BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dengan, dari, dan tentang satu sama lain untuk meningkatkan kolaborasi

Please download to get full document.

View again

of 9
66 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Interprofessional Education (IPE) 1. Definisi IPE Menurut the Center for the Advancement of Interprofessional Education (CAIPE, 1997), IPE adalah dua atau lebih profesi belajar
Document Share
Document Transcript
7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Interprofessional Education (IPE) 1. Definisi IPE Menurut the Center for the Advancement of Interprofessional Education (CAIPE, 1997), IPE adalah dua atau lebih profesi belajar dengan, dari, dan tentang satu sama lain untuk meningkatkan kolaborasi dan kualitas pelayanan. IPE merupakan pendekatan proses pendidikan dua atau lebih disiplin ilmu yang berbeda berkolaborasi dalam proses belajarmengajar dengan tujuan untuk membina interdisipliner/interaksi interprofessional yang meningkatkan praktek disiplin masing-masing (ACCP, 2009). Menurut Cochrane Collaboration, IPE terjadi ketika dua atau lebih mahasiswa profesi kesehatan yang berbeda melaksanakan pembelajaran interaktif bersama dengan tujuan untuk meningkatkan kolaborasi interprofessional dan meningkatkan kesehatan atau kesejahteraan pasien. 2. Tujuan IPE Menurut Cooper (2001) tujuan pelaksanaan IPE antara lain: 1) meningkatkan pemahaman interdisipliner dan meningkatkan kerjasama; 2) membina kerjasama yang kompeten; 3) membuat penggunaan sumberdaya yang efektif dan efisien; 4) meningkatkan kualitas perawatan pasien yang 8 komprehensif. WHO (2010) juga menekankan pentingnya penerapan kurikulum IPE dalam meningkatkan hasil perawatan pasien. 3. Hambatan dalam pelaksanaan IPE Hambatan-hambatan yang mungkin muncul adalah penanggalan akademik, peraturan akademik, struktur penghargaan akademik, lahan praktek klinik, masalah komunikasi, bagian kedisiplinan, bagian profesional, evaluasi, pengembangan pengajar, sumber keuangan, jarak geografis, kekurangan pengajar interdispliner, kepemimpinan dan dukungan administrasi, tingkat persiapan peserta didik, logistik, kekuatan pengaturan, promosi, perhatian dan penghargaan, resistensi perubahan, beasiswa, sistem penggajian, dan komitmen terhadap waktu (ACCP, 2009). Menurut Sedyowinarso et al (2011) hambatan ini terdapat dalam berbagai tingkatan dan terdapat pada pengorganisasian, pelaksanaan, komunikasi, budaya ataupun sikap. Sangat penting untuk mengatasi hambatan-hambatan ini sebagai persiapan mahasiswa dan praktisi profesi kesehatan yang lebih baik demi praktik kolaborasi hingga perubahan sistem pelayanan kesehatan. 4. Metode pembelajaran IPE Menurut Sedyowinarso et al (2011) ada lima metode pembelajaran dalam IPE, sebagai berikut: 1. Kuliah klasikal IPE dapat diterapkan pada mahasiswa menggunakan metode pembelajaran berupa kuliah klasikal. Setting perkuliahan melibatkan 9 beberapa pengajar dari berbagai disiplin ilmu (team teaching) dan melibatkan mahasiswa dari berbagai profesi kesehatan. Kurikulum yang digunakan adalah kurikulum terintegrasi dari berbagai profesi kesehatan. Kuliah dapat berupa sharing keilmuan terhadap suatu masalah atau materi yang sedang dibahas. 2. Tutorial (PBL) Setting kuliah tutorial dapat dilakukan dengan diskusi kelompok kecil yang melibatkan mahasiswa yang berasal dari berbagai profesi kesehatan. Mereka membahas suatu masalah dan mencoba mengindentifikasi dan mencari penyelesaian dari masalah yang dihadapi. Modul yang digunakan adalah modul terintegrasi. Dosen berupa team teaching dari berbagai profesi dan bertugas sebagai fasilitator dalam diskusi tersebut. 3. Laboratorium Pembelajaran laboratorium dilaksanakan pada tatanan laboratorium. Modul yang digunakan adalah modul terintegrasi yang melibatkan mahasiswa yang berasal dari berbagai profesi kesehatan. 4. Skills Laboratorium Skills Laboratorium merupakan metode yang baik bagi IPE karena dapat mensimulasikan bagaimana penerapan IPE secara lebih nyata. Dalam pembelajaran skills laboratorium, mahasiswa dapat mempraktekkan cara berkolaborasi dengan mahasiswa dari berbagai profesi dalam memberikan pelayanan kesehatan pada pasien. 10 5. Kuliah Profesi/Klinis-Lapangan Pendidikan profesi merupakan pendidikan yang dilakukan di rumah sakit dan di komunitas. Pada pendidikan profesi mahasiswa dihadapkan pada situasi nyata di lapangan untuk memberikan pelayanan kepada pasien. Melalui pendidikan profesi, mahasiswa dapat dilatih untuk berkolaborasi dengan mahasiswa profesi lain dalam kurikulum IPE. B. IPE di FKIK UMY 1. Sejarah FKIK UMY telah melakukan simulasi pembelajaran IPE sejak tahun 2012.Adanya simulasi pembelajaran IPE ini memberikan hal positif terhadap mahasiswa dan memberikan kontribusi yang baik terhadap kemajuan FKIK UMY sehingga pada tahun 2013 FKIK UMY memberikan pembelajaran IPE secara formal. 2. Karakteristik Mahasiswa IPE di FKIK UMY diikuti oleh mahasiswa dari keempat program studi, yaitu program studi Pendidikan Dokter, Pendidikan Dokter Gigi dan Ilmu Keperawatan tahap profesi yang sedang menjalani stase kedokteran keluarga/ kedokteran komunitas dan sudah melewati 4 stase besar, beserta mahasiswa program studi farmasi yang sedang menempuh S-1 Farmasi. Kegiatan IPE dilakukan secara berkelompok yang dimana satu kelompok terdiri dari orang. 11 3. Modul kegiatan IPE Setiap mahasiswa yang melakukan kegiatan IPE diberikan sebuah modul yang digunakan sebagai pendoman kegiatan pembelajaran IPE. Modul ini berisi kasus penyakit yang dijadikan tema seperti Diabetes Mellitus, HIV/AIDS, trauma, CHF, diare, osteoartritis, dengue fever. 4. Alur Kegiatan IPE Terdapat beberapa alur kegiatan yang harus diikuti setiap mahasiswa dalam kegiatan IPE di FKIK UMY agar kegiatan IPE berjalan dengan baik.alur kegiatan IPE sebagai berikut: Kuliah Interaktif IPE Kuliah Panel Peran Profesi Kuliah Interaktif Orientasi IPE Bedside Teaching (BST) 1. Program Studi Pendidikan Dokter 2. Program Studi Pendidikan Dokter gigi 3. Program Studi Ilmu Keperawatan 4. Program Studi Farmasi Tutorial Klinik Presentasi Kasus Refleksi Kasus Tes Sumatif Gambar 1. Alur Kegiatan IPE di FKIK UMY 12 C. Persepsi Terhadap IPE 1. Definisi Menurut Slameto (2010), persepsi adalah proses yang menyangkut masuknya pesan atau informasi kedalam otak manusia, melalui persepsi manusia terus menerus mengadakan hubungan dengan lingkungannya. Hubungan ini dilakukan lewat inderanya, yaitu indera pengelihat, pendengar, peraba, perasa, dan pencium.persepsi meliputi kegiatan penerimaan, mengorganisasikan, dan menginterpretasikan stimulus (HPEQ-Project Dikti, 2012). 2. Faktor yang mempengaruhi persepsi terhadap IPE Walgito (2004) mengungkapkan bahwa persepsi dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal terdiri dari karakteristik individu, pengalaman dan pengetahuan. Sedangkan faktor eksternal yaitu stimulus dan lingkungan sosial. 3. Instrumen penilaian persepsi Leucht et al (1990) adalah pemilik asli kuesioner Interdiciplinary Education Perception Scale (IEPS). IEPS berisi 18 pernyataan yang digunakan untuk mengetahui sejauh mana persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran IPE. Terdapat empat komponen persepsi tentang IPE terdiri dari kompetensi dan otonomi, persepsi kebutuhan untuk bekerjasama, bukti kerjasama pada saat ini, dan pemahaman terhadap profesi lain. 13 Tabel 2. Kisi-kisi instrumen persepsi terhadap IPE Komponen Item Pertanyaan Jumlah Kompetensi dan otonomi 1,3,4,7,9,10,13 7 Persepsi kebutuhan untuk bekerjasama 5,6,8 3 Bukti kerjasama saat ini 2,14,15,16,17 5 Pemahaman terhadap profesi lain 11,12,18 8 Jumlah 18 D. Sikap untuk Bekerjasama 1. Definisi Kerjasama merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara bersama untuk mencapai suatu tujuan. Kerjasama interprofesi dapat diartikan sebagai suatu kolaborasi yang terkoordinasi di antara berbagai profesi tenaga kesehatan dalam melaksanakan pelayanan kesehatan kepada pasien untuk mengoptimalkan efektifitas kinerja, efisiensi biaya dan meningkatkan kepuasan pasien (CFHC, 2014). Kerjasama tim adalah interaksi atau hubungan dua atau lebih profesional kesehatan yang bekerja saling tergantung untuk memberikan perawatan untuk pasien (CHRSF, 2006). Menurut Siegler & Whitney (2000) ada tiga kriteria yang harus dipenuhi dalam proses yaitu harus melibatkan tenaga ahli dengan bidang keahlian yang berbeda, yang dapat bekerjasama timbal balik secara mulus, anggota kelompok harus bersikap tegas dan mau bekerjasama, dan kelompok harus memberikan pelayanan 14 yang keunikannya dihasilkan dari kombinasi pandangan dan keahlian yang diberikan oleh setiap anggota tim tersebut. 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi kerjasama tim interprofesi Menurut Weaver (2008), fungsi kerjasama tim yang efektif dipengaruhi oleh faktor anteseden, proses dan hasil. Faktor-faktor tersebut merupakan sesuatu yang dapat meningkatkan maupun menghambat proses kerjasama dalam tim. 3. Instrumen penilaian sikap untuk bekerjasama Attitudes Toward Health Care Teams Scale merupakan kuesioner yang digunakan untuk mengetahui sikap untuk bekerjasama pada mahasiswa yang terdiri dari 21 item. Attitudes Toward Health Care Teams Scale telah di uji validasi dan realibitasnya oleh Heineman dan timnya pada tahun 1999 terhadap 973 petugas kesehatan profesional. Kuesioner ini dibagi menjadi tiga subskala yaitu sikap terhadap nilai dalam tim (11 item), sikap terhadap efisiensi sebuah tim (5 item), sikap terhadap berbagai peran dalam sebuah tim (5item). Tabel 3. Kisi-kisi instrumen sikap untuk bekerjasama Komponen Item Pertanyaan Jumlah Sikap terhadap nilai 2,3,5,7,9,11,14,17,19,20,21 11 dalam tim Sikap terhadap efisiensi 1,8,10,12,15 5 sebuah tim Sikap terhadap berbagai 4,6,13,16,18 5 peran dalam tim Jumlah 21 15 E. Kerangka Konsep IPE Mahasiswa Program Studi Farmasi UMY Mahasiswa FF Terpapar IPE Tidak Terpapar IPE Persepsi terhadap IPE Sikap untuk Bekerjasama Persepsi terhadap IPE Sikap untuk Bekerjasama Gambar 2. Keragka Konsep F. Hipotesis Hipotesis dari penelitian ini ialah terdapat perbedaan persepsi dan sikap bekerjasama antara mahasiswa yang terpapar IPE dan yang tidak terpapar IPE.
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks