BAB I PENDAHULUAN I

Please download to get full document.

View again

of 4
19 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
BAB I PENDAHULUAN I
Document Share
Document Tags
Document Transcript
   1 BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Daur ulang sampah dedaunan menjadi sesuatu yang berguna merupakan hal yang lebih baik untuk mengurangi dampak limbah terhadap kerusakan lingkungan. Pengelolaan sampah dengan menganut prinsip 3R ( reduce ,  reuse , dan  recycle )   yang dapat diaplikasikan salah satunya melalui proses pengomposan. Sebagai alternatif dalam pengelolaan sampah dedaunan adalah dengan memanfaatkan sebagai pupuk organik. Biasanya sampah dedaunan hanya dibiarkan begitu saja di tempat-tempat pembuangan sampah tanpa pengelolaan lebih lanjut. Pemanfaatan sebagai pupuk sebaiknya melalui proses pengomposan terlebih dahulu agar lebih cepat terdekomposisi dan menyediakan tambahan unsur-unsur hara bagi tanah. Pengomposan adalah proses dimana bahan organik mengalami penguraian secara biologis, khususnya oleh mikroba-mikroba yang memanfaatkan bahan organik sebagai sumber energi. Teknologi pengomposan secara aerob paling  banyak banyak dilakukan karena mudah dan murah untuk dilakukan serta tidak membutuhkan kontrol proses yang tidak terlalu sulit. Proses pengomposan sampah dedaunan menghasilkan pupuk organik yang dapat memperbaiki lingkungan tumbuh tanaman atau mengoptimalkan manfaat pupuk. (Crawford, 2003; Nuryani dan Sutanto, 2002)   2 Pupuk kompos banyak mengandung mikroorganisme yang membantu dalam memperbaiki sifat fisika, kimia, dan biologi tanah. Disisi lain pupuk komersial dapat menyediakan hara secara cepat karena mengandung unsur hara yang sudah tersedia dan siap untuk diserap tanaman, tetapi tidak memberi efek yang positif terhadap tanah. Pembuatan kompos merupakan salah satu cara untuk mempercepat proses  perombakan bahan organik sehingga diperoleh hasil kompos yang berkualitas baik. Pembuatan kompos memerlukan pengaturan nitrogen sebagai starter agar diperoleh kompos yang baik dalam waktu yang tidak terlalu lama. Proses  pengomposan dapat dipercepat dengan penambahan starter berupa mikroorganisme yang dapat mempercepat proses dekomposisi sampah organik (Murbandono, 2007). Pengelolaan sampah perlu dibuat dengan sistem pengelolaan yang modern, dapat diandalkan, dan efisien dengan teknologi yang ramah lingkungan. Adanya sampah dedaunan yang melimpah, sangat berpotensi untuk dijadikan kompos yang dapat memberikan manfaat ekonomi berbasis lingkungan. Penelitian ini dilakukan untuk mendayagunakan sampah dedaunan untuk menghasilkan kompos dengan membandingkan efektifitas pengomposan melalui penambahan berbagai  jenis starter (Anonim, 2008). Pengomposan memerlukan starter untuk mendukung proses pengomposan tanaman eceng gondok. Untuk mempercepat proses dekomposisi tanaman eceng gondok, maka jenis-jenis starter yang diberikan adalah EM4, kotoran sapi, dan vermikompos. Kombinasi dari hasil pengomposan tanaman yang diberikan tiga   3  jenis starter yang digunakan diharapkan mampu memberikan masukan unsur hara, mempercepat proses dekomposisi, dan meningkatkan ketersediaan unsur N, P, dan K, sehingga baik untuk pertumbuhan tanaman. Oleh sebab itu, berdasarkan uraian di atas maka akan dilakukan penelitian tentang pengaruh penambahan berbagai starter pada daun eceng gondok  Eichhornia crassipes Solms. I.2 Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah: 1.   Untuk mengetahui pengaruh jenis starter pada laju perombakan daun eceng gondok. 2.   Mengetahui perubahan pH, suhu, kadar air, dan rasio C:N selama proses  perombakan daun eceng gondok. I.3 Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapakan dapat menjadi sumber informasi ilmiah  bagi dunia pendidikan, masyarakat umum, dan lembaga yang terkait. Mengenai  pengelolaan sampah organik daun kering, sehingga dapat digunakan sebagai  bahan acuan dan pertimbangan untuk menghasilkan kompos yang berkualitas,  bernilai ekonomis dan ekologis. I.4 Waktu dan Tempat Penelitian Pengamatan dan pengumpulan data penelitian dilaksanakan bulan Agustus-Oktober tahun 2014. Lokasi pengambilan sampel dedaunan bertempat di kawasan Kampus Universitas Hasanuddin, Tamalanrean, Makassar. Proses  pengomposan sampel serta pengelolaan dan analisis data dilakukan di   4 Laboratorium Botani, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Hasanuddin, Makassar. Analisis kandungan unsur hara dilakukan di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah, Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Makassar.
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks