DINAMIKA EKONOMI Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol.10 No.2 September PDF

Please download to get full document.

View again

of 11
8 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
PENGARUH INTERNET FINANCIAL REPORTING TERHADAP KEPUTUSAN INVESTASI (Studi Empiris Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2016 ) M.Riduan Abdillah STIE NASIONAL
Document Share
Document Transcript
PENGARUH INTERNET FINANCIAL REPORTING TERHADAP KEPUTUSAN INVESTASI (Studi Empiris Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2016 ) M.Riduan Abdillah STIE NASIONAL BANJARMASIN Abstract, This research aims to examine the effect of Internet Financial Reporting (IFR) on investment decisions. The population in this research are all manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) in Sampling of this research using purposive sampling method. This research independent variable is Internet Financial Reporting (IFR) measured with Internet Disclosure Index (IDI) (Spanos and Mylonakis, 2006), dependent variable is investment decision measured by market to book value of assets (Prapaska, 2012), control variable is firm size measured by the total natural logarithm of company asset (Puspitaningrum and Atmini, 2012; Siagian, et al.2013). The findings found evidence that Internet Financial Reporting (IFR) is unfavorable to investment decisions as well as firm size as a control variable influencing investment decisions. Keywords : Internet Financial Reporting (IFR), investment decisions Abstrak, Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Internet Financial Reporting (IFR) terhadap keputusan investasi. Populasi penelitian adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Penelitian ini variabel independen adalah Internet Financial Reporting (IFR) diukur dengan Internet Disclosure Index (IDI) (Spanos dan Mylonakis, 2006), variabel dependen adalah keputusan investasi diukur dengan market to book value of assets (Prapaska, 2012), variabel kontrol yaitu ukuran perusahaan diukur dengan logaritma natural total aset perusahaan (Puspitaningrum dan Atmini, 2012; Siagian, et al.2013). Hasil penelitian menemukan bahwa Internet Financial Reporting (IFR) tidak berpengaruh terhadap keputusan investasi serta 63 M. Riduan Abdillah. Pengaruh Internet Financial Reporting Terhadap Keputusan ukuran perusahaan sebagai variabel kontrol berpengaruh terhadap keputusan investasi. Kata kunci : Internet Financial Reporting (IFR), keputusan investasi Pentinganya penelitian Internet Financial Reporting (IFR) terhadap keputusan investasi tentunya tidak terlepas dari adanya interaksi antara Internet Financial Reporting (IFR) terhadap keputusan investasi. Asbaugh, et al (1999) mengindikasikan bahwa elemen penting dari Internet Financial Reporting (IFR) ialah kuantitas dari pengungkapan informasi. Semakin luas pengungkapan informasi maka akan semakin besar dampaknya terhadap keputusan investasi bagi para investor. Internet Financial Reporting (IFR) merupakan sarana bagi perusahaan dalam menyampaikan pelaporan keuangan melalui internet (website) dan tepat waktu sesuai dengan ketentuan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang nantinya dapat digunakan oleh para pengguna informasi dalam rangka pengambilan keputusan. Puspitaningrum dan Atmini (2012) menjelaskan bahwa Internet Financial Reporting (IFR) menyediakan beberapa jenis informasi tentang perusahaan melalui website perusahaan tersebut yang nantinya dapat digunakan oleh para pemakai informasi dalam pengambilan keputusan. Suatu informasi yang masuk ke bursa saham akan mempengaruhi pasar untuk bereaksi termasuk penggunaan Internet Financial Reporting (IFR) oleh perusahaan. Reaksi pasar dapat ditunjukkan oleh adanya perubahan harga saham, frekuensi perdagangan saham perusahaan yang bersangkutan, dan return saham pada pasar. Menurut Jogiyanto (2000), para pelaku pasar modal akan mengevaluasi setiap pengumuman yang diterbitkan oleh emiten, sehingga hal tersebut akan menyebabkan beberapa perubahan pada transaksi perdagangan saham, misalnya adanya perubahan pada volume saham dan frekuensi 64 perdagangan saham, perubahan harga saham, bid/ask spread, proporsi kepemilikan, dan lain-lain. Internet Financial Reporting (IFR) sangat diharapkan akan menjadi alat bagi perusahaan untuk menarik minat para investor guna menanamkan sejumlah dananya ke perusahaan yang bersangkutan dengan kemudahankemudahan akses pengungkapan informasi yang ditawarkan atau diberikan melalui versi Intrernet Financial Reporting (IFR) seperti karakteristik dan keunggulan dalam pengungkapan informasi antara lain bersifat mudah menyebar (pervasiveness), tidak mengenal batas (borderless-ness), tepat waktu (real time), berbiaya rendah (low cost), dan mempunyai interaksi yang tinggi (high interaction) (Asbaugh, et al., 1999), yang pada akhirnya dapat mempengaruhi pengambilan keputusan investasi dari para investor. METODE Populasi penelitian ini menggunakan objek penelitian yaitu seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun Metode yang digunakan untuk pengambilan sampel penelitian ini melalui purposive sampling dengan kriteria-ktiteria yang ditentukan sebagai berikut : a. Perusahaan manufaktur telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun b. Perusahaan memiliki laporan tahunan yang dapat diakses baik via website IDX atau website individu masing-masing perusahaan. c. Perusahaan mempunyai website yang dapat diakses atau non-error pada periode pengamatan. d. Website perusahaan tidak dalam perbaikan (under construction) selama periode pengamatan. e. Perusahaan mempunyai semua data yang dibutuhkan dalam penelitian ini. Variabel independen di penelitian adalah Internet Financial Reporting (IFR) yaitu pengungkapan informasi perusahaan baik keuangan maupun non-keuangan melalui internet/website 65 M. Riduan Abdillah. Pengaruh Internet Financial Reporting Terhadap Keputusan perusahaan tersebut. Internet Financial Reporting (IFR) diukur melalui Internet Disclosure Index (IDI) yang dikembangkan oleh Spanos dan Mylonakis (2006). Internet Disclosure Index (IDI) terdiri atas konten informasi (content) dan penyajian informasi (presentation). Rincian 40 item yang termasuk dalam bagian konten informasi (content) berdasarkan Internet Disclosure Index (IDI), antara lain : a. 15 item berkaitan dengan keberadaan informasi akuntansi dan keuangan. b. 9 item berkaitan dengan informasi corporate governance. c. 8 item berkaitan dengan informasi sumber daya manusia dan corporate social responsibility (CSR). d. 8 item berkaitan dengan informasi detail kontak dan fasilitas terkait untuk investor relation (IR). Rincian 10 item yang termasuk dalam bagian penyajian informasi (presentation) berdasarkan Internet Disclosure Indeks (IDI), antara lain: a. 3 item berkaitan dengan material processable formats. b. 7 item yang berkaitan dengan technology advantages dan user support. Total keseluruhan item informasi yang diharapkan berdasarkan Internet Disclosure Index (IDI) berjumlah 50 item. Setiap item yang diungkapkan di dalam website perusahaan berdasarkan Internet Disclosure Indeks (IDI) diberi skor 1. Sebaliknya, item yang tidak diungkapkan di dalam website perusahaan berdasarkan Internet Disclosure Index (IDI) akan diberi skor 0. Variabel dependen di penelitian ini adalah keputusan investasi yaitu kombinasi antara aktiva yang dimiliki (assets in place) dan pilihan investasi di masa yang akan datang dengan net present value positif (Myers, 1977 dalam Praska, 2012). Keputusan investasi dalam penelitian ini diukur dengan market to book value of assets (MBVA) sebagai berikut : 66 MBVA = (Total Aset - Total Ekuitas + (Jumlah Lembar Saham Beredar x Closing Price)) / Total Aset Variabel kontrol penelitian ini menggunakan ukuran perusahaan yang diukur dengan logaritma natural total aset perusahaan (Puspitaningrum dan Atmini, 2012; Siagian, et al.2013). Adapun persamaan yang akan diuji dalam penelitian ini adalah: IFR = α + β1kp + β2 ln_ukp + e Keterangan : α : Konstanta β1- β2 : Koefisien Regresi IFR : Internet Financial Reporting (IFR) KI : Keputusan Investasi E : Error term, yaitu tingkat kesalahan penelitian Pengujian hipotesis pada penelitian ini dilakukan melalui pendekatan Structural Equation Model (SEM) dengan menggunakan Software Partial Least Square (PLS). Analisis dengan menggunakan PLS terdapat 2 hal yang dilakukan, antara lain : a. Model Pengukuran (Outer Model) Analisis jalur (path analysis) untuk variabel observed menggunakan PLS menghasilkan model yang mentransformasi seperangkat variabel eksplanatori yang saling berkorelasi menjadi seperangkat variabel baru yang tidak saling berkorelasi dengan cara membuat satu indikator berbentuk formatif untuk variabel laten (Ghozali, 2012). Analisis jalur (path analysis) dengan variabel observed menggunakan program Smart PLS, tidak perlu melakukan pengukuran model (measurement model) sehingga langsung dilakukan estimasi model struktural (Ghozali, 2012). Konstruk berbentuk formatif, maka evaluasi model pengukuran dilakukan dengan melihat signifikansi weightnya sehingga uji validitas dan reliabilitas konstruk tidak diperlukan (Ghozali, 2012). Untuk memperoleh signifikansi weight harus melalui prosedur resampling (bootsrapping). Selain itu, menurut Ghozali (2012) menjelaskan bahwa uji multikolinieritas untuk konstruk formatif mutlak diperlukan dengan menghitung Tolerance. Nilai VIF yang direkomendasikan 10 atau 67 M. Riduan Abdillah. Pengaruh Internet Financial Reporting Terhadap Keputusan 5 dan nilai Tolerance 0,10 atau 0,20. b. Model Struktural (Inner Model) Menilai model struktural dengan PLS dimulai dengan melihat nilai R-Squares untuk setiap variabel pengaruh antar variabel melalui prosedur bootsrapping (Ghozali, 2012). Pada penelitian ini, nilai signifikansi yang digunakan (twotailed) t-value adalah 1,96 (significance level = 5 %). laten endogen sebagai kekuatan prediksi model struktural (Ghozali, 2012). Perubahan nilai R-Squares dapat digunakan untuk menjelaskan pengaruh variabel laten eksogen tertentu terhadap variabel laten endogen apakah mempunyai pengaruh yang substantif. Nilai R-Squares 0,75; 0,50 dan 0,25 dapat disimpulkan bahwa model kuat, moderate dan lemah. Selain itu, menilai model struktural juga dilakukan dengan melihat signifikansi untuk mengetahui HASIL DAN PEMBAHASAN Menilai Model Pengukuran (Outer Model) Uji multikolonieritas untuk konstruk formatif dengan menggunakan SEM-PLS mutlak diperlukan dengan menghitung nilai variance inflation factor (VIF) dan lawannya tolerance (Ghozali, 2012). Nilai VIF direkomendasikan 10 atau 5 dan nilai tolerance 0,10 atau 0,20. Tabel 1. Latent Variable Correlations IFR 1, IFR KI UKP KI -0, , UKP 0, , , Sumber : Output Smart PLS 2.0 M3 (2017) 68 Hasil output statistik di atas menunjukkan bahwa besaran korelasi antar variabel independen tingkat korelasinya masih di bawah 95%, maka dapat dikatakan tidak terjadi multikolinieritas yang serius. Menilai Model Struktural (Inner Model) Penilaian model struktural dengan PLS, dimulai dengan melihat nilai R-Squares untuk setiap variabel laten endogen sebagai kekuatan prediksi dari model struktural serta perubahan nilai R-Squares dapat digunakan untuk menjelaskan pengaruh variabel laten eksogen tertentu terhadap variabel laten endogen apakah mempunyai pengaruh yang substantive. Tabel di bawah ini merupakan output R-Square dengan menggunakan Smart PLS 2.0 M3 : Tabel 2. R Square R Square IFR KI 0, UKP Sumber : Output Smart PLS 2.0 M3 (2017) Hasil output statistik di atas menunjukkan bahwa nilai pengaruh variabel Internet Financial Reporting sebagai variabel independen serta ukuran perusahaan (UKP) sebagai variabel kontrol terhadap Keputusan Investasi (KI) adalah sebesar 0,03 atau 3 % dan sisanya 97 % dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian ini. 69 M. Riduan Abdillah. Pengaruh Internet Financial Reporting Terhadap Keputusan Sumber : Output Smart PLS 2.0 M3 (2017) Gambar 1. PLS Algorithma Pengaruh Langsung (Direct Effect) Internet Financial Reporting (IFR) Terhadap Keputusan Investasi (KI) Serta Ukuran Perusahaan sebagai Variabel Kontrol Berdasarkan gambar 1 di atas, menunjukkan bahwa koefisien direct effect Internet Financial Reporting (IFR) terhadap Keputusan Investasi (KI) sebesar 0,15. Koefisien direct effect ukuran perusahaan (UKP) sebagai variabel kontrol terhadap Keputusan Investasi sebesar 0,18. Sumber : Output Smart PLS 2.0 M3 (2017) Gambar 2. Bootstrapping Signifikansi Pengaruh Langsung (Direct Effect) Internet Financial Reporting (IFR) Terhadap Keputusan Investasi (KI) Serta Ukuran Perusahaan sebagai Variabel Kontrol Berdasarkan gambar 2 di atas, menunjukkan bahwa direct effect Internet Financial Reporting (IFR) terhadap Keputusan Investasi (KI) memiliki nilai signifikansi sebesar 1,53 1,96 yang berarti tidak signifikan. Sedangkan nilai signifikansi ukuran perusahaan (UKP) 70 sebagai variabel kontrol terhadap Keputusan Investasi (KI) adalah sebesar 2,00 1,96 yang berarti signifikan. Pembahasan Penelitian ini menemukan bukti bahwa Internet Financial Reporting (IFR) tidak berpengaruh terhadap keputusan investasi yaitu dengan tingkat signifikansi sebesar 1,53 1,96. Internet Financial Reporting (IFR) merupakan pengungkapan informasi keuangan maupun non-keuangan yang disajikan melalui website perusahaan masingmasing. Di Indonesia, fenomena yang berkaitan dengan Internet Financial Reporting (IFR) bahwa masih belum adanya kejelasan dalam rangka mengatur konten-konten informasi yang perlu disajikan/diungkapkan dalam website perusahaan selain dari informasi berupa laporan keuangan atau laporan tahunan. Teori sinyal menjelaskan bahwa informasi good news atau bad news khususnya berkaitan dengan informasi tentang prospek perusahaan akan sangat berdampak pada pengambilan keputusan pihak luar yakni investor untuk berinvestasi. Jika diamati bahwa dari beberapa perusahaan manufaktur lebih banyak informasi yang disajikan di perusahaan hanya berbasis keunggulan produk saja tetapi tidak pada informasi baik keuangan maupun non-keuangan yang bermanfaat bagi para investor dalam pengambilan keputusan investasi (Abdillah, 2015 ; Abdillah, 2016 ). Almilia (2009) dan Rahman (2010) mengemukakan bahwa di Indonesia masih banyak perusahaan publik yang belum memanfaatkan secara optimal pengungkapan informasi perusahaan melalui website, baik untuk informasi keuangan dan keberlanjutan perusahaan serta masih terdapatnya juga perusahaan publik yang tidak mempunyai website dan tidak melaporkan kinerja keuangan melalui internet. Secara garis besar Internet Financial Reporting (IFR) ini menjadi fenomena yang manarik bagi para investor akan tetapi masih bukan menjadi alat yang dominan yang dipergunakan dalam mempengaruhi keputusan investasi. 71 M. Riduan Abdillah. Pengaruh Internet Financial Reporting Terhadap Keputusan Variabel kontrol penelitian ini yaitu ukuran perusahaan (UKP) berpengaruh signifikan terhadap keputusan investasi dengan tingkat signifikansi sebesar 2,00 1,96. Sanchez, et al. (2011) mengemukakan bahwa semakin besar suatu perusahaan maka akan dipandang lebih oleh pasar dan masyarakat luas termasuk para analis yang akan berdampak pada image perusahaan sehingga secara otomatis akan menimbulkan semakin tinggi pula permintaan informasi terhadap perusahaan tersebut serta memberikan tekanan kepada perusahaan untuk dapat lebih luas dalam pengungkapan informasi. Keterbukaan informasi perusahaan akan sangat memberikan pengaruh yang cukup besar bagi para investor terutama pertimbangan investasi atas sejumlah dana baik bersifat uang tunai (modal disetor) maupun dalam bentuk saham. DAFTAR PUSTAKA Abdillah, M. (2015). Pengaruh Karakteristik Dewan Komisaris Terhadap Pengungkapan Internet Financial Reporting (IFR) (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2013). DINAMIKA EKONOMI Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 8 (1) Pengaruh Board Diversity Terhadap Internet Financial Reporting. DINAMIKA EKONOMI Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 8 (1). Almilia, Luciana Spica Analisa Kualitas Isi Financial And Sustainability Reporting Pada Website Perusahaan Go Publik Di Indonesia. Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2009 (SNATI 2009). Ashbaugh, H., Johnstone, K. M., & Warfield, T. D. (1999). Corporate Reporting On The Internet. Accounting Horizon, 13, Ghozali, I. (2012). Partial Least Square : Konsep, Teknik dan Aplikasi Menggunakan Program Smart PLS2.0 M3. Semarang: UNDIP. Jogiyanto. (2010). Teori Portofolio Dan Analisis Investasi. Yogyakarta: BPFE. Prapaska, J. R. (2012). Analisis Pengaruh Tingkat Profitabilitas, Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, Dan Kebijakan 72 Deviden Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Manufaktur Di Bei Tahun Skripsi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Diponegoro, Puspitaningrum, D., & Atmini, S. (2012). Corporate Governance Mechanism And The Level Of Internet Financial Reporting : Evidence From Indonesian Companies. Procedia Economics and Finance, 2, Sanchez, I. M., Dominguez, L. R., dan Alvarez, I. G. (2011). Corporate Governance And Strategic Information On The Internet (A Study Of Spanish Listed Companies). Accounting, Auditing & Accountability Journal, 24, Siagian, F., Siregar, S. V., & Rahadian, Y. (2013). Corporate governance, reporting quality, and firm value : evidence from indonesia. Journal Of Accounting in Emerging Economies, Spanos, L., & Mylonakis, J. (2006). Internet Corporate Reporting In Greece. European Journal of Economics, Finance and Administrative Sciences, 7,
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks