APLIKASI SIG UNTUK IDENTIFIKASI DAERAH RAWAN LONGSOR DI KECAMATAN TEMBALANGKOTA SEMARANG SKRIPSI

Please download to get full document.

View again

of 44
14 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
APLIKASI SIG UNTUK IDENTIFIKASI DAERAH RAWAN LONGSOR DI KECAMATAN TEMBALANGKOTA SEMARANG SKRIPSI Untuk memperoleh gelar Sarjana Sain Pada Universitas Negeri Semarang Oleh Wahyu Widy Pasektiono
Document Share
Document Transcript
APLIKASI SIG UNTUK IDENTIFIKASI DAERAH RAWAN LONGSOR DI KECAMATAN TEMBALANGKOTA SEMARANG SKRIPSI Untuk memperoleh gelar Sarjana Sain Pada Universitas Negeri Semarang Oleh Wahyu Widy Pasektiono JURUSAN GEOGRAFI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2016 i PERSETUJUAN PEMBIMBING Skrips iini telah disetujui oleh Pembimbing untuk diajukan ke Sidang Panitia Ujian Skripsi, pada : Hari : Kamis Tanggal : 10 Desember 2015 Pembimbing I Pembimbing II ii PENGESAHAN KELULUSAN Skripsi ini telah dipertahankan di depan Sidang Panitia Ujian Skripsi Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang pada: Hari Tanggal : Kamis : 10 desember Penguji I Penguji II Penguji III iii PERNYATAAN Saya menyatakan bahwa yang tertulis di dalam skripsi ini benar-benar hasil karya saya sendiri, bukan jiplakan karya tulis orang lain, baik sebagian maupun keseluruhan. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah. Semarang, 10 Desember 2015 Wahyu Widy Pasektiono NIM : iv MOTTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO Percayalah bahwa keajaiban itu tidak akan datang tanpa kerja keras dan Doa. Jangan takut gagal teruslah mencoba sampai sukses tercapai. Hasil karya ini kupersembahkan untuk: 1. Kedua orangtuaku Bapak Sartono dan ibu Maryatun tercinta atas do a, pengertian, kasih sayang, dan cintanya. 2. Kakakku widy, Kristin dan adik-adikku Titan, Jona, Nico yang kusayangi. 3. Sinta Dwi Astuti S.Pd yang selalu memberi semangat. 4. Teman-teman Geografi Teman-teman Kost. 6. Almamaterku UNNES. v PRAKATA Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmatnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Aplikasi SIG Untuk Identifikasi Daerah Bahaya Longsor di Kecamatan Tembalang Kota Semarang Penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini tersusun bukan semata-mata hasil usaha sendiri, akan tetapi berkat bimbingan dan motivasi dari semua pihak. Oleh karena itu penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar- besarnya kepada: 1. Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum. Rektor Universitas Negeri Semarang. 2. Drs. Moh. S. Mustofa, M.A. Dekan FIS Universitas Negeri Semarang, yang telah memberikan ijin penelitian. 3. Dr. Tjaturahono BS, M.Si. Ketua jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial, yang telah memberikan kemudahan administrasi dalam menyusun skripsi. 1. Drs. Heri Tjahjono, M.Si. Pembimbing 1 yang telah memberikan bimbingan, saran dan pengarahan dalam pembuatan skripsi ini. 2. Drs. Sriyono, M.Si. Pembimbing II yang telah memberikan bimbingan, motivasi, saran dan pengarahan dalam pembuatan skripsi ini. 3. Masyarakat Kecamatan Tembalang yang menjadi responden. 4. Kepada semua pihak yang tidak bisa saya sebutkan namanya satu persatu yang telah memberikan semangat, motivasi, serta dorongan dalam pembuatan skripsi ini. vi Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan balasan atas bantuan yang telah diberikan dalam penyelesaian skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Semarang, Penulis vii ABSTRAK Pasektiono, Wahyu Widy Aplikasi Sig Untuk Identifikasi Daerah Bahaya Longsor di Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Skripsi. Jurusan Geografi. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Semarang, Pembimbing I: Drs.Heri Tjahjono, Msi. dan Drs. Sriyono, M.Si. Kata Kunci: Identifikasi dan Longsor Longsor merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di Indonesia. Maka, diperlukan adanya penanganan yang lebih serius dari pemerintah, salah satunya adalah dengan mengidentifikasi wilayah-wilayah yang rawan bencana longsor sejak dini, guna mencegah kerugian material maupun non material dan korban jiwa. Berdasarkan kondisi fisik dan iklim, secara teoritis Kecamatan Tembalang juga mempunyai potensi terjadinya bencana longsor cukup besar sewaktu waktu. Maka dapat dirumuskan permasalahan penilitian sebagai berikut, 1) Bagaimanakan variasi sebaran longsor di daerah penelitian, 2) faktor apakah yang menyebabkan longsor di daerah penelitian. Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut 1) Mengetahui variasi sebaran tingkat bahaya longsor di daerah penelitian, 2) Mengetahui faktor-faktor terjadinya longsor di daerah penelitian. Penelitian dilakukan di Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Metode yang digunakan adalah metode survey lapangan dengan teknik sampling cluster area. Satuan yang digunakan dalam pemetaan adalah satuan medan. Satuan medan dibuat dengan berdasarkan hasil tumpang susun ( overlay ) peta bentuklahan, kemiringan lereng, dan tanah. Satuan medan yang dihasilkan sebanyak 79 satuan medan yang akan dijadikan sebagai satuan analisis untuk penilaian variasi tingkat sebaran longsor. Ada 12 variabel yang digunakan sebagai parameter karakteristik fisik medan untuk menentukan variasi tingkat sebaran longsor. Untuk mengetahui variasi tingkat sebaran longsor digunakan teknik pengharkatan pada setiap variabel yang ada pada setiap satuan medan. Berdasarkan hasil pengharkatan kemudian dibuat peta variasi tingkat sebaran longsor dengan program komputer Arc View. Hasil penelitian menunjukan bahwa, 1) Daerah penelitian ada tiga variasi tingkat sebaran longsor yaitu kerawanan sedang, kerawanan tinggi, dan sangat rawan, 2) Faktor-fakto penyebab tanah longsor di daerah penelitian ada tiga faktor yaitu kemiringan lereng, penggunaan lahan, dan kerapatan vegetasi. Saran yang dapat diajukan dalam peelitian ini adalah sebagai berikut, 1) Perlu adanya sosialisasi oleh pemerintah terkait dengan bahaya bencana tanah longsor pada masyarakat di Kecamatan Tembalang, 2) Perlu adanya penelitian lebih lanjut guna untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat di Kecamatan Tembalang terkait dengan bencana tanah longsor, 3) Pada satuan medan yang memiliki tingkat kerawanan longsor tinggi sebaiknya tidak digunakan untuk pemukiman penduduk agar tidak terjadi korban akibat longsor, 4) Pada satuan medan dengan tingkat kerawanan tinggi yang sudah terlanjur menjadi pemukiman, lebih baik dilakukan relokasi ke tempat yang lebih aman dan potensi kerawanan longsornya rendah. viii DAFTAR ISI Halaman : HALAMAN JUDUL... i PERSETUJUAN PEMBIMBING... ii PENGESAHAN KELULUSAN... iii PERNYATAAN... iv MOTTO DAN PERSEMBAHAN... v KATA PENGANTAR... vi ABSTRAK... viii DAFTAR ISI... ix DAFTAR TABEL... xii DAFTAR GAMBAR... xiv DAFTAR LAMPIRAN... xv BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Penegasan Istilah... 6 BAB II. LANDASAN TEORI 2.1 Tanah Longsor Tipe Longsor Penyebab Tanah Longsor Faktor Alam dan Manusia Kelerengan Faktor Tanah Curah Hujan Faktor Geologi Satuan Medan Aplikasi SIG ix BAB III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Populasi Sampel dan Tehknik Pengambilan Sampel Variabel dan Data Peneletian Variabel Penelitian Data Penelitian Metode Pengumpulan Data Metode Analisis Data BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Kondisi Fisik Daerah Penelitian Satuan Medan Di Kecamatan Tembalang Hasil Penelitian Pembahasan BAB V. SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN x DAFTAR TABEL Tabel No: Halaman: 2.1. Faktor penyebab dan Faktor Pemicu Tanah Longsor Klasifikasi Kedalaman Tanah Penelitian Sebelumnya Kriteria Tingkat Kerentanan Terhadap Bahaya Longsor Kriteria Penilaian Kemiringan Lereng Kriteria Penilaian Panjang Lereng Kriteria Penilaian Bentuk Lereng Kriteria Penilaian Curah Hujan Kriteria Penilaian Tekstur Tanah Kriteria Penilaian Struktur Batuan Kriteria Kejadian Longsor Sebelumnya Kriteria Penilaian Penggunaan Lahan Kriteria Penilaian Kerapatan Vegetasi Kriteria Penilaian Dinding Terjal Kriteria Penilaian Penggalian Tebing Kriteria Penilaian Kerapatan Kekar Pembagian Luas Wilayah Kecamatan Tembalang Nama-nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Tembalang Klasifikasi Lereng, Luas dan Presentase Luas Masing-masing Kelas Lereng Di Daerah Kecamatan Tembalang Klasifikasi Jenis Tanah, Luas dan Presentase Luas Masing-masing Jenis Tanah Di Daerah Kecamatan Tembalang Klasifikasi Jenis Penggunaan Lahan, Luas dan Presentase Luas Masingmasing Jenis Penggunaan Lahan Di Daerah Kecamatan Tembalang Curah Hujan Rata-Rata Tahunan Kecamatan Tembalang Satuan Medan, Luas dan Prosentase Luas Masing-masing Satuan Medan di Kecamatan Tembalang xi 4.8. Tabulasi Data Penelitian Faktor-faktor yang Menyebabkan Tanah Longsor Kecamatan Tembalang Faktor-Faktor yang Menyebabkan Tanah Longsor Kecamatan Tembalang xii DAFTAR GAMBAR Gambar No: Halaman: 2.1 Longsor Translasi Longsor Rotasi Pergerakan Blok Runtuhan Batuan Rayapan Tanah Aliran Bahan Rombakan Diagram Alir Peta Administratif Kecamatan Tembalang Peta Kemiringan Lereng Kecamatan Tembalang Peta Jenis Tanah Kecamatan Tembalang Peta Penggunaan Lahan Kecamatan Tembalang Peta Curah Hujan Kecamatan Tembalang Peta Satuan Medan Kecamatan Tembalang Peta Titik Sampel Kecamatan Tembalang longsor di desa Sendang Mulyo longsor di desa jangli dan desa Mangunharjo longsor di desa Sambiroto dan desa Tembalang Longsor di desa Kedung mundu dan desa Sendangguwo Longsor di desa Tandang dan Rowosari Peta Variasi Tingkat Kerawanan Longsor Kecamatan Tembalang Lokasi Penelitian Penggunaan Lahan Daerah Penelitian Kerapatan Vegetasi Daerah Penelitian xiii DAFTAR LAMPIRAN Lampiran No: Halaman: 1. Instrumen Penelitian Instrumen Wawancara Tabel Hasil Pengharkatan Variasi Sebaran Longsor Untuk Tiap Satuan Medan Di Tembalang Outpu Correlations Faktor faktor penyebab longsor Ijin Penelitian xiv BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bencana alam merupakan peristiwa alam yang dapat terjadi setiap saat dimana saja dan kapan saja, yang menimbulkan kerugian material dan imaterial bagi kehidupan masyarakat. Tanah longsor merupakan salah satu bencana alam yang umumnya terjadi di wilayah pegunungan (mountainous area), terutama di musim hujan, yang dapat mengakibatkan kerugian harta benda maupun korban jiwa dan menimbulkan kerusakan sarana dan prasarana lainnya seperti perumahan, industri, dan lahan pertanian yang berdampak pada kondisi sosial masyarakatnya dan menurunnya perekonomian di suatu daerah. Sedangkan kejadian longsor di Kota Semarang berdasarkan data dari BPBD Kota Semarang tahun 2012 sendiri kejadian longsor terjadi di 16 kelurahan lokasi tersebar di beberapa kecamatan sebagai berikut Kecamatan Candisari tejadi di Kelurahan Karanganyar Gunung RT 01 RW IV dan RT 07 RW IV, Kelurahan Wonotingal RT 03 RW III, Kelurahan Jomblang, RT 08 RW XI dan RT 04 RW IV, Kelurahan Candi RT 03 RW VIII, Kecamatan Tembalang terjadi di Kelurahan Jangli RT 11 RW IV dan RT 08 RW II, Kelurahan Sendangmulyo RT 06 RW VII, Kelurahan Tandang, RT 12 RW XI dan RT 05 RW III, 1 Kecamatan Gajahmungkur terjadi di Kelurahan Bendungan RT 07 RW IV, Kelurahan Gajahmungkur RT 08 RW III, Kelurahan Lempongsari RT 02 RW III dan RT 02 RW II, RT 04 RW III dan RT 03 RW I, Kecamatan Ngaliyan terjadi di Kelurahan Tambak Aji RT 03 RW III, Kelurahan Wonosari RT 02 RW VI, Kecamatan Semarang Barat terjadi di Kelurahan Bojong Salaman RT 02 RW IV, Kelurahan Kembang Arum RT 04 RW X, Kecamatan Banyumanik terjadi di Kelurahan Tinjomoyo RT 04 RW IV dan RT 02 RW V, Kecamatan Semarang Selatan terjadi di Kelurahan Randu Sari RT 10 RW II Longsor lahan (landslide) adalah gerakan material penyusun lereng ke arah bawah atau keluar lereng karena adanya pengaruh gravitasi. Jumlah kejadian longsor lahan yang mengakibatkan korban kerugian yang relatif besar. Longsor lahan mengakibatkan kerugian materi dan juga menelan korban jiwa. Kejadian longsor umumnya berskala kecil tidak sehebat gempa bumi, tsunami maupun gunung meletus sehingga perhatian pada masalah ini umumnya tidak terlalu besar, begitupun dengan bahayanya kurang diperhatikan dalam perencanaan pembangunan Salah satu upaya untuk mengurangi dan mencegah terjadinya longsor adalah dengan mengetahui persebaran daerah rawan longsor yang ada disuatu wilayah 2 Meskipun demikian longsor merupakan bencana yang membahayakan kehidupan masyarakat. Salah satu upaya untuk mengurangi dan mencegah terjadinya longsor adalah dengan mengetahui persebaran daerah rawan longsor yang ada disuatu wilayah. Longsoran di sini juga mencakup tipe rayapan(creep), longsoran (landslide), nendatan (slump), dan jatuhan (rocks/soils fall). Berbagai tipe proses longsoran tersebut mempunyai karakteristik fisik lahan yang berbeda. Identifikasi potensi bahaya tanah longsor dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dapat dilakukan dengan cepat, mudah dan akurat. Bahaya tanah longsor dapat di identifikasi secara cepat melalui Sistem Informasi Geografis dengan menggunakan metode tumpang susun atau overlay terhadap parameter-parameter tanah longsor seperti: kemiringan lereng, tekstur tanah, permeabilitas tanah, tingkat pelapukan batuan, kedalaman efektif tanah, kerapatan torehan, kedalaman muka air tanah, dan curah hujan sedangkan faktor non alami meliputi: penggunaan lahan dan kerapatan vegetasi. Melalui Sistem Informasi Geografis diharapkan akan mempermudah penyajian informasi spasial khususnya yang terkait dengan penentuan tingkat bahaya tanah longsor serta dapat menganalisis dan memperoleh informasi baru dalam mengidentifikasi daerah-daerah yang menjadi sasaran tanah longsor. Bencana tanah longsor di Kota semarang sudah sering terjadi, bahkan dapat dikatakan rutin terjadi pada setiap musim penghujan. Daerah yang rawan longsor dapat diprediksi sepanjang jalur formasi Kalibeng yang labil. Penyebab terjadinya longsor bervariasi antara satu lokasi dengan lokasi lain, diantaranya adalah kerusakan Daerah aliran Sungai (DAS), perubahan penggunaan lahan, struktur geologi dan kemiringan lereng, sifat fisik tanah yang mudah tergelincir, 3 curah hujan yang tinggi, sistem drainase yang buruk dan sebagainya. Berdasarkan fenomena tersebut di atas maka banyak permasalahan yang muncul seperti bagaimana mereka para penduduk yang bertempat tinggal di daerah rawan longsor tersebut dalam menanggapi dan melakukan antisipasi dalam menghadapi ancaman bencana longsor.( Hariyanto dan Erni Suharini, 2009). Daerah Kecamatan Tembalang, Kota Semarang merupakan daerah yang memiliki lereng yang curam yaitu berada pada lereng dengan kemiringan antara 25 sampai dengan 40, curah hujan di daerah Tembalang mencapai 2000 mm/th (Kecamatan Tembalang Dalam Angka, 2014). Melihat latar belakang di atas, maka perlu adanya sebuah upaya identifikasi daerah yang berpotensi terjadi bahaya tanah longsor agar dapat meminimalisasi kerugian yang di timbulkannya, maka penulis mengambil judul: Aplikasi SIG Untuk Identifikasi Daerah Bahaya Longsor Di Kecamatan Tembalang Kota Semarang. 4 1.2 Rumusan Masalah Rumusan masalah berdasarkan latar belakang di atas adalah: 1. Bagaimanakah variasi tingkat bahaya longsor di daerah penelitian 2. Faktor apakah yang menyebabkan longsor di daerah penelitian 1.3 Tujuan Penelitian Berdasarkan pokok masalah yang di uraikan di atas, penelitian ini bertujuan untuk: 1. Mengetahui variasi tingkat rawan longsor di daerah penelitian. 2. Mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya longsor di daerah penelitian. 1.4 Manfaat Penelitian Manfaat yang di harapkan dari penelitian ini adalah 1. Memberikan gambaran tentang variasi tingkat rawan longsor pada masyarakat di Kecamatan Tembalang 2. Memberikan informasi tentang gambaran penyebab penyebab longsor berdasarkan kejadian longsor yang telah terjadi sehingga mampu menjadi rujukan dalam pencegahan dan mitigasi bencana tanah longsor. 3. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengarahan terhadap penduduk di daerah penelitian agar waspada terhadap bencana tanah longsor. 5 1.5 Penegasan Istilah Penegasan istilah diperlukan untuk membatasi ruang lingkup permasalahan yang diteliti sehingga jelas batas-batasnya. Adapun istilah yang perlu dijelaskan antara lain adalah: 1. SIG Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah sistem yang berbasiskan komputer yang digunakan untuk menyimpan dan memanipulasi informasi-informasi geografis. Sehingga Sistem Informasi Geografis merupakan sistem komputer yang memiliki empat kemampuan berikut dalam menangani data yang bereferensi geografi, a) masukan, b) manajemen data (penyimpanan dan pemanggilan data), c) analisis dan manipulasi data, dan d) keluaran (Aronoff, 1989 dalam Prahasta, 2001). 2. Identifikasi Menurut Koenjtaraningrat, identifikasi adalah suatu bentuk pengenalan terhadap suatu ciri-ciri fenomena sosial secara jelas dan terperinci (Koenjtaraningrat, 1987: 17). 3. Longsor Longsor adalah suatu proses perpindahan massa batuan/tanah, dengan arah miring dari kedudukan semula ( sehingga terpisah dari massa yang mantap ) karena pengaruh gravitasi, dengan jenis gerakan berbentuk rotasi dan translasi ( DPU, 1987 dalam Tjahjono, 2003:19 ) 6 BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Tanah Longsor Menurut Suripin, ( dalam Efendi, 2008: 5 ) tanah longsor merupakan bentuk erosi di mana pengangkutan atau gerakan masa tanah terjadi pada suatu saat dalam volume yang relatif besar. Peristiwa tanah longsor dikenal sebagai gerakan massa tanah, batuan atau kombinasinya, sering terjadi pada lereng-lereng alam atau buatan dan sebenarnya merupakan fenomena alam yaitu alam mencari keseimbangan baru akibat adanya gangguan atau faktor yang mempengaruhinya dan menyebabkan terjadinya pengurangan kuat geser serta peningkatan tegangan geser tanah. Kamus Wikipidea menambahkan bahwa tanah longsor merupakan suatu peristiwa geologi dimana terjadi pergerakan tanah seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah. Longsor lahan adalah gerak material pembentuk lereng yang diakibatkan oleh terjadinya kegagalan, geser, di satu atau lebih bidang longsor. Masa tanah yang bergerak bisa menyatu atau terpecah-pecah ( Varnes, 1958 dalam Hardiyatmo, 2006:19 ). Gerakan tanah (tanah longsor) adalah suatu produk dari proses gangguan keseimbangan lereng yang menyebabkan bergeraknya massa tanah dan batuan ke tempat yang lebih rendah. Gaya yang menahan massa tanah di sepanjang lereng tersebut dipengaruhi oleh sifat fisik tanah dan sudut dalam tahanan geser tanah yang bekerja di sepanjang lereng. 7 Perubahan gaya-gaya tersebut ditimbulkan oleh pengaruh perubahan alam maupun tindakan manusia. Perubahan kondisi alam dapat diakibatkan oleh gempa bumi, erosi, kelembaban lereng akibat penyerapan air hujan, dan perubahan aliran permukaan. Pengaruh manusia terhadap perubahan gaya-gaya antara lain adalah penambahan beban pada lereng dan tepi lereng, penggalian tanah di tepi lereng, dan penajaman sudut lereng. Tekanan jumlah penduduk yang banyak mengalihfungsikan tanah-tanah berlereng menjadi pemukiman atau lahan budidaya sangat berpengaruh terhadap peningkatan resiko longsor. Menurut Sitorus, ( dalam Efendi, 2008 ), longsor (landslide) merupakan suatu bentuk erosi yang pengangkutan atau pemindahan tanahnya terjadi pada suatu saat yang relatif pendek dalam volume (jumlah) yang sangat besar. Berbeda halnya dengan bentuk-bentuk erosi lainnya (erosi lembar, erosi alur, erosi parit) pada longsor pengangkutan tanah terjadi sekaligus dalam periode yang sangat pendek, sedangkan menurut Dwiyanto (2002), tanah longsor adalah suatu jenis gerakan tanah, umumnya gerakan tanah yang terjadi adalah longsor bahan rombakan (debris avalanches) dan nendatan (slumps/rotational slides). Gaya-gaya gravitasi dan rembesan (seepage) merupakan penyebab utama ketidakstabilan (instability) pada lereng alami maupun lereng yang dibentuk dengan cara penggalian atau penimbunan.tanah longsor merupakan contoh dari proses geologi yang disebut dengan mass wasting yang sering juga disebut gerakan massa (mass movement), merupakan perpindahan massa batuan, regolith, dan tanah dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah karena gaya gravitasi. 8 Setelah batuan lapuk, gaya gravitasi akan menarik material hasil pelapukan ke tempat yang lebih rendah. Meskipun gravitasi merupakan factor utama terjadinya gerakan massa, ada beberapa faktor lain yang juga berpengaruh terhadap terjadinya proses tersebut antara lain kemiringan lereng dan air. Apabila pori-pori sedimen terisi oleh air, gaya kohesi antar mineral akan semakin lemah, sehingga memungkinkan partikel-partikel tersebut dengan mudah untuk bergeser Tipe Longsor Menurut Naryant
Similar documents
View more...
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks