ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA KARYAWAN PADA HOTEL BERBINTANG 4 DI KOTA BATAM

Please download to get full document.

View again

of 18
212 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
Nurlaila, Analisis Faktor-Faktor... ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA KARYAWAN PADA HOTEL BERBINTANG 4 DI KOTA BATAM Nurlaila Universitas Internasional Batam Adi Neka Fatyandri
Document Share
Document Transcript
Nurlaila, Analisis Faktor-Faktor... ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA KARYAWAN PADA HOTEL BERBINTANG 4 DI KOTA BATAM Nurlaila Universitas Internasional Batam Adi Neka Fatyandri Universitas Internasional Batam ABSTRACT The focus of this study is to analyzethe and knowing leadership, work condition, compensation, conflict of work life affecting employees performance in four-star hotels in the city of Batam. The importance of a 4-star hotel for attention to the factors that affect the employee performance that may be good or bad for the hotel. Sample were taken from 200 employees from pacific palace hotel, Allium Panorama hotel, Planet holiday hotel, and Novotel hotel is the spread in the city of Batam. The research data that has been collected and analyzed using the program statistical package for social sciences (IBM-SPSS) version 21. Results from this study showed a significant effect of independent on the dependent variable. First, leadership has a significant effect on job performance. Second, the work condition has a significant effect on job performance. Third, the compensation has a significant effect on job performance. Fourth, conflict of work life has a significant effect on job performance. Keywords: Leadership, work condition, compensation, work life conflict, and job performance. PENDAHULUAN Perkembangan pariwisata di Indonesia sangat cepat, seiringnya bertambah wisatawan dan para turis dari berbagai mancanegara yang selalu mengunjungi negara Indonesia yang penuh dengan berbagai macam jenis kebudayaan dan kaya akan tempat wisata yang unik dan beragam. Salah satunya Batam yang terkenal akan kota industri di Indonesia bahkan Internasional ternyata juga memiliki sektor pariwisata yang cukup luas selain dekat dengan Negara Singapore dan Malaysia. Batam juga merupakan salah satu jembatan para investor yang ingin melakukan penanaman modal di Batam. Batam terdiri dari tiga pulau, yaitu Batam, Rempang dan Galang yang dihubungkan oleh sebuah jembatan yakni Jembatan Barelang. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2016, Batam menjadi kota terbanyak ketiga di Indonesia yang dikunjungi wisatawan mancanegara (wisman), setelah Bali dan Jakarta. Banyaknya wisman yang berkunjung membuktikan bahwa Batam memiliki potensi yang sangat baik untuk dikembangkan menjadi kota wisata. Untuk mengantisipasi kedatangan wisatawan dalam negeri maupun asing ke Batam untuk kegiatan berbisnis atau liburan, maka Batam memerlukan fasilitas pendukung seperti akomodasi untuk 90 Journal of Accounting & Management Innovation, Vol.2 No.1, January 2018, pp tempat menginap, salah satunya adalah hotel bintang yang menyediakan fasilitas lengkap untuk pertemuan bisnis sekaligus untuk tempat rekreasi. Akhir-akhir ini bisnis perhotelan di Batam menunjukkan prospek yang cerah, hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang menginap dihotel, khususnya di hotel berbintang. Berdasarkan sumber data dinas tenaga kerja Hotel bintang 4 di kota Batam memiliki jumlah sebanyak 20 hotel dan masing-masing memiliki fasilitas kolam renang, restoran open 24 hours, memiiliki jumlah kamar 299 standard, superior dan deluxe serta memiliki fasilitas tipe kamar yang paling tinggi adalah president suite. hasil penelitian ini setelah penulis melakukan observasi serta penyebaran kuisioner beberapa hotel bintang 4 di kota Batam, dengan jumlah karyawan yang cukup banyak tentunya proses pengaturan dari sisi operasional perusahaan harus seimbang dan teratur. Dalam suatu perusahaan sangat berpengaruh terhadap kinerja karyawan bukan hanya dari segi memberikan pelayanan kepada para tamu yang menginap tetapi juga kepada karyawan baik dari segi komunikasi dan adaptasi, karyawan kepada atasan dan juga atasan kepada karyawan. Kinerja didefinisikan sebagai hasil yang dicapai dari tindakan dengan keterampilan karyawan yang tampil di beberapa Situasi (Prasetya & Kato, 2011). Menurut Suhartini (2010) kinerja karyawan adalah hasil saling upaya, kemampuan dan persepsi tugas. Kinerja yang baik adalah langkah menuju pencapaian tujuan organisasi. Karenanya lebih banyak usaha diperlukan untuk meningkatkan kinerja karyawan. Dharma (2009) mengatakan bahwa kinerja adalah sesuatu yang dilakukan atau produk terbentuk dan ditawarkan oleh sekelompok orang. Swasto (2012) mengatakan bahwa kinerja karyawan adalah tindakan atau penyelesaian tugas yang dilakukan oleh individu dalam jangka waktu tertentu. Dengan begitu pentingnya suatu organisasi memperhatikan kinerja karyawan dalam organisasi. Karena tidak ada organisasi yang mampu berkembang tanpa usaha kinerja yang baik dari karyawan. Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan, kompensasi, dan budaya organisasi terhadap keterikatan karyawan. TELAAH LITERATUR DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Kesediaan seseorang atau kelompok orang untuk melakukan sesuatu kegiatan dan menyempurnakannya sesuai dengan tanggung jawabnya dengan hasil seperti yang diharapkan. kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang dalam suatu perusahaan sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam upaya pencapaian tujuan perusahaan secara legal, tidak melanggar hukum dan tidak bertentangan dengan moral atau etika (Rivai, 2007). Kinerja pegawai merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. 91 Nurlaila, Analisis Faktor-Faktor... Kepemimpinan terhadap kinerja karyawan Pemimpin atau supervisor yang selalu memberikan karyawan kesempatan dalam meningkatkan karir kerja, berkomunikasi, percaya hingga memberikan kepercayaan selain dapat menciptakan lingkungan kerja yang bagus juga dapat membuat karyawan terikat pada perusahaan (Zhang et al., 2014) Begitu juga dengan Menurut Bass (2012) Kepemimpinan adalah aspek yang paling penting untuk menentukan kinerja organisasi. Oleh karena itu penting untuk mengetahui kemajuan kepemimpinan dan dampaknya terhadap kinerja karyawan. Berdasarkan hal tersebut hipotesis penelitiannya adalah: H1: Terdapat pengaruh yang signifikan antara kepemimpinan dan kinerja karyawan. Lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan Lingkungan kerja yang kondusif memberikan rasa aman dan memungkinkan karyawan untuk dapat bekerja optimal. Jika karyawan menyenangi lingkungan kerja dimana dia bekerja, maka karyawan tersebut akan betah ditempat kerjanya, melakukan aktivitasnya sehingga waktu kerja dipergunakan secara efektif (Nitisemito, 2013). Dalam kondisi yang menguntungkan karyawan cenderung untuk berbagi pengalaman menyenangkan, mereka mengekspresikan sikap mereka yang sebenarnya. Dalam lingkungan ini karyawan cenderung lalai berubah menjadi orang-orang yang merasa akuntabilitas. Dalam kondisi yang tidak menguntungkan karyawan kemungkinan tidak ingin berbagi pengalaman menyenangkan mereka dan dalam lingkungan ini karyawan dengan rasa tanggung jawab atau rasionalisme cenderung berubah menjadi karyawan yang tidak akuntabel dan tidak rasional. Teori yang paling dikenal adalah bahwa ketika lingkungan kerja cocok untuk karyawan mereka menunjukkan kinerja yang lebih baik dalam organisasi. Ketika karyawan berkontribusi masukan baik maka mereka meningkatkan output mereka yang sesuai dan meningkatkan produktivitas. H2: Terdapat pengaruh signifikan antara lingkungan kerja dan kinerja karyawan. Kompensasi terhadap kinerja karyawan Dalam penelitian Anitha (2014) kompensasi dapat meningkatkan, menambah dan memperbaiki keterlibatan karyawan dan berkomitmen terhadap organisasi untuk mencapai keterikatan karyawan. Kompensasi adalah elemen utama yang mempengaruhi kinerja karyawan. Jika karyawan puas bahwa organisasi menawarkan kompensasi yang baik maka motivasi mereka akan meningkat lebih tinggi dan sebagai hasilnya kinerja pekerjaan mereka juga lebih baik. Robbins (2010) mengatakan bahwa ketika karyawan merasa senang dengan kompensasi mereka lebih termotivasi terhadap pekerjaan mereka dan kinerja perusahaan juga meningkat. H3: Terdapat pengaruh signifikan antara kompensasi dan kinerja karyawan. Konflik kehidupan kerja terhadap kinerja karyawan Dalam penelitian Wirawan (2010) Manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk pribadi dilahirkan dengan 92 Journal of Accounting & Management Innovation, Vol.2 No.1, January 2018, pp semua perbedaan antara satu dengan yang lain, jenis kelamin yang berbeda, sosial dan strata ekonomi, etnis kelompok, agama, keyakinan, tujuan hidup, dan sebagainya. Perbedaan-perbedaan ini adalah potensi penyebab konflik dalam kehidupan manusia. konflik terjadi dalam banyak hal baik di dalam dan di luar diri mereka sendiri, seperti konflik antara perusahaan / intraperusahaan, antar kelompok, anggota antar kelompok, antar-individu (termasuk antar-individu dalam keluarga), juga bisa terjadi dalam diri individu itu sendiri. H4: Terdapat pengaruh signifikan antara konflik kehidupan kerja dan kinerja karyawan. Model Penelitian Penelitian ini menguji analisis pengaruh hubungan antar variabel kepemimpinan, lingkungan kerja, kompensasi, dan konflik kehidupan kerja terhadap variabel kinerja manajemen. Variabelvariabel yang diuji terdiri dari kepemimpinan, lingkungan kerja, kompensasi, dan konflik kehidupan kerja. Dipilihnya variabel ini sebagai model penelitian dikarenakan begitu pentingnya variabel tersebut dalam manajemen sumber daya manusia, selain itu penulis melihat banyaknya peneliti yang meneliti variabel tersebut sehingga membuat penulis untuk berniat melakukan penelitian berkaitan variabel tersebut di kota Batam. Model penelitian ditunjukkan pada Gambar 1. Gambar 1. Model Penelitian Analisa faktor-faktor yang mempengaruhi Kinerja pada Karyawan Hotel Berbintang 4 di Kota Batam (2017) METODE PENELITIAN Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah karyawan yang bekerja pada hotel berbintang empat di kota batam. Dipilihnya hotel berbintang empat ini karena semakin meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara (wisman) baik wisatawan asing maupun wisatawan lokal yang datang ke kota Batam sehingga dibutuhkannya fasilitas lengkap untuk para wisman baik yang berbisnis dan berlibur bersama keluarga, dengan begitu untuk mengantisipasi tingkat penghunian pada hotel berbintang maka semakin meningkatnya property perhotelan bintang empat dibatam. Berdasarkan sumber data dinas tenaga kerja Hotel bintang 4 di kota Batam memiliki jumlah sebanyak 20 hotel dan masingmasing memiliki fasilitas kolam renang, restoran open 24 hours, memiiliki jumlah kamar 299 standard, superior dan deluxe serta memiliki fasilitas tipe kamar yang paling tinggi adalah president suite. Obyek penelitian ini adalah Pacific palace hotel, Allium 93 Nurlaila, Analisis Faktor-Faktor... panorama hotel, Planet holiday hotel, dan Novotel hotel. Hotel-hotel tersebut hanya sebagian dari hotel berbintang empat di Batam yang terletak dikecamatan Batu Ampar. Dari total poppulasi hotel bintang empat tersebut adalah 931 karyawan, penelitian ini menyebar kuisioner sebanyak 350 kuisioner untuk mencegah terjadinya data yang tidak valid atau outlier. Metode pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling karena dengan teknik penentuan sampel dengan pertimbanagn tertentu sehingga layak dijadikan sampel (Indriantoro & Supomo, 2012). Dengan menggunakan tabel Krecji dan Morgan sampel pada penelitian ini sebanyak 335 orang karyawan hotel. (Hair et al., 2010) mengemukakan bahwa ukuran sampel minimum sebanyak lima responden untuk setiap pertanyaan dalam kuesioner untuk menentukan jumlah sampel. Dalam penelitian ini penulis menggunakan 25 pertanyaan. Namun untuk menghindari adanya kuesioner yang diisi tidak lengkap dan kembali, maka jumlah kuesioner yang disebarkan sebanyak 350 kuesioner kepada responden di Batam. Tabel 1 dibawah ini adalah penjelasan tentang definisi operasional variabel yang digunakan dalam penelitian: Tabel 1. Daftar Pertanyaan Penelitian No. Jenis variabel Jumlah pertanyaan Skala 1. kinerja karyawan - Pekerjaan yang saya - Lima poin (Dependen) lakukan sudah mencapai skala Likert target yang ditentukan (1 adalah perusahaan sangat tidak - Saya dapat menyelesaikan setuju, 2 pekerjaan lebih dari yang adalah tidak ditargetkan setuju, 3 - Saya teliti dalam adalah netral, menyelesaikan pekerjaan 4 adalah - Hasil kerja saya memenuhi setuju, 5 standar di perusahaan adalah sangat - Pekerjaan yang saya setuju) lakukan selalu di awasi 2. Kepemimpinan (Independen) - Atasan saya selalu mengawasi apa yang bawahan kerjakan - Atasan bersedia mendengar pendapat atau saran dari bawahan - Atasan selalu melibatkan bawahan dan rekan kerjanya dalam membuat keputusan - Atasan selalu menjelaskan tugas baru kepada saya - Lima poin skala Likert (1 adalah sangat tidak setuju, 2 adalah tidak setuju, 3 adalah netral, 4 adalah setuju, 5 adalah sangat setuju) 94 Journal of Accounting & Management Innovation, Vol.2 No.1, January 2018, pp Lingkungan kerja (Independen) 4. Kompensasi (Independen) 5. Konflik kehidupan kerja - Komunikasi antara bawahan dan atasan sangat baik - Ruangan kerja saya terdekorasi dengan rapi - Temperatur di tempat kerja tidak mempengaruhi suhu tubuh saya - Sirkulasi udara di tempat kerja membuat saya bernafas dengan oksigen yang cukup - Sirkulasi udara di tempat kerja membuat saya bernafas dengan oksigen yang cukup - Pencahayaan di tempat kerja membantu saya dalam menyelesaikan pekerjaan - Gaji atau upah yang Anda terima diberikan tepat waktu - Gaji yang Anda terima sesuai dengan pekerjaan yang Anda kerjakan - Anda mendapatkan bonus dari perusahaan apabila Anda telah menyelesaikan pekerjaan Anda tepat waktu - Anda diberikan pertolongan sosial yang selalu siap sedia ketika anda membutuhkan pertolongan - Biaya pengobatan apabila Anda sakit ditanggung oleh perusahaan - Saya merasakan terjadinya percekcokan atau perdebatan (kontroversi) antara saya dan rekan kerja - Saya merasakan terjadinya ketegangan karena masalah pribadi antara saya dan rekan kerja - Saya merasakan antara - Lima poin skala Likert (1 adalah sangat tidak setuju, 2 adalah tidak setuju, 3 adalah netral, 4 adalah setuju, 5 adalah sangat setuju) - Lima poin skala Likert (1 adalah sangat tidak setuju, 2 adalah tidak setuju, 3 adalah netral, 4 adalah setuju, 5 adalah sangat setuju) - Lima poin skala Likert (1 adalah sangat tidak setuju, 2 adalah tidak setuju, 3 adalah netral, 4 adalah 95 Nurlaila, Analisis Faktor-Faktor... Sumber: Hasil Olahan Peneliti saya dan rekan kerja mempunyai visi yang berbeda dalam tugas atau pekerjaan - Saya merasakan terjadinya perselisihan pribadi antara saya dan rekan kerja - Saya merasakan antara saya dan rekan kerja mempunyai visi yang berbeda dalam tugas atau pekerjaan setuju, 5 adalah sangat setuju) Metode analisis yang digunakan penulis adalah regresi linier.variabel independen yang digunakan lebih dari satu dan variabel dependen yang digunakan satu. Penggunaan analisis tersebut merupakan variabel independen yang lebih dari satu mempengaruhi terhadap satu variabel dependen. Selin itu, juga digunakan metode analisis deskriptif. Metode ini dalam penelitian pada prinsipnya merupakan proses transformasi data penelitian dalam bentuk tabulasi, sehingga mudah dipahami. Pemberian gambaran tentang objek yang diteliti seperti responden yang dipilih penulis. Penulis ingin mengetahui profil secara umum dari reponden seperti jenis kelamin, tempat bekerja, umur, pendidikan terakhir, dan lama bekerja. Analisis statistic deskriptif merupakan kumpulan metode yang digunakan untuk mengetahui kuantitas yang jumlahnya besar dengan tujuan untuk menggambarkan data tersebut agar lebih mudah dimengerti (Indriantoro & Supomo,2010). Demografi responden dalam penelitian ini ditinjau dari jenis kelamin, umur, status pendidikan, tempat bekerja. Uji Outlier Uji outlier bertujuan untuk menemukan data yang secara nyata berbeda bila dibandingkan dengan data lainnya dan untuk mengetahui apakah dalam data yang diperoleh terdapat data yang menyimpang (outlier), uji ini dilakukan dengan cara membuat nilai z (standard score) biasanya disebut z-score. Nilai ambang batas dari z-score ini berada pada rentang +/- 3,0 (Hair et al., 2010), z-score yang lebih besar dari 3,0 atau lebih kecil dari -3,0 akan dianggap menyimpang dari rata-rata dan data tersebut akan divalidasi untuk tidak dianalisa lebih lanjut. Uji Validitas (Test of Validity) Uji Validitas adalah alat uji yang dilakukan untuk mengetahui apakah alat ukur yang digunakan tersebut memiliki ketepatan dan kecermatan instrumen dalam melakukan fungsinya sebagai alat ukur. Pengujian validitas tiap butir digunakan analisis item,yaitu mengkorelasikan skor tiap butir dengan skor total yang merupakan jumlah tiap skor butir. Selanjutnya untuk mendapatkan instrumen yang reliabel, dilakukan uji realibilitas. Maksud dari pengujian ini untuk mengetahui apakah kuesioner 96 Journal of Accounting & Management Innovation, Vol.2 No.1, January 2018, pp variabel dependen yaitu xxx yang disiapkan sebagai alat pengumpulan data telah dapat mengukur yang ingin diukur. Dimana uji ini akan dinyatakan valid jika suatu konstruk mempunyai nilai factor loading diatas 0,6 (Hair et al., 2010) Uji Reliabilitas Uji reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan idikator dimana variabel independen mampu dijadikan alat untuk mengukur pengaruhnya terhadap variabel dependen. Suatu kuesioner dapat dikatakan reliable atau handal jika jawaban responden terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu (Ghozali, 2011). Pengukur reliabilitas dapat dilakukan dengan statistik Cronbach Alpha (a) dengan menggunakan SPSS. Nilai dari Cronbach s coefficient alpha yang cukup dapat diterima (acceptable) adalah yang bernilai 0,6 (Hair et al., 2010). Uji Multikolinieritas Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel bebas/independen (Ghozali, 2011). Ada atau tidaknya korelasi multikolinieritas di dalam model regresi dapat dideteksi dengan melihat nilai tolerance dan variance inflation factor (VIF). Ukuran ini menunjukkan setiap variabel bebas mana yang dijelaskan oleh variabel bebas lainnya. Nilai tolerance mengukur variabilitas variabel bebas yang terpilih yang tidak dapat dijelaskan variabel bebas lainnya. Nilai tolerance yang rendah sama dengan nilai VIF yang tinggi dan menunjukkan adanya kolinieritas yang tinggi. Nilai cut off yang umum dipakai adalah nilai tolerance VIF di bawah 10 atau nilai VIF di atas 0,10 sehingga, setiap peneliti harus menentukan tingkat kolinieritas yang masih dapat ditolerir (Ghozali, 2011). Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk menentukan apakah data penelitian terdistribusikan secara normal atau tidak dengan menggunakana grafik normal probability plot. Uji normalitas ini dideteksi dengan melihat penyebaran datanya, jika penyebaran data (titik) terjadi di sekitar garis diagonal dan mengikuti garis diagonal maka, model regresi memenenuhi asumsi normalitas. Sebaliknya, jika data menyebar jauh dari garis diagonal dan atau tidak mengikuti arah garis diagonal maka, model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas (Santoso, 2010). Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik heteroskedastisitas yaitu adanya ketidaksamaan varian dari residual untuk semua pengamatan pada model regresi. Persyaratan yang harus terpenuhi dalam model regresi adalah tidak adanya gejala heteroskedastisitas. Heteroskedastisitas mempunyai suatu keadaan bahwa varian dari suatu residual suatu pengamatan ke pengamatan yang lain berbeda (Ghozali, 2011). 97 Nurlaila, Analisis Faktor-Faktor... Uji Hipotesis Tujuan dari penelitian adalah untuk menguji hipotesis yang merupakan jawaban sementara dari perumusan permasalahan penelitian. Suatu penelitian harus dapat menghasilkan keputusan apakah hipotesis penelitian akan diterima atau ditolak.
Similar documents
View more...
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks