BAB II.pdf

Please download to get full document.

View again

of 29
8 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
1 BAB II GAMBARAN UMUM RUMAH LIMAS A. Sejarah Arsitektur Tradisional Rumah Limas Sumatera Selatan merupakan sebuah wilayah yang memiliki beraneka ragam corak budaya dan kebudayaan, dan keanekaragaman tersebut melahirkan berbagai bentuk, jenis dan corak jenis budaya yang merupakan pencerminan segala sesuatu yan
Document Share
Document Transcript
  1 BAB II GAMBARAN UMUM RUMAH LIMAS A.   Sejarah Arsitektur Tradisional Rumah Limas Sumatera Selatan merupakan sebuah wilayah yang memiliki beraneka ragam corak budaya dan kebudayaan, dan keanekaragaman tersebut melahirkan berbagai  bentuk, jenis dan corak jenis budaya yang merupakan pencerminan segala sesuatu yang menyangkut aktivitas kehidupan masing-masing kelompok, hal ini perlu dipelihara, diselamatkan dan dilestarikan keberadaanya. Salah satu dari hasil  budayanya adalah rumah limas tradisional wilayah Sumatra Selatan. 1  Arsitektur tradisional berupa bangunan sebagai wujud fisik kebudayaan, merupakan rangkaian wujud kompleks gagasan dan aktifitas pendukung kebudayaan itu sendiri. Bentuk arsitektur tradisional juga kadang-kadang akan mendapat pengaruh langsung oleh letak geografis tertentu, misalnya bangunan-bangunan yang terdapat pada daerah tepi sungai yang merupakan subtansi ideologi wujud kebudayaan. Wujud dari kebudayaan ada tiga macam: 1.   Ide atau gagasan 2.   Sistem sosial 3.   Benda-benda budaya 1  Http:// tamanpurbakala. blogspot.com/ 2011/ 05/ rumah- limas- sumatera- selatan. html.  2 Dari tiga wujud kebudayaan diatas, peneliti mengambil salah satu unsur utama dari kebudayaan yang akan dijadikan sebagai pokok permasalahan yaitu benda  budaya. Konstruksi bentuk atau rangkaian bangunan ini berdasarkan dari khasanah kebudayaan masyarakat yang timbul dari cipta, rasa, dan karsa yang mempengaruhi secara tidak langsung konstruksi bangunan yang dibuat oleh masyarakat pada umumnya. Adapun nilai-nilai budaya yang dapat diungkapkan dari wujud arsitektur rumah limas diantaranya, karya manusia mempunyai kesatuan pandangan bahwa kehormatan seseorang dalam masyarakatnya dilihat dari karya-karya yang dihasilkannya. Karya manusia inilah yang merupakan hasil, manusia belajar dari masa lampau dan harus memandang jauh kedepan untuk masa yang akan datang. Hal tersebut dapat dilihat dari dari bentuk bangunan dan upacara-upacara yang diadakan adalah sebagai melanjutkan hasil karya dari manusia-manusia sebelumnya dengan  penyempurnaan-penyempurnaan seperlunya. Wujud dari kebudayaan suatu masyarakat telah ditunjukkan oleh para arkeolog yang meneliti benda-benda meteri dari kehidupan suatu masyarakat dari masa lampau. Dengan adanya beberapa subsistensi masyarakat Palembang di masa lampau menunjukkan adanya ketergantungan penduduk pada lingkungan alam yang telah memberikan kehidupan bagi penduduk disekitarnya. Benda-benda materi atau artefak tersebut dapat merekonstruksikan bagaimana kehidupan masyarakat  pemiliknya. Berdasarkan temuan dan rekonstruksi tersebut, maka kita dapat mengetahui kebudayaan yang dimiliki oleh suatu masyarakat dan pengaruh  3 kebudayaan tersebut dalam kehidupan masa kini. 2  Bentuk bangunan yang tepat yaitu mampu mendapatkan matahari pagi dengan menghindari panas siang matahari. Bentuk denah bangunan tersebut bisa juga berpengaruh pada jalannya angin untuk mendapatkan pergantian udara yang diperlukan. Mangunwijaya menegaskan bahwa semakin kecil suatu ruangan, semakin kerap pula hawa di dalam ruangan tersebut harus diperbaharui. Adapun nilai-nilai budaya yang dapat diungkapkan dari wujud arsitektur rumah limas diantaranya, karya manusia mempunyai kesatuan pandangan  bahwa kehormatan seseorang dalam masyarakatnya dilihat dari karya-karya yang dihasilkannya. Karya manusia inilah yang merupakan hasil, manusia belajar dari masa lampau dan harus memandang jauh kedepan untuk masa yang akan datang. Hal tersebut dapat dilihat dari dari bentuk bangunan dan upacara-upacara yang diadakan adalah sebagai melanjutkan hasil karya dari manusia-manusia sebelumnya dengan  penyempurnaan-penyempurnaan seperlunya. Adapun menurut penalaran E.B. Tylor, setiap kebudayaan di mana pun akan mengandung unsur-unsur kebudayaan yang terdiri atas tujuh unsur yaitu: 1.   Sistem pengetahuan 2.   Kekerabatan 3.   Peralatan dan perlengkapan hidup (teknologi) 4.   Sistem religi 2 Bolt Robert,  Archeology , dalam 21 st Century Anthropology: A References Handbook  . California: SAGE Publication Inc .    4 5.   Sistem mata pencaharian hidup 6.   Bahasa 7.   Kesenian Antara unsur satu dengan unsur yang lainnya saling berkaitan dan tidak dapat  berdiri sendiri. Peneliti mengambil salah satu unsur-unsur utama dari kebudayaan atas yang dijadikan sebagai pokok permasalahan. Salah satu unsur yang berkenaan dengan judul penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut: a.   Peralatan dan perlengkapan hidup (teknologi) Teknologi merupakan salah satu komponen kebudayaan. Teknologi menyangkut cara-cara memakai serta memelihara segala perlengkapan. Teknologi muncul karena cara-cara manusia dalam mengekspresikan rasa keindahan dalam memproduksi hasil-hasil kesenian. Sistem peralatan dan unsur kebudayaan fisik yaitu: 1.   Alat-alat produktif 2.   Senjata 3.   Wadah 4.   Alat-alat menyalakan api 5.   Makanan 6.   Pakaian 7.   Tempat berlindung dan perumahan
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks