BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Air merupakan unsur penting bagi seluruh kehidupan makhluk di bumi, tidak

Please download to get full document.

View again

of 39
19 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Air Air dan Kehidupan Air merupakan unsur penting bagi seluruh kehidupan makhluk di bumi, tidak ada satu pun makhluk hidup yang dapat bertahan hidup tanpa air. Tumbuhan,
Document Share
Document Transcript
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Air Air dan Kehidupan Air merupakan unsur penting bagi seluruh kehidupan makhluk di bumi, tidak ada satu pun makhluk hidup yang dapat bertahan hidup tanpa air. Tumbuhan, hewan, dan tubuh manusia juga mengandung air. Tumbuhan mengandung lebih dari 75% air dan hewan mengandung lebih dari 67% air (Kodoatie, 2012). Dalam tubuh manusia sendiri terdapat 50-70% air, 22% terdapat di tulang, 83% di darah dan ginjal. Selain itu, pentingnya air bagi kesehatan juga dapat dilihat dari jumlah air yang ada di dalam organ, seperti di dalam darah terdapat 80%, di tulang terdapat 25%, di urat syaraf terdapat 75%, di ginjal terdapat 80%, di hati terdapat 70%, dan di otot terdapat 75% air. Kehilangan air sebanyak 15% dari berat badan manusia dapat menyebabkan kematian (Soemirat, 2011). Air di muka bumi ini jumlahnya relatif konstan. Air merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan bersifat dinamis, artinya air akan selalu mengikuti siklus hidrologisnya sehingga air akan ada secara terus menerus, kontinyu, seimbang di darat baik di atas muka tanah dan di dalam tanah, di laut dan di udara. Namun demikian air yang dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup sehat tersedia sangat terbatas. Permukaan bumi ditutupi oleh sekitar 71% air. Dari seluruh air di permukaan bumi ini hanya 2,8% yang merupakan air baku (fresh 11 12 water). Sebanyak 70% dari air baku tersebut berbentuk benua dan gunung es di kutub bumi, sedangkan sisanya berada di tanah dan sebagian lagi berada jauh di dalam akuifer di perut bumi (Kodoatie, 2012). Berdasarkan UU No. 7 Tahun 2004 Tentang Sumber Daya Air dapat didefenisikan beberapa hal berikut: a. Sumber daya air adalah air, sumber air, dan daya air yang terkandung di dalamnya. b. Air adalah semua air yang terdapat pada, di atas ataupun di bawah permukaan tanah, termasuk dalam pengertian ini air permukaan, air tanah, air hujan, dan air laut yang berada di darat. c. Air permukaan adalah semua air yang terdapat pada permukaan tanah. d. Air tanah adalah air yang terdapat dalam lapisan tanah atau batuan di bawah permukaan tanah. e. Sumber air adalah tempat atau wadah air alami dan/atau buatan yang terdapat pada, di atas, ataupun di bawah permukaan tanah. f. Daya air adalah potensi yang terkandung dalam air dan/atau pada sumber air yang dapat memberikan manfaat atau pun kerugian bagi kehidupan dan penghidupan manusia serta lingkungannya. 13 Berikut adalah sumber daya air dan komponennya (Kodoatie, 2012). Gambar 2.1. Sumber Daya Air dan Komponennya Berdasarkan gambar 2.1 di atas dapat diketahui bahwa potensi dalam air atau sumber air didayagunakan untuk kehidupan serta penghidupan manusia dan lingkungan. Sumber air dapat berupa air permukaan, air tanah, air hujan, dan air laut yang berada di darat. Air tanah dan air permukaan memiliki ketergantungan satu sama lain. Sebagian besar aliran sungai di permukaan tanah berasal dari air tanah, sebaliknya aliran air tanah merupakan sumber utama untuk imbuhan air tanah. Proses 14 pembentukannya mengikuti siklus peredaran air yang disebut siklus hidrologi, yaitu proses alamiah pada air, dimana air berpindah tempat secara berurutan dan terus menerus Siklus Hidrologi Siklus hidrologi merupakan proses alamiah pada air untuk mempertahankan kualitasnya. Secara umum, siklus hidrologi dapat diartikan sebagai pergerakan air laut ke udara akibat panasnya matahari, kemudian jatuh dan akhirnya mengalir kembali ke laut. Penguapan ini terjadi pada air permukaan, air yang berada di lapisaan tanah bagian atas (evaporasi), air yang berada dalam tumbuhan (transpirasi), hewan dan manusia (transpirasi dan respirasi). Semua penguapan ini akan memasuki atmosfer dan akan menjadi awan. Dalam kondisi cuaca tertentu awan akan menjadi jenuh kemudian jatuh kepermukaan bumi sebagai tetesan-tetesan air yang disebut hujan. Air hujan ini akan mengalir langsung ke dalam permukaan (runoff). Selain itu, ada juga yang meresap kedalam tanah (perkolasi) dan menjadi air tanah, baik yang dangkal maupun yang dalam dan ada juga yang diserap oleh tumbuhan. Air tanah akan timbul kepermukaan sebagai mata air dan air permukaan. Air permukaan bersama-sama dengan air tanah dangkal akan menguap kembali menjadi awan, awan akan kembali jatuh ke permukaan bumi sebagai hujan dan seterusnya hingga siklus ini kembali berulang (Soemirat, 2011). Siklus hidrologi merupakan aspek untuk mensuplai daerah daratan dengan air. Selain itu siklus hidrologis juga merupakan salah satu proses alamiah untuk membersihkan air dari pencemar, dengan syarat bahwa kualitas udara cukup bersih. 15 Menurut Kodoatie (2012), siklus hidrologi menjelaskan perjalanan air secara terus menerus, kontinyu, dan seimbang, baik di darat (di atas muka tanah dan di dalam tanah), di laut maupun di udara. Pada permukaan tanah, air mengalir secara gravitasi dari tempat yang tinggi (gunung, pegunungan, dataran tinggi) menuju ke tempat yang lebih rendah (dataran rendah, daerah pantai) dan akan bermuara ke laut / danau, meresap ke dalam tanah (infiltrasi) dan di dalam tanah akan mengalir juga secara gravitasi dari lapisan tanah yang tinggi menuju ke lapisan tanah yang lebih rendah. Air yang meresap ini kemudian mengalir di daerah vadoze zone (soil zone) sebagai soil water flow dan mengalir di phreatic zone (groundwater zone atau saturated zone) sebagai groundwater flow. Di Indonesia air tanah mengalir di daerah Cekungan Air Tanah (CAT) sebagai air tanah (soil water) dan air bawah tanah (groundwater) sedangkan di daerah Non-CAT, baik di dalam tanah maupun di permukaan tanah hanya ada air tanah (soil water). Pada permukaan tanah daerah CAT maupun Non-CAT air mengalir sebagai aliran permukaan (run-off) di daerah aliran sungai dan akan bermuara ke laut. Air di permukaan maupun di laut akan berubah menjadi uap karena proses penguapan (evaporasi) akibat panas matahari. Proses penguapan ini juga terjadi pada tumbuhan dan disebut sebagai evapotranspirasi. Air diserap oleh tanaman untuk hidup, kemudian air dalam tanaman akan berevaporasi karena panas matahari. Uap air hasil evaporasi dan evapotranspirasi selanjutnya akan memasuki atmosfer dan ketika telah mencapai titik jenuh akan turun sebagai hujan. Air akan kembali ke permukaan atau ke laut. 16 Seluruh proses perjalanan air ini terjadi secara terus menerus, kontinyu, seimbang dan secara global dikenal dengan istilah siklus hidrologi tertutup (closed system diagram of the global hydrological cycle). Ketika siklus hidrologi ini terjadi pada suatu lokasi dan situasi tertentu maka siklus hidrologi ini disebut dengan siklus hidrologi terbuka Sumber- Sumber Air Berdasarkan siklus hidrologis dapat diketahui berbagai sumber air tawar, yaitu: (1) Air angkasa, yaitu air berasal dari atmosfer, seperti air hujan dan salju (2) Air permukaan, berupa: air sungai, danau, waduk, dan sebagainya (3) Air tanah, berupa air tanah dangkal atau air tanah dalam (Soemirat, 2011) Air Angkasa Air angkasa merupakan sumber utama air di bumi yang berasal dari atmosfer sebagai hasil penyubliman uap air menjadi air murni (H 2 O). Ketika air angkasa turun ke bumi melalui udara, air akan melarutkan benda-benda yang ada di udara, diantaranya (O 2, CO 2, N 2, dan lain lain), jasad-jasad renik dan debu (Notoadmodjo, 2003). Pada saat presipitasi, air angkasa merupakan air yang paling bersih. Namun ketika di atmosfer air ini cenderung mengalami pencemaran. Pencemaran yang terjadi dapat disebabkan oleh partikel debu, mikroorganisme, dan gas seperti karbondioksida (CO 2 ), nitrogen dan ammonia (Candra, 2012). Air angkasa mempunyai sifat agresif, terutama terhadap pipa-pipa penyalur maupun bak-bak reservoir sehingga dapat mempercepat terjadinya korosi (karat) pada pipa. Selain itu, air angkasa juga bersifat lunak, kurang mengandung larutan garam 17 dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh sehingga terasa kurang segar dan boros penggunaan sabun (Soemirat, 2011) Air Permukaan Air hujan yang jatuh dalam perjalanannya sebagian akan mengalir langsung ke permukaan bumi (runoff), seperti ke sungai, danau, waduk, rawa, dan sebagainya. Air ini disebut sebagai air permukaan. Jika dibandingkan dengan sumber air lainnya, air permukaan merupakan sumber air yang mudah sekali mengalami pencemaran selama pengalirannya, misalanya oleh karena lumpur, batang kayu, daun-daun, kotoran, limbah industri, dan sebagainya. Berikut akan dijelaskan tentang air sungai dan air rawa/ danau sebagai contoh air permukaan (Candra 2012). a. Air Sungai Pada umumnya air sungai mempunyai derajat pengotoran yang tinggi sekali. Hal ini diakibatkan oleh berbagai aktivitas manusia yang mencemari kuaitas sungai, termasuk mandi, cuci, dan kakus, membuang sampah sembarangan di sungai, dan sebagainya. Sehingga dalam penggunaannya sebagai air bersih, air sungai harus diolah terlebih dahulu. Debit yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan akan air minum pada umumnya dapat mencukupi. b. Air Rawa/ Danau Rawa adalah daratan yang selalu basah atau tergenang air. Daerah rawa memiliki permukaan tanah lebih rendah dari permukaan air tanah. Pada umumnya air rawa berwarna kuning kecoklatan. Hal ini disebabkan oleh zat-zat organik yang membusuk, misalnya asam humus yang larut dalam air. Semakin tinggi kadar zat 18 organik yang mengalami pembusukan semakin tinggi pula kadar besi (Fe) dan mangan (Mn) dalam air. Jika O 2 dalam air kurang sekali, maka unsur-unsur besi (Fe) dan mangan (Mn) ini akan larut Air Tanah Menurut beberapa ahli, ada berbagai pengertian air tanah (Kodoatie, 2012): a. Air tanah adalah air yang terdapat dalam lapisan tanah atau batuan di bawah permukaan tanah (UU No.7 Tahun 1994 tentang Sumber Daya Air). b. Air tanah adalah sejumlah air di bawah permukaan bumi yang dapat dikumpulkan dengan sumur, terowongan, sistem drainase, atau pemompaan. Air tanah juga dapat disebut aliran yang secara alami mengalir ke permukaan tanah melalui pancaran atau rembesan. c. Air tanah adalah air yang menempati rongga-rongga dalam lapisan geologi. Lapisan tanah yang terletak di bawah permukaan tanah ini dinamakan daerah jenuh (saturated zone) d. Air yang berada pada zona jenuh adalah bagian dari keseluruhan air sub permukaan yang biasa disebut air tanah (groundwater). Air bawah tanah (underground water dan sub terranean water) adalah istilah lain yang digunakan untuk air yang berada pada zona jenuh, namun istilah yang lazim digunakan adalah air tanah. e. Air tanah adalah air yang tersimpan pada zona jenuh (muka air tanah) yang kemudian bergerak sebagai aliran air tanah melalui batuan dan lapisan-lapisan 19 tanah yang ada di bumi sampai air tersebut keluar sebagai mata air, atau rembesan masuk ke kolam, danau, sungai dan laut. f. Davis dan De Wiest (1966) mendefinisikan air tanah (groundwater) sebagai air yang berada di bawah muka air tanah yang masuk secara bebas ke dalam sumur, baik dalam keadaan bebas (unconfined) maupun tertekan (confined). g. Aliran air tanah merupakan bagian dari aliran sungai yang sudah meresap (infiltrasi) ke dalam tanah (ground), sudah masuk dalam zona jenuh air atau phreatic zone dan sudah dialirkan (discharged) ke dalam sungai (stream channel) melalui pancaran air (springs) atau rembesan air (seepage water). Menurut Suhana (2009), air tanah dapat dibedakan menjadi 3 yaitu: a. Air tanah dangkal Air tanah dangkal dimanfaatkan untuk sumber air minum melalui sumur sumur dangkal. Air tanah dangkal ini terjadi karena adanya proses peresapan air dari permukaan tanah. Pada air tanah dangkal ini air akan terlihat jernih tetapi mengandung lebih banyak zat kimia (garam-garam terlarut). Hal ini disebabkan karena air tanah dangkal mengalir melewati lapisan tanah yang mempunyai unsurunsur kimia tertentu untuk masing-masing lapisan tanah. Fungsi lapisan tanah disini adalah sebagai saringan. Dengan demikian lumpur dan sebagian bakteri akan tertahan. Namun pengotoran air tanah dangkal juga masih dapat terjadi, terutama pada muka air yang dekat dengan muka tanah. 20 b. Air tanah dalam Air tanah dalam didapati setelah lapisan rapat air yang pertama. Cara memperoleh air tanah dalam ini tidak semudah memperoleh air tanah dangkal. Pengambilan air tanah dalam harus menggunakan bor dan memasukan pipa hingga kedalaman tertentu, biasanya kedalamannya berkisar antara 100 sampai dengan 300 meter. Air tanah dalam yang keluar ke permukaan bergantung dengan tekanan air. Jika tekanan air tanah ini besar, maka air dapat menyembur keluar (disebut sumur artesis). Sedangkan jika air tidak dapat keluar dengan sendirinya, maka harus digunakan pompa untuk membantu pengeluaran air tanah dalam ini ke permukaan. c. Mata Air Air tanah yang keluar dengan sendirinya ke permukaan tanah tanpa harus dibantu dengan menggunakan pompa untuk mengeluarkannya disebut dengan mata air. Mata air yang berasal dari tanah dalam tidak dipengaruhi oleh musim. Kualitas serta kuantitasnya sama dengan keadaan air tanah dalam Beberapa Sifat Air Yang Penting Air memiliki beberapa sifat yang penting, meliputi sifat fisis, kimiawi, dan mikrobiologis (Soemirat, 2011) Sifat Fisis Air dapat berwujud padat, cair, dan gas. Dalam bentuk padat air berupa es, dalam bentuk cair berupa air, sedangkan dalam bentuk gas berupa uap air. Wujud air ini ditentukan oleh temperatur dan tekanan barometris. Air mempunyai sifat tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau pada kondisi standar, yaitu pada tekanan 100 21 kpa (1 bar) dan suhu 273,15 K (0 oc). Air memiliki titik beku 0 o C dan titik didih 100 o C, sehingga air berwujud cair pada suhu sekitar 0 o C sampai 100 o C dan menjadi sesuai untuk kehidupan. Hal ini sangat menguntungkan bagi makhluk hidup karena tanpa sifat ini air yang terdapat di sungai, danau, laut dan badan air lainnya bahkan pada jaringan tubuh makhluk hidup akan berbentuk gas atau padat. Sama halnya dengan wujud gas, kepadatan air juga dipengaruhi oleh temperatur dan tekanan barometris. Kepadatan air biasanya meningkat dengan menurunnya temperatur sampai tercapai maksimum pada 4 o C. Apabila temperatur turun lagi, maka kepadatan air juga akan turun. Sekalipun demikian, temperatur air tidak mudah berubah. Hal ini terlihat pada specific heat air, yakni angka yang menunjukkan jumlah kalori yang diperlukan untuk menaikkan suhu satu gram air atau 1 derajat celcius. Dengan demikian, transfer panas dari dan ke air tidak banyak menimbulkan perubahan temperatur. Kapasitas panas yang besar ini menyebabkan efek stabilisasi badan air terhadap keadaan udara sekitarnya. Hal ini sangat penting untuk melindungi kehidupan akuatik yang snagat spesifik terhadap gejolak suhu. Selain itu temperatur meningkatkan jumlah tekanan uap. Pada tekanan 1 atmosfer, air mendidih pada 100 o C. Karena tekanan uap di daerah tinggi lebih rendah dari satu atmosfer, maka air mendidih pada temperatur yang lebih rendah Sifat Kimiawi Air adalah senyawa kimia dengan rumus kimia H 2 O, artinya satu molekul air tedisri dari dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom oksigen. 22 Zat kimia ini merupakan suatu pelarut yang penting karena mampu melarutkan banyak zat kimia lainnya, seperti garam, gula, asam, beberapa jenis gas dan senyawa organic. Air yang bersih mempunyai ph = 7, dan Oksigen terlarut (DO) jenuh pada 9 mg/l. Air merupakan pelarut yang universal, hampir semua jenis zat dapat larut di dalam air. Air juga merupakan cairan biologis, yakni didapat di dalam tubuh semua organisme. Dengan demikian, spesies kimiawi yang ada di dalam air berjumlah sangat besar Sifat Biologis Dalam lingkungan air terdapat kehidupan, flora, dan fauna yang khas yang berpengaruh timbal balik terhadap kualitas air. Oleh karena itu, benda hidup di perairan dibagi menjadi 2 (dua) kelompok, yaitu organisme yang native dan yang tidak native bagi lingkungan tersebut. Organisme native dalam badan air biasanya merupakan organisme yang tidak pathogen terhadap manusia sedangkan organisme yang tidak native biasanya berasal dari air limbah, air hujan, debu, dan pengotoran lain-lain. Setiap perubahan kualitas air akan mengubah ekosistem yang ada. Oleh karena itu penelitian pencemaran dengan parameter biologis biasanya dilakukan dengan melakukan identifikasi spesies yang ada dan melihat apakah ada perubahan terhadap spesies-spesies yang native dan yang tidak native bagi lingkungan tersebut. Selain itu seringkali dinilai pula diversitas spesies-spesies yang didapat. Air Minum Defenisi Air Minum Peraturan Pemerintah No. 20 tahun 1990 mengelompokkan kualitas air menjadi beberapa golongan menurut peruntukannya, antara lain : 1. Golongan A, yaitu air yang dapat digunakan sebagai air minum secara langsung, tanpa pengolahan terlebih dahulu. 2. Golongan B, yaitu air yang dapat digunakan sebagai air baku air minum 3. Golongan C, yaitu air yang dapat digunakan untuk keperluan perikanan dan peternakan. 4. Golongan D, yaitu air yang dapat digunakan untuk keperluan pertanian, usaha di perkotaan, industri, dan pembangkit listrik tenaga air. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010, air minum adalah air yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum. Bagi manusia air minum adalah salah satu kebutuhan utama. Berbagai penyakit dapat dibawa oleh air kepada manusia yang memanfaatkannya, maka tujuan utama penyediaan air bersih atau air minum bagi masyarakat adalah untuk mencegah penyakit yang dibawa oleh air. Air minum yang memenuhi kualitas maupun kuantitas sangat membantu menurunkan angka kesakitan penyakit perut terutama penyakit diare. 24 Menurut Candra (2012), air yang diperuntukkan bagi konsumsi manusia harus berasal dari sumber yang bersih dan aman. Batasan-batasan sumber air yang bersih dan aman tersebut antara lain: a. Bebas dari kontaminasi kuman atau bibit penyakit b. Bebas dari substansi kimia yang berbahaya dan beracun. c. Tidak berasa dan tidak berbau. d. Dapat dipergunakan untuk mencukupi kebutuhan domestik dan rumah tangga e. Memenuhi standar minimal yang ditentukan oleh WHO atau Departemen Kesehatan Sumber Air Minum Pada prinsipnya, semua air dapat diproses menjadi air minum. Sumbersumber air tersebut adalah: (1) Air angkasa, yaitu air yang bberasal dari atmosfer, seperti hujan dan salju (2) Air permukaan yang merupakan air sungai, danau, waduk, dan sebagainya (3) Air tanah, baik air tanah dangkal maupun air tanah dalam (Soemirat, 2011). Sumber air minum di Indonesia secara umum dibagi dua, yaitu : 1. Air tanah/ sumur Air yang berasal dari dalam tanah, yang diambil dengan cara pengeboran kemudian disedot menggunakan pompa air. Air ini mempunyai kondisi dan kandungan kontaminan yang bervariatif seperti kandungan mangan, besi, nitrat dan nitrit sehingga sulit sekali dikontrol. Selain itu pula air tersebut banyak terkontaminasi oleh bakteri E-coli yang berasal dari kotoran hewan dan manusia. 25 2. Air PAM Air yang diolah perusahaan air minum (PDAM) yang bersumber dari air sungai ataupun air tanah. Air ini diolah dengan maksud agar bakteri berbahaya terbunuh dan biasanya untuk dapat membunuh bakteri digunakan larutan kimia klorin. Akan tetapi korin adalah senyawa kimia yang juga berbahaya jika dikonsumsi oleh manusia karena hasil turunannya yaitu THMs (Trihalomethane) dapat menyebabkan penyakit kanker dan ginjal Persyaratan Kualitas Air Minum Air minum yang sehat harus memenuhi standard air minum yang sudah ditetapkan. Standar mutu air minum atau air untuk kebutuhan rumah tangga ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 492/MENKES/PER/IV/2010 tentang persyaratan kualitas air minum. Standard baku air minum ini disesuaikan dengan standard internasional yang dikeluarkan oleh World Health Organization (WHO). Standardisasi kualitas air bertujuan untuk memelihara, melindungi, dan mempertinggi derajat kesehatan masyarakat, terutama dalam pengelolaan air atau kegiatan usaha mengolah dan mendistribusikan air minum untuk masyarakat umum. Dengan adanya standardisasi tersebut dapat dinilai kelayakan pendistribusian air untuk keperluan rumah tangga. Syarat air
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks