BAB II.pdf

Please download to get full document.

View again

of 27
22 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
5 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Air Tua (Bittern) Air tua (bittern) didefinisikan oleh Lewis (2001) sebagai larutan sisa pembuatan garam melalui proses kristalisasi dan peningkatan konsentrasi air laut yang mengandung mineral brom, magnesium, natrium, kalium dan kalsium. Menurut Yuniarti (2008), air tua merupakan hasil samping dari proses pembuatan garam di Jepang dikenal dengan sebut
Document Share
Document Tags
Document Transcript
  5 II. TINJAUAN PUSTAKA A.   Air Tua ( Bittern  ) Air tua ( bittern ) didefinisikan oleh Lewis (2001) sebagai larutan sisa pembuatan garam melalui proses kristalisasi dan peningkatan konsentrasi air laut yang mengandung mineral brom, magnesium, natrium, kalium dan kalsium. Menurut Yuniarti (2008), air tua merupakan hasil samping dari proses pembuatan garam di Jepang dikenal dengan sebutan Nigari (nigari berarti pahit) karena rasanya memang pahit. Air tua adalah larutan sisa penguapan air laut dari proses  pembuatan garam yang biasanya tidak dimanfaatkan dan dibuang kembali ke laut dalam jumlah yang relatif banyak. Padahal di dalam air tua pada 28,5-30 o Be (Beume) ini masih terkandung magnesium sekitar 4  –  5% w/v. Proses terbentuknya air tua pada proses pembuatan garam dapat diskemakan pada Gambar 1. Gambar 1. Proses pembuatan garam (Purbani, tanpa tahun)  6 Air tua mengandung konsentrat garam NaCl yang tinggi pada 29 0 Be (Beume). Apabila konsentrat melebihi dari standar yang ditetapkan, maka akan muncul magnesium sulfat, atau yang lebih populer disebut Garam Inggris. Data kandungan mineral/senyawa makro dalam air tua pada 29 s/d 30,5 o Be dapat dilihat pada Tabel 1 dan 2 (Rasmito, 2001 dalam Judjono, 2001). Tabel 1 . Konsentrasi senyawa makro di dalam air tua o Be Konsentrasi (g/L) MgSO 4  NaCl MgCl 2  KCl 29 61,5 152,9 128,0 23,3 29,5 56,0 167,8 115,7 21,0 30 68,5 144,8 137,7 25,2 30,5 75,5 136,7 147,5 27,2 Tabel 2.Konsentrasi mineral makro di dalam air tua o Be Konsentrasi (g/L) Mg Na K Cl SO 4  29 40,8 66,0 11,0 198,0 44,7 29,5 45,05 60,1 12,2 199,2 49,1 30 48,9 56,9 13,2 202,5 54,6 30,5 52,8 53,7 14,2 205,8 60,2 B.   Mineral Suatu mineral dapat didefinisikan sebagai suatu ikatan kimia padat yang terbentuk secara alamiah dan termasuk di dalamnya materi geologi padat yang menjadi  penyusun terkecil dari batuan (Klein dan Hurlbut, 1993). Nickel (1995 dalam Hibbard, 2002) mendefinisikan mineral sebagai suatu unsur atau senyawa kimia yang biasanya berbentuk kristal dan merupakan hasil dari proses-proses geologi. Meskipun sebagian besar mineral adalah anorganik, kristal-kristal organik yang terbentuk dari material organik pada lingkungan geologi juga dapat dikelompokkan sebagai mineral.  7 1.   Natrium (Na) a.   Karakteristik dan sifat Natrium  Natrium merupakan logam putih-perak yang lunak, yang melebur pada suhu 97,5 o C. Natrium teroksidasi dengan cepat dalam udara lembab. Logam ini  bereaksi keras dengan air, membentuk natrium hidroksida dan hidrogen. Dalam garam-garamnya, natrium berada sebagai kation monovalen Na + . Garam-garam ini membentuk larutan tak berwarna kecuali anionnya berwarna, hampir semua garam natrium larut dalam air. Seperti logam alkali lainnya natrium adalah unsur reaktif yang lunak, ringan, dan  putih keperakan yang tak pernah berwujud sebagai unsur murni di alam. Natrium mengapung di air terurai menjadi gas hidrogen dan ion hidroksida. Natrium akan meledak di dalam air secara spontan. Namun biasanya tidak meledak di udara  bersuhu di bawah 388 K. Natrium juga bila dalam keadaan berikatan dengan ion-OH maka akan membentuk basa kuat yaitu NaOH (Svehla, 1979). Sifat fisika logam natrium dapat disajikan pada Tabel 3.  8 Tabel 3. Sifat fisika logam natrium Parameter Kuantitas  Nomor atom 11 Konfigurasi elektron [Ne] 3s 1  Jari-jari atom 1,86 Titik leleh o C 97,8 Titik didih o C 883 Rapatan (g/cm 3 ) 0,97 Energi ionisasi (kl/mol) 496 Elektronegatifitas 0,9 Potensial elektroda (V) -2,71 Kekerasan 0,4 (Cotton dan Albert, 1989). b.   Manfaat Natrium Mineral natrium atau sodium (Na) merupakan elemen mineral logam dalam  bentuk ion/elektrolit yang berfungsi untuk menjaga kesehatan tubuh manusia. Fungsi utamanya adalah membantu menjaga volume cairan (fluida) dalam tubuh  pada kondisi atau keadaan normal serta membantu transmisi impuls syaraf dan kontraksi otot (Malhotra, 1998). Selain itu juga merupakan komponen dari  beberapa senyawa seperti natrium bikarbonat, yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan asam-basa dalam tubuh manusia (Williams, 1983).  Natrium dapat membentuk paduan logam dengan K. Paduan Na dan K digunakan sebagai penyerap (desiccant)  untuk mengeringkan pelarut. Natrium juga digunakan sebagai lampu uap natrium (  sodium vapour lamps) . Beberapa senyawa natrium, seperti garam (NaCl), soda abu (Na 2 CO 3 ), baking soda (NaHCO 3 ), soda
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks