BAB II.pdf

Please download to get full document.

View again

of 21
15 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Air Limbah Industri Gula Industri gula merupakan salah satu industri terbesar di dunia (Khoram, 2013). Menurut Awasthi et al. (2011) gula tebu telah diproduksi oleh lebih dari 110 negara. Industri gula juga diketahui menjadi industri dengan pemakaian air secara intensif yang artinya bahwa industri gula menggunakan banyak air dalam proses produksinya. Industri gula dalam prosesnya akan mengeluarkan limbah padat, cair, dan gas. Limbah a
Document Share
Document Tags
Document Transcript
    II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Air Limbah Industri Gula Industri gula merupakan salah satu industri terbesar di dunia (Khoram, 2013). Menurut Awasthi et al.  (2011) gula tebu telah diproduksi oleh lebih dari 110 negara. Industri gula juga diketahui menjadi industri dengan pemakaian air secara intensif yang artinya bahwa industri gula menggunakan banyak air dalam proses  produksinya. Industri gula dalam prosesnya akan mengeluarkan limbah padat, cair, dan gas. Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi  baik industri maupun domestik (rumah tangga) yang kehadirannya pada saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki karena tidak memiliki nilai ekonomis. Kehadiran limbah dapat berdampak negatif bagi lingkungan terutama kesehatan manusia sehingga perlu dilakukan penanganan limbah. Tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah tergantung jenis dan karakteristik limbah. Menurut Kuntoro (2010), industri gula dengan perkebunan 35.000 Ha dan mempunyai kapasitas giling 12.000 Ton tebu per hari, maka akan dihasilkan limbah cair sebanyak 6000 m 3  per hari. Berdasarkan karakteristiknya, limbah industri digolongkan menjadi: 1. Limbah cair 2. Limbah padat  10 3. Limbah gas dan partikel 4. Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) Limbah cair pabrik gula meliputi bekas air kondensor dan bekas air cucian proses. Air cucian proses termasuk air cucian evaporator, buangan ketel dan peralatan lain, bekas air cucian lantai, tumpahan nira, tetes dan lain-lain. Berdasarkan  pengamatan yang telah dilakukan terhadap beberapa pabrik gula di Indonesia, nilai COD air buangan pabrik gula bisa bervariasi mulai di bawah 100 mg/l sampai di atas 700 mg/l. Hal ini tidak sama untuk setiap pabrik gula, tergantung  pada cara pengolahan, kondisi peralatan dan kebersihan di masing-masing pabrik. Rahadi (2011) melaporkan bahwa bekas air kondensor (air injeksi) memiliki BOD dan COD yang tidak begitu tinggi. Oleh karena itu bisa diduga bahwa tingginya angka COD disebabkan oleh bekas air cucian proses, sehingga tinggi rendahnya angka ini sangat bervariasi untuk tiap pabrik gula. Tabel 1. Karakteristik air limbah industri gula Parameter Konsentrasi  pH Warna Total Supended Solid/TSS (mg/l) Volatile Suspended Solids/VSS (mg/l) Total Kjeldahl nitrogen/TKN (mg/l) Pospor (mg/l) COD (mg/l) BOD (mg/l) 5,2-6,5 Kuning kecoklatan 760-800 173-2190 15-40 1,3-2,5 1000-4340 350-2750 Sumber : Hampannavar et al. , 2010 Pada umumnya air limbah industri gula memiliki karakteristik yaitu mengandung  bahan-bahan organik yang tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan nilai BOD yang  11 tinggi dimana bahan organik tersebut digunakan sebagai makanan untuk bakteri. Karakteristik lainnya yaitu memiliki warna kecoklatan, bau seperti tebu bakar, suhu yang tinggi, rendah nilai pH, tinggi kadar abu atau residu padat dan mengandung persentase yang tinggi berupa bahan organik dan anorganik terlarut sekitar 50% bisa dianggap sebagai pengurangan rendemen gula (Memon dkk, 2006). Hal ini juga yang menyebabkan meningkatnya mikroorganisme dalam air. Peningkatan jumlah bakteri ini yang kemudian menggunakan semua oksigen terlarut dalam air (Chicas, 2008). 2.2. Pengolahan Air Limbah Pengolahan limbah cair bertujuan untuk menghilangkan atau menyisihkan kontaminan. Kontaminan dapat berupa senyawa organik yang dinyatakan oleh nilai BOD, COD, nutrient, senyawa toksik, mikrorganisme pathogen, partikel non  biodegradable, padatan tersuspensi maupun terlarut. Kontaminan dapat disisihkan dengan pengolahan fisik, kimia maupun biologi (Metcalf and Eddy,2004). Pengelolaan limbah adalah kegiatan terpadu yang meliputi kegiatan pengurangan ( minimization ), segregasi (segregation ), penanganan ( handling  ), pemanfaatan dan  pengolahan limbah. Kegiatan pendahuluan pada pengelolaan limbah (pengurangan, segregasi dan penanganan limbah) dapat membantu mengurangi  beban pengolahan limbah di IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah). Saat ini, tren pengelolaan limbah di industri adalah menjalankan secara terintergrasi kegiatan pengurangan, segregasi dan handling limbah sehingga menekan biaya dan menghasilkan output limbah yang lebih sedikit serta minim tingkat  12  pencemarnya. Integrasi dalam pengelolaan limbah tersebut kemudian dibuat menjadi berbagai konsep seperti: produksi bersih ( cleaner production ), atau minimasi limbah ( waste minimization ). Pengolahan limbah adalah upaya terakhir dalam sistem pengelolaan limbah setelah sebelumnya dilakukan optimasi proses produksi dan pengurangan serta  pemanfaatan limbah. Pengolahan limbah dimaksudkan untuk menurunkan tingkat cemaran yang terdapat dalam limbah sehingga aman untuk dibuang ke lingkungan. Limbah yang dikeluarkan dari setiap kegiatan akan memiliki karakteristik yang berlainan. Hal ini karena bahan baku, teknologi proses, dan  peralatan yang digunakan juga berbeda. Namun akan tetap ada kemiripan karakteristik diantara limbah yang dihasilkan dari proses untuk menghasilkan  produk yang sama. Karakteristik utama limbah didasarkan pada jumlah atau volume limbah dan kandungan bahan pencemarnya yang terdiri dari unsur fisik, biologi, kimia dan radioaktif. Karakteristik ini akan menjadi dasar untuk menentukan proses dan alat yang digunakan untuk mengolah air limbah. Adapun tahapan dan jenis proses serta alat yang digunakan untuk mengolah air limbah adalah sebagai berikut: a. Tahapan proses Pengolahan air limbah biasanya menerapkan 3 tahapan proses yaitu pengolahan  pendahuluan (  pre-treatment  ), pengolahan utama (  primary treatment  ), dan  pengolahan akhir (  post treatment  ). Pengolahan pendahuluan ditujukan untuk mengkondisikan aliran, beban limbah dan karakter lainnya agar sesuai untuk masuk ke pengolahan utama. Pengolahan utama adalah proses yang dipilih untuk
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks