BERPIKIR SECARA MENDALAM

Please download to get full document.

View again

of 6
15 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
BERPIKIR SECARA MENDALAM
Document Share
Document Tags
Document Transcript
  BERPIKIR SECARA MENDALAM Banyak yang beranggapan bahwa untuk "berpikir secara mendalam", seseorang perlu memegangkepala dengan kedua telapak tangannya, dan menyendiri di sebuah ruangan yang sunyi, jauh darikeramaian dan segala urusan yang ada. Sungguh, mereka telah menganggap "berpikir secara mendalam" sebagai sesuatu yang memberatkan dan menyusahkan. Mereka berkesimpulan bahwa pekerjaan ini hanyalah untuk kalangan "filosof". Padahal, sebagaimana telah disebutkan dalam pendahuluan, Allah mewajibkan manusia untuk  berpikir secara mendalam atau merenung. Allah berfirman bahwa Al!uran diturunkan kepada manusia untuk dipikirkan atau direnungkan# "Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan keadamu! enuh dengan berkah suaya mereka memerhatikan merenungkan# ayat$ayatnya dan suaya mendaat ela%aran &rang$&rang yang memunyai ikiran"  $!S. Shaad, %&# '(). *ang ditekankan di sini adalah bahwa setiap orang hendaknya berusaha secara ikhlas sekuat tenaga dalam meningkatkan kemampuan dan kedalaman berpikir. Sebaliknya, orangorang yang tidak mau berusaha untuk berpikir mendalam akan terusmenerus hidup dalam kelalaian yang sangat. +ata kelalaian mengandung arti "ketidakpedulian $tetapi bukan melupakan), meninggalkan, dalam kekeliruan, tidak menghiraukan, dalam kecerobohan". +elalaian manusia yang tidak berpikir adalah akibat melupakan atau secara sengaja tidak menghiraukan tujuan penciptaan diri mereka serta kebenaran ajaran agama. ni adalah jalan hidup yang sangat berbahaya yang dapat menghantarkan seseorang ke neraka. Berkenaan dengan hal tersebut, Allah memperingatkan manusia agar tidak termasuk dalam golongan orangorang yang lalai#  "Dan sebutlah nama# 'uhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut! dan dengan tidak mengeraskan suara! di (aktu agi dan etang! dan %anganlah kamu termasuk &rang$&rang yang lalai)"  $!S. AlAraaf, -# '/)  "Dan berilah mereka eringatan tentang hari enyesalan! yaitu# ketika segala erkara telah diutus) Dan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak ula# beriman)"  $!S. Maryam, 0(# %() 1alam Al!uran, Allah menyebutkan tentang mereka yang berpikir secara sadar, kemudian merenung dan pada akhirnya sampai kepada kebenaran yang menjadikan mereka takut kepada Allah. Sebaliknya, Allah juga menyatakan bahwa orangorang yang mengikuti para pendahulu mereka secara taklid buta tanpa berpikir, ataupun hanya sekedar mengikuti kebiasaan yang ada,  berada dalam kekeliruan. +etika ditanya, para pengekor yang tidak mau berpikir tersebut akan menjawab bahwa mereka adalah orangorang yang menjalankan agama dan beriman kepada Allah. 2etapi karena tidak berpikir, mereka sekedar melakukan ibadah dan aktifitas hidup tanpa disertai rasa takut kepada Allah. Mentalitas golongan ini sebagaimana digambarkan dalam Al!uran#   Katakanlah* "Keunyaan siaakah bumi ini! dan semua yang ada adanya! %ika kamu mengetahui+" Mereka akan men%a(ab* "Keunyaan Allah)" Katakanlah* "Maka aakah kamu tidak ingat+" Katakanlah* "Siaakah ,ang Emunya langit yang tu%uh dan ,ang Emunya -Arsy yang besar+" Mereka akan men%a(ab* "Keunyaan Allah)" Katakanlah* "Maka aakah kamu tidak bertak(a+" Katakanlah* "Siaakah yang di tangan$Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi! tetai tidak ada yang daat dilindungi dari ad.ab#$Nya! %ika kamu mengetahui+" Mereka akan men%a(ab* "Keunyaan Allah)" Katakanlah* "Kalau demikian#! maka dari  %alan manakah kamu ditiu disihir#+" "Sebenarnya Kami telah memba(a kebenaran keada mereka! dan sesungguhnya mereka benar$benar &rang$&rang yang berdusta)"  $!S. AlMuminuun, '%# &3() Berikir daat membebaskan sese&rang dari belenggu sihir  1alam ayat di atas, Allah bertanya kepada manusia, "4maka dari jalan manakah kamu ditipu $disihir)5. +ata disihir atau tersihir di sini mempunyai makna kelumpuhan mental atau akal yang menguasai manusia secara menyeluruh. Akal yang tidak digunakan untuk berpikir berarti bahwa akal tersebut telah lumpuh, penglihatan menjadi kabur, berperilaku sebagaimana seseorang yang tidak melihat kenyataan di depan matanya, sarana yang dimiliki untuk membedakan yang benar dari yang salah menjadi lemah. a tidak mampu memahami sebuah kebenaran yang sederhana sekalipun. a tidak dapat membangkitkan kesadarannya untuk memahami peristiwaperistiwa luar biasa yang terjadi di sekitarnya. a tidak mampu melihat bagianbagian rumit dari peristiwa peristiwa yang ada. Apa yang menyebabkan masyarakat secara keseluruhan tenggelam dalam kehidupan yang melalaikan selama ribuan tahun serta menjauhkan diri dari berpikir sehingga seolaholah telah menjadi sebuah tradisi adalah kelumpuhan akal ini. Pengaruh sihir yang bersifat kolektif tersebut dapat dikiaskan sebagaimana berikut# 1ibawah permukaan bumi terdapat sebuah lapisan mendidih yang dinamakan magma, padahal kerak bumi sangatlah tipis. 2ebal lapisan kerak bumi dibandingkan keseluruhan bumi adalah sebagaimana tebal kulit apel dibandingkan buah apel itu sendiri. ni berarti bahwa magma yang membara tersebut demikian dekatnya dengan kita, dibawah telapak kaki kita6 Setiap orang mengetahui bahwa di bawah permukaan bumi ada lapisan yang mendidih dengan suhu yang sangat panas, tetapi manusia tidak terlalu memikirkannya. 7al ini dikarenakan para  orang tua, sanak saudara, kerabat, teman, tetangga, penulis artikel di koran yang mereka baca,  produser acaraacara 28 dan professor mereka di uni9ersitas tidak juga memikirkannya. jinkanlah kami mengajak anda berpikir sebentar tentang masalah ini. Anggaplah seseorang yangtelah kehilangan ingatan berusaha untuk mengenal sekelilingnya dengan mengajukan pertanyaanpertanyaan kepada setiap orang di sekitarnya. Pertamatama ia menanyakan tempat dimana ia berada. Apakah kirakira yang akan muncul di benaknya apabila diberitahukan bahwa di bawah tempat dia berdiri terdapat sebuah  bola api mendidih yang dapat memancar dan berhamburan dari permukaan bumi pada saat terjadi gempa yang hebat atau gunung meletus5 Mari kita berbicara lebih jauh dan anggaplah orang ini telah diberitahu bahwa bumi tempat ia berada hanyalah sebuah planet kecil yang mengapung dalam ruang yang sangat luas, gelap dan hampa yang disebut ruang angkasa. :uang angkasa ini memiliki potensi bahaya yang lebih besar dibandingkan materi bumi tersebut, misalnya# meteormeteor dengan berat bertonton yang bergerak dengan leluasa di dalamnya. Bukan tidak mungkin meteormeteor tersebut bergerak ke arah bumi dan kemudian menabraknya. Mustahil orang ini mampu untuk tidak berpikir sedetikpun ketika berada di tempat yang penuh dengan bahaya yang setiap saat mengancam jiwanya. a pun akan berpikir pula bagaimana mungkin manusia dapat hidup dalam sebuah planet yang sebenarnya senantiasa berada di ujung tanduk, sangat rapuh dan membahayakan nyawanya. a lalu sadar bahwa kondisi ini hanya terjadi karena adanya sebuah sistim yang sempurna tanpa cacat sedikitpun. +endatipun bumi, tempat ia tinggal, memiliki bahaya yang luar biasa besarnya, namun padanya terdapat sistim keseimbangan yang sangat akurat yang mampu mencegah bahaya tersebut agar tidak menimpa manusia. Seseorang yang menyadari hal ini, memahami bahwa bumi dan segala makhluk di atasnya dapat melangsungkan kehidupan dengan selamat hanya dengan kehendak Allah, disebabkan oleh adanya keseimbangan alam yang sempurna dan tanpa cacat yang diciptakan ;ya. <ontoh di atas hanyalah satu diantara jutaan, atau bahkan trilyunan contohcontoh yang hendaknya direnungkan oleh manusia. 1i bawah ini satu lagi contoh yang mudahmudahan membantu dalam memahami bagaimana "kondisi lalai" dapat mempengaruhi sarana berpikir manusia dan melumpuhkan kemampuan akalnya. Manusia mengetahui bahwa kehidupan di dunia berlalu dan berakhir sangat cepat. Anehnya, masih saja mereka bertingkah laku seolaholah mereka tidak akan pernah meninggalkan dunia. Mereka melakukan pekerjaan seakanakan di dunia tidak ada kematian. Sungguh, ini adalah sebuah bentuk sihir atau mantra yang terwariskan secara turuntemurun. +eadaan ini  berpengaruh sedemikian besarnya sehingga ketika ada yang berbicara tentang kematian, orangorang dengan segera menghentikan topik tersebut karena takut kehilangan sihir yang selama ini membelenggu mereka dan tidak berani menghadapi kenyataan tersebut. =rang yang mengabiskan seluruh hidupnya untuk membeli rumah yang bagus, penginapan musim panas, mobil dan kemudian menyekolahkan anakanak mereka ke sekolah yang bagus, tidak ingin  berpikir bahwa pada suatu hari mereka akan mati dan tidak akan dapat membawa mobil, rumah, ataupun anakanak beserta mereka.  Akibatnya, daripada melakukan sesuatu untuk kehidupan yang hakiki setelah mati, mereka memilih untuk tidak berpikir tentang kematian.  ;amun, cepat atau lambat setiap manusia pasti akan menemui ajalnya. Setelah itu, percaya atau tidak, setiap orang akan memulai sebuah kehidupan yang kekal. Apakah kehidupannya yang abadi tersebut berlangsung di surga atau di neraka, tergantung dari amal perbuatan selama hidupnya yang singkat di dunia. +arena hal ini adalah sebuah kebenaran yang pasti akan terjadi, maka satusatunya alasan mengapa manusia bertingkah laku seolaholah mati itu tidak ada adalah sihir yang telah menutup atau membelenggu mereka akibat tidak berpikir dan merenung. =rangorang yang tidak dapat membebaskan diri mereka dari sihir dengan cara berpikir, yang mengakibatkan mereka berada dalam kelalaian, akan melihat kebenaran dengan mata kepala mereka sendiri setelah mereka mati, sebagaimana yang diberitakan Allah kepada kita dalam Al!uran #  "Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari hal# ini! maka Kami singkakan dariadamu tutu yang menutui# matamu! maka englihatanmu ada hari itu amat ta%am)"  $!S. !aaf, /# '') 1alam ayat di atas penglihatan seseorang menjadi kabur akibat tidak mau berpikir, akan tetapi  penglihatannya menjadi tajam setelah ia dibangkitkan dari alam kubur dan ketika mempertanggung jawabkan segala amal perbuatannya di akhirat. Perlu digaris bawahi bahwa manusia mungkin saja membiarkan dirinya secara sengaja untuk dibelenggu oleh sihir tersebut. Mereka beranggapan bahwa dengan melakukan hal ini mereka akan hidup dengan tentram. Syukurlah bahwa ternyata sangat mudah bagi seseorang untuk merubah kondisi yang demikian serta melenyapkan kelumpuhan mental atau akalnya, sehingga ia dapat hidup dalam kesadaran untuk mengetahui kenyataan. Allah telah memberikan jalan keluar kepada manusia> manusia yang merenung dan berpikir akan mampu melepaskan diri dari  belenggu sihir pada saat mereka masih di dunia. Selanjutnya, ia akan memahami tujuan dan makna yang hakiki dari segala peristiwa yang ada. a pun akan mampu memahami kebijaksanaandari apapun yang Allah ciptakan setiap saat. Sese&rang daat berikir kaanun dan dimanaun  Berpikir tidaklah memerlukan waktu, tempat ataupun kondisi khusus. Seseorang dapat berpikir sambil berjalan di jalan raya, ketika pergi ke kantor, mengemudi mobil, bekerja di depan komputer, menghadiri pertemuan dengan rekanrekan, melihat 28 ataupun ketika sedang makan siang. Misalnya# di saat sedang mengemudi mobil, seseorang melihat ratusan orang berada di luar. +etika menyaksikan mereka, ia terdorong untuk berpikir tentang berbagai macam hal. 1alam  benaknya tergambar penampilan fisik dari ratusan orang yang sedang disaksikannya yang sama sekali berbeda satu sama lain. 2ak satupun diantara mereka yang mirip dengan yang lain. Sungguh menakjubkan# kendatipun orangorang ini memiliki anggota tubuh yang sama, misalnya samasama mempunyai mata, alis, bulu mata, tangan, lengan, kaki, mulut dan hidung>  tetapi mereka terlihat sangat berbeda satu sama lain. +etika berpikir sedikit mendalam, ia akan teringat bahwa# Allah telah menciptakan bilyunan manusia selama ribuan tahun, semuanya berbeda satu dengan yang lain. ni adalah bukti nyata tentang ke Maha Perkasaan dan ke Maha Besaran Allah. Menyaksikan manusia yang sedang lalu lalang dan bergegas menuju tempat tujuan mereka masingmasing, dapat memunculkan beragam pikiran di benak seseorang. +etika pertama kali memandang, muncul di pikirannya# manusia yang jumlahnya banyak ini terdiri atas indi9iduindi9idu yang khas dan unik. 2iap indi9idu memiliki dunia, keinginan, rencana, cara hidup, halhal yang membuatnya bahagia atau sedih, serta perasaannya sendiri. Secara umum, setiap manusia dilahirkan, tumbuh besar dan dewasa, mendapatkan pendidikan, mencari pekerjaan,  bekerja, menikah, mempunyai anak, menyekolahkan dan menikahkan anakanaknya, menjadi tua, menjadi nenek atau kakek dan pada akhirnya meninggal dunia. 1ilihat dari sudut pandang ini, ternyata perjalanan hidup semua manusia tidaklah jauh berbeda> tidak terlalu penting apakah ia hidup di perkampungan di kota stanbul atau di kota besar seperti Me?ico, tidak ada bedanya sedikitpun. Semua orang suatu saat pasti akan mati, seratus tahun lagi mungkin tak satupun dari orangorang tersebut yang akan masih hidup. Menyadari kenyataan ini, seseorang akan berpikir dan bertanya kepada dirinya sendiri# "@ika kita semua suatu hari akan mati, lalu apakah gerangan yang menyebabkan manusia bertingkah laku seakanakan mereka tak akan pernah meninggalkan dunia ini5 Seseorang yang akan mati sudah sepatutnya beramal secara sungguhsungguh untuk kehidupannya setelah mati> tetapi mengapa hampir semua manusia berkelakuan seolaholah hidup mereka di dunia tak akan pernah berakhir5" =rang yang memikirkan halhal semacam ini lah yang dinamakan orang yang berpikir dan mencapai kesimpulan yang sangat bermakna dari apa yang ia pikirkan. Sebagian besar manusia tidak berpikir tentang masalah kematian dan apa yang terjadi setelahnya.+etika mendadak ditanya,"Apakah yang sedang anda pikirkan saat ini5", maka akan terlihat  bahwa mereka sedang memikirkan segala sesuatu yang sebenarnya tidak perlu untuk dipikirkan, sehingga tidak akan banyak manfaatnya bagi mereka. ;amun, seseorang bisa juga "berpikir" halhal yang "bermakna", "penuh hikmah" dan "penting" setiap saat semenjak bangun tidur hingga kembali ke tempat tidur, dan mengambil pelajaran ataupun kesimpulan dari apa yang dipikirkannya. 1alam Al!uran, Allah menyatakan bahwa orangorang yang beriman memikirkan dan merenungkan secara mendalam segala kejadian yang ada dan mengambil pelajaran yang bergunadari apa yang mereka pikirkan.  "Sesungguhnya dalam en/itaan langit dan bumi! dan silih bergantinya malam dan siang terdaat tanda$tanda bagi &rang$&rang yang berakal! yaitu# &rang$&rang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang en/itaan langit dan bumi seraya berkata#* ",a 'uhan kami! tiadalah Engkau men/itakan ini dengan sia$sia! Maha Su/i Engkau! maka eliharalah kami dari siksa neraka)"  $!S. Aali mraan, %# 0(0(0). 
Similar documents
View more...
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks