ANALISIS KERJASAMA ANTAR SISWA KELAS XII IIS 2 DI SMA MUHAMMADIYAH 1 PONTIANAK ARTIKEL PENELITIAN

Please download to get full document.

View again

of 14
73 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
ANALISIS KERJASAMA ANTAR SISWA KELAS XII IIS 2 DI SMA MUHAMMADIYAH 1 PONTIANAK ARTIKEL PENELITIAN Oleh HERYANA M ISMAN NIM : F PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SOSIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL
Document Share
Document Transcript
ANALISIS KERJASAMA ANTAR SISWA KELAS XII IIS 2 DI SMA MUHAMMADIYAH 1 PONTIANAK ARTIKEL PENELITIAN Oleh HERYANA M ISMAN NIM : F PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SOSIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK 2016 ANALISIS KERJASAMA ANTAR SISWA KELAS XII IIS 2 DI SMA MUHAMMADIYAH 1 PONTIANAK ARTIKEL PENELITIAN HERYANA M ISMAN NIM : F Disetujui Oleh: Pembimbing Pertama Pembimbing Kedua Dr. Gusti Budjang, M.Si Dr. Izhar Salim, M.Si NIP NIP Mengetahui: Dekan FKIP Ketua Jurusan FKIP Dr. H. Martono, M.Pd Dr. Hj. Sulistyarini, M.Si NIP NIP ANALISIS KERJASAMA ANTAR SISWA KELAS XII IIS 2 DI SMA MUHAMMADIYAH 1 PONTIANAK Heryana M Isman, Gusti Budjang, Izhar Salim Program Studi Pendidikan Sosiologi FKIP UNTAN Pontianak Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kerjasama spontan, kontrak, dan tradisional antar siswa kelas XII IIS 2 di SMA Muhammadiyah 1 Pontianak. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerjasama spontan antar siswa telah dilaksanakan dengan baik, namun belum sempurna karena masih ada siswa yang kerjasama spontannya kurang baik. Selain itu kerjasama kontrak antar siswa sudah tercapai dengan baik, hal ini ditandai dengan adanya kerjasama antar siswa saat melaksanakan piket kelas dan adanya kemauan untuk meminjamkan perlengkapan sholat kepada siswa lain. Sedangkan kerjasama tradisional antar siswa juga telah berlangsung dengan baik diantara mereka terlihat saling mempengaruhi satu sama lain seperti halnya jajan dikantin, selalu ada salah satu siswa yang mengajak teman lainnya untuk jajan dikantin bersama, dan ajakan itu mendapat respon yang baik oleh teman lainnya hingga dapat dikatakan bahwa interaksi tersebut dapat mempengaruhi perilaku individu lainnya hingga terciptalah hubungan sosial diantara mereka. Kata Kunci : Analisis kerjasama, Kerjasama antar siswa. Abstrac: This study aimed to describe the spontaneous cooperation, contracts, and traditional inter IIS 2 class XII students at SMA Muhammadiyah 1 Pontianak. The method used is qualitative approach. The results showed that spontaneous cooperation among students have been executed better, but not perfect because there are students who are less well spontaneous cooperation. Besides the cooperation contract between the students has been reached with the good, it is characterized by cooperation between students when carrying picket class and their prayer materials to other students. While the traditional cooperation between students has also been going well between them visible influence each other as well as snacks at canteen, there is always one of the students who invited more friends for snacks at canteen together, and call it received good response by other friends to be said that these interactions may affect the behavior of other individuals by creating social relations among them. Keywords : Analysis of cooperation, cooperation among students. K erjasama merupakan hal yang tidak bisa terlepas dari kehidupan sehari-hari manusia, karena kerjasama dianggap sebagai bentuk hubungan sosial yang pokok. Kerjasama sangat penting bagi kehidupan manusia, adakalanya manusia tidak dapat melakukan suatu aktivitas hanya sendiri. Ketika aktivitas tidak bisa dilakukan sendiri, maka solusi yang tepat adalah kerjasama. Kerjasama menjadi suatu hal yang dibutuhkan oleh manusia ketika ia melakukan suatu pekerjaan yang memang harus dilakukan bersama-sama. Kerjasama dapat dilakukan di ruang lingkup manapun, salah satunya dilingkungan sekolah. Sekolah merupakan salah satu lembaga pendidikan formal yang didalamnya terdapat berbagai macam bentuk kerjasama antar siswa, baik itu dilakukan pada saat proses pembelajaran di dalam kelas maupun pada saat jam ishoma diluar kelas. Menurut Juli (2011: 12) kerjasama adalah Proses beregu (berkelompok) dimana anggota-anggotanya mendukung dan saling mengandalkan untuk mencapai suatu hasil mufakat. Berdasarkan hasil observasi pertama yang dilakukan oleh peneliti selama prariset pada tanggal 10 Agustus 2015 pukul wib, disini peneliti bertemu dengan anggota staf tata usaha di SMA Muhammadiyah 1 Pontianak. Peneliti telah mendapatkan data berupa absensi siswa kelas XII IIS 2 SMA Muhammadiyah 1 Pontianak. Jumlah keseluruhan siswa kelas XII IIS 2 SMA Muhammadiyah 1 Pontianak adalah 30 siswa yang terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Dari 30 siswa yang ada di kelas XII IIS 2 SMA Muhammadiyah 1 Pontianak, siswa diharapkan dapat saling bekerjasama, baik itu didalam kelas saat pembelajaran berlangsung maupun diluar kelas saat jam ishoma berlangsung. Kerjasama merupakan hal yang paling penting bagi seluruh siswa, karena jika hal ini dilakukan oleh seluruh siswa maka akan ada banyak dampak positif yang bisa siswa-siswa peroleh, seperti yang dikatakan oleh Juli (2011: 16) ada beberapa manfaat kerjasama yakni lebih ringannya beban, menunjukkan kekompakan, memberikan kepuasan tersendiri, terbantunya orang yang membutuhkan pertolongan. Namun pada kenyataannya berdasarkan hasil observasi kedua yang dilakukan oleh peneliti selama prariset di kelas XII IIS 2 SMA Muhammadiyah 1 Pontianak pada tanggal 11 Agustus 2015 dan 12 Agustus 2015 pada pukul wib di dalam kelas maupun diluar kelas menunjukkan bahwa terdapat gejala yang mengindikasikan kurangnya kerjasama antar siswa kelas XII IIS 2, antara lain : masih ada siswa yang tidak melaksanakan piket kelas bersama siswa lainnya, masih terdapat siswa yang tidak aktif dalam diskusi kelompok, masih di temui adanya siswa yang tidak meminjamkan peralatan sekolahnya kepada temannya, masih ada siswa yang tidak membantu temannya dalam membersihkan lingkungan sekolah, masih di temui adanya siswa yang tidak meminjamkan perlengkapan sholat kepada temannya yang tidak membawa. Dari hasil observasi kedua yang dilakukan oleh peneliti selama prariset berlangsung, gejala-gejala kurangnya kerjasama antar siswa yang telah dipaparkan diatas merujuk pada 4 siswa, siswa-siswa tersebut bernama Ridho mahardika, M. Yusuf Isnaini, Citra Kiffiya dan Nella Septya. Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang analisis kerjasama antar siswa kelas XII IIS 2 di SMA Muhammadiyah 1 Pontianak. METODE PENELITIAN Pendekatan Penelitian Menurut Bogdan dan Guba (dalam Uhar 2012: 181) penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Dengan demikian penelitian kualitatif bertujuan mengembangkan konsep pada masalah yang dihadapi, menerangkan realitas yang berkaitan dengan penelusuran teori dari bawah dan mengembangkan pemahaman akan satu atau lebih dari fenomena yang dihadapi. Didalam penelitian ini peneliti menggambarkan sesuai dengan faktafakta secara nyata mengenai Analisis Kerjasama Antar Siswa Kelas XII IIS 2 di SMA Muhammadiyah 1 Pontianak. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini adalah SMA Muhammadiyah 1 Pontianak Jl. Parit Haji Husein II Instrumen penelitian Menurut Nasution (dalam Sugiyono 2014: 60) : Dalam penelitian kualitatif, tidak ada pilihan lain daripada menjadikan manusia sebagai instrument penelitian utama, alasannya ialah bahwa segala sesuatunya belum mempunyai bentuk yang pasti. Masalah, fokus penelitian, prosedur penelitian, hipotesis yang digunakan, bahkan hasil yang diharapkan, itu semuanya tidak dapat ditentukan secara pasti dan jelas sebelumnya. Segala sesuatu masih perlu dikembangkan sepanjang penelitian itu, dalam keadaan yang serba tidak pasti dan tidak jelas itu, tidak ada pilihan lain dan hanya peneliti itu sendiri sebagai alat satu-satunya yang dapat mencapainya. Instrumen dalam penelitian kualitatif ini ialah peneliti itu sendiri. Sebagai instrumen maka peneliti harus memiliki kesiapan ketika melakukan penelitian, mulai dari awal penelitian hingga akhir proses penelitian. Sumber data Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan dua bentuk sumber data, yakni sumber data primer dan sumber data skunder. 1. Sumber data primer Sumber data primer adalah sumber data yang diperoleh secara langsung melalui wawancara dengan informan. Menurut Satori dan Komariah (2011: 145), sumber data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. Adapun yang menjadi informan pada penelitian ini adalah guru sosiologi dan 4 siswa kelas XII IIS 2 SMA Muhammadiyah 1 Pontianak. 2. Sumber data skunder Sumber data skunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung dari sumbernya seperti catatan-catatan dan arsip tentang sikap dan perilaku siswa. Sehingga peneliti dapat mengetahui bagaimana kerjasama antar siswa kelas XII IIS 2 di SMA Muhammadiyah 1 Pontianak. Teknik dan Alat Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data Dalam penelitian ini, akan menggunakan beberapa teknik pengumpulan data yakni : a. Observasi Kartono (dalam Imam 2014 : 143), observasi ialah studi yang disengaja dan sistematis tentang fenomena sosial dan gejala-gejala psikis dengan jalan pengamatan dan pencatatan. Dalam penelitian ini peneliti akan terlibat secara langsung dan mengamati aktivitas yang dilakukan oleh siswa dalam bekerjasama baik itu didalam kelas maupun pada saat diluar kelas. Melalui pengamatan secara langsung terhadap objek yang diteliti, peneliti mencatat semua peristiwa yang berkaitan dengan kerjasama antar siswa kelas XII IIS 2 di SMA Muhammadiyah 1 Pontianak. b. Wawancara Menurut Uhar (2012: 213) wawancara dalam penelitian kualiatif umumnya dimaksudkan untuk mendalami dan lebih mendalami suatu kejadian atau kegiatan subjek penelitian. Wawancara pada dasarnya merupakan percakapan yang bertujuan. Wawancara sangat diperlukan dalam penelitian kualitatif, karena banyak hal yang tidak mungkin dapat di observasi seperti perasaan, pikiran, motif, serta pengalaman masa lalu informan. Cara yang dilakukan oleh peneliti adalah mengadakan percakapan secara langsung dengan informan, yakni guru sosiologi dan 4 siswa kelas XII IIS 2. c. Studi Dokumentasi Menurut Bungin (dalam Imam 2014: 177) studi dokumentasi adalah salah satu metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian sosial untuk menelusuri data historis. Selain itu menurut Sugiyono (dalam Imam 2014: 179) studi dokumentasi merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif. Jadi, teknik studi dokumentasi adalah teknik pengumpulan data dengan mencari dan mengumpulkan data yang berhubungan dengan kerjasama antar siswa melalui catatan ataupun data yang dimiliki oleh guru sosiologi. Alat Pengumpulan Data a. Pedoman observasi Pedoman observasi digunakan agar peneliti dapat melakukan pengamatan sesuai dengan tujuan penelitian. Berupa data yang memuat segala jenis gejala yang akan diamati mengenai kerjasama antar siswa kelas XII IIS 2 SMA Muhammadiyah 1 Pontianak, nantinya peneliti akan mendeskripsikan kejadian-kejadian yang muncul pada saat melakukan observasi. b. Pedoman wawancara Pedoman wawancara dalam penelitian ini merupakan daftar pertanyaan yang disusun secara sistematis mengenai kerjasama antar siswa yang ditanyakan secara langsung kepada informan yaitu 4 siswa kelas XI IIS 2 di SMA Muhammadiyah 1 Pontianak. c. Dokumentasi Dalam penelitian ini, peneliti mendokumentasikan kegiatan wawancara dengan pihak terkait baik itu narasumber maupun informan pendukung dengan kamera digital sebagai alat dokumentasi yang dapat mendukung keaslian data. Teknik Analisis Data Miles dan Huberman (dalam Sugiyono 2014: 337) mengemukakan bahwa, Aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Aktivitas dalam analisis data yaitu Data Reduction, data display, cloncusion drawing/verivitaction. Pengujian keabsahan data 1. Perpanjangan pengamatan Menurut Sugiyono (2011: 269) perpanjangan pengamatan berarti Peneliti kembali kelapangan, melakukan pengamatan, wawancara lagi dengan sumber data yang pernah ditemui maupun yang baru. Tujuan dari perpanjangan pengamatan ini adalah agar hubungan peneliti dengan narasumber akan semakin terbentuk, semakin akrab dan terbuka, dan percaya sehingga tidak ada informasi yang di sembunyikan lagi. 2. Triangulasi Menurut Sugiyono (2011: 372) triangulasi berarti sebagai Pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara, dan berbagai waktu. Berdasarkan pendapat diatas, maka peneliti membandingkan masing-masing data yang diperoleh dari data observasi, data wawancara dan data studi dokumentasi. Untuk jenis data yang diperoleh berdasarkan observasi dan wawancara dilakukan dengan mengacu pada pedoman observasi dan panduan wawancara yang akan dikembangkan. Hasil pengamatan seperti daftar observasi dan wawancara diolah secara kualitatif dideskripsikan sebagaimana fakta yang ditemukan dilapangan. Sedangkan dokumentasi untuk mendukung dan melengkapi deskripsi sebelum diolah dengan penelitian triangulasi. Adapun jenis triangulasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Triangulasi sumber, Triangulasi teknik dan Trangulasi waktu. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerjasama spontan antar siswa kelas XII IIS 2 memiliki caranya masing-masing dalam bekerjasama. Pertama, Ridho tidak mau membantu temannya yang kesulitan untuk memahami materi dan tidak mau meminjamkan peralatan sekolah kepada temannya. Kedua, Citra dengan senang hati mau membantu temannya untuk memahami materi dan citra mau meminjamkan peralatan sekolahnya kepada temannya. Ketiga, Yusuf mau membantu temannya untuk menjelaskan materi yang tidak dipahami oleh temannya dan Yusuf mau meminjamkan peralatan sekolah kepada temantemannya. Keempat, Nella dengan senang hati mau membantu temannya untuk menjelaskan kembali materi yang telah guru sampaikan dan nella mau meminjamkan peralatan sekolahnya kepada temannya. Selain itu kerjasama kontrak antar siswa kelas XII IIS 2. Pertama, terlihat ridho melaksanakan piket kelas dengan siswa lainnya. Kedua, Citra melaksanakan piket kelas dengan siswa lainnya. Ketiga, Yusuf melaksanakan piket kelas dengan siswa lainnya. Keempat, Nella melaksanakan piket kelas dengan siswa lainnya. Sedngkan kerjasama tradisional antar siswa kelas XII IIS 2. Pertama, ridho mengajak teman lainnya untuk jajan dikantin bersama-sama. Kedua, Citra diajak oleh teman-temannya untuk jajan dikantin dan citra mau jajan dikantin bersama-sama. Ketiga, Yusuf terlihat pergi jajan kekantin bersama teman sekelasnya. Keempat, Nella bersama teman lainnya juga jajan dikantin bersama. Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian yang telah peneliti sajikan, maka pembahasan yang akan peneliti bahas sesuai dengan urutan sub-sub masalah dalam penelitian ini, yakni sebagai berikut : 1. Kerjasama Spontan Antar Siswa Kelas XII IIS 2 di SMA Muhammadiyah 1 Pontianak. Kerjasama spontan merupakan kerjasama yang dilakukan oleh individu atau kelompok yang dilakukan secara tidak sengaja karena kerjasama ini didasari oleh perasaan (Juli 2011: 16). Perasaan dapat dikatakan sebagai pengikat antara pengamatan dan perbuatan. Perasaan akan memberikan nilai kepada pengamatan yakni berupa gaya gerak untuk dijadikan perbuatan reaktif atau aksi nyata untuk dilakukan. Sedangkan menurut Sutrisno Ngadim (2006: 22-24) Kerjasama spontan adalah kerjasama yang dilakukan oleh individu maupun kelompok yang dilakukan tanpa direncanakan atau tanpa dipikirkan terlebih dahulu, seseorang maupun kelompok yang melakukan kerjasama spontan ini cenderung karena dorongan hati atau perasaan. Dorongan hati atau perasaan tersebut menimbulkan gerakan reflektif atau perbuatan reaktif, kerjasama spontan yang dilakukan oleh individu maupun kelompok tersebut mengacu pada satu tujuan. a. Hasil observasi Pada hasil observasi yang peneliti lakukan terhadap Ridho selama 4 hari menunjukkan bahwa kerjasama spontan yang dilakukan oleh ridho kurang baik, karena selama penelitian ini berlangsung peneliti tidak ada melihat ridho meminjamkan alat tulis berupa pulpen kepada dzikri tanpa alasan yang jelas. Ridho menunjukkan sikap yang kurang terbuka terhadap teman sekelasnya. Begitu pula yang dialami oleh natifa dan syaugi, mereka berusaha untuk meminta bantuan ridho untuk menjelaskan materi yang telah dijelaskan oleh guru, namun ridho mengabaikannya. Pada hasil observasi yang peneliti lakukan terhadap Citra menunjukkan bahwa peneliti menemukan sikap citra kepada temanteman sekelasnya sangat baik, mau terbuka terhadap sesama dan mau membantu teman yang sedang kesulitan. Seperti halnya saat mata pelajaran sosiologi berlangsung salah satu siswa kelas XII IIS 2 yang bernama alma tidak membawa buku cetak mata pelajaran sosiologi, ia berupaya untuk meminjam kepada temannya yakni Citra, dengan sigap citra langsung meminjamkan buku cetaknya tersebut kepada alma, sedangkan citra kongsian buku dengan teman sebangkunya. Selain itu citra juga terlihat meminjamkan andry pulpen, sehubungan andry yang sedang kehilangan pulpennya didalam kelas. Dan peneliti juga menemukan sikap kerjasama spontan yang baik dilakukan oleh citra yakni mau membantu fakhra yang masih kurang paham akan materi yang dijelaskan oleh guru, dengan baik citra menjelaskan kepada fakhra mengenai materi yang tidak ia pahami. Pada hasil observasi yang peneliti lakukan terhadap Yusuf menunjukkan bahwa kerjasama spontannya tidak berbeda jauh dari citra, yusuf juga bersifat terbuka kepada teman-temannya. Mau menolong terhadap sesama. Ada teman yang meminjam buku cetak mata pelajaran, yusuf pinjamkan. Begitu juga ketika ada teman yang meminjam pulpen kepadanya, ia pinjamkan. Selain itu yusuf juga berkenan untuk membantu riskan yang sulit memahami sebuah materi yang telah guru ajarkan. Sama seperti Citra dan Yusuf, Nella juga demikian. Kerjasama spontannya sangat baik. Dapat dilihat dari aktifitas didalam kelasnya yang mau membantu teman dikala sedang sulit. Nella mau membantu melisa untuk meminjamkan buku cetak mata pelajaran sosiologi yang nella punya kepada melisa, nella mau meminjamkan pulpennya kepada putri karena nella punya pulpen cadangan dan dengan senang hati nela mau menjelaskan kepada endah terhadap suatu materi yang tidak endah pahami. b. Hasil wawancara Berdasarkan hasil wawancara mengenai kerjasama spontan antar siswa yang dilakukan oleh Ridho, Citra, Yusuf dan Nella adalah mereka akan membantu teman jika ada yang cidera saat olahraga, bila perlu dibawa ke ruang UKS. Saat didalam kelas mereka juga mau membantu teman yang sedang kesulitan seperti tidak membawa buku cetak mata pelajaran ataupun alat tulis berupa pulpen, mereka akan meminjamkannya. Begitu pula jika ada teman yang tidak mengerti akan suatu materi, dengan lapang dada mereka mau membantu menjelaskan kembali agar temannya itu paham. Sejalan dengan hasil wawancara peneliti kepada siswa-siswa tersebut, pak zaini selaku guru mata pelajaran sosiologi juga mengutarakan bahwa secara umum murid-muridnya pasti mau membantu satu sama lain, karena disekolah SMA Muhammadiyah 1 Pontianak ini siswa-siswanya telah dididik dengan baik dan benar. Sejak dini telah kami bentuk karakter murid jadi lebih baik dan lebih peka terhadap sesama. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara maka dapat ditarik kesimpulan bahwa keempat siswa tersebut telah melakukan kerjasama spontan dengan baik namun belum sempurna karena masih ada siswa yang kerjasama spontannya kurang baik. Mereka akan saling tolong menolong jika ada teman yang sakit pada saat jam olahraga berlangsung. Dan mereka akan meminjamkan buku cetak mata pelajaran maupun alat tulis berupa pulpen kepada temannya yang ingin meminjam. Selain itu citra, nella dan yusuf mau menjelaskan kembali materi kepada temannya tidak paham. Namun ridho memilih untuk tidak membantu temannya dengan alasan kurang memahami materi yang guru jelaskan, maka dari itu ridho memilih diam dan hanya menyuruh temannya untuk bertanya kepada siswa lainnya yang dianggap lebih memahami materi. 2. Kerjasama Kontrak Antar Siswa Kelas XII IIS 2 di SMA Muhamm
Similar documents
View more...
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks