah, Bengkulu Utara, Muko- Muko, Seluma dan Bengkulu Selatan. Selain itu varietas ini memiliki kelebihan daging buah yang tebal dan kulit cangkang yang tipis. Hasil dari perkebunan sawit tersebut baru dimanfaatkan daging buahnya untuk pembuatan Crude Palm Oil (CPO) dan cangkangnya sebagai sumber energi. Sangat terbuka peluang untuk memanfaatkan limbah pelepahnya. Pelepah kelapa sawit merupakan limbah yang dihasilkan dari tanaman kelapa sawit mulai dari pra panen hingga proses pemanenan. Limbah pelepah kelapa sawit dihasilkan dari proses pruning kelapa sawit di mana untuk satu pohon kelapa sawit dapat dihasilkan pelepah setiap tahunnya (Ambarita dkk. 2015), Zulfansyah dkk (2011) menambahkan bahwa 1 ha kebun sawit diperkirakan menghasilkan ± 10,5 ton pelepah pertahun. Limbah pelepah kelapa sawit hasil pruning biasanya dibuang begitu saja atau dibiarkan membusuk di bawah pohon kelapa sawit (Ambarita, dkk. 2015). Pemanfaatan limbah pelepah kelapa sawit mulai dikembangkan misalnya sebagai pakan ternak dan pupuk kompos, namun ditinjau dari komposisi kimianya limbah pelepah kelapa sawit mempunyai potensi yang cukup besar untuk diolah lebih lanjut menjadi produk yang bermanfaat dan lebih bernilai ekonomis, salah satunya dengan memanfaatkan limbah pelepah kelapa sawit sebagai bahan baku industri pulp Analisa kimia yang dilakukan Wardani (2015) menunjukkan bahwa pelepah sawit mengandung komponen selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Lebih lanjut dalam penelitian tersebut Wardani melaporkan bahwa Kandungan lignin pelepah sawit 2 bagian pangkal lebih tinggi dan menurun pada bagian tengah dan ujung. Namun sayangnya di dalam penelitian tersebut tidak disebutkan secara jelas varietas yang diteliti. Yahya (2013) melaporkan bahwa ditemukan perbedaan komponen antara tandan kosong kelapa sawit varietas dura dan tenera dimana kadar holoselulosa varietas tenera secara signifikan lebih tinggi daripada varietas dura. Berdasarkan hal ini dan fenomena bahwa tenera mendominasi varietas kelapa sawit yang ditanam di Provinsi Bengkulu sebagaimana uraian diatas, maka dianggap perlu untuk meneliti komponen kimia pelepah sawit varietas tenera bagian pangkal, tengah dan ujungnya. Selama ini, penyampaian materi ajar tentang makromolekul yang merupakan materi lanjut pada kelompok sains kimia yaitu International Olympiade Chemistry organization (ICHO) di SMAN 2 Kota Bengkulu hanya disampaikan secara umum tanpa menggunakan media ajar karena keterbatasan sarana dan prasarana, media pembelajaran karena pelaksanaan pembelajarannya dilakukan pada sore hari. Guru hanya mengajarkan dengan metode ceramah, sehingga perlu adanya perbaikan dalam kegiatan pembelajaran dengan menggunakan bantuan media, sehingga dapat meningkatkan pemahaman konsep, hasil belajar, dan keaktifan peserta didik,. Dalam penelitian pembelajaran ini menggunakan sumber belajar berupa modul. Setiap modul harus memberikan informasi dan petunjuk pelaksanaan yang jelas, Sehingga diharapkan dengan sumber belajar modul ini dapat mengarahkan pembelajaran menjadi lebih mudah, tepat dan mandiri. Modul merupakan salah satu bentuk bahan ajar yang dikemas secara utuh dan sistematis, didalamnya memuat seperangkat pengalaman belajar yang terencana dan didesain untuk membantu peserta didik menguasai tujuan belajar yang spesifik. METODE PENELITIAN Alat dan Bahan Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah parang, pisau, alat pasa, grinder, gelas beaker, timbangan analitik, gelas erlenmeyer, termometer, gelas filter P.100(IG3), gelas filter P16(IG4), lemari asam, soklet, oven, saringan 40 mesh, lemari asam, volumetrik flash 10 ml, pengaduk kaca, stirer, botol semprot, water bath, autoclave, botol kecil berpenutup, desikator, penjepit, vacum, batu pemanas dan thermolyne. kertas perkamen, kertas saring tipe 42, kertas tissue dan kertas label dan seperangkat alat FTIR. Sedangkan Bahan yang digunakan dalam penelitian eksperimen laboratorium adalah pelepah sawit varietas tenera, zat-zat kimia berupa natrium klorit (NaClO 2 ) 90,49%, asam asetat (CH 3 COOH) 99,7% dan 5%, aseton (C 3 H 6 O) 99,5%, Natrium Hidroksida (NaOH) 17,5%, etanol (C 2 H 5 OH) 99,8%, petroleum benzene dan Kalium Bikromat (K 2 Cr 2 O 7 ) Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian sampling, dengan teknik penentuan pohon kelapa sawit yang akan disampling yaitu terlebih dahulu dipilih pohon secara purposive dengan kriteria sehat, seumur, dan memiliki buah yang siap panen. Tiga pohon yang terpilih secara acak, kemudian diambil pelepahnya yang dijatuhkan oleh pendodos pada saat panen buah dilaksanakan. Bagian pelepah yang diamati adalah bagian pangkal, tengah dan ujung. Dalam penelitian ini pohon sawit dianggap sebagai ulangan dengan jumlah masing-masing 3 pohon. Data hasil penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis varian (ANOVA) yang mengikuti model rancangan acak lengkap (RAL) uji F dan taraf 5%. Prosedur Kerja Penelitian penentuan komponen kimia pelepah sawit varietas tenera dilakukan di Laboratorium Kehutanan Divisi Teknologi Hasil Hutan Universitas Bengkulu dan karakterisasi seyawa lignin dan α-selulosa dengan FTIR dilakukan di laboratorium kimia Institut Teknologi Bandung sedangkan penerapan pembelajaran dengan modul dilaksanakan di SMAN 2 Kota Bengkulu. Adapun secara garis besar prosedur kerja 3 kegiatan analisis komponen kimia pelepah sawit varietas tenera adalah sebagai berikut: 1. Sampel Pelepah sawit varietas tenera yang diambil pada kebun milik warga di Desa Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah. Kelapa sawit yang dijadikan Sampel berumur 7-8 tahun dengan berdiameter dan tinggi yang sama. Pelepah sawit yang dijadikan bahan penelitian adalah pelepah bagian pangkal, tengah dan ujung yang sudah dipisahkan dari daunnya. 2. Sampel pelepah sawit yang akan dianalisis komponen kimia dilaksanakan mengacu pada Tappi Test sampel pelepah sawit dipotong sebesar lidi korek api yang berukuran ± 10 mm dikeringkan kemudian digerinda menjadi serbuk berukuran 40 mesh. Pengujian komponen kimia untuk kadar ekstraktif larut dalam etanol toluene mengacu Tappi Test Methode T:204), Kadar Lignin mengacu pada Tappi Test Methods : T222, Kadar Holoselulosa mengacu pada Tappi Test Methods : T 9 dan kadar dan kadar α Selulosa mengacu pada Tappi Test Methods : T Dalam Penelitian penerapan modul dalam pembelalajaran menggunakan teknik tes dan non tes. Tes hasil belajar kimia yang dilakukan sebanyak dua kali yaitu pretest yang diberikan pada awal pembelajaran dan sesudah materi diajarkan (post test) menggunakan bahan ajar modul pembelajaran kimia sedangkan penilaian non tes menggunakan angket penilaian sikap dan angket respon siswa terhadap modul. Sebelum digunakan sebagai alat pengumpul data, tes telah diuji reliabilitas, taraf kesukaran dan daya beda. Analisa Data Data hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabulasi rerata, grafik dan deskripsi. Untuk mengetahui pengaruh bagian pelepah sawit varietas Tenera terhadap nilai kerapatan dan komponen kimia, maka data dianalisis dengan menggunakan analisis varian (Anova) yang mengikuti model Rancangan Acak Lengkap (RAL) uji F pada taraf 5%. Jika nilai significance 0,05 maka dikatakan ada pengaruh bagian pelepah (sebagai perlakuan) terhadap parameter komponen kimia yang diukur sesuai dengan pendapat Hanafiah (2003) Apabila hasil analisis uji F menunjukkan ada pengaruh maka dilakukan Uji Beda Nyata (BNT) taraf 1%. Sedangkan untuk penerapan modul dalam pembelajaran kimia dilakukan teknik analisis data menggunakan teknik analisis statistik (teknik analisis kuantitatif). Bila data berdistribusi normal maka digunakan uji statistic parametrik. Bila data tidak berdistribusi normal maka digunakan uji statistik non parametrik HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil pengukuran komponen kimia pada pelepah sawit varietas tenera meliputi kadar zat ekstraktif yang larut dalam etanolbenzena, lignin, holoselulosa dan α-selulosa. Kadar Zat Ekstraktif Rerata zat ekstraktif pelepah sawit varietas tenera pada bagian pangkal, tengah dan ujung disajikan pada Tabel 1. Tabel tersebut menunjukkan bahwa nilai rerata kadar zat ekstraktif pelepah sawit varietas tenera pada bagian pangkal, tengah dan ujung berturut turut adalah 8,49%, 7,87% dan 6,74% Tabel 2. Nilai kadar zat ekstraktif rerata dari pelepah sawit varietas Tenera menurut bagiannya(%) Bagian Pelepah Kadar zat ekstraktif (%) Pangkal 8.49 a Tengah 7.87 b Ujung 6.74 c Rerata 7.71 Uji Anova mengindikasikan bahwa ditemukan pengaruh bagian pelepah terhadap kadar zat ekstraktif. Hasil uji lanjut dengan BNT pada Tabel 1, menunjukkan bahwa bagian pangkal dari pelepah sawit memiliki 4 kadar zat ekstraktif yang signifikan lebih besar dari kadar zat ekstraktif bagian tengah dan ujung. Tabel tersebut juga menunjukkan bahwa rerata kadar zat ekstraktif bagian pangkal pelepah lebih besar daripada bagian tengah dan ujungnya begitu juga secara statistik kadar zat ekstraktif bagian pangkal lebih besar daripada bagian lainnya Perbedaan kadar zat ekstraktif pada bagian pelepah sawit diduga semakin menuju ke pangkal, zat ekstraktif berupa lemak, lilin, resin, minyak dan tanin telah banyak dibentuk. Pada bagian pangkal diduga telah didominasi oleh sel-sel yang telah mengalami fase perubahan yang sempurna. Fase itu dimulai dari terbentuknya sel dengan satu dinding yang tipis (dinding primer). Setelah itu dinding mengalami penebalan dengan penambahan holoselulosa dan lignin yang disebut dengan penebalan sekunder. Tahapan selanjutnya adalah pengendapan zat ekstraktif yang umumnya terjadi pada bagian dalam rongga sel. Pada kayu, sel-sel yang telah men
Similar documents
View more...
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x