BAB II.pdf

Please download to get full document.

View again

of 12
21 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Vertigo 1. Definisi Vertigo merupakan sensasi berputar dan bergeraknya penglihatan baik secara subjektif maupun objektif, Vertigo dengan perasaan subjektif terjadi bila seseorang mengalami bahwa dirinya merasa bergerak, sedangkan vertigo dengan perasaan objektif bila orang tersebut merasa bahwa di sekitar orang tersebut bergerak. 10 Vertigo sering terjadi pada orang tua
Document Share
Document Transcript
  1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A.   Vertigo 1.   Definisi Vertigo merupakan sensasi berputar dan bergeraknya penglihatan  baik secara subjektif maupun objektif, Vertigo dengan perasaan subjektif terjadi bila seseorang mengalami bahwa dirinya merasa  bergerak, sedangkan vertigo dengan perasaan objektif bila orang tersebut merasa bahwa di sekitar orang tersebut bergerak. 10 Vertigo sering terjadi pada orang tua. Penyebab vertigo yaitu  Benign Paroxysmal Positional Vertigo  (BPPV),  Acute Vestibular Neuronitis (AVN), dan penyakit Meniere. 11   2.   Etiologi  Menurut Mohammad Maqbool, terdapat beberapa penyabab vertigo. Penyebab vertigo terdiri dari: 6 a.   Vascular Penyebab vertigo dari gangguan vaskular terdiri atas insufisiensi vertebrobasiler, stroke, migrain, hipotensi, anemia, hipoglikemia, dan penyakit meniere  b.    Epilepsy c.    Receiving any treatment Beberapa obat-obatan seperti antibiotik, obat jantung, antihipertensi, obat sedatif, dan aspirin dapat menyebabkan gangguan vertigo d.   Tumour or Trauma or Tyroid 1)   Tumor    Adanya tumor seperti neuroma, glioma, dan tumor intraventrikular dapat menyebabkan gangguan vertigo   2)   Trauma   Adanya trauma pada daerah tulang temporal dan trauma servikal dapat menyebabkan gejala vertigo   http://repository.unimus.ac.id  2 3)   Tiroid    Adanya penurunan fungsi tiroid dapat menyebabkan gejala vertigo   e.    Infection Apabila terjadi infeksi pada daerah keseimbangan seperti labirinitis maupun vestibular neuronitis dapat menyebabkan gangguan vertigo f.   Glial disease (multiple sclerosis) g.   Ocular diseases or imbalance 3.   Patofisiologi  Reseptor yang berfungsi sebagai penerima informasi untuk sistem vestibular terdiri dari vestibulum, proprioseptik dan mata,serta integrasi dari ketiga reseptor terkait dengan batang otak serta serebelum. 11 Informasi yang berasal dari sistem vestibular 50 persen terdiri dari vestibulum, sisanya dari mata dan proprioseptik. Adanya gangguan dari sistem vestibular menimbulkan berbagai gejala antara lain vertigo, nystagmus, ataksia, mual muntah, berkeringat, dan psikik. Gejala-gejala tersebut dapat timbul secara bersamaan, sendiri, atau terjadi secara bergantian. Gejala tersebut dipengaruhi oleh derajat, sumber, maupun jenis dari rangsangan. 11 Fungsi sistem vestibular terletak pada kanalis semisirkularis yang  berada pada dalam apparatus vestibular, terisi cairan yang apabila  bergetar berfungsi mengirim informasi tentang gerakan sirkuler atau memutar. Ketiga kanalis semisirkularis bertemu di vestibulum yang terletak berdekatan dengan koklea. Adanya kerjasama dari mata dan sistem vestibular mengakibatkan terjaganya pandangan agar benda terlihat dengan jelas ketika bergerak. Hal ini disebut dengan reflek vestibular-okular. 11 Gerakan cairan dalam kanalis semisirkularis memberi pesan kepada otak bagaimana kecepatan kepala berotasi, ketika kepala mengangguk, atau saat kepala menoleh. Setiap kanalis semisirkularis memiliki ujung yang menggembung dan berisi sel rambut. Adanya rotasi kepala http://repository.unimus.ac.id  3 mengakibatkan gerakan/aliran cairan yang akan mengubah posisi pada  bagian ujung sel rambut terbungkus  jelly-like cupula. Selain kanalis semisirkularis, terdapat organ yang termasuk dalam bagian sistem vestibuler, yaitu sakulus dan utrikulus. Kedua organ tersebut termasuk dalam organ otolit. Organ otolit memiliki otokonia yaitu sel rambut terbungkus  jelly-like layer   bertabur batuan kecil kalsium. 11 Saat kepala menengadah maupun posisi tubuh berubah, terjadilah  pergeseran batuan kalsium karena pengaruh gravitasi. Akibatnya, sel rambut menjadi bengkok sehingga terjadinya influx ion kalsium yang selanjutnya neurotransmitter keluar memasuki celah sinap dan ditangkap oleh reseptor. Selanjutnya, terjadi penjalaran impuls melalui nervus vestibularis menuju tingkat yang lebih tinggi. Adanya sistem vestibular bekerja sama dengan sistem visual dan proprioseptik membuat tubuh dapat mempertahankan orientasi atau keseimbangan. 11 Sistem keseimbangan pada manusia adalah suatu mekanisme yang kompleks terdiri dari input sensorik bagian dari alat vestibular, visual, maupun proprioseptif. Ketiganya menuju otak dan medulla spinalis, dimodulasi dan diintegrasikan aktivitas serebrum, sistem limbik, sistem ekstrapiramidal, dan korteks serebri dan mempersepsikan posisi tubuh dan kepala saat berada dalam ruangan, mengontrol gerak mata dan fungsi sikap statik dan dinamik. Adanya perubahan pada input sensorik, organ efektor maupun mekanisme integrasi mengakibatkan persepsi   vertigo, adanya gangguan gerakan pada bola mata, dan gangguan keseimbangan. Kehilangan pada input dari 2 atau lebih dari sistem vestibular mengakibatkan hilangnya keseimbangan sehingga terjatuh. Karenanya, apabila seorang pasien dengan gangguan proprioseptif  berat disertai sensory disequilibrium , atau disfungsi vestibular unilateral uncompensated   dan vertigo, akan jatuh bila penglihatan ditutup. 11 http://repository.unimus.ac.id  4 Vertigo sentral disebabkan salah satunya oleh karena iskemia batang otak. Pada penyakit vertebrobasiler dan Transient Ischemic Attack    batang otak, vertigo dan disekulibrium adalah gejala yang sering muncul disertai gejala iskemia seperti diplopia, disartria, rasa tebal pada muka dan ekstremitas, ataksia, hemiparesis maupun hemianopsia. 12  Nistagmus posisional dapat dibangkitkan pada iskemia batang otak. Adanya Manuver Nylen Barany dapat membedakan gangguan vestibuler dan batang otak. 12 Pada kasus infark dan perdarahan serebral dapat menyebabkan vertigo dan gangguan keseimbangan berat disertai disartria, sindrom horner, rasa tebal pada wajah dan paresis facialis. Adanya Infark pada kawasan arteri serebelaris posterior dapat menyebabkan disekulibrium  jalan dan ataksia pada ekstremitas tanpa disertai vertigo. 12 Berikut merupakan Klasifikasi Vertigo berdasarkan letak lesinya 13 a.   Sentral 1)   Infark batang otak 2)   Tumor otak 3)   Radang Otak 4)   Insufisiensi a.v. basiler 5)   Epilepsi  b.   Perifer 1)   Labirin (a)    Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV)   (b)   Meniere (c)   Ototoksik (d)   Labirinitis 2)   Saraf vestibuler (a)    Neuritis (b)    Neuroma Akustikus BPPV ditandai oleh adanya rasa berputar yang hebat dengan atau tanpa rasa mual akibat perpindahan secara cepat seperti bangun ke http://repository.unimus.ac.id
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks