AQLI Lembaga Penelitian dan Penulisan Ilmiah

Please download to get full document.

View again

of 11
10 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
ISSN: AQLI Lembaga Penelitian dan Penulisan Ilmiah Volume 1, Nomor 1, 2017 Pengaruh dana pihak ketiga, modal sendiri, non performing financing dan tingkat bagi hasil terhadap jumlah pembiayaan
Document Share
Document Transcript
ISSN: AQLI Lembaga Penelitian dan Penulisan Ilmiah Volume 1, Nomor 1, 2017 Pengaruh dana pihak ketiga, modal sendiri, non performing financing dan tingkat bagi hasil terhadap jumlah pembiayaan bagi hasil: Studi kasus pada PT. Bank Syariah Mandiri, Tbk Periode Siti Aisyah Siregar & Umi Kalsum Hal DOI: /zenodo Informasi Artikel Cara sitasi Siregar, S., & Kalsum, U. (2017). Pengaruh dana pihak ketiga, modal sendiri, non performing financing dan tingkat bagi hasil.,. Retrieved from Atau, Siregar, S., & Kalsum, U. (2017). Pengaruh dana pihak ketiga, modal sendiri, non performing financing dan tingkat bagi hasil.,. Retrieved from DOI: /zenodo Tautan permanen ke dokumen ini Pengaruh dana pihak ketiga, modal sendiri, non performing financing dan tingkat bagi hasil terhadap jumlah pembiayaan bagi hasil: Studi kasus pada PT. Bank Syariah Mandiri, Tbk Periode Siti Aisyah Siregar Program Studi Akuntansi, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Umi Kalsum Program Studi Akuntansi, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara ABSTRACT Purposes The purpose of this study is to determine the effect of third party funds, equity, non performing financing and profit sharing on revenue sharing at PT. Bank Syariah Mandiri, Tbk. Methods The secondary data onto this research using financial statements of PT. Bank Syariah Mandiri Tbk for the period of Multiple linear regression applied to analyze the data onto this study. Findings The results of this study either partially or simultaneously indicate that revenue sharing are significantly influenced by third party funds, equity, non performing financing and profit sharing. Keywords Third party funds, Equity, Non performing financing, Profit sharing, Revenue sharing 31 PENDAHULUAN Tujuan dari penyaluran pembiayaan dari bank kepada masyarakat adalah menghasilkan keuntungan berupa pendapatan marjin keuntungan, pendapatan sewa dan pendapatan bagi hasil juga untuk memanfaatkan dana yang belum tersalurkan (idle fund). Selain itu, pembiayaan yang aman dan produktif berdampak positif bagi bank, yaitu kepercayaan masyarakat terhadap bank meningkat sehingga profitabilitas dan kesinambungan usaha bank juga meningkat (Ismail, 2010). Kepercayaan masyarakat akibat penyaluran pembiayaan seperti di atas terlihat dari tingkat perkembangan perbankan syariah di Indonesia yang mengalami pertumbuhan sangat pesat. Salah satu bank syariah yang sedang mengalami peningkatan dari segi pembiayaan adalah PT. Bank Syariah Mandiri, Tbk. Namun demikian, dibalik pesatnya perkembangan perbankan syariah di Indonesia, ada hal yang menjadi suatu permasalahan yaitu masih rendahnya jumlah pembiayaan, khususnya untuk pembiayaan berbasis bagi hasil. Permasalahan tersebut bisa terjadi dikarenakan 31 pembiayaan berbasis bagi hasil memiliki kecenderungan risiko lebih besar dibandingkan dengan pembiayaan lainnya, yaitu risiko terjadinya moral hazard (Rivai & Arifin, 2009). Jika tingkat pembiayaan bagi hasil rendah dapat menyebabkan munculnya risiko yang mampu menghambat perkembangan perbankan syariah. Risiko lain adalah timbulnya pandangan masyarakat bahwa tidak ada perbedaan antara sistem perbankan konvensional dengan perbankan syariah (Ascarya et al, 2004). Mengingat pentingnya pembiayaan bagi hasil seperti di atas, sesungguhnya ada beberapa faktor yang mempengaruhinya kinerja pembiayaan bagi hasil, antara lain: dana pihak ketiga, modal sendiri, non performing financing dan tingkat bagi hasil (Pratin & Adnan, 2005). Pertama, dana pihak ketiga. Sumber dana terbesar yang paling diandalkan oleh bank dalam menjalankan operasionalnya adalah dana pihak ketiga (Antonio, 2001). Semakin besar dana pihak ketiga yang dapat dihimpun oleh bank syariah maka semakin besar pula jumlah pembiayaan yang dapat disalurkan kepada para nasabah yang membutuhkan, seperti pembiayaan Mudharabah dan Musyarakah (Muljono, 1996). Kedua, modal sendiri. Modal sendiri dapat digunakan untuk mendanai kegiatan operasional bank khususnya pada aktiva pembiayaan (Arifin, 2005). Modal sendiri berfungsi sebagai dasar untuk menetapkan batas maksimum pemberian kredit atau pembiayaan. Modal sendiri memiliki hubungan yang positif dengan kemampuan bank dalam melakukan pembiayaan. Dengan kata lain semakin besar modal sendiri yang dimiliki oleh suatu bank maka semakin besar kemampuan bank untuk melakukan pembiayaan bagi hasil (Johnson & Johnson, 1985). Ketiga, nonperforming financing. Nonperforming financing atau risiko pembiayaan yang diterima bank merupakan salah satu risiko usaha bank, yang diakibatkan dari tidak dilunasinya kembali cicilan pokok dan bagi hasil dari pinjaman yang diberikan atau investasi yang sedang dilakukan oleh pihak bank (Muhammad, 2005). Jika jumlah pembiayaan bermasalah meningkat maka dapat menyebabkan penyaluran pembiayaan bagi hasil yang dilakukan oleh pihak bank rendah karena pihak bank harus melakukan penyisihan penghapusan aktiva produktif yang besar (Soedarto, 2004). Keempat, tingkat bagi hasil. Bagi hasil adalah bentuk return atau perolehan aktiva usaha dari kontrak investasi, dari waktu ke waktu, bersifat tidak pasti dan tidak tetap (Rivai & Arifin, 2009). Bagi hasil menjadi salah satu faktor yang cukup penting dalam menjalankan operasional bank. Sesuai dengan teori efisien, semakin besar output dibanding input, maka semakin tinggi tingkat efisiensi suatu organisasi. Dengan kata lain semakin tinggi tingkat bagi hasil yang ditetapkan oleh bank syariah maka memacu bank syariah dalam menyalurkan pembiayaan berbasis bagi hasil (Karim, 2006). Berbagai penjelasan di atas memotivasi penulis untuk melakukan sebuah studi yang bertujuan untuk menguji apakah dana pihak ketiga, modal sendiri, non performing financing dan tingkat bagi hasil berpengaruh terhadap jumlah pembiayaan bagi hasil Untuk mencapai tujuan tersebut, penulis mengambil studi kasus pada PT. Bank Syariah Mandiri. KAJIAN LITERATUR 33 Dalam bagian ini penulis mengkaji berbagai literatur untuk memahami hakikat dari permasalahan penelitian, diantaranya adalah konsep-konsep tentang: pembiayaan bagi hasil, dana pihak ketiga, modal sendiri, non performing financing dan tingkat bagi hasil. Pertama, pembiayaan bagi hasil. Pembiayaan bagi hasil adalah suatu jenis pembiayaan atau produk penyaluran dana yang diberikan bank syariah kepada nasabahnya, dimana pendapatan bank atas penyaluran dana diperoleh dan dihitung dari usaha nasabah (Maryanah, 2008). Keberhasilan suatu aktivitas pembiayaan oleh perbankan dipengaruhi oleh empat hal, antara lain: simpanan atau dana pihak ketiga, modal sendiri, non performing loan yang ditargetkan dan persentase bagi hasil (Pratin & Adnan, 2005). Secara umum, prinsip pembiayaan bagi hasil yang disepakati oleh para ulama dalam perbankan syariah ada dua akad utama, yaitu musyarakah dan mudharabah karena kedua akad ini paling sering dipakai. Menurut Pedoman Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 105 pembiayaan mudharabah adalah akad kerjasama usaha antara dua pihak dimana pihak pertama (pemilik dana) menyediakan seluruh dana, sedangkan pihak kedua (pengelola dana) bertindak selaku pengelola dan keuntungan dibagi antara mereka sesuai kesepakatan sedangkan rugi finansial hanya akan ditanggung oleh pemilik dana (Maryanah, 2008). Sementara itu, pembiayaan musyarakah menurut Dewan Syariah Nasional dan PSAK 106 adalah Akad kerja sama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu, dimana masing-masing pihak memberikan kontribusi dana dengan ketentuan bahwa keuntungan dibagi berdasarkan kesepakatan dan kerugian berdasarkan proporsi kontribusi dana (Dewan Syariah Nasional-MUI, 2003). Kedua, dana pihak ketiga. Salah satu sumber dana yang bisa digunakan untuk pembiayaan adalah simpanan atau dana pihak ketiga. Semakin besar dana pihak ketiga yang dihimpun akan semakin besar pula volume pembiayaan yang dapat disalurkan termasuk pembiayaan berbasis bagi hasil seperti mudharabah dan musyarakah (Antonio, 2001). Manfaat simpanan atau dana pihak ketiga adalah sebagai sumber pendanaan bank baik dalam rupiah maupun valuta asing dan salah satu bentuk pendapatan dalam bentuk jasa (fee based income) dari aktivitas lanjutan pemanfaatan rekening giro, tabungan, dan deposito. (Muhammad, 2014). Dalam penelitian ini digunakan dana pihak ketiga berupa dana deposito. Deposito yang dilakukan hanya dengan akad mudharabah yaitu transaksi penanaman dana dari pemilik dana (shahibul maal) kepada pengelola dana (mudharib) untuk melakukan kegiatan usaha tertentu yang sesuai syariah, dengan pembagian hasil usaha antara kedua belah pihak berdasarkan nisbah yang telah disepakati sebelumnya (Muhamad, 2014). Ketiga, modal sendiri. Modal inti atau modal sendiri yaitu dana yang berasal dari para pemegang saham bank, yakni pemilik bank (Arifin, 2002). Modal inti inilah yang berfungsi 33 sebagai penyangga dan penyerap kegagalan atau kerugian bank, melindungi kepentingan para pemegang rekening titipan (wadiah) atau pinjaman (qard), terutama atas aktiva yang didanai oleh modal sendiri dan dana-dana wadiah atau qard (Muhammad, 2014). Selain itu, modal inti juga berfungsi sebagai dasar untuk menetapkan batas maksimum pemberian kredit, dasar perhitungan bagi para partisipan pasar untuk mengevaluasi tingkat kemampuan bank secara relatif untuk menghasilkan keuntungan (Johnson & Johnson, 1985). Dilihat dari jenisnya, modal sendiri atau dana sendiri yaitu modal saham, merupakan jumlah saham yang disetor oleh pemegang saham. Modal saham ini dibatasi atas modal disetor dan modal yang belum disetor, tambahan modal disetor dan cadangan (Rivai & Arifin, 2009). Keempat, non performing financing. Faktor keempat ini berkaitan dengan pengendalian jumlah pembiayaan bermasalah. Ini menunjukkan bahwa pengendalian pembiayaan mempunyai hubungan terhadap kinerja lembaga perbankan. Semakin rendah tingkat non performing financing atau ketatnya kebijakan kredit maka akan semakin kecil jumlah pembiayaan yang disalurkan oleh bank dan sebaliknya semakin ketat kebijakan kredit akan menyebabkan tingkat permintaan pembiayaan oleh masyarakat turun (Antonio, 2001; Soedarto, 2004). Kelima, bagi hasil. Bagi hasil adalah bentuk return atau perolehan aktiva usaha dari kontrak investasi pada bank Islam (Rivai & Arviyan, 2009). Dengan demikian, sistem bagi hasil merupakan sistem perjanjian atau ikatan bersama di dalam melakukan kegiatan usaha (Antonio, 2001). Apabila kegiatan usaha menghasilkan keuntungan maka dibagi berdua dan ketika mengalami kerugian ditanggung bersama pula. Dengan demikian, sistem bagi hasil menjamin adanya keadilan dan tidak ada pihak yang tereksploitasi (Ascarya et al, 2006). Bank syariah menerapkan nisbah bagi hasil terhadap produk-produk pembiayaan yang berbasis natural uncertainty contracts yakni akad bisnis yang tidak memberikan kepastian pendapatan, baik dari segi jumlah maupun waktu, seperti pembiayaan mudharabah dan musyarakah. Semakin besar tingkat bagi hasil yang ditetapkan oleh bank syariah maka memacu bank syariah dalam menyalurkan pembiayaan berbasis bagi hasil (Karim, 2006). METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif khususnya penelitian yang bersifat korelasional. Penelitian korelasional seperti itu bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antar variabel-variabel penelitian (Juliandi, Irfan & Manurung, 2014). Variabel-variabel penelitian dalam ini diukur dari berbagai formula berikut ini: (1) Dana Pihak Ketiga= Jumlah Deposito Mudharabah; (2) Modal Sendiri = Modal disetor + Cadangan + Laba Ditahan; (3) Non Performing Financing = (Pembiayaan Bermasalah x 100%) : Total Pembiayaan; (4) Tingkat Bagi Hasil = (Pendapatan Bagi Hasil x 100%) : Pembiayaan Bagi Hasil; dan (5) Jumlah Pembiayaan Bagi Hasil = Pembiayaan Mudharabah + Pembiayaan Musyarakah Sampel penelitian ini adalah sebanyak 60 data yag berasal dari laporan keuangan publikasi bulanan PT. Bank Syariah Mandiri, Tbk periode tahun Untuk menganalisis data, penulis menggunakan teknik statistik inferensial dengan menggunakan regresi linear berganda. HASIL DAN DISKUSI Hasil Bagian ini utamanya adalah melakukan pengujian hipotesis terhadap berbagai hipotesis dalam penelitian ini. Sebelum melakukan pengujian hipotesis, terlebih dahulu regresi berganda diinterpretasikan untuk memberikan prediksi terhadap variabel dependen. Model regresi dalam penelitian ini terlihat dalam persamaan berikut ini: Y = DPK MS NPF TBH (Tabel 1). Tabel 1 Nilai-nilai untuk persamaan regresi Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients B Std. Error Beta 1 (Constant) Ln_DPK Ln_MS Non Performing Financing Tingkat Bagi Hasil Koefisien-koefisien regresi di dalam Tabel 1 menjadi dasar untuk melakukan prediksi terhadap model, hasilnya adalah sebagai berikut: Apabila variabel dana pihak ketiga mengalami kenaikan sebesar 1 kali atau 100%, maka jumlah pembiayaan bagi hasil akan mengalami kenaikan sebesar unit. Apabila variabel modal sendiri mengalami kenaikan sebesar 1 kali atau 100% maka jumlah pembiayaan bagi hasil akan mengalami kenaikan sebesar unit. Apabila variabel non performing financing mengalami kenaikan 1 kali atau 100% maka jumlah pembiayaan bagi hasil akan mengalami penurunan sebesar unit. Apabila variabel tingkat bagi hasil meningkat 1 kali atau 100% maka jumlah pembiayaan bagi hasil akan mengalami kenaikan sebesar unit. Analisis selanjutnya adalah melakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan uji-t. Uji ini bertujuan untuk menguji pengaruh secara parsial masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Berdasarkan hasil uji t dalam Tabel 2, dapat dilihat pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial sebagai berikut. Pertama, nilai t hitung (5,535) t tabel (2,004) dengan tingkat signifikan (0,000) (0,05). Artinya variabel dana pihak ketiga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah pembiayaan bagi hasil. Kedua, nilai t hitung (3,499) t tabel (2,004) dengan tingkat signifikan (0,001) (0,05). Ini 35 35 menunjukkan bahwa variabel modal sendiri memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah pembiayaan bagi hasil. Tabel 2 Nilai-nilai untuk uji-t Model t Sig. 1 (Constant) Ln_DPK Ln_MS Non Performing Financing Tingkat Bagi Hasil Ketiga, nilai t hitung (-4,512) t tabel (2,004) dengan tingkat signifikan 0,000 (0,05) memberi arti bahwa variabel non performing financing memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap jumlah pembiayaan bagi hasil. Keempat, nilai t hitung (3,398) t tabel (2,004) dengan tingkat signifikan 0,001 (0,05). Artinya variabel tingkat bagi hasil memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah pembiayaan bagi hasil. Pengujian berikutnya adalah menggunakan uji-f, yang bertujuan untuk menguji pengaruh secara simultan seluruh variabel independen terhadap variabel dependen. Tabel 3 Nilai-nilai untuk uji-f Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression a Residual Total a. Predictors: (Constant), Tingkat Bagi Hasil, Non Performing Financing, Ln_DPK, Ln_MS b. Dependent Variable: Ln_JPBH Berdasarkan hasil uji F pada Tabel 3, diperoleh hasil bahwa dana pihak ketiga, modal sendiri, non performing financing, dan tingkat bagi hasil secara simultan berpengaruh signifikan terhadap jumlah pembiayaan bagi hasil. Hal ini dilihat dari nilai F hitung (170,737) F tabel (2,54) dan nilai signifikan (0,000) (0,05). Pengujian terakhir adalah uji koefisien determinasi, yang bertujuan untuk melihat bagaimana variasi nilai variabel dependen dapat dijelaskan oleh variasi nilai variabel independen. Tabel 4 Nilai-nilai untuk koefisien determinasi Std. Error Model R R Square Adjusted R Square of the Estimate a a. Predictors: (Constant), Tingkat Bagi Hasil, Non Performing Financing, Ln_DPK, Ln_MS b. Dependent Variable: Ln_JPBH 36 36 Tabel 4 memperlihatkan bahwa nilai R 2 sebesar 0,925. Hal ini berarti 92,5% variasi dari jumlah pembiayaan bagi hasil bisa dijelaskan oleh variabel dana pihak ketiga, modal sendiri, non performing financing, dan tingkat bagi hasil. Sedangkan sisanya sebesar 7,5% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak diikutsertakan dalam penelitian ini. 37 Diskusi Hasil penelitian yang telah dikemukakan sebelumnya akan didiskusikan dalam bagian ini agar terlihat benang merah dengan studi-studi yang telah dilakukan para peneliti sebelumnya. Pertama, pengaruh dana pihak ketiga terhadap jumlah pembiayaan bagi hasil. Dari hasil analisis penelitian yang dilakukan ini menjelaskan bahwa semakin besar dana pihak ketiga yang dihimpun maka semakin besar Jumlah Pembiayaan Bagi Hasil (pembiayaan mudharabah dan pembiayaan musyarakah) yang disalurkan. Dengan kata lain, jika PT. Bank Syariah Mandiri, Tbk mampu meningkatkan dana yang dihimpun dari masyarakat berupa dana deposito maka Jumlah Pembiayaan Bagi Hasil yang akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan dana juga semakin meningkat dan dapat mendorong berkembangnya sektor riil. Temuan ini sesuai dengan teori yang dijelaskan oleh Muljono (1996) yang menyatakan bahwa salah satu yang mempengaruhi besar kecilnya volume kredit atau pembiayaan adalah sources of fund atau dana pihak ketiga. Hasil penelitian ini sejalan pula dengan penelitian yang dilakukan oleh Pratin dan Adnan (2005), bahwa variabel simpanan berpengaruh positif signifikan terhadap pembiayaan. Demikian juga dari hasil penelitian Andraeny (2011) yang menyimpulkan bahwa dana pihak ketiga berpengaruh signifikan terhadap volume pembiayaan berbasis bagi hasil. Dari hasil penelitian ini, diharapkan PT. Bank Syariah Mandiri, Tbk dapat menyusun strategi untuk bisa melakukan peningkatan dalam menghimpun dana dengan cara mengajak masyarakat/nasabah untuk menginvestasikan dananya dalam bentuk deposito, karena apabila dana yang dihimpun dari masyarakat semakin bertambah maka jumlah pembiayaan bagi hasil yang disalurkan kepada masyarakat juga meningkat. Kedua, pengaruh modal sendiri terhadap jumlah pembiayaan bagi hasil. Dari hasil analisis penelitian yang dilakukan ini menjelaskan bahwa semakin besar modal sendiri yang dimiliki maka semakin besar jumlah pembiayaan bagi hasil yang disalurkan. Dengan kata lain, jika PT. Bank Syariah Mandiri, Tbk memiliki modal sendiri dalam jumlah yang besar maka akan meningkatkan kepercayaan dan keinginan untuk melakukan penyaluran dalam bentuk pembiayaan bagi hasil. selain itu dengan memiliki modal sendiri dalam jumlah yang besar maka semakin mampu pihak bank dalam meng-cover risiko pembiayaan bagi hasil yang kemungkinan akan dihadapi. Dengan demikian, hasil penelitian ini sesuai dengan teori yang dijelaskan oleh Johnson dan Johnson (1985) bahwasanya modal sendiri berfungsi sebagai dasar bagi menetapkan batas 37 maksimum pemberian kredit/pembiayaan. Hal ini adalah merupakan pertimbangan operasional bagi bank sebagai regulator untuk membatasi jumlah pemberian kredit atau pembiayaan kepada setiap individu nasabah bank. Melalui pembatasan ini bank sentral memaksa bank untuk melakukan diversifikasi kredit/pembiayaan mereka agar dapat melindungi diri terhadap kegagalan kredit/pembiayaan dari satu individu debitur/nasabah. Hasil penelitian ini sejalan pula dengan penelitian yang dilakukan oleh Hendrasman (2008) Pratin dan Adnan (2008) yang menyatakan bahwasanya modal sendiri berpengaruh signifikan terhadap pembiayaan pada perbankan syariah. Dari hasil penelitian ini diharapkan PT. Bank Syariah Mandiri, Tbk dapat menyusun strategi untuk bisa melakukan peningkatan Modal Sendiri yang dimiliki baik itu berasal dari modal yang disetor oleh para pemegang saham, dana-dana cadangan serta laba yang ditahan berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham. Ketiga, pengaruh non performing financing terhadap jumlah pembiayaan bagi hasil. Hasil pengujian sebelumnya memperlihatkan menjelaskan bahwa perubahan tingkat Non performing financing (NPF) yang dihadapi pihak PT. Bank Syariah Mandiri, Tbk berpengaruh signifikan tetapi negatif terhadap jumlah pembiayaan bagi hasil yang akan disalurkan kepada nasabah yang membutuhkan dana. Melihat kesimpulan tersebut, hasil penelitian ini sesuai dengan pendapat yang dikatakan oleh Soedarto (2004), bahwa jumlah k
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks