ANALISIS STRATEGI PENINGKATAN DAYA SAING KOMODITAS KENTANG

Please download to get full document.

View again

of 10
10 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
ANALISIS STRATEGI PENINGKATAN DAYA SAING KOMODITAS KENTANG (Solanum tuberosum) DI DESA SEMBALUN KABUPATEN LOMBOK TIMUR NUSA TENGGARA BARAT Strategy Analysis for Increasing Competitiveness of Potato Commodity
Document Share
Document Transcript
ANALISIS STRATEGI PENINGKATAN DAYA SAING KOMODITAS KENTANG (Solanum tuberosum) DI DESA SEMBALUN KABUPATEN LOMBOK TIMUR NUSA TENGGARA BARAT Strategy Analysis for Increasing Competitiveness of Potato Commodity (Solanum tuberosum) in Sembalun Village Lombok East Regency West Nusa Tenggara Dwi Marianti 1, Arifuddin Sahidu 2, I Wayan Suadnya 2 1. Mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Mataram 2. Dosen Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Mataram Korespondensi_ Penelitian ini disponsori oleh PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR Tbk dalam rangka Program Indofood Riset Nugraha 2016/2017 ABSTRACT Potato is one of the commodities of superior commodity which is very commercial. In order to maintain it, it is demand to increase the competitiveness of potato commodity. The purpose of this research is to formulate and determine the right strategy to increase the competitiveness of potatos commodities (Atlantic variety and Granola varietiy) through AHP. This research uses descriptive method and the data collection techniques used are survey and interview. The analysis of data used are: descriptive analysis, SWOT analysis, and analytical hierarchy process (AHP). The results shows that there are five structural potato supply chains, internal factors and external factors have each eight criteria as alternative strategies and AHP shows that the strategies of internal factors that improve infrastructure to potato production, increase the availability of seed potatoes, expand information market, optimize the use of cultivation Sembalun potential area, enhance and utilize the experience cultivation of potato farmers, improve the quality of the potatoes, take advantage of the availability of labor in potatoes post-harvest processing, and reduce over-production and strategies of external factors employing the skills of potato farmers, follow the level competition, increase production opportunities in the dry season, reduce the level of extreme climate, take advantage of the government policy, increase production to meet consumer demand, reduce pests and diseases and reduce and minimize the occurrence of fluctuations in the potatoes price level. Keywords: competitiveness, Village Sembalun, potatoes. ABSTRAK Kentang merupakan salah satu komoditas pangan unggulan yang sangat komersial.untuk mempertahankannya maka dituntut adanya upaya peningkatan daya saing terhadap komoditi kentang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan teknik pengumpulan data adalah survei dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah: analisis deskriptif, SWOT, dan analisis hierarki proses (AHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima struktur rantai pasok komoditas kentang, faktor internal dan faktor eksternal memiliki masing-masing delapan kriteria sebagai alternatif strategi dan AHP menunjukkan bahwa strategi dari faktor internal yaitu meningkatkan sarana dan prasarana produksi kentang, meningkatkan ketersediaan bibit kentang, memperluas informasi pasar, mengoptimalkan penggunaan areal budidaya Sembalun yang potensial, meningkatkan dan memanfaatkan pengalaman budidaya petani kentang, meningkatkan kualitas kentang, memanfaatkan ketersediaan tenaga kerja dalam proses pasca panen kentang, dan mengurangi over produksi serta strategi dari faktor eksternal yaitu memanfaatkan ketrampilan petani kentang, mengikuti tingkat persaingan, meningkatkan peluang produksi pada musim kemarau, mengurangi tingkat iklim ektrim, memanfaatkan adanya kebijakan dari pemerintah, meningkatkan produksi untuk memenuhi permintaan konsumen, mengurangi hama dan penyakit serta mengurangi dan meminimalisir terjadinya tingkat fluktuasi harga kentang. Kata kunci: daya saing, Desa Sembalun, kentang. PENDAHULUAN Kentang merupakan salah satu komoditas pangan unggulan yang sangat komersial. Kentang termasuk komoditi pangan ekspor dan impor. Namun, sejak diberlakukannya secara penuh perjanjian ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA) pada tahun 2010, Indonesia dibanjiri produk-produk China tidak terkecuali produk-produk hortikultura. Pada produksi kentang di Indonesia masih menghadapi masalah dalam usaha tani, pengolahan, dan pemasaran hasil yang menyebabkan terjadinya inefesiensi pada komoditas ekspor seperti Kentang dan Cabai (Hadi dan Mardianto dalam Rahayu dan Lindawati, 2015). Kentang dan Cabai adalah komoditas sayuran dataran tinggi unggulan nasional dan daerah yang turut mengalami peningkatan impor. Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan daerah dengan potensi yang sangat besar sebagai salah satu sentra pengembangan produksi Kentang nasional. Penanaman Kentang paling besar di NTB diusahakan oleh petani di lereng Gunung Rinjani, yaitu di Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur, NTB. Sembalun merupakan satu-satunya daerah di Indonesia yang bebas dari Nematoda Sista Kuning (NSK) (Kumoro dalam Rahayu dan Lindawati, 2015). Luas lahan di Kecamatan Sembalun yang potensial untuk pengembangan tanaman hortikultura terutama Kentang dan sayuran lain seluas ha yang terdiri dari lahan kering seluas ha dan lahan sawah seluas ha (BPS Lombok Timur, 2011). Data Badan Pusat Statistik (2013) menunjukkan tren volume ekspor Kentang cenderung terus menurun sejak tahun 2009 sedangkan volume impor menunjukkan kenaikan yang cukup tinggi terutama dari tahun 2010 ke tahun 2011 sejak perjanjian ACFTA resmi diberlakukan. Hal ini menunjukkan bahwa komoditas Kentang lokal belum mampu bersaing dengan produk Kentang impor baik dari segi kualitas maupun harga. Peningkatan daya saing untuk komoditas kentang menjadi faktor kunci untuk mengembangkan usaha hortikultura Indonesia serta mengurangi dampak kerugian yang diakibatkan oleh perjanjian ACFTA maupun perdagangan bebas lainnya. Menurut Anantanyu (2011), upaya peningkatan daya saing petani perlu dilakukan dengan penguatan sistem kelembagaan terintegrasi. Pembangunan sistem kelembagaan terintegrasi dapat mengefisienkan rantai pasok yang akan mengurangi margin harga sehingga harga produk sayuran Indonesia bisa lebih murah dan berdaya saing. Selain itu, peningkatan daya saing dilakukan dengan menerapkan strategi yang tepat melalui analisis faktor internal dan eksternal pada usaha komoditas Kentang sebagai sayuran dataran tinggi unggulan sebagai pangan lokal di Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur NTB. Berdasarkan penjelasan di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah: 1) mengidentifikasi struktur rantai pasok komoditas kentang (varietas Atlantik dan vaerietas Granola) di Sembalun, 2) merancang strategi dalam upaya peningkatan daya saing komoditas kentang (varietas Atlantik dan vaerietas Granola) di Sembalun melalui analisis SWOT, dan 3) menentukan strategi yang tepat untuk meningkatkan daya saing komoditas kentang (varietas Atlantik dan vaerietas Granola) di Sembalun melalui AHP. METODE PENELITIAN Penelitian dilakukan pada bulan September 2016 Desember 2016 pada Kelompok Tani Horsela, Kelompok Tani Gumilang, dan Kelompok Tani Fajar Darma, Desa Sembalun Lawang, Kabupaten Lombok Timur, NTB. Data primer dalam penelitian ini diperoleh melalui metode survey dan wawancara, yaitu dengan pihak yang terlibat dalam rantai pasok kentang di Desa Sembalun Lawang yang terdiri dari 15 responden petani kentang, pedagang pengumpul, pedagang besar, dan pedagang kecil. adapun data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari berbagai literature, seperti buku, artikel ilmiah, penelitian terdahulu, internet, dan dokumendokumen pemerintah. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dan snowball sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif untuk mengindentifikasi rantai pasok komoditas kentang. Analisis selanjutnya digunakan SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan faktor ekternal komoditas kentang yang terdiri dari kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Selanjutnya, bobot prioritas dari setiap faktor yang ditemukan ditentukan dengan menggunakan analisis hierarki proses (AHP). HASIL DAN PEMBAHASAN Aktor dalam Struktur Rantai Pasok Komoditas Kentang (varietas Atlantik dan varietas Granola) Adapun aktor atau orang-orag yang terlibat dalam rantai pasok pemasaran komoditas kentang (Solanum tuberosum) varietas Atlantik dan varietas Granola, antara lain: Petani Kentang, Kelompok Tani Kentang, Pedagang Pengumpul, Pedagang Luar Daerah Sentra Produksi, Pedagang Besar, Pedagang Kecil, PT. Indofood Sukses Makmur Tbk (pihak mitra), dan Konsumen. Rantai Pasok Kentang (varietas Atlantik dan varietas Granola) Rantai pasok menjadi kebutuhan utama dalam peningkatan daya saing komoditas kentang. struktur rantai pasok bersifat dinamis dan menjelaskan mengenai pihak yang terlibat dan perannya serta aliran informasi, produk, dan uang yang terdapat di dalamnya (Astuti dkk, 2010). Rantai pasok sayuran dataran tinggi menyebutkan bahwa sayuran dataran tinggi di Indonesia memiliki karakteristik rantai yang berbedabeda. Perbedaan utama sistem distribusi sayuran terdapat pada jenis sayuran dan kualitas yang dihasilkan. Perbedaan kualitas disebabkan oleh penggunaan bibit yang tidak terstandarisasi oleh petani. Untuk meningkatan kualitas kentang, maka petani diharapkan dapat menggunakan bibit yang terstandar (Kusmawardhani dkk, 2015). Hasil identifikasi terhadap struktur rantai pasok komoditas kentang pada sentra produksi di Desa Sembalun Lawang Kabupaten Lombok Timur NTB terdapat dua pola kegiatan dagang yaitu pola dagang umum dan pola kemitraan (contract farming) dengan PT. Indofood. Dalam penelitian ini, terdapat dua struktur yang teridentifikasi yaitu struktur rantai pasok untuk bibit Kentang dan struktur rantai pasok komoditas Kentang. Kedua struktur rantai pasok dapat dilihat pada Gambar 4.1 dan Gambar Struktur Rantai Pasok Bibit Kentang Varietas Granola JAWA BARAT, JAWA TIMUR RETAILER (PENYALUR) PETANI KENTANG SEMBALUN 2. Struktur Rantai Pasok Bibit Kentang Varietas Atlantik SKOTLANDIA, AUSTRALIA PT. INDOFOOD KELOMPOK TANI PETANI (ANGGOTA KELOMPOK) Gambar 4.1. Struktur Rantai Pasok Bibit Kentang Varietas Granola dan Varietas Atlantik Keterangan: Aliran Penawaran Aliran Permintaan Berdasarkan Gambar 4.1. menunjukkan bahwa ada dua struktur rantai pasok bibit kentang dari kedua varietas. Untuk mendapatkan bibit kentang varietas Granola maka saluran yang harus dilewati yaitu dari penangkar bibit di Jawa Barat dan Jawa Timur lalu menuju Retailer (penyalur) di Kota Mataram dan terakhir baru akan menuju petani kentang. Ada tiga jenis bibit kentang varietas Granola yang dibudidayakan oleh petani kentang Sembalun yaitu jenis bibit Granola (G3) dengan harga Rp /kg, jenis bibit Granola (G4) dengan harga Rp /kg, dan jenis bibit Granola (G5) dengan harga Rp /kg. Dari ketiga jenis bibit kentang Granola tersebut, salah satunya dapat dikembangkan kembali menjadi bibit pada musim tanam berikutnya yaitu jenis bibit Granola (G3) dan jenis bibit Granola (G4) merupakan jenis bibit kentang Granola yang paling bagus dari ketiga jenis bibit kentang Granola yang dikembangkan. Alur pendistribusian kentang varietas Atlantik untuk bisa sampai kepada petani kentang maka petani harus melakukan permintaan jumlah kentang yang akan ditanam terlebih dahulu melalui kelompok tani. Dari kelompok tani, informasi mengenai jumlah permintaan akan disalurkan ke PT. Indofood dan PT. Indofood akan mengirimkan jumlah permintaan bibit ke Luar Negeri sebagai penangkar bibit yaitu Skotlandia dan Australia. PEDAGANG PENGUMPUL 1 PASAR INDUK PEDAGANG PENGUMPUL 2 PASAR LUAR DAERAH SENTRA PRODUKSI PETANI PEDAGANG PENGUMPUL 3 PASAR LOKAL KELOMPOK TANI 4 INDUSTRI PENGOLAHAN (PABRIK) PEDAGANG KECIL 5 WISATAWAN (ASING DAN LOKAL) Gambar 4.2 Struktur Rantai Pasok Komoditas Kentang (Solanum tuberosum) Sembalun Lawang Kabupaten Lombok Timur NTB Keterangan: Aliran barang Aliran uang Berdasarkan Gambar 4.2 menunjukkan pola dagang umum yang ditunjukkan oleh struktur rantai pasok 1, 2, dan 3 yang merupakan struktur rantai pasok pada jenis kentang Granola. Sedangkan pada struktur rantai pasok 4 merupakan pola kemitraan (contract farming) dengan PT. Indofood serta struktur rantai pasok 5 merupakan rantai pasok komoditas Atlantik. aliran saluran distribusi komoditas kentang diatas dibagi menjadi beberapa struktur rantai, sebagai berikut: 1. Petani Pedagang Pengumpul Pasar Induk Petani menjual kentang hasil panen kepada Pedagang Pengumpul yang langsung dikemas dalam karung tanpa dilakukan sortir terlebih dahulu. Kentang-kentang ini dijual dengan harga yang diterima oleh petani sebesar Rp /kg. Setelah itu, kentang akan didistribusikan ke pasar induk di luar Kabupaten Lombok Timur yaitu ke Mataram dengan Pasar Induk Bertais dan Pasar Induk Kebon Roek Ampenan. Pedagang di masing-masing pasar induk langsung mengambil barang (kentang) dari distributor yang sebelumnya telah ada permintaan dari pedagang di masing-masing pasar induk. Pedagang pada pasar induk akan menjual langsung barang (kentang) kepada konsumen dengan harga sebesar Rp /kg. 2. Petani Pedagang Pengumpul Pasar Luar Daerah Sentra Produksi Kentang-kentang yang diproduksi oleh petani Sembalun Lawang dijual dan dibeli langsung di tempat oleh pedagang pengumpul dengan harga sebesar Rp /kg. Kentang-kentang ini akan didistribusikan langsung ke pasar luar daerah sentra produksi yaitu Sumbawa dan Bima. Dimana distributor penyalur ke luar daerah berada di Anjani sehingga kentangkentang yang didatangkan dari Sembalun dipasok terlebih dahulu di Anjani hingga muatan sesuai dengan permintaan dari luar daerah dan langsung dibawa oleh distributor penyalur luar daerah ke luar pulau Lombok. Untuk harga yang diberikan kepada distributor/pedagang besar luar daerah yaitu pedagang pengumpul dari Sembalun hanya mematok untung sebesar Rp. 2000/kg kentang. 3. Petani Pedagang Pengumpul Pasar Lokal Pada aliran rantai pasok ini, petani menjual kentang kepada pedagang pengumpul dengan harga Rp /kg. Dalam hal ini, pedagang pengumpul langsung mendistribusikan kentang ke pasar lokal yang ada di Kabupaten Lombok Timur yaitu Masbagik dan Paok Motong. Sama halnya dengan struktur rantai pasok pertama dimana pedagang di pasar lokal telah mengirim jumlah permintaan kentang kepada pedagang pengumpul sehingga pedagang pasar lokal yang merupakan pedagang kecil tinggal menunggu distributor yang mengantar barang (kentang) dan akan langsung dijual kepada konsumen dengan harga sebesar Rp /kg kentang. 4. Petani Kelompok Tani Industri Pengolahan (Pabrik) Rantai pasok yang keempat ini merupakan pola contract farming yaitu bentuk kemitraan antara kelompok tani kentang Sembalun antara lain Kelompok Tani Horsela, Kelompok Tani Gumilang, dan Kelompok Tani Fajar Darma dengan PT. Indofood. Dalam hal ini PT. Indofood berkewajiban menyediakan bibit kentang varietas Atlantik untuk dibudidayakan oleh petani yang tergabung dalam kelompok tani kentang Sembalun dan setelah panen hasil produksi kentang oleh petani langsung dijual ke perusahaan atau pabrik olahan PT. Indofood yang berlokasi di Semarang dan Tangerang. Alur pendistribusian kentang ke pabrik olahan yaitu petani memanen hasil kentangnya masing-masing dan diberikan kepada kelompok. Kelompok inilah yang akan mendistribusikan langsung kentang ke pabrik olahan. Sebelumnya, kentang disortir terlebih dahulu sesuai dengan permintaan perusahaan yang dilihat dari segi kualitas dan ukuran serta rasa yang dapat ditentukan oleh petani secara kasat mata dengan melihat ukuran dan warna kentang. Setelah itu, dikemas dalam karung dan dimasukkan ke gudang kentang selama 1-2 hari sebelum proses pengiriman. Harga yang diterima dibobot petani sebesar Rp /kg dan kelompok sebesar Rp /kg karena adanya penambahan biaya transportasi. Pembayaran akan dilakukan oleh pihak perusahaan seminggu setelah barang (kentang) sampai di perusahaan. 5. Petani Pedagang Kecil Wisatawan Dalam struktur rantai pasok yang terakhir ini, petani kentang tidak lagi menjual kentangnya kepada pedagang pengumpul melainkan dijual langsung ke pedagang kecil sekitar daerah Sembalun. Kentang yang dijual oleh petani ini adaah jenis Kentang Atlantik yang merupakan kentang yang bisa diolah menjadi produk camilan seperti keripik kentang, donat kentang, dan kentang goreng. Harga yang diterima oleh petani dari pedagang kecil yaitu sebesar Rp /kg. kentang ini langsung dikemas oleh pedagang kecil kedalam plastik dengan berat 1 kg/plastik dengan harga jual sebesar Rp Rp /kg. Analisis Faktor Internal dan Faktor Eksternal Komoditas Kentang (varietas Atlantik dan varietas Granola) Analisis SWOT merupakan salah satu alat formulasi pengambilan keputusan untuk menentukan strategi yang ditempuh berdasarkan kepada logika untuk memaksimalkan kekuatan dan peluang, namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan dan ancaman (Ikhsan dan Aid, 2011). Hasil identifikasi faktor internal dan faktor eksternal menggunakan analisis SWOT yang akan diterapkan sebagai kriteria pengambilan keputusan sesuai dengan model dari Rangkuti (2013), sebagai berikut: Faktor Kriteria Keterangan 1. Areal budidaya yang potensial (ABP) 2. Kualitas komoditas Kentang (QKK) 3. Ketersediaan tenaga kerja (KTK) 4. Pengalaman budidaya (PGLM) Kekuatan (Strength) Internal 5. Keterbatasan bibit (BBT) Kelemahan 6. Informasi pasar (IFPS) (Weakness) 7. Over produksi (ORP) 8. Terbatasnya sarana dan prasarana (SRPR) 1. Kebijakan pemerintah (KPK) 2. Petani terampil (PTT) 3. Perbedaan musim tanam dengan jawa (PMTJ) Eksternal 4. Tingginya permintaan kentang (TPRK) 5. Hama dan penyakit (HMP) 6. Meningkatnya persaingan (PRSG) 7. Fluktuasi harga kentang (FHRK) 8. Iklim ekstrim (IEK) Sumber: Data Primer Diolah Tahun 2016 Peluang (Opportunity) Ancaman (Threat) S W O T Strategi Peningkatan Daya Saing Komoditas Kentang dari Faktor Internal dan Ekternal Keempat kelompok strategi dari analisis SWOT tersebut akan menjadi acuan dalam perumusan indicator kinerja utama yang merupakan suatu ukuran atau indicator yang akan memberikan informasi sejauh mana keberhasilan pencapaian kinerja terhadap sasaran strategis yang telah ditetapkan suatu organisasi atau perusahaan dalam mencapai tujuannya (Moeheriono, 2012). Dalam hal ini, kriteria dari identifikasi SWOT akan dirumuskan dalam analisis hierarcy proses (AHP) yang akan memberikan informasi mengenai strategi yang tepat dalam meningkatkan daya saing komoditas kentang di Desa Sembalun. Hasil dari program AHP menunjukkan bahwa dari faktor internal dan faktor ekternal yang dapat diterapkan sebagai strategi untuk meningkatkan daya saing komoditas kentang seperti pada gambar 4.3. dan Gambar 4.4. AHP PRIORITY FAKTOR-FAKTOR INTERNAL KRITERIA 8.20% 7.90% 22.80% 5.60% 13.60% 11.00% 16.40% 14.50% A B P Q K K K T K P G L M B B T I F P S O R P S R P R Sumber: Data Primer Diolah Tahun 2016 Gambar 4.3. Hasil AHP Faktor Internal Komoditas Kentang di Desa Sembalun Tahun 2016 AHP PRIORITY FAKTOR-FAKTOR EKSTERNAL 23.10% KRITERIA 9.30% 9.00% 8.70% 6.30% 10.40% 16.30% 17.00% K P K P T T P M T J T P R K H M P P R S G F H R K I E K Sumber: Data Primer Diolah Tahun 2016 Gambar 4.4. Hasil AHP Faktor Eksternal Komoditas Kentang di Desa Sembalun Tahun 2016 Gambar 4.3. dalam bentuk diagram batang menunjukkan bahwa strategi yang tepat untuk meningkatkan daya saing komoditas kentang dari faktor internal, dapat ditingkatkan dari aspek kekuatan dan meminimalisir aspek kelemahan yaitu meningkatkan peran sarana dan prasarana untuk budidaya kentang dan pembibitan bibit kentang, meningkatkan ketersediaan bibit melalui pengembangan Sembalun sebagai sentra pembibitan kentang nasional, mengembangkan areal budidaya yang potensial di Sembalun, meningkatkan akses informasi pasar, meningkatkan pengalaman budidaya serta pengembangannya, meningkatkan ketrampilan tenaga kerja yang tersedia, meningkatkan kualitas kentang dari bibit yang berstandarisasi dan bersertifikat, serta mengurangi over produksi dengan mengembangkan pengolahan hasil dari kentang. Kedelapan prioritas mendukung dan akan merealisasikan terjadinya peningkatan daya saing komoditas kentang Sembalun. Dalam hal ini, sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh petani kentang
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks