BAB II.pdf

Please download to get full document.

View again

of 47
7 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Irigasi Irigasi adalah pemberian air kepada tanah untuk menunjang curah hujan yang tidak cukup agar tersedia lengas bagi pertumbuhan tanaman. (Linsley dan Franzini, 1991) Secara umum pengertian irigasi adalah pemberian air kepada tanah dengan maksud untuk memasok lengas esensial bagi pertumbuhan tanaman. (Hansen, 1990) Dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 23/19
Document Share
Document Tags
Document Transcript
  4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Irigasi Irigasi adalah pemberian air kepada tanah untuk menunjang curah hujan yang tidak cukup agar tersedia lengas bagi pertumbuhan tanaman. (Linsley dan  Franzini, 1991)  Secara umum pengertian irigasi adalah pemberian air kepada tanah dengan maksud untuk memasok lengas esensial bagi pertumbuhan tanaman. (Hansen, 1990 ) Dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 23/1982 Ps. 1, pengertian irigasi,  bangunan irigasi, dan petak irigasi telah dibakukan yaitu sebagai berikut : 1.   Irigasi adalah usaha penyediaan dan penyediaan dan pengaturan air untuk menunjang pertanian. 2.   Jaringan irigasi adalah saluran dan bangunan yang merupakan satu kesatuan dan diperlukan untuk pengaturan air irigasi mulai dari penyediaan,  pengambilan, pembagian, pemberian dan penggunaannya. 3.   Daerah irigasi adalah kesatuan wilayah yang mendapat air dari satu jaringan irigasi. 4.   Petak irigasi   adalah petak tanah yang memperoleh air irigasi. Dari butir-butir pengertian tentang irigasi dan jaringan irigasi tersebut diatas kemudian dapat disusun rumusan pengertian irigasi sebagai berikut: Irigasi merupakan bentuk kegiatan penyediaan, pengambilan, pembagian, pemberian dan  penggunaan air untuk pertanian dengan menggunakan satu kesatuan saluran dan  bangunan berupa jaringan irigasi. 2.2 Jenis-Jenis Irigasi  Pemilihan sistem irigasi untuk suatu daerah tergantung dari keadaan topografi, biaya, dan teknologi yang tersedia.  5 Berikut ini terdapat empat jenis sistem irigasi: 1.   Irigasi Gravitasi ( Open Gravitation Irrigation ) Sistem irigasi ini memanfaatkan gaya gravitasi bumi untuk pengaliran airnya. Dengan prinsip air mengalir dari tempat yang tinggi menuju tempat yang rendah karena ada gravitasi. Jenis irigasi yang menggunakan sistem irgiasi seperti ini adalah: irigasi genangan liar, irigasi genangan dari saluran, irigasi alur dan gelombang. 2.   Irigasi Siraman ( Close Gravitation Irrigation ) Pada sistem irigasi ini air dialirkan melalui jaringan pipa dan disemprotkan ke permukaan tanah dengan kekuatan mesin pompa air. Sistem ini biasanya digunakan apabila topografi daerah irigasi tidak memungkinkan untuk  penggunaan irigasi gravitasi. Ada dua macam sistem irigasi saluran, yaitu: pipa tetap dan pipa bergerak. 3.   Irigasi Bawah Permukaan ( Sub-Surface Irrigation ) Pada sistem ini air dialirakan dibawah permukaan melalui saluran-saluran yang ada di sisi-sisi petak sawah. Adanya air ini mengakibatkan muka air tanah  pada petak sawah naik. Kemudian air tanah akan mencapai daerah penakaran secara kapiler sehingga kebutuhan air dapat terpenuhi. 4.   Irigasi Tetesan ( Trickle Irrigation ) Air dialirkan melalui jaringan pipa dan diteteskan tepat di daerah penakaran tanaman dengan menggunakan mesin pompa sebagai tenaga penggerak. Perbedaan jenis sistem irigasi ini dengan sistem irigasi siraman adalah pipa tersier  jalurnya melalui pohon, tekanan yang dibutuhkan kecil (1 atm). (Standar  Perencanaan Irigasi KP-01, 1986)   2.3 Klasifikasi Jaringan Irigasi Berdasarkan cara pengaturan pengukuran aliran air dan lengkapnya fasilitas,  jaringan irigasi dapat dibedakan ke dalam tiga tingkatan lihat Tabel 2.1 yakni: 2.3.1 Jaringan Irigasi Non Teknis (Sederhana) Di dalam irigasi sederhana, pembagian air tidak diukur atau diatur, air lebih akan mengalir ke saluran pembuang. Para petani pemakai air itu tergabung dalam  6 satu kelompok jaringan irigasi yang sama, sehingga tidak memerlukan keterlibatan pemerintah di dalam organisasi jaringan irigasi semacam ini. Persediaan air biasanya berlimpah dengan kemiringan berkisar antara sedang sampai curam. Oleh karena itu hampir-hampir tidak diperlukan teknik yang sulit untuk sistem pembagian airnya. (Standar Perencanaan Irigasi KP-01, 1986)   2.3.2 Jaringan Irigasi Semi Teknis Dalam banyak hal, perbedaan satu-satunya antara jaringan irigasi sederhana dan jaringan semi teknis adalah bahwa jaringan semi teknis ini bendungnya terletak di sungai lengkap dengan bangunan pengambilan dan bangunan pengukur di bagian hilirnya. Mungkin juga dibangun beberapa bangunan permanen di  jaringan saluran. Sistem pembagian air biasanya serupa dengan jaringan sederhana. Adalah mungkin bahwa pengambilan dipakai untuk melayani / mengairi daerah yang lebih luas dari daerah layanan pada jaringan sederhana. Oleh karena itu biayanya ditanggung oleh lebih banyak daerah layanan. Organisasinya akan lebih rumit jika bangunan tetapnya berupa bangunan  pengambilan dari sungai, karena diperlukan lebih banyak keterlibatan dari  pemerintah, dalam hal ini Departemen Pekerjaan Umum. (Standar Perencanaan  Irigasi KP-01, 1986)   2.3.3 Jaringan Irigasi Teknis Salah satu prinsip dalam perencanaan jaringan teknis adalah pemisahan antara jaringan irigasi dan jaringan pembuang / pematus. Hal ini berarti bahwa  baik saluran irigasi maupun pembuang tetap bekerja sesuai dengan fungsinya masing-masing, dari pangkal hingga ujung. Saluran irigasi mengalirkan air irigasi ke sawah-sawah dan saluran pembuang mengalirkan air lebih dari sawah-sawah ke saluran pembuang alamiah yang kemudian akan diteruskan ke laut. Petak tersier menduduki fungsi sentral dalam jaringan irigasi teknis. Sebuah  petak tersier terdiri dari sejumlah sawah dengan luas keseluruhan yang idealnya maksimum 50 ha, tetapi dalam keadaan tertentu masih bisa ditolerir sampai seluas 75 ha. Perlunya batasan luas petak tersier yang ideal hingga maksimum adalah  7 agar pembagian air di saluran tersier lebih efektif dan efisien hingga mencapai lokasi sawah terjauh. (Standar Perencanaan Irigasi KP-01, 1986)   2.3.3.1 Petak Tersier Petak tersier menerima air irigasi yang dialirkan dan diukur pada  bangunan sadap ( off take ) tersier yang menjadi tanggung jawab Dinas Pengairan. Bangunan sadap tersier mengalirkan airnya ke saluran tersier  . Petak tersier yang kelewat besar akan mengakibatkan pembagian air menjadi tidak efisien. Faktor-faktor penting lainnya adalah jumlah petani dalam satu petak,  jenis tanaman dan topografi. Di daerah-daerah yang ditanami padi luas petak tersier idealnya maksimum 50 ha, tapi dalam keadaan tertentu dapat ditolelir sampai seluas 75 ha, disesuaikan dengan kondisi topografi dan kemudahan eksploitasi dengan tujuan agar pelaksanaan Operasi dan Pemeliharaan lebih mudah. Petak tersier harus mempunyai batas-batas yang  jelas seperti misalnya parit, jalan, batas desa dan batas perubahan bentuk medan ( terrain fault  ). Petak tersier dibagi menjadi petak-petak kuarter, masing- masing seluas kurang lebih 8 - 15 ha. Apabila keadaan topografi memungkinkan, bentuk petak tersier sebaiknya bujur sangkar atau segi empat untuk mempermudah  pengaturan tata letak dan memungkinkan pembagian air secara efisien. Petak tersier harus terletak langsung berbatasan dengan saluran sekunder atau saluran  primer. Perkecualian: kalau petak-petak tersier tidak secara langsung terletak di sepanjang jaringan saluran irigasi utama yang dengan demikian, memerlukan saluran tersier yang membatasi petak-petak tersier lainnya, hal ini harus dihindari. Panjang saluran tersier sebaiknya kurang dari 1.500 m, tetapi dalam kenyataan kadang-kadang panjang saluran ini mencapai 2.500 m. Panjang saluran kuarter lebih baik di bawah 500 m, tetapi prakteknya kadang- kadang sampai 800 m. (Standar Perencanaan Irigasi KP-01, 1986)   2.3.3.2 Petak Sekunder Petak sekunder terdiri dari beberapa petak tersier yang kesemuanya dilayani oleh satu saluran sekunder. Biasanya petak sekunder menerima air
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks