BAHAN PROPOSAL 1.pdf

Please download to get full document.

View again

of 34
5 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
Description:
Document Share
Document Transcript
  8 BAB IIPENANAMANNILAI-NILAI KEAGAMAANPADAANAK USIA DINIA.Deskripsi Pustaka1.Penanaman Nilai-Nilai Keagamaana.Hakikat dan Makna Nilai Nilai ( Value  /  Qimah ) dalam pandangan Brubacher tak terbatas ruanglingkupnya. Nilai tersebut sangat berkaitan erat denganpengertian danaktivitas manusia yang kompleks, sehingga sulit ditentukan batasannya. 1 Nilai itu praktis dan efektif dalam jiwa dan tindakan manusia danmelembaga secara obyektif di dalam masyarakat. Nilai ini merupakanunsur realitas yang sah sebagai satucita-cita yang benar dan berlawanandengan cita-cita palsu atau bersifat khayali. 2 Misalnya nilai keagamaan, maksudnya adalah konsep mengenaipenghargaan yang diberikan oleh masyarakat kepada beberapa masalahyang pokok dalam kehidupan beragama yang bersifat suci sehinggamenjadi pedoman bagi tingkah laku keagamaan warga masyarakat yangbersangkutan. 3 Adapun sumber nilai yang berlaku dalam kehidupan manusia dapatdigolongkan menjadi dua macam yaitu:1)Nilai IlahiNilai yang dititahkan Tuhan melalui para rasul-Nya yangberbentuk taqwa, iman, adil yang diabadikan alam wahyu Ilahi. Religimerupakan sumber yang pertama dan utama bagi para penganutnya.Dari religi, mereka menyebarkan nilai-nilai untuk diaktualisasikandalam kehidupan sehari-hari, nilai ini bersifat statis dan kebenarannya 1 Muhammad Nur Syams, Filsafat Pendidikan dan Dasar Filsafat Pendidikan Pancasila ,Usaha Nasional, Surabaya,1986,hlm.133. 2  Ibid, hlm.133 3 Pusat pembinaan Bahasa Depdikbud, Kamus Besar Bahasa Indonesia, BalaiPustaka,Jakarta,1990, hlm.615.  9mutlak. 4 Adapun tugas manusia yaitu menginterpretasikan nilai-nilai ituagar mampu menghadapi dan menjalani agama yang dianut. 5 2)Nilai InsaniNilai insani timbul atas kesepakatan manusia serta hidup danberkembang dari peradaban manusia. Nilai ini bersifat dinamis sedangkeberlakuan dan kebenarannya bersifat relatif (nisbi) yang dibatasiruang dan waktu. 6 Dilihat dari orientasinya, sistem nilai dapatdikategorikan dalam empat bentuk:a)Nilai etis, yang mendasari orientasinya padaukuran baik dan buruk b)Nilai pragmatis, yang mendasari orientasinya pada berhasil ataugagalnyac)Nilai affek sensorik, mendasari orientasinya pada menyenangkanatau menyedihkand)Nilai religius, yang mendasari orientasinya pada dosa dan pahala. 7 Istilah nilaidalam pendidikan agama Islam dalam hal ini penanamannilai-nilai keagamaan, dapat dipahami sebagai sesuatu yang disetujuidalam pendidikan Islam. Dalam pelaksanaan pendidikan agama Islam,banyak materi yang dianggap mempunyai nilai, baik formal maupun nilaimateriil. Para ahli pendidikan pada umumnya menentukan bahwa yangharus dinilai dalam sebuah proses itu meliputi:1)Aspek Kognitif Merupakan penguasaan pengetahuan yang menekankan padamengenal dan mengingat kembali bahan yang diajarkan dan dapatdipandangsebagai suatu dasar atau landasan untuk membangun yanglebih kompleks dan abstrak. 4 Sulaiman MI,  Manusia Religi dan Pendidikan , Dirjen PT PPLTP, Jakarta,1988, hlm. 161. 5 Noeng Muhajir,  Ilmu Pendidikan dan Perubahan Sosial; Suatu Teori Pendidikan, RakeSarasih, Yogyakarta,1987, hlm.144. 6 Muhaimin, Abdul Mujib, Pemikiran Pendidikan Islam Kajian Filosofis dan Kerangka Dasar Operasional , PT Tri Genda Karya, Bandung,1993, hlm.111. 7 Muhammad Tolhah Hasan, ProspekIslam dalam Menghadapi Tantangan Zaman , BangunPrakarya, Jakarta,1986, hlm.57.  102)Aspek Afektif Aspek ini bersangkutan dengan sikap mental, perasaan dankesadaran siswa. Hasil belajar akan diperoleh melalui internalisasi yaitusuatu proses kearah pertumbuhan batiniyah/rohani siswa.3)Aspek Psikomotorik Aspek psikomotorik ini berlangsung dengan keterampilan yanglebih bersifat faaliyah dan konkret. Hasil belajar aspek ini merupakantingkah laku nyata yang dapat diamati. 8 b.Konsep Islam tentang PenanamanNilai-Nilai Keagamaan Sebagaimana yang telah diuraikan di atas bahwa penanaman nilaikeagamaan adalah upaya menanamkan nilai keimanan, ibadah dan akhlak yang dilakukan secara sadar, terencana dan bertanggung jawab dalamrangka membimbing anak menuju kehidupan beragama.Agama melindungi nilai-nilai spiritual yang mendalam dimanaterdapat iman terhadap-Nya, terhadap ajaran-Nya juga terhadap makhluk-Nya. Hal ini merupakan sumber kekuatan bagi kehidupan manusia dalammanjalankan kehidupan agar tercapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Iniberarti bahwa nilai keagamaan dapat dijadikan sebagai pedoman danlandasan pembinaan kepribadian.Nilai-nilai keagamaan itu menyangkut nilai ketuhanan, kepercayaan,ibadat, ajaran, pandangan dan sikap hidup serta amal yang terbagi dalambaik dan buruk.Adapun yang dimaksud penulis disini adalah bahwa nilai-nilai ajaran Islam yang perlu ditanamkan pada anak adalah nilai keimanan,ibadah dan akhlak.Dalam melaksanakan pendidikan agama Islam melaluipenanaman nilai keagamaan pada anakyang menjadi dasar pokok adalahal- Qur’an dan al -Hadits. Disini penulis mengutip beberapa ayat al- Qur’an dan al-Hadits yang memberikan perlunya pendidikan agama Islamsehingga manusia akan menyadari bahwa dirinya adalah hamba Allah 8 Muhammad Zein,  Metodologi Pengajaran Agama , AK Group dan Indra Buana,Yogyakarta,1990, hlm. 186.  11yang memiliki tugas dankewajiban untuk menyembah Allah dan menjauhilarangan-Nya.Adapun dasar dari pelaksanaan Pendidikan Agama Islam dibagimenjadi dua, yaitu:1)Dasar ReligiusAdapun ayat-ayat al- Qur’an yang menjadi dasar pelaksanaan pendidikan Agama Islam dalam hal inipenanaman nilai keagamaanadalah sebagai berikut:a)Al- Qur’an surat Fushilat :33                                                                                                                                                     Artinya: Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepadaAllah, mengerjakan amal yang saleh,dan berkata: Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang menyerah diri?   (Q.S Fushilat : 33) 9 b)Al- Qur’an surat at -Tahrim:6                                                                                                                ...............Artinya:  Haiorang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dankeluargamu dari api............. (Q.S at-Tahrim : 6) 10 Ayat tersebut mengandung perintah agar menggunakan metodeyang terbaik dalam membimbing dan mendidik anak. Dalam kitab al-Maraghi (terjemah) dijelaskan  bahwa “al - hikmah” adalah perkataan yang kuat yang disertai dengan dalil yang menjelaskan kebenaran dan menghilangkan kesalahpahaman. Sedang mau’idhah hasanah adalah dalil-dalil yang bersifat dhanni yang dapat memberi kepahaman padaorang-orang awam. Dan mujadalah adalah percakapan dan perdebatan 9 Depag RI,  Al-Qur'an dan Terjemahnya , PT Tanjung Masyarakat Inti, Semarang:1992,hlm. 778. 10  Ibid, hlm. 950.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks