ANALISIS MEMPREDIKSI FINANCIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN PERBANKAN GO PUBLIC DI BURSA EFEK INDONESIA SKRIPSI

Please download to get full document.

View again

of 32
104 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
ANALISIS MEMPREDIKSI FINANCIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN PERBANKAN GO PUBLIC DI BURSA EFEK INDONESIA SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan dalam Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi
Document Share
Document Transcript
ANALISIS MEMPREDIKSI FINANCIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN PERBANKAN GO PUBLIC DI BURSA EFEK INDONESIA SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan dalam Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Akuntansi Diajukan Oleh : SRI INDRIANI / FE/ EA Kepada FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN JAWA TIMUR 2013 ANALISIS MEMPREDIKSI FINANCIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN PERBANKAN GO PUBLIC DI BURSA EFEK INDONESIA SKRIPSI Diajukan Oleh : SRI INDRIANI / FE/ EA Kepada FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN JAWA TIMUR 2013 ANALISIS MEMPREDIKSI FINANCIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN PERBANKAN GO PUBLIC DI BURSA EFEK INDONESIA USULAN PENELITIAN Diajukan Kepada Fakultas Ekonomi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Untuk Menyusun Skripsi S-1 Program Studi Akuntansi Oleh : SRI INDRIANI / FE/ EA FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN JAWA TIMUR 2012 SKRIPSI ANALISIS MEMPREDIKSI FINANCIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN PERBANKAN GO PUBLIC DI BURSA EFEK INDONESIA Yang diajukan Sri Indriani /FE/EA Telah Diseminarkan Dan Disetujui Untuk Mengikuti Ujian Skripsi Oleh Pembimbing Utama Dra. Ec. Tituk Diah W., MAks Tanggal : NIP Mengetahui, Ketua Program Studi Akuntansi Dr. Hero Priono, SE, M.Si, Ak NIP SKRIPSI ANALISIS MEMPREDIKSI FINANCIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN PERBANKAN GO PUBLIC DI BURSA EFEK INDONESIA Yang diajukan Sri Indriani /FE/EA Disetujui Untuk Mengikuti Ujian Lisan Oleh Pembimbing Utama Dra. Ec. Tituk Diah W., MAks Tanggal : NIP Mengetahui, Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Drs. Ec. Rahman Amarullah Suwaidi, MS NIP SKRIPSI ANALISIS MEMPREDIKSI FINANCIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN PERBANKAN GO PUBLIC DI BURSA EFEK INDONESIA Disusun Oleh : Sri Indriani / FE / EA Telah dipertahankan dihadapan dan diterima oleh Tim Penguji Skripsi Progdi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Pada tanggal 3 Mei 2013 Pembimbing : Tim Penguji : Pembimbing Utama Ketua Dra. Ec. Tituk Diah W., MAks Dra. Ec. Tituk Diah W., MAks Sekretaris Dra. Ec. Sari Andayani, MAks Anggota Dra. Erry Andhaniwati, MAks. Ak Mengetahui, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Dr. Dhani Ichsanudin Nur, MM NIP KATA PENGANTAR Assalamualaikum.wr.wb Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT, atas berkat dan limpahan rahmat-nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul ANALISIS MEMPREDIKSI FINANCIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN PERBANKAN GO PUBLIC DI BURSA EFEK INDONESIA yang disusun sebagai syarat untuk menyelesaikan program studi Sarjana (SI) Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi tidak mungkin dapat terselesaikan dengan baik tanpa dukungan, bimbingan, bantuan, serta doa dari berbagai pihak, maka dalam kesempatan ini dengan segala kerendahan hati, penulis ingin menyampaikan ucapan terimakasih kepada : 1. Bapak Prof. Dr. Ir. Teguh Soedarto, MP, selaku Rektor Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur. 2. Bapak Dr. Dhani Ichsanuddin Nur, MM, selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur. 3. Bapak Dr. Hero Priono, SE, M.Si, Ak, selaku Kepala Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur. i 4. Ibu Dra. Ec. Tituk Diah W., MAks, selaku Dosen Pembimbing yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan selama penyusunan penelitian Skripsi. 5. Seluruh Dosen dan Staf Fakultas Ekonomi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur. 6. Kedua orangtua saya, Djupri dan Soeryati yang senantiasa memberikan cinta dan kasih sayangnya serta selalu mendoakan dan mendukung saya dalam penyelesaian skripsi ini. 7. Moch Zulfikar Rizal yang telah memberi support, do a dan perhatian dalam penyelesaian skripsi ini. 8. Teman teman seperjuangan Maya Lendo W. H, Vivin Ernawati, Rendy Ardyansyah, Elis Hadi S., dan Anna Annisa Maghfiroh, dll, terimakasih atas segala dukungan, pemacu semangat, dan motivasi yang diberikan untuk menyelesaikan skripsi ini, serta kebersamaannya selama ini. 9. Seluruh teman teman Akuntansi angkatan 2009,terimakasih atas kebersamaan selama ini dan tetap berjuang teman. Tiada dapat penulis sampaikan kecuali ucapan terimakasih semoga Allah SWT senantiasa memberikan balasan atas kebaikan yang telah diberikan kepada penulis. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna karena kekurangan dan keterbatasan yang dimliki, oleh karena itu sumbang pikir dan koreksi ii akan sangat bermanfaat dalam melengkapi dan menyempurnakan langkah-langkah lanjut demi hasil yang lebih baik. Semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak serta menambah khasanah ilmu pengetahuan khususnya bidang Akuntansi. Wassalamualaikum.wr.wb. Surabaya, 22 April 2013 Penulis Sri Indriani iii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... i iv x xii DAFTAR LAMPIRAN... xiii ABSTRAK... xiv BAB I : PENDAHULUAN Latar Belakang Perumusan Masalah Tujuan Penulisan Manfaat Penulisan Sistematika Penulisan BAB II : KAJIAN TEORI DAN PENGEMBANGAN MODEL Hasil Penelitian Terdahulu Kajian Teori iv Bank Pengertian Bank Laporan Keuangan Bank Pengguna Laporan Keuangan Bank Rasio Keuangan Bank Rasio-Rasio CAMEL CAR (Capital Adequaty Ratio) NPL (Non Performing Loan) BOPO (Beban Operasional Terhadap Pendapatan Operasional) ROA (Return On Asset) LDR (Loan to Deposite Ratio) Financial Distress (Kesulitan Keuangan) Pengertian Financial Distress Indikator Financial Distress Teori Struktural Modal Modigliani-Miller (MM) Theory Trade-off Theory Pecking Order Theory Equity Market Timing Kerangka Pemikiran Teoritis Pengaruh Capital Terhadap Financial Distress Pada v Perbankan Pengaruh Asset Quality Terhadap Financial Distress Pada Perbankan Pengaruh Aspek Manajemen Terhadap Financial Distress Pada Perbankan Pengaruh Aspek Rentabilitas Terhadap Financial Distress Pada Perbankan Pengaruh Aspek Likuiditas Terhadap Financial Distress Pada Perbankan Perumusan Hipotesis BAB III : METODE PENELITIAN Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel Variabel Independen / Bebas Variabel Dependen / Terikat Teknik Penentuan Sampel Populasi Sampel Teknik Pengumpulan Data Jenis Data Sumber Data Metode Pengumpulan Data vi 3.4. Teknik Analisis Data BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Deskripsi Obyek Penelitian Sejarah Singkat PT. Bank Bukopin, Tbk Sejarah Singkat PT. Bank Bumi Artha, Tbk Sejarah Singkat PT. Bank Capital Indonesia, Tbk Sejarah Singkat PT. Bank Central Asia, Tbk Sejarah Singkat PT. Bank CIMB Niaga, Tbk Sejarah Singkat PT. Bank Danamon, Tbk Sejarah Singkat PT. Bank Ekonomi Raharja, Tbk Sejarah Singkat PT. Bank Internasional Indonesia, Tbk Sejarah Singkat PT. Bank Kesawan, Tbk Sejarah Singkat PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk Sejarah Singkat PT. Bank Mega, Tbk Sejarah Singkat PT. Bank Mutiara, Tbk Sejarah Singkat PT. Bank Negara Indonesia, Tbk Sejarah Singkat PT. Bank OCBC NISP, Tbk Sejarah Singkat PT. Bank Pan Indonesia, Tbk Sejarah Singkat PT. Bank Permata, Tbk Sejarah Singkat PT. Bank Pundi Indonesia, Tbk Sejarah Singkat PT. Bank Rakyat Indonesia, Tbk vii Sejarah Singkat PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional, Tbk Sejarah Singkat PT. Bank Tabungan Negara, Tbk Deskripsi Variabel Penelitian CAR (Capital Adequaty Ratio) NPL (Non Performing Loan) BOPO (Beban Operasional Terhadap Pendapatan Operasional) ROA (Return On Asset) LDR (Loan to Deposite Ratio) Financial Distress Analisis Regresi Logistik Pengaruh CAR Terhadap Prediksi Kondisi Financial Distress Pengaruh NPL Terhadap Prediksi Kondisi Financial Distress Pengaruh BOPO Terhadap Prediksi Kondisi Financial Distress Pengaruh ROA Terhadap Prediksi Kondisi Financial Distress Pengaruh LDR Terhadap Prediksi Kondisi Financial Distress viii 4.4. Pembahasan Hasil Penelitian Implikasi Penelitian Perbedaan Penelitian Sekarang Dengan Penelitian Terdahulu Keterbatasan Penelitian BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Saran DAFTAR PUSTAKA... xv ix DAFTAR TABEL Tabel 1.1 Sistem Peringkat CAMEL... 6 Tabel 2.1 Persamaan dan Perbedaan Penelitian Terdahulu dengan Sekarang Tabel 2.2 Kriteria Penilaian Tingkat Kesehatan Rasio CAR Tabel 2.3 Kriteria Penilaian Tingkat Kesehatan Rasio NPL Tabel 2.4 Kriteria Penilaian Tingkat Kesehatan Rasio BOPO Tabel 2.5 Kriteria Penilaian Tingkat Kesehatan Rasio ROA Tabel 2.6 Kriteria Penilaian Tingkat Kesehatan Rasio LDR Tabel 2.7 Kategori Kesulitan Keuangan Tabel 3.1 Daftar Nama Bank Tabel 4.1 Data CAR Tabel 4.2 Data NPL Tabel 4.3 Data BOPO Tabel 4.4 Data ROA Tabel 4.5 Data LDR Tabel 4.6 Hasil Regresi Logistik pada Variabel CAR Tabel 4.7 Classification Tabel x Tabel 4.8 Hasil Regresi Logistik pada Variabel NPL Tabel 4.9 Classification Tabel Tabel 4.10 Hasil Regresi Logistik pada Variabel BOPO Tabel 4.11 Classification Tabel Tabel 4.12 Hasil Regresi Logistik pada Variabel ROA Tabel 4.13 Classification Tabel Tabel 4.14 Hasil Regresi Logistik pada Variabel LDR Tabel 4.15 Classification Tabel Tabel Perbedaan Penelitian Sekarang Dengan Penelitian Terdahulu. 101 xi DAFTAR GAMBAR Gambar 2.8 Kerangka Pemikiran Teoritis xii DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 : Rekapitulasi Variabel CAR Lampiran 2 : Rekapitulasi Variabel NPL Lampiran 3 : Rekapitulasi Variabel BOPO Lampiran 4 : Rekapitulasi Variabel ROA Lampiran 5 : Rekapitulasi Variabel LDR Lampiran 6 : Pengaruh CAR Terhadap Financial Distress Lampiran 7 : Pengaruh NPL Terhadap Financial Distress Lampiran 8 : Pengaruh BOPO Terhadap Financial Distress Lampiran 9 : Pengaruh ROA Terhadap Financial Distress Lampiran 10 : Pengaruh LDR Terhadap Financial Distress xiii ANALISIS MEMPREDIKSI FINANCIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN PERBANKAN GO PUBLIC DI BURSA EFEK INDONESIA Oleh Sri Indriani ABSTRAK Financial distress dapat dinilai dari beberapa indikator. Salah satu sumber utama indikator yang dijadikan dasar penilaian adalah laporan keuangan bank yang bersangkutan. Berdasarkan laporan itu dapat dihitung sejumlah rasio keuangan yang lazim dijadikan dasar penilaian financial distress suatu bank. Untuk menilai kinerja keuangan umumnya digunakan lima aspek penilaian yaitu : 1) Capital; 2) Assets; 3) Management; 4) Earnings; 5) Liquidity. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh rasio CAMEL terhadap prediksi kondisi financial distress yang diproksikan kedalam rasio keuangan diantaranya adalah Rasio Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), Return On Asset ( ROA), Loan to Deposite Ratio (LDR). Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari data Laporan Keuangan Publikasi Tahunan bank umum periode Populasi dalam penelitian ini adalah 32 bank umum. Setelah melewati tahap purposive sampling terdapat 20 sampel bank. Sampel bank terbagi dalam 2 kelompok yaitu terdapat 18 bank tidak mengalami financial distress, dan 2 bank mengalami financial distress. Metode statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis penelitian adalah regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NPL, BOPO, ROA, LDR berpengaruh positif terhadap prediksi kondisi financial distress pada perusahaan perbankan, CAR berpengaruh negatif terhadap prediksi kondisi financial distress pada perusahaan perbankan. Kata kunci : Kondisi financial distress, Rasio CAMEL, regresi logistik. xiv BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perekonomian tumbuh dan berkembang dengan berbagai macam lembaga keuangan. Salah satu di antara lembaga-lembaga keuangan tersebut yang nampaknya paling besar peranannya dalam perekonomian adalah lembaga keuangan bank, yang lazimnya disebut bank. Bank merupakan lembaga keuangan yang menjadi tempat bagi perusahaan, badan - badan pemerintah dan swasta, maupun perorangan menyimpan dana-dananya. Melalui kegiatan perkreditan dan berbagai jasa yang diberikan, bank melayani kebutuhan pembiayaan serta melancarkan mekanisme sistem pembayaran bagi semua sektor perekonomian. Perbankan memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Perbankan merupakan perusahaan yang dalam kegiatannya berhubungan langsung dengan masyarakat. Kegiatan perbankan begitu dipengaruhi oleh kepercayaan nasabah atau masyarakat luas. Apabila dalam tubuh bank terjadi gejolak maka akan muncul reaksi keras dari masyarakat. Bank dianggap sebagai penggerak roda perekonomian suatu negara. Fungsi bank sebagai lembaga keuangan sangat vital, misalnya dalam penciptaan dari peredaraan uang untuk menunjang kegiatan 1 2 usaha, tempat menyimpan uang, melakukan pembayaran atau penagihan dan masih banyak jasa keuangan lainnya. Dalam Krisis ekonomi yang diawali dengan dilikuidasinya 16 bank pada bulan November 1997, telah menyebabkan bangsa Indonesia terjerumus dalam tingkat kemiskinan yang meningkat secara drastis yaitu mencapai 49,5 juta orang. Tahun 1999 walau tingkat kemiskinan mengalami penurunan namun tingkat keparahannya lebih besar dibanding tahun sebelumnya. Kemiskinan di Indonesia terlihat dari meningkatnya jumlah pengangguran, meningkatnya anak usia sekolah yang putus sekolah dan turunnya kualitas kesehatan masyarakat (Arthesa dan Handiman, 2006:57) (dalam skripsi Kamal, 2012). Besarnya dampak krisis menyebabkan banyak peneliti yang mencoba mencari penyebabnya. Beberapa peneliti berbeda pendapat, peneliti ekonomi makro berpendapat bahwa penyebab krisis adalah faktor ekonomi makro yaitu menurunnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika, sedangkan peneliti mikro berpendapat bahwa industri perbankan memiliki peran besar terjadinya krisis. Sampai dengan Oktober 2004, jumlah bank tercatat sebesar 139 bank dengan total asset sebesar Rp 1.126,1 trilyun (Septiana : 2009) Pada tahun 2008, peningkatan risiko sistematik kembali muncul ke permukaan ketika Amerika mengalami krisis keuangan akibat dari subprime mortgage. Krisis ini menyebabkan seluruh sistem 3 keuangan termasuk beberapa pasar dan institusinya di negara lainnya secara simultan menderita kerugian. Di Indonesia sendiri imbas dari krisis lembaga keuangan AS pertama-tama sangat terasa di pasar modal sebagaimana ditunjukkan oleh kemrosotan tajam IHSG. Kemrosotan IHSG ini diikuti pelemahan nilai rupiah yang sudah menembus angka Rp seiring penguatan dollar AS karena investor mencari perlindungan, terutama di T bills (surat berharga) pemerintah AS. Pasar obligasi, baik pemerintah maupun korporasi juga mengalami tekanan yang menimbulkan kerugian besar pada perbankan dan institusi pemegang obligasi lainnya karena penghitungan yang disesuaikan dengan nilai pasar saat itu (mark-tomarket). Salah satu dampak krisis keuangan 2008 di industri perbankan nasional adalah Bank Century (sekarang Bank Mutiara). Keputusan pengambilalihan Bank Century oleh pemerintah dengan alasan kemungkinan terjadinya dampak sistematik dinilai oleh sebagian kalangan tidak wajar. Hal ini mengakibatkan kasus ini yang pada awalnya merupakan kasus di wilayah perbankan mulai bergeser ke arah politik dan memicu konflik kepentingan diantara kalangan tertentu. Perbankan nasional yang tidak dilikuidasi harus tetap bersaing untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat di tengah krisis multidimensi yang terjadi. Nasabah ataupun calon nasabah tentunya 4 akan memilih bank yang sehat dan dapat dipercaya untuk melakukan jasa perbankan. Sebuah tantangan berat yang harus dihadapi oleh perbankan. Saat ini perusahaan yang go public memanfaatkan keberadaan pasar modal sebagai sarana untuk mendapatkan sumber dana atau alternatif pembiayaan. Adanya pasar modal dapat dijadikan sebagai alat untuk merefleksikan kinerja dan kondisi keuangan perusahaan. Pasar akan merespon positif melalui peningkatan harga saham perusahaan jika kondisi keuangan dan kinerja perusahaan bagus. Para investor dan kreditur sebelum menanamkan dananya pada suatu perusahaan akan selalu melihat terlebih dahulu kondisi keuangan perusahaan tersebut. Oleh karena itu, analisis dan prediksi atas kondisi keuangan suatu perusahaan adalah sangat penting. (Atmini, 2005) (dalam skripsi Hadi dan Anggraeni, 2010). Kondisi perekonomian di Indonesia yang masih belum menentu mengakibatkan tingginya risiko suatu perusahaan untuk mengalami kesulitan keuangan atau bahkan kebangkrutan. Kesalahan prediksi terhadap kelangsungan operasi suatu perusahaan di masa yang akan datang dapat berakibat fatal yaitu kehilangan pendapatan atau investasi yang telah ditanamkan pada suatu perusahaan. Oleh karena itu, pentingnya suatu model prediksi kebangkrutan suatu perusahaan menjadi hal yang sangat dibutuhkan oleh berbagai pihak seperti pemberi pinjaman, investor, pemerintah, akuntan, dan 5 manajemen. Sehingga bank sangat memerhatikan kinerjanya, dengan kata lain yaitu bagaimana kinerja perusahaan bank tersebut. Banyak para pemegang rekening giro, deposito ataupun tabungan ingin mengetahui seberapa besar perusahaan ini dapat bertahan atau berapa besar prediksi kebangkrutannya. Untuk mendapatkan info ini, dinilai dari beberapa indikator. Salah satu indikator utama yang dijadikan dasar penilaian adalah laporan keuangan bank yang bersangkutan. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengetahui kinerja bank adalah rasio keuangan Capital, Assets quality, Management, Earnings, Liquidity dan Sensitivity to Market Risk (CAMELS). Dalam prakteknya di Indonesia CAMELS digunakan sebagai indikator penilaian kesehatan bank umum sebagaimana tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.6/10/PBI/2004 tanggal 12 April 2004 dan Surat Edaran No.6/23/DPNP tanggal 31 Mei 2004 tentang Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum. 6 Tabel 1.1 Sistem Peringkat CAMEL No Faktor yang dinilai Komponen Bobot (%) 1 Permodalan Rasio modal terhadap aktiva 25 tertimbang menurut risiko. 2 Kualitas Aktiva a. Rasio dari aktiva produktif yang 25 Produktif diklasifikasikan terhadap aktiva produktif. b. Rasio penyisihan penghapusan 5 aktiva produktif yang dibentuk terhadap penyisihan penghapusan aktiva produktif yang wajib dibentuk. 3 Manajemen a. Manajemen umum. 10 b. Manajemen risiko Rentabilitas a. Rasio laba terhadap rata-rata 5 volume usaha. b. Rasio biaya terhadap pendapatan 5 operasional. 5 Likuiditas a. Rasio kewajiban bersih call money 5 terhadap aktiva lancar dalam rupiah. b. Rasio kredit terhadap dana yang 5 diterima dalam rupiah dan valas. Sumber : Bank Indonesia (2002). Penilaian tingkat kesehatan diterapkan dalam empat golongan predikat tingkat kesehatan bank sebagai berikut : a. Nilai kredit 81 % % diberi predikat sehat. b. Nilai kredit 66 % - 81 % diberi predikat cukup sehat. 7 c. Nilai kredit 51 % - 66 % diberi predikat kurang sehat. d. Nilai kredit 0 % - 51 % diberi predikat tidak sehat. Financial Distress terjadi sebelum kebangkrutan. Model financial distress perlu untuk dikembangkan, karena dengan mengetahui kondisi financial distress perusahaan sejak dini diharapkan dapat dilakukan tindakan-tindakan untuk mengantisipasi kondisi yang mengarah pada kebangkrutan (Almilia dan Kristijadi, 2003). Plat dan Plat (2002) mendefinisikan financial distress sebagai tahap penurunan kondisi keuangan yang terjadi sebelum terjadinya kebangkrutan ataupun likuidasi. Hofer (1980) dan Whitaker (1999) mengumpamakan kondisi financial distress sebagai suatu kondisi dari perusahaan yang mengalami laba bersih (net profit) negatif selama beberapa tahun. Munculnya berbagai model prediksi kebangkrutan merupakan antisipasi dan sistem peringatan dini terhadap financial distress karena model tersebut dapat digunakan sebagai sarana untuk mengidentifikasikan bahkan memperbaiki kondisi sebelum sampai pada kondisi krisis atau kebangkrutan (Endri, 2009). Hal lain yang mendorong perlunya peringatan dini adalah munculnya problematik keuangan yang mengancam operasional perusahaan. Faktor modal dan risiko keuangan ditengarai mempunyai peran penting dalam menjelaskan fenomena kepailitan atau tekanan keuangan perusahaan 8 tersebut. Dengan terdeteksinya lebih awal kondisi perusahaan, sangat memungkinkan bagi perusahaan, investor dan para kreditur (lembaga keuangan) serta pemerintah melakukan langkah-langkah ant
Similar documents
View more...
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks