DINAMIKA EKONOMI Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol.8 No.2 September PDF

Please download to get full document.

View again

of 19
0 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
PENGARUH KUALITAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI BERBASIS KOMPUTER MENGGUNAKAN SYSTEM APPLICATION AND PRODUCT DATA PROCESSING (SAP) TERHADAP KINERJA INDIVIDU PADA PT. TIGARAKSA SATRIA TBK CABANG BANJARMASIN
Document Share
Document Transcript
PENGARUH KUALITAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI BERBASIS KOMPUTER MENGGUNAKAN SYSTEM APPLICATION AND PRODUCT DATA PROCESSING (SAP) TERHADAP KINERJA INDIVIDU PADA PT. TIGARAKSA SATRIA TBK CABANG BANJARMASIN Ferra Maryana Saidatun Nisa STIE NASIONAL BANJARMASIN Abstract, This study aimed to give empirical evidences about the effect of accounting information system based on computer using system application data processing quality to individual performance on PT Tigaraksa Satria Tbk Banjarmasin Branch. The dependend variable was individual performance and the independent variable was accounting information system quality. The population in this study was 30 employees of PT Tigaraksa Satria Tbk Banjarmasin Branch. The data collected from the output of questionnaires which gived to the respondents. The samples technique used total sampling with 30 employees as respondent. The study gived empirical evidences that system quality (using SAP) had positive effect to individual performance on PT Tigaraksa Satria Tbk Banjarmasin Branch. Keywords : Accounting information system quality, computer based, system application data processing, individual performance Abstrak, Penelitian ini bertujuan memberikan bukti empiris mengenai pengaruh kualitas sistem informasi akuntansi berbasis komputer menggunakan system application data processing (SAP) terhadap kinerja individu PT. Tigaraksa Satria Tbk Cabang Banjarmasin. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kinerja individu dan variabel bebasnya adalah kualitas sistem informasi akuntansi. Populasi dalam penelitian ini adalah 30 karyawan PT Tigaraksa Satria Tbk Cabang Banjarmasin. Data diperoleh dari hasil kuesioner yang dibagikan kepada responden. Sampel yang digunakan menggunakan teknik total sampel yaitu seluruh populasi menjadi sampel. 60 Ferra Maryana dan Saidatun Nisa. Pengaruh Kualitas Sistem Informasi Akuntansi... Hasil penelitian membuktikan bahwa kualitas sistem informasi akuntansi berbasis komputer menggunakan SAP berpengaruh positif terhadap kinerja individu pada PT Tigaraksa Satria Tbk Cabang Banjarmasin. Kata Kunci : Kualitas sistem informasi akuntansi, bebrbasis computer, aplikasi system application data processing, kinerja individu. Teknologi selalu mengalami perkembangan seiring dengan semakin pesatnya perkembangan jaman. Teknologi berkembang untuk memenuhi kebutuhan dan memberikan kemudahan bagi manusia dalam menjalankan segala aktivitas. Teknologi merupakan pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, material dan proses yang menolong manusia untuk menyelesaikan masalahnya, perkembangan teknologi akan dapat lebih meningkatkan kinerja dan memungkinkan berbagai kegiatan dapat dilaksanakan dengan cepat, tepat, akurat dan pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas. Guna mendukung perangkat teknologi menjadi lebih bermanfaat bagi kepentingan pihak perusahaan, khususnya untuk akuntansi perusahaan maka dibangunlah sebuah sistem informasi akuntansi yang memegang peranan penting dalam menetapkan cara dalam merencanakan, mengoordinasikan, menguasai atau mengontrol berbagai aktivitas yang dilaksanakan. Selain itu sistem informasi akuntansi juga memegang peranan penting bagaimana cara menyediakan informasi untuk banyak orang dan badan atau instansi yang mempunyai kepentingan akan aktivitasnya. bahwa : Baridwan (2004:3) menyatakan Sistem informasi akuntansi adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengolah, menganalisis, mengomunikasikan informasi finansial dan pengambilan keputusan yang relevan kepada pihak di luar perusahaan (seperti kantor pajak, investor dan kreditor) dan pihak intern 61 PT Tigaraksa Satria, Tbk Cabang Banjarmasin yang bergerak di bidang penjualan dan distribusi memiliki sistem informasi yang digunakan untuk membantu kegiatan operasionalnya, yaitu System Application and Product Data Processing (SAP). System Application and Product Data Processing (SAP) adalah produk lunak Enterprise Resource Planning (ERP) yang mempunyai kemampuan untuk mengintegrasikan berbagai macam aplikasi bisnis, setiap aplikasi mewakilkan area bisnis tertentu. Penerapan sistem informasi yang dapat menguntungkan perusahaan merupakan cara manajemen dalam memanfaatkan semua kekuatan dan peluang yang ada untuk bersaing dengan perusahaan lainnya. Saat ini manajemen perusahaan belum mengetahui sejauh mana persepsi karyawan mengenai pengaruh penerapan sistem informasi akuntansi berbasis komputer menggunakan SAP terhadap kinerja individu pada PT Tigaraksa Satria Tbk Cabang Banjarmasin. Mengatasi masalah ini peneliti berupaya mengetahui sejauh mana pengaruh penerapan sistem informasi akuntansi yang yang dilihat dari kualitas sistem terhadap kinerja individu pada PT Tigaraksa Satria Tbk Cabang Banjarmasin melalui pengukuran kuantitas kerja, kualitas kerja, ketepatan waktu, pengawasan supervisor, efektifitas biaya, pengaruh rekan kerja. Penerapan sistem informasi akuntansi berbasis komputer dapat diukur dari kualitas sistem yang digunakan. Teknologi informasi yang dapat memberi manfaat bagi kinerja individu adalah teknologi informasi yang sistemnya berkualitas. Menurut Belardo, Karwan dan Wallace dalam Jogiyanto (2007: 14) kualitas sistem dapat diukur dari keandalan, waktu respon, kemudahan penggunaan dan kemudahan dipelajari. Salah satu faktor yang saat ini memegang peranan penting dalam keberhasilan penerapan teknologi 62 Ferra Maryana dan Saidatun Nisa. Pengaruh Kualitas Sistem Informasi Akuntansi... informasi adalah faktor pengguna. Faktor pengguna merupakan salah satu aspek yang sangat penting untuk diperhatikan dalam penerapan teknologi informasi. Tingkat kesiapan pengguna untuk meneriama teknologi tersebut memiliki pengaruh besar dalam menentukan sukses atau tidaknya penerapan teknologi tersebut dalam hal ini System Application And Product Data Processing (SAP). Kenyataan selama ini hanya sebagian karyawan yang memiliki kecakapan untuk menjalankan System Application And Product Data Processing (SAP) karena mereka diberikan pengarahan oleh operator dan sebagian lagi belum terlalu mahir karena belajar secara otodidak melihat rekan kerja dan sebagian lagi tidak mampu memahami. Permasalahan inilah yang mempersulit kondisi kerja sehingga sistem kerja yang ada ternyata tidak mampu melahirkan suatu kondisi kerja yang stabil, untuk itu penulis melakukan pengujian sejauh mana persepsi karyawan PT Tigaraksa Satria Tbk Cabang Banjarmasin mengenai sistem informasi akuntansi yang diterapkan agar diketahui apakah sistem informasi akuntansi yang ada sekarang ini memberikan pengaruh bagi individu karyawan dalam bekerja, apakah mereka benar-benar merasa terbantu atau merasa tertekan, apabila terbantu sejauhmana pengaruhnya terhadap proses kerja karyawan tersebut menjadi lebih cepat dan lebih mudah, apabila merasa tertekan sejauhmana pengaruhnya terhadap kinerja mereka apakah pekerjaan mereka terasa lebih sulit diselesaikan dan menimbulkan kesalahankesalahan dalam bekerja. (2008 : 1) : Menurut Romney dan Steinbart Terdapat lima komponen dalam sistem informasi akuntansi, yaitu; people, procedure, data, software, dan information technology infrastructure. Suatu sistem informasi akuntansi terkandung unsur-unsur pengendalian, sehingga sangat mempengaruhi fungsi manajemen dalam melakukan pengendalian internal. Fungsi sistem 63 informasi akuntansi berperan sekali atas pengendalianpengendalian yang dilakukan perusahaan. Suatu informasi dapat dikatakan memiliki manfaat dalam proses pengambilan keputusan apabila informasi tersebut disajikan secara akurat, tepat waktu dan relevan. Informasi saat ini telah diakui sebagai salah satu sumber daya atau investasi yang patut dikembangkan oleh suatu perusahaan yang diharapkan dapat memiliki kinerja yang lebih baik, sehingga dapat menjadi suatu sumber daya penyedia informasi yang cepat dan akurat serta dapat memberikan manfaat yang besar dalam pencapaian tujuan organisasi. Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya (Mangkunegara, 2002). Metode pengukuran yang penulis gunakan adalah berdasarkan teori Andhika (2007) terdapat enam indikator yang menjadi alat ukur kinerja individu, yaitu: 1. Kuantitas kerja (quantity) Kuantitas kerja mengukur kinerja dengan cara menilai tingkat penyelesaian laporan dan jumlah hasil kerja individu. 2. Kualitas kerja (quality) Kualitas kerja mengukur kinerja dengan cara menilai kualitas laporan dalam hal kesesuaian penyajian dan penyelesaiannya terhadap standar kerja yang berlaku. 3. Ketepatan waktu (timeliness) Kinerja diukur dengan cara menilai ketepatan waktu individu dalam menyelesaikan tugastugasnya. 4. Pengawasan supervisor (need for supervisor) Kinerja diukur dengan cara menilai apakah individu dapat bekerja dengan baik tanpa diawasi atau sebaliknya. 5. Efektifitas biaya (cost effectiveness) Kinerja diukur dengan cara menilai seberapa besar biaya yang dikeluarkan dalam menyelesaikan tugas. 6. Pengaruh rekan kerja (interpersonal impact) Kinerja diukur dengan cara menilai hasil pekerjaan yang dilakukan dalam tim dengan bekerja sama dengan karyawan lainnya. 64 Ferra Maryana dan Saidatun Nisa. Pengaruh Kualitas Sistem Informasi Akuntansi... Kesemuanya ini akan diukur melalui kuantitas kerja (quantity) yaitu mengukur kinerja dengan cara menilai tingkat penyelesaian laporan dan jumlah hasil kerja individu. Kualitas kerja yaitu mengukur kinerja dengan cara menilai kualitas laporan dalam hal kesesuaian penyajian dan penyelesaiannya terhadap standar kerja yang berlaku. Ketepatan waktu (timeliness) diukur dengan cara sistem yang berkualitas. Pekerjaan yang dilakukan dapat lebih banyak, lebih cepat, lebih efektif, dan lebih mudah dikerjakan. Sebaliknya jika sistem yang digunakan tidak andal, waktu responnya lambat, tidak mudah digunakan dan dipelajari akan mengakibatkan pekerjaan yang dilakukan karyawan menjadi lebih lambat karena mereka tidak memahami sistem yang ada. menilai ketepatan waktu individu Penelitian yang dilakukan oleh dalam menyelesaikan tugas-tugasnya. Efektifitas biaya (cost effectiveness) Astuti (2008) dengan judul Pengaruh Penerapan Sistem Informasi diukur diukur dengan cara menilai Akuntansi Terhadap Kinerja Individu seberapa besar biaya yang dikeluarkan dalam menyelesaikan tugas. Kualitas sistem dapat berpengaruh terhadap kualitas informasi karena jika sistem yang digunakan berkualitas (sistem yang digunakan andal, waktu respon yang cepat, mudah digunakan dan mudah dipelajari) maka kinerja karyawan sebagai pengguna akan meningkat. Hal ini disebabkan karena pekerjaan yang mereka lakukan dibantu dengan (Penelitian pada SKPD di Lingkungan Pemerintah Kota Malang) menunjukkan bahwa penerapan sistem informasi akuntansi pada organisasi sektor publik mempengaruhi kinerja individu secara positif dan signifikan. Penelitian ini berhasil menguji konsistensi hasil penelitian terdahulu yang telah dilakukan oleh Jumaili (2005), Nurcahyadi (2006) dan Wulandari (2006). Penelitian ini menunjukkan bahwa sistem informasi 65 akuntansi dapat mempengaruhi kinerja individu pada organisasi di berbagai sektor, tidak hanya pada sektor publik, tetapi juga pada sektor swasta. Jika sistem yang digunakan andal, maka kualitas hasil pekerjaan individu akan sesuai dengan standar perusahaan. Hal ini disebabkan karena sistem yang andal merupakan sistem yang dibuat sesuai dengan keinginan dan standar perusahaan yang berlaku. Akibatnya, terjadi kesesuaian penyajian dan penyelesaian pekerjaan dengan standar yang berlaku di perusahaan. Selain itu, jika sistem yang dimiliki perusahaan mudah dipahami dan dipelajari akan menyebabkan karyawan mudah Penelitian ini penting dilaksanakan mengingat pencapaian kinerja individual dinyatakan berkaitan dengan pencapaian serangkaian tugas-tugas individu dengan dukungan teknologi informasi yang ada. Pengukuran kinerja individual ini melihat dampak sistem yang baru terhadap efektifitas penyelesaian tugas, membantu meningkatkan kinerja dan menjadikan pemakai lebih produktif dan kreatif. Teknologi sistem yang baru yang dipercaya oleh individu dapat meningkatkan kinerjanya akan menghasilkan tingkat pencapaian kinerja yang lebih baik oleh individu. Sistem yang berkualitas tinggi akan melakukan pekerjaannya mempengaruhi kepercayaan pemakai menggunakan sistem yang tersebut. Akibatnya, karyawan dapat menyelesaikan pekerjaannya tepat bahwa dengan sistem tersebut tugastugas yang dihadapi akan dapat diselesaikan dengan lebih mudah. waktu, jumlah pekerjaan yang dapat diselesaikan baik sendiri maupun dengan tim lebih banyak dan dapat menyelesaikan pekerjaan meskipun tanpa diawasi. 66 Ferra Maryana dan Saidatun Nisa. Pengaruh Kualitas Sistem Informasi Akuntansi... H 1 : Penerapan sistem informasi akuntansi berbasis komputer individu pada PT. Tigaraksa Satria Tbk Cabang menggunakan SAP Banjarmasin. berpengaruh terhadap kinerja SIA berbasis komputer H 1 Kinerja individu Gambar 1. Model Penelitian METODE Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Variabel independen dalam penelitian ini adalah penerapan sistem akuntansi berbasis komputer yang dilihat dari kualitas sistem, yaitu kualitas sistem informasi akuntansi berbasis komputer yang terintegrasi dan harmonisasi antara komponenkomponen sistem informasi akuntansi, yang diukur dari keandalan, waktu respon, kemudahan penggunaan dan kemudahan dipelajari. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kinerja individu, yaitu kinerja karyawan sebagai pengguna sistem informasi akuntansi berbasis komputer yang diukur dari : 1. Kuantitas kerja (quantity) Kuantitas kerja mengukur kinerja dengan cara menilai tingkat penyelesaian laporan dan jumlah hasil kerja individu. 2. Kualitas kerja (quality) Kualitas kerja mengukur kinerja dengan cara menilai kualitas laporan dalam hal kesesuaian penyajian dan penyelesaiannya terhadap standar kerja yang berlaku. 3. Ketepatan waktu (timeliness) Kinerja diukur dengan cara menilai ketepatan waktu individu dalam menyelesaikan tugastugasnya. 4. Pengawasan supervisor (need for supervisor) 67 Kinerja diukur dengan cara menilai apakah individu dapat bekerja dengan baik tanpa diawasi atau sebaliknya. 5. Efektifitas biaya (cost effectiveness). Kinerja diukur dengan cara menilai seberapa besar biaya yang dikeluarkan dalam menyelesaikan tugas. 6. Pengaruh rekan kerja (interpersonal impact). Kinerja diukur dengan cara menilai hasil pekerjaan yang dilakukan dalam tim dengan bekerja sama dengan karyawan lainnya. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PT Tigaraksa Satria Tbk Cabang Banjarmasin yang menggunakan SAP sebanyak 30 orang. Sementara karena jumlah sampel kurang dari 100 orang maka jumlah sampel sama dengan jumlah populasi (total sample). Pengolahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara: 1. Membagikan kuesioner kepada karyawan 2. Melakukan tabulasi data 3. Melakukan Uji Validitas Uji validitas dalam penelitian ini dilakukan mengunakan analisis faktor dengan melihat nilai communality. Data valid jika nilai communality 0, Uji Reliabilitas Uji reliabilitas dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik Cronbach s Alpha. Menyatakan bahwa suatu item dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach s Alpha yang lebih besar dari 0, Uji Asumsi Klasik Hasil penelitian yang representatif dapat dihasilkan melalui uji regresi linier yang telah memenuhi beberapa asumsi dasar klasik sebagai berikut: a. Uji Normalitas Data Pengujian normalitas data dilakukan menggunakan uji One Sample Klomogorov- Smirnov. Jika pengujian 68 Ferra Maryana dan Saidatun Nisa. Pengaruh Kualitas Sistem Informasi Akuntansi... menghasilkan nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 maka asumsi normalitas terpenuhi. b. Uji Autokorelasi Uji autokorelasi dilakukan dengan menggunakan Durbin- Watson Test. Asumsi nonautokorelasi terpenuhi jika pengujian menghasilkan nilai du dw 4 du. c. Uji Multikolinieritas Pengujian multikolinieritas dilakukan dengan menghitung nilai VIF (Variance Inflating Factor). Jika pengujian menghasilkan nilai VIF lebih kecil dari 10 maka asumsi nonmultikolinieritas terpenuhi. d. Uji Heteroskedastisitas Pengujian heteroskedastisitas dilakukan menggunakan uji koefisien korelasi. Rank Spearman. Jika pengujian menghasilkan nilai lebih besar dari 0,05 (5%) maka persamaan regresi tidak mengandung heteroskedastisitas. 6. Pengujian Hipotesis Analisis regresi linier sederhana digunakan untuk menghitung nilai koefisien regresi yang menunjukkan seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Model regresi linier sederhana dapat dirumuskan sebagai berikut: Y = a + bx + e Keterangan: Y= variabel dependen a = konstanta b = koefisien regresi X = variabel independen e = kesalahan Pengujian hipotesis dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis sebagai berikut: a. Uji t (Partial Individual Test) Uji t dilakukan untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial. Jika tingkat signifikansi 0,05 maka 69 hipotesis bahwa penerapan sistem informasi akuntansi komputer terhadap kinerja individu. Besarnya pengaruh berbasis komputer dilihat dari besarya Adjusted menggunakan SAP dapat r 2. diterima. Sementara jika tingkat signifikansi 0,05 maka hipotesis tersebut ditolak. b. Uji Determinasi Uji determinasi dilakukan untuk menguji seberapa besar pengaruh penerapan sistem informasi akuntansi berbasis Scale Mean if Item Deleted HASIL DAN PEMBAHASAN Uji reliabilitas dilakukan dengan melihat nilai Cronbach Alpha. Jika Cronbach Alpha 0,60 berarti kuesioner yang digunakan reliabel (andal). Berikut tabel hasil uji reliabilitas: Tabel 1. Hasil Uji Reliabilitas Item-Total Statistics Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted KS KS KS KS KS KS KS KS KI KI KI KI KI KI KI KI Sumber : Output Statistik SPSS Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa kuesioner terlihat bahwa nilai Cronbach yang digunakan reliabel (andal). Alpha 0,60. Hal ini 70 Ferra Maryana dan Saidatun Nisa. Pengaruh Kualitas Sistem Informasi Akuntansi... Uji validitas data menggunakan analisis faktor yaitu dengan melihat nilai communality. Jika nilai communality 0,60 maka data valid. Berikut hasil uji validitas. Tabel 2. Hasil Uji Validitas Initial Communalities Extraction KS KS KS KS KS KS KS KS KI KI KI KI KI KI KI KI Extraction Method: Principal Component Analysis. Sumber : Output Statistik SPSS Berdasarkan tabel di atas uji Kolmogorov-Smirnov, terlihat bahwa nilai communality histogram dan normal probability 0,60 berarti seluruh data valid. Uji plot. Berikut hasil ketiga uji normalitas data dilakukan dengan tersebut: 71 Tabel 3. Hasil Uji Kolmogorov-Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual N 30 Normal Parameters a Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute.152 Positive.124 Negative Kolmogorov-Smirnov Z.834 Asymp. Sig. (2-tailed).490 a. Test distribution is Normal. Sumber : Output Statistik SPSS Gambar 2. Histogram Sumber : Output Statistik SPSS Gambar 3. Normal Probability Plot Sumber: Output Statistik SPSS 72 Ferra Maryana dan Saidatun Nisa. Pengaruh Kualitas Sistem Informasi Akuntansi... Berdasarkan tabel 3 terlihat bahwa hasil uji Kolmogorov-Smirnov memiliki tingkat signifikansi 0,05. Hal ini berarti data berdistribusi normal. Sementara dari hasil histogram terlihat bahwa gambar menunjukkan data berdistribusi normal. Hasil normal probability plot juga menunjukkan bahwa data berdistribusi normal. Hal ini terlihat dari sebaran jawaban responden berada di sekitar garis diagonal. kurva yang dihasilkan memiliki titik Uji heteroskedastisitas tertinggi di angka 0 pada sumbu X dan gambar kurva sisi kiri dan kanan sama (tidak menceng). Hal ini juga dilakukan dengan membuat scatterplot. Berikut hasil uji heteroskedastisitas: Gambar 4. Hasil Uji Heteroskedastisitas Sumber : Output Statistik SPSS Gambar di atas menunjukkan bahwa data bersifat heterogen (berbeda) dan tidak homogen (seje
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks