ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PADA BANK SYARIAH DAN BANK KONVENSIONAL (Studi Kasus pada PT. Bank Syariah Mandiri dan PT.

Please download to get full document.

View again

of 14
75 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PADA BANK SYARIAH DAN BANK KONVENSIONAL (Studi Kasus pada PT. Bank Syariah Mandiri dan PT. Bank Mandiri) HALAMAN JUDUL Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan
Document Share
Document Transcript
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PADA BANK SYARIAH DAN BANK KONVENSIONAL (Studi Kasus pada PT. Bank Syariah Mandiri dan PT. Bank Mandiri) HALAMAN JUDUL Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata I Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Oleh: VYNNA ARDYANA B PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2017 i ii iii ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PADA BANK SYARIAH DAN BANK KONVENSIONAL (Studi Kasus pada PT. Bank Syariah Mandiri dan PT. Bank Mandiri) ABSTRAKSI Penelitian ini betujuan untuk melakukan perbandingan kinerja keuangan Bank Umum Syariah dengan Bank Umum Konvensional di Indonesia pada periode dengan menggunakan rasio keuangan. Rasio keuangan yang digunakan terdiri dari CAR,LDR, ROA,ROE, dan BOPO. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari Laporan Keuangan Publikasi Bank Umum tahun 2006 hingga 2010 yang diterbitkan oleh masing-masing Bank yang bersangkutan. Setelah melewati tahap purposive sample, maka sampel yang layak digunakan sebanyak 2 sampel, 1 Bank Umum Syariah (Bank Syariah Mandiri), dan 1 Bank Umum Konvensional (Bank Mandiri). Teknik analisis yang digunakan untuk melihat perbandingan kinerja keuangan Bank Umum Syariah dengan Bank Umum Konvensional adalah metode Independent sample t-test. Analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan untuk masing-masing rasio keuangan antara Bank Umum Syariah dengan Bank Umum Konvensional di Indonesia. Bank Umum Syariah lebih baik kinerjanya dari segi rasio LDR dan ROE, sedangkan Bank Umum Konvensional lebih baik kinerjanya dari segi rasio CAR, ROA, dan BOPO. Kata Kunci : Kinerja Keuangan, CAR (Capital Adequecy Ratio), LDR (Loan to Deposit Ratio), ROA (Return On Assets), ROE (Return On Equity), BOPO (Biaya Operasional dan Pendapatan Operasional). ABSTRACT This study aims to compare the financial performance of Sharia Commercial Banks with Conventional Commercial Banks in Indonesia in the period using financial ratios. The financial ratios used consist of CAR, LDR, ROA, ROE, and BOPO. The data used in this research is obtained from Commercial Bank Publication Report 2006 to 2010 issued by each Bank concerned. After passing through the purposive sample stage, the sample is worthy of 2 samples, 1 Syariah Bank (Bank Syariah Mandiri) and 1 Conventional Commercial Bank (Bank Mandiri). The analytical technique used to compare the financial performance of Sharia Commercial Banks with Conventional Commercial Banks is the method of Independent sample t-test. The analysis shows that there is a significant difference for each financial ratio between Sharia Commercial Bank and Conventional Commercial Bank in Indonesia. Sharia Commercial Banks perform better in terms of LDR and ROE 1 ratios, while Conventional Commercial Banks perform better in terms of CAR, ROA, and BOPO ratios. Keywords: Financial Performance, CAR (Capital Adequecy Ratio), LDR (Loan to Deposit Ratio), ROA (Return On Assets), ROE (Return On Equity), BOPO (Operational Cost and Operating Income). 1. PENDAHULUAN Bank merupakan salah satu lembaga keuangan yang mempunyai peranan penting di dalam perekonomian suatu negara sebagai lembaga perantara keuangan. Bank dalam Pasal 1 ayat (2) UU No. 10 Tahun 1998 tentang perubahan UU No. 7 Tahun 1992 tentang perbankan adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentukbentuk lain dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Jenis bank di Indonesia dibedakan menjadi dua jenis bank, yang dibedakan berdasarkan pembayaran bunga atau bagi hasil usaha: (1) Bank yang melakukan usaha secara konvensional, dan (2) Bank yang melakukan usaha secara syariah. Bank konvensional dan bank syariah dalam beberapa hal memiliki persamaan, terutama dalam sisi teknis penerimaan uang, mekanisme transfer, teknologi komputer yang digunakan, syarat-syarat umum memperoleh pembiayaan seperti KTP, NPWP, proposal, laporan keuangan, dan sebagainya. Perbedaan mendasar diantara keduanya yaitu menyangkut aspek legal, stuktur organisasi, usaha yang dibiayai dan lingkungan kerja. Persamaaan kedua sistem perbankan tersebut terletak pada teknis penerimaan uang, mekanisme transfer, teknologi komputer, syarat-syarat umum untuk memperoleh kredit, misalnya KTP, NPWP, proposal, laporan keuangan dan lainnya (Umar Hamdan dan Andi Wijaya: 2005). Bank syari ah lahir sebagai salah satu solusi alternatif terhadap persoalan pertentangan antara bunga bank dengan riba. Bank syari ah yang memiliki filosofi utama kemitraan dan kebersamaan (sharing) dalam profit dan risk diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat terhadap layanan jasa perbankan yang sesuai dengan prinsip syari ah. Bagi perbankan 2 konvensional, selisih antara besarnya bunga yang dikenakan kepada para peminjam dana dengan imbalan bunga yang diberikan kepada nasabah penyimpan merupakan sumber keuntungan terbesar. Hal inilah yang menjadi perbedaan pokok antara perbankan syari ah dengan perbankan konvensional, yakni adanya larangan pengambilan bunga. Keberadaan bank-bank syari ah, baik yang beroperasi secara stand-alone maupun sebagai unit-unit operasional dari bank-bank konvensional.(nisviati dan Wibowo 2013). Periode 1992 sampai 1998, hanya terdapat satu Bank Umum Syariah dan 78 Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) yang telah beroperasi. Tahun 1998 muncul UU No. 10 tahun 1998 tentang perubahan UU No 7 Tahun 1992 tentang perbankan. Perubahan UU tersebut menimbulkan beberapa perubahan yang memberikan peluang yang lebih besar bagi pengembangan bank syariah. Undang-undang tesebut telah mengatur secara rinci landasan hukum serta jenis-jenis usaha yang dapat dioperasikan dan diimplementasikan oleh bank syariah. Undang-undang tersebut juga memberikan arahan bagi bank-bank konvensional untuk membuka cabang syariah atau bahkan mengkonversi diri secara total menjadi bank syariah. Kinerja keuangan yang baik dalam hal ini juga akan menjadi keuntungan tersendiri bagi citra perusahaan. Untuk memaksimalkan keuntungan salah satunya dengan lebih meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. Dengan kinerja keuangan yang baik akan cepat mengundang para pemodal-pemodal untuk membiayai atau menginvestasikan kekayaannya pada perusahaan tersebut. Pemenuhan standar-standar kinerja berdasarkan rasio yang ditetapkan oleh Bank Indonesia selaku bank sentral juga menjadi hal penting yang harus dipenuhi mau tidak mau oleh bank demi mendapat kepercayaan tinggi dari nasabah serta bisa dinyatakan apakah bank tersebut sehat atau malah harus dilikuidasi oleh Bank Sentral. Rasio-rasio seperti CAR, LDR, ROA, ROE dan Total Aset merupakan variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini untuk melihat sekaligus menganalisis posisi kinerja keuangan perbankan Syariah dan Konvensional di Indonesia dalam trend 6 tahun terakhir tanpa harus membandingkan dan menjustifikasi mana 3 bank yang lebih baik dikarenakan secara prinsip dan operasional kedua jenis bank tersebut berbeda (Eko Rizki dkk 2014). Berdasarkan latar belakang diatas peneliti merasa untuk mengetahui lebih lanjut tentang masalah tersebut,sehingga peneliti akan melakukan penelitian dengan judul ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PADA BANK SYARIAH DAN BANK KONVENSIONAL (Studi Kasus pada PT Bank Syariah Mandiri dan PT Mandiri) 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan data sekunder sebagai alat pengumpulan datanya. Data dalam penelitian ini berasal dari studi pustaka literatul dan bahan pustaka lain seperti artikel, jurnal, buku dan penelitian terdahulu. Studi dokumentasi berupa laporan keuangan triwulan masing-masing Bank yang diperoleh dari website masing-masing Bank selama periode tahun Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan konvensional dan syariah yang go public. Sampel dalam penelitian ini Bank Mandiri Syariah dan Bank Konvensional Mandiri. Metode Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Normalitas dan Uji beda dua rata-rata (Independent sampel T-Test). 3. HASILDAN PEMBAHASAN Tabel 1.Hasil Pengujian Normalitas Kinerja Keuangan Kolmogorov- p Keterangan Smirnov Z Capital Adequacy Ratio 0,656 0,783 Normal Loan to Deposit Ratio 0,612 0,847 Normal Return on Assets 0,960 0,316 Normal Return on Equity 1,257 0,085 Normal Biaya dan Pendapatan Operasional 0,738 0,648 Normal Sumber: data sekunder diolah, 2017 Berdasarkan hasil pengujian normalitas diketahui bahwa pada rasio capital adequacy ratio diperoleh nilai K-S sebesar 0,656 dan p= 0,783. Pengujian normalitas dalam penelitian ini menggunakan standar signifikansi ( ) = 5%, sehingga dengan hasil perhitungan menunjukkan 4 nilai p 0,05, maka data capital adequacy ratio pada Bank Syariah Mandiri dan Bank Mandiri berdistribusi secara normal. Hasil pengujian normalitas diketahui bahwa pada rasio loan to deposit ratio diperoleh nilai K-S sebesar 0,612 dan p= 0,847. Pengujian normalitas dalam penelitian ini menggunakan standar signifikansi ( ) = 5%, sehingga dengan hasil perhitungan menunjukkan nilai p 0,05, maka data loan to deposit ratio pada Bank Syariah Mandiri dan Bank Mandiri berdistribusi secara normal. Hasil pengujian normalitas diketahui bahwa pada rasio return on assets diperoleh nilai K-S sebesar 0,960 dan p= 0,316. Pengujian normalitas dalam penelitian ini menggunakan standar signifikansi ( ) = 5%, sehingga dengan hasil perhitungan menunjukkan nilai p 0,05, maka data return on assets pada Bank Syariah Mandiri dan Bank Mandiri berdistribusi secara normal. Hasil pengujian normalitas diketahui bahwa pada rasio return on equity diperoleh nilai K-S sebesar 1,257 dan p= 0,085. Pengujian normalitas dalam penelitian ini menggunakan standar signifikansi ( ) = 5%, sehingga dengan hasil perhitungan menunjukkan nilai p 0,05, maka data return on equity pada Bank Syariah Mandiri dan Bank Mandiri berdistribusi secara normal. Hasil pengujian normalitas diketahui bahwa pada rasio BOPO diperoleh nilai K-S sebesar 0,738 dan p= 0,648. Pengujian normalitas dalam penelitian ini menggunakan standar signifikansi ( ) = 5%, sehingga dengan hasil perhitungan menunjukkan nilai p 0,05, maka data BOPO pada Bank Syariah Mandiri dan Bank Mandiri berdistribusi secara normal. 3.1 Perbedaan kinerja keuangan PT. Bank syariah Mandiri dan PT. Bank Mandiri berdasarkan Capital Adequacy Ratio (CAR). 5 Tabel 2. Perbedaan Kinera Keuangan PT. Bank Syariah Mandiri dan PT. Bank Mandiri berdasarkan Capital Adequacy Ratio Bank Rata-rata t hitung p Keterangan BSM 13,80 BM 17,75-5,906 0,000 H 1 diterima Sumber: data sekunder diolah, 2017 Hasil perhitungan tentang perbedaan kinera keuangan PT. Bank Syariah Mandiri dan PT. Bank Mandiri berdasarkan capital adequacy ratio diketahui bahwa rata-rata nilai CAR untuk Bank Syariah Mandiri tahun adalah 13,80; adapun rata-rata nilai CAR Bank Mandiri tahun adalah 17,75. Hasil ini menunjukkan bahwa Bank Mandiri mempunyai nilai kecukupan modal yang lebih baik jika dibandingkan dengan Bank Syariah Mandiri, sehingga Bank Mandiri mempunyai kemampuan untuk menjamin resiko kerugian yang lebih baik jika dibandingkan dengan Bank Syariah Mandiri. Berdasarkan hasil uji beda dengan menggunakan independen sample t test diperoleh nilai t htung sebesar -5,906 dengan p= 0,000. Hasil perhitungan di atas menunjukkan bahwa p 0,05, maka H 1 diterima, artinya terdapat perbedaan yang signifikan kinerja keuangan PT. Bank Syariah Mandiri dan PT. Bank Mandiri berdasarkan capital adequacy ratio. 3.2 Perbedaan kinerja keuangan PT. Bank syariah Mandiri dan PT. Bank Mandiri berdasarkan Loan to Deposit Ratio (LDR). Tabel 3. Perbedaan Kinera Keuangan PT. Bank Syariah Mandiri dan PT. Bank Mandiri berdasarkan Loan to Deposit Ratio Bank Rata-rata t hitung p Keterangan BSM 85,84 BM 48,09 0,658 0,516 H 2 ditolak Sumber: data sekunder diolah, 2017 Hasil perhitungan tentang perbedaan kinera keuangan PT. Bank Syariah Mandiri dan PT. Bank Mandiri berdasarkan loan to deposit ratio diketahui bahwa rata-rata nilai LDR untuk Bank Syariah Mandiri tahun adalah 85,84; adapun rata-rata nilai LDR Bank Mandiri tahun adalah 84,90. Hasil ini menunjukkan bahwa Bank Syariah 6 Mandiri mempunyai nilai kemampuan yang lebih baik dalam membayar kembali kewajiban kepada para nasabah yang telah menanamkan dana dengan kredit-kredit yang telah diberikan kepada para debiturnya dibandingkan Bank Mandiri. Berdasarkan hasil uji beda dengan menggunakan independen sample t test diperoleh nilai t htung sebesar 0,658 dengan p= 0,516. Hasil perhitungan di atas menunjukkan bahwa p 0,05, maka H 2 ditolak, artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan kinerja keuangan PT. Bank Syariah Mandiri dan PT. Bank Mandiri berdasarkan loan to deposit ratio. 3.3 Perbedaan kinerja keuangan PT. Bank syariah Mandiri dan PT. Bank Mandiri berdasarkan Return on Assets (ROA). Tabel 4. Perbedaan Kinera Keuangan PT. Bank Syariah Mandiri dan PT. Bank Mandiri berdasarkan Return on Assets Bank Rata-rata t hitung p Keterangan BSM 0,94-8,704 0,000 H 3 diterima BM 3,25 Sumber: data sekunder diolah, 2017 Hasil perhitungan tentang perbedaan kinera keuangan PT. Bank Syariah Mandiri dan PT. Bank Mandiri berdasarkan return on assets diketahui bahwa rata-rata nilai ROA untuk Bank Syariah Mandiri tahun adalah 9,94; adapun rata-rata nilai ROA Bank Mandiri tahun adalah 3,25. Hasil ini menunjukkan bahwa Bank Mandiri mempunyai kemampuan yang lebih baik dalam menghasilkan keuntungan dibandingkan Bank Syariah Mandiri. Berdasarkan hasil uji beda dengan menggunakan independen sample t test diperoleh nilai t htung sebesar -8,704 dengan p= 0,000. Hasil perhitungan di atas menunjukkan bahwa p 0,05, maka H 3 diterima, artinya terdapat perbedaan yang signifikan kinerja keuangan PT. Bank Syariah Mandiri dan PT. Bank Mandiri berdasarkan return on assets. 7 3.4 Perbedaan kinerja keuangan PT. Bank syariah Mandiri dan PT. Bank Mandiri berdasarkan Return on Equity (ROE). Tabel 5.Perbedaan Kinera Keuangan PT. Bank Syariah Mandiri dan PT. Bank Mandiri berdasarkan Return on Equity Bank Rata-rata t hitung p Keterangan BSM 24,71 0,449 0,657 H 4 ditolak BM 22,10 Sumber: data sekunder diolah, 2017 Hasil perhitungan tentang perbedaan kinera keuangan PT. Bank Syariah Mandiri dan PT. Bank Mandiri berdasarkan return on equity diketahui bahwa rata-rata nilai ROE untuk Bank Syariah Mandiri tahun adalah 24,71; adapun rata-rata nilai ROE Bank Mandiri tahun adalah 22,10. Hasil ini menunjukkan bahwa Bank Syariah Mandiri mempunyai kemampuan yang lebih baik dalam menghasilkan keuntungan melalui modal sendiri dibandingkan Bank Mandiri. Berdasarkan hasil uji beda dengan menggunakan independen sample t test diperoleh nilai t htung sebesar 9,449 dengan p= 0,657. Hasil perhitungan di atas menunjukkan bahwa p 0,05, maka H 4 ditolak, artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan kinerja keuangan PT. Bank Syariah Mandiri dan PT. Bank Mandiri berdasarkan return on equity. 3.5 Perbedaan kinerja keuangan PT. Bank syariah Mandiri dan PT. Bank Mandiri berdasarkan BOPO. Tabel 6.Perbedaan Kinera Keuangan PT. Bank Syariah Mandiri dan PT. Bank Mandiri berdasarkan BOPO Bank Rata-rata t hitung p Keterangan BSM 89,17 6,926 0,000 H 5 diterima BM 66,42 Sumber: data sekunder diolah, 2017 Hasil perhitungan tentang perbedaan kinera keuangan PT. Bank Syariah Mandiri dan PT. Bank Mandiri berdasarkan BOPO diketahui bahwa rata-rata nilai BOPO untuk Bank Syariah Mandiri tahun adalah 89,17; adapun rata-rata nilai BOPO Bank Mandiri tahun adalah 66,42. Hasil ini menunjukkan bahwa Bank Syariah Mandiri mempunyai kemampuan yang lebih baik dalam menjamin beban 8 operasional dibandingkan Bank Mandiri. Berdasarkan hasil uji beda dengan menggunakan independen sample t test diperoleh nilai t htung sebesar 6,926 dengan p= 0,000. Hasil perhitungan di atas menunjukkan bahwa p 0,000, maka H 5 diterima, artinya terdapat perbedaan yang signifikan kinerja keuangan PT. Bank Syariah Mandiri dan PT. Bank Mandiri berdasarkan BOPO. 4. PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian tentang perbandingan kinerja keuangan pada Bank Syariah mandiri dan Bank Mandiri dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Terdapat perbedaan yang signifikan kinerja keuangan PT. Bank Syariah Mandiri dan PT. Bank Mandiri berdasarkan capital adequacy ratio, sehingga H 1 diterima. Bank Mandiri mempunyai nilai kecukupan modal yang lebih baik jika dibandingkan dengan Bank Syariah Mandiri, sehingga Bank Mandiri mempunyai kemampuan untuk menjamin resiko kerugian yang lebih baik jika dibandingkan dengan Bank Syariah Mandiri. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan kinerja keuangan PT. Bank Syariah Mandiri dan PT. Bank Mandiri berdasarkan loan to deposit ratio, sehingga H 2 ditolak. Bank Syariah Mandiri mempunyai nilai kemampuan yang lebih baik dalam membayar kembali kewajiban kepada para nasabah yang telah menanamkan dana dengan kredit-kredit yang telah diberikan kepada para debiturnya dibandingkan Bank Mandiri. Terdapat perbedaan yang signifikan kinerja keuangan PT. Bank Syariah Mandiri dan PT. Bank Mandiri berdasarkan return on asset, sehingga H 3 diterima. Bank Mandiri mempunyai kemampuan yang lebih baik dalam menghasilkan keuntungan dibandingkan Bank Syariah Mandiri. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan kinerja keuangan PT. Bank Syariah Mandiri dan PT. Bank Mandiri berdasarkan return on equity, sehingga H 4 ditolak. Bank Syariah Mandiri mempunyai kemampuan yang lebih baik 9 dalam menghasilkan keuntungan melalui modal sendiri dibandingkan Bank Mandiri. Terdapat perbedaan yang signifikan kinerja keuangan PT. Bank Syariah Mandiri dan PT. Bank Mandiri berdasarkan BOPO, sehingga H 5 diterima. Bank Syariah Mandiri mempunyai kemampuan yang lebih baik dalam menjamin beban operasional dibandingkan Bank Mandiri. Saran yang dapat dikemukakan dalam kaitannya engan keterbatasan penelitian ini adalah : Bagi penelitian selanjutnya diharapkan lebih memperluas penelitian dengan melibatkan perusahaan-perusahaan yang melakukan publikasi di Bursa Efek Indonesia secara umum. Bagi peneliti berikutnya diharapkan menambah rasio keuangan lain seperti Net Profit Margin (NPM), Capital to Debt Ratio, Non Performing Loan (NPL), dll. Periode penelitian diharapkan lebih panjang bagi peneliti selanjutnya. DAFTAR PUSTAKA Umar Hamdan dan Andi Wijaya Analisis Komparatif Resiko Keuangan Bank Perkreditasn Rakyat (BPR) Konvensional dan BPR Syariah. Jurnal Manajemen & Bisnis Sriwijaya Vol. 4, No 7 Juni Nisviati dan Wibowo Studi Komparasi Kinerja Keuangan Bank Mandiri Syariah (Perbankan Syariah) dan Bank Mandiri (Perbankan Konvensional). Vol 3 No 2 September Kediri. Ghozali, I Analisis Multivariate dengan program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Eko Rizki Zakaria, Sri Murni, dan Dedy N Analisis Posisi Keuangan Antara Bank Syariah dan Bank Konvensional di Indonesia. Vol.2 No.4 Desember 2014 Hal Manado: Universitas Sam Ratulang. 10
Similar documents
View more...
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks