Analisis Strategi Peningkatan Daya Saing Sayuran Organik

Please download to get full document.

View again

of 13
17 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
Priastuti, Suroso, Najib Analisis Strategi Peningkatan Daya Saing Sayuran Organik 258 Analisis Strategi Peningkatan Daya Saing Sayuran Organik Dila Priastuti Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan
Document Share
Document Transcript
Priastuti, Suroso, Najib Analisis Strategi Peningkatan Daya Saing Sayuran Organik 258 Analisis Strategi Peningkatan Daya Saing Sayuran Organik Dila Priastuti Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor Kampus Darmaga Bogor Arif Imam Suroso Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor Kampus Darmaga Bogor Mukhamad Najib Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor Kampus Darmaga Bogor ABSTRACT The increasing of public awareness on healthy lifestyles currently influence Indonesian consumer`s trend to consume healthy food such as organic food. Public awareness about health will increase the demand for organic vegetables. This phenomenon push higher competition among producers of organic vegetables. The purposes of this research are : 1) analyze factors of condition affecting competitiveness of organic vegetable; 2) analyze strategy for enhancing competitiveness of organic vegetable; 3) analyze strategic priority to enhance competitiveness of organic vegetable. Primary data was collected by indept interview with respondents chosen by convineance sampling methods. Porter diamond and five forces models has been used to analyze external factors and factors of competitiveness of organic vegetables. Analytical Hierarchy Process (AHP) has been used to determine the best strategy. The highest of factor analysis are capital, natural and environmental resources, infrastructure and power supplier while the lowest value is the influence of a replacement product. Highest priority that can be chosen as an alternative strategy is building a positive image in the industry. Keywords: strategy analysis, competitivenes, organic vegetables. ABSTRAK Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat akhir-akhir ini, mempengaruhi kecenderungan konsumen Indonesia untuk mengkonsumsi makanan sehat seperti makanan organik. Kesadaran masyarakat tentang kesehatan akan meningkatkan permintaan untuk sayuran organik. Fenomena ini mendorong persaingan antara produsen sayuran organik yang semakin tinggi. Penelitian ini bertujuan: 1) Menganalisis faktor kondisi yang mempengaruhi daya saing sayuran organik; 2) Menganalisis strategi peningkatan daya saing sayuran organik; 3) Menganalisis prioritas strategi peningkatan daya saing sayuran organik. Data primer diperoleh wawancara dengan responden yang dipilih dengan menggunakan conveniance sampling. Model berlian Porter dan model lima kekuatan Porter digunakan untuk melihat faktor-faktor eksternal dan faktor kondisi daya saing dari sayuran organik. Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk menentukan strategi terbaik. Faktor tertinggi dari hasil analisa adalah sumberdaya modal, sumber daya alam dan lingkungan, infrastruktur 259 Priastuti, Suroso, Najib Analisis Strategi Peningkatan Daya Saing Sayuran Organik dan kekuatan pemasok, sedangkan nilai terendah adalah pengaruh produk pengganti. Prioritas tertinggi yang dapat dipilih sebagai strategi alternatif adalah membangun citra positif dalam industri. Kata kunci: analisis strategi, daya saing, sayuran organik. I. Pendahuluan Sektor pertanian adalah sektor dengan kekuatan yang besar di Indonesia. Indonesia sebagai negara agraris memiliki kondisi alam yang baik sehingga dapat menghasilkan produk-produk pertanian. Hal ini ditunjang pula dengan mata pencaharian penduduk yang sebagian besar adalah petani. Salah satu hasil pertanian yang potensial adalah sayuran. Jumlah sayuran yang dihasilkan cenderung meningkat tiap tahunnya (Gambar 1) Jumlah produksi Jumlah produksi (Ton) (sementara) Gambar 1. Jumlah produksi sayuran di Indonesia (BPS 2013) Pada era globalisasi ini, masyarakat mulai menyadari pentingnya kesehatan melalui pengkonsumsian makanan-makanan sehat yang diharapkan akan memberikan efek lebih baik untuk tubuhnya. Masyarakat mulai beralih mengkonsumsi bahan makanan sehat seperti lebih banyak mengkonsumsi buah dan sayuran. Setiap tahunnya, sayuran yang dikonsumsi semakin meningkat jumlahnya. Hal ini dapat dilihat dari rataan konsumsi sayuran oleh penduduk Indonesia yang tiap tahun semakin bertambah, seperti di muat pada Tabel 1. Tabel 1. Rataan konsumsi sayuran penduduk Indonesia Tahun Jumlah Rataan Konsumsi Kenaikan (Kg) (Kg/Kapita/Tahun) Sumber: Direktur Jenderal Holtikultura (2010) Saat ini sayuran telah dibudidayakan dalam bentuk sayuran organik. Peningkatan jumlah produksi sayuran organik di Indonesia sendiri terjadi akibat dari adanya peningkatan luas lahan sayuan organik. Pada Gambar 2 disajikan pertumbuhan luas lahan sayuran organik di Indonesia. Vol V, No 3, Desember 2014 Priastuti, Suroso, Najib Analisis Strategi Peningkatan Daya Saing Sayuran Organik 260 Gambar 2. Perkembangan luas area pertanian organik Indonesia (AOI 2011) Semakin luasnya lahan sayuran organik di Indonesia dari tahun 2007 sampai 2011 yang mengalami peningkatan luas lebih dari ha, mengidentifikasikan semakin banyaknya permintaan konsumen akan sayuran organik. Manfaat yang diberikan untuk tubuh akan lebih baik bila dibandingan sayuran yang di tanam dengan menggunakan pestisida, maka dari itu, ditunjang dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat dalam mengkonsumsi sayuran sehat serta kemudahan dan kegemaran masyarakat dalam mengkonsumsi sayuran organik ini, maka potensi yang dimiliki oleh Indonesia dalam memproduksi sayuran sayuran organik dan selalu meningkatnya permintaan pasar akan sayuran tersebut dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha yang bergerak di bidang agribisnis sayuran organik untuk memenuhi permintaan pasar serta mengembangkan usahanya. Meningkatnya pelaku usaha sayuran organik berarti meningkat pula persaingan dalam memenangkan pasar. Oleh karena itu diperlukan analisis untuk merumuskan strategi terbaik dan tepat untuk dapat meningkatkan keunggulan kompetitif tersebut. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah 1) Menganalisis faktor-faktor kondisi yang mempengaruhi daya saing sayuran organik; 2) Menganalisis strategi dalam meningkatkan daya saing sayuran organik; 3) Menganalisis prioritas strategi yang telah disusun untuk meningkatkan daya saing sayuran organik. II. Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan di Bogor, Jawa Barat. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja dengan pertimbangan bahwa Bogor merupakan salah satu daerah penghasil sayuran organik.waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juli Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui kuesioner dengan metode survei dan data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan dengan mempelajari dan menelaah berbagai literatur yang berhubungan dengan penelitian. Metode pengambilan contoh yang digunakan adalah wawancara khusus (Elite Interviewing). Sejumlah 5 responden digunakan dalam penelitian ini. Pemilihan responden difokuskan pada pakar atau ahli yang mengetahui tentang daya saing sayuran organik. Responden yang dipilih meliputi akademisi, produsen sayur organik, Pemerintah Daerah Bogor, Dinas Pertanian Bogor dan Kementerian Pertanian. Alur kerangka pemikiran dalam penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 3. 261 Priastuti, Suroso, Najib Analisis Strategi Peningkatan Daya Saing Sayuran Organik Analisis Lingkungan Porter s Five Forces Model Porter s Diamond Model Analisis Strategi Bersaing Analytical Hierarchy Process (AHP) Strategi Bersaing Terpilih Untuk Produsen Gambar 3. Kerangka pemikiran penelitian Gambar 3. Kerangka pemikiran penelitian Data diperoleh melalui kuesioner dan wawancara, setelah itu dilakukan analisis menggunakan Porter s diamond model dan Porter s five forces model untuk mengetahui faktor-faktor kondisi yang memengaruhi peningkatan daya saing sayuran organik. Tambunan (2013) mendefiniskan bahwa daya saing adalah kemampuan suatu komoditi untuk masuk ke dalam pasar dan kemampuan untuk bertahan dalam pasar tersebut. Secara konsep daya saing dibagi menjadi dua, yaitu keunggulan kompetitif (competitive advantage) dan keunggulan komparatif (comparative advantage) (Munandar 2011). Dalam Porter s Diamond Model, diidentifikasi empat faktor yang menentukan daya saing. Keempat faktor tersebut adalah faktor kondisi, kondisi permintaan, industri terkait dan industri pendukung, serta ketatnya persaingan. Peranan pemerintah dan peluang memiliki peranan yang penting dalam menentukan daya saing. Porter s Five forces Model, menurut identifikasi yang dilakukan oleh Poter (2007), sebuah perusahan bergantung kepada lima kekuatan yang akan menentukan keberlangsungan hidup. Selanjutnya digunakan Porter s Generic Strategic untuk menentukan strategi daya saing. Porter (2007) menjelaskan terdapat tiga pendekatan strategi generik yang secara potensial akan berhasil menggungguli perusahaan lama suatu industri, yaitu keunggulan dalam biaya menyeluruh, diferensiasi dan fokus. Tahap terakhir digunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan alternatif strategi yang akan dijalankan. Pemilihan atau penyusunan prioritas dilakukan dengan suatu prosedur logis. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan pada konsep Porter s dan terstruktur. Menurut Saaty (1991), beberapa prinsip dalam menyelesaikan AHP diantaranya identifikasi sistem, penyusunan struktur, membuat matriks perbandingan komparasi berpasangan, melakukan tahap perbandingan dan penilaian, semua data banding berpasang itu dan memasukkan nilai-nilai kebalikannya beserta bilangan 1 sepanjang diagonal utama, prioritas dicari dan konsistensi diuji, menggunakan komposisi secara hirarki (sintesis) untuk membobotkan vektor-vektor prioritas itu Vol V, No 3, Desember 2014 Priastuti, Suroso, Najib Analisis Strategi Peningkatan Daya Saing Sayuran Organik 262 dengan bobot kriteria-kriteria dan menjumlahkan semua nilai prioritas terbobot yang bersangkutan dengan nilai prioritas dari tingkat bawah berikutnya dan seterusnya. Hasilnya adalah vektor prioritas menyeluruh untuk tingkat hierarki paling bawah.jika hasilnya ada beberapa, maka diperbolehkan diambil nilai rataan aritmetiknya. Kerangka AHP dalam penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 4. Sasaran Strategi Daya Saing Sayuran Organik Faktor Price Product Place Promotion Aktor X1 X2 X3 Xn Tujuan Y1 Y2 Y3 Alternatif Strategi Strategi 1 Strategi 1 Strategi 1 Strategi 1 Gambar 4. Kerangka AHP III. Hasil dan Pembahasan III.1. Gambaran Umum Sayuran Organik Sayuran organik didefinisikan menurut (Afifi 2007) sebagai suatu sistem produksi pertanian yang menghindarkan atau mengesampingkan penggunaan senyawa sintetik baik pupuk, zat tumbuh, maupun pestisida. Pertanian organik berbeda dengan penanaman secara konvensional yang memberikan unsur hara secara cepat dan langsung dalam membentuk larutan sehingga segera diserap dengan takaran dan waktu pemberian yang disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Penanaman sayuran organik diharapkan dapat mencegah kemungkinan dampak negatif yang muncul akibat penggunaan bahan-bahan kimia pada penanaman sayuran konvensional. Sistem dari pertanian organik sendiri diharapkan dapat meminimalisasi pencemaran berbahaya untuk lingkungan maupun bagi tubuh III.2. Faktor-Faktor Kondisi yang Mempengaruhi Daya Saing Sayuran Organik dengan Menggunakan Porter s Diamond Model Analisis ini mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi daya saing pada sayuran organik. Untuk menganalisis faktor-faktor tersebut digunakan alat analisis berdasarkan Porter s Diamond Model yang meliputi faktor kondisi, faktor kondisi permintaan, faktor industri terkait dan industri pendukung, faktor persaingan industri, faktor peran pemerintah, serta faktor peran kesempatan. Alat analisis yang kedua 263 Priastuti, Suroso, Najib Analisis Strategi Peningkatan Daya Saing Sayuran Organik menggunakan Porter s Five Forces Model yang meliputi faktor persaingan antarperusahaan saingan, faktor potensi masuknya pesaing baru, faktor daya tawar pemasok, faktor yang dilihat dari daya tawar konsumen, serta faktor potensi pengembangan produk-produk pengganti. Dalam menentukan faktor yang memiliki pengaruh paling besar yang menggunakan lima responden pakar, digunakan skala 1-4 berdasarkan tingkat yang berpengaruh terhadap daya saing sayuran organik. Nilai 4 (sangat menentukan), nilai 3 (menentukan), nilai 2 (sedikit menentukan), nilai 1 (tidak menentukan). Tabel 2. Faktor yang berpengaruh terhadap daya saing sayuran organik berdasarkan Porter s Diamond Model NO Atribut Nilai Responden Rataan Nilai Faktor Kondisi 1 Sumber daya Manusia (SDM) Sumberdaya Modal Sumberdaya alam (SDA) dan lingkungan 4 Teknologi Infrastruktur Kondisi Permintaan 6 Jumlah pembeli dan tingkat pertumbuhan 7 Preferensi konsumen Industri terkait dan industri pendukung 8 Pemasok Retail sayuran organik Persaingan Industri 10 Tingkat persaingan retail sayuran organik 11 Strategi pesaing Peran pemerintah 12 Regulasi Peran kesempatan 13 Iklim Bisnis Hasil analisis dengan Porter s Diamond Model menunjukkan bahwa atribut sumber daya modal, SDA dan lingkungan serta infrastruktur memiliki nilai rata-rata tertinggi, artinya bahwa atribut tersebut memilki pengaruh paling besar diantara atribut lainnya. Sedangkan atribut yang dianggap kurang berpengaruh dalam peningkatan daya saing sayuran organik adalah preferensi konsumen, tingkat persaingan retail sayuran. Pada Gambar 5 dapat dilihat Analisis peningkatan daya saing sayuran organik dengan menggunakan Porter s Diamond Model. Vol V, No 3, Desember 2014 Priastuti, Suroso, Najib Analisis Strategi Peningkatan Daya Saing Sayuran Organik 264 Peran Kesempatan Iklim bisnis Persaingan Industri 1. Tingkat persaingan retail 2. Strategi pesaing Kondisi Faktor: 1. SDM 2. Modal 3. SDA dan Lingkungan 4. Teknologi 5. Infrastruktur Kondisi Permintaan Domestik: 1. Jumlah pembeli dan tingkat pertumbuhan 2. Preferensi Konsumen Industri Terkait dan Industri Pendukung 1. Pemasok 2. Retail sayuran Organik Peran Pemerintah: Regulasi Gambar 5. Analisis peningkatan daya saing sayuran organik dengan menggunakan Porter s Diamond Model (Adaptasi Model) Keterangan: Garis ( ) menunjukan keterkaitan antara komponen utama yang saling mendukung Garis ( ) menunjukan keterkaitan antara komponen penunjang yang mendukung komponen utama Dari Gambar 5 dapat dijelaskan bahwa pada usaha sayuran organik, terdapat empat faktor utama yang memengaruhi jalannya usaha ini yakni persaingan industri yang meliputi tingkat persaingan antar retail dan strategi yang digunakan, kondisi permintaan domestik seperti jumlah pembeli dengan preferensi konsumen akan produk sayuran organik yang dihasilkan, kondisi faktor diantaranya SDM, SDA, modal, teknologi, dan infrastruktur. Faktor utama yang terakhir adalah industri terkait dan industri pendukung yang meliputi retail dan pemasok. Selain itu terdapat dua faktor pendukung diluar dari empat faktor utama yang mempengaruhi daya saing sayuran organik, dimana kedua faktor tersebut berada diluar kendali pemilik usaha sayuran organik. Faktor tersebut adalah faktor kesempatan dan peran pemerintah berupa regulasi yang dikeluarkan untuk mengatur jalannya usaha ini. III.3.Faktor-Faktor Kondisi yang Mempengaruhi Daya Saing Sayuran Organik dengan Menggunakan Porter s Five Forces Model Hasil analisis dengan menggunakan Porter s Five Forces Model untuk mengetahui faktor-faktor kondisi yang memengaruhi peningkatan daya saing sayuran organik dapat dilihat pada Tabel 3. 265 Priastuti, Suroso, Najib Analisis Strategi Peningkatan Daya Saing Sayuran Organik Tabel 3. Faktor-Faktor yang berpengaruh terhadap daya saing sayuran organik berdasarkan Porter s Five Forces Model NO Atribut Nilai Responden Rataan Nilai Persaingan antar perusahaan saingan (New Entrants) 1 Pesaing Lama Keunggulan Pesaing Potensi masuknya pesaing baru (Competitor) 3 Munculnya Pesaing baru Dampak yang diberikan oleh pesaing baru Daya tawar pemasok (Bargaining Power of suppliers) 5 Kekuatan Pemasok Pengaruh pemasok terhadap usaha sayuran organik 7 Pemilihan Pemasok Sayuran organik Dilihat dari Daya tawar konsumen (Bargaining power of buyer) 8 Pengaruh Konsumen/Pembeli Potensi pengembangan produk-produk pengganti (Subtitute product) 9 Munculnya Produk subtitusi Pengaruh produk subtitusi Dari hasil analisis tersebut dapat diketahui bahwa atribut yang memiliki nilai tertinggi adalah kekuatan pemasok dengan nilai rataan Sementara atribut yang memiliki nilai paling rendah adalah pengaruh produk substitusi dengan nilai Kerangka model analisis peningkatan daya saing sayuran organik dengan menggunakan Porter s Five Forces Modeldapat dilihat pada Gambar 6. NEW ENTRANTS: 1. Pesaing 2. Keunggulan pesaing Bargaining Power of Suppliers: 1. Kekuatan pemasok 2. Pengaruh pemasok terhadap usaha 3. pemilihan pemasok sayuran organik Competitors: 1. Munculnya pesaing baru 2. Dampak pesaing baru Bargaining Power of Buyers: Pengaruh konsumen Subtitutes: 1. Munculnya produk subtitusi 2. Pengaruh produk subtitusi Gambar 6. Analisis peningkatan daya saing sayuran organik dengan menggunakan Porter s Five Forces Model Vol V, No 3, Desember 2014 Priastuti, Suroso, Najib Analisis Strategi Peningkatan Daya Saing Sayuran Organik 266 Dari Gambar 6 dapat dijelaskan bahwa competitor yang masuk akibat adanya pesaing dan dampak yang diberikan berada pada tingkat retail. Retail sayuran organik harus waspada akan munculnya pesaing-pesaing baru yang akan mempengaruhi usahanya. Oleh karena itu, untuk mendukung kekuatan suatu retail untuk bertahan dalam persaingan, dibutuhkan suatu kekuatan yang akan membantu retail dalam menghadapi persaingan pasar sayuran organik. Kekuatan tersebut diantaranya dengan pemilihan pemasok sayuran organik bermutu baik dan melihat pengaruh dari pemilihan pemasok tersebut terhadap usaha yang dijalankan. Pemilihan pemasok ini memiliki pertimbangan seperti adanya pengaruh yang yang diberikan oleh konsumen. Konsumen dapat memengaruhi retail dalam pemilihan pemasok seperti permintaan khusus konsumen mengenai mutu, harga, dan sayuran-sayuran organik jenis tertentu. Ancaman akan selalu ada dalam setiap usaha. Pada usaha ini, ancaman yang muncul berasal dari pesaing dan produk subtitusi sayuran organik. Pesaing pasti memiliki keunggulan-keunggulan yang dapat merebut pasar, oleh karena itu dibutuhkan suatu studi pasar untuk melihat keunggulan yang dimiliki pesaing yang nantinya akan digunakan dalam penentuan strategi apa yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan daya saing sayuran organik. Munculnya produk subtitusi dari sayuran organik perlu di waspadai agar sayuran organik tidak kalah bersaing dipasaran. III.4. Alternatif Strategi Untuk Meningkatkan Daya Saing Sayuran Organik Setelah mengetahui faktor-faktor kondisi yang mempengaruhi daya saing sayuran organik, selanjutnya dilakukan analisis untuk menetukan alternatif strategi Porter s Generic Strategies. Strategi generik menurut Porter dibagi menjadi 3, yaitu strategi keunggulan biaya menyeluruh, strategi diferensiasi dan strategi fokus. Setiap tujuan dibuat alternatif strateginya dan selanjutnya dilakukan analisis hirarki proses untuk menentukan prioritas strategi untuk diterapkan dalam menjalankan usaha sayuran organik. Terdapat 3 hal yang menjadi tujuan untuk meningkatkan daya saing, yaitu meningkatkan mutu hasil produksi, meningkatkan penjualan, dan memperluas pangsa pasar, yaitu: 1. Untuk meningkatkan mutu hasil produksi, digunakan strategi generik porter diferensiasi. Strategi yang dipilih adalah mengontrol mutu produk dan strategi fokus dengan melakukan pelatihan intensif bagi petani produksi. 2. Untuk meningkatkan penjualan, digunakan strategi fokus dengan alternatif strategi menghasilkan produk mutu tinggi dan membangun citra positif dalam industri. 3. Untuk memperluas pangsa, digunakan strategi fokus dengan alternatif strategi bermitra dengan pemasok sayuran organik. III.5. Alternatif Strategi yang Menjadi Prioritas dalam Meningkatkan Daya Saing Analisis selanjutnya meyusun hirarki dengan melihat sasaran, faktor-faktor, aktor, tujuan, dan strategi yang telah di analisis pada tahapan sebelumnya dengan menggunakan alat analisis berupa Porter s Diamond Model dan Porter s Five Forces
Similar documents
View more...
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks