ANALISIS PENGAKUAN PENDAPATAN DITINJAU DARI PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN NO. 23 PADA PT. PEMETAR ARGEO CONSULTANT ENGINEERING DI MEDAN

Please download to get full document.

View again

of 33
165 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
ANALISIS PENGAKUAN PENDAPATAN DITINJAU DARI PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN NO. 23 PADA PT. PEMETAR ARGEO CONSULTANT ENGINEERING DI MEDAN SKRIPSI Oleh : PUTRI INDA UTAMI HASIBUAN NPM :
Document Share
Document Transcript
ANALISIS PENGAKUAN PENDAPATAN DITINJAU DARI PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN NO. 23 PADA PT. PEMETAR ARGEO CONSULTANT ENGINEERING DI MEDAN SKRIPSI Oleh : PUTRI INDA UTAMI HASIBUAN NPM : U M A PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI MEDAN 2014 ABSTRAK NAMA : PUTRI INDA UTAMI HASIBUAN, NPM : , ANALISIS PENGAKUAN PENDAPATAN DITINJAU DARI PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN NO. 23 PADA PT. PEMETAR ARGEO CONSULTANT ENGINEERING DI MEDAN SKRIPSI 2014 Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pengakuan pendapatan pada Perusahaan PT. Pemetar Argeo Consultant Engineering di Medan telah dilaksanakan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan No. 23. Jenis Penelitian yang digunakan adalah deskriptif komparatif, penelitian deskriptif komparatif adalah penelitian yang dilakukan untuk membandingkan nilai satu variable dengan variable yang lainnya dalam waktu yang berbeda antara variable satu dengan yang lain, dengan membandingkan antara bahan bacaan atau teori pengakuan pendapatan pada perusahaan menurut Standar Akuntansi Keuangan dengan praktek yang terjadi pada PT. Pemetar Argeo Consultant Engineering di Medan. Populasi dan sampel yang digunakan adalah Laporan Pendapatan Proyek Pada PT. Pemetar Argeo Consultant Engineering di Medan tahun Sumber data yang digunakan penulis adalah wawancara, dengan mengajukan pertanyaan pertanyaan mengenai data yang penulis butuhkan kepada pihak yang berkepentingan. Cara ini dilakukan agar dapat menjaring data dan informasi yang diperlukan dalam penelitian, dan sumber data yang kedua adalah dokumentasi dengan cara mengumpulkan data dan catatan-catatan yang berhubungan dengan penelitian dan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 23. Teknik Analisa yang digunakan penulis adalah menggunakan metode deskriptif komparatif dengan pendekatan kualitatif. Data-data yang berhasil dikumpulkan kemudian dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif untuk memperoleh kesimpulan memadai mengenai pengakuan pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perusahaan PT. Pemetar Argeo Consultant Engineering di Medan tidak menetapkan Standar Akuntansi Keuangan dalam pengakuan pendapatan. Pengakuan Pendapatan proyek perusahaan menggunakan metode dasar akrual. Kata kunci : Pengakuan Pendapatan, Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 23 i KATA PENGANTAR Asalamu alaikum Wr. Wb. Puji dan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kehidupan dan keselamatan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Judul skripsi penulis adalah Analisis Pengakuan Pendapatan pada PT. Pemetar Argeo Consultant Engineering Ditinjau dari Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 23 yang diajukan sebagai bahan untuk memenuhhi syarat dalam memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Akuntansi pada Universitas Medan Area Medan. Penulis bersyukur penyusunan skripsi ini dapat diselesaikan dengan mendapat bantuan dari berbagai pihak secara langsung maupun tidak langsung diantaranya adalah : 1. Rektor Universitas Medan Area Bapak Prof. Dr.H.A.Ya kub Matondang, MA. 2. Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Medan Area, Bapak Prof. Dr. Sya ad Afifudin, SE,M.Ec dan Wakil Dekan I Bapak Hery Syarial, SE, Msi 3. Ketua Program Studi Ibu Linda Lores, SE, MSi 4. Dosen Pembimbing I yang telah membimbing penulis sehingga skripsi ini dapat selesai sesuai dengan yang diharapkan, Ibu Karlonta Nainggolan, MSA, Ak. Terima kasih atas bimbingan akademis yang telah Ibu berikan 5. Ibu Warsani Purnama Sari, SE,Ak,CA,MM sebagai Dosen Pembanding II yang telah banyak memberikan bimbingan dan masukan untuk skripsi ini 6. Kepada kedua orang tua penulis, yang telah menyayangi dan mendidik saya. Terima kasih buat usaha dan kesabaran yang senantiasa kalian berikan ii 7. Kepada Pimpinan dan keluarga besar PT. Pemetar Argeo Consultant Engineering di Medan 8. Kepada teman - teman kelas malam stambuk tahun 2010, terima kasih atas bantuan dan kerjasamanya selama ini Akhirnya penulis mohon pengampunan kepada Allah SWT dan semoga skripsi ini dapat memberikan sumbangan praktis maupun teoritis kepada semua pihak. Semoga skripsi ini mampu memberikan ruang bagi penulis untuk lebih dewasa dan menjadi seorang intelektual dan logika berpikir sistematik yang baik. Medan, Desember 2014 Penulis, Putri Inda Utami Hsb ii DAFTAR TABEL Halaman Tabel.III.I. Jadwal Penelitian Tabel.IV.I Sumber Pendapatan Jasa Perusahaan Tahun Tabel.IV.II Pekerjaan dengan uang muka Tabel.IV.III Pekerjaan tanpa uang muka Termin I Tabel.IV.IV Pekerjaan tanpa uang muka Termin II Tabel.IV.V Pekerjaan tanpa uang muka Termin III Tabel.IV.VI Perbandingan Pencatatan Perusahaan dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No Tabel.IV.VII Pencatatan Perusahaan dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No vi DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar. IV.I Struktur Organisasi Gambar. IV.II Alur Pendapatan Perusahaan Atas Pendapatan Jasa vii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pengakuan pendapatan merupakan hal yang sangat penting dalam penentuan laba yang akan diperoleh oleh perusahaan, dan disajikan dalam bentuk laporan keuangan yang dapat digunakan sebagai informasi baik pihak ekstern maupun intern. Pengakuan pendapatan itu dapat dilakukan pada saat timbulnya transaksi akibat terjadinya penjualan atau pada saat penerimaan kas. Suatu perusahaan akan memiliki kemampuan untuk tumbuh dan berkembang menjadi lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya bila tercapai peningkatan laba yang optimal. Perusahaan dagang maupun manufaktur, pendapatan diperoleh dari penjualan barang yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan tersebut, sedangkan pada perusahaan jasa, pendapatan diperoleh dari pemberian jasa atau pelayanan kepada konsumen. Pendapatan merupakan unsur yang paling penting dari laporan laba rugi. Semakin besar pendapatan, semakin besar pula keuntungan yang diharapkan. Perusahaan jasa juga mengharapkan semakin meningkatnya pendapatan mereka, untuk itulah perusahaan perlu setiap bulannya menyusun laporan pendapatan sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 23. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 23 sangat dibutuhkan perusahaan karena berisi tentang pengakuan, pengukuran dan penyajian pendapatan jasa. PT. Pemetar Argeo Consultant Engineering di Medan merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang jasa konsultansi pengawasan dan 1 perencanaan proyek jalan dan jembatan, arsitektur, air bersih, dan teknik lingkungan. Perusahaan ini memerlukan pengakuan pendapatan seperti perusahaan lainya, untuk menilai pengakuan pendapatan pada perusahaan ini, apakah sudah berpedoman pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 23 tentang dasar pengaturan pengakuan pendapatan, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul Analisis Pengakuan Pendapatan pada PT. Pemetar Argeo Consultant Engineering di Medan ditinjau dari Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 23. B. Rumusan Masalah Rumusan masalah yang dapat penulis kemukakan disini adalah untuk mengetahui apakah pengakuan pendapatan pada PT. Pemetar Argeo Consultant Engineering di Medan sudah sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK No. 23)? C. Tujuan Penelitian Tujuan yang akan dicapai dari penelitian ini adalah : Untuk dapat mengetahui apakah pengakuan pendapatan pada PT. Pemetar Argeo Consultant Engineering di Medan sudah sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 23 D. Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah : 1. Bagi penulis, dapat berguna untuk menambah wawasan dalam perbandingan teori dengan praktek yang ada 2 2. Bagi perusahaan, dapat menjadi bahan masukan dalam usaha perbaikan dan penyempurnaan untuk masa yang akan datang khususnya dalam menentukan pengakuan pendapatan 3. Bagi pihak lain, dapat dijadikan sebagai salah satu acuan untuk penelitian dimasa yang akan datang dan diharapkan dapat memberikan gambaran umum kepada pembaca mengenai pengakuan pendapatan jasa konsultansi. 3 BAB II LANDASAN TEORITIS A. Pengertian Pendapatan Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 23 Secara umum pendapatan dapat diartikan sebagai peningkatan penghasilan yang diperoleh perusahaan dalam melakukan kegiatan atau aktivitas perusahaanya dan digunakan untuk membiayai seluruh aktivitas dari perusahaan itu. Pendapatan juga merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan karena besar kecilnya pendapatan yang diperoleh akan berpengaruh pada kelangsungan hidup perusahaan Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 23 (2012, 06), Pendapatan adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal perusahaan selama suatu periode bila arus masuk itu mengakibatkan kenaikan ekuitas, yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal. Menurut International Accounting Standart (2012, 18), Pendapatan adalah aliran masuk manfaat ekonomi dalam satu periode yang berasal dari kegiatan rutin suatu badan usaha yang menyebabkan peningkatan equitas selain dari kontribusi dari pemilik Pendapatan menurut ilmu ekonomi merupakan nilai maksimum yang dapat dikonsumsi oleh seseorang dalam suatu periode dengan mengharapkan keadaan yang sama pada akhir periode seperti keadaan semula. Pengertian tersebut menitikberatkan pada total kuantitatif pengeluaran terhadap konsumsi selama satu periode, dengan kata lain, pendapatan adalah jumlah harta 4 kekayaan awal periode ditambah keseluruhan hasil yang diperoleh selama satu periode, bukan hanya yang dikonsumsi. Konsep pendapatan menurut ilmu ekonomi dikemukakan oleh Wild yang diterjemahkan oleh Bachtiar, Y. S. (2010: 311) yaitu : Penghasilan ekonomi secara khusus diukur sebagai aliran kas ditambah perubahan dalam nilai bersih aktiva. Berdasarkan definisi ini, penghasilan termasuk yang terealisasi (arus kas) dan yang tidak terealisasi (keuntungan atau kerugian yang ditahan) komponen. Pendapatan yang dapat direalisasi dimasukkan sebagai komponen pendapatan. Dari definisi yang dikemukakan diatas, pendapatan menurut ekonomi mengindikasikan adanya suatu aliran dana (kas) yang terjadi dari satu pihak kepada pihak lainnya. Pendapatan menurut ilmu ekonomi menutup kemungkinan perubahan lebih dari total harta kekayaan badan usaha pada awal periode, dan menekankan pada jumlah nilai statis pada akhir periode. Secara garis besar pendapatan adalah jumlah harta kekayaan awal periode ditambah perubahan penilaian yang bukan diakibatkan perubahan modal dan hutang Menurut Kieso dan Wegandt (2010:56) memberikan pengertian bahwa pendapatan adalah arus kas masuk atau penambahan lain atas harta suatu kesatuan atau penyelesaian suatu kewajiban (kombinasi dari keduanya) selama satu periode dari penyerahan atas produksi barang dan jasa atau aktivitas lain yang merupakan operasi utama kesatuan tersebut. Menurut Niswonger dan fess (2009:9) adalah pendapatan dihitung dari jumlah yang dibebankan kepada langganan untuk barang-barang yang diserahkan atau jasa-jasa yang diberikan. Menurut Prof. Dr. Zaki Baridwan (2011:10) pendapatan adalah aliran masuk harta-harta (aktiva) yang timbul dari penyerahan barang dan jasa yang dilakukan oleh suatu unit usaha selama periode tertentu. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa pendapatan hanya terdiri dari arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang diterima perusahaan itu sendiri, di luar dari pernyataan di atas yang tidak memiliki manfaat ekonomi dalam peningkatan ekuitas bagi perusahaan dikeluarkan dari pendapatan. Saat 5 menentukan pendapatan diakui dapat ditinjau dari besar kemungkiman manfaat ekonomi masa depan akan mengalir ke perusahaan dapat diukur dan diprediksikan dengan normal. B. Sumber Sumber Pendapatan Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 23 (2012, 13) Jumlah rupiah perusahaan bertambah melalui berbagai cara tetapi tidak semua cara tersebut mencerminkan pendapatan. Tambahan jumlah rupiah aktiva perusahaan dapat berasal dari transaksi modal; laba dari penjualan aktiva yang bukan barang dagangan seperti aktiva tetap; surat berharga; ataupun penjualan anak atau cabang perusahaan; hadiah, sumbangan atau penemuan; revaluasi aktiva tetap; dan penjualan produk perusahaan. Dari semua transaksi di atas, hanya transaksi atas penjualan produk saja yang dapat dianggap sebagai sumber utama pendapatan walaupun laba atau rugi mungkin timbul dalam hubungannya dengan penjualan aktiva selain produk utama perusahaan. Produk perusahaan mungkin berupa barang ataupun dalam bentuk jasa. Perusahaan tertentu mungkin sekali menghasilkan berbagai macam produk atau baik berupa barang atau jasa atau keduanya yang sangat berlainan jenis maupun arti pentingnya bagi perusahaan. Metode Pengakuan Pendapatan Dasar-dasar pengakuan pendapatan yang dijelaskan pada bagian-bagian terdahulu, yang relevan dengan pengakuan pendapatan untuk perusahaan konsultansi adalah pengakuan pendapatan selama berlangsungnya produksi. dua metode yang umumnya digunakan adalah : 1. The Percentage of Completion Method atau Metode Persentase Penyelesaian. Menurut metode persentase penyelesaian, perusahaan akan mengakui pendapatan dan beban sesuai dengan tingkat kemajuan penyelesaian kontrak dan tidak menunggu sampai kontrak selesai. Jumlah pendapatan yang diakui didasarkan pada ukuran tertentu dan kemajuan penyelesaian kontrak. Pengukuran ini memerlukan suatu taksiran mengenai biaya-biaya 6 yang masih harus dikeluarkan. Biaya-biaya yang sebenarnya dikeluarkan dan laba yang akan diakui selama periode pembangunan dibebankan pada persediaan, yaitu bangunan dalam pelaksanaan. Jika suatu perusahaan memproyeksikan suatu kerugian atas kontrak sebelum penyelesaian, jumlah seluruh kerugian harus segera diakui. Inti dari metode ini adalah bahwa pendapatan diakui secara proporsional dengan kemajuan dari pekerjaan di bawah perjanjian suatu kontrak. Yang menjadi titik perhatian dari metode persentase penyelesaian adalah bagaimana mengukur tingkat atau persentase penyelesaian yang mendekati kenyataannya. 2. The Completed Contract Method atau Metode Kontrak Selesai Menurut metode kontrak selesai, pendapatan baru diakui setelah suatu kontrak selesai dikerjakan. Maksudnya disini bahwa pendapatan baru diakui hanya jika penjualan barang atau jasa telah selesai. Dengan demikian jika dalam suatu periode akuntansi tidak ada satupun kontrak yang diselesaikan maka tidak ada pencatatan atas rugi laba kontrak. Metode kontrak selesai sebaiknya digunakan apabila suatu perusahaan terutama mempunyai kontrak-kontrak jangka pendek, apabila kondisikondisi untuk menggunakan akuntansi persentase penyelesaian tidak dipenuhi, atau apabila ada ketidakpastian yang melekat dalam kontrak diluar resiko-resiko usaha yang normal. Kebaikan dari metode kontrak selesai adalah laporan pendapatan didasarkan pada hasil akhir, bukan merupakan taksiran pekerjaan yang belum pasti, serta tidak dikenal adanya unsur biaya tidak terduga juga 7 tidak adanya kemungkinan kerugian yang tidak dapat diperhitungkan pada saat penetapan laba, sedangkan kelemahan metode itu adalah tidak mencerminkan prestasi kerja masa berjalan bila periode kontrak lebih dari satu periode akuntansi, artinya bahwa pendapatan belum akan dilaporkan sampai tingkat pekerjaan terselesaikan, meskipun pekerjaan yang dilakukan ada pada beberapa periode akuntansi. Dari kedua macam metode pengakuan pendapatan tersebut, pembahasan akan dititikberatkan pada metode kontrak selesai dengan anggapan bahwa bentuk tersebut lebih relevan dengan permasalahan yang akan dibahas, yaitu pengakuan pendapatan pada proyek yang memakan waktu tidak lebih dari satu periode akuntansi. Produk yang dihasilkan secara insidental bila dihubungkan dengan kegiatan utama perusahaan atau yang timbul tidak tetap, sering dipandang sebagai elemen pendapatan non operasi, maka pemberian pembatasan tentang epndapatan sangat perlu, untuk itu produk perusahaan harus diartikan meliputi seluruh jenis barang atau jasa yang disediakan atau diserahkan kepada konsumen tanpa memandang jumlah rupiah relatif tiap jenis produk tersebut atau sering tidaknya produk tersebut atau sering tidaknya produk tersebut dihasilkan. Jenis jenis pendapatan dari satu kegiatan perusahaan adalah sebagai berikut: 1. Pendapatan operasional Pendapatan ini timbul dari hasil kegiatan usaha dan operasional perusahaan baik dari hasil penjualan barang dagang 8 maupun penjualan jasa dan kegiatan utama perusahaan lainnya yang termasuk tujuan utama dari perusahaan tersebut. 2. Pendapatan non operasional ( pendapatan lain-lain ) Pendapatan yang diperoleh dari sumber lain diluar kegiatan utama perusahaan digolongkan sebagai pendapatan non operasional yang sering juga disebut sebagai pendapatan lain lain. Dua pandangan sehubungan dengan sumber pendapatan, yaitu : a. Pandangan Khusus Pendapatan meliputi seluruh penjualan barang dan jasa perusahaan atau penjualan selain produk perusahaan seperti aktiva tetap, transaksi modal, hadiah, sumbangan atau penemuan. Pandangan ini menjelaskan bahwa pendapatan itu merupakan hasil penjualan barang dan jasa yang diukur berdasarkan jumlah yang dibebankan ke konsumen untuk sejumlah barang dan jasa yang diserahkan kepada mereka. b. Pandangan Khusus Pendapatan meliputi seluruh operasi perusahaan. Jadi disini tidak termasuk keuntungan. Pandangan ini membedakan dengan jelas antara kegiatan perusahaan yang menghasilkan keuntungan atau kerugian. Dari pembahasan tersebut dapat disimpulkan bahwa pendapatan bersumber dari pendapatan operasi dan non operasi. Pendapatan operasi adalah pendapatan yang berasal dari kegiatan utama perusahaan, sedangkan pendapatan non-operasi adalah pendapatan yang berasal dari 9 kegiatan yang jarang terjadi dalam perusahaan dan hanya merupakan tambahan sampingan. C. Pengukuran Pendapatan Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 23 (paragraf 08) pendapatan harus diukur dengan nilai wajar imbalan yang diterima atau yang dapat diterima. Jumlah pendapatan yang timbul dari suatu transaksi biasanya ditentukan oleh persetujuan antara perusahaan dengan pembeli atau pemakai aktiva tersebut. Jumlah tersebut diukur dengan nilai wajar imbalan yang diterima atau yang dapat diterima perusahaan dikurangi jumlah diskon dagang dan rabat volume yang diperbolehkan oleh perusahaan. Pada umumnya imbalan tersebut berbentuk kas atau setara kas dan jumlah pendapatan adalah jumlah kas atau setara kas yang diterima atau yang dapat diterima. Namun jika terdapat perbedaan antara nilai wajar dan jumlah nominal, maka imbalan tersebut diakui sebagai pendapatan bunga. Nilai wajar disini dimaksudkan sebagai suatu jumlah dimana kegiatan mungkin ditukarkan atau suatu kewajiban diselesaikan antara pihak yang memakai dan berkeinginan untuk meakukan transaksi wajar, kemungkinan kurang dari jumlah nominal kas yang diterima atau dapat diterima. Barang yang dijual atau jasa yang diberikan untuk diperkirakan atau barter dengan barang atau jasa yang tidak sama, maka pertukaran dianggap sebagai transaksi yang mengakibatkan pendapatan. Tetapi bila barang atau jasa yang dipertukarkan untuk barang atau jasa dengan sifat dan nilai yang sama maka pertukaran tersebut tidak dianggap sebagai transaksi yang mengakibatkan pendapatan. 10 Pengukuran pendapatan menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 23 (2012, 08) adalah diukur dengan nilai wajar imbalan yang diterima atau yang dapat diterima. Dua kriteria pengakuan pendapatan : 1. Bahwa manfaat ekonomi masa depan berkenaan dengan asset a. Pendapatan baru dapat diakui bilamana jumlah rupiah pendapatan telah direalisasi atau cukup pasti akan segera terealisasi. b. Pendapatan dapat dikatakan telah terealisasi bilamana telah terjadi transaksi pertukaran produk atau jasa hasil kegiatan perusahaan dengan kas atau klaim untuk menerima kas. c. Pendapatan dapat dikatakan cukup pasti akan segera terealisasi bilamana barang penukar yang diterima dapat dengan mudah dikonversi menjadi sejumlah kas atau setara kas yang cukup pasti. 2. Biaya atau nilai dapat diukur dengan keandalan Pendapatan baru dapat diakui bilamana pendapatan tersebut sudah terhimpun atau terbentuk. Pendapatan dapat dikatakan telah terhimpun bilamana kegiatan menghasilkan pendapatan tersebut telah ber
Similar documents
View more...
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks