DIAN TRI WAHYUNI BAB II.pdf

Please download to get full document.

View again

of 20
34 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
BAB II TINJAUAN TEORI A. Pengertian Epilepsi didefinisikan sebagai suatu gangguan atau terhentinya fungsi otak secara periodik yang disebabkan oleh terjadinya pelepasan muatan listrik secara berlebihan dan tidak teratur oleh sel-sel otak dengan tiba-tiba, sehingga penerimaan dan pengiriman impuls antara bagian otak dan dari otak ke bagian lain tubuh terganggu(Mutiawati, 2008). “Epilepsi atau yang leb
Document Share
Document Transcript
  BAB II TINJAUAN TEORI A.   Pengertian Epilepsi didefinisikan sebagai suatu gangguan atau terhentinya fungsi otak secara periodik yang disebabkan oleh terjadinya pelepasan muatan listrik secara berlebihan dan tidak teratur oleh sel-sel otak dengan tiba-tiba, sehingga penerimaan dan pengiriman impuls antara bagian otak dan dari otak ke bagian lain tubuh terganggu(Mutiawati, 2008). “Epilepsi atau yang lebih sering disebut ayan atau sawan adalah gangguan sistem saraf  pusat yang disebabkan karena letusan pelepasan muatan listrik sel saraf secara berulang-ulang, dengan gejala penurunan kesadaran, gangguan motorik, sensorik dan mental, dengan atau tanpa kejang-kejang”(Ramali, 2005 :114). Menurut Harsono (2007:4) “Epilepsi merupakan gangguan susunan saraf pusat (SSP) yang dicirikan oleh terjadinya bangkitan (seizure, fit, attact, spell)  yang bersifat spontan dan berkala”. Epilepsi merupakan gangguan kejang kronis dengan serangan yang  berulang dan tanpa di provokasi (Wong, 2009). Dari beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa epilepsi adalah suatu manifestasi lepasnya muatan listrik yang berlebihan dan abnormal dari sel-sel saraf otak yang bersifat spontan dan berkala ditandai dengan kejang kronik dengan serangan yang berulang. 6 Resiko Kejang Berulang Pada..., DIAN TRI WAHYUNI, Fakultas Ilmu Kesehatan UMP, 2014  B.   Anatomi dan Fisiologi 1.   Anatomi Gb.2.1 Otak Menurut Setiadi (2007), otak merupakan alat tubuh yang sangat penting karena merupakan pusat komputer dari semua alat tubuh. Bagian dari saraf  pusat yang terletak dirongga tengkorak (cranium) dibungkus oleh selaput otak yang kuat. Cranium berkembang dari sebuah tabung yang mulanya memperlihatkan 3 gerak pembesaran otak awal. a.   Otak depan menjadi hemisfer serebri, korpus stiartum, thalamus, serta hipotalamus.  b.   Otak tengah, otak ini menjadi tegmentum, krus serebri, korpus kuadrigeminus. c.   Otak belakang (pons), bagian otak yang menonjol yang tersusun dari lapisan fiber dan termasuk sel yang terlibat dalam pengontrolan  pernafasan, dimana pons ini terdiri atas pons varoli, medulla oblongata Resiko Kejang Berulang Pada..., DIAN TRI WAHYUNI, Fakultas Ilmu Kesehatan UMP, 2014  dan cerebellum. Otak dilindungi oleh kulit kepala, rambut, tulang tengkorak, dan columna vertebral serta meningen (selaput otak). Bagian-bagian otak secara garis besar terdiri atas cerebrum (otak  besar), brainsteam (batang otak), dan cerebellum (otak kecil). 1.   Cerebrum (otak besar) Menurut Syaifuddin (2006), cerebrum atau otak besar merupakan  bagian yang terluas dan terbesar dari otak, berbentuk telur, mengisi  penuh bagian depan atas rongga, masing-masing di sebut fosa kanialis anterior atas dan bawah. Kedua permukaan ini di lapisi oleh lapisan kelabu (zat kelabu) yaitu pada bagian korteks serebral dan zat putih terdapat pada bagian dalam yang mengandung serabut saraf. Sedangkan menurut Setiadi (2007), permukaan cerebrum berasal dari  bagian yang menonjol (gyri) dan lekukan (sulci). Cerebrum pada otak  besar ditemukan beberapa lobus, yaitu: a.   Lobus frontalis, adalah bagian dari cerebrum yang terletak di depan sulkus sentralis.  b.   Lobus parientalis, terdapat di depan sulkus sentralis dan di  belakang oleh karako-oksipitalis. c.   Lobus temporalis, terdapat di bawah lateral dari fisura serebralis dan di depan lobus oksipitalis. d.   Lobus oksipitalis, yang mengisi bagian belakang dari cerebrum. Resiko Kejang Berulang Pada..., DIAN TRI WAHYUNI, Fakultas Ilmu Kesehatan UMP, 2014  2.   Batang Otak (Brainsteam) Menurut Pearce (2009), batang otak terdiri atas otak tengah, pons varoli, dan medulla oblongata. Otak tengah merupakan bagian atas  batang otak akuduktus serebri yang menghubungkan ventrikel ketiga dan keempat melintas melalui otak tengah ini. Menurut Syaifuddin (2006), batang otak terdiri atas: a.   Dianzefalon, bagian batang otak paling atas terdapat di antara cerebellum dengan meansefalon. Kumpulan dari sel-sel saraf yang terdaoat di bagian depan lobus temporalis terdapat kapsula interna dengan sudut menghadap ke samping.  b.   Meansefalon, meansefalon terdiri atas 4 bagian yang menonjol ke atas, 2 di sebelah atas disebut korpus kudrigeminus inferior serat saraf okulomontorius berjalan ke ventrikel bagian medial, serat nervus troklearis berjalan ke arah dorsal menyilang garis tengah ke sisi lain. c.   Pons varoli, brakium pontis yang menghubungkan meansefalon dengan pons varoli dengan cerebellum terletak di depan cerebellum diantara otak tengah dan medulla oblongata. Di sini terdapat  premotoksid yang mengatur gerakan pernafasan dan refleks. d.   Medulla Oblongata,merupakan bagian dari batang otak yang paling  bawah yang menghubungkan pons varoli dengan medulla spinalis,  bagian bawah medulla oblongata merupakan sambungan medulla spinalis ke atas, bagian atas medulla oblongata yang melebar di Resiko Kejang Berulang Pada..., DIAN TRI WAHYUNI, Fakultas Ilmu Kesehatan UMP, 2014
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks