Copyright: ejournalunigoro.com

Please download to get full document.

View again

of 12
24 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHATANI JAGUNG HIBRIDA (Zea mays L) VARIETAS DK 77 (DEKLAB) Studi Kasus Di Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah Tahun 2017 Arvy Chresnawan
Document Share
Document Transcript
ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHATANI JAGUNG HIBRIDA (Zea mays L) VARIETAS DK 77 (DEKLAB) Studi Kasus Di Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah Tahun 2017 Arvy Chresnawan 1), Nono Haribudiyanto, SP. 3) 1 Agribisnis, Pertanian, Universitas Bojonegoro 2 Dosen, Pertanian, Universitas Bojonegoro ABSTRAK Pangan adalah suatu yang hakiki dan menjadi hak setiap warga negara untuk memperolehnya. Ketersediaan pangan sebaiknya cukup jumlahnya, bermutu baik, dan harga terjangkau. Salah satu komponen pangan adalah karbohidrat yang merupakan sumber utama bagi tubuh. Kelompok tanaman yang menghasilkan karbohidrat di sebut tanaman pangan. Di Indonesia tanaman pangan yang di gunakan oleh masyarakat masih terbatas pada beberapa jenis, yaitu padi, jagung, ubi kayu, dan ubi jalar. Selain sebagai sumber karbohidrat, ada tanaman sumber protein, jenis tanaman penghasil protein yang termasuk kedalam tanaman pangan antara lain kacang tanah, kedelai, dan kacang hijau (Purwono dan Heni Purnawati, 2009:3). Jagung hibrida merupakan jagung persilangan dari dua atau lebih benih yang memiliki sifat unggul dan mempunyai produktivitas yang lebih tinggi dan pertumbuhan tanaman yang lebih seragam. Jagung hibrida juga memiliki potensi untuk dikembangkan dalam menunjang peningkatan produktivitas nasional. Di lihat dari kebutuhan masyarakat akan jagung sebagai pengganti beras meningkat sejalan dengan perkembangan diversifikasi pangan, teknologi pertumbuhan jagung, penggunaan varietas dan produktivitas jagung. Secara umum benih varietas unggul jagung dapat di kelompokan menjadi dua jenis jagung, yaitu jagung hibrida dan jagung komposit. Adapun tujuan penelitian ini agar mengetahui berapa besar biaya dan pendapatan usahatani jagung serta untuk mengetahui apakah usahatani jagung di Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang layak dan menguntungkan untuk dijadikan usahatani.manfaat penelitian bagi peneliti merupakan ilmu pengetahuan yang telah didapat selama di bangku kuliah agar dapat digunakan untuk membantu masyarakat tentang permasalahan yang dihadapi. Bagi petani jagung, diharapkan dapat memberikan tambahan wawasan dalam menyikapi kemungkinan timbulnya permasalahan, serta dalam pengambilan keputusan dalam usahatani jagung hibrida DK 77. Bagi industri terkait, diharapan dapat menjadi tambahan masukan dalam melengkapi bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan pembangunan sektor pertanian khususnya pembangunan pertanian jagung hibrida DK 77. Sedangkan kerangka pemikiran penelitian ini adalah Usahatani secara umum adalah kegiatan untuk memproduksi di lingkungan pertanian untuk mendapatkan keuntungan yang maksimum. Untuk mendapatkan keuntungan tersebut banyak faktor yang mempengaruhinya seperti kesuburan tanah, varietas benih, tersedianya pupuk, tenaga kerja serta teknologi yang digunakan. Oleh karena itu dapat upaya peningkatan pendapatan petani itu harus memperhitungkan faktor-faktor produksi yang mempengaruhinya (Soekartawi, 1990). Apabila tingkat produktivitas di Desa Tegaldowo dapat di tingkatkan lagi minimal sebesar 7 ton makan akan berdampak semakin tinggi pendapatan yang akan diterima oleh petani. Oleh karena itu, faktor produksi yang menentukan besar produksi yang akan diperoleh produsen, yaitu petani. Sebagai seorang produsen, petani perlu mengetahui macam faktor produksi, kuantitas, dan kualitas penggunaannya.hipotesis dalam penelitian ini adalah 1) Diduga seberapa besar biaya dan pendapatan usahatani jagung di Desa Tegaldowo. 2) Diduga usahatani jagung di Desa Tegaldowo menguntungkan dan layak untuk dijadikan usahatani.agar tidak menimbulkan salah tafsir penelitian ini dilakukan pada usahatani jagung bulan November-Febuari 2017 di Desa Tegaldowo Kecamatan Gunem Kabupaten Rembang yang menggunakan benih jagung DK 77.Berdasarkan kesimpulan penulis tersebut bahwa penerimaan rata-rata usahatani jagung DK 77 permusim perhektar sebesar Rp ,62 dan biaya usahatani jagung sebesar Rp ,00 serta memberikan pendapatan rata-rata sebesar Rp /ha/musim. RC Ratio mencapai 1,53 hal ini menunjuk bahwa usahatani jagung menguntungkan dan layak untuk diusahakan. Kata kunci : Pangan, Jagung Hibrida, RC Ratio, Produktifitas PENDAHULAN Pangan adalah suatu yang hakiki dan menjadi hak setiap warga negara untuk memperolehnya. Ketersediaan pangan sebaiknya cukup jumlahnya, bermutu baik, dan harga terjangkau. Salah satu komponen pangan adalah karbohidrat yang merupakan sumber utama bagi tubuh. Kelompok tanaman yang menghasilkan karbohidrat disebut tanaman pangan. Di Indonesia tanaman pangan yang digunakan oleh masyarakat masih terbatas pada beberapa jenis, yaitu padi, jagung, ubi kayu, dan ubi jalar. Selain sebagai sumber karbohidrat, ada tanaman sumber protein, jenis tanaman penghasil protein yang termasuk kedalam tanaman pangan antara lain kacang tanah, kedelai, dan kacang hijau (Purwono dan Heni Purnawati, 2009:3). Sesuai peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 2002 tentang ketehanan pangan, ketehanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, merata dan terjangkau. Pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumberhayati dan air, baik diolah maupun tidak diolah yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman. Ketersidaan pangan adalah tersedianya pangan dari hasil produksi dalam negri atau sumber lain.terjangkau adalah keadaan dimana rumah tangga secara berkelanjutan maupun mengakses pangan sesuai dengan kebutuhan, untuk hidup yang sehat dan produktif. Secara umum, terdapat empat aspek ketehanan pangan, yaitu: 1) aspek ketersediaan pangan, makanan yang cukup jumlah dan mutunya, serta aman digunakan: 2) aspek stabilitas ketersediaan atau pasokan, stabilitas pasokan pangan setiap waktu dan lokasi: 3) aspek konsumsi, kemampuan tubuh untuk mencerna dan metabolisme terhadap makanan yang dikonsumsi dan kecukupan asupan; 4) aspek keterjangkauan, ketersediaan makanan kesesuaian dengan preferensi. Kebiasaan, budaya dan kepercayaan. Keempat aspek tersebut saling berhubungan dengan yang lainnya (Hariyadi, 2009 : 5). Ketersediaan pangan harus dipertahankan sama atau lebih besar dari pada kebutuhan penduduk. Jika keadaan ini tercapai maka ketahanan pangan akan berada di tingkat yang aman. Ketersediaan pangan di suatu daerah atau wilayah ditentukan oleh berbagai faktor seperti keragaman produksi pangan, tingkat kerusakan dan kehilangan pangan karena penanganan yang kurang tepat, dan tingkat ekspor impor (Mahfi, 2009 : 8). Jagung hibrida merupakan jagung persilangan dari dua atau lebih benih yang memiliki sifat unggul dan mempunyai produktivitas yang lebih tinggi dan pertumbuhan tanaman yang lebih seragam. Jagung hibrida juga memiliki potensi untuk dikembangkan dalam menunjang peningkatan produktivitas nasional. Di lihat dari kebutuhan masyarakat akan jagung sebagai pengganti beras meningkat sejalan dengan perkembangan diversifikasi pangan, teknologi pertumbuhan jagung, penggunaan varietas dan produktivitas jagung. Secara umum benih varietas unggul jagung dapat di kelompokan menjadi dua jenis jagung, yaitu jagung hibrida dan jagung komposit. Salah satu komoditas yang cocok dan banyak di usahakan petani di lahan kering pada musim hujan adalah jagung. Namun masih banyak masalah yang sering menghalangi petani membudidaya jagung itu sendiri. Masalah tersebut diantaranya mahalnya pembelian benih unggul, sistem budidaya yang kurang optimal. Salah satu pratinjau dari peneliti dititik pada beratnya masalah pemupukan. Pemberian pupuk ornganik maupun anorganik pada lahan kering Selalu berhubungan dengan dosis pupuk yang di gunakan, karena kebutuhan hara di lahan kering biasanya berbeda dengan lahan basah. Hal ini menuntut suatu pengetahuan dan ketrampilan petani dalam membudidayakan tanaman di lahan kering. Tanah kering termasuk pada jenis tanah vertisol, dimana bila tidak diirigasi sepanjang tahun tanah tersebut akan memeiliki rekahan-rekahan selebar 5 mm atau lebih, ketebalan 25 cm atau lebih ketebalan 50 cm dari permukaan tanah mineral, rekahan-rekahan tersebut akan terjadi ketika musim panas mencapai 60 hari atau lebih. (Adamy.,dkk, 2011). Perkembangan pertanian di kota Rembang saat ini semakin berkembang cukup cepat khususnya pada bidang pertanian jagung hibrida karena dengan adanya bibit-bibit unggul yang di keluarkan oleh perusahaan yang memproduksi hasil benih unggul hibrida dan juga adanya pemberdayaan dari pemerintah baik dari tingkat Kecamatan maupun dari tingkat Kabupaten sehingga petani dapat belajar dengan baik dalam hal produktivitas pertanian jagung. Selain itu, di sana khususnya di Desa Tegaldowo di kelilingi oleh pabrikpabrik tambang batu kapur, sehingga masyarakat sekitar mendapatkan bantuan dan fasilitas untuk bertani oleh pabrik-pabrik tambang batu kapur. Hal tersebut sangat memudahkan dan membantu masyarakat dalam hal bertani. Misalnya, kelompok tani desa Tegaldowo mendapatkan bantuan dan fasilitas berupa alat-alat untuk bertani seperti traktor, diasel dan lain sebagainya. Bantuan-bantuan tersebut sangat dimasimalkan oleh para pertani untuk bertani supaya hasil dari bertani jagung bisa mengasilkan produksi jagung yang lebih banyak dan memiliki kualitas bagus. Sehngga, hasil penjualan jagung bisa meningkat dan pendapatan para petanipun bisa lebih meningkat. Tabel 1:Produksi Jagung Berdasarkan Desa Di Kacamatan Gunem Kabupate Rembang Provinsi Jawa Tengah No Desa Tahun 2015 Luas panen 1 Kajar Produksi (ton) 2 Pasucen Timbrangan Tegaldowo Suntri Dowan Trembes Gunem Kulutan Sidomulyo Telgawah Sendangmuly o 13 Panohan Demaan Banyuurip Sambongpay ak Total Sumber data : Morfologi Kecamatan Gunem. Di Ds. Tegaldowo Kec. Gunem Kab. Rembang Prov. Jawa Tengah salah satu sentra penghasil jagung di Kab. Rembang. Karena banyak penduduk yang tergantung pada pertanian jagung. Daerah tersebut terletak jauh dari pusat kota sekitar 35 km dan berada di daerah perbukitan luasan tanaman jagung 104 ha dan mampu memproduksi 886 dan rata-rata per hetar 6-7 ton. Berdasarkan data dan latar belakang diatas peneliti mencoba untuk melakukan penelitian tentang pendapatan petani jagung maka penulis menuliskan dengan judul ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHATANI JAGUNG HIBRIDA (Zea mas L) DK 77 (DEKLAB). METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini merupakan studi kasus dengan menggunakan metode penelitian survai yaitu pengamatan atau penyelidikan yang kritis untuk mendapatkan keterangan yang baik terhadap persoalan tertentu di dalam daerah atau lokasi tertentu, atau suatu studi ekstensif yang dipolakan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan (Moehar Daniel, 2002:8). 2.1 Metode Penentuan Daerah Penelitan Daerah penelitan ditentukan secara sengaja yaitu, di Ds. Tegaldowo Kec. Gunem Kab. Rembang Prov. Jawa Tengah dengan pertimbangan bahwa di Ds. Tegaldowo adalah salah satu sentra produksi jagung yang potensial dan penelitian ini dilakukan pada usahatani jagung hibrida DK 77 bulan November-Febuari Diharapkan dengan pertimbangan tersebut diatas dalam memaksimalkan hasil penelitian ini dan dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah sesuai disiplin ilmu. 2.2 Metode Pengambilan Petani Contoh Setiap penelitian pasti memerlukan sejumlah sampel/contoh yang diteliti. Idealnya yang harus diteliti adalah seluruh populasi (Soeratno & Lincolin Arsyad, 1993:24). Apabila jumlah populasi besar maka jumlah sampel yang sesuai adalah 10%, tetapi bila jumlah populasi kecil sampai dengan 150 maka jumlah minimal sampel adalah sejumlah 30% atau lebih. Penulis menggunakan sampel minimal 30% dari populasi petani yang menggunakan jagung varietas hibrida DK 77. Maka dari 164 petani yang menggunakan benih tersebut diambil 50 orang dengan metode Randem Sampling yaitu dengan cara diundi. Peneliti menulis di dalam kertas dengan diberikan nama-nama petani lalu diundi dan di ambil sebanyak 50 nama petani. 2.3 Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah : 1. Observasi, yaitu melakukan kunjungan dan melakukan pengamatan langsung kepada petani jagung di Desa Tegaldowo Kecamatan Gunem Kabupaten Rembang. 2. Wawancara, yaitu memberikan beberapa pertanyaan denganmenggunakan bantuan kuesioner kepada para petani jagung di Desa Jagung Kecamatan Gunem Kabupaten Rembang. 3. Studi Pustaka, yaitu berdasarkan buku sebagai literatur dan sebagai landasan teori yang berhubungan dengan penelitian ini Data primer Data primer adalah data yang diperoleh dari petani jagung yang ditetapkan sebagai responden. Data diperoleh dengan cara melakukan wawancara langsung terhadap petani dan hasil observasi dengan dibantu / dipandu kuesioner dan hasil ke lokasi Data sekunder Data sekunder adalah data yang diperoleh dari data yang telah ada dan yang tersedia. Data ini diperoleh dari literatur-literatur dan instansiinstansi yang terkait dengan penelitian. 2.4 Metode Analisi Data Untuk memenuhi persyaratan penelitian kali ini peneliti menggunakan metode analisis data yang digunakan dapat digunakan pada penelitian kali ini sebagai berikut (Soekartawi, 2016): Analisis biaya usahatani Biaya total produksi dirumuskan sebagai berikut : TC = TRC + TVC Keterangan : TC = Total biaya produksi, satuan Rp/Ha. TFC = Total biaya tetap, satuan Rp/Ha. TVC = Total biaya tidak tetap, satuan Rp/Ha Analisis penerimaan uahatani Dapat dirumuskan sebagai berikut : TR = Y. Py Keterangan : TR = Total penerimaan ussahatani, satuan Rp/Ha. Y = Produksi jagung,satuan Rp/Ha. PY = Harga jagung, satuan ton/ha Analisis pendapatan usahatani Pendapatan usahatani dirumuskan sebagai berikut : = TR-TC Keterangan : = pendapatan usahatani, satuan Rp/Ha. TR = Total penerimaa, satuan Rp/Ha. TC = Total biaya tetap, satuan Rp/Ha Analisis R/C Ratio Untuk kaidah yang dipakai menghitung R/C Ratio dirumuskan sebagai berikut (Siregar dan Sumaryanto, 2003:16) : = Keterangan : R/C Ratio TR satuan Rp/ha = Return/cost Ratio = Total penerimaan, TC = Total biaya usahatani, satuan Rp/ha Kaidah yang digunakan sebagai berikut : a. R/C Ratio 1,2 : brarti usahatani memberikan keuntungan yang layak. b. 1 R/C Ratio 1,2 : berarti usahatani tersebut mengungtungkan tetapi keuntungannya belum layak. c. R/C Ratio 1 : berarti usahatani mengalami kerugian. d. R/C Ratio = 1 : berarti usahatani mencapai titik impas tidak untung tidak rugi HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Analisis Usahatani Analisis usahatani bertujuan untuk mengetahui jumlah biaya produksi dan pendapatan, dimana masing masing mempunyai variable yang berbeda. Suatu usahatani dikatakan menguntungkan manakala memberikan selisih yang positif antara pendapatan dan biaya, begitu sebaliknya dikatakan rugi apabila selisihnya negatif, dan dikatakan impas manakala tidak ada selisih sama sekali atau nol (0). Perhitungan secara teori yang digunakan untuk membuktikan beberapa hipotesa digunakan beberapa analisis berikut : 1.1. Analisis biaya usahatani Biaya usahatani adalah total semua biaya usahatani yang dilakukan dari mulai biaya sewa lahan dan biaya pajak yang di bayar per tahun 1. Biaya tetap Biaya tetap yang dianalsis oleh peneliti diantaranya meliputi biaya pajak dalam satu tahun perhektar, biaya penyusutan alat, biaya sewa lahan pertahun. Tabel 2 : Biaya Tetap Usahatani Jagung Per Hektar Pada Musim Tanam November-Febuari NO Keterangan Jumlah Biaya 1 Pajak 2 Sewa lahan Total (Rp) Sumber : Analisis Data Terolah Primer Tahun Berdasarkan tabel 2 diatas, hasil pengolahan data dari peneliti ratarata biaya sewa lahan adalah Rp /ha/musim sedangkan untuk pajak adalah Rp /ha/musim. Kegiatan usahatani responden di Desa Tegaldowo dalam penggunaan input lahan sebagian besar kepemiliki lahan sendiri, namun ada sebagian petani status kepemilikan lahan sewa, sehingga dalam kaidah usahatani semuanya dianggap sebagai lahan sewa. Karana untuk petani dengan status kepemilikan lahan sendiri juga malakukan pembayaran pajak lahan. Berdasarkan hasil pendataan dari peneliti rata-rata biaya sewa lahan adalah Rp /ha/musim sedangkan untuk pajak per tahun adalah Rp /ha/musim. 2.Biaya tidak tetap Biaya variabel yang digunakan dalam kegiatan usahatani di Desa Tegaldowo terdiri atas benih, pupuk, herbisida, dan tenaga kerja. Tabel 3 : Rata-rata Biaya Variabel Usahatani Jagung Per Hektar Pada Musim Tanam NO Komponen Jumlah biaya 1 Benih 2 Pupuk 3 Herbisida (Rp) , , ,00 4 Tenaga kerja ,69 Total ,00 Keterengan Sumber : Data Primer Terolah Berdasarkan hasil pada tabel diatas dapat di ketahui bahwa ratarata penggunaan biaya variabel kegiatan usahatani jagung di Desa Tegaldowo adalah Rp /ha. Benih Penggunaan input benih dalam penggunaan usahatani jagung di Desa Tegaldowo yaitu menggukan benih jagung hibrida DK 77 yang merupakan benih jagung unggulan. Rata-rata benih yang dibutuhkan oleh petani adalah 17,91/ha dengan biaya rata-rata Rp ,23/ha. Pupuk Petani di Desa Tegaldowo menggunakan berbagai macam jenis pupuk didalam kegatan usahataninya di antaranya pupuk onganik 500/kg, urea 2000/kg, dan pupuk phonska 2400/kg. Rata-rata yang di gunakan masing-masing pupuk tersebut di antaranya pupuk organik Rp ,60/ha/musim, pupuk urea Rp ,60/ha/musim, dan pupuk phonska ,92/ha/musim. Tenaga Kerja Tabel 4 : Rata-rata Tenaga Kerja Usahatani Jagung Per Hektar Pada Musim Tanam NO Kegiatan Pengola han tanah Penana man Penyula man Pemupu kan Pendan giran 6 Panen HK SP (Rp) Jumlah biaya (Rp) , , , , , ,900 Total Sumber : Data Primer Terolah Berdasarkan tabel diatas penggunaan tenaga kerja sebagian petani jagung adalah sebagian besar berasal dari luar keluarga sehingga petani harus memberikan upah dengan sistem kerja harian. Upah tegana kerja di Desa Tegaldowo ditetapkan sebesar RP untuk pria dan Rp untuk wanita. Bersadarkan hasil tabel diatas dapat diketahui penggunaan biaya terbesar Rp ,9/ha. Hal ini di sebabkan karena kegiatan panen dilakukan secara serentak dengan jumlah produksi yang sangat besar sehingga banyak membutuhkan tenaga kerja. Total biaya usahatani jagung Biaya yang dikeluarkan oleh petani dalam kegiatan usahatani jagung di Desa Tegaldowo Tabel 5 : Total Biaya Usahatani Jagung Per Hektar Pada Musim Tanam No Keterangan Jumlah biaya (Rp) 1 Biaya tetap Biaya tidak tetap Total Sumber : Data Primer Terolah 2017 Analisis penerimaan usahatani Penerimaan usahatani diperoleh dari perkalian antara jumlah produksi yang dihasilkan oleh usahatani dengan satuan harga saat panen diukur dalam rupiah (Rp) yang berpengaruh langsung terhadap penerimaan antara lain jumlah produksi, kwalitas dan harga pada saat panen. Produksi jagung merupakan keseluruhan hasil panen yang diperoleh petani. Penerimaan usahatani jagung dihitung berdasarkan perkalian total produksi dengan harga pasar yang berlaku. Jumlah rata-rata produksi jagung pada musim tanam 2017 di Desa Tegaldowo 6.917,987/ha dengan harga jual rata-rata 2.399,047/kg. Penerimaan tunai yang diperoleh oleh petani rata-rata adalah Rp ,62/ha. Analisis Pendapatan Usahatani Pendapatan usahatani di peroleh dari biaya penerimaan di kurangi biaya usahatani. Besarnya pendapatan yang diterima oleh petani responden dalam kegiatan usahatani jagung di Desa Tegaldowo. Tabel 6 : Rata-rata Pendapatan Usahatani Jagung Per Hektar Pada Musim Tanam No Keterangan Jumlah biaya (Rp) 1 Penerimaan ,62 2 Biaya ,00 Total Sumber : Data Primer Terolah Total pendapatan yang diterima oleh petani jagung di Desa Tegaldowo Kecamatan Gunem Kabupaten Rembang dengan ratarata produksi 6.918,987/kg/ha dengan rata-rata harga jual jagung Rp ,047/kg, dan pendapataan yang diperoleh petani adalah sebesar Rp ,2/ha/musim tanam. Analisis RC Ratio Suatu usahatani dikatan layak atau tidak layak ditentukan oleh besar kecilnya hasil yang diperoleh dan besar kecilnya biaya yang dikeluarkan untuk usahatani tersebut. Kelayakan usahatani dapat dilakukan dengan menghitung Return Cost Ratio (Analisis RC), yaitu perbandingan antara total penerimaan dengan total biaya produksi. Berdasarkan data hasil penelitian diperoleh bahwa selama satu tahun musim tanam rata-rata total penerimaan petani jagung didaerah penelitian sebesar Rp ,62 dan rata-rata total biaya sebesar Rp ,4 sehing
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks