DINAMIKA EKONOMI Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol.9 No.2 September PDF

Please download to get full document.

View again

of 17
0 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
PENGARUH RETURN ON ASSET (ROA), DEBT TO TOTAL ASSET (DTA) DAN TOTAL ASSET TURNOVER (TATO) TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN PROPERTY YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN Hilmi Abdullah
Document Share
Document Transcript
PENGARUH RETURN ON ASSET (ROA), DEBT TO TOTAL ASSET (DTA) DAN TOTAL ASSET TURNOVER (TATO) TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN PROPERTY YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN Hilmi Abdullah Soedjatmiko Retno Normala Sari STIE NASIONAL BANJARMASIN Abstract, This research empirically test and prove whether ROA, DTA and TATO effect on stock return on a property company listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) in The method used in this research is quantitative descriptive. Tools statistical tests used in this study were multiple linear regression through the program Stats Product and Service Solution (SPSS 16). The population in this research is a property company that is listed on the Stock Exchange Period amounted to 49 companies. Samples in this study amounted to 31 companies selected by using purposive sampling technique. The data used in this research is financial statements and stock prices is through the period sites; and The test results simultaneously stated that ROA, DTA and TATO has no effect on stock returns as evidenced by the F-count equal to and the probability of Partial test showed that ROA has no effect on stock returns is by t-test amounted to and the probability of DTA has no effect on stock returns is by t-test amounted to and the probability of and TATO has no effect on stock returns is by t-test amounted to and the probability of The conclusion of this study property company's financial statements have no effect on stock returns for the value of R square (R2) is only 13.3%. Keywords : ROA, DTA, TATO, Stock Return Abstrak, Penelitian ini menguji dan membuktikan secara empiris apakah ROA, DTA dan TATO berpengaruh terhadap return saham pada perusahaan property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Alat uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1 Hilmi Abdullah, Soedjatmiko dan Retno Normala Sari. Pengaruh Return... regresi linier berganda melalui program Statistical Product and Service Solution (SPSS 16). Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan property yang terdaftar di BEI Periode berjumlah 49 perusahaan. Sampel pada penelitian ini berjumlah 31 perusahaan yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan keuangan dan harga saham periode yaitu melalui situs dan Hasil pengujian simultan menyatakan bahwa ROA, DTA dan TATO tidak berpengaruh terhadap return saham terbukti dengan F-hitung sebesar 1,331 dan probabilitasnya sebesar 0,286. Pengujian secara parsial menunjukkan bahwa ROA tidak berpengaruh terhadap return saham yaitu dengan t-hitung sebesar 1,437 dan probabilitasnya sebesar 0,163. DTA tidak berpengaruh terhadap return saham yaitu dengan t-hitung sebesar 0,223 dan probabilitasnya sebesar 0,825 dan TATO tidak berpengaruh terhadap return saham yaitu dengan t-hitung sebesar 0,152 dan probabilitasnya sebesar 0,880. Kesimpulan dari penelitian ini laporan keuangan perusahaan property tidak berpengaruh terhadap return saham karena nilai R square (R2) hanya 13,3 %. Kata Kunci : ROA, DTA, TATO, Return Saham Dalam melakukan investasi investor dihadapkan pada ketidakpastian (uncertainty) antara return yang akan diperoleh dengan risiko yang akan dihadapinya. Semakin besar return yang diharapkan akan diperoleh dari investasi, semakin besar pula risikonya, sehingga dikatakan bahwa return ekspektasi memiliki hubungan positif dengan risiko. Risiko yang lebih tinggi biasanya dikorelasikan dengan peluang untuk mendapatkan return yang lebih tinggi pula (high risk high return, low risk low return). Tetapi return yang tinggi tidak selalu harus disertai dengan investasi yang berisiko. Bagi para investor tingkat return menjadi faktor utama dalam investasi, oleh karena itu penting dianalisis kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan dengan menggunakan aktiva perusahaan yang diukur dengan ROA, sementara kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya dapat diukur dengan menggunakan DTA. Sedangkan kemampuan perusahaan dalam mengahasilkan penjualan 2 dengan mendayagunakan aktivanya dapat diukur dengan menggunakan TATO. Menurut Darmadji dan Fakhruddin (2001): Saham adalah tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Wujud saham adalah selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan surat berharga tersebut. Porsi kepemilikan ditentukan oleh seberapa besar penyertaan yang ditanamkan di perusahaan tersebut. Menurut Jogiyanto (1998: 109): Return saham dibedakan menjadi dua yaitu return realisasi (realized return) dan return ekspektasi (expected return). Return realisasi merupakan return yang sudah terjadi yang dihitung berdasarkan data historis. Return realisasi ini penting dalam mengukur kinerja perusahaan dan sebagai dasar penentuan return dan risiko dimasa mendatang. Return ekspektasi merupakan return yang diharapkan di masa mendatang dan masih bersifat tidak pasti. Ang (1997) Menyatakan bahwa tanpa adanya keuntungan yang dapat dinikmati dari suatu investasi tentunya investor tidak mau berinvestasi jika pada akhirnya tidak ada hasil. Lebih lanjut setiap investasi baik jangka panjang maupun jangka pendek mempunyai tujuan untuk mendapatkan keuntungan. Penelitian terdahulu Natarsyah (2000) Analisis fundamental terhadap return saham pada perusahaan manufaktur di BEI, dengan variabel penelitian ROA, ROE, DER, DPR, dan BVES sebagai variabel independen dan return saham sebagai variabel dependen. Hasilnya variabel DPR tidak berpengaruh terhadap return saham sedangkan variabel ROA, ROE, DER, dan BVES berpengaruh terhadap return saham. Adhiastari (2006) melakukan penelitian analisis fundamental dan resiko sistematik terhadap nilai return saham pada perusahaan yang tergabung dalam indeks LQ45 tahun , Variabel yang digunakan ROA, DTA, dan EPS sebagai variabel independen dan variabel dependen 3 Hilmi Abdullah, Soedjatmiko dan Retno Normala Sari. Pengaruh Return... yang digunakan return saham. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa ROA dan EPS berpengaruh terhadap return saham, sedangkan variabel (2008) dengan judul pengaruh rasio profitabilitas dan laverage terhadap return saham pada perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index DTA tidak berpengaruh terhadap tahun , sementara pada return saham. Restiyani (2006) penelitian sekarang ditabambahkan melakukan penelitian Analisis variabel TATO karena peneliti ingin faktor-faktor fundamental terhadap mengetahui bagaimana perusahaan return saham. Objek penelitian memanfaatkan aset yang dimiliki perusahaan otomotif dan dalam menciptakan penjualan, objek komponennya tahun , dan periode pengamatan yang Variabel penelitian yang digunakan CR, DER, PBV, dan TATO sebagai digunakan perusahaan property dan terdaftar di BEI periode variabel independen dan Return Adapun hipotesis dalam penelitian Saham sebagai variabel dependen. ini antara lain : Hasil penelitian ini membuktikan H1 = ROA berpengaruh terhadap variabel CR, DER, PBV secara return saham. individual tidak berpengaruh secara H2 = DTA berpengaruh terhadap signifikan terhadap return saham return saham. sedangkan variabel TATO H3 = TATO berpengaruh berpengaruh terhadap return saham. terhadap return saham. Penelitian ini merujuk pada H4 = ROA, DTA, dan TATO penelitian yang dilakukan Ngaisah berpengaruh terhadap return saham. Model dalam penelitian ini digambarkan sebagai berikut : Return on Asset (ROA) (X 1 ) Debt To Total Asset (DTA) (X 2 ) H 3 Total Assets Turnover (TATO) (X 3 ) H 1 H 4 H 2 Return Saham (Y) Gambar 1. Model Penelitian 4 METODE Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Alat uji statistik yang digunnakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda dengan tingkat signifikansi 5% atau 0,05 melalui program Statistical Product and Service Solution (SPSS 16). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan keuangan dan harga saham periode melalui situs resmi antara lain www. idx.co. id, www. finance. yahoo.com dan Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan property yang terdaftar di BEI Periode berjumlah 49 perusahaan. Sampel pada penelitian ini berjumlah 31 perusahaan yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria sebagai berikut : 1. Saham perusahaan yang diperdagangkan adalah saham yang aktif di BEI. 2. Perusahaan property yang telah go public sebelum tahun Menerbitkan laporan keuangan lengkap dari tahun Laporan keuangan perusahaan disajikan dalam satuan rupiah. 5. Perusahaan yang memiliki nilai laba. Tabel 1. Daftar Perusahaan Property ( Sebagai Sampel ) No. Kode Keterangan 1 APLN AgungPodomoro Land Tbk 2 ASRI Alam Sutra Reality Tbk 3 BAPA BekasiAsriPemulaTbk 4 BCIP Bumi Citra PermaiTbk 5 BKSL Sentul City Tbk 6 BSDE BumiSerpongDamaiTbk 7 COWL Cowell Development Tbk 8 CTRA Ciputra Development Tbk 9 CTRP Ciputra Property Tbk 10 CTRS Ciputra Surya Tbk 11 DART Duta Anggada Realty Tbk 12 DILD Intiland Development Tbk 13 DUTI Duta Pertiwi Tbk 14 GMTD Gowa Makassar Tourism Development Tbk 15 GPRA PerdanaGaputra Prima Tbk 16 JRPT Jaya Real Property Tbk 17 KIJA Kawasan Industry JababekaTbk 5 Hilmi Abdullah, Soedjatmiko dan Retno Normala Sari. Pengaruh Return KPIG Global Land and Development Tbk 19 LAMI Lami Citra Nusantara Tbk 20 LPCK LippoCikarangTbk 21 LPKR LippoKarawaciTbk 22 MDLN Modernland Realty Tbk 23 MKPI Metropolitan KentjanaTbk 24 PLIN Plaza Indonesia Realty Tbk 25 PUDP Pudjiati Prestige Tbk 26 PWON PakuwonJatiTbk 27 RDTX RodaVivatexTbk 28 RODA Pikko Land Development Tbk 29 SCBD DadanayasaArthatamaTbk 30 SMDM Suryamas Duta MakmurTbk 31 SMRA SummareconAgungTbk Sumber : Persamaan regresi pada penelitian ini adalah : Y = a + β1x1- β2x2 + β3x3 + e Keterangan : Y = Return Saham, a = Konstanta, X1 = ROA, X2 = DTA, X3 = TATO, β1 = Koefisien regresi variabel ROA, β2 = Koefisien regresi variabel DTA, β3 = Koefisien regresi variabel TATO, e = Error (kesalahan) Variabel independen pada penelitian ini antara lain : 1. ROA Salah satu elemen dalam profitabilitas adalah ROA. ROA merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih berdasarkan total aset yang dipergunakan. ROA merupakan perbandingan antara laba bersih dengan total aktiva yang dimiliki perusahaan. ROA dihitung dengan rumus : Profit After Tax ROA = x100% Total Asset Investor yang rasional tentu saja akan memilih investasi pada perusahaan yang memiliki rasio profitabilitas yang tinggi karena profitabilitas yang tinggi akan mendorong peningkatan harga saham dan pada akhirnya akan mendorong peningkatan return saham yang diterima investor. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Adhiastari (2006) menunjukkan bahwa ROA berpengaruh positif signifikan terhadap return saham. 6 2. DTA DTA digunakan untuk mengukur seberapa besar jumlah aktiva perusahaan dibiayai dengan hutang (Munawair.S, 2002). Semakin tinggi rasio ini berarti semakin besar jumlah modal pinjaman yang digunakan untuk investasi pada aktiva dalam menghasilkan keuntungan perusahaan. DTA dihitung dengan rumus : Total Hutang DTA x 100% Total Asset Solvabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk membayar kewajibannya, perusahaan dikatakan solvabel berarti perusahaan tersebut memiliki aktiva dan kekayaan yang cukup untuk membayar hutanghutangnya. Situasi ekonomi sulit dan suku bunga yang tinggi, perusahaan memiliki rasio hutang yang tinggi pula, dan tentu akan menjadikan masalah kondisi keuangan perusahaan, namun jika ekonomi baik dan suku bunga rendah, maka dapat meningkatkan keuntungan perusahaan, dan akan menjadi perhatian calon investor. Tingkat rasio DTA yang tinggi berarti semakin besar jumlah pinjaman yang digunakan untuk investasi pada aktiva guna menghasilkan keuntungan. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan Puspitasari (2004) bahwa DTA berpengaruh negatif terhadap return saham. 3. TATO TATO menunjukkan bagaimana efektifitas perusahaan menggunakan keseluruhan aktiva untuk meningkatkan nilai penjualan dan meningkatkan laba (Munawair.S, 2002). TATO dihitung dengan rumus : Laba Bersih TATO = x 100% Total Asset TATO dipengaruhi oleh nilai penjualan bersih dibandingkan dengan nilai aktiva total yang dimiliki. TATO ditingkatkan berarti terjadi kenaikan penjualan bersih perusahaan, peningkatan penjualan bersih perusahaan akan mendorong peningkatan laba yang akan direspon dengan peningkatan harga saham perusahaan yang pada akhirnya akan meningkatkan return saham perusahaan (Munawir.S, 2002). TATO dipengaruhi oleh nilai laba bersih yang dilakukan oleh perusahaan dibandingkan dengan nilai aktiva total 7 Hilmi Abdullah, Soedjatmiko dan Retno Normala Sari. Pengaruh Return... yang dimiliki oleh perusahaan. Hal ini sesuai dengan penelitian Restiyani (2006) menunjukkan bahwa TATO berpengaruh secara signifikan terhadap return saham. Variabel dependen pada penelitian ini adalah return saham. Pengertian return saham merupakan hasil yang diperoleh dari suatu investasi. Return dapat berupa return realisasi yang sudah terjadi atau return ekspektasi yang belum terjadi. Untuk memperoleh tingkat pengembalian saham dan keuntungan sesuai yang diharapkan, maka investor harus dapat melakukan penilaian harga saham. Harga saham dapat mempengaruhi besarnya return. Nilai return diperoleh dari harga saham sekarang dan harga saham tahun sebelumnya. Pt Pt -1 Return Saham = x 100% Pt Keterangan : Pt = Harga Saham Periode Penelitian Pt-1 = Harga Saham Sebelum Periode Penelitian HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas Berdasarkan pengujian histogram hasilnya normal, Probability Plot normal hasilnya normal sehingga model regresi memenuhi asumsi normalitas. Gambar 2. Normal Probability Plot 8 Grafik probabilitas pada gambar 2 diatas sekilas terlihat normal karena distribusi data residualnya terlihat mendekati garis normalnya. Namun, biasanya hal ini menyesatkan, oleh karena itu analisis statistik digunakan untuk memastikan apakah data tersebut benar-benar normal. Pengujian normalitas data secara analisis statitik dapat dilakukan dengan menggunakan uji Kolmogrov-Smirnov. Tabel2.HasilUjiKolmogrov Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual N 31 Normal Parameters a,b Mean Std. Deviation Most Extreme Absolute.184 Differences Positive.184 Negative Test Statistic.184 Asymp. Sig. (2-tailed).009 c a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. c. Lilliefors Significance Correction. Berdasarkan hasil pada tabel 2 diatas, menunjukkan bahwa data belum terdistribusi normal. Hal ini ditunjukkan dengan nilai Kolmogrov- Smirnov adalah 0,184 dan signifikansi pada 0,009 yang lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti data residual terdistribusi secara tidak normal. (Ghozali,2006). b. Uji Multikolinearitas Uji multikoliniearitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen. Ada tidaknya multikoliniearitas antar variabel independen terjadi jika nilai tolerance 0,10 dan nilai VIF 10, sebaliknya 9 Hilmi Abdullah, Soedjatmiko dan Retno Normala Sari. Pengaruh Return... jika nilai tolarance 0,10 dan 10 berarti tidak terjadi multikoliniearitas. Data yang digunakan untuk uji multikolinearitas adalah data dari variabel setelah dilakukan transformasi Ln. Hasil pengujian dapat dilihat pada tabel 3 berikut ini : Model Unstandardized Coefficients Tabel 3. Hasil Uji Multikolinearitas Coefficients a Standardized Coefficients Collinearity Statistics B Std. Error Beta T Sig. Tolerance VIF 1(Constant) LnROA LnDTA LnTATO a. Dependent Variable: LnRS Dari tabel 3 diatas menunjukkan bahwa nilai Tolerance pada variabel independen Return On Asset (ROA), Debt to Total Asset (DTA) dan Total Asset Turnover (TATO) 0,10 dan nilai VIF 10 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikoliniearitas antar variabel independen pada model regresi dalam penelitian ini. c. Uji Heteroskedastisitas Gambar 3. Hasil Uji Heteroskedastisitas 10 Uji Heteroskedastisitas digunakan untuk menentukan apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual suatu pengamatan ke pengamatan lain. Pengujian ini dapat dilakukan dengan melihat grafik Scatterplot. Apabila tidak terjadi penyebaran data dimana titik-titik data terletak diatas dan dibawah angka 0 maka itu berarti homokedastisitas. Sebaliknya, jika titik-titik data menyebar maka terjadi heteroskedasitas. Model regresi yang baik adalah homokedastisitas atau tidak terjadi heteroskedasitas (Ghozali, 2005 : 105). Dari gambar di atas scatterpplot terlihat bahwa titiktitik menyebar secara acak serta tersebar baik diatas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y. Hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi, sehingga model regresi layak dipakai untuk memprediksi harga saham berdasakan variabel bebas ROA, DTA, TATO, Return Saham. d. Uji Autokorelasi Uji autokorelasi bertujuan untuk menentukan apakah dalam model regresi liniear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode tertentu dengan kesalahan pengganggu pada periode sebelumnya, untuk mendeteksi ada tidaknya autokorelasi menggunakan Durbin Watson Test. Apabila nilai DW terletak antara batas atas (du) dan (4-du), maka koefisien autokorelasi sama dengan 0, berarti tidak terdapat gejala autokorelasi. Data yang digunakan untuk uji autokorelasi adalah data dari variabel setelah dilakukan transformasi Ln. Hasil pengujian autokorelasi dapat dilihat pada tabel di bawah ini : Model R R Square Tabel4.Uji Durbin-Watson Model Summary b Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson a a. Predictors: (Constant), LnTATO, LnDTA, LnROA b. Dependent Variable: LnRS 11 Hilmi Abdullah, Soedjatmiko dan Retno Normala Sari. Pengaruh Return... Berdasarkan tabel 4 diatas menunjukkan bahwa nilai Durbin- Watson sebesar 1,871 yang berarti bahwa nilai tersebut terletak diantara - 2 sampai dengan 2, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi autokorelasi pada penelitian ini. Tabel 5 di bawah ini menjelaskan karakteristik sampel terutama mencakup mean, standar deviasi, nilai minimum, dan maksimum. Tabel5.StatistikDeskriptif Descriptive Statistics N Mean Std. Deviation Minimum Maximum ROA DTA TATO RS Berdasarkan tabel 5 di atas menunjukkan bahwa variabel Return On Asset (ROA) mempunyai nilai mean sebesar dan standar deviasi sebesar Debt to Total Asset (DTA) mempunyai nilai mean sebesar dan standar deviasi sebesar Total Asset Turn Over (TATO) mempunyai nilai mean sebesar dan standar deviasi sebesar Hasil pada ketiga variabel tersebut menyatakan bahwa nilai standar deviasi lebih kecil dari pada mean yang menunjukkan bahwa hasil tersebut relatif baik, karena standar deviasi yang lebih kecil mencerminkan resiko dari data variabel tersebut lebih rendah dari nilai mean. Sedangkan Return Saham perusahaan memiliki nilai mean sebesar dan standar deviasi sebesar Hasil pada variabel Return Saham menyatakan bahwa standar deviasi lebih besar dari nilai mean yang menunjukkan bahwa standar deviasi yang besar akan berarti kurang baik, karena standar deviasi yang lebih besar mencerminkan bahwa resiko dari data variabel tersebut lebih besar. Pengujian Hipotesis Uji Parsial (Uji t) Uji Parsial (Uji t) digunakan untuk menentukan pengaruh masing- 12 masing variabel independen terhadap dilihat pada tabel 6 berikut ini : variabel dependen. Hasil uji t dapat Tabel 6. Hasil Perhitungan Uji t Coefficients a Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Collinearity Statistics Model B Std. Error Beta T Sig. Tolerance VIF 1(Constant) LnROA LnDTA LnTATO a. Dependent Variable: LnRS Berdasarkan tabel 6 diatas menunjukkan bahwa : a. Nilai signifikansi variabel Return On Asset (ROA) sebesar 0,163 lebih besar dari 0,05 maka hipotesis ditolak, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa Return On Asset (ROA) tidak berpengaruh terhadap return saham secara parsial. b. Nilai sig
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks