BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara yang kaya. Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang

Please download to get full document.

View again

of 18
56 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia merupakan negara yang kaya. Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang memiliki kekayaan alam dan budaya yang tersebar hampir di seluruh wilayah nusantara (Agus
Document Share
Document Transcript
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia merupakan negara yang kaya. Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang memiliki kekayaan alam dan budaya yang tersebar hampir di seluruh wilayah nusantara (Agus Rohman : 2013). Negara Indonesia merupakan negara yang terdiri dari berbagai macam suku yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Masing-masing suku memiliki kebudayaan yang berbeda dari Sabang sampai Merauke. Terhitung sekitar 300 suku tersebar di seluruh pelosok nusantara dengan berbagai budaya dan adat istiadat yang berbeda antara satu suku dengan suku yang lain (Pittauli Aritonang dalam makalah Peran Tokoh dalam Melestarikan Budaya). Budaya adalah produk manusia yang bisa diabadikan melalui wujud kongkrit bahkan wujud abstrak. Dalam arti budaya bisa berbentuk budaya fisik (tidak bergerak), bergerak bahkan abstrak. Dikatan budaya fisik sebagimana budaya tidak bergerak biasanya berada di tempat terbuka dan terdiri dari situs tempat-tempat bersejarah, bentang alam darat maupun air, bangunan kuno dan atau bersejarah patung-patung pahlawan (Galla, 2001 : 8). Sedangkan warisan budaya bergerak biasanya berada di dalam ruangan dan terdiri dari: benda warisan budaya, karya seni, arsip, dokumen, karya tulis cetak, audio visual berupa kaset, video dan film (Galla, 2001 : 10). Sedangkan wujud abstrak dari budaya bisa berupa nilai- nilai leluhur, norma-norma (aturan), adat istiadat juga tradisi dan lain sebagainya. Kebudayaan Indonesia dapat didefinisikan sebagai seluruh kebudayaan lokal 1 yang telah ada sebelum trbentuknya nasionalisasi Indonesia pada tahun Seluruh kebudayaan local yang berasal dari kebudayaan beragam suku di Indonesia mrupakan bagian integral dari kebudayaan Indonesia. Meskipun beragam, pada dasarnya kebudayaan Indoonesia terbentuknya dan dipengaruhileh kebudayaan besar lainnya, seperti kebudayaan Tionghoa,kebudayaan India,dan kebudayaan Arab. Kebudayaan India terutama masuk dari penyebaran agama Hindu dan Buddha,jauh sebelum Indonesiaterbentuknya kerajaan-kerajaan yang bernapaskan agama Hindu dan Buddha sempat mendominasi Nusantara pada abad ke-5 Mashi ditandai dengan berdirinya kerajaan tertua di Nusantara,Kutai sampai pnghujung abad ke-15 Masehi. (Heny Gustini, 2013 : 27-28) Heny Gustini dalam buku Studi Budaya di Indonesia mengemukakan, Kebudayaaan Tionghoamasukdan memengaruhi kbudayaan Indonesia karena interaksi pedagang Tionghoa dan Nusantara. Selain itu banyak pedagang pula yang masuk bersama para perantau Tionghoa, yang datang dari daerah selatan Tiongkok dan menatap di Nusantara. Kebudayaan seperti inilah yang kemudian menjadi salah satu akar dari kebudayaan lokal modern di Indonesia. (2013 : 28). Budaya merupakan berbagai interaksi dari ciri-ciri kebiasaan yang mempengaruhi kelompok-kelompok orang dalam lingkungannya. Kebudayaan merupakan inti dari apa yang penting dalam organisasi (komunitas dan masyarakat) seperti aktivitas memberi pemerintah dan larangan serta menggambarkan sesuatu yang dilakukan dan tidak dilakukan yang mengatur perilaku anggota komunitasnya bahkan masyarakat (Hofstede, 1993: 12). Manusia dan budaya memang saling mempengaruhi, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pengaruh tersebut dimungkinkan karena kebudayaan merupakan produk dari manusia. Namun, di sisi lain keanekaragaman budaya merupakan ancaman yang besar dan menakutkan bagi pelakunya juga lingkungannya, bahkan tidak hanya individu, kelompok juga bagi bangsanya. Untuk itu peran penting dari individu, komunitas juga semua lapisan masyarakat perlu untuk melestaraikan budaya. Budaya merupakan asset bagi negara. Jika tidak dijaga kelestariannya maka budaya akan punah dan tidak akan terjadi peradaban manusia. Begitupun budaya, komunitas adat adalah produk budaya dari individu-individu yang memiliki sifat, karakter, adat istiadat, tradisi dan tujuan yang sama. Komunitas adat bagi indonesia adalah aset yang berharga yang mana peran mereka setidaknya berpengaruh dalam pelestarian budaya leluhur, entah berupa adat istiadat, hukum adat, atau cara mereka hidup dan berkembang ditengah khalayak umum. Dengan demikian, negara ini memiliki keberagaman budaya yang tinggi. Melalui keragaman budaya inilah, yang merupakan identitas bangsa yang harus dipertahankan dan dipelihara. Dari waktu ke waktu, pada era globalisasi semakin meningkat, ini menyebabkan banyaknya pengaruh asing yang masuk yang sulit terbendung. Pengaruh globalisasi yang begitu kuat dapat mengakibatkan lunturnya kebudayaan yang dimiliki suatu daerah di Indonesia. Namun, dengan adanya keyakinan untuk mempertahankan suatu kebudayaan maka kebudayaan tersebut akan tetap terpelihara. Keyakinan inilah yang di miliki oleh suatu komunitas yang berupaya untuk mempertahankan dan memelihara kebudayaannya yang disebut dengan komunitas adat. Berdasarkan paparan inilah masyarakat Kasepuhan memiliki keyakinan untuk terus menjaga apa yang sudah diwariskan oleh para leluhurnya, baik menjaga hubungan dengan manusia lain dan menjaga hubungan dengan alam (Asep Anugerah : 2014) terutama dalam menjaga nilai-nilai budaya leluhur yang masih digenggam erat. Komunitas adat yang kaya budaya ini tidak akan berdiri tegak tanpa seorang tokoh adat dan perangkat-perangkatnya yang menjadi pondasi bagi komunitas tetap eksis di tengah khalayak umum. Seperti halnya, komunitas lain Komunitas Adat Ciptagelar yang juga mempunyai banyak tokoh yang mempunyai peranan dalam berperilaku di kehidupan masyarakat adat, para sesepuh penyangga yang ada diantara mereka yang paling menonjol adalah tokoh adat lebih akrab di kenal dengan sesepuh yakni Abah Ugi Sugriwa Rakasiwi. Dalam hal ini peran tokoh masyarakat sangat penting, tokoh masyarakat yang dimaksud dalam penelitian ini adakah tokoh adat yaitu seseorang yang dipilih oleh suatu masyarakat (komunitas desa/komunitas adat) dan dijadikan sebagai penunjuk, pemimpin atau lebih akrab dikenal dengan Sesepuh. Oleh beberapa sumber sekunder dalam hal ini media tokoh adat disebut orang yang dianggap mewakili komunitas. Tokoh adat mempunyai fungsi sebagai penunjuk dalam lingkungan komunitas, diartikan sebagai sesuatu yang dilakukannya akan dicontoh oleh masyarakat yang ada dilingkungan sekitarnya. Dalam melestarikan budaya para tokoh adat memiliki peranan yang sangat penting bagi kelangsungan kesejahteraan warganya. Peran tokoh adat adat dalam pelestarian budaya leluhur perl diperhitungkan. Peran tokoh adat tidak hanya sampai disitu mereka juga sebagai pewaris budaya dan sebagai penyampai budaya kepada komunitasnya yang melahirkan proses dikomunitas juga menghasilkan tatanan adat yang berbeda dengan masyarakat umum leih dari itu peranan tokoh adat adalah sebagai penerus perilaku budaya yang akan membentuk perkembangan perilaku budaya terhadap komunitas bagi kehidupannya di masyarakat. Dalam hal ini tokoh adat dipercaya sebagai pelestari budaya leluhur yang secara escatet di turunkan atau ditularkan kepada komunitasnya. Walaupun budaya globalisasi semakin gencar. Budaya lokal Komunitas Adat Sirna Resmi masih tetap bertahan dan menjaga nilai budayanya diduga oleh berperannya para tokoh adat (masyarakat) disana. Dari paparan ini penyusun mencoba meneliti Peranan Tokoh Adat dalam Perkembangan Perilaku Kehidupan Masyarakat Adat Ciptagelar Desa Sirnaresmi Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi. B. Rumusan Masalah Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan maka dapat dirumuskan beberapa pertanyaan penelitian sebagai berikut : 1. Bagaimana bentuk-bentuk perilaku masyarakat adat Ciptagelar Desa Sirna Resmi Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi? 2. Bagaimana peranan tokoh adat Ciptagelar Desa Sirna Resmi Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi dalam perkembangan perilaku kehidupan masyarakat? 3. Bagaimana pola perkembangan perilaku kehidupan masyarakat adat Ciptagelar Desa Sirnaresmi Kecamatn Cisolok Kabupaten Sukabumi? C. Tujuan Penelitian 1. Untuk mengetahui bentuk-bentuk petilaku masyarakat adat Ciptagelar Desa Sirnaresmi Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi 2. Untuk mengetahui peranan tokoh adat dalam perkembangan perilaku kehidupan masyarakat adat Ciptagelar Desa Sirnaresmi Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi 3. Untuk mengetahui pola perkembangan perilaku kehidupan masyarakat adat Ciptagelar Desa Sirnaresmi Kecamatn Cisolok Kabupaten Sukabumi D. Kegunaan Penelitian Hasil penelitian diharapkan mempunyai beberapa manfaat/kegunaan diantaranya : 1. Secara Teoretis/Akademik, hasil penelitian ini diharapkan berguna bagi pengembangan masyarakat islam, berkenaan dengan kajian tamkin, yaitu pengembangan masyarakat islam, berkenaan dengan kajian atas keberadaan masyarakat itu sendiri, khususnya yang berhubungan dengan perkembangan perilaku kehidupan masyarakat. Penemuan informasi tentang peranan tokoh adat dalam perkembangan perilaku masyarakat itu, tentu akan memiliki makna yang peting bagi jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) juga diharapkan dapat berguna dalam penerapan ilmu pengetahuan bidang dakwah dan bidang sosial kearah perubahan-perubahan dan menjadi rujukan bagi para pemberdaya/pengembang disiplin ilmu yang hendak meneliti masalah yang sama. 2. Secara Praktis, hasil penelitian ini diharapkan jadi titik tolak (model) untuk penelitian yang lebih mendalam dilokasi yang sama maupun dilokasi yang lain. Dengan demikian, secara berangsur-angsur pembendaharaan informasi yang sistematik tentang pola perkembangan perilaku masyarakat dapat dijadikan bahan untuk merumuskan teori dan model penelitian lebih lanjut di bidang itu. E. Kerangka Berpikir Melihat adanya polemic pada factor demografi seiring dengan persebaran penduduk, maka penulis akan lebih menekankan definisi budaya lokal sebagai budaya lokal sebagai budaya yang dianut suku bangsa,misalnya Budaya Sunda (budaya lokal adalah budaya yang dianut oleh Suku Bangsa Sunda,hal ini bia ditentukan oleh minimal bahasa yang digunakan. Heny Gustini dalam bukunya Studi tentang Unsur-Unsur Spritualitas dalam Tradisi dan Kosmologi Masyarakat Sunda tahun 2013 mengatakan, Manusia adalah kunci perubahan dalamlingkungannya, karena manusia dan ingkah-tingkahnya mampu memengaruikelangsungan hidup seluruh makhluk yang lain. Akan tetapi, melalui lingkungannya ini pula tingkah laku manusia ditentukan, sehingga sebenarnya ada hubungan timbal-balik yang seimbang antara manusia dengan lingkungannya. Oleh karena itu, agar harmonisasi kehidupan ini tercipta dan tetap terjaga. (Heny Gustini, 2013 : 15-20). Nurma Ridwan menuturkan bahwa kearifan terhadaplingkungan dapat dilihat dari bagaimana perlakuan manusia terhadap benda-benda, tumbuhan, hewan dan apapun yang ada disekitarnya. Perlakuan ini melibatkan penggunaan akal budi sehingga dari perlakuan-perlakuan tersebut dapat tergambar hasil dari aktivitas budi manusia. Akumulasi dari hasil aktivitas budi dalam menyikapi serta memperlakukan lingkungan disebut, pengetahuan lokal atau biasa disebut menjadi sangat penting. Kearifan lokal ini menggambarkan bagaimana cara bersikap dan bertindak suatu masyarakat untuk merespon perubahan-perubahan yang khas dalam lingkup lingkungan fisik maupun kultural. Pada saat ini, kearifan lokal banyak dibicarakan kalangan masyarakat akademis Indonesia yang telah menerima otonomi daerah sebagai pilihan politik terbaik. Membangkitkan nilai-nilai daerah untuk kepentingan pembangunan menjadi sangat bermakna bagi perjuangan daerah untuk mencapai prestasi terbaik. Selamaini, kearifan lokal nyaris dinafikan karena kepentingan pembangunan yang bersifat entralistik.oleh karena itu, sudah saatnya menggali lebih banyak kearifan-kearifan lokal sebagai alat atau cara mendorong pembangunan daerah sesuai daya dukung daerah dalam menyaksikan masalah-masalah daerahnya secara martabat. Namun demikian, tidak sedikit kalangan yang mempertanyakan relevansi kearifan lokal di tengah-tengah perjuangan umat manusia menatap globalisasi. Apakah kearifan lokal sebagai system pengetahuan manusia itu logis berpijak pada realitas empiriis atau sekadar spekulasi orang-orang yang memiliki kepentingan tertentu. Kearifan lokal atau sering disebut local wisdom dapat dipahami sebagai usaha manusia dengan menggunakan akal budinya (kognisi) untuk bertindakdan bersikap terhadap sesuatu, objek atau peristiwa yang terjadi dalam ruang tertentu. Pengertian diatas, disusun secara etimologi, yang mana wisdom dipahami sebagai kemampuan seseorang dalam menggunakan akal pikirannya dalam bertindak atau bersikap sebagai hasil penilaian terhadap sesuatu, objek, atau peristiwa yang terjadi. Sebagai sbuah istilah,wisdom sering diartikan sebagai kearifan atau kebijaksanaan. E Tiezzi, N. Marchettini, dan M. Rossini dalam buku Heny Gustini yang berjudulstudi tentang Unsur-Unsur Spritualitas dalam Tradisi dan Kosmologi Masyarakat Sunda menuturkan bahwa Kearifan lokal merupakan pengetahuan yang eksplisit, muncul dari periode panjang yang berevolusi bersama-sama masyarakat dan lingkungannya dalam sistem lokal yang sudah dialami bersama-sama. Proses evolusi yang begitu panjang dalam masyarakat, dapat menjadikan kearifan lokal sebagai sumber energi yang potensial dari sistem pengetahuan kolektif masyarakat untuk hidup bersama secara dinamis dan damai.tidak sekedar sebagai acuan tingkah laku seseorang, tetapi lebih jauh, yaitu mampu mendinamisasi kehidupan masyarakat yang penuh keadaban. Secara subtansial, kearifan lokal itu adalah nilai-nilai yang berlaku dalam suatu masyarakat. Nilai-nilai yang diyakini kebenarannya dan menjadi acuan dalam bertingkah laku sehari-hari masyarakat setempat. Oleh karena itu, sangat beralasan jika Greertz mengatakan bahwa kearifan lokal merupakan entitas yang sangat menentukan harkat dan martabat manusia dalam komunitasnya. Hal itu berarti kearifan lokal yang didalamnya berisi unsur kecerdasan kreativitas dan masyarakatnya adalah yang menentukan dalam pembangunan peradaban masyarakatnya. Teezzi, Marchettini, dan Rosini mengatakan bahwa ujung atau pengendapan dari kearifan lokal ini akan mewujud menjadi tradisi atau agama. Dalam masyarakat kita,kearifan lokal dapat ditemui dalam nyanyian, pepatah, sasanti, petuah atau semboyan dan kitab-kitab kuno yang melekat dalam perilaku sehari-hari.kearifan lokal biasanya tercermin dalam kebiasaan-kebiasaan hidup masyarakat yang telah berlangsung lama. Keberlangsungan kearifan lokal akan tercermin dalam nilai-nilai yang berlaku dalam kelompok masyarakat tertentu. Nilai-nilai itu menjadi pegangan kelompo masyarakat tertentu yang biasanya akan menjadi bagian hidup tak terpisahkan yang dapat diamati melalui sikap dan perilaku mereka sehari-hari. Proses pengendapan ini membutuhkan waktu yang sangat panjang, dari satu generasi ke generasi berikutnya Teezi, Machettini, Rosini mengatakan bahwa kemunculan kearifan lokal dalam masyarakat merupakan hasil dari proses trial and error dari berbagai macam pengetahuan empiris maupun non-empiris atau estetik maupun intituif. Kearifan lokal lebih menggambarkan satu fenomena spedifik yang biasanya akan menjadi ciri khas komunitas kelompok tersebut (Heny Gustini, 2013 : 12-15). Untuk penelitian ini maka penulis mengambil teori peranan (roletheory). Peran berarti laku, bertindak. Didalam kamus besar bahasa Indonesiaperan ialah perangkat tingkah laku yang diharapkan dimiliki oleh orang yang berkedudukan di masyarakat (E.St. Harahap, dkk, 2007: 854).Menurut Soejono Sukanto, Peran atau Peranan ( Role) merupakan aspek dinamis dari suatu kedudukan atau (status). Apabila seseorang melakukan hak dan kewajiban sesuai dengan kedudukanaya maka dia menjalankan suatu peran. Sedangkan menurut teori peranan (roletheory) yang di kutip oleh Setiawan mengatakan bahwa Peranan atau Peran adalah sekumpulan tingkah laku yang dihubungkan dengan suatu posisi tertentu menurut teori ini, peranan yang berbeda menimbulkan tingkah laku itu sesuai dengan suatau situasi lain relatif bebas ( Independent ) tergantung pada orang yang menjalankan peran tersebut, jadi setiap orang akan mempunyai peranan pada masing-masing situasi. Peran adalah seperangkat tingkah laku yang diharapkan oleh orang lain terhadap seseorang sesuai kedudukanya dalam, suatu sistem. Peran dipengaruhi oleh keadaan sosial baik dari dalam maupun dari luar dan bersifat stabil. Peran adalah bentuk dari perilaku yang diharapkan oleh seseorang pada situasi sosial tertentu. Farley, John E ( 1992: 88-89). Teori Peran (Role Theory) adalah teori yang merupakan perpaduan berbagai teori, orientasi, maupun disiplin ilmu. Istilah peran diambil dari dunia teater. Dalam teater, seseorang aktor harus bermain sebagai seorang tokoh tertentu dan dalam posisinya sebagai tokoh itu ia diharapkan untuk berperilaku secara tertentu. Wirutomo dalam David Berry (1981: ) bahwa peranan yang berhubungan dengan pekerjaan, seseorang diharapkan menjalankan kewajiban-kewajibannya yang berhubungan dengan peranan yang dipegangnya. Peranan didefinisikan sebagai seperangkat harapan-harapan yang dikenakan kepada individu yang menempati kedudukan sosial Peranan ditentukan oleh normanorma dalam masyarakat, maksudnya kita diwajibkan untuk melakukan hal-hal yang diharapkan masyarakat di dalam pekerjaan kita, di dalam keluarga dan di dalam peranan-peranan yang lain. Pentingnya peranan adalah karena ia mengatur perilaku seseorang. Peranan menyebabkan seseorang pada batas-batas tertentu dapat meramalkan perbuatan-perbuatan oranglain. Orang yang bersangkutan akan menyesuaikan perilaku seseorang dengan perilaku orang-orang sekelompoknya (Ely Chiony, 1961: 31) Dalam kamus umum bahasa Indonesia, tokoh diartikan sebagai rupa, wujud dan keadaan, bentuk dalam arti jenis badan, perawakan, orang yang terkemuka atau kenamaan didalam lapangan politik suatu masyarakat. Tokoh adat, tentunya merupakan representasi dari adanya sifat-sifat kepemimpinan yang menjadi acuan bagi masyarakat dalam mewujudkan harapan serta keinginan-keinginan masyarakat sehingga tokoh masyarakat, tidak bisa dilepaskan dari sifat kepemimpinan yang tercermin didalam diri tokoh masyarakat tersebut.kepemimpinan ini kemudian menjadi panutan, sebab warga masyarakat mengidentifikasikan diri kepada sang pemimpin, dan ia dianggap sebagai penyambung lidah masyarakat. (Hasbullah Abdul Rahim, 2010: 2). Tokoh adat adalah individu yang di jadikan pedoman, panutan, penuntun dan pengayoman serta sebagai sumber hukum yang tak tertulis di dalam masyarakat (Agus Rohman, 2013: 7). Perilaku menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah tanggapan atau reaksi individu yang terwujud dari gerak (sikap) tidak hanya dari badan atau ucapan.perilaku juga dapat diartikan sebagai semua aktivitas yang merupaan reaksi terhadap lingkungan, apakah itu reaksi yang bersifat motorik, fisiologis, kognitif, ataupun afektif (Sunardi, 2010).Perilaku merupakan sifat alamiah manusia yang membedakannya atas manusia lain, dan menjadi ciri khas individu atas individu yang lain. Perilaku manusia pada hakikatnya adalah suatu aktivitas dari pada manusia itu sendiri, perilaku juga adalah apa yang dikerjakan oleh organisme tersebut, baik dapat diamati secara langsung atau tidak langsung. Dan hal ini berarti bahwa perilaku terjadi apabila ada sesuatu yang diperlukan untuk menimbulkan reaksi yakni yang disebut rangsangan, dengan demikian suatu rangsangan tertentu akan menghasilakan reaksi perilaku tertentu (Notoatmodjo, 2007). Perilaku manusia dibedakan dengan kepribadiannya karena kepribadian merupakan latar belakang perilaku yang ada dalam diri sesesorang individu. Jawaban dan tanggapan juga merupakan perilaku (Jacobus Ranjabar, 2013: 36). Menurut teori reasoned action, perilaku merupakan hasil pertimbangan sadar dari beberapa faktor (Agus Abdul Rahman, 2013: 137). Menurut Skinner (Notoatmodjo, 2007) juga merumuskan bahwa perilaku merupakan respon atau reaksi seseorang terhadap stimulus (rangsangan dari luar). Oleh karena perilaku ini terjadi melalaui proses adanya stimulus terhadap organisme, dan kemudian organisme tersebut merespon, maka teori skinner disebut teori S-O-R atau stimulus organisme respon. Masyarakat adalah suatu istilah yang kita kenal dalam kehidupan sehari-hari. Dalam bahasa Inggris dipaai istilah society yang ber
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks