BAB I PENDAHULUAN. Yogyakarta merupakan daerah tujuan wisata utama setelah Bali.

Please download to get full document.

View again

of 16
123 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Yogyakarta merupakan daerah tujuan wisata utama setelah Bali. Berbagai jenis obyek wisata dikembangkan di wilayah ini, seperti wisata alam, wisata sejarah, wisata budaya,
Document Share
Document Transcript
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Yogyakarta merupakan daerah tujuan wisata utama setelah Bali. Berbagai jenis obyek wisata dikembangkan di wilayah ini, seperti wisata alam, wisata sejarah, wisata budaya, wisata pendidikan, bahkan yang terbaru berupa wisata malam. Keanekaragaman sejarah, budaya, dan tradisi masyarakat serta didukung oleh kreativitas seni dan keramahtamahan masyarakat, membuat Yogyakarta terkenal akan potensi wisatanya yang mampu menciptakan produkproduk budaya dan pariwisata yang menjanjikan bahkan keanekaragaman kuliner khas kota Yogyakarta yang memiliki daya tarik sendiri bagi wisatawan. Sektor Pariwisata merupakan sektor penting dalam pendapatan asli daerah yang cukup potensial. Pariwisata telah menjadi industri yang mampu mendatangkan devisa negara dan penerimaan asli daerah yang berimplikasi pada kesejahteraan masyarakat dalam berbagai sektor ekonomi. Yogyakarta sebagai kota pelajar merupakan daerah yang kaya seni dan budaya. Keanekaragaman kebudayaan dan keistimewaan tersendiri pada kota ini merupakan potensi yang dapat dikembangkan untuk pariwisata, serta letak Yogyakarta dapat dikatakan sangat strategis karena diuntungkan oleh jarak antar lokasi obyek wisata yang terjangkau dan mudah ditempuh. Yogyakarta merupakan sebuah kota yang pernah menjadi ibu kota negara Republik Indonesia pada tahun 1946, dan memiliki peran dalam konstelasi perjuangan bangsa Indonesia pada jaman kolonial Belanda, jaman penjajahan 1 Jepang, maupun pada jaman perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Predikat sebagai kota perjuangan dibuktikan dengan banyaknya tempat maupun bangunan saksi sejarah yang hingga kini masih dapat ditemui. Walaupun demikian tidak sedikit bangunan yang telah rusak, beralih fungsi, bahkan hilang ditelan jaman. Salah satu bangunan peninggalan sejarah yang banyak menyimpan informasi kesejarahan dan sampai kini masih dapat dijumpai adalah bangunan bekas Benteng Vredeburg Yogyakarta, yang terletak di kawasan nol kilometer dari pusat kota Yogyakarta. Bangunan bekas Benteng Vredeburg tersebut dimanfaatkan sebagai museum khusus sejarah perjuangan nasional bangsa Indonesia di Yogyakarta dengan nama Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta dan merupakan museum yang dikelola oleh pemerintah dibawah Direktorat Jenderal Kebudayaan di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang seluruh kegiatannya didukung dengan dana APBN. Museum ini menempati tanah seluas meter 2 dan luas bangunan yang ada di dalamnya yaitu bangunan lantai I seluas 9.973,3 meter 2 dan bangunan lantai II seluas meter 2. Museum ini juga memiliki keunikan gaya arsitektur yang memberikan keunikan tersendiri sebagai bangunan kuno peninggalan masa kolonial Belanda pada abad 18. Selain bangunan sendiri juga terdapat koleksi lain seperti diorama, lukisan, maket, peta, patung, miniatur, benda realia, benda replika, foto, film, mata uang dan juga didukung adanya beberapa fasilitas museum di antaranya ruang pameran, kafe museum, perpustakaan, ruang internet, ruang audio visual, ruang auditorium, guest house, ruang koleksi pustaka, ruang konservasi, ruang pengenalan, kamar gelap, ruang game museum, taman, mushola, toilet, ruang satpam, ruang PPPK, 2 ruang foto spot, ruang preparasi, ruang dokumentasi, tempat parkir, serta ruang tamu VIP. Definisi Museum menurut Peraturan Pemerintah No 19 Tahun 1995 merupakan lembaga, tempat penyimpanan, perawatan, pengamanan dan pemanfaatan benda-benda bukti materiil hasil budaya manusia serta alam dan lingkungannya guna menunjang upaya perlindungan dan pelestarian kekayaan budaya bangsa. Sedangkan berdasarkan International Council for Museums (ICOM), museum merupakan lembaga yang bersifat tetap, tidak mencari keuntungan dalam melayani masyarakat, terbuka untuk umum, mengumpulkan, merawat dan memamerkan, untuk tujuan penelitian, pendidikan dan hiburan, benda-benda bukti materiil manusia dan lingkungan. Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta merupakan salah satu daya tarik wisata edukasi paling baik untuk belajar mengenai ilmu pengetahuan, sejarah, budaya, dan seni melalui beragam koleksi yang dipamerkan, serta melalui kegiatan rutin yang diadakan oleh pihak museum, ataupun dengan kunjungan study tour yang sering diadakan sekolahsekolah. Wisata edukasi (educational tourism) merupakan suatu perjalanan wisata yang dimaksudkan untuk memberi gambaran, studi perbandingan, ataupun pengetahuan mengenai bidang kerja yang dikunjunginya. Wisata jenis ini disebut juga sebagai study tour atau perjalanan kunjungan pengetahuan. Kegiatan ini diadakan di luar kelas yang bertujuan untuk mempelajari proses yang sebenarnya langsung di lapangan dan mendapatkan pengalaman secara langsung. Adapun benda cagar budaya yang ada di museum, baik benda buatan manusia maupun benda alam dianggap mempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan 3 dan kebudayaan. Sebagai daya tarik wisata edukasi, Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta memiliki pengunjung yang relatif banyak pada hari biasa, bahkan pada hari libur nasional. Untuk itu perlu dilakukan penelitian yang membahas mengenai potensi yang dimiliki oleh museum sehingga wisatawan tertarik untuk datang berkunjung, serta perencanaan untuk meningkatkan potensi yang diharapkan dapat membantu meningkatkan daya tarik wisata Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta sebagai lembaga edutainment yang memiliki makna sebagai tempat pendidikan yang menghibur atau sebagai tempat hiburan yang mendidik. B. Rumusan Masalah Untuk melakukan dan penelitian ini, didasari pada beberapa permasalahan yang telah dirumuskan untuk mendapakan hasil yang berkualitas yang berkaitan dengan topik Analisis Potensi Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta sebagai daya tarik wisata edukasi di Yogyakarta. Rumusan masalah penelitian ini yaitu : 1. Apa saja potensi yang dimiliki Museum Benteng Vredeburg sebagai daya tarik wisata edukatif di Yogyakarta? 2. Apa saja upaya yang direncanakan oleh pihak Museum Benteng Vredeburg untuk meningkatkan potensi yang ada? C. Tujuan Penelitian Penelitian ini, memiliki tujuan yang relevan dengan pengembangan potensi kota Yogyakarta sebagai kota wisata. Tujuan penelitian ini secara rinci yaitu : 4 1. Untuk mengetahui potensi yang dimiliki oleh Museum Benteng Vredeburg sebagai daya tarik wisata edukatif di Yogyakarta. 2. Untuk mengetahui upaya yang direncanakan oleh pihak Museum Benteng Vredeburg untuk meningkatkan potensi yang ada? D. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan mampu membantu pengembangan potensi Museum Benteng Vredeburg agar memiliki daya tarik bagi wisatawan, serta hasil penelitian diharapkan mampu memberikan masukan informasi yang diperlukan dalam melakukan pengelolaan dan peningkatan potensi yang dimiliki, mengingat minat kunjungan wisatawan di Museum Benteng Vredeburg sangat besar. E. Kajian Pustaka Penelitian terdahulu yang sudah dilakukan yang berkaitan dengan judul, di antaranya sebagai berikut : Pertama, Tugas Akhir yang berjudul Potensi Museum Gunungapi Merapi Sebagai Salah Satu Objek Daya Tarik Wisata Edukasi di Yogyakarta mengemukakan jenis-jenis dan daya tarik wisata yang terdapat di Museum Gunungapi Merapi dimana koleksi-koleksi tersebut dipamerkan di 2 lantai. Untuk Lantai I terdapat beberapa koleksi yang terdiri dari replika miniatur gunung merapi, tipe letusan dan wajah gunung berapi di indonesia, alat peraga, audiovisual, simulasi gempa, serta diorama. Pada kawasan ini, para pengunjung diajak mengenal sejarah evolusi bumi. Pada sisi lain, pengunjung secara interaktif dapat menikmati tatanan tektonik yang membentuk kepulauan indonesia yang dilengkapi dengan sebaran 129 gunung api aktif di indonesia dan sebaran gunung 5 api dunia. Untuk lantai II rencananya akan dibangun pemantau merapi, gardu pandang, dan seismograf. Mengulas mengenai pembangunan museum tidak jauh dari segala potensi yang ada dan dimiliki oleh Museum Gunungapi Merapi. Dimana museum Gunungapi Merapi merupakan objek baru yang kaya akan atraksi disisi potensi wisatanya. Adapun kandungan potensi yang dimiliki oleh Museum Gunungapi Merapi : 1. Potensi kawasan wisata vulkanologi. 2. Potensi wisata kegunungapian. 3. Potensi pengenalan Museum Gunungapi Merapi. 4. Potensi mengenai informasi ilmiah kegunungapian, kegempaan, dan gerakan tanah yang merupakan proses dinamika geologi, dicerminkan diantaranya dalam informasi model pembentukan, mekanisme terbentuknya maupun proses-proses yang menyertainya. 5. Potensi mengenai informasi fenomena gunungapi terbentuk sebagai hasil prose-proses geologi, yang tampil dipermukaan bumi, diantaranya berupa bentang alam gunungapi, struktur geologi gunungapi, produk hasil letusan gunungapi, dan produk-produk hasil proses lainnya. 6. Potensi mengenai informasi mitigasi bencana gunungapi, gempa bumi, tsunami, gerakan tanah yang ditampilkan dalam bentuk informasi sistem monitoring, penelitian dan pengamatan, sistem peringatan dini, dan upaya mitigasi bencana diantaranya menyangkut sistem penyelamatan masyarakat terhadap ancaman bahaya letusan gunungapi, kegempaan, dan gerakan tanah. 6 Penerapan sistematik potensi di Museum Gunungapi Merapi tidak jauh dari analisis SWOT. Adapun manfaat dari analisis ini guna mengetahui kondisi eksistensing pada kawasan wisata Museum Gunungapi Merapi sehingga dapat mengetahui arah pengembangan kawasan wisata tersebut. Metode analisis yang digunakan adalah Tekhnik SWOT ( Strenght, Weakness, Opportunity, and Threat) yaitu analisis dengan memperhatikan potensi berupa kekuatan serta peluang tanpa mengabaikan kelemahan dengan ancaman sebagai acuan usaha pengembangan kawasan yg lebih lanjut, dengan mengetahui kekuatan serta peluang yang dimilki sebagai factor pendukung untuk pengembangan kegiatan wisata di Museum Gunungapi Merapi beserta memperhatikan usaha pengembangan tersebut yang diharapkan nantinya/ usaha pengembangan yang akan direncanakan merupakan rencana yang tepat, berguna dan dapat menjadi studi keberlanjutan. Salah satu strategi dalam upaya menghadapi pertumbuhan, pembangunan, dan pemasaran ODTW adalah dengan menggunakan analisis SWOT. Analisis SWOT digunakan untuk mengidentifikasi relasi-relasi sumber daya alam dengan sumber daya yang lainnya. Jadi kekuatan dan kelemahan sumber daya tersebut perlu ditegaskan sejak awal yang menghasilkan sistem yang akan dijadikan sebagai basic pengembangan pada suatu kawasan. Oleh sebab itu semua pihak, khususnya masyarakat lokal perlu mengetahui apa kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh kawasan dan objek wisata tersebut (Dwi Rohmawati C Potensi Museum Gunungapi Merapi Sebagai Salah Satu Objek Daya Tarik Wisata Edukasi di Yogyakarta. Laporan Tugas Akhir. Jurusan Kepariwisataan Universitas Gadjah Mada). 7 Kedua, Tugas Akhir yang berjudul Identifikasi Potensi Rumah Budaya Tembi Sebagai Objek Daya Tarik Wisata Seni dan Budaya mengemukakan segala potensi yang terdapat di Rumah Budaya Tembi, koleksi-koleksi tersebut diantaranya alat-alat produksi yang terdiri dari alat pertanian, alat meramu jamu, alat membatik, alat penerangan, alat dapur. Juga kamar untuk istirahat keluarga Jawa yang dibagi menjadi 3 bagian yaitu senthong kiwo, senthong tengah, senthong tengen. Beberapa koleksi wayang Golek dan Purwo, Pakaian adat, serta wadah atau tempat seperti gerabah, keramik, bambu, kuningan. Tedapat juga beberapa fasilitas yang disediakan di Rumah Budaya Tembi Pendapa, Ruang Gallery, serta perpustakaan. Dalam pengembangan suatu kawasan menjadi objek wisata, potensipotensi yang ada dapat menjadi suatu kekuatan atau peluang, jika mendapatkan perhatian dan penanganan yang serius. Namun sebaiknya, jika suatu potensi kawasan tidak ditangani dan dikelola secara tepat maka akan timbul kelemahan bahkan ancaman yang dapat membuat kawasan tersebut akan mengancam keutuhan suatu kawasan, begitu pula dengan Rumah Budaya Tembi yang akan dikembangkan ODTW seni dan budaya. Serta pengembangan Rumah Budaya Tembi yang dianalisis dengan metode analisis SWOT. Jadi Rumah Budaya Tembi memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi objek dan daya tarik wisata seni dan budaya. Hal ini didasarkan pada pertimbangan bahwa Rumah Budaya Tembi secara umum telah memenuhi beberapa kriteria dasar sebagai embrio wisata seni dan budaya (Qorina Novia Eka W Identifikasi Potensi Rumah Budaya Tembi Sebagai Objek Daya Tarik 8 Wisata Seni dan Budaya. Laporan Tugas Akhir. Jurusan Kepariwisataan Universitas Gadjah Mada). Ketiga, Tugas Akhir yang berjudul Potensi Museum Negeri Mpu Tantular Sebagai Daya Tarik Wisata di Jawa Timur mengemukakan potensi dan daya tarik museum, mulai dari koleksi-koleksi museum yang berjumlah buah yang terdiri dari 10 jenis koleksi yaitu koleksi geologi, koleksi biologi, koleksi etnografi, koleksi arkeologi, koleksi histori, koleksi teknologi, koleksi numismatik dan heraldika, koleksi fisiologi, koleksi keramik, koleksi seni rupa. Serta fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh museum yaitu ruang pameran tetap, ruang pameran temporer, perpustakaan, jasa pemandu atau guide, gedung auditorium. Didukung fasilitas pendukung yang berada di sekitar museum, diantaranya restaurant, hotel, pusat perbelanjaan, tempat hiburan, pusat-pusat pertokoan, travel agent, airlines, kantor polisi, kebun binatang, sarana olahraga, rumah sakit. Beberapa kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh pihak museum yaitu pameran, ceramah atau seminar, lomba, pergelaran atau peragaan koleksi kesenian tradisional, pemutaran slide atau film, kegiatan museum masuk sekolah, bimbingan pembuatan karya tulis. Pengembangan Museum Negeri Mpu Tantular melalui promosi berbagai kegiatan edukatif kultural. Kegiatan Edukatif Kultural merupakan suatu kegiatan untuk memperkenalkan museum dan koleksinya pada pengunjung dengan sistem dan metode yang bersifat edukatif. Penyampaian berbagai kegiatan edukatif kultural ditujukan untuk menanamkan dan meningkatkan apresiasi dan penghayatan nilai warisan budaya dan ilmu pengetahuan. Dalam hal ini secara variatif dan silih berganti. Misalnya lomba membuat majalah dinding (mading) 9 dimana lombatersebut dibuat dengan sasaran adalah pelajar SMP Sekabupaten Sidoarjo. Lombamading telah dilaksanakan sekitar bulan September 2006 yang khusus melibatkan siswa dan siswi SMP saja. Oleh karenaitu kegiatan lomba madingharus berorientasi pada koleksi museum, maka tema yangdipilih adalah Mading Bernuansa Budaya, ternyata lomba mading tersebut mendapat sambutan yang antusias dari masyarakat, khusunya dari berbagai sekolah peserta lomba. Bahkan pameran hasil mading yang telah digelar oleh Museum Negeri Mpu Tantular Jawa Timur selama 5 hari dapatmenarik pengunjung kurang lebih sebanyak pengunjung. Maka atas permintaan dari para peserta yang menginginkan agar kegiatan tersebut dapat diulang lagi, maka untuk yang akan datang pihakpengelola Museum Negeri Mpu Tantular Jawa Timur akan menjadikan kegiatan tersebut sebagai agenda acara tahunan di museum (Amirudin Abas Potensi Museum Negeri Mpu Tantular Sebagai Daya Tarik Wisata di Jawa Timur. Laporan Tugas Akhir. Jurusan Usaha Perjalanan Wisata Universitas Sebelas Maret). Dari penelitian-penelitian terdahulu itu terlihat bahwa penelitian sesuai dengan judul, yaitu Analisis Potensi Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta Sebagai Daya Tarik Wisata Edukasi di Yogyakarta belum pernah dikerjakan oleh siapa pun. F. Landasan Teori Untuk mendukung suatu kegiatan pariwisata, harus tersedia beberapa unsur atau komponen agar pariwisata dapat berkembang dengan maksimal. 10 Berikut disajikan pengertian beberapa istilah yang berkaitan dengan kepariwisataan dalam penelitian ini, antara lain : 1. Wisata Wisata merupakan kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh perseorangan atau kelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu serta menambah wawasan tentang keanekaragaman budaya, alam, dan seni yang memiliki daya tarik untuk dikunjungi dan dilakukan dalam jangka waktu sementara. 2. Wisatawan Wisatawan merupakan seseorang yang melakukan wisata tanpa membedakan ras, kelamin, bahasa dan agama serta tidak bertujuan untuk mencari nafkah, hanya bersifat bersenang-senang. 3. Pariwisata Pariwisata merupakan suatu kegiatan perjalanan yang dilakukan untuk rekreasi atau liburan untuk melepaskan diri dari pekerjaan rutin atau mencari suasana lain, serta didukung berbagai fasilitas industri jasa yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah, dan pemerintah daerah untuk memenuhi keinginan wisatawan yang beranekaragam. 4. Daya Tarik Pariwisata Daya tarik wisata merupakan segala sesuatu yang memiliki keunikan, keindahan, nilai, dan unsur-unsur lingkungan hidup yang terdiri dari sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya buatan yang dapat dikembangkan dan dimanfaatkan sebagai daya tarik untuk 11 menjadi sarana wisata atau objek wisata yang menjadi sasaran atau tujuan kunjungan wisatawan. Menurut A. Hari Karyono dalam bukunya Kepariwisataan, bahwa agar suatu tujuan wisata mempunyai daya tarik, di samping harus ada objek dan daya tarik wisata, suatu daya tarik wisata harus mempunyai syarat daya tarik, yaitu : a. Ada sesuatu yang bisa dilihat (something to see). Obyek wisata tersebut harus mempunyai sesuatu yang bisa di lihat atau di jadikan tontonan oleh pengunjung wisata dan harus mempunyai daya tarik khusus yang mampu untuk menarik minat dari wisatawan untuk berkunjung di obyek tersebut. b. Ada sesuatu yang dapat dikerjakan (something to do). Dimaksudkan supaya wisatawan yang melakukan pariwisata di sana bisa melakukan sesuatu yang berguna untuk memberikan perasaan senang, bahagia, relax berupa fasilitas rekreasi baik itu arena bermain ataupun tempat makan, terutama makanan khas dari tempat tersebut sehingga mampu membuat wisatawan lebih betah untuk tinggal di sana. c. Ada sesuatu yang bisa dibeli (something to buy). Fasilitas yang disediakan untuk wisatawan berbelanja yang pada umumnya adalah ciri khas atau icon dari daerah tersebut. 12 5. Potensi Potensi merupakan segala sesuatu yang terdapat di daerah tujuan wisata dan dapat dikembangkan menjadi daya tarik sebuah obyek wisata supaya wisatawan mau datang berkunjung. Potensi di daerah tujuan wisata di pengaruhi adanya 4 pendekatan yang lebih dikenal dengan istilah 4 A, meliputi : a. Atraksi Atraksi merupakan segala sesuatu yang menarik wisatawan meliputi benda-benda yang tersedia oleh alam, hasil ciptaan manusia dan tata cara hidup masyarakat yang dapat dinikmati oleh wisatawan ditempat tujuan yang merupakan sasaran para wisatawan untuk berkunjung. b. Aksesibilitas Sarana yang memberikan kemudahan untuk mencapai dearah tujuan wisata bagi wisatawan karena transportasi dalam pariwisata sangat erat dengan aksesbilitas dan memberikan pengaruh yang besar bagi wisatawan. c. Amenitas Sarana dan prasarana yang harus disediakan oleh pengelola pariwisata untuk memenuhi kebutuhan wisatawan untuk menikmati keindahan alam dan keunikan objek wisata. d. Aktivitas Aktivitas merupakan kegiatan yang dapat dilakukan oleh wisatawan yang telah disediakan selama tinggal di daerah 13 tujuan wisata supaya wisatawan lebih lama waktu berkunjungnya. Pengembangan potensi wisata meliputi : a. Berorientasi pada kepentingan konservasi kawasan sehingga potensi yang dimiliki dapat terjaga karena konservasi merupakan upaya untuk menyelamatkan atau melestarikan potensi yang ada. b. Memberikan pemahaman pendidikan konservasi kepada masyarakat supaya turut menjaga dan merawat potensi sehingga tercipta kesadaran akan potensi yang ada. c. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam mendukung potensi agar meningkatkan keuntungan secara merata. 6. Pengembangan Pariwisata Pengembangan pariwisata merupakan usaha dan rangkaian upaya yang dilakukan untuk mewujudkan keterpaduan dalam penggunaan berbagai sumber daya pariwisata memperbaiki obyek wisata yang sedang dipasarkan atapun yang akan dipasarkan. G. Metode Penelitian Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini dilakukan menggunakan metodologi penelitian yang baku. 1. Tempat Penelitian Penelitian dilakukan di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, yang terletak di Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 6, Yogyakarta. 14 2. Teknik Pengumpulan Data Untuk dapat mencapai tujuan p
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks