BAB 1

Please download to get full document.

View again

of 10
13 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
BAB 1
Document Share
Document Tags
Document Transcript
  BAB 1 PENDAHULUAN 1.1   Latar Belakang Perkembangan internet saat ini sudah menjadi kebutuhan sehari-hari tiap individu. Internet merupakan jaringan global yang menyatukan jaringan komputer di seluruh dunia yang memungkinkan terjalinnya komunikasi dan interaksi antara satu dengan yang lain di seluruh dunia. Dengan adanya internet,  pengguna dapat mencari informasi yang diinginkan dengan mudah, cepat, dan luas. Meningkatnya pengguna internet juga dirasakan oleh pelaku bisnis yang memanfaatkan teknologi informasi untuk mempermudah kegiatan bisnis. Saat ini sudah banyak perusahaan memasarkan produk atau jasa mereka dengan cara membuat website , blog, e-mail  , maupun  social media . Gambar 1.1 Penetrasi Internet di Indonesia Sumber: Indonesia Netizen Survey 2013 oleh Lembaga MarkPlus Insight Survey  terhadap pengguna internet oleh The Marketeers  bersama lembaga survey  MarkPlus Insight   di Indonesia merupakan riset yang ke-4 kali dilakukan  setiap tahun sejak tahun 2010 . Tujuannya ialah untuk meneliti online habits  dan behaviour,  serta perilaku pembelian maupun media habit   para pengguna internet di Indonesia. Survey mengungkapkan bahwa Indonesia tahun 2013 memiliki 74.600.000 pengguna internet, peningkatan 22% dari tahun sebelumnya yaitu 61.100.000 pengguna. Angka itu dapat melewati 100.000.000 pada tahun 2015. Penelitian ini juga menghitung penetrasi netizen dimana netizen didefinisikan sebagai seseorang yang menghabiskan setidaknya tiga jam untuk online per hari. Pemasaran merupakan salah satu proses bisnis yang dilakukan oleh  perusahaan untuk memperluas jangkauan pasar. Penyaluran informasi berguna  bagi perusahaan untuk mengenalkan   keunggulan produk barang atau jasa yang dimiliki kepada pelanggan. Disamping itu, perusahaan harus menerapkan strategi-strategi pemasaran yang unggul agar dapat membentuk citra perusahaan yang lebih baik serta mendapatkan nilai tambah dan keuntungan lebih bagi  perusahaan. Pemasaran dapat dilakukan melalui media offline  maupun online . Untuk kegiatan pemasaran melalui media online, perusahaan dapat menggunakan internet. Media pemasaran dengan menggunakan internet dapat melalui  social media , blog  , atau website . Pemanfaatan internet juga sebagai salah satu usaha dalam meningkatkan kebutuhan usaha di bidang pariwisata yang bertujuan dalam kemudahan berusaha. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 tentang kepariwisataan, pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat,  pengusaha, pemerintah, dan pemerintah daerah. Indonesia merupakan negara yang memiliki keindahan alam serta keanekaragaman budaya. Keindahan alam dan keanekaragaman budaya ini tersebar luas di seluruh wilayah kepulauan  Indonesia. Banyaknya wilayah-wilayah di Indonesia yang memiliki keindahan alam dan keanekaragaman budaya ini dimanfaatkan untuk dijadikan objek  pariwisata. Salah satu keuntungan dari industri pariwisata adalah sebagai sektor  penghasil devisa negara yang terbesar dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Bogor memiliki potensi pariwisata yang besar, beragam, unik, dan tersebar di wilayahnya. Di Bogor juga memiliki banyak daya tarik tersendiri sebagai kota yang asri dan bertujuan untuk berlibur maupun berbisnis. Berbagai macam objek wisata mulai dai wisata alam, seni, sejarah , hiburan, sampai rekreasi pun menjadi pilihan wisatawan untuk menikmati Kota Bogor. Dengan  berbagai objek wisata di Kota Bogor, perusahaan bidang industri jasa berlomba-lomba untuk memberikan pelayanan dan menyediakan sarana akomodasi dan transportasi. Sarana akomodasi merupakan sarana penunjang bagi sektor pariwisata. Industri perhotelan atau akomodasi merupakan bagian dari pariwisata yang tidak dapat dipisahkan. Tanpa kegiatan kepariwisataan, usaha perhotelan akan lumpuh. Sebaliknya pun jika kegiatan pariwisata tanpa sarana akomodasi maka tempat  pariwisata tersebut kurang menarik untuk tujuan wisatawan berlibur. Tabel 1.1 Jumlah Akomodasi dan Jumlah Tamu Per Hari di Jawa Barat Tahun 2010-2013 Tahun Banyaknya Tamu Per Hari Usaha Kamar Tempat Tidur Indonesia Asing Jumlah 2011 199 16.732 27.380 31.102 1.222 32.324 2012 208 18.643 30.942 11.312 1.516 12.828 2013 229 20.894 34.738 15.487 1.917 17.404 Sumber: Badan Pusat Statistika 2013 Pada tabel 1.1 menunjukan bahwa setiap tahunnya jumlah akomodasi  bertambah. Pada tahun 2012 jumlah tamu perhari mengalami penurunan 10.496  tamu perhari dibanding pada tahun 2011. Namun, pada tahun 2013 terlihat  peningkatan jumlah tamu sebesar 4.576 tamu perhari. Hal ini menunjukan adanya  peningkatan jumlah wisatawan ke Provinsi Jawa Barat dikarenakan adanya keberagaman objek wisata yang terus berkembang dan menjadi pusat perhatian masyarakat. Sahira Butik Hotel merupakan salah satu butik hotel yang memiliki lokasi strategis di tengah perkotaan Bogor. Sahira Butik Hotel memiliki 81 kamar dengan 6 jenis kamar pilihan seperti: Sahira Suite Room, Royal Suite Room, Excecutive Room, Deluxe Family Room, Deluxe Suite Room, dan Deluxe Room. Hotel yang bernuansa Madani ini juga menawarkan fasilitas dan pelayanan yang unggul bersaing diantara hotel-hotel lain di Bogor. Saat ini pemasaran yang dilakukan oleh Sahira Butik Hotel hanya melalui penyebaran brosur, billboard  , banner  , dan media koran. Sahira Butik Hotel sudah memiliki website  tetapi informasi yang disediakan tidak pernah diperbaharui. Hal tersebut membuat  pelanggan sulit untuk mendapatkan informasi yang diinginkan. Sarana pemasaran menjadi tidak maksimal karena kurangnya berita yang up to date  dan minimnya wawasan mengenai hotel sehingga adanya ancaman kompetitor lain dapat masuk lebih mudah.    Gambar 1.2 Kompetitor Sahira Butik Hotel Sumber: Sales & Marketing   Sahira Butik Hotel 2014 Gambar 1.2 menunjukkan bahwa Sahira Butik hotel belum menjadi market leader diantara hotel pesaingnya yang memiliki klasifikasi bintang yang sama. Hal ini menunjukan bahwa pesaing terkuat Sahira Butik Hotel dalam upaya menguasai pasar adalah Hotel Mirah, Hotel Royal, dan Hotel Pangrango 2. Saat ini, Sahira Butik Hotel berupaya untuk memperluas kegiatan pemasaran agar dapat unggul bersaing terhadap kompetitor    dan mampu meningkatkan tingkat occupancy  setiap tahunnya. 1.2 Tingkat Occupancy dan Rata-Rata Harga Kamar Sahira Butik Hotel Tahun 2010-2013 Tahun Room Available Room Sold % Occupancy Average Room Rate (Rp.) 2011 13.183 8.291 62,86% 376.879 2012 29.850 22.301 74,69% 429.335 2013 29.861 19.353 64,75% 426.133 Sumber:  Front Office  Sahira Butik Hotel 2014 Tabel 1.2 menunjukan bahwa pada tahun 2012 ke 2013 terjadinya  penurunan tingkat occupancy  sebesar 9,94%. Penurunan tingkat o ccupancy   81% 73% 72% 68% 00.10.20.30.40.50.60.70.80.9Hotel MirahHotel RoyalHotelPangrango 2Sahira Butik Hotel Kompetitor Sahira Butik Hotel Kompetitor Sahira Butik Hotel
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks