DINAMIKA EKONOMI Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol.10 No.2 September PDF

Please download to get full document.

View again

of 14
13 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
DINAMIKA EKONOMI Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol.10 No.2 September 2017 PENGARUH METODE PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING TERHADAP HASIL CAPAIAN PEMBELAJARAN MAHASISWA PROGRAM STUDI AKUNTANSI DAN MANAJEMEN PADA
Document Share
Document Transcript
DINAMIKA EKONOMI Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol.10 No.2 September 2017 PENGARUH METODE PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING TERHADAP HASIL CAPAIAN PEMBELAJARAN MAHASISWA PROGRAM STUDI AKUNTANSI DAN MANAJEMEN PADA PERGURUAN TINGGI SWASTA DI BANJARMASIN Ferra Maryana Nova Abriano STIE NASIONAL BANJARMASIN Abstract, This study aimed to give empirical evidences about the effect of blended learning methods to learning outcomes of accounting and management students in Banjarmasin and the difference learning outcomes of both student. The variables in this study were blended learning methods and learning outcomes. The population in this study was the accounting and management students in Banjarmasin. The data collected from the output of learning outcomes of the respondents from true experiment. The samples technique used convenient sampling with 4 classes of accounting and management in STIE Nasional Banjarmasin. The study gived empirical evidences that there were effect of blended learning methods to learning outcomes of accounting and management students in Banjarmasin and the were not difference learning outcomes of both students. Keywords: accounting and management student, blended learning methods, learning outcomes Abstrak, Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara empris pengaruh metode pembelajaran blended learning terhadap hasil capaian pembelajaran program studi akuntansi dan manajemen. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah hasil capaian pembelajaran dan variabel independen adalah metode pembelajaran blended learning. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa perguruan tinggi swasta ekonomi di Banjarmasin. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dari hasil true experiment yang dilakukan terhadap mahasiswa program studi akuntansi dan manajemen perguruan tinggi swasta di Banjarmasin dengan membandingkan hasil capaian pembelajaran antara kelas yang diberi treatment (perlakuan) dengan kelas yang tidak diberi 133 Ferra Maryana dan Nova Abriano. Pengaruh Metode Pembelajaran Blanded treatment. Sampel diambil dengan menggunakan convenient sampling karena untuk kenyamanan pelaksanaan eksperimen. Pengaruh metode pembelajaran blended learning terhadap hasil capaian pembelajaran digunakan analisis regresi linear sederhana serta untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil capaian pembelajaran antara masing-masing program studi digunakan uji beda. Hasil penelitian membuktikan bahwa hipotesis 1 diterima yaitu model pembelajaran blended learning berpengaruh terhadap hasil capaian pembelajaran mahasiswa prodi akuntansi dan manajemen di Banjarmasin. Sementara hipotesis 2 yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan hasil capaian pembelajaran antara mahasiswa prodi akuntansi dan manajemen di Banjarmasin ditolak. Kata Kunci: hasil capaian pembelajaran, metode pembelajaran, blended learning eksperimen Pengembangan kurikulum perguruan tinggi di Indonesia saat ini harus dibuat berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) tahun Kerangka tersebut menjadi acuan dalam menentukan capaian pembelajaran yang harus dicapai oleh para lulusan perguruan tinggi. KKNI dibuat oleh pemerintah dalam rangka menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), di mana para lulusan perguruan tinggi harus mampu bersaing dengan para lulusan perguruan tinggi di luar Indonesia dengan cara para lulusan mampu mencapai capaian pembelajaran sesuai dengan level/tingkat pendidikan masingmasing. Salah satu profesi yang akan bersaing pada era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) adalah akuntan. Para lulusan strata 1 akuntansi adalah para calon akuntan yang akan bekerja baik sebagai akuntan manajemen, akuntan publik, ataupun akuntan pendidik setelah mereka mengikuti studi lanjut dan pelatihan tertentu. Penggunaan e-learning dapat meningkatkan penguasaan mahasiswa pada ranah afektif dan psikomotorik. Penggunaan e-learning di pulau Jawa sebagai pusat pendidikan di Indonesia sudah merupakan keharusan, apalagi 134 DINAMIKA EKONOMI Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol.10 No.2 September 2017 mengingat kurikulum pendidikan saat ini berbasis kompetensi dan berbasis karakter. Proses transfer pengetahuan tidak lagi selalu dilakukan melalui tatap muka langsung, akan tetapi juga dilakukan melalui jarak jauh menggunakan berbagai fasilitas teknologi informasi. Sementara di luar pulau Jawa penggunaan e-learning sebagai metode pembelajaran masih terbatas. Tidak semua dosen dan mata kuliah pada suatu perguruan tinggi menggunakan e-learning. Hal ini antara lain disebabkan karena beberapa mata kuliah dianggap tidak efektif jika dilaksanakan menggunakan e-learning sebagai solving problem. Selain itu keterbatasan fasilitas di perguruan tinggi dan fasilitas yang dimiliki mahasiswa juga menjadi kendala penggunaan e-learning. Hal ini makin dirasakan bagi mahasiswa yang berasal dari kota kecil atau pedesaan yang kurang memiliki akses internet. Perguruan tinggi swasta di Banjarmasin sudah menggunakan fasilitas hot spot area di kampus masing-masing untuk mempermudah pelaksanaan proses belajar mengajar, juga untuk penerapan e-learning. Berdasarkan observasi pendahuluan yang dilakukan, penerapan e-learning di Banjarmasin sebagian besar sebagai web enhanced course, yaitu pemanfaatan internet untuk menunjang peningkatan kualitas pembelajaran yang dilakukan di kelas. Model blended learning merupakan gabungan pembelajaran konvensional dengan e-learning. Berbagai macam metode pembelajaran dapat digabungkan agar blended learning dapat mencapai hasil maksimal sesuai yang diharapkan oleh perguruan tinggi. Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang memiliki program studi akuntansi di Banjarmasin terdiri dari 3 (tiga) PTS, yaitu STIE Nasional Banjarmasin, STIE Indonesia Kayutangi Banjarmasin dan STIE Pancasetia Banjarmasin. Penelitian ini khusus dilakukan untuk menguji pengaruh metode blended learning untuk tingkat strata 1 (S1) program studi akuntansi terhadap hasil capaian pembelajaran (untuk strata 1 para lulusan harus mencapai level 6). 135 Ferra Maryana dan Nova Abriano. Pengaruh Metode Pembelajaran Blanded Mahasiswa program studi akuntansi dan manajemen di STIE Nasional yang menjadi tempat eksperimen sudah pernah melakukan pembelajaran dengan metode blended learning. Selain itu di 2 (dua) Perguruan Tinggi Swasta Ekonomi lainnya yaitu STIE Indonesia Kayutangi Banjarmasin dan STIE Pancasetia Banjarmasin juga pernah melakukan pembelajaran dengan metode blended learning dengan formulasi yang disesuaikan dengan kebijakan masing-masing dosen pengampu mata kuliah. Oleh karena itu seharusnya tidak terdapat perbedaan hasil capaian pembelajaran menggunakan blended learning baik untuk mahasiswa akuntansi maupun manajemen. Rumusan masalah yang dikaji dalam penelitian ini yaitu: 1. Apakah metode blended learning berpengaruh terhadap hasil capaian pembelajaran mahasiswa program studi akuntansi dan manajemen pada Perguruan Tinggi Swasta di Banjarmasin? 2. Apakah terdapat perbedaan hasil capaian pembelajaran menggunakan blended learning antara mahasiswa program studi akuntansi dan manajemen pada Perguruan Tinggi Swasta di Banjarmasin? Sementara hipotesis yang diajukan dan akan diuji dalam penelitian ini adalah H1 : Metode blended learning berpengaruh terhadap hasil capaian pembelajaran mahasiswa perguruan tinggi swasta di Banjarmasin. H2 : Tidak terdapat perbedaan hasil capaian pembelajaran menggunakan blended learning antara program studi akuntansi dan manajemen pada Perguruan Tinggi Swasta di Banjarmasin. Blended Learning Blended learning merupakan pengembangan lebih lanjut dari metode e-learning, yaitu metode pembelajaran yang menggabungkan antara sistem e-learning dengan metode konvensional atau tata muka (face - to face). Beberapa ahli 136 DINAMIKA EKONOMI Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol.10 No.2 September 2017 mendefinisikan blended learning sebagai berikut : 1. Valiathan, (2002) blended learning is used to describe a solution that combines several different delivery methods, such as collaboration software, Web-based courses, EPSS (electronic performance support systems), and knowledge management practices. 2. Rooney, (2003), Blended learning is a hybridlearning concept integrating traditional inclasssessions and e-learning elements. Ahli lainnya memberikan definisi lebih luas lagi, seperti Whitelock dan Jelfs (2003), memberikan tiga pengertian untuk blended learning, yaitu : 1. The integrated combination of traditional learning with webbased online approaches (drawingon the work of Harrison); 2. The combination of media and tools employedin an e-learning environment;. 3. The combination of a number of pedagogicapproaches, irrespective of learningtechnology use (drawing on the work ofdriscoll). Oliver dan Trigwell (2005) mendefinisikan blended learning sebagai: 1. Combining or mixing web-based technology toaccomplish an educational goal; 2. Combining pedagogical approaches ( e.g.constructivism, behaviorism, cognitivism ) toproduce an optimal learning outcome with orwithout instructional technology; 3. Combining any form of instructional technology with faceto-face instructor-ledtraining; and 4. Combining instructional technology withactual job tasks. Berdasarkan berbagai definisi diatas, para ahli secara umum setuju bahwa blended learning lebih menekankan kepada penggabungan / penyatuan metode pembelajaran secara konvensional (face to - face) dengan metode e-learning. Seperti terlihat pada Gambar 1 dibawah ini : 137 Ferra Maryana dan Nova Abriano. Pengaruh Metode Pembelajaran Blanded Sumber: Yendri (2016) Profesor McGinnis (2005) dalam artikelnya yang berjudul Building A Successful Blended Learning Strategy, menyarankan 6 (enam) halyang perlu diperhatikan manakala orang menyelenggarakan blended learning. Keenam hal tersebut adalah sebagai berikut: 1. Penyampaian bahan ajar dan penyampaian pesan-pesan yang lain (seperti pengumuman yang berkaitan dengan kebijakan atau peraturan) secara konsisten. 2. Penyelenggaraan pembelajaran melalui blended learning harus dilaksanakan secara serius karena hal ini akan mendorong siswa cepat menyesuaikan diri dengan sistem pendidikan jarak jauh. Konsekuensinya, siswa lebih cepat mandiri. 3. Bahan ajar yang diberikan harus selalumengalami perbaikan (updated), baik dari segi formatnya maupun ketersediaan bahan ajar yang memenuhi kaidah bahan ajar mandiri (self-learning materials) seperti yang lazim digunakan pada pendidikan jarak jauh. 4. Alokasi waktu bisa dimulai dengan formula awal 75:25 dalam artian bahwa 75% waktu digunakan untuk pembelajaran online dan 25% waktu digunakan untuk pembelajaran secara tatap muka (tutorial). Karena alokasi waktu ini belum ada yang baku, maka penyelenggara pendidikan bisa membuat uji coba sendiri, 138 DINAMIKA EKONOMI Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol.10 No.2 September 2017 sehingga diperoleh alokasi waktu yang ideal. 5. Alokasi waktu tutorial sebesar 25% untuk tutorial, dapat digunakan khusus bagi mereka yang tertinggal, namun bila tidak memungkinkan (misalnya sebagian besar siswa menghendaki pembelajaran tatap muka), maka waktu yang tersedia sebesar 25% tersebut bisa dipakai untuk menyelesaikan kesulitan-kesulitan siswa dalam memahami isi bahan ajar. Jadi semacam penyelenggaraan remedial class. 6. Dalam blended learning diperlukan kepemimpinan yang mempunyai waktu dan perhatian untuk terus berupaya bagaimana meningkatkan kualitas pembelajaran. Metode pembel ajaran tutorial (tatap muka) Model Blended Learning dengan formasi 75% e- learning dan 25% tatap Secara komparatif Dengan skor total Model e- learning menggun akan blended learning 75:25 Hasil Capaian Pembelajaran Pengujian Regresi Linear Sederhana dan Uji Beda Terbukti pengaruh penggunaan metode blended learning terhadap hasil capaian pembelajaran mahasiswa program studi akuntansi dan manajemen PTS di Banjarmasin Gambar 2. Tahapan Penelitian 139 Ferra Maryana dan Nova Abriano. Pengaruh Metode Pembelajaran Blanded HASIL DAN PEMBAHASAN Capaian pembelajaran dalam penelitian ini diukur dari sikap, pengetahuan, keterampilan umum dan keterampilan khusus yang dimiliki mahasiswa selama mengikuti proses pembelajaran. Keempat hal tersebut diukur dari nilai akhir mahasiswa yang merupakan akumulasi dari keempat alat ukur tersebut. Berikut nilai akhir mahaiswa untuk tiap kelas perlakuan dan program studi: Tabel 1. Nilai Akhir Prodi Akuntansi No Nilai Akhir (Blended No Nilai Akhir (Tutorial) Learning) , DINAMIKA EKONOMI Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol.10 No.2 September Tabel 2. Nilai Akhir Prodi Manajemen No Nilai Akhir (Blended No Nilai Akhir (Tutorial) Learning) Ferra Maryana dan Nova Abriano. Pengaruh Metode Pembelajaran Blanded Pembahasan Hasil Uji Asumsi Klasik 1. Hasil Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk menguji distribusi data. Data berdistribusi normal jika pada grafik histogram kurva berbentuk lonceng dan bentuknya tidak melenceng ke kiri atau ke kanan, serta pada normal probability plot titik tersebar di sekitar garis diagonal. Berikut hasil uji normalitas: Gambar 3. Grafik Histogram Sumber: Hasil SPSS 142 DINAMIKA EKONOMI Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol.10 No.2 September 2017 Berdasarkan grafik histogram terlihat bahwa kurva berbentuk lonceng dan tidak melenceng ke kiri atau ke kanan. Hal ini berarti bahwa data berdistribusi normal. Hasil uji ini juga diperkuat dengan Normal Probability Plot berikut: Gambar 4. Normal Probability Plot Sumber: Hasil SPSS Berdasarkan gambar normal probability plot terlihat bahwa titik data berada di sekitar garis diagonal. Hal ini juga membuktikan bahwa data berdistribusi normal. 2. Hasil Uji Autokorelasi Uji autokorelasi digunakan untuk menguji apakah ada gangguan antar periode pengamatan. Uji autokorelasi menggunakan uji Durbin-Watson. Tidak terjadi autokorelasi jika nilai DW berada di antara -2 dan + 2. Berikut hasil uji Durbin-Watson: Model R R Square Tabel 3. Hasil Uji Durbin-Watson Model Summary b Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson a a. Predictors: (Constant), SP b. Dependent Variable: NA Sumber: Hasil SPSS 143 Ferra Maryana dan Nova Abriano. Pengaruh Metode Pembelajaran Blanded 3. Hasil Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas digunakan VIF dan tolerance. Tidak terjadi multikolinearitas jika nilai VIF 10 untuk menguji apakah variabel dan nilai tolerance 0,1. Berikut hasil independen saling mempengaruhi. Uji uji multikolinearitas: multikolinearitas menggunakan nilai Tabel 4. Hasil Uji Multikolinearitas Sumber: Hasil SPSS Berdasarkan hasil uji tersebut terlihat bahwa nilai signifikansi sebesar 0,034 0,05. Hal ini berarti bahwa hipotesis 1 yang menyatakan bahwa sistem pembelajaran blended learning berpengaruh terhadap hasil capaian pembelajaran mahasiswa Model R R Square akuntansi dan manajemen PTS di Banjarmasin diterima. Berikut hasil uji determinasi untuk menguji besarnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependennya.besarnya pengaruh dilihat dari nilai adjusted R2. Berikut hasil uji determinasi: Tabel 5. Hasil Uji Determinasi Model Summary b Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson a a. Predictors: (Constant), SP b. Dependent Variable: NA Sumber: Hasil SPSS 144 DINAMIKA EKONOMI Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol.10 No.2 September 2017 Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa nilai adjusted R2 sebesar 0,027. Hal ini membuktikan blended learning berpengaruh sebesar 2,7 % terhadap teman sebaya, keaktifan berorganisai dan lain-lain. Sementara hipotesis ke 2 diuji menggunakan uji beda. Karena data hasil capaian pembelajaran. Hal ini berdistribusi normal maka uji berarti hasil capaian pembelajaran 97,3 menggunakan One Way Anova. % masih dipengaruhi oleh faktor Terdapat perbedaan hasil capaian lainnya yang tidak diteliti dalam pembelajaran jika nilai signifikansi penelitian ini seperti kompetensi 0,05. Berikut hasil uji One Way dosen, motivasi mahasiswa, Anova: lingkungan keluarga, lingkungan Tabel 6. Hasil Uji One Way Anova Sumber: Hasil SPSS Berdasarkan hasil uji di atas terlihat bahwa nilai signifikansi sebesar 0,985 0,05. Hal ini berarti tidak terdapat perbedaan hasil capaian pembelajaran antara mahasiswa program studi akuntansi dan manajemen di Banjarmasin. Berarti hipótesis ke 2 ditolak. DAFTAR PUSTAKA Cisco, E-Learning: Combines Communication, Education, Information, and Training.http://www.cisco.com /warp/public/10/wwtraining/ele arning. Tanggaldownload 15 Februari 2016 McGinnis, M. (2005). Building A SuccessfulBlended Learning Strategy,(http://www.ltimagazi ne.com/ltimagazine/article/artic ledetail.jsp?id=167425) Diakses tanggal 20 Maret Ferra Maryana dan Nova Abriano. Pengaruh Metode Pembelajaran Blanded Oliver, Martin dan Trigwell, Keith, 2005.E-Learning Journal, Volume 2, Number 1 Rooney, J. E, Blended Learning Opportunities to Enhance Educational Programming and Meetings. Association Management, 55(5), Soekartawi, A. Haryono dan F. Librero, 2005.Greater Learning Opportunities Through Distance Education: Experiences in Indonesia and the Philippines. Southeast Journal of Education. Valiathan, Blended Learning Models. valiathan.com/wp- content/uploads/2015/09/blend ed-learning-models ASTD.pdf. Diakses tanggal 20 Maret 2016 Whitelock, D.danJelfs, A. 2003, Editorial: Journal of Educational Media Special Issue on Blended Learning, Journal of Educational Media, 28(2-3), pp Yendri, Dodon, Blended Learning: Model Pembelajaran Kombinasi E-Learning Dalam Pendidikan Jarak Jauh. endedlearning.pdf. Diakses tanggal 15 Februari
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks